cover
Contact Name
Ahmad Hamdan
Contact Email
jendelapls@unsil.ac.id
Phone
+6282218318901
Journal Mail Official
ndelapls@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 25417045     EISSN : 27453944     DOI : -
Ruang lingkup Jurnal Jendela PLS meliputi : Pengembangan sosial dan pembangunan masyarakat pendidikan orang dewasa dan andragogi pendidikan keluarga, gender dan anak usia dini pendidikan kecakapan hidup pemberdayaan masyarakat model, strategi dan metode pelatihan dan kursus model, strategi dan metode pembelajaran pendidikan masyarakat / nonformal
Articles 150 Documents
ANALISIS SURVEY PEMAHAMAN PEMASARAN PRODUK PESERTA PADA PELATIHAN DIGITAL MARKETING DI DESA KERTABUMI KABUPATEN CIAMIS Feriska, Claudia; Muslim, Muhammad Nur; Parawangsa, Khopipah Indah; Fauziah, Sopi Silmi; Saputri, Cindy; Hamdan, Ahmad
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.13425

Abstract

Pelatihan digital marketing semakin relevan sebagai upaya peningkatan pengetahuan pemasaran masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman pemasaran produk peserta pada pelatihan digital marketing di Desa Kertabumi Kabupaten Ciamis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif. Responden adalah 30 masyarakat Desa Kertabumi yang mengikuti pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 90% responden merasa pelatihan sangat membantu meningkatkan pemahaman pemasaran. Sebanyak 83,3% merasakan peningkatan penjualan produk setelah menerapkan teknik digital marketing. Selain itu, 80% responden merasa lebih percaya diri dalam memasarkan produk secara digital, sedangkan 76,7% menyatakan bahwa digital marketing membantu menarik pelanggan secara lebih efektif. Peningkatan ini dikaitkan dengan penguasaan teknik promosi melalui media sosial, platform e-commerce, serta strategi konten yang menarik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pelatihan digital marketing memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan masyarakat desa dalam mengelola pemasaran digital. Namun, beberapa kendala seperti literasi teknologi yang rendah dan akses internet yang terbatas perlu diatasi melalui pendampingan lanjutan. Program pelatihan serupa disarankan untuk diterapkan secara lebih luas guna mendukung pemberdayaan masyarakat pedesaan dan meningkatkan ekonomi lokal. Simpulan dari penelitian ini bahwa pelatihan digital marketing efektif meningkatkan pemahaman pemasaran produk masyarakat pedesaan. Sebagian besar peserta merasakan manfaat langsung dalam peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, dan daya jangkau pasar melalui pemasaran digital.Kata kunci: pelatihan digital marketing, pemasaran produk,UMKM Abstract Digital marketing training has become increasingly relevant as an effort to enhance marketing knowledge in rural communities. This study aims to analyze participants' understanding of product marketing through digital marketing training in Kertabumi Village, Ciamis Regency. This quantitative research used a survey method with a questionnaire as the data collection tool. Data analysis was conducted using descriptive statistical techniques. The respondents consisted of 30 residents of Kertabumi Village who participated in the training. The results showed that 90% of the respondents felt the training significantly improved their marketing understanding. Additionally, 83.3% experienced increased product sales after applying digital marketing techniques. Furthermore, 80% of respondents felt more confident in marketing products digitally, while 76.7% stated that digital marketing effectively helped attract customers. This improvement is attributed to mastery of promotional techniques through social media, e-commerce platforms, and engaging content strategies. This study revealed that digital marketing training has a significant impact on rural communities' ability to manage digital marketing. However, challenges such as low technological literacy and limited internet access need to be addressed through further mentoring. Similar training programs are recommended to be implemented more broadly to support rural community empowerment and improve the local economy. The conclusion of this study is that digital marketing training effectively enhances product marketing understanding in rural communities. Most participants experienced direct benefits in terms of improved understanding, confidence, and market reach through digital marketing.Keyword: digital marketing training, product marketing, UMKM 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BEYOND CENTER AND CIRCLE TIME (BCCT) DI PAUD PLAMBOYAN 3 KARAWANG Pangesti, Aulia Tri; Syahid, Ahmad; Dewi, Ratna Sari
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.8021

