cover
Contact Name
Didik Iswadi
Contact Email
dosen01740@unpam.ac.id
Phone
+6282223273722
Journal Mail Official
j.abdilaksana@unpam.ac.id
Editorial Address
Jalan Witana Harja No.18b, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan 15417
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 27162303     EISSN : 27235181     DOI : https://doi.org/10.32493/aljpkm
Focus and Scope Fokus Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat adalah berkaitan dengan hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bidang Energi, Teknologi informasi dan komunikasi, Hukum dan kebijakan publik, Sosial humaniora dan seni budaya, Ekonomi, Peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pembangunan manusia, Kependidikan dan pembelajaran dan Pangan. Lingkupnya meliputi Pengembangan Masyarakat, Riset Berbasis Masyarakat, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian.
Articles 835 Documents
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL YANG BIJAK DALAM KEBEBASAN BEREKSPRESI DAN BERPENDAPAT Iman Wahyudi Zega; Indah Permata Sari Br Purba; Mohammad Iqbal; Kurniawansah Iqbal Ainurridho; Yoyon Madarusman; Bachtiar; Rizal S Gueci
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i2.40783

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk menaganalisis Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara berkomunikasi dan berekspresi. Media sosial telah menjadi platform yang populer bagi masyarakat untuk terhubung, berbagi informasi, dan mengekspresikan diri.,Kebebasan berekspresi dan berpendapat merupakan hak asasi manusia yang fundamental, dijamin dalam berbagai instrumen hukum internasional dan nasional. Di era digital, hak ini terwujud dalam bentuk kebebasan untuk menggunakan media sosial untuk menyampaikan pikiran, ide, dan opini. Namun, di sisi lain, media sosial juga membuka peluang penyalahgunaan kebebasan berekspresi dan berpendapat, yang dapat berujung pada cyberbullying, ujaran kebencian, penyebaran informasi bohong, dan pelanggaran privasi. Hal ini menimbulkan berbagai konsekuensi hukum, baik bagi pelaku maupun korban., Memahami penggunaan media sosial yang bijak dalam konteks kebebasan berekspresi dan berpendapat menjadi penting, khususnya dari perspektif hukum. Hal ini bertujuan untuk memastikan hak asasi manusia dihormati dan dilindungi, serta untuk menciptakan ruang digital yang kondusif dan positif bagi semua pengguna.
EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI DAN KONSELING DALAM MENCEGAH PERGAULAN BEBAS Abdurrahman Abas; Ambarsari; Anugrah Bahtra Sitanggang; Astri Mutiara Fitri; Bayu Montana; Yoyon M Darusman; Bambang Wiyono; Syamsudin Noer
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i2.40838

Abstract

Efektivitas program edukasi dan konseling dalam mencegah pergaulan bebas. Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pamulang. Pendidikan merupakan salah satu usaha yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan merupakan suatu kunci pokok untuk mencapai cita-cita suatu bangsa. Pendidikan juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mendukung kemajuan bangsa dan negara. Adapun Rumusan masalah ini. Bagaimanakah pemahaman sesuai tentang pendidikan seks sebelum dan sesudah di berikan layanan informasi. Bagaimanakah layanan informasi mengenai pergaulan bebas sudah efektif untuk meningkat pemahaman siswa tentang pendidikan seks. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Hasil Penelitian Pemahaman edukasi dan konseling dalam mencegaah pergaulan bebas sesuai tentang pendidikan seks pada remaja merupakan edukasi yang efektif untuk memberi wawasan, bimbingan dan pencegahan bagi remaja dalam menghadapi persoalan seksual yang terjadi pada usianya serta bagaimana mengelola gejolak emosi yang terjadi. Pendidikan seks sangat penting diajarkan di sekolah atau para remaja untuk membekali dan menyadarkan anak pentingnya menjaga kesehatan, kesejahteraan dan martabat mereka dengan cara penanaman perlindungan diri dalam mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang baik.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PELAKU BULLYING DI SEKOLAH Erfitra Dian Apriani; Fitri Purnamasari; Gloria Oktaviani Simatupang; Elvira; Gregoriaus Hermawan Kristyanto; Joko Riskiyono
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i2.40844

