Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles
2,483 Documents
Analisis Hambatan Pelaksanaan Blended Learning Pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Lingsar
Awang Rizqi Ubaidillah;
Dadi Setiadi;
M. Yamin;
I Putu Artayasa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.810
Pemerintah menerapkan model blended learning sebagai salah satu solusi pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Dalam penerapannya dapat mengalami hambatan sehingga dibutuhkan identifikasi hambatan agar pembelajaran berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan guru dalam pelaksanaan blended learning di SMAN 1 Lingsar. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Populasi penelitian adalah seluruh guru SMAN 1 Lingsar berjumlah 58 guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel terpilih sebanyak dua guru mata pelajaran Biologi kelas XI. Analisis data menggunakan teknik analisis model Huberman dan Miles. Hasil penelitian menunjukkan ada hambatan pada perencanaan pembelajaran berupa penggunaan metode dan media yang kurang bervariasi. Hambatan pada pelaksanaan pembelajaran berupa dalam kegiatan pendahuluan guru tidak memberikan apersepsi dan penyampaian tujuan pembelajaran, dan dalam kegiatan inti tidak adanya tahap collaboration dan creativity karena keterbatasan waktu. Hambatan pada evaluasi pembelajaran berupa kurangnya kemampuan guru menggunakan teknologi, tidak semua peserta didik hadir saat pembelajaran, dan keterbatasan waktu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hambatan yang dialami guru dalam pelaksanaan blended learning yaitu pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Menggambar Bentuk Untuk Siswa Kelas IV SDN 40 Ampenan
Filda Rainy;
Nurul Kemala Dewi;
Heri Hadi Saputra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.811
Model pembelajaran Project Based Learning menuntut siswa untuk mengembangkan segala potensinya dalam memecahkan masalah untuk menyelesaikan tugas atau proyek. Adanya kegiatan merancang dan membuat sebuah proyek akan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Menggambar Bentuk Untuk siswa Kelas IV SDN 40 Ampenan. Penelitian ini merupakan penelitian jenis Quasi Experimental Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 40 Ampenan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 38 siswa. Hasil perhitungan pengujian hipotesis dengan berbantuan program SPSS versi 21 for windows dengan menggunakan teknik Uji Independent Sampel T-Test pada taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai t hitung > tTabel dan sig (2-tailed) 0.000 £ 0,05. Dari hasil uji tersebut terdapat pengaruh pada kemampuan menggambar bentuk siswa. Maka dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan menggambar bentuk untuk siswa kelas IV SDN 40 Ampenan. Ho ditolak dan Ha diterima.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pada Kelas II di SDN 3 Pringgajurang
Ayu Rosanti;
Muhammad Tahir;
Mohammad Archi Maulyda
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.812
Pembelajaran matematika yang masih rendah disebabkan karena berbagai permasalahan. Salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika yaitu anggapan dari sebagian besar siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga banyak siswa yang kurang menyukai pelajaran matematika bahkan menjadikan matematika sebagai salah satu pelajaran yang harus dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan belajar matematika di kelas II materi penjumlahan dan pengurangan di SDN 3 pringgajurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes,wawancara dan dokumntasi. Analisis data menggunakan analisis data berdasarkan Mettew dan Michael yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 dan guru kelas 2 di SDN 3 pringgajurang. Setelah dilakukan tes kepada 13 siswa ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam materi penjumlahan dan pengurangan Siswa yang mengalami kesulitan berjumlah 4 siswa dari 13 siswa yang melakukan tes. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat siswa kelas 2 yang mengalami kesulitan pada materi penjumlahan dan pengurangan. Kesulitan yang di alami siswa yaitu : (1) Siswa kesulitan memahami konsep penjumlahan dan pengurangan ; (2) Siswa sering melakukan kesalahan dalam menulis angka ; (3) Siswa tidak lancar dalam membaca ; (4) Siswa sering melakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan karena kurang teliti ; ( 5) Siswa kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan dan pengurangan bersusun. Dari penjelasan tersebut dapat di simpulkan bahwa terdapat 5 kesulitan yang dialami siswa setelah melakukan tes materi penjumlahan dan pengurangan pada kelas II di SDN 3 Pringgajurang.
