cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 3,582 Documents
Strengthening Teacher Professionalism in the Digital Learning Era: Perspectives on Continuous Competency Development, Career Advancement, and Professional Reflection Faqih Mufasirin; Tsania Nelly Fakhrina; Ninda Febriyanti; Ma'mun Hanif
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5127

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed educational practices and increased the demands on teacher professionalism. This study aims to analyze strategies for strengthening teacher professionalism in the digital era. The study employed a library research method by reviewing relevant books, scholarly articles, and previous studies, while the collected data were analyzed using content analysis. The findings indicate that strengthening teacher professionalism requires the development of digital competencies, continuous professional development, lifelong learning, and regular self-reflection and professional evaluation. Furthermore, institutional support through training programs, professional learning communities, academic supervision, and supportive educational policies plays a significant role in enhancing teachers' professional capacity. In conclusion, strengthening teacher professionalism in the digital era requires the integration of individual commitment and institutional support to enable teachers to effectively respond to technological changes and improve the quality of teaching and learning.  
Understanding Influencing Factors of Students’ Motivation to Learn English: A Case Study at SMAN 1 Batukliang Utara Pebriani Rahmania; Henny Soepriyanti; Eka Fitriana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5128

Abstract

Motivation plays a central role in determining students’ success in learning English, particularly in rural educational contexts where exposure to the language is limited. In many rural senior high schools in Indonesia, students demonstrate fluctuating levels of engagement due to limited facilities, minimal communicative practice, and restricted access to authentic English input. Despite the importance of motivation in second language acquisition, qualitative investigations focusing on rural senior high school contexts remain limited. Therefore, this study aimed to identify internal and external factors influencing students’ motivation and to examine instrumental and integrative motivational orientations among students at SMAN 1 Batukliang Utara. This research employed a qualitative case study design grounded in Gardner’s (1985) socio-educational model and Dörnyei’s (1998) motivational framework. The participants consisted of ten eleventh-grade students and two English teachers selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed thematically following Braun and Clarke’s framework, using both deductive and inductive coding procedures. The findings indicate that internal motivation exists but is strongly influenced by students’ self-confidence and anxiety levels. External factors, particularly teacher encouragement, peer dynamics, and classroom atmosphere, significantly affect students’ engagement. Instrumental motivation is dominant, as students primarily associate English learning with academic achievement and career opportunities. Meanwhile, integrative motivation is present but remains underdeveloped and requires systematic reinforcement. The study concludes that students’ motivation is multidimensional and context-dependent, emphasizing the importance of balanced motivational development in rural EFL settings.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Siswa Kelas V di SDN RATO Hermansyah Hermansyah; Afendi Afendi; Gufran Gufran; Ahmadin Ahmadin; Irfan Irfan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SDN RATO. Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM 65) akibat dominasinya metode ekspositori atau ceramah yang monoton. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan melibatkan dua kelompok belajar, yaitu kelas eksperimen (menerapkan model PBL) dan kelas kontrol (menerapkan metode ekspositori) dengan jumlah sampel masing-masing kelompok sebanyak 17 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes tulis berupa instrumen pilihan ganda yang diberikan saat pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25.0 untuk Windows. Setelah memenuhi uji prasyarat analisis (uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Levene's Test), dilakukan uji hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar kelas kontrol adalah 39,96, sedangkan kelas eksperimen mencapai 82,41. Berdasarkan uji hipotesis pada baris Equal variances assumed, diperoleh nilai t-hitung sebesar 6,510 dengan derajat kebebasan (df) 17 dan nilai signifikansi dua arah (Sig. (2-tailed)) sebesar 0,009. Karena nilai p-value tersebut jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,009 < 0,05), maka H_0 ditolak dan H_a diterima. Hasil ini diperkuat oleh uji regresi linear sederhana melalui analisis ANOVA yang menghasilkan nilai F-hitung sebesar 347,812 dengan nilai signifikansi 0,001 (0,001 < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V SDN RATO, serta terbukti efektif dalam membangun keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis Kebutuhan Peningkatan Literasi Kewarganegaraan Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SDN Rato Lambu Hermansyah Hermansyah; Afendi Afendi; Gufran Gufran; Agus Salam; Waliyudin Waliyudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan peningkatan literasi kewarganegaraan siswa kelas IV SDN Rato Lambu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Menggunakan pendekatan analisis kebutuhan (need assessment), data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran dan tes diagnostik uraian terbuka pada 24 Februari 2026. Hasil penelitian mengungkap adanya krisis literasi kewarganegaraan, ditunjukkan oleh rendahnya rata-rata nilai tes siswa (54,20) dan persentase ketuntasan klasikal yang hanya mencapai 30%. Rendahnya capaian ini berakar dari proses pembelajaran yang kaku, tekstual, dan berpusat pada guru (teacher-centered). Sebagai solusi, direkomendasikan intervensi instruksional mendesak berupa penerapan model pembelajaran aktif, pemanfaatan media berbasis isu kontekstual, dan pembukaan ruang diskusi yang demokratis bagi peserta didik.
Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Articulate Storyline untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Riki Hardiansyah; Sri Purwaningsih; Yusnaidar Yusnaidar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5139