Abstract

Setiap remaja sebenarnya memiliki potensi untuk dapat mencapai kematangan kepribadian yang memungkinkan mereka dapat menghadapi tantangan hidup secara wajar di dalam lingkungannya, namun potensi ini tentunya tidak akan berkembang dengan optimal jika tidak ditunjang oleh faktor fisik dan faktor lingkungan yang memadai. Dalam pembentukan kepribadian seorang remaja, akan selalu ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor risiko dan faktor protektif. Faktor risiko ini dapat bersifat individual, konstekstual (pengaruh lingkungan), atau yang dihasilkan melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya. Faktor risiko yang disertai dengan kerentanan psikososial, dan resilience pada seorang remaja akan memicu terjadinya gangguan emosi dan perilaku yang khas pada seorang remaja. Sedangkan faktor protektif merupakan faktor yang memberikan penjelasan bahwa tidak semua remaja yang mempunyai faktor risiko akan mengalami masalah perilaku atau emosi, atau mengalami gangguan tertentu. Kesibukan orang tua dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak, menyebabkan orang tua kurang berkomunikasi dengan anaknya bahkan anak tidak terpantau dengan baik, tentang aktivitas anak di sekolah dan dilingkungan rumah. Anak membutuhkan arahan dan dukungan emosional dari orang tuanya sehingga anak tidak merasa sendiri dan orang tu dapat memantau perkembangan anak. Secara umum, pelaku bullying biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti permusuhan dalam keluarga, agresi, anak dihukum oleh orang tua secara berlebihan atau adanya situasi rumah yang tidak harmonis sehingga anak merasa stress. Berdasarkan berbagai hal tersebut anak mempelajari perilaku bullying dengan mengamati berbagai konflik yang terjadi di keluarga mereka dan menirunya terhadap teman-temannya.
STRATEGI PENCEGAHAN KECELAKAAN LALULINTAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN Yuniar Fitriah; Tiara Amellia Zahra; Yayan Dewi Sartika; Sunarwaty Putri Sari Panggabean; Elvira; Gregorius Hermawan Kristyanto; Joko Riskiyono
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i2.41041

Abstract

Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Indonesia masih menjadi permasalahan serius yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian materi.Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) menjadi landasan hukum untuk mencegah dan menangani Laka Lantas. Kami membahas strategi Pencegahan Laka Lantas berdasarkan UU LLAJ, dengan fokus pada tiga pilar utama, diantaranya: pertama, pencegahan Pelanggaran. Kedua, Peningkatan Kesadaran dan Budaya Tertib Berlalu Lintas. Ketiga, Peningkatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Kecelakaan. Pencegahan Laka Lantas membutuhkan upaya komprehensif dan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Implementasi strategi pencegahan Laka Lantas berdasarkan UU LLAJ diharapkan dapat mewujudkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di Indonesia. Strategi-strategi tersebut meliputi peningkatan penegakan hukum, edukasi dan sosialisasi berkelanjutan, perbaikan infrastruktur jalan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, pemanfaatan teknologi dan sistem informasi, serta evaluasi dan pengembangan program secara berkala. Peningkatan pengawasan dan pemberian sanksi yang tegas diharapkan dapat menciptakan efek jera bagi pelanggar. Kampanye keselamatan lalu lintas melalui berbagai media dan integrasi pendidikan keselamatan ke dalam kurikulum sekolah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan yang rutin dan kerjasama dengan sektor swasta juga penting dalam mendukung program keselamatan. Penggunaan teknologi untuk memberikan informasi real-time dan aplikasi pelaporan kondisi jalan diharapkan dapat meningkatkan respons terhadap kondisi darurat.
SOSIALISASI PENCEGAHAN SENGKETA TANAH MELALUI SERTIPIKASI TANAH DAN MEMASANG TANDA BATAS BIDANG TANAH Samuel Soewita; Kartono; Oksidelfa Yanto; Bambang Wiyono
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i2.41071

