cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022)" : 55 Documents clear
Edukasi Sebaran Lindi bagi Masyarakat di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya Muhardi Muhardi; Yoga Satria Putra; Muliadi Muliadi; Riza Adriat; Radhitya Perdhana; Zulfian Zulfian
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4988

Abstract

TPA Rasau Jaya yang berada di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya dapat menimbulkan permasalahan sebaran lindi bagi masyarakat sekitar. Jurusan Fisika, FMIPA Untan bermitra dengan Pemerintah Desa Kuala Dua telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan solusi pada permasalahan tersebut. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat di sekitar TPA masih belum mengetahui sebaran lindi. Kegiatan ini ada 2 tujuan, yaitu mempublikasikan hasil penelitian sebaran lindi yang telah diidentifikasi menggunakan metode potensial diri (self-potential) dan mengedukasi masyarakat tentang sebaran lindi khususnya di sekitar TPA. Kegiatan edukasi dilakukan secara hybrid pada tanggal 9 Oktober 2021. Edukasi bagi masyarakat di sekitar TPA dilakukan secara luring, sedangkan bagi masyarakat umum dilakukan secara daring. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan menggunakan kuisioner, lebih dari 89% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah mengetahui masalah dan dampak sebaran lindi, lebih dari 93% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah menyadari pentingnya menyikapi sebaran lindi, dan lebih dari 87% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah berubah sikap dalam merespon sebaran lindi. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, serta mendorong perubahan sikap masyarakat dalam mengatasi masalah sebaran lindi di sekitar TPA Rasau Jaya.  Rasau Jaya Landfill in Kuala Dua Village, Kubu Raya Regency, can cause leachate distribution problems for the surrounding community. The Department of Physics, FMIPA Untan, in partnership with the Kuala Dua Village Government, has carried out community service to solve these problems. This is because most communities around the landfill still do not know leachate distribution. The activity has two aims, to publish the research results on the leachate distribution identified using the self-potential method and to educate the public about the leachate distribution, especially around the landfill. Educational activities had carried out in a hybrid method on October 9, 2021. Education to the community around the landfill is carried out offline, while it is carried out online to the public. The evaluation results were undertaken using questionnaires. More than 89% of participants said strongly agree/agree that they have known the problem and the impact of leachate distribution. More than 93% of participants said strongly agree/agree that they have realized the importance of responding to the leachate distribution. More than 87% of participants said strongly agree/agree that their attitude has changed in responding to the leachate distribution. The evaluation results show that educational activities are considered capable of increasing knowledge and awareness and encouraging changes in community attitudes in solving the problem of leachate distribution around the landfill.  
Pemberdayaan Anak Melalui Kegiatan Belajar, Bermain, dan Mngeksplorasi (BBM) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di Desa Ligarmukti Akmal Rizki Gunawan Hsb; Alwi Hakim; Yoyo Hambali; Agus Suprianto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5068

Abstract

: Proses pembelajaran formal maupun non-formal sama-sama memiliki hambatan belajar, seperti halnya motivasi belajar, media pembelajaran serta metode yang digunakan. Maka diperlukan kegiatan yang dapat menunjang serta menjadi pembeda bagi suasana kelas yang monoton dan kurang asik. Bersamaan dengan hal ini kemudian dilakukan sebuah upaya kegiatan, yang dinamakan kegiatan BBM (belajar, bermain dan mengeksplorasi) yang bertujuan untuk mendukung semangat serta menghilangkan kejenuhan belajar anak usia sekolah dasar, terutama anak di desa Ligarmukti. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah action research, yang mana digunakan metode riset dalam pemecahan masalah, terjadi interaksi langsung antara penulis dan client dalam mencapai tujuan pengabdian. Kegiatan yang dilaksanakan pada 6-7 November 2021 ini membuahkan hasil, yaitu terjadi peningkatan motivasi belajar dalam diri anak. Hal itu  dilihat dari antusias 85% dari 32 anak usia sekolah dasar untuk mengikuti kegiatan dengan semangat, mereka lebih aktif dalam mengemukakan pendapat, lebih interaktif atau tidak malu-malu.   Both formal and non-formal learning processes have learning barriers, such as learning motivation, learning media and methods used. So we need activities that can support and be a differentiator for a monotonous and less cool class atmosphere. Simultaneously with this, an activity effort was then carried out, called the BBM activity (learning, playing and exploring) which aims to support enthusiasm and eliminate boredom in learning for elementary school age children, especially children in Ligarmukti village. The method used in this community service is action research, where research methods are used in problem solving, there is a direct interaction between the author and the client in achieving the goals of the service. The activity, which was held on 6-7 November 2021, yielded results, namely an increase in learning motivation in children. This can be seen from the enthusiasm of 85% of 32 elementary school age children to participate in activities with enthusiasm, they are more active in expressing opinions, more interactive or not shy. 
Pelestarian Tari Kuda Kepang di Desa Buntu Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Edi Ikhsan Mustofa; Nyemas Syalwa Fasya; Ahmad Rizki Maulana; Rodhotun Najiah; Mifta Hanifatul Karimah; Wahyu Setiawan; Wiwit Dodi Prasetyo; Heri Akbar Riyanto; Ahmad Guspul; Sri Jumini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5262

