cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 2,483 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guide Inquiry) Berbantuan Media Power Point Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Firdhania Wulandari; Sukardi Sukardi; Masyhuri Masyhuri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.752

Abstract

Riset berikut tujuannya untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh model inkuiri terbimbing berbantuan media power point terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS MA Al-Aziziyah Putri, yang diambil secara random setelah penyepadanan kelas.  Kajian ini menggunakan jenis quasi eksperimen dengan pretest posttest control group design. Pengumpulan data mengguankan tes berbentuk pilihan ganda yang sudah terpenuhi syarat pengujian instrumen. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif, berupa analisis komparatif.  Berdasarkan uji komparatif menunjukkan adanya pengaruh metode inkuiri terbimbing berbantuan media power point kepada keterampilan berpikiran kritis siswa. Hasil uji gain score juga menunjukan kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Implikasi secara teoritis bahwa penggunaan model ini menjadi suplemen penguatan teori pembelajaran, khususnya yang berbasis kognitvisme dan konstruktivistik.
Penguatan Karakter Siswa Melalui Penerapan Kultur Sekolah di SMAN 7 Mataram Adella Dianprila Putritama; Hairil Wadi; Suud Suud
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.753

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui (1) bagaimana penguatan karakter siswa melalui penerapan kultur sekolah di SMAN 7 Mataram (2) kendala serta upaya penguatan karakter siswa melalui penerapan kultur sekolah di SMAN 7 Mataram. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Sumber data penelitian adalah subjek penelitian dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis data Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian (1) penguatan karakter siswa melalui penerapan kultur sekolah di SMAN 7 Mataram terdiri dari 3 kultur, kultur prestasi, kultur kehidupan sosial, kultur akademik; (2) kendala pihak keluarga siswa yaitu sebagian orang tua menyuruh anaknya belajar daring, kendala siswa yaitu sebagian siswa terlambat/tidak masuk sekolah, kendala pihak sekolah yaitu imtak dilakukan sebulan sekali, kegiatan belajar menjadi 1 jam tiap mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler tidak bisa leluasa latihan; (3) upaya mengatasi kendala orang tua siswa yaitu memanggil orang tua siswa ke sekolah, upaya mengatasi kendala siswa terlambat/tidak masuk sekolah yaitu dipanggil ke ruang BK, upaya mengatasi kendala pihak sekolah yaitu mengaji pagi di mushola, menginstruksikan guru untuk tidak terlambat, keringanan kegiatan ekstrakurikuler dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Analisis Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four Tier Diagnostic Test Ditinjau dari Kemampuan Berbahasa Pada Materi Suhu dan Kalor di Kelas VII SMPN 7 Sungai Raya Kurnia Tiara Risky; Tomo Djudin; Hamdani Hamdani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.754

Abstract

Dalam pembelajaran suhu dan kalor di sekolah, miskonsepsi kerap kali dialami oleh siswa. Namun, analisis miskonsepsi dari penelitian-penelitian sebelumnya, belum ditemukan adanya yang menganalisis miskonsepsi berdasarkan kemampuan berbahasa siswa. Padahal, salah satu penyebab miskonsepsi adalah bahasa (Gilberts, Watts, Osborne, 1982). Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui profil konsepsi suhu dan kalor siswa di kelas VII SMPN 7 Sungai Raya, 2)mengetahui tingkat kemampuan berbahasa siswa berdasarkan keterampilan membaca menggunakan tes membaca cepat dan memahami isi bacaan di kelas VII SMPN 7 Sungai Raya, dan 3) mengetahui hubungan antara miskonsepsi dengan Kemampuan Membaca Efektif (KEM) siswa kelas VII SMPN 7 Sungai Raya pada materi suhu dan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan bentuk penelitiannya merupakan deskriptif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang negatif antara miskonsepsi dengan KEM siswa sebesar – 0,287* yang masuk dalam kategori cukup mempengaruhi, dengan hasil signifikansi sebesar 0,034 < 0,05. Jadi, kesimpulannya antara miskonsepsi dan Kemampuan Efektif Membaca (KEM) saling berhubungan atau mempengaruhi. Semakin tinggi KEM siswa, maka semakin rendah miskonsepsinya, dan semakin rendah KEM siswa, maka semakin tinggi miskonsepsinya.
Manajemen Kelas Pada Pembelajaran Pasca Masa Pandemi Covid-19 di SDN Inpres Tenga Kecamatan Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2021/2022 Nur Nafisah; Muhammad Makki; Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen kelas pada pembelajaran pasca masa pandemic covid-19 di SDN Inpres Tenga Kecamatan Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Sumber data-data berasal dari sumber primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan melalui empat tahapan, yaitu: pengumpulan data, kondensi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data yaitu uji creadibility, transferability, dependability dan confirmability. Pada penelitian ini menggunakan creadibility untuk menguji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan di SDN Inpres yaitu dengan menciptakan iklim belajar yang tepat, mengatur ruangan belajar, dan mengelola interaksi kegiatan belajar mengajar. Guru-guru di SDN Inpres Tenga menciptakan iklim belajar yang tepat dengan menciptakan iklim belajar yang hangat didalam kelas, membuat siswa antusias dalam belajar, menciptakan tantangan bagi siswa dalam belajar, membuat model pembelajaran yang bervariasi, menanamkan dan mencontohkan sikap disiplin pada siswa. Pengaturan belajar dengan memberikan arahan dan contoh kepada siswa untuk merapikan tempat duduk, menciptakan media pembelajaran yang tepat di dalam kelas, dan meninstruksikan siswan untuk selalu menjaga kebersihan baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Berdasarkan hasil penelitian di SDN Inpres, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa Manejemen Kelas pada Pembelajaran Pasca Masa Pandemi Covid 19 di SDN Inpres Tenga yaitu dengan menciptakan iklim belajar yang tepat, mengatur ruangan belajar, dan mengelola interaksi kegiatan belajar mengajar.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Siswa Kelas XI Surahman Surahman; Laila Hayati; Ulfa Lu’luilmaknun; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.756

