cover
Contact Name
Fikriman
Contact Email
jurnalagrosains@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrosains@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec. Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JAS (Jurnal Agri Sains)
ISSN : -     EISSN : 25810227     DOI : 10.36355/jas
Core Subject : Agriculture,
JAS (Jurnal Agri Sains) adalah open access jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo. JAS menerbitkan hasil penelitian original, skripsi, tesis dan review artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian dan agribisnis. JAS juga menerima karya ilmiah dari luar sepanjang memenuhi kriteria terbitan ini. Penulis diharapkan mengirimkan karya tulisnya yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup JAS mencangkup bidang agribisnis, tetapi tidak terbatas pada bidang berikut: pengembangan bisnis, pembangunan dan pengembangan masyarakat, koperasi agribisnis, serta komputerisasi dan multimedia dalam bidang pertanian
Articles 226 Documents
EFISIENSI BAHAN BAKAR DALAM PENGANGKUTAN TANDAN BUAH SEGAR DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Pandhu Rochman Sousa Putra; Fandi Syukur Rahman; Arief Rahman; Muhamad Yazid Bustomi; Puspita Puspita; Fahrizal Fahrizal
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi bahan bakar penggunaan biosolar dalam pengangkutan tandan buah segar (FFB) kelapa sawit dalam dua kondisi cuaca berbeda—jalan basah dan kering—di PT. Mitra Bangga Utama, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Efisiensi pengangkutan sangat penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit, khususnya dalam hal penghematan bahan bakar dan optimasi muatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung aktivitas pengangkutan FFB menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel jenuh yang diterapkan pada dua truk yang beroperasi dalam dua kondisi cuaca tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuaca secara signifikan memengaruhi efisiensi pengangkutan. Pada cuaca hujan, efisiensi bahan bakar tercatat sebesar 2,5 km/liter, dengan jarak tempuh 30 km, waktu pengangkutan 6 jam, dan kapasitas muatan 4 ton. Sebaliknya, pada cuaca kering, efisiensi bahan bakar meningkat menjadi 3 km/liter, dengan jarak tempuh 50 km, waktu pengangkutan 4 jam, dan kapasitas muatan 8 ton. Meskipun konsumsi bahan bakar lebih tinggi pada cuaca kering (17 liter dibandingkan dengan 12 liter pada cuaca hujan), transportasi lebih efektif karena jarak tempuh yang lebih jauh, waktu tempuh yang lebih singkat, dan kapasitas muat yang lebih besar. Dengan demikian, kondisi cuaca kering lebih menguntungkan untuk efisiensi bahan bakar dan produktivitas transportasi dibandingkan dengan cuaca hujan, yang menyebabkan hambatan jalan, memperlambat waktu transportasi, dan mengurangi kapasitas muat. Studi ini merekomendasikan agar perusahaan memprioritaskan transportasi selama cuaca kering dan meningkatkan infrastruktur jalan untuk meminimalkan dampak negatif dari kondisi hujan.
ANALISIS USAHA PADA INDUSTRI KECIL TAHU SMY DI KAMPUNG KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI, KOTA PADANG SUMATERA BARAT Ahlul Bait; Rini Hakimi; Nur Afni Evalia
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.1980

Abstract

Kenaikan harga bahan baku kedelai menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan agroindustri tahu, termasuk Usaha Tahu SMY di Kampung Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Pada periode April hingga Agustus 2025, harga kedelai yang dibeli oleh Agroindustri Tahu SMY mengalami kenaikan dari Rp 445.000 menjadi Rp498.000 per karung (50 kg), atau meningkat sebesar ±11,91%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas usaha dan menganalisis keuntungan, titik impas, serta sensitivitas usaha terhadap kenaikan harga bahan baku kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agroindustri Tahu SMY merupakan industri kecil dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 7 orang dan total produksi sebesar 206.890 potong tahu per bulan. Total pendapatan usaha mencapai Rp126.683.560 dengan total biaya produksi sebesar Rp89.016.463, laba bersih sebesar Rp37.667.097 dan nilai R/C ratio sebesar 1,42 yang menunjukkan usaha layak secara ekonomi. Analisis titik impas menunjukkan bahwa BEP kuantitas tercapai pada 35.676 potong tahu dan BEP penjualan sebesar Rp21.845.294,51, jauh di bawah realisasi produksi dan penjualan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan baku kedelai sebesar 61,5% menurunkan laba usaha menjadi Rp54.432, sedangkan kenaikan harga bahan baku sebesar 62% menyebabkan usaha mengalami kerugian sebesar Rp236.479. Hal ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha yang didominasi bahan baku kedelai membuat usaha rentan terhadap fluktuasi harga, sehingga diperlukan penyesuaian harga jual atau efisiensi biaya untuk menjaga keberlanjutan usaha.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI UBI KAYU DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Ummul Hikmah Saragih; Dian Hafizah; Rika Hariance
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan subjektif rumah tangga petani ubi kayu di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang bedagai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 100 rumah tangga petani yang ditentukan menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dengan skala likert yang mencakup lima indikator kesejahteraan, yaitu kecukupan konsumsi, kondisi tempat tinggal, akses pendidikan, akses kesehatan, dan ketahanan ekonomi rumah tangga. Analisis data dilakukan menggunakan nilai rata-rata (mean) dan klasifikasi kategori kesejahteraan berdasarkan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan rumah tangga petani berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 3,38. Distribusi responden menunjukkan bahwa 47% berada pada kategori sedang, 30% tinggi, dan 23% rendah. Seluruh indikator kesejahteraan juga berada pada kategori sedang, dengan nilai tertinggi pada akses pendidikan dan terendah pada kecukupan konsumsi. Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah tangga petani telah mampu memenuhi kebutuhan dasar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam menjaga stabilitas ekonomi akibat fluktuasi pendapatan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani secara berkelanjutan.
ANALISIS MOTIVASI PETANI USAHATANI PADI SAWAH DI KELURAHAN PARAUNA KECAMATAN ANGGABERI KABUPATEN KONAWE Sara Evi Rahayu; Sarty Syarbiah; Leni Saleh
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.2020

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui  motivasi petani dalam berusahatani padi sawah di kelurahan parauna kecamatan anggaberi kabupaten konawe. Jumlah sampel dalam penelitian berjumlah 21 orang yang ditarik secara sensus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Motivasi petani dalam usahatani padi sawah di Kelurahan Parauna Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe, dianalisis dengan menggunakan tiga indikator yang terdiri dari kebutuhan akan keberadaan (existence), kebutuhan akan hubungan (relatedness) dan kebutuhan akan pertumbuhan (growth). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata mengenai motivasi petani padi sawah di Kelurahan Parauna Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe sebesar 65,04 dan termasuk kategori “ sangat tinggi”. Hal ini dapat dilihat dari  beberapa indikator yang termasuk kategori sangat tinggi dalam memotivasi berusahatani padi sawah yaitu Existence dan Relatedness dengan rata-rata skor sebesar 21,00 dan 23,14, sedangkan Growth termasuk kategori “Tinggi” dengan skor rata-rata 19,90.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA KOPI ROBUSTA DI KABUPATEN PURWOREJO Isna Windani; Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.1982

Abstract

Agrowisata Kebun Kopi harus membuat dan merumuskan strategi pengembangan yang kompeten dan tepat untuk keberlangsungan usaha sebagai salah satu upaya menarik perhatian konsumen. Sehingga potensi agrowisata Agrowisata Kebun Kopi dapat dikembangkan semaksimal mungkin dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik usaha, pemerintah, masyarakat sekitar, serta wisatawan yang dapat menikmati keindahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan pada Agrowisata Kebun Kopi di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. (2) Menganalisis strategi pengembangan Agrowisata Kebun Kopi di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Jumlah responden yang diwawancarai sebanyak 6 orang responden dipilih dari pihak - pihak internal dan eksternal. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil analisis menunjukan bahwa posisi pada sel VI (jaga dan pertahankan) dalam matriks Internal – eksternal (IE) dan pemetaan faktor internal dan eksternal pada diagram matrik berada di kuadran I. Hal ini menunjukan bahwa kondisi Agrowisata Kebun Kopi berada pada posisi hold and maintain dan strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi S-O. Strategi yang dihasilkan yaitu (1) Melakukan kerja sama dengan pemerintah dan warga setempat di sekitar lokasi usaha untuk menjaga dan merawat infrastruktur jalan serta lalu lintasnya agar memudahkan konsumen yang akan berkunjung ke Agrowisata Kebun Kopi. (2) Meluaskan area tanaman Kopi untuk pengembangan Agrowisata.
PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN RUMAH TANGGA PETANI AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN PADA PEMBANGUNAN JALAN TOL PADANG–SICINCIN Rezi Syahril Fitri; Rika Hariance; Yuerlita Yuerlita
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.2031

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian akibat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol, dapat memengaruhi keberlanjutan mata pencaharian rumah tangga petani. Pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin menyebabkan berkurangnya luas lahan pertanian yang sebelumnya menjadi sumber utama pendapatan rumah tangga petani di wilayah terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan mata pencaharian rumah tangga petani setelah terjadinya alih fungsi lahan akibat pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin. Penelitian ini dilakukan pada rumah tangga petani yang terdampak langsung pembangunan jalan tol dengan menggunakan metode survei melalui wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi mata pencaharian rumah tangga petani sebelum dan sesudah terjadinya alih fungsi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran mata pencaharian dari sektor pertanian ke sektor non-pertanian, seperti perdagangan, jasa, dan pekerjaan buruh, sebagai bentuk strategi adaptasi rumah tangga terhadap berkurangnya kepemilikan lahan. Perubahan mata pencaharian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur memberikan dampak signifikan terhadap struktur ekonomi rumah tangga petani di wilayah terdampak.