Abstract

Masyarakat Desa Buntu telah dikenal dengan toleransinya, keberagaman budaya dan agama telah ada sejak lama, dengan beragamnya kepercayaan agama tidak membuat kesenian yang ada di Desa Buntu terhenti, beberapa kesenian seperti barongsai, liong, leak, lengger, sendratari dan kuda kepang diikuti oleh semua masyarakat dan semua usia anak-anak hingga orang tua. Jiwa-jiwa seni masyarakat Desa Buntu sudah terlihat sejak kecil, karena adanya latihan rutin setiap bulan yang telah dipertunjukan di beberapa kegiatan yang ada di Kabupaten Wonosobo bahkan di luar Wonosobo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilakukan dalam upaya melestarikan budaya masyarakat Buntu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan selama 45 hari terhitung dari awal bulan Februari sampai pertengahan bulan Maret 2022.  Adapun kegiatan yang telah dilakukan yaitu kegiatan latihan dan juga mengadakan kegiatan Pentas Kebudayaan dan Kirab Kesenian. Kegiatan pelestarian budaya ini menjadi menarik dikarenakan semua kesenian yang ada di Desa Buntu telah diikuti oleh semua kalangan bukan hanya muslim saja, bahkan selain muslim bisa mengikuti seperti Kristen, Budha, Katholik.   The people of Buntu Village have been known for their tolerance, cultural and religious diversity has existed for a long time, with the variety of religious beliefs that do not stop the arts in Buntu Village, some arts such as lion dance, lionng, leak, lengger, ballet and horse braids are followed by all people and all ages from children to the elderly. The artistic souls of the people of Buntu Village have been seen since childhood because of regular monthly exercises performed at several activities in Wonosobo Regency and even outside Wonosobo. This community service activity is carried out to preserve the culture of the Buntu community. This community service activity is carried out for 45 days, from February to March 2022. The activities that have been carried out are training activities and also holding Cultural Performances and Arts Carnival. This cultural preservation activity is interesting because all the arts in Buntu Village have been followed by all people, not only Muslims, even other than Muslims can follow such as Christians, Buddhists, and Catholics. 
Penguatan Gaya Hidup Normal Baru pada Masyarakat di Wilayah Padat Penduduk Ni Putu Wulan Purnama Sari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5217

