Articles
26 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2023)"
:
26 Documents
clear
Ruji Sapa: Kelompok program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa
Candra, Rizal Naufal;
Kusuma, Andri;
Priyani, Diah Indah;
Wati, Ilma Wiwit Rahina;
Widananda, Charisma Wulan;
Ikhsani, Mifta Kurnia;
Sidik, Muhamad Fajar;
Rustam, Fradilah;
Khilian, Abdul Mutalib;
Suhendar, Satrian;
Saputri, Hafizah Rahma;
Hane, Thomas Didimus;
Supriyanto, Rahmat;
Fajaruddin, Syarief;
Susanto, Dwi
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.132
Artikel ini bertujuan untuk mengenalkan kelompok Ruji Sapa sebagai kelompok pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan limbah sabut kelapa di Desa Bojong, Kulon Progo. Metode pelaksanaannya melalui ceramah, sosialisasi, dan diskusi interaktif. Materi yang disampaikan adalah pemaparan mengenai Ruji Sapa, kepengurusan, logo, dan program kerja komunitas. Hasil yang didapatkan adalah terbentuknya komunitas Ruji Sapa di Desa Bojong untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan limbah sabut kelapa. Komunitas ini dikelola masyarakat sekitar, dan dibantu mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan limbah sabut kelapa, serta pemasarannya.
Inovasi Pembuatan Makanan Pendamping ASI untuk Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan
Rufaridah, Anne;
Asmita Dahlan;
Wuri Komalasari;
Sri Marlia;
Lailatul Husni
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.107
Stunting erat kaitannya dengan periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), merupakan merupakan periode emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. HPK dimulai dari kehamilan hingga anak berumur 2 tahun. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) prevalensi stunting di Indonesia berfluktuasi 30,8%. Berdasarkan Riskesdas, prevalensi stunting di Sumatera Barat berfluktuasi yaitu tahun 2018 sebesar 29,9 % . Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat melalui inovasi makanan pendamping ASI untuk mengatasi penyebab stunting pada 1000 HPK. Kegiatan dilakukan di kelurahan Andalas Padang, tanggal 30 Juni 2022. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil, ibu bayi dan balita dan kader. Buah naga dan tempe bagi bermanfaat untuk masa perkembangan anak, kenyataan anak-anak banyak tidak suka makan tempe dan buah naga, sehingga inovasi dalam pengabmas ini pembuatan MP ASI berupa pembuatan puding buah naga susu dan nugget tempe. Kegiatan pengabmas diharapkan masyarakat dapat mempraktekkan pembuatan MP ASI dirumah untuk diberikan kepada anak sebagai makanan pendamping ASI
Peran Baznas dalam Pemberdayaan Ekonomi Mustahik
Annida Karimah Anandhi;
Muhtadi, Muhtadi
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.110
Sesuai dengan undang undang pengelolaan zakat No 23 tahun 2011 adalah meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskina, maka dibutuhkan program penyaluran zakat yang mendukung pemberdayaan dan tidak bersifat konsumtif. BAZNAS dengan melakukan pendayagunaan zakat produktif, menyalurkan dana umat untuk membantu mustahik agar bisa mandiri dan berdaya, salah satunya dengan mengadakan program pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini dilakukan terhadap Kelompok ZChicken Jakarta Utara, penelitian ini menggunakanan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data yang digunakanan adalah data primer dan data skunder dengan cara pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan teori peran pekerja sosial yang dikemukakan oleh Jim Ife, dan teori indikator hasil pemberdayaan menurut Sumodiningrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan hasil dari pemberdayaan yang dilakukan oleh BAZNAS terhadap mustahtik melalui Program ZChicken khususnya Kelompok ZChicken Jakarta Utara. Hasil dari penelitian ini yaitu BAZNAS dapat menjalankan peran – peran sebagai pekerja sosial atau community worker dalam pemberdayaan ekonomi terhadap mustahik penerima bantuan ZChicken yang ada di wilayah Jakarta Utara melalui program pemberian bantuan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan kelompok.