Abstract

Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini sebaiknya diusahakan oleh guru untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan yang berpusat pada anak sehingga anak dapat mencurahkan perhatiannya secara penuh dan aktif terhadap apa yang ia pelajari, karena pada hakikatnya pendidikan anak usia dini menyajikan konsep belajar sambil bermain, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran Beyond center and circle time (BCCT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai penerapan model pembelajaran BCCT serta faktor pendukung dan pengahambat dalam penerapan model pembelajaran BCCT di PAUD Plamboyan 3 Karawang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua orang guru di kelas Al-jazari pada kelompok usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Beyond Center and Circle Time (BCCT) yang dilakukan di PAUD Plamboyan 3 Karawang dilaksanakan sesuai dengan 4 jenis pijakan (scaffolding) yang terdapat pada teori pelaksanaan BCCT diantaranya: pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan selama main dan pijakan setelah main dengan menggunakan 8 tema yang berbeda. Serta faktor pendukung dan penghambat penerapan model pembelajaran BCCT di PAUD Plamboyan 3 Karawang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Motivasi Peserta Didik Lanjut Usia Pada Program Pelatihan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Kabupaten Bekasi Anjani, Putry; Musa, Safuri; Hidayat, Dayat
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.11791

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan orang dewasa dalam belajar. Motivasi belajar orang dewasa, khususnya peserta didik lanjut usia dalam mengikuti kegiatan pembelajaran atau pelatihan memiliki berbagai alasan yang mendasarinya. Salah satu bentuk kegiatan yang menarik perhatian adalah pelatihan pencak silat, seperti yang diadakan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). PSHT merupakan salah satu organisasi pencak silat yang terkenal di Indonesia dan memiliki tujuan tidak hanya untuk mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis motivasi peserta didik lanjut usia dalam mengikuti program pelatihan pencak silat PSHT Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang menitikberatkan pada prinsip-prinsip umum yang mendasari pemahaman tentang faktor-faktor yang memotivasi peserta didik yang berusia 40 tahun ke atas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelatih dan peserta didik lanjut usia yang aktif mengikuti pelatihan pencak silat PSHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi motivasi peserta didik lanjut usia dalam mengikuti pelatihan pencak silat PSHT yaitu kesehatan fisik dan mental, dukungan sosial, serta aktualisasi diri. This research is motivated by the learning needs of adults. Adult learning motivation, particularly among elderly learners, in participating in educational or training activities is driven by various underlying reasons. One form of activity that attracts attention is pencak silat training, such as that organized by Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). PSHT is a well known pencak silat organization in Indonesia that aims not only to teach self defense skills but also to develop character, discipline, and physical fitness. This study aims to identify and analyze the motivation of elderly learners in participating in the PSHT pencak silat training program in Bekasi Regency. The research method used is qualitative, focusing on the general principles underlying the understanding of factors that motivate learners aged 40 and above. Data were collected through in-depth interviews with trainers and elderly learners actively participating in the PSHT pencak silat training.  The results of the study indicate that the main factors influencing the motivation of elderly learners to participate in the PSHT pencak silat training are physical and mental health, social support, and self-actualization.
PELATIHAN KETERAMPILAN MENJAHIT DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN ANAK PEMULUNG DAN DHUAFA OLEH SEKOLAH KAMI DI KOTA BEKASI Alawiyah, Tuti; Sutarjo, Sutarjo; Hoerniasih, Nia
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.8019

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan anak pemulung dan dhuafa. Untuk mengatasi masalah tersebut, anak pemulung dan dhuafa yang putus sekolah bahkan tidak pernah mengenyam dunia persekolahan diberikan beberapa jenis pelatihan, salah satunya ialah pelatihan keterampilan menjahit untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelatihan keterampilan menjahit dan hasil pelatihan keterampilan menjahit dalam upaya pemberdayaan anak pemulung dan dhufa oleh Sekolah KAMI di Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengguakan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari empat responden, yaitu penanggungjawab pelatihan keterampilan menjahit, instruktur dan dua orang warga belajar pelatihan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menemukan bahwa proses pelatihan keterampilan menjahit dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan ditentukan dengan menetapkan tujuan pelatihan,  pemilihan materi, media dan metode yang akan digunakan dalam proses pelatihan. Pelaksanaan pelatihan keterampilan menjahit dilakukan dengan pendekatan dan pendampingan kepada setiap warga belajar. Tahap evaluasi dilakukan pada setiap akhir pertemuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang telah diperoleh setelah mengikuti pelatihan keterampilan menjahit. Selanjutnya, Hasil yang diperoleh dari proses pelatihan keterampilan menjahit adalah warga belajar dapat mengembangkan pengetahuan, potensi dan kemampuannya, serta dapat juga menerapkan keterampilan yang telah diberikan selama berada di Sekolah KAMI. Setelah lulus dari Sekolah KAMI, warga belajar akan disalurkan kembali ke Balai Latihan Kerja (BLK) untuk lebih mendalami proses pelatihan keterampilan menjahit, selanjutnya pihak lembaga hanya akan mengawasi dan memantau perkembangan warga belajar.Kata kunci : Pelatihan Keterampilan Menjahit, Pemberdayaan Anak Pemulung dan Dhuafa.
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL PENGELOLA PENDIDIKAN NONFORMAL DI PERDESAAN Irvan, adi; Hadiyanti, Puji; Sasmita, Karta; Darmawan, Daddy; Herawati, Henny
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.12733