Abstract

Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama beberapa tahun, dan tidak ada seorangpun yang bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir. Transisi menuju status endemi sedang dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia. Berbagai upaya pencegahan penularan COVID-19 secara konsisten terus dikembangkan oleh pemerintah. Masyarakat juga secara konsisten diminta untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai rekomendasi WHO terlepas dari naik turunnya angka kejadian COVID-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup normal baru sekaligus mencegah transmisi COVID-19 di wilayah padat penduduk. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Metode kegiatan berupa pendidikan kesehatan tentang COVID-19 untuk masyarakat awam dengan penekanan pada pencegahan penularannya melalui penerapan protokol kesehatan, dan pembagian  alat dan bahan yang dapat digunakan untuk mendukung penerapan gaya hidup normal baru, misalnya: sabun antiseptik, alcohol hand rub atau hand sanitizer, dan masker bedah. Peserta kegiatan berjumlah 50 orang. Setelah diberi pendidikan kesehatan, terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 18,7%. Mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik sebelum (54%) dan setelah kegiatan (70%). Selain itu, mayoritas peserta juga memiliki kemampuan perawatan diri yang tinggi di masa pandemi (74%). Satu bulan setelah kegiatan, perangkat pemerintahan setempat melaporkan adanya peningkatan kesadaran diri warganya untuk menerapkan protokol kesehatan. Perilaku kesehatan normal baru yang diterapkan secara konsisten oleh masyarakat berpotensi menekan penularan COVID-19 secara efektif.   The COVID-19 pandemic has been going on for several years, and no one can predict when this pandemic will end. The Indonesian government is preparing for the transition to endemic status. The government is consistently developing various efforts to prevent the transmission of COVID-19. The public is also consistently asked to apply health protocols according to WHO recommendations regardless of the ups and downs in the number of cases of COVID-19. This community service activity aimed to increase the community's ability to implement a new normal lifestyle while preventing the transmission of COVID-19 in densely populated areas. This activity was held in October 2021. The method of activity is in the form of health education about COVID-19 for the general public with an emphasis on preventing transmission through the application of health protocols and the distribution of tools and materials that can be used to support the implementation of the new normal lifestyle, for example, antiseptic soap, alcohol hand rub or hand sanitiser, and surgical masks. There are 50 participants in this activity. After being given health education, there was an increase in participants' knowledge by 18.7%. The majority of participants had a very good level of knowledge before (54%) and after the health education activity (70%). In addition, the majority of participants also had high self-care skills during the pandemic (74%). One month after the activity, local government officials reported increasing the public's self-awareness to implement health protocols related to a new normal lifestyle. The new normal health behaviour that is consistently applied by the community has the potential to suppress the transmission of COVID-19 effectively.  
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Open Journal Systems (OJS) bagi Guru di SMPN 8 Banjarbaru Dodon Turianto Nugrahadi; Muliadi Muliadi; Rudy Herteno
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4788

Abstract

Guru sebagai individu tenaga pendidik dan profesional khususnya guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) diharapkan dapat peningkatan pangkat dan jabatannya. Untuk meningkatkan pangkat dan jabatan tersebut perlu memiliki syarat, yaitu salah satunya karya ilmiah. Karya ilmiah yang memenuhi syarat adalah karya ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit dimana harus terdapat dewan redaksinya atau suatu lembaga pemerintah yang disebarluaskan kepada masyarakat. Kurangnya pengetahuan tentang tata cara publikasi karya ilmiah secara online merupakan salah satu penyebab kurangnya karya ilmiah yang dihasilkan guru. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru tetnag proses pendaftaran dan submit karya ilmiah melalui Open Journal System (OJS). Pengabdian ini ditunjukan kepada tenaga pendidik, yaitu guru PNS yang memiliki pangkat fungsional dan ingin melakukan kenaikan. Metode yang digunakan untuk pelatihan dan pendampingan ini adalah penyampaian teori dan praktek langsung menggunakan OJS. Target serta luaran dari kegiatan ini adalah: (1) Terlaksananya kegiatan pelatihan pengelolaan dan penggunaan jurnal bagi guru SMPN 8 Banjarbaru (2) Meningkatkan kemampuan guru dalam memahami proses penerbitan karya ilmiah. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan ini, sekitar 80% peserta dapat melakukan proses pendaftaran dan submit karya ilmiah pada OJS yang telah disediakan.Teachers, as professional educators, are required to increase their rank and position. There are requirements to improve ranks and positions and scientific work. Published scientific papers are works published by a publisher with an editorial board or a government agency and disseminated to the public. Lack of knowledge about the procedures for publishing scientific papers online is one of the causes of teachers' lack of scientific papers. This Community Service aims to provide knowledge and skills to teachers regarding the registration process and submitting scientific papers through the Open Journal System (OJS). This service is aimed at educators, in this case, educators (teachers) who have functional ranks, most of whom currently have not received registration training from OJS publishers. The method used for this training and mentoring is the delivery of theory and direct practise using OJS. The targets and outcomes of this activity are: (1) the implementation of training in the management and use of journals for teachers at SMPN 8 Banjarbaru; (2) Improving teachers' understanding of the process of publishing scientific papers. Based on the evaluation results carried out after this activity, around 80% of participants were able to register and submit scientific papers to the Open Journal System provided.
Peningkatan Soft Skill Guru Pendidikan Anak Usia Dini Ida Windi Wahyuni; Ary Antony Putra; Dian Tri Utami; Resi Oktadila; Rahmi Fitriah; Nurfitriah Nurfitriah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4792