Inspeksi dan Pemeliharaan Peralatan Dental Unit di Puskesmas dalam Masa Pandemi Covid-19
jaya, indra;
Muhsen, Irma;
yanti, Fitri;
Mulyani, Sri;
Azmi, Zul
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.111
Covid-19 is a virus that can spread through the mouth, and attack the lungs so that the patient will experience respiratory problems. The effect caused by the virus is the thickening of the fluid in the lungs, causing the sufferer to experience difficulty in breathing. The purpose of this service is to socialize, inspect and maintain dental unit equipment as a medical support tool at the Kuta Alam Health Center in Banda Aceh City. This activity was carried out during the Covid-19 pandemic. This is done so that dental unit equipment as medical support can be used properly and avoid the spread of the Covid-19 virus. The method used is to provide material to medical staff, to carry out inspections and maintenance of dental unit equipment in the dental and oral service room. The results obtained are an increasing understanding of the covid-19 virus, and understanding the functions and benefits of dental unit devices for efficiency of maintenance cost. The material presented was in great demand by the public and hoped that there would be a continuation with other topics.
Pemanfaatan limbah air kelapa untuk industri kecil di Pedesaan
Hasnawati;
Sutiharni;
Deswarni, Dini;
Jasiah;
Febrina, Wetri
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.116
Air kelapa apabila tidak dimanfaatkan akan dapat mencemari lingkungan karena cepat berubah menjadi asam dan berbau menyengat. Air yang bersifat asam dapat merusak tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman. Kandungan kimia air kelapa sangat beragam tergantung pada jenis atau varietasnya, umur buah, daerah tumbuh, keadaan tanah, dan intensitas cahaya matahari (Jackson et al., 2004 dan Jean et al., 2009). Air kelapa mempunyai potensi yang baik untuk dibuat menjadi minuman fermentasi, karena kandungan zat gizinya, kaya akan nutrisi yaitu gula, protein, lemak dan relatif lengkap sehingga sangat baik untuk pertumbuhan bakteri penghasil produk pangan. Pada kenyataannya di Tiku Utara air kelapa tidak diolah karena masyarakat menganggap tidak dapat di dimanfatkan dan di jual di pasaran, sehingga masyarakat banyak yang membuang air kelapa ke sungai atau ke sawah sehingga menjadi limbah. Kondisi ini sudah terjadi cukup lama secara kuantitatif limbah air kelapa sebanyak 2 ton per hari, karena kebiasan masyarakat Tiku Utara apabila memasak makanan selalu memasak mempergunakan kelapa untuk memasak minimal 2 buah kelapa atau lebih per rumah setiap hari. Sehubungan dengan kondisi masyarakat di lingkungan Tiku Utara maka pengabdian ini difokuskan untuk memberikan dampingan dalam (home Industri) seperti produk minuman nata de coco berhasil dengan baik.
Lokakarya Guru TK Dan SD Dalam Mencegah Perkawinan Anak Di Bojonegoro
Sri Mulyani;
Agus Ari Afandi;
Sa'diyah El Adawiyah
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.120
Perkawinan anak merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap anak. Anak yang dipaksa menikah atau karena kondisi tertentu harus menikah dibawah usia 19 tahun akan memiliki kerentanan yang lebih besar baik secara akses pendidikan, kualitas kesehatan, potensi mengalami tindak kekeraran, serta hidup dalam kemiskinan. Dampak perkawinan anak tidak hanya akan dialami oleh anak yang dinikahkan, namun juga akan berdampak pada anak yang dilahirkan serta berpotensi memunculkan kemiskinan antargenerasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menignkatkan pemahaman dan kapasitas guru yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan di sekolah dalam upaya mencegah perkawinan anak. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan kepada guru TK dan SD di kabupaten Bojonegoro. Pengambilan data dengan pre-post test. Hasilya adalah ada peningkatan kapasitas guru dari aspsek kognitif, sikap dalam mencegah perkawinan anak. Sebagai guru diharapkan dengan bekal selama lokakarya dapat menjadikan meraka champion yang dapat menyebarkan pengetahuan kepada para wali murid sehingga dapat mencegah perkawinan anak.