Abstract

Rendahnya hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran yang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran IPA berbasis Articulate Storyline yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilaksanakan di MTs Nurul Ma’arif Tangkit, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, angket respons guru dan siswa, serta tes hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran IPA berbasis Articulate Storyline yang dikembangkan memenuhi kriteria valid berdasarkan hasil penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Media yang dikembangkan juga memenuhi kriteria praktis berdasarkan respons positif guru dan siswa terhadap penggunaan media dalam pembelajaran. Selain itu, media pembelajaran yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil pretest dan posttest setelah penggunaan media. Dengan demikian, media pembelajaran IPA berbasis Articulate Storyline layak digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA.
Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS SD Inpres Bangkala III Isnaeni Isnaeni; Waddi Fatimah; Nurhadifah Amaliyah; R Supardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5141

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran abad ke-21, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Namun, proses pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru sehingga kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di SD Inpres Bangkala III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 33 siswa kelas VA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan berpikir kritis, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Mind Mapping terlaksana dengan sangat baik, ditunjukkan oleh rata-rata aktivitas guru dan siswa sebesar 3,5. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 53,94 meningkat menjadi 74,24 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Mind Mapping berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di SD Inpres Bangkala III. Model ini dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa di sekolah dasar.
Penerapan Permainan Balok Warna dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Pada Anak Usia 3-4 Tahun Rifatul Umamah; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5142

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan tahap penting dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, salah satunya kemampuan kognitif dalam mengenal bentuk geometri. Pengenalan bentuk geometri perlu diberikan sejak dini melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan agar anak dapat memahami konsep bentuk secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 3–4 tahun melalui penerapan permainan balok warna di KB Darul Jannah Bondowoso.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri atas 7 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bentuk geometri anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan klasikal hanya mencapai 20%, dengan sebagian besar anak (53,3%) berada pada kategori Belum Berkembang (BB). Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 46,6%. Selanjutnya, pada Siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 100%, dengan 86,7% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 13,3% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan balok warna efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 3–4 tahun di KB Darul Jannah Bondowoso. Selain meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri, media permainan balok warna juga mampu meningkatkan konsentrasi, partisipasi, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran.
Peningkatan Keberanian Berbicara Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Role Playing dengan Menggunakan Media Boneka Tangan di KB Nurul Hidayah Situbondo Siti Junainah; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5143