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Islam Riau memiliki tujuan utama untuk meningkatkan soft skill guru PAUD yang berada di daerah agar tetap memiliki semangat mengajar dan mengembangkan kompetensi diri. Sasaran pelaksanaan kegiatan kepada seluruh guru PAUD Kecamatan Kuantan Mudik, dimana kegiatan dilakukan pada tanggal 6-7 Oktober 2021 di KB Mawar Putih Kecamatan Kuansing Mudik Kabupaten Kuantan Sengingi yang berjumlah 12 orang. Metode kegiatan berupa ceramah dan prktik langsung dengan peserta. Hasil pelatihan dan pendampingan ini agar para guru dapat memperhatikan dan mengembangkan soft skill dalam kehidupan sehari-hari sebagai guru professional dan menjadi teladan bagi para peserta didik. Selain itu, guru PAUD dapat menguasai teknik mendongeng yang baik dan mempraktekkan kepada peserta didik di sekolah masing-masing.  Community service carried out by a team of lecturers and students at the Islamic University of Riau has the main goal of improving the soft skills of PAUD teachers in the area so that they have the spirit of teaching and developing self-competence. The activity's target is all PAUD teachers in Kuantan Mudik District. The activity will be carried out on 6-7 October 2021 at the Mawar Putih KB, Kuansing Mudik District, Kuantan Sengingi Regency, totalling 12 people. The activity method is in the form of lectures and direct practice with participants. The results of this training and mentoring are so that teachers can pay attention and develop soft skills in daily life as professional teachers and become role models for students. In addition, PAUD teachers can master good storytelling techniques and practice them on students in their respective schools.
Sosialisasi dan Implementasi Pemanduan Bakat Olahraga di Kota Surakarta Rony Syaifullah; Fadilah Umar; Abdul Aziz Purnomo Shidiq; Satria Yudi Gontara; Baskoro Nugroho Putro; Manshuralhudlori Manshuralhudlori; Ahmad Septiandika Adirahma
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5386

Abstract

Kota surakarta merupakan salah satu kota yang menjadi pusat kegiatan olahraga. Hal tersebut tidak terkecuali karena adanya kompleks stadion manahan, kampus fakultas keolahragaan, dan pelatnas Asian Paragames juga berpusat di kota Surakarta. Dengan tingginya animo masyarakat kota Surakarta untuk berolahraga, masyarakat masih banyak yang belum mengetahui tentang pemanduan bakat olahraga. Apabila dikembangkan, kota Surakarta akan menciptakan bibit-bibit atlet yang unggul untuk menjadi calon generasi penerus atlet di Indonesia. Tujuan dari kegiatan sosialisasi dan implementasi pemanduan bakat olahraga ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada guru dan mahasiswa agar mampu dan terampil menjadi instruktur dalam pelaksanaan tes kegiatan pemanduan bakat olahraga. Sasaran dari sosialisasi dan pelatihan ini adalah 3 guru PJOK, 25 Mahasiswa, dan 100 siswa. Hasil pengabdian diperoleh bahwa guru dan mahasiswa antusias dalam mengikuti kegiatan pemanduan bakat yang dibuktikan dengan guru PJOK dan mahasiswa dapat menjadi tester, serta siswa yang menjadi testi dapat melaksanakan semua item tes. Simpulan dalam pengabdian ini didapatkan bahwa guru, mahasiswa, dan siswa memahami pelaksanaan tes pemanduan bakat olahraga sebagai upaya penjaringan atlet sejak dini. Berdasarkan sosialisasi dan implementasi yang dilaksanakan, guru, mahasiswa, dan siswa mampu melaksanakan tes pemanduan bakat olahraga secara mandiri untuk dapat menemukan bakat siswa dalam bidang olahraga. Surakarta city is one of the cities that has become the centre of sports activities. This is no exception because the Manahan stadium complex, sports faculty campus, and Asian Para game national park are also centred in Surakarta. With the high interest of the people of Surakarta city to exercise, many people still do not know about sports talent scouting. If developed, the city of Surakarta will create the seeds of superior athletes to become candidates for the next generation of athletes in Indonesia. This sports talent scouting and implementation activity aim to provide teachers and students with knowledge in carrying out sports talent scouting activities. These socialization and training targets are 3 PJOK teachers, 25 students, and 100 students. This activity was held in March 2022. The service results were obtained that teachers and students were enthusiastic about participating in talent scouting activities, as PJOK teachers and students could become testers, and students who became testees could carry out all test items. The conclusion in this devotion was obtained that teachers, students, and students knew the implementation of the sports talent scouting test as an effort to screen athletes early on. Thus, it is expected that teachers, students, and students can carry out sports talent scouting tests independently to find student talents in sports. 
Bimbingan Teknis Pengenalan Mikroskop dan Penggunaannya pada Pembelajaran Biologi Kelas X di SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Kaspul Kaspul; Aulia Ajizah; Amalia Rezeki
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4811

Abstract

SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Kabupaten Banjar memiliki laboratorium dan seperangkat mikroskop yang dapat digunakan saat praktikum pengamatan sel dan jaringan, namun efek pandemi covid-19 dengan pembelajaran yang dominan daring, menyebabkan kendala saat pembelajaran praktik yang menggunakan mikroskop. Untuk mengatasi ini maka perlu dilakukan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “ Bimbingan Teknis Pengenalan Mikroskop dan Penggunaannya pada  Pembelajaran Biologi Kelas X di SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Kabupaten Banjar”. Kegiatan bertujuan untuk mengenalkan bagian-bagian mkroskop dan fungsinya serta memberi keterampilan penggunaan mikroskop kepada siswa kelas X SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Metode  kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan   model bimbingan teknis Explicite Instruction. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan para siswa dan guru pendamping sangat antusias mengikuti kegiatan dan berminat sekali untuk mengamati obyek-obyek biologi yang lain di sekitar lingkungan sekolah. Sedangkan tingkat penguasaan keterampilan penggunakaan mikroskop rata-rata sebesar 90,83. SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Banjar Regency has a laboratory and a set of microscopes that can be used during cell and tissue observation practicum. Still, the effects of the COVID-19 pandemic with dominant online learning have caused problems in practical learning using a microscope. To overcome this, it is necessary to carry out community service activities titled "Introduction to the microscope and technical guidance on its use in Class X Biology learning at SMA Negeri 1 Aluh-Aluh, Banjar Regency". The activity aims to give the skills of using a microscope to class X students of SMA Negeri 1 Aluh-Aluh, Banjar Regency. The method of this community service activity uses the explicit instruction learning model. Community service activities showed that the students and accompanying teachers were very enthusiastic about participating in the activity and very interested in observing other biological objects around the school environment. At the same time, the level of mastery of the skills of using a microscope on average is 90.83.  
Impelementasi Literasi Numerasi Kampus Merdeka di SDIT Darul Hikam Insani Suprima Suprima; Akmal Rizki Gunawan; Arina Salsabila; Rafikha Desta Ramadhania
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5069

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini untuk mengimplementasikan kegiatan literasi dan numerasi dalam upaya menghidupkan pembelajaran di SDIT Darul Hikmah Insani. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh ketidakefektifan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) di SDIT Darul Hikmah. Kegiatan pengabdian yang diadakan adalah kelas tutor dan yang menjadi sasaran utamanya adalah para siswa yang masih kurang paham mengenai literasi dan numerasi. Keberhasilan program diukur dari sejumlah soal yang diberikan pada siswa seputar literasi dan numerasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan kelas tutor yang mengajarkan literasi-numerasi pada siswa berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan utamanya. Kelas tutor yang dilaksanakan setiap habis pembelajarn ini berfokus pada pengajaran literasi-numerasi pada siswa yang mengalami keterlambatan pemahaman. Dalam mengatasi kendala tersebut SDIT Darul Hikam Insani bersama mahasiswa Kampus Mengajar meningkatkan pendekatan terhadap siswa dengan cara menambah jam untuk belajar literasi-numerasi setiap hari Senin-Jumat setelah jam pelajaran wajib selesai, tepatnya dari jam 10.30-11.00 WIB selama 2 Agustus-17 Desember 2021. The purpose of this service is to implement literacy and numeracy activities in an effort to revive learning at SDIT Darul Hikmah Insani. This dedication is motivated by the ineffectiveness of Distance Learning (PJJ) at SDIT Darul Hikmah. The service activities held are tutor classes and the main targets are students who still do not understand literacy and numeracy. The success of the program is measured by a number of questions given to students about literacy and numeracy. The data collection techniques used in this service are documentation, interviews, and observations. The results of this service activity indicate that tutor class activities that teach literacy-numeracy to students are going well to achieve its main goal. The tutor class, which is held after each lesson, focuses on teaching numeracy-literacy to students who experience delays in understanding. In overcoming these obstacles, SDIT Darul Hikam Insani and Campus Teaching students improve their approach to students by adding more hours to study literacy-numeracy after compulsory school hours are over, from 12.00-13.00 WIB (2 August-17 December 2021) to be exact.
Pelatihan Pembuatan Biopestisida Secara Sederhana pada Kelompok Tani di Kota Palangka Raya sebagai Solusi Efisiensi Biaya di Masa Pandemi Covid 19 Rahmawati Budi Mulyani; Melhanah Melhanah; Lilies Supriati; Susi Kresnatita
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5148

Abstract

Mikroba agens hayati dari perakaran tanaman berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai Biopestisida, baik sebagai biofungisida maupun bioinsektisida.  Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada kelompok tani Rukun Bersama di Kota Palangka Raya agar mampu membuat biopestisida secara mudah dan murah untuk mengendalikan hama dan penyakit yang ramah lingkungan. Biopestisida merupakan alternatif mengurangi penggunaan pestisida kimia, sehingga dapat menghemat biaya usaha tani di masa Pandemi Covid 19. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2021 pada Kelompok Tani Rukun Bersama yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Pinang, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Metode pengabdian masyarakat dengan cara diskusi interaktif, pelatihan secara langsung teknik isolasi agens hayati menggunakan umpan nasi dan umpan serangga larva ulat hongkong (Tenebrio molitor), pembuatan biopestisida formulasi padat dan formulasi cair. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% petani pengetahuannya meningkat terhadap mikroba agens hayati yang bermanfaat sebagai bahan pembuatan Biopestisida, seperti jamur Trichoderma sp., Beauveria sp. dan Metarhizium sp. yang diisolasi dari perakaran tanaman bambu, serai, sirih, pisang, cabai dan putri malu.  Petani secara mandiri mampu membuat biopestisida formulasi padat dan cair, dengan tingkat kontaminasi pada substrat hanya sekitar 5 %, hal ini menunjukkan bahwa petani terampil melakukan proses isolasi dan perbanyakan subtrat dengan tingkat keberhasilan hingga 95%. Microbial biological agents from the root zone of plants have the potential to be used as biopesticides, both as bio fungicides and bioinsecticides. The purpose of the current activity is to make biopesticides easy and feasibly to control pests and diseases that are also environmentally friendly. Biopesticides are an alternative to reduce the use of chemical pesticides and save farming costs during the Covid-19 Pandemic. This Community Service activity was carried out from August to September 2021 at the Rukun Bersama Farmer Group in Tanjung Pinang Village, Palangka Raya city, Central Kalimantan province. Community service methods included interactive discussions, hands-on training on biological agent isolation techniques using rice bait and insect bait for Hong Kong caterpillar larvae (Tenebrio molitor), and the production of solid formulations and liquid formulations of biopesticides. The results of the evaluation showed that 100% of farmers' knowledge was increased about microbial biological agents that were useful as ingredients for making biopesticides, such as Trichoderma sp., Beauveria sp. and Metarhizium sp. isolated from the roots of bamboo, lemongrass, sirih (Piper betle), banana, chili and putri malu (Mimosa pudica). Farmers independently made solid and liquid biopesticide formulations with a substrate contamination level of about 5%. It showed that farmers were skilled in the process of isolation and substrate propagation with a success rate of up to 95%.