Abstract

Pembelajaran matematika selama ini dianggap sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan oleh sebagian siswa dan siswa jarang ikut aktif dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Narmada dan sampel penelitian yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimental Design dengan desain penelitian posttest only control design. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas,, dan uji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh bahwa instrumen tes kemampuan komunikasi matematis yang telah dirancang memenuhi kriteria valid dan terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung di kelas XI pada materi turunan fungsi.
Implementasi Metode Pembelajaran Bercakap-Cakap yang Diterapkan Guru PAUD pada Anak Kelompok B di TK Al-Ma’mun Mapak Indah Mataram Tahun Ajaran 2021/2022 Meiliy Safriani; M.A. Muazar Habibi; Fahruddin Fahruddin; Baik Nilawati Astini
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.757

Abstract

Metode bercakap-cakap merupakan suatu cara penyampaian bahan pelajaran atau materi yang dilaksanakan melalui percakapan antara guru dengan anak atau antara anak dengan anak yang dikomunikasikan secara lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran bercakap-cakap yang diterapkan guru PAUD pada anak kelompok B di TK Al-Ma’mun Mapak Indah Mataram. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru yang mengajar di kelompok B dengan jumlah 2 orang guru. Berdasarkan hasil penelitian Implementasi Metode Pembelajaran Bercakap-Cakap yang Diterapkan Guru PAUD pada Anak Kelompok B di TK Al-Ma’mun Mapak Indah Mataram Tahun Ajaran 2021/2022 dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode bercakap-cakap yang diterapkan guru pada anak kelompok B sudah berjalan dengan baik dengan tahapannya yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sehingga anak mampu aktif berbicara, mendengarkan, serta berani mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Hal ini dapat dilihat dari segi perencanaan guru sudah mempersiapkan rancangan pelaksanaan pembelajaran dengan baik, dari segi pelaksanaan kemampuan guru dalam menerapkan metode bercakap-cakap kepada anak juga sudah baik menggunakan media gambar dan media nyata dilihat oleh anak, serta dari segi evaluasi guru juga melakukannya dengan baik dan sistematis.
Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di Masa Pandemi Covid-19 Pada Siswa Kelas IV SDN 2 Sape Tahun Ajaran 2021/2022 Nuratikah Nuratikah; I Nyoman Karma; Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.758