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan aspek perkembangan bahasa yang penting distimulasi sejak usia dini karena berperan membantu anak mengekspresikan pikiran, perasaan, dan gagasan. Berdasarkan observasi awal di KB Nurul Hidayah Situbondo, keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun belum berkembang secara optimal, ditandai dengan rendahnya kepercayaan diri, rasa malu saat berkomunikasi, dan kurangnya keberanian menyampaikan pendapat secara lisan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun melalui metode role playing berbantuan media boneka tangan di KB Nurul Hidayah Situbondo. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 anak usia 4–5 tahun. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketercapaian indikator keberanian berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa role playing dengan media boneka tangan efektif meningkatkan keberanian berbicara anak. Pada tahap pratindakan, rata-rata ketercapaian indikator sebesar 25% (kategori Belum Berkembang/BB). Setelah tindakan Siklus I, ketercapaian meningkat menjadi 40,7% (kategori Mulai Berkembang/MB), dan meningkat lebih optimal pada Siklus II menjadi 73,6% (kategori Berkembang Sesuai Harapan/BSH). Peningkatan tersebut tampak dari keberanian anak tampil di depan kelas, berpartisipasi dalam percakapan, mengucapkan kalimat sederhana, menunjukkan rasa percaya diri, merespons percakapan teman, serta berkurangnya rasa malu dan keraguan saat berbicara. Dengan demikian, metode role playing berbantuan media boneka tangan terbukti efektif meningkatkan keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun di KB Nurul Hidayah Situbondo.
Pengembangan Alat Peraga Monitoring Instalasi Rumah Tinggal Berbasis Internet of Things Melalui Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Elisa Kurniawati; Ali Nur Fathoni; Muhamad Syariffuddien Zuhrie; Fendi Achmad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga monitoring instalasi rumah tinggal berbasis Internet of Things (IoT) dengan pendekatan  Contextual Teaching and Learning (CTL) guna meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Pengembangan ini dimaksudkan untuk menyediakan media praktik yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pe ngembangan model ADDIE yang mencakup fase analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Data dikumpulkan dari sampel 28 mahasiswa mata kuliah praktikum instalasi listrik melalui lembar validasi, kuisoner tanggapan mahasiswa, penilaian pretest-posttest, dan lembar observasi serta tes hasil belajar yang diuji menggunakan statistic paired sample t-test. Hasil validasi menunjukkan bahwa skor rata-rata validasi media dan materi dari penilaian para ahli menunjukkan presentase 97.25% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Dari aspek kepraktisan memperoleh presentase skor 86% yang menunjukkan bahwa media pembelajaran tersebut sangat praktis untuk diimplementasikan di kelas. Penerapan alat peraga ini terbukti efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa terlihat dari peningkatan nilai rata-rata mahasiswa, dari penilaian ranah psikomotorik sebesar 78, ranah afektif menunjukkan nilai rata-rata sebesar 81.18, dan rana kognitif melalui pencapaian nilai N-Gain sebesar 0,67 yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis IoT yang dikembangkan sangat layak, praktis dan efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Meskipun penelitian ini masih bersifat eksploratif dengan keterbatasan skala uji coba, replikasi lebih lanjut disarankan untuk memvalidasi efektivitasnya secara lebih luas.
Pengembangan Bahan Ajar PJOK Berbasis Pop-Up Book Materi “Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh” Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Kelas V di SDN 2 Labuapi Baiq Mia Apriliana; Siti Istiningsih; Prayogi Dwina Angga
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5158

Abstract

Rendahnya pengetahuan siswa sekolah dasar tentang bahaya merokok serta terbatasnya ketersediaan bahan ajar PJOK yang menarik menjadi salah satu kendala dalam pembelajaran kesehatan di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang inovatif agar materi dapat dipahami dengan lebih mudah dan menarik oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar PJOK berbasis pop-up book pada materi bahaya merokok bagi kesehatan tubuh yang valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran siswa kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Data dianalisis secara kualitatif melalui masukan dari ahli materi dan ahli media, serta secara kuantitatif berdasarkan hasil validasi dan uji kepraktisan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar pop-up book yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan praktis. Validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 87,5% dengan kategori sangat valid, sedangkan validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 73,8% dengan kategori valid. Hasil uji kepraktisan menunjukkan respons siswa pada kelompok kecil sebesar 99%, respons siswa pada kelompok besar sebesar 99,5%, dan respons guru sebesar 98%, yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar PJOK berbasis pop-up book pada materi bahaya merokok bagi kesehatan tubuh dinyatakan valid dan praktis sehingga layak digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar dalam pembelajaran PJOK di kelas V sekolah dasar.