Kegiatan Literasi Media melalui Ecopounding sebagai Pengalihan Aktivitas Anak dari Gadget
Badrus, Martriwati;
Triono, Burhayani
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.122
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bermitra dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Edelweis Srengseng Jakarta Barat dengan jumlah anak secara keseluruhan 20 orang dengan didampingi oleh salah satu orang tuanya. Permasalahan yang dihadapi oleh anak di RPTRA ini adalah kurangnya aktivitas fisik yang menyenangkan bagi mereka selain bermain gadget berupa handphone. Dampak dari seringnya mereka bermain handphone ini sangat besar seperti kurangnya interaksi sosial, kurangnya rasa peduli kepada sesama teman bermain serta renggangnya hubungan komunikasi atau kedekatan anak dengan orang tua di rumah. Melihat hal ini maka perlu adanya pengalihan aktivitas anak dari yang seringnya menggunakan gadget kepada aktivitas yang lebih bermanfaat dan memaksilmalkan kedekatan hubungan anak dengan orang tua khususnya di rumah. Kegiatan ini difokuskan pada kegiatan literasi media melalui ecopounding sebagai pengalihan aktivitas anak dari gadget. Peserta diberikan pendampingan bagaimana memanfaatkan kemampuan literasi anak ke dalam proses ecopounding pada berbagai media. Aktivitas pelatihan ini juga dilakukan secara kolaborasi antara anak dengan orangtua dimana orang tua akan mengarahkan bentuk seni yang akan dibuat dan memberikan penyelesaian akhir agar tampak lebih rapi. Melalui kegiatan literasi ini perhatian anak menjadi teralihkan dari intensitasnya dalam menggunakan gadget pada aktivitas yang penuh dengan kreativitas yaitu menciptakan karya seni yang lebih bermanfaat. Dari hasil angket yang terkumpul memperlihatkan semua peserta baik anak dan orangtua menjadi sangat terkesan akan adanya kegiatan yang tidak biasanya di RPTRA Edelweis Srengseng Jakarta Barat. Semua peserta merasa takjub akan karya yang dihasilkan padahal prosesnya sangat mudah dan bahan alam yang dibutuhkan ada disekitar lingkungan Harapannya melalui kegiatan literasi dengan teknik ecopounding ini anak akan lebih peduli pada lingkungan, menyayangi alam yang ada khususnya tanaman, lebih kreatif dan semangat untuk berkarya serta terjaga hubungan yang lebih erat dengan orangtua. Kata Kunci Literasi Media; Ecopounding; Gadget; RPTRA Edelweis Abstract This Community Service Activity (PKM) is in collaboration with Child-friendly Integrated Public Space (RPTRA) Edelweis Srengseng, West Jakarta with a total of 20 children accompanied by one of their parents. The problem faced by children in RPTRA is the lack of fun physical activity instead they prefer to play with gadgets or mobile phones. The impact of their frequent use of mobile phones is enormous, such as a lack of social interaction, a lack of concern for fellow playmates, and the lack of communication or closeness between children and parents at home. Seeing this, it is necessary to divert children's activities from those who frequently use gadgets to activities that are more useful and maximize the close relationship between children and parents, especially at home. This activity is focused on media literacy activities through eco-pounding as a diversion of children's activities from gadgets. Participants gave assistance on how to utilize children's literacy skills in the eco-pounding process in various media. This training activity was also carried out in collaboration between children and parents where parents will direct the art form to be made and provide a final solution to make it look neater. Through this literacy activity, children's attention is diverted from their intensity in using gadgets to activities that are full of creativity, namely creating more useful works of art. The results of the questionnaire collected showed that all participants, both children, and parents, were very impressed by the unusual activities at RPTRA Edelweis Srengseng, West Jakarta. All participants were amazed at the work produced even though the process was very easy and the natural materials needed were around the environment. a closer relationship with parents. Keywords: Media loiteration; Ecopounding; Gadget; RPTRA Edelweis
Elaborasi Potensi Bisnis Wisata Desa Sidajaya Dengan Menggunakan Business Model Canvas
Kurniawan, Asep
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.123
Program pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memetakan potensi wirausaha di Desa Sidajaya yang merencanakan pengembangan desa wisata dengan bumdes sebagai organisasi penggerak bisnisnya. Kami mencoba untuk mengarahkan bagaimana para penggerak Bumdes Wira Usaha Sejahtera mampu memproyeksikan potensi bisnis dengan kerangka business model canvas. Sasaran peserta dari program pengabdian masyarakat ini adalah pengurus Bumdes Wira Usaha Sejahtera, Aparatur/ perangkat Desa Sidajaya, Mitra bisnis dari masyarakat. Penggunaan metode pelatihan dan simulasi business model canvas diharapkan dapat membantu peserta untuk menemukan model bisnis yang nantinya akan dijalankan. Dalam program ini juga ditemukan beberapa faktor yang berpotensi menghambat rintisan desa wisata seperti, belum tersebarnya mindset pengembangan desa wisata di tengah masyarakat, minimnya partisipasi dan dukungan masyarakat, serta belum munculnya mentalitas masyarakat yang mendukung struktur pariwisata. Manfaat utama dari program ini yaitu memberikan gambaran bagi Bumdes Wira Usaha Sejahtera dalam mengembangkan desa wisata yang berangkat dari potensi dan masalah yang ada di Desa Sidajaya.