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang  menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran. Dalam penerapannya, satu pembelajaran pada tema yang dibahas dialokasikan untuk 1 hari. Namun pada masa pandemi dengan keterbatasan waktu hal tersebut terkadang sulit dilaksanakan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran tematik pada masa pandemi covid-19 serta kendala dan upaya yang dilakukan. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas IVA, guru kelas IVB, kepala sekolah dan siswa kelas IV SDN 2 Sape. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif  deskriptif, teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas, transferability, dependability dan konfirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pandemi covid-19 pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka dengan waktu pelaksanaan 2 jam/hari. Pada tahap perencanaan, belum dilakukan penetapan jaringan tema. Pada tahap pelaksanaan guru sudah melaksanakan kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Tahap evaluasi/penilaian tetap mengacu pada aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kendala yang terjadi, guru masih sulit menentukan dan menjabarkan metode pembelajaran yang aktif/kooperatif dalam langkah-langkah pembelajaran, siswa banyak yang tidak hadir dan kurang memperhatikan saat pembelajaran berlangsung, kebijakan pelaksanaan pembelajaran yang berubah-ubah serta waktu yang terbatas. Upaya yang dilakukan yaitu diskusi sesama guru, aktif mengikuti pelatihan, memberikan materi tambahan melalui whatsapp, memberikan PR tiap pertemuan dan mengevaluasi kembali pada saat pengumpulan. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik yang dilaksanakan selama masa pandemi covid-19 pada siswa kelas IV SDN 2 Sape sudah cukup baik.
Hubungan antara Perhatian Orang Tua dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas III SD di Gugus 04 Masbagik Heni Tia Asri Apriliani; Heri Hadi Saputra; Heri Setiawan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.759

Abstract

Perhatian orang tua merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak diduga dapat menyebabkan motivasi belajar anak juga berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perhatian orang tua dengan motivasi belajar siswa kelas III SD di Gugus 04 Masbagik. Jenis penelitian yang digunakan adalah study korelasi dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 154 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik simple random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi. Hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai rhitung= 0,582 lebih besar dari rtabel=0,60 dengan taraf signifikansi 5%. Dari tabel interpretasi skor maka dapat diketahui korelasi antara perhatian orang tua dengan motivasi belajar siswa kelas III SD di gugus 04 Masbagik dalam kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perhatian orang tua dengan motivasi belajar siswa kelas III SD di Gugus 04 Masbagik.
Deskripsi Miskonsepsi Peserta Didik Menggunakan Four Tier Diagnostic Test Tentang Tekanan Zat Nurul Namira; Stepanus Sahala Sitompul; Hamdani Hamdani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.765

Abstract

Pengembangan sumber belajar berbasis android menjadi salah satu solusi dalam proses pembelajaran pada era digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan produk bahan ajar berbasis android terintegrasi game logika yang selanjutnya disebut dengan BABAGO; 2) menguji kelayakan BABAGO; 3) menganalisis respon peserta didik terhadap BABAGO. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Subjek uji coba penelitian yakni peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 15 Mataram. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan pembagian kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan Flesch Kincaid Grade Level (FKGL) dan kuantitatif menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) BABAGO meliputi unsur-unsur: a) identitas, b) kompetensi dasar, c) petunjuk penggunaan, d) materi, e) praktikum mandiri, f) kuis, dan g) game logika: 2) BABAGO terbukti layak digunakan dilihat dari hasil validasi ahli sebesar 0,92 (sangat valid) dan uji keterbacaan dengan menggunakan Flesch Kincaid Grade Level (FKGL) sebesar 7,9 (mudah dipahami): dan 3) peserta didik memberikan respon positif terhadap BABAGO dengan respon sebesar 0,76 (baik). Dapat disimpulkan bahwa BABAGO terbukti layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SDN 2 Golong Rizkiya Rahayu Utami; Asrin Asrin; Awal Nur Kholifatur Rosyidah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.766

Abstract

Bangun ruang adalah salah satu bagian dari bidang geometri yang berbentuk tiga dimensi yang memiliki ruang atau volume dan juga sisi yang membatasinya. Dalam mempelajari bangun ruang ruang tentunya akan menemukan suatu masalah, oleh karena itu kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa.  Tujuan  penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya pada materi bangun ruang berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya yang terdiri dari tahapan: (1) memahami masalah, (2) merencanakan penyelesaian masalah, (3) melaksanakan rencana penyelesaian masalah, dan (4) memeriksa kembali atau evaluasi. Penelitian  ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Data berupa hasil ulangan harian matematika siswa pada materi bangun ruang, kemudian dianalisis menggunakan instrumen penilaian kemampuan pemecahan masalah menurut tahapan Polya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun ruang yaitu: (1) 8% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Baik” dengan kriteria mampu menyelesaikan semua tahapan pemecahan masalah, (2) 28% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Cukup” dengan kriteria mampu melakukan 3 tahapan pemecahan masalah.  (3) 64% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Kurang” dengan kriteria hanya dapat melakukan 2 atau 1 tahapan pemecahan masalah. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi bangun ruang siswa kelas V SDN 2 Golong berada pada kategori “Kurang”.

Page 44 of 249 | Total Record : 2483