Pengembangan Modul Praktikum Kimia Mandiri Berbasis Kimia Komputasi Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur
Windarti Alifani;
Aliefman Hakim;
Baiq Fara Dwirani Sofia;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.814
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan praktikum kimia SMA yang tidak optimal karena adanya berbagai kendala. Kendala tersebut salah satunya adalah kurangnya fasilitas laboratorium dan petunjuk praktikum yang memadai. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan praktikum kimia terhambat. Disisi lain, praktikum kimia penting dilakukan untuk mengembangkan keterampilan ilmiah siswa. Salah satu solusi untuk menangani kendala tersebut yaitu dengan melakukan praktikum kimia menggunakan media berbasis kimia komputasi. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk dapat melakukan praktikum menggunakan perangkat lunak sehingga praktikum tetap dapat dilaksanakan diantara kendala yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui langkah-langkah pengembangan modul praktikum kimia mandiri berbasis kimia komputasi pada pokok bahasan sistem periodik unsur, 2) Menentukan validitas dari modul praktikum yang dikembangkan dan 3) Menentukan kepraktisan dari modul praktikum yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan jenis peneilitian pengembangan yang mengadopsi model penelitian 4D (define, design, develop, disseminate). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA SMAN 1 Sakra pada tahun akademik 2022/2023, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian yaitu pengembangan modul praktikum yang menggunakan model 4D menunjukkan nilai validitas modul praktikum dari 3 validator menggunakan indeks Aiken (V) sebesar 0,82 berada dalam kriteria sangat valid. Tingkat kepraktisan yang diukur melalui angket respon siswa terhadap modul praktikum menunjukkan presentase praktikalitas sebesar 85% yang berada dalam kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul praktikum mandiri berbasis kimia komputasi pada pokok bahasan sistem periodik unsur yang telah dikembangkan bersifat valid dan praktis sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran mandiri.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) Siswa Kelas IX
Aftina Rabbani;
Baidowi Baidowi;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi;
Sripatmi Sripatmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.815
Salah satu mata cabang ilmu pengetahuan adalah matematika dan salah satu aspek kemampuan yang penting dalam matematika adalah kemampuan pemecahan masalah. Siswa memiliki perbedaan kemampuan dalam memecahkan masalah, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) siswa kelas IX MTs Negeri 1 Mataram Tahun Ajaran 2022/2023. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan subjek penelitian yaitu purposive dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek artisan hanya mampu melaksakan 2 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian. Subjek idealist sudah mampu melewati 3 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali. Subjek guardian hanya mampu melewati 1 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah. Subjek rational sudah mampu melewati 3 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali. Jadi, disimpulkan bahwa subjek berkepribadian idealist dan rational memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari subjek berkepribadian artisan dan guardian.
Hubungan Konsep Diri terhadap Kemampuan Berpikir Logis Matematis Siswa SMP Negeri 18 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022
Ihlas Sukmawan;
Nyoman Sridana;
Dwi Novitasari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.816
Keyakinan terhadap kemampuan sendiri (konsep diri) diyakini dapat mempengaruhi performa siswa dalam pencapaian hasil belajarnya, sehingga dapat membentuk karakter siswa yang lebih mampu merespon positif setiap perubahan dan faktor kemampuan intelektualnya. Kemampuan intelektual yang dimaksudkan adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai kegiatan mental berupa: berpikir, bernalar dan memecahkan masalah. Dimana kemampuan intelektual dalam matematika yang dimaksudkan adalah kemampuan berpikir logis matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri terhadap kemampuan berpikir logis matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian expost facto dengan sifat korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara konsep diri dan kemampuan berpikir logis matematis sangat rendah dengan nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,807 0,05 dan nilai correlation coefficient adalah sebesar 0,048 bernilai positif. Siswa yang berada pada tingkat konsep diri sedang sebesar 3,57% dan kategori tinggi sebesar 96,43%. Siswa yang berada pada tingkat kemampuan berpikir logis matematis rendah sebesar 42,86%, kategori sedang sebesar 39,28% dan kategori tinggi sebesar 17,86%. Dapat disimpulkan bahwa konsep diri dengan kemampuan berpikir logis matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Mataram tahun pelajaran 2021/2022 tidak memiliki hubungan.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022
Fitriani Fitriani;
Nani Kurniati;
Ratna Yulis Tyaningsih;
Baidowi Baidowi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.817
Komunikasi matematis dapat diartikan sebagai kemampuan mengekspresikan ide dan proses matematika dengan jelas, baik secara lisan maupun tertulis, Kemampuan komunikasi matematis dapat berperan penting pada hard skill peserta didik, karena sifatnya yang universal sehingga dapat dipahami dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram 2021/2022, Jenis penelitian ini merupakan Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram, dalam menentukan sampel teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dari penelitian ini yaitu 6 siswa kelas VIII (A). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai tingkat kemampuan komunikasi matematis pada kategori baik (17,64%), kategori cukup (47,05%), dan kategori kurang (35,30%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram tahun ajaran 2021/202 berada pada kategori cukup.
Analisis Psikologis Tokoh Utama dalam Novel “Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur” Karya Muhidin M. Dahlan Tinjauan Psikologi Humanistik Abraham Maslow
Jumiati Jumiati;
H. Sapiin;
M. Syahrul Qodri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.819
Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur salah satu novel yang mengangkat tentang konflik batin dan persoalan psikologis tokoh utama. Untuk mengetahui psikologi dalam diri tokoh utama dibutuhkan sebuah teori dan pendekatan yang tepat salah satunya menggunakan pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aspek psikologis tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M. Dahlan berdasarkan tinjauan psikologi humanistik Abraham Maslow. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif data dalam penelitian ini berupa kutipan, dialog, setting dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M. Dahlan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M. Dahlan yang diterbitkan tahun 2003. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Sementara, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow. Hasil analisis berdasarkan teori psikologi humanistik Abraham Maslow, ditemukan 25 data yang menunjukkan psikologis tokoh utama mencakup lima kebutuhan bertingkat terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan tokoh Nidah merupakan seorang yang pintar, sederhana, ramah dan mampu menghargai orang lain.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Disposisi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 24 Mataram Pada Materi Persamaan Garis Lurus Tahun Ajaran 2021/2022
Aprilianti Aprilianti;
Sripatmi Sripatmi;
Nilza Humaira Salsabila;
Nani Kurniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.820
Kesulitan siswa dalam belajar matematika bukan merupakan masalah yang baru, salah satunya ditunjukkan dengan kurang kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, siswa harus memiliki sikap afektif seperti disposisi matematis untuk membantu siswa agar lebih percaya diri, berpikir terbuka, bertekad kuat serta minat dan keingintahuan siswa terhadap pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMPN 24 Mataram tahun ajaran 2021/2022 dalam menyelesaikan soal persamaan garis lurus berdasarkan disposisi matematis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster sampling dan subjek penelitian yang terpilih pada penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIIIA SMPN 24 Mataram. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, tes dan wawancara. Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu dengan angket disposisi matematis dan tes kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari disposisi matematis. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu 2 siswa dengan disposisi matematis kategori tinggi memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori baik sekali. Kemudian 2 siswa dengan disposisi matematis kategori sedang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori cukup. Selanjutnya 2 siswa dengan disposisi matematis kategori rendah memiliki tingkat kemampuan pemecahan yang berbeda yaitu kurang dan kurang sekali. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori tinggi memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori sangat baik. Selanjutnya siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori sedang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masaalah dengan kategori cukup. Kemudian siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori rendah memiliki tingkat kemampuan pemecahan yang kurang dan kurang sekali.
Peran Orang Tua dalam Mendorong Motivasi Belajar Anak Selama Pembelajaran Daring Pada Mata Pelajaran PPKn (Studi di Lingkungan Tolotongga)
Muliati Muliati;
Muh. Zubair;
Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.821
Pandemi COVID -19 menyebabkan segala aktivitas harus dilakukan dari rumah termasuk pada bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran orang tua dalam mendorong motivasi belajar anak selama pembelajaran daring pada mata pelajaran ppkn. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Lingkungan Tolotongga Kelurahan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima, dengan subjek 9 anak dan 9 orang tua siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mendorong motivasi belajar anak selama pembelajaran daring yaitu subjek pertama orang tua memiliki peran yang tinggi di dalam mendorong motivasi belajar anak. Subjek kedua, orang tua memiliki peran motivasi belajar anak sedang. Subjek ketiga, peran orang tua dalam mendorong motivasi belajar anak rendah. Anak memiliki motivasi belajar terbilang rendah.. Hasil tersebut membuktikan bahwa orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam mengasah dan mengembangkan kemampuan sang anak. Orang tua merupakan orang pertama dan pendidik utama di keluarga. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya secara maksimal supaya anak terdidik di semua aspek dan mengembangkan peran orang tua sebagai pendidik dikeluarga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak baik bagi orang tua dalam mendorong motivasi belajar anak-anak.