Abstract

Etika Bermedia Sosialdan Aspek-Aspek Pengubah Hukumditinjau Dari Uu Terkait Informasi Dan Transaksi Elektronik Di Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (Information and Communication Technology-ICT) yang begitu pesat dengan segala fasilitas penunjangnya dalam peradaban manusia modern saat ini, telah membawa kita memasuki era baru yang disebut sebagai era digital (digital age).1 Berbagai bidang kehidupan akhirnya dirambah oleh kemajuan ICT tersebut. Perkembangan teknologi komunikasi massa yang menekankan pada komunikasi antar individu manusia secara langsung. Dalam perkembangan teknologi informasi kemudian dikenal internet sebagai salah satu media untuk berkomunikasi.Aspek-aspek tersebut mempengaruhi ekonomi, hukum, sosial budaya, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan. Suatu negara akan tertinggal jauh apabila tidak dapat dengan cepat mengikuti dan mengaplikasikan perkembangan bidang transaksi yang memanfaatkan kemajuan di bidang teknologi informasi. Transaksi melalui media internet telah terbukti dapat meningkatkan efisiensi daya kerja dan menumbuhkan aktivitas baru yang merangsang tingkat pertumbuhan. Namun demikian untuk memberikan koridor hukum yang jelas dan terarah serta menyikapi pentingnya akan undang-undang yang berkaitan dengan dunia maya (cyberspace), khususnya yang mencakup pengaturan transaksi elektronik, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan UU 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lebih lanjut seluruh kebijakan, perilaku, dan aktivitas apapun manusia Indonesia, harus mampu dipertanggung jawabkan secara hukum. Penjelasan tersebut bermakna bahwa hukum bersifat imperatif atau memaksa. Adanya etika bermedia sosial yang harus dijalankan, sehingga walaupun sosial media terbuka secara luas namun ada ketentuan hukum yang mengaturnya. Sifat imperatif/memaksa hukum tersebut seharusnya mampu mengarahkan ketaatan masyarakat terhadap hukum. Adapun masalah yang akan di bahas adalah 1. Bagaimana pengetahuan masyarakat kecamatan Tarogong Kidul terhadap pentingnya bersosial media yang beretika ? 2. Faktor penyebab saat bersosial media yang dapat menyebabkan terkena sanksi pidana ? Metode pelaksanaan PKM ini adalah berbentuk ceramah. Peserta PKM ini adalah para kepala desa dan kepala kelurahan dan masyarakat sekitar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman masyarkat tentang regulasi dan pencegahan timbulnya pidana dari bermedia sosial. Akibat dari ketaatan terhadap hukum yang masih demikian tersebut, secara nyata menunjukkan bahwa profil warga negara yang baik “good citizen” belum terwujud secara baik. Hukum yang bersifat memaksa ternyata belum cukup mampu mewujudkan profil warga negara yang baik. Atas hal tersebut maka sifat hukum yang memaksa tersebut seharusnya mampu ditingkatkan menjadi bersifat “mengikat”. “Memaksa belum tentu mengikat, mengikat cenderung akan memaksa “. Hasil PKM ini akan dipublikasikan dalam bentuk berita di Media Online dan video pelaksaan PKM serta dalam bentuk jurnal.
SOSIALISASI PENCEGAHAN SENGKETA TANAH MELALUI SERTIPIKASI TANAH DAN MEMASANG TANDA BATAS BIDANG TANAH DI BANYUBIRU, PANDEGLANG Samuel Soewita; Taufik Kurrohman; Oksidelfa Yanto; Kartono; Bambang Wiyono
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i2.41200