Pemanfaatan Infaq sebagai Instrumen Keuangan Inklusif; Upaya Pengentasan Kemiskinan Masyarakat
Holle, Mohammad H;
Yohanna, Larisa;
Nurhajra, Andini;
Muljo, Ariyani;
Irma
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.124
Pengabdian Kemasyarakatan (PKM) tentang “Pemanfaatan Infaq Sebagai Instrumen Inklusi Keuangan; Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Morella Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, bertujuan memberikan pemahaman akan arti penting dan manfaat Infaq. Sasaran PKM ini pada para pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang belum memahami makna dan pentingnya Infaq. Selain itu, ketidaktahuan tentang tata cara berinfaq, hukum, maupun distribusi dan sasaran infaq menjadi dorongan PKM ini dilakukan. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah ceramah partisipatif, diskusi tanya jawab dan penyerahan kaleng infaq sebagai tanda pelaksanaan infaq sebagai instrumen inklusi keuangan di Desa Morella yang dimotori para pemuda, pelajar, dan mahasiswa. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa kaum muda ini telah menyadari akan penting dan sasaran dari infaq serta mengatahui manfaat infaq bagi kelangsungan hidup masyarakat miskin dan pembangunan Desa Morella. Para pemuda, pelajar, dan mahasiswa bersedia menjadikan infaq sebagai instrumen inklusi keuangan untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun desanya.
Pembinaan Sikap Profesionalisme Perawat sebagai upaya meningkatkan Mutu Pelayanan Keperawatan
Lindanur Sipatu;
Eli Saripah;
Arif Munandar;
Henni Febriawati;
Wulan Angraini
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.138
Perawat dituntut agar terus berupaya meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif, menguasai pengetahuan dan keterampilan keperawatan sesuai dengan perkembangan zaman serta memiliki kemampuan menerapkan nilai profesionalisme perawat. Nilai profesionalisme merupakan pondasi dasar yang harus dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan self efficacy dan motivasi calon perawat dalam menerapkan nilai profesionalisme perawat, sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Kegiatan dilaksanakan melalui webinar, diikuti sebanyak 52 orang, berasal dari tiga institusi pendidikan Ners di Indonesia, yaitu Poltekkes Kemenkes Palu sebanyak 34 orang (65,38%), Universitas Muhammadiyah Bengkulu sebanyak 14 orang (26,92%) dan Stikes Yahya Bima NTB sebanyak 4 orang (7,69%). Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: persiapan kegiatan, penyampaian materi tentang Kode Etik Keperawatan dan Perilaku Caring dan diakhiri dengan evaluasi pasca kegiatan. Hasil kegiatan webinar didapatkan bahwa kegiatan berjalan lancar, peserta webinar sangat antusias dalam menyimak materi yang disampaikan. Hasil evaluasi bahwa peserta webinar merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan. Peserta webinar berharap kegiatan pembinaan sikap profesionalisme perlu dilakukan secara rutin dan berkesinambungan bagi mahasiswa, sehingga calon perawat memiliki self efficacy dan karakter yang kuat terhadap pilihan karirnya sebagai perawat dan selalu termotivasi untuk menjadi perawat profesional.