cover
Contact Name
Attadib
Contact Email
attadib@uika-bogor.ac.id
Phone
+628989489121
Journal Mail Official
attadib@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
FAI Building, 1st Floor, Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah, Universitas Ibn Khaldun Bogor. K.H Sholeh Iskandar Street of Kedung Badak, Bogor City, West Java, Indonesia 16162 Phone/Fax. 0251-849529, Email: attadib@uika-bogor.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Attadib: Journal of Elementary Education
ISSN : 26141760     EISSN : 26141752     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Attadib: Journal of Elementary Education is a peer-reviewed journal to discuss about new findings in basic education especially at primary/elementary schools. This journal is publishing original research articles and case studies focused on basic education. All papers are peer-reviewed by at least two reviewers.
Articles 235 Documents
PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PENGUATAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK Alfaien, Noor Isna
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 8, No 2 (2024): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v8i2.2959

Abstract

Abstract Various ways are pursued by the government and stakeholders to design Indonesian education to be able to shape the nation's generation into quality human beings, both from the cognitive, affective, and psychomotor aspects, one of which is through strengthening the student profile of Pancasila. This study aims to determine how the role of teachers in the implementation of strengthening the student profile rahmatan lil alamin. The research method used in this research is the content analysis library research method. This research uses various data sources, both print and online, in the form of scientific journals, books, and other reading sources. This type of research belongs to the descriptive-analytical type. Data analysis in this library research is descriptive-analytical. That is, a study that includes the process of collecting data, compiling and explaining the data collected, then analyzing and interpreting it, so this method is often called the analytical method. The results of this study explain that there is a role of teachers that must be carried out in the implementation of strengthening the profile of rahmatan lil alamin students, including teachers must set an example in their daily lives, become inspirers, who inspire students in terms of goodness, become motivators both in learning and positive things for students. Dynamicator, activator of good things and finally an evaluator. The conclusion is that there is a teacher's role that must be carried out in the implementation of strengthening the profile of rahmatan lil alamin students including exemplary in their daily lives, being an inspirer, being a motivator, dynamicator and finally becoming an evaluator.Keyword: Teacher. Akidah Akhlak Learning. Profile of a Rahmatan Lil 'Alamin StudentAbstrakBerbagai cara diupayakan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merancang pendidikan Indonesia agar mampu membentuk generasi bangsa menjadi manusia yang berkualitas, baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik salahsatunya melalui penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiaman peran guru dalam implementasi penguatan profil pelajar rahmatan lil alamin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan analisis isi. Penelitian ini menggunakan berbagai sumber data, baik cetak maupun online, berupa jurnal ilmiah, buku, dan sumber bacaan lainnya. Jenis penelitian ini termasuk dalam tipe deskriptif-analitis. Analisis data dalam dalam kajian pustaka (library research) ini adalah deskriptif- analitik. Yaitu suatu penelitian yang meliputi proses pengumpulan data penyusunan dan menjelaskan atas data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dan di interprestasi, sehingga metode ini sering disebut metode analitik. Hasil penelitian ini menjelaskan Ada peran guru yang harus dilakukan dalam implementasi penguatan profil pelajar rahmatan lil alamin diantaranya guru harus memunculkan keteladan dalam pribadinya sehari-hari, menjadi inspirator, yang menjadi inspirasi siswa dalam hal kebaikan, menjadi motivator baik dalam pembelajaran maupun hal-hal positif bagi siswa. Dinamisator, penggerak hal-hal kebaikan dan terakhir menjadi evaluator kesimpulannya yaitu Ada peran guru yang harus dilakukan dalam implementasi penguatan profil pelajar rahmatan lil alamin diantaranya keteladan dalam pribadinya sehari-hari, menjadi inspirator, menjadi motivator, dinamisator dan terakhir menjadi evaluator Kata kunci: Guru. Pembelajaran Akidah Akhlak. Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis (KPM) Siswa SD Melalui Model Problem Based Learning (PBL) dan Inquiry Based Learning (IBL) Supriatna, Irfan; Wahyudin, Wahyudin; Turmudi, Turmudi
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 3 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v7i3.2580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh gambaran secara komprehensif tentangPeningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis (KPM) Siswa SD MelaluiModel Problem Based Learning (PBL) dan Inquiry Based Learning (IBL) dalam menyelesaikan soal-soal geometri segibanyak. Metode di dalam penelitian ini adalah mixed method dengan jenis explanatory sequential. Dalam tahapan kuantitatif digunakan penelitian deskriptif dan kuasi eksperimen dengan jenis one group pretest-postest design dan dengan desain factorial 3 x 2. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 1 Girimukti berjumlah 16 orang dan kelas IV SDN 2 Girimukti berjumlah 12 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis (KPM) Siswa melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL) berpengaruh secara signifikan dibandingkan dengan model Inquiry Based Learning (IBL), kemampuan pemahaman matematis siswa yang memiliki tingkat motivasi tinggi mengungguli siswa yang memiliki tingkat motivasi rendah, siswa yang memiliki tingkat motivasi tinggi memiliki seluruh indicator kemampuan pemahaman matematis yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah, siswa yang memiliki tingkat motivasi sedang atau rendah, kemampuan pemahaman matematis yang dimiliki hanya sampai pada indicator mendefinisikan konsep secara verbal dan tulisan, dan mengidentifikasi dan membuat contoh dan bukan contoh.
PERAN GURU PAI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEDISIPLINAN SANTRI DI MI RAUDHATUL ULUM SAKATIGA INDRALAYA OGAN ILIR Safwannur, Safwannur; Permana, Hidayat Aji; Triansyah, Arief Agus; Nasir, Tatang Muh; Sari, Iis Indah
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 1 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v7i1.2761

Abstract

Membicarakan tentang disiplin sekolah tidak bisa lepas dengan persoalan perilaku santri, pada akhir-akhir ini sering terjadi pelanggaran disiplin sekolah seperti, datang terlambat masuk kelas, dikarnakan tidur setelah shalat shubuh, lama menunggu antrian mandi dikamar mandi, lama menunggu antrian sarapan di dapur ataupun bersikap malas yang sudah menjadi watak bawaan. Tujuan umum penelitian adalah Untuk mengetahui peran, faktor pendukung guru PAI dalam pembentukan karakter kedisiplinan santri di MI Raudhatul Ulum. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. mengahasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Metode yang dipakai dalalm penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu melalui sampel data, survei yang diteliti, pendapat-pendapat para ahli, wawancara dan mendiskripsikan data yang dikumpulkan.Implikasi guru PAI sangat berperan dalam pembentukan karakter kedisiplinan santri di MI Raudhatul Ulum Sakatiga. Melalui hasil kesimpulan penelitian yaitu edukator  memberikan ilmu pengetahuan, tutor memberikan bimbingan dan tauladan memberikan contoh perilaku yang baik. Faktor pendukung boording school kegiatan pendidikan karakter 24 jam baik formal maupun non formal dan fasilitas sarana prasarana alat yang sangat memudahkan guru PAI dalam pembentukan karakter kedisiplinan santri di MI Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya Ogan Ilir.
Internalization of Discipline Character Values in Scouting Activities in Madrasah Ibtidaiyah Ilmi, Siti Nailul; Sutomo, Moh; Muhith, Abd
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 8, No 2 (2024): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v8i2.2721

Abstract

 AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi peran kegiatan kepramukaan dalam membentuk karakter disiplin siswa di MIMA Nurul Huda Gondang Rejo. Kepramukaan sebagai salah satu bentuk pendidikan non-formal memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai seperti keimanan, budi pekerti luhur, ketaatan hukum, dan kedisiplinan kepada anak-anak dan remaja. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengamanatkan kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah sebagai kombinasi dari nilai-nilai sikap dan pengembangan keterampilan.Penelitian ini berfokus pada kegiatan kepramukaan di MIMA Nurul Huda Gondang Rejo, di mana kepramukaan menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib pada tahun 2017. Kegiatan ekstrakurikuler dirancang untuk tidak hanya mengembangkan keterampilan kepramukaan tetapi juga untuk membangun karakter, menekankan kesopanan, kepatuhan, dan disiplin. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup komponen dalam dan luar ruangan, memberikan pengalaman belajar yang holistik kepada para siswa. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data primer. Hasilnya menyoroti prestasi pramuka MIMA Nurul Huda Gondang Rejo, termasuk keberhasilan penting dalam berbagai kompetisi. Pembina pramuka memainkan peran penting dalam mengimplementasikan kegiatan yang selaras dengan Kurikulum 2013, dengan menggunakan metode pembelajaran yang membuat pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa. Studi ini juga mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh para pembina pramuka, seperti keterbatasan ekonomi yang mempengaruhi perolehan atribut lengkap. Motivasi ditemukan secara positif dipengaruhi oleh pelatih eksternal. Terlepas dari tantangan yang ada, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter disiplin, dengan menekankan perlunya dukungan yang berkelanjutan dari para pembina dan orang tua. Internalisasi karakter disiplin melalui kegiatan kepramukaan terlihat dari perilaku siswa, termasuk ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan penyelesaian tugas tepat waktu. Ketika siswa menghadapi kesulitan, peran pembina dalam memberikan bimbingan dan motivasi sangat penting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter di MIMA Nurul Huda Gondang Rejo efektif membentuk siswa yang disiplin, dengan menekankan pada upaya kolaboratif antara pembina dan siswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.Kata kunci: Nilai Karakter, Kedisiplinan, Kegiatan Kepramukaan                                                                   AbstractThis research explores the role of scouting activities in shaping the disciplinary character of students at MIMA Nurul Huda Gondang Rejo. Scouting, as a form of non-formal education, plays a crucial role in instilling values such as faithfulness, nobility, law-abidance, and discipline in children and young people. The Ministry of Education and Culture mandates scouting activities in schools as a combination of attitudinal values and skills development.The study focuses on scouting activities at MIMA Nurul Huda Gondang Rejo, where scouting became a compulsory extracurricular activity in 2017. The extracurricular activities are designed to not only develop scouting skills but also to build character, emphasizing politeness, obedience, and discipline. The activities include both indoor and outdoor components, providing students with a holistic learning experience. The research methodology employs a descriptive qualitative approach, utilizing observation, interviews, and documentation to gather primary data. The results highlight the achievements of MIMA Nurul Huda Gondang Rejo scouts, including notable successes in various competitions. Scout coaches play a pivotal role in implementing activities aligned with the 2013 Curriculum, using learning methods that make the experience enjoyable for students. The study also identifies constraints faced by scouts, such as economic limitations affecting the acquisition of complete attributes. Motivation is found to be positively influenced by external coaches. Despite challenges, the research underscores the importance of discipline character education, emphasizing the need for continuous support from coaches and parents. The internalization of discipline character through scouting activities is evident in students' behaviors, including punctuality, adherence to rules, and completion of tasks on time. While students face difficulties, the coaches' role in providing guidance and motivation is crucial. The research concludes that character education at MIMA Nurul Huda Gondang Rejo effectively shapes disciplined students, emphasizing the collaborative efforts of coaches and students in creating a conducive learning environmentKeywords: Character Value, Discipline, Scouting Activities
Development of Articulate Storyline Learning Media for Pancasila Education Subjects to Increase Student Learning Interest Sunaryati, Titin Sunaryati
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 3 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v7i2.2232

Abstract

AbstractThe decline in student interest in learning is partly due to the limited use of learning media during the learning process and teachers who have not been able to utilise technology to be used as learning media. The purpose of the study was to produce Artiqulate Storyline learning media for Pancasila Education subjects to increase the learning interest of grade V elementary school students. The research method uses R&D with the ADDIE development model which consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The subjects of this research were 26 students, as well as involving media experts, material experts. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and questionnaires. The data analysis used is descriptive and categorical analysis to see the feasibility of the developed media. The results showed that the learning media developed was feasible to be used by students and helped teachers in the learning process, it can be seen from the results of media expert validation of 95%, material experts of 97.5% with a feasible category. Student learning interest increases when learning using Artiqulate Storyline learning media, it can be seen from the results of the N-Gain Test of 0.6 in the high category 
ANALISIS FILOSOFIS TENTANG PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SUATU SISTEM DI SDN BUNIASIH KABUPATEN TASIKMALAYA Warman, Oman; Fachriyah, Neng Vera; Alhaq, Mutia; Nasir, Tatang Muh; Pitriyadi, Sandi Wijaya; Hudah, Iana Rotul
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 8, No 1 (2024): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v8i1.1914

Abstract

The style of an educational system appears to be impacted by the viewpoint of each community, group, or nation, according to this article's philosophical examination of Islamic education as a system. This viewpoint has a strong connection to their philosophical upbringing and way of living. Because this way of life indicates an identity that needs to be preserved, developed, and ultimately handed on to the community's younger members. From this viewpoint, it may be inferred that since Islamic education is a system with components, then the Qur'an and Hadith, which serve as the primary Islamic teaching sources, are referenced in the system's design. The fundamental principles of Islamic education, as well as the intended concepts and systems, are typically developed on this basis. The following are some examples of these educational components: educational principles, educational aims, educational materials, educational subjects, and educational objects; educational techniques; educational media; educational evaluation; and educational environment
Evaluasi Program Tahfiz Al-Qur’an dengan Model CIPP di SD Muhammadiyah Program Khusus Kota Jayapura Subkhiyati, Ani
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 1 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v7i1.2811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi context, input, process, product program Tahfiz{ Al-Qur’an SD Muhammadiyah Program Khusus Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluatif, dalam penelitian ini menggunakan model evaluasi teori Stufflebeam yaitu CIPP (Context, Input, Process, Product). Data diperoleh dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, setelah itu disajikan dalam bentuk deskripsi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan antara lain: Pertama, hasil evaluasi dari context program tahfiz{ di SD Muhammadiyah Program Khusus Kota Jayapura menyatakan bahwa program tahfiz mempunyai tujuan yang jelas, namun  pada komponen kebijakan program dan analisis kebutuhan masih perlu diperbaiki. Kedua, hasil evaluasi input program tahfiz{ Al-Qur’an menunjukkan bahwa sebagian besar sudah terpenuhi yaitu adanya pemahaman yang baik dari kepala sekolah terhadap program tahfiz{, kemudian kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an juga cukup baik, termasuk kemampuan sekolah dalam menyediakan fasilitas dan pembiayaan juga cukup baik, namun yang masih perlu ditingkatkan adalah dari sisi kemampuan guru dalam menguasai hafalan Al-Qur’an minimal 1 juz. Ketiga, hasil evaluasi process menunjukkan bahwa proses pembelajaran tahfiz{ Al-Qur’an  sudah berjalan dengan baik, sudah sesuai dengan standar operasional prosedur yang dibuat oleh sekolah. Tapi dari sisi kendala, masih perlu penambahan alokasi waktu agar program hafalannya lebih efektif. Keempat, hasil evaluasi product menunjukkan bahwa pencapaian target program tahfiz{ di SD Muhammadiyah Program Khusus Kota Jayapura juga sudah berjalan cukup baik, mengingat dari aspek kognitif maupun afektifnya sudah terpenuhi. Namun dari aspek skillnya masih perlu ditingkatkan lagi, terutama pada kemampuan menghafal 3 juz.
IMPROVING MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES IN 3rd CLASS PRIMARY STUDENTS USING THE MASTERY LEARNING MODEL THROUGH SMART LADDER MEDIA Gatot, Masitowati
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 8, No 2 (2024): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v8i2.3038

Abstract

Mathematics for some students is still a difficult and boring lesson. The results of observations at SDN Kemuning, Sambit District, Ponorogo Regency, class 3 showed that there was a problem, that students' learning outcomes were still far from the KKM (75), in terms of length, weight and time. The aim of this research is to improve student learning outcomes in Mathematics lessons with material in units of length, weight and time, using the Mastery Learning model through the Smart Ladder media. This research is Classroom Action Research (PTK) with 4 stages, namely planning – implementation – observation – reflection. The research subjects were 3rd grade students at SDN Kemuning Sambit with a total of 11 students. This research was conducted with 2 cycles of Completeness of Student Learning Achievement, in the pre-cycle the average score was 62 with a percentage of 18%, in the first cycle the average score was 70 with a percentage of 54%, while in the second cycle the average score was 86 with a percentage of 91 %. The results of the observation assessment on teacher activities in cycle I were 77% in the active category, while cycle II was 96% in the very active category. Meanwhile, the results of student activity assessments in cycle I were 73% with classical completeness of 73%, which was in the quite active category, in cycle II the average score was 79% with classical completeness of 86%, which was in the active category. This shows that the Mastery Learning learning model through the Smart Ladder media is very effective in learning.
SOCIAL LEARNING THEORY DALAM MATERI TATA CARA SUJUD SAHWI DI SD PASIRLAYUNG 03 KABUPATEN BANDUNG RF, Firyal Yasmin; Tarsono, Tarsono; Sari, Iis Indah; Sonia, Gina Aria; Guswantoro, Hari; Andriawan, Irwan
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 3 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v7i3.2466

Abstract

This study aims to explore social learning theory (Social Learning Theory) in the subject matter of Islamic education class VI at SD Pasirlayung 03 Bandung Regency. Discussion about the definition of social learning theory in prostration sahwi material. This study used a descriptive qualitative approach which was studied through library research and observation. The results of the study show that social learning theory can facilitate students' understanding of prostration for sahwi. Supported by innovative learning mediaTRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK SEKOLAH DASAR ardyaningrum, heny
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 8, No 1 (2024): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v8i1.2071

Abstract

Lingkungan keluarga yang terdiri atas ayah dan ibu merupakan pendidik awal bagi anak-anak. Pembentukan kepribadian anak didapatkan sejak dini dari pendidikan terdekat yakni lingkungan keluarga. Perilaku orang tua akan dilihat oleh anak dan diimplementasikan dalam kehidupan mereka sehingga pola asuh orang tua mempengaruhi pertumbuhan karakter anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pola asuh orang tua yang diberikan kepada anak dalam membentuk kepribadiannya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V di sekolah dasar dengan rentang usia 11-12 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dengan wawancara terhadap orang tua subyek penelitian dan data observasi dengan menggunakan teknik random sampling (sampel acak) yang terdiri atas 8 siswa. Dalam hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anaknya. Pola asuh yang baik akan membentuk kepribadian yang baik dan disukai lingkungannya. Sedangkan pola asuh yang salah akan membentuk karakter anak yang kurang baik. Orang tua diharapkan mampu menerapkan pola asuh yang baik agar tercipta karakter anak yang baik bagi dirinya dan lingkungannya.