Abstract

Sosialisasi pencegahan sengketa tanah melalui Sertifikasi Tanah dan memasang tanda batas bidang tanah. Perlindungan hukum terhadap sengketa Pertanahan yang timbul karena terjadinya konflik batas kepemilikan bidang tanah yang dikuasai atau untuk menghindari terjadinya sengketa atau kaingin taun atas batas tanah yang hilang karena telah rusak pembatasnya atau lainnya jadi penting karena tanah semakin hari semakin bernilai dan menjadi kebutuhan bahkan tanah berfungsi sebagai sarana atau tempat tinggal yang saat ini menjadi kebutuhan pokok bagi manusia sehari hari sehingga kepentingan hukum untuk membuktikan kepemilikan tanahmenjadi krusial dan penting, tanah menjadi penting dan harus untuk disertipikatkan sebagaimana ketentuan Undang-Undang Pokok Agraria dalam Pasal 19 pada ayat (1) yang menyebutkan bahwa “untuk menjamin kepastian hukum oleh pemerintah diadakan pendaftaran tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia menurut ketentuan-ketentuan yang diatur dengan peraturan pemerintah”.Bagaimana pengetahuan masyarakat kelurahan Banyubiru terhadap pentingnya sertipikasi tanah ? Faktor penyebab masyarakat enggan mendaftarkan sebidang tanah ? Metode pelaksanaan PKM ini adalah berbentuk ceramah. Peserta PKM ini adalah peserta didik Pondok Pesantren dan masyarakat sekitar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman masyarkat tentang regulasi dan pencegahan timbulnya sengketa melalui sertipikasi tanah dan pemasangan patok batas bidang tanah, selain itu, kegiatan inni betujuan untuk: 1. Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat, dengan membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memiliki sertifikat tanah serta memasang tanda batas tanah. 2. Mengurangi potensi sengketa tanah melalui pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur hukum yang berkaitan dengan kepemilikan dan batas batas tanah. Luaran dari PKM ini adalah media online dan video pelaksanaan PKM.
DIGITALIZING LEADERSHIP OPTIMALISASI GOOGLE SITE UNTUK KEGIATAN ORGANISASI SISWA DI SMKN 7 KOTA SERANG Istiqomah Rohmawati; Joko Yuwono; Pramadjaya, Angga; Muhamad Azis Rachmaditya; Lutfi Yulianto
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i3.43362

Abstract

ABSTRACT Digital leadership involves using technology to increase effectiveness and efficiency in managing teams and organizations. This covers various aspects, such as digital communication, data-based decision making, and the use of online collaboration tools. By analyzing the problems that exist at SMKN 7 Serang City, namely the lack of technological knowledge among employees, limitations in collaboration and communication, the difficulty of accessing information on activities in school. So this PkM group held training related to Digitalizing Leadership, Optimizing Google Sites for student organization activities. The result of implementing this PkM activity is that the implementation of Google Site in student organization activities has increased efficiency in conveying information and transparency in organizational management. Every student or teacher can easily access the latest information and see developments in the organization's work program. Of the respondents who had filled out the online questionnaire provided, for the point of ease of use of the Google site, 45% answered agree, and 55% answered strongly agree. For information points needed on the Google site, 35% answered agree and 65% answered strongly agree. For the point that the Google site makes the process of disseminating information easier, 40% answered agree, 60% answered strongly agree. For the point of making it easier to collaborate with the Google site, 20% answered agree and 80% answered strongly agree. For the satisfaction point of using the Google site, 32% answered agree and 68% answered strongly agree. Digitalizing Leadership, Optimization, Google Site, Organization.
ARTIFICIAL INTELLIGINCE (AI) PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGINCE (AI) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH BERBASIS DIGITAL Hermanto; Irwan Adhi Prasetya; Muhammad Faqih Dzulqarnain; Wandi Sujatmiko; Mira Wulandari
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i3.43445

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan salah satu inovasi teknologi yang berpotensi besar untuk diadopsi dalam pendidikan. AI, yang mampu meniru fungsi kognitif manusia seperti belajar, berpikir, dan memecahkan masalah, telah menjadi topik utama dalam diskusi peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan AI memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, adaptif, dan personal, terutama di era digital saat ini. Di sekolah berbasis digital, AI dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti pembelajaran adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, analisis data belajar untuk memberikan umpan balik cepat kepada guru, serta pengembangan konten pembelajaran yang menarik. Meskipun demikian, penerapan AI di pendidikan menghadapi tantangan seperti kebutuhan infrastruktur, kesiapan tenaga pendidik, serta isu privasi dan keamanan data siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut manfaat dan tantangan pemanfaatan AI dalam pendidikan serta memberikan rekomendasi strategis untuk implementasi AI yang efektif di lingkungan sekolah berbasis digital.
PENDAMPINGAN CALISTUNG UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA DI PUSAT PERKEMBANGAN KANAK-KANAK INTAN SAFINAZ Siti Rahmi; Sri Lestari Handayani; Mimin Ninawati; Gufron Amirullah; Nurafni
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i3.43468