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan sosial  untuk  membantu pengelola pendidikan nonformal (PNF) di perdesaan dalam rangka meningkatkan keberlanjutan layanan PNF. Pendidikan nonformal, yang mencakup Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), sangat diperlukan untuk memberikan kesempatan untuk belajar sepanjang hayat, terutama bagi mereka yang kurang beruntung dalam mendapatkan akses ke pendidikan formal. Diharapkan bahwa keterampilan kewirausahaan sosial yang dimiliki pengelola PNF akan membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan meningkatkan keberlanjutan layanan PNF. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Metode penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 276 pengelola PNF di daerah perdesaan; 163 dari mereka adalah sampel yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan analaisis data menggunakan software SMARTPLS 3.0 untuk menganalisis statistik deskriptif dan inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan kompetensi kewirausahaan sosial pengelola PNF dilihat berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi kompetensi kewirausahaan sosial berdasarkan model logic. Hasil analisis PLS menunjukan  bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kompetensi kewirausahaan sosial pengelola PNF adalah karakteristik individu yang terdiri dari usia, pendidikan formal, jenis pelatihan, durasi mengikuti pelatihan, pengalaman mengelola PNF dan motivasi mengelola PNF.  Oleh karena itu, karakteristik individu pengelola PNF perlu ditingkatkan agar kompetensi kewirausahaan sosial pengelola PNF dapat meningkatkan. 
Proses Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Sekoper Cinta untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga di Kabupaten Karawang Isrod, Aulia; Hidayat, Dayat; Hoerniasih, Nia
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.8004

Abstract

Dalam suatu proses pembangunan, perempuan memiliki peranan penting untuk menciptakan generasi-generasi unggul. Namun pada kenyataannya masih banyak perempuan yang kurang berdaya dan tertinggal dalam hal pendidikan, sehingga perlu adanya program yang mampu memberdayakan perempuan. Penelitian ini membahas mengenai program Sekolah Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) yang bertujuan agar perempuan-perempuan Jawa Barat memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait etika dan etiket dalam kehidupan sehari-hari, terkait kesehatan keluarga serta mampu berpikir kritis dan mengemukakan pendapat. Hal ini tentunya mampu memberikan ketahanan terhadap keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian Studi Kasus, dan Teknik pengambilan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Kesiapan Kerja Peserta Pelatihan Kejuruan Pengoperasian Mesin Bubut dan CNC Di UPT BLK Jember Sintiawati, Nani; Marus, Gidiony Guntur; Imsiyah, Niswatul
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.13476

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Balai Latihan Kerja Jember, ketika pelatihan berlangsung peserta pelatihan memiliki kecerdasan emosional yang masih rendah, hal ini dapat dilihat dari perilaku peserta pelatihan selama mengikuti pelatihan belum mencerminkan aspek-aspek yang berkaitan dengan kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan antara kecerdasan emosional dengan kesiapan kerja di Balai Latihan Kerja Jember, khususnya pada kejuruan pengoperasian mesin bubut dan computer numeric control. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif, kemudian dalam menentukan lokasi penelitian menggunakan teknik purposive area, responden dalam penelitian ini berjumlah 32, dengan teknik penentuan responden menggunakan total sampling, kemudian untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan angket dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kuat antara kecerdasan emosional dengan kesiapan kerja peserta pelatihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hipotesis alternatif diterima dan hipotesis null ditolak.
PERAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PANDAN WANGI DALAM PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA WILAYU KECAMATAN SELOMERTO KABUPATEN WONOSOBO kurniawan, didik; Nisa'a, Choirun; Purwati, Siti
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.13450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keterlibatan Kelompok Wanita Tani Pandan Wangi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Dusun Wilayu , Desa Wilayu , Kecamatan Selomerto , Kabupaten Wonosobo serta faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Pandan Wangi di Dusun Wilayu , Desa Wilayu , Kecamatan Wilayu , Kabupaten Wonosobo berfungsi sebagai wadah untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan cara meningkatkan sumber daya, memberikan kesempatan, meningkatkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan masyarakat. Faktor pendukung: banyaknya sumber daya alam yang belum dimanfaatkan, dukungan pemerintah dalam memberikan pelatihan dan penguatan modal bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Pandan Wangi. Sedangkan faktor penghambat: masih ada anggota kelompok yang kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEDISPILINAN ANAK (Studi Kasus di Lingkungan Mensawang Kelurahan Dusun Bangko ) Alatas, uying Hapid; AS, Fatimah; Syukurman, M.; Afrinovera, Afrinovera
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.13265

Abstract

This research is motivated by the attitude of parents not caring about children's discipline. Where, it was found that some parents pay less attention to their children's discipline problems and actually make children late to school on time, the busyness of parents, especially mothers as housewives, first doing housework so that children are late to come on time, the busyness of parents, especially mothers as housewives, first doing housework, so that children are late to come to school. The purpose of this study was to find out what parents do and what obstacles parents face in improving discipline towards children in the Mensawang Environment, Bangko Hamlet. This type of research is qualitative research using a case study approach. The number of respondents in this study was 5 parents of children who attended elementary school. Data collection techniques used observation techniques (Observation), interviews, and documentation. While the data analysis technique is by conducting data reduction, data display (data presentation), conclusions (verification). From the results of the data analysis, it can be concluded that some things that parents do to make children disciplined are to be role models for their children, namely by getting children used to doing disciplined activities such as brushing their teeth before going to bed, reading prayers and making the bed, besides that parents also give praise or give awards in the form of gifts for their children who can get used to these disciplined activities. Families, especially parents who live in the Mensawang Environment, Bangko Hamlet, try to shape their children's disciplined character in everyday life by getting children used to it from an early age so that they can apply disciplined behavior in various fields from the smallest things by providing real examples for their children. In its implementation, there are several obstacles or problems that are often encountered, including economic factors so that parents are busy with work, technological advances that affect children's activities and playmates or the child's living environment. For that, as parents, we must be able to work around it so that this does not become an obstacle to increasing children's discipline. By instilling discipline from an early age, children will understand and not be negligent in applying discipline wherever they are. Facing the development of the era, parents should be able to understand and follow the development, so that parents can apply discipline in accordance with the development of the era. .                                                                                                                                
Peran Tutor Pendidikan Masyarakat dalam Meningkatkan Literasi Finansial pada Kelompok Belajar Dewasa (Studi pada masyarakat Desa Tumbang Masukih Provinsi Kalimantan Tengah) Affandi, Muhamad
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.12791

Abstract

Literasi finansial tidak hanya konsep yang berkaitan dengan keuangan, tetapi lebih kepada bagaimana mengelola keuangan serta ketepatan pengambilan keputusan untuk keberlanjutan unit usaha di masa depan. Pada konteks masyarakat pedesaan seperti Desa Tumbang Masukih, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, literasi finansial masih menjadi tantangan tersendiri. Kekurangan akses terhadap informasi, pendidikan, dan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan seringkali berdampak pada minimnya pemahaman masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan, investasi, dan pengelolaan utang. Namun di sisi lain, peran tutor dalam upaya peningkatan literasi finansial seringkali terabaikan atau kurang dimaksimalkan. Penelitian ini diasumsikan mampu berkontribusi nyata dalam mengembangkan program pendidikan masyarakat yang lebih efektif, terutama dalam upaya meningkatkan literasi finansial pada lingkup masyarakat desa. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif dengan metode studi kasus dan kajian entografis. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa setelah mengikuti program pembelajaran, peserta mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep dasar keuangan, perubahan sikap terhadap pengelolaan keuangan, serta peningkatan keterampilan dalam merencanakan keuangan. Sebagian besar peserta berhasil menerapkan kebiasaan finansial yang lebih bijaksana, seperti menyusun anggaran, menabung secara rutin, dan mengelola pengeluaran dengan lebih efisien. Keberhasilan dalam meningkatkan literasi finansial peserta sangat dipengaruhi oleh kemampuan tutor dalam menyampaikan materi dengan pendekatan yang relevan, menerapkan metode pembelajaran partisipatif, dan memberikan bimbingan personal. Namun, beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu dan tingkat pemahaman awal peserta, perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pelaksanaan program pembelajaran.