Abstract

Pendampingan siswa untuk meningkatkan keterampilan mereka adalah Pengabdian Kepada Masyarakat dari Pusat Pengembangan Kanak-kanak Universiti Utara Malaysia. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa di wilayah Kedah dengan memberikan dukungan pembelajaran melalui mentor siswa. Kegiatan ini menggunakan gaya pengajaran yang meliputi nasehat, bimbingan dan demonstrasi atau keteladanan untuk mengembangkan bakat tertentu. Hasil program ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan calistung dan motivasi belajar siswa yang lebih besar, serta minat anak-anak terhadap kegiatan penunjang pembelajaran. Menggunakan alat pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan keterampilan kalibrasi para siswa. Oleh karena itu, penerapan inisiatif dukungan pembelajaran program ini dapat menjadi pendekatan yang layak untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa dan meningkatkan kesiapan mereka untuk belajar di Pusat Perkembangan Kanak-Kanak Universiti Utara Malaysia. Hasil dari latihan ini juga dapat menjadi acuan bagi upaya masa depan dalam dukungan pendidikan dan peningkatan keterampilan calistung.
PENINGKATAN KECERDASAN FINANSIAL YANG MENDUKUNG JIWA ENTERPRENUERSHIP DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA TARUNA JAYA 2 SERPONG, TANGERANG Emma Saur Nauli Sipayung; Erliana Banjarnahor; Richy Wijaya; Muhammad Teguh Pratikno; Verdian Hermawan; Raisafira Astriani
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i3.43573

Abstract

Kecerdasan finansial merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam memahami akan pentingnya suatu perencanaan dan penerapan pengelolaan keuangan yang baik, yang membuat nya mampu mewujudkan tujuan dan impiannya. Ada berbagai ukuran kecerdasan ini, antara lain tingkat penghasilan, kemampuan untuk menyisihkan penghasilan yang dialokasikan guna diinvestasikan, juga termasuk kemampuan melakukan pemilihan investasi yang akan memberikan penghasilan pasif yang besar. Penghasilan bisa diperoleh dari bekerja pada suatu instansi, bekerja di perusahaan swasta maupun dengan melakukan entrepreneurship atau kewirausahaan. Jika bekerja maka seseorang akan mendapat penghasilan tetap atau rutin sesuai kebijakan yang ada di tempat bekerja. Seseorang yang melakukan kegiatan entrepreneurship akan mendapatkan penghasilan yang tidak tetap. Pada saat omset naik, maka penghasilan akan meningkat, namun pada ssat omset turun, maka penghasilan akan turun juga, Hal ini sudah menjadi resiko bagi pihak yang melakukan entrepreneurship. Penghasilan yang tidak tetap membuat pihak pemilik usaha akan melakukan penyisihan atas jika tabungan sudah memadai, segaian dapat diinvestasikan, supaya memberikan imbal hasil yang lumayan. Imbal hasil ini menjadi penghasilan bagi pemilik investasi. Jika investasi semakin besar, maka diharapkan akan meningkatkan penghasilan dari investasi ini. Hasil kegiatan entrepreneurship berupa penghasilan bagi pemiliknya, yang kemudian disisihkan dan diinvestasikan, akan memberikan hasil yang tinggi jika diinvestasikan pada tempat yang bagus dan dengan tepat.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 1 (2026): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): Edisi Mei Vol 4 No 1 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Edisi Januari Vol 3, No 3 (2022): Edisi Oktober Vol 3 No 3 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Edisi Mei Vol 3 No 2 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Edisi Januari Vol 2, No 3 (2021): Edisi Oktober Vol 2 No 3 (2021): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): Edisi Mei Vol 2 No 1 (2021): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Edisi Januari Vol 1 No 3 (2020): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2020): Edisi Oktober Vol 1 No 2 (2020): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): Edisi Mei Vol 1, No 1 (2020): Edisi Januari Vol 1 No 1 (2020): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue