cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2022)" : 40 Documents clear
Pelatihan Aplikasi Orai untuk Menunjang Pembelajaran Public Speaking Secara Mandiri bagi Pemuda Karang Taruna Fatchul Mu'in; Rusma Noortyani; Nuruddin Wiranda; Yukita Haura Anisa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5859

Abstract

Bahasa adalah sebagai salah satu alat komunikasi yang dapat mengekspresikan berbagai perasaan. Ketidakterampilan seseorang dalam berkomunikasi dapat menyebabkan kesulitan ketika harus tampil didepan orang lain. Bagi seseorang yang memiliki rasa takut untuk berbicara didepan orang lain, akan muncul rasa kurang percaya diri dan khawatir sehingga dapat menggangu konsentrasi. Sebelum mulai berbicara di depan umum, dapat dilakukan latihan secara mandiri menggunakan aplikasi orai untuk menunjang keterampilan komunikasi (public speaking). Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan untuk menunjang keterampilan menggunakan aplikasi orai dalam pembelajaran public speaking secara mandiri bagi Pemuda Karang Taruna Kabupaten Batola. Metode yang digunakan adalah pelatihan public speaking menggunakan aplikasi orai dilaksanakan pada tanggal 27-30 Juni 2022 dan dihadiri sebnyak 17 peserta dari Karang Taruna Kabupaten Batola. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini para Pemuda Karang Taruna Kabupaten Batola dapat meningkatkan keterampilan tentang aplikasi orai dalam menunjang pembelajaran public speaking sehingga lebih memahami dan dapat mengaplikasikannya. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa hasilnya sangat positif. Para Pemuda Karang Taruna Kabupaten Batola sangat antusias selama dua hari pelatihan dan menunjukkan bahwa mereka tertarik sehingga pelatihan ini dapat menunjang keterampilan mereka dalam public speaking.  A language is a communication tool that can express various feelings. A person's inability to communicate can cause difficulties when appearing in front of others. For someone who fears speaking in front of others, there will be a lack of confidence and worry that can interfere with concentration. Before starting to speak in public, you can practice independently using the orai application to support communication skills (public speaking). The purpose of this service is to provide training to improve skills using the orai application so that it can support independent public speaking learning for Youth Karang Taruna Batola Regency. The method used was public speaking training using the orai application, held on 27-30 June 2022 and attended by 17 participants from the Youth Organization of Barito Kuala Regency. It is hoped that with this activity, the Karang Taruna Youth of Batola Regency can improve their skills in the application of orai in supporting public speaking learning so that they better understand and can apply it. Based on the evaluation results obtained that the results are very positive. The Karang Taruna Youth of Batola Regency were very enthusiastic during the two days of training and showed that they were interested so that this training could improve their skills in public speaking. 
Perwujudan Kolam Ikan Terpal sebagai Salah Satu Bentuk Usaha BUMDES, Desa Kwadungan Lor, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi Churnia Sari; Ade Trisnawati; Septiana Nurmala Dewi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5488

Abstract

Desa Kwadungan Lor adalah salah satu desa di Kabupaten Ngawi yang telah menerima bantuan Hibah Pengabdian Masyarakat berupa Pompa Air, yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pengairan di sawah dan penyediaan air bersih di masjid. Namun, desa ini masih belum maksimal dalam melakukan pengelolaan keberlanjutan bantuan yang sudah diterima. Untuk memaksimalkan kebermanfaatan dari Pompa Air yang sudah ada, maka dibuat kolam ikan terpal yang nantinya bisa digunakan sebagai salah satu bentuk usaha BUMDES Desa Kwadungan Lor. Ada tiga tahapan metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, yaitu tahap persiapan, tahap inti pelaksanaan dan tahap akhir. Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan selama selama 3 bulan dari bulan Juli-September 2021. Salah satu kegiatan yang sangan penting dalam tahap persiapan adalah menentukan lahan yang digunakan untuk pembuatan kolam ikan terpal, dan telah disepakati bahwa lahan yang digunakan adalah tanah yang telah diwaqafkan oleh warga, yang jaraknya kurang lebih adalah 5 meter dari pompa air. Selama tahap pelaksanaan, sebanyak 2000 benih ikan lele disebar ke kolam. Dalam waktu 2 bulan ikan lele sudah bisa dipanen. Hasil dari 2000 benih tersebut diperoleh kurang lebih 5% lele yang mati, sehingga hanya sekitar 1900 yang bisa terjual. Dari usaha ini Desa Kwadungan Lor memperoleh keuntungan Rp.2.000.000 ketika panen. Dari pengabdian ini dapat disimpulkan Kolam bahwa usaha kolam terpal yang relative sederhana, dapat memberikan keuntungan yang cukup besar, dengan adanya usaha kolam ikan terpal ini BUMDES dan Koperasi Desa Kwadungan Lor dapat diotimalkan, serta menjadi sarana percontohan budidaya ikan pada kolam terpal di desa lain. Kwadungan Lor Village is one of the villages in Ngawi Regency that has received Community Service Grants in the form of Water Pumps, which are used to fulfil irrigation needs in rice fields and provide clean water in mosques. However, this village is still not optimal in managing the sustainability of the assistance that has been received. To maximize the usefulness of the existing water pump, a tarpaulin fish pond was made, which can later be used as a form of business for BUMDES in Kwadungan Lor Village. There are three stages of implementing this service activity: the preparation stage, the core implementation stage, and the final stage. All these stages are carried out for three months, from July-September 2021. One of the most important activities in the preparation stage is to determine the land used for manufacturing tarpaulin fish ponds, and it has been agreed that the land used is land that has been gifted by residents, which is approximately 5 meters from the water pump. During the implementation phase, as many as 2000 catfish seeds were distributed to the pond. Within two months, catfish can be harvested. The results of the 2000 seeds obtained were approximately 5% of the dead catfish, so only about 1900 could be sold. From this effort, Kwadungan Lor Village gets a profit of Rp. 2,000,000 when harvesting. From this service, it can be concluded that the tarpaulin pond business, which is relatively simple, can provide considerable profits; with this tarpaulin fish pond business BUMDES and the Kwadungan Lor Village Cooperative can be optimized, as well as being a pilot facility for fish cultivation in tarpaulin ponds in other villages.
Toleransi Melalui Komunikasi pada Anak-Anak Yayasan Mizan Amanah Pasar Minggu Jakarta Selatan Dwi Kartikawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5575

Abstract

Toleransi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus dilatih kepada anak-anak sedini mungkin. Toleransi sangat diperlukan seiring dengan kemunculan kasus-kasus yang memicu konflik yang tidak jarang mengancam terjadinya permusuhan, disintegrasi dan lain-lain. Pembelajaran toleransi menjadi sangat urgen. Dalam pembelajaran toleransi ini salah satunya dilakukan dengan melalui komunikasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman toleransi melalui komunikasi kepada anak-anak Yayasan Mizan Amanah Pasar Minggu yang berjumlah 100 orang. Mereka merupakan anak-anak yatim yang berasal dari berbagai kota. Metode yang dilakukan dengan menggunakan perpaduan antara metode bercerita sebagai salah satu bentuk komunikasi dan metode pembelajaran kooperatif. Pelaksanaan pengabdian ini adalah pada bulan Februari tahun 2021. Hasil dari pengabdian ini adalah anak-anak Yayasan Mizan Amanah dapat menambah pengetahuan mengenai beragamnya perbedaan, yang pada dasarnya mereka telah memiliki pengetahuan mengenai toleransi yang sangat bermanfaat, karena mereka berasal dari berbagai kota dengan ciri perbedaan masing-masing, sehingga dapat menjadi bekal untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan kehidupan nantinya.  Tolerance is part of character education that must be instilled in children as early as possible. Tolerance is very much needed along with the emergence of cases that trigger conflicts which often threaten hostility, disintegration and others. For this reason, learning tolerance is very urgent. In tolerance, learning can be taught in various ways. One way is to communicate. For this reason, this community service is carried out to provide an understanding of tolerance through communication with the children of the Mizan Amanah Pasar Minggu Foundation. They are orphans from various cities. The method is carried out using storytelling methods as a form of communication and cooperative learning methods. The implementation of this research is in February 2021. The result of this service is that the Children's Foundation can increase knowledge about differences, which children have knowledge about tolerance which is very useful because they come from different cities with different characteristics each so that it can be a provision to be better prepared in the face the challenges of life in the future.  
Pelatihan Teknik Budidaya Akuaponik di Masyarakat Urban Farming Kelurahan Sungai Ulin Kota Banjarbaru Sofarini Dini; Dharmaji Deddy; Yunandar Yunandar; Fajriyanti Fajriyanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5234

Abstract

Urban farming merupakan kegiatan berbasis pemanfaatan lahan pekarangan rumah di lingkungan perkotaan di masa pandemi Covid-19. Keterbatasan ruang bahkan cenderung sempit sebagai media akuaponik sayuran dan ikan untuk pemenuhan protein rumah tangga dan menghasilkan pendapatan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk meningkatkan penggunaan teknologi polikultur dengan sistem resirkulasi secara bertahap di masyarakat perkotaan, survival rate (SR) produk akuaponik ≥ 50%, panen sayuran dan ikan setiap dua minggu dan efisiensi penggunaan air serta optimalisasi pakan. Metode FGD (Focus group of Discussion) terbatas mengacu pada protokol kesehatan dan demonstrasi plot. Kegiatan ini telah dilaksanakan di bulan Agustus sampai Desember 2021 bertempat di  Komplek Bukit Permata Asri, Mitra Karang Taruna Kelompok "Sawi", Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru. Survival rate (SR) untuk sayuran 80% dan ikan 75% dengan sistem akuaponik. Hasil evaluasi dengan teknik skoring menyatakan bahwa 80% pengetahuan kelompok mitra meningkat tentang budidaya ikan sayuran, 85% meningkatnya keterampilan mitra dalam pembuatan unit akuaponik, 70% perbaikan optimalisasi pakan. Aktivitas ini dapat diperluas ke tanaman lain dan spesies ikan komersial yang mudah beradaptasi dengan lingkungan buatan.  Urban farming is based on using home yard land in urban environments during the Covid-19 pandemic. Space limitations tend to be narrow as vegetable and fish aquaponic media to meet household protein needs and income. The purpose of these activities was to increase the use of polyculture technology with a recirculation system gradually in urban communities, the survival rate (SR) for aquaponic products to more than 50%, both vegetables and fish were harvested every two weeks, and efficiency of water used and optimization of feed. The FGD (Focus group of Discussion) method was limited to referring to health protocols and plot demonstrations. This activity was carried out from August to December 2021 at the Bukit Permata Asri, Mitra Karang Taruna Group "Sawi", Sungai Ulin Village, Banjarbaru City. The survival rate for 80% vegetables and 75% fish with an aquaponics system. The evaluation results using a scoring technique stated that 80% of partner group knowledge increased about vegetable fish farming, 85% increased partner group skills in making aquaponics units, and 70% improved feed optimization. This activity can extend to other plant and commercial fish species that are adaptable to the artificial environment. 
Pemanfaatan Limbah Sawit sebagai Pakan Produksi Ruminansia Tri Mustika Sarjani; Siska Rita Mahyuny; Ruhama Desy M; Andi Nova
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6070

Abstract

Desa Sukaramai Dua, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang mempunyai potensi sumber daya alam berupa perkebunan kelapa sawit yang luas dan ternak ruminansia milik kelompok Tani warga. Potensi ini dapat dimanfaatkan dengan mengolah hasil limbah kelapa sawit pelepah segar menjadi potensi sumber pakan organik yang dapat diolah menjadi pakan ternak ruminansia. Terbatasnya ketersediaan pakan utama ternak berupa semua jenis rumput pada musim kemarau dan penghujan membuat peternak ruminansia kesulitan menyediakan pakan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memanfaatkan limbah kelapa sawit berupa pelepah segar yang tidak dipakai dan dibuang oleh petani menjadi alternatif pakan ruminansia pada musim kemarau dan penghujan sebagai cadangan stok pakan. Pelatihan diberikan kepada Kelompok usaha ternak Replita Tani yang terdiri dari masyarakat Desa Sukaramai Dua. Kegiatan dilaksanakan mulai dari tanggal 3 Juni sampai 25 juni 2022, Metode pelaksanaan kegiatan melalui dua tahap yaitu  tahap pertama survey lapangan, sosialisasi dan pelatihan pengelolaan bahan campuran serta pengemasan, tahap kedua pendampingan fermentasi hasil bahan olahan selama 21 hari sebelum pakan diberikan kepada sapi. Hasil produk berupa olahan pakan ternak yang dapat meningkatkan kuantitas serta kualitas daging  dari komposisi campuran pada pembuatan dengan berbagai bahan tambahan dapat meningkatkan kualitas daging sapi. Pelatihan yang di berikan kepada Kelompok Replita Tani Desa Sukaramai  Dua sangat bermanfaat dengan mengembangkan potensi desa yang mempunya lahan perkebunan kelapa sawit kemudian diolah menjadi pakan ternak ruminansia. Dengan adanya pelatihan ini masyarakat dapat mandiri menyediakan stok pakan ruminansia dengan daya simpan lebih lama sehingga tidak kesulitan pada saat musim penghujan dan musim kemarau. Sukaramai Dua Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency, has potential natural resources in the form of extensive oil palm plantations and ruminant livestock belonging to the resident farmer group. This potential can be utilized by processing palm oil waste from fresh midrib into a potential source of organic feed that can be processed into ruminant animal feed. The limited availability of main feed for livestock in the form of all types of grass in the dry and rainy seasons makes it difficult for ruminant farmers to provide feed. The purpose of this service activity is to utilize palm oil waste in the form of fresh midribs that are not used and disposed of by farmers as an alternative to ruminant feed in the dry and rainy seasons as a reserve for feedstock. The training was given to the Replita Tani livestock business group consisting of the people of Sukaramai Dua Village. The activity was carried out starting from June 3 to June 25, 2022; the method of carrying out the activities was through two stages, namely the first stage of field surveys, socialization and training in the management of mixed materials and packaging, and the second stage of mentoring the fermentation of processed materials for 21 days before the feed was given to cows. The product results in processed animal feed, which can increase the quantity and quality of meat from the composition of the mixture in the manufacture with various additional ingredients that can improve the quality of beef. The training provided to the Replita Tani Group in Sukaramai Dua Village is very useful for developing the potential of villages with oil palm plantations which are then processed into ruminant animal feed. With this training, the community can independently provide a stock of ruminant feed with a longer shelf life so that it is not difficult during the rainy and dry seasons.
Numerical and Religious-Based School Management Training to Support the Vision-Mission of Educational Institutions Mohammad Faizal Amir; Muhlasin Amrullah; Machful Indrakurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5812

Abstract

School management focuses on achieving educational goals and visions. In reality, the school's vision mission is not on needs but only used during accreditation. This happened at SDN Legokulon 1 Kasreman; most teachers did not understand school management enough to support the school's vision-mission. Numeracy-based and religious school management training is needed to support a quality school's mission. Training was held at SDN Legokulon 1 Kasreman on 18-19 February 2022. This activity used participatory rural appraisal for training and evaluation. Eight SDN Legokulon 1 Kasreman teachers attended this training. Based on evaluations, 87.5% of participants understood numeracy and religious-based school management. In addition, numeracy and religious-based school management are generally good. So, this training affects SDN Legokulon 1 Kasreman stakeholders' understanding of numeracy and religious-based school management to support the school's vision mission.
Peningkatan Pengetahuan Generasi Muda dalam Etika Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Ibnur Rusi; Masiratul Lailiya; Dwi Slamet Riyadi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5772

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) oleh mahasiswa Jurusan Sistem Informasi FMIPA Universitas Tanjungpura sesuai surat nomor 4195/UN22.8/PL.18.01/2022 dilaksanakan pada SMP Al-Kholiqiah Kampung Teluk Lerang dalam bentuk sosialisasi mengenai etika penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berdasarkan observasi dan wawancara terdapat permasalahan siswa SMP Al-Kholiqiah yaitu kurangnya pengetahuan siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah terhadap cara dan etika dalam menggunakan TIK yang baik. Melalui PkM ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah, sehingga dapat lebih pintar dalam menyikapi perkembangan TIK. Metode pelaksanaan PkM dilakukan secara terprogram dan sistematis, dimulai dari penyusunan program dan rencana PkM, survey dan identifikasi permasalahan, persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan PkM, dan terakhir dilakukan evaluasi. Bentuk PkM yaitu transfer pengetahuan mengenai etika atau cara penggunaan TIK yang baik dan benar, dan evaluasi bertujuan untuk mendapatkan informasi ada atau tidaknya peningkatan pengetahuan siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah tentang etika penggunaan TIK dari sebelum dan setelah penyampaian materi. PkM bagi siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2022 dan berjalan dengan lancar, dibuktikan dengan adanya antusiasme peserta PkM. Implikasi dari pelaksanaan PkM ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah mengenai etika dan cara penggunaan TIK sebesar 12,94%, dan kemampuan dalam penerapan filtering informasi atau konten berbahaya (negatif) dari web browser menggunakan fitur SafeSearch, baik pada laptop maupun handphone. Community Service (CS) by students of the Information Systems Department, FMIPA, Universitas Tanjungpura, was held at Al-Kholiqiah Junior High School, Teluk Learning Village, in the form of socialization regarding the ethics of using Information and Communication Technology (ICT). Based on observations and interviews, there are problems for Al-Kholiqiah Junior High School students, namely the lack of knowledge of Al-Kholiqiah Junior High School students on the ways and ethics of using ICT properly. Through this CS, it is hoped that it can increase the insight and knowledge of Al-Kholiqiah Middle School students, so they can be more competent in responding to ICT developments. The CS implementation method is programmatically and systematically, from preparing CS programs and plans, surveys and subsequent activities, preparation before execution, implementation of CS, and finally, an evaluation. The form of CS is the transfer of knowledge about ethics or how to use ICT properly and correctly, and the evaluation aims to obtain information on whether or not there is an increase in the understanding of Al-Kholiqiah Middle School students about the ethics of using ICT before and after the delivery of the material. CS for students of SMP Al-Kholiqiah was held on June 18, 2022, and went smoothly, as evidenced by the enthusiasm of CS participants. The implementation of this community service implies that there is an increase in knowledge and understanding of Al-Kholiqiah Middle School students regarding ethics and how to use ICT by 12.94%, and the ability to apply filtering of harmful (negative) information or content from web browsers using the SafeSearch feature, both on laptops and smartphones.
Pendidikan Kesehatan Gigi dan Pelatihan Kartu Terampil Menyikat Gigi Berbasis Inter Professional Colaboration (IPC) pada Guru dan Murid di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Muaro Jambi Mira Sri Gumilar; Rina Kurnianti; Retno Dwi Sari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5401

Abstract

Keadaan rongga mulut yang tidak sehat pada anak-anak dapat menyebabkan karies pada gigi. Penyakit karies pada gigi dapat dicegah dengan peningkatan pendidikan anak melalui penyuluhan kesehatan gigi. Keberhasilan proses pendidikan tidak terlepas  dari peran besar para guru, sehingga perlu melibatkan guru sebagai salah satu pemberi edukasi kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan keterampilan menyikat gigi dan menilai keberhasilan menyikat gigi pada sasaran. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di SLBN Muaro Jambi tanggal 23 April 2022 dan 14 Mei 2022 dengan jumlah sasaran langsung sebanyak 45 orang yang terdiri dari 33 orang Guru dan 12 orang kader kesehatan Desa Bukit Baling. Sasaran tidak langsung terdiri dari 102 orang siswa SLBN Muaro Jambi. Pelatihan ini meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, praktik keterampilan menyikat gigi, dan praktik evaluasi keberhasilan menyikat gigi dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan menyikat gigi pada guru dan kader sebesar 93%. Hasil evaluasi keberhasilan menyikat gigi yang dilakukan pada 55 orang siswa menunjukkan sebesar 78% siswa berhasil menyikat gigi dengan baik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan edukasi kesehatan gigi dan mulut pada guru melalui pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kebersihan gigi dan mulut pada siswa berkebutuhan khusus.  The condition of the oral cavity that is not healthy in children can cause dental caries. Dental caries can be prevented by increasing children's dental health education. The success of the education process cannot be separated from the great role of teachers, so it is necessary to involve teachers as one health education provider. This community service aims to increase knowledge in maintaining dental and oral health, improve tooth brushing skills and assess the success of brushing teeth on target. Community service was carried out at SLBN Muaro Jambi on 23 April 2022 and 14 May 2022 with a direct target of 45 people consisting of 33 teachers and 12 health cadres in Bukit Baling Village. The indirect target consisted of 102 SLBN Muaro Jambi students. This training includes dental and oral health education, practising brushing skills and evaluating the success of brushing teeth using lecture, discussion, demonstration and practice methods. The activity evaluation results showed an increase in knowledge of oral and dental health and tooth brushing skills for teachers and cadres by 93%. The evaluation of the success of brushing teeth on 55 students showed that 78% of students managed to brush their teeth well. The evaluation results show that improving teachers' oral and dental health education through community service can improve dental and oral hygiene for students with special needs.  
Pemberdayaan Santri Madin melalui Peningkatan Berpidato dalam Bahasa Inggris Sonny Elfiyanto; Durotun Nasihah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5765

Abstract

Permasalahan yang dialami oleh santri Madrasah Diniyah (Madin) Nurunnahdloh Malang adalah kurangnya minat dan kemampuan para santri dalam berpidato dalam Bahasa Inggris. Sehingga untuk menunjukkan kesungguhannya, pihak Madin dan tim pengabdi melakukan pelatihan intensif dan menarik dalam berpidato dalam Bahasa Inggris. Pelatihan ini bertujuan agar para santri bisa berpidato dengan Bahasa Inggris dan mereka terbiasa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Terdapat 30 santri Madin Nurunnahdoh yang mengikuti pelatihan ini. Pelatihan dilakukan selama delapan pertemuan tiap minggunya secara tatap muka dari bulan Januari 2022 hingga April 2022 dengan mematuhi protokol kesehatan. Metode utama yang digunakan yaitu metode demonstrasi, juga menggabungkan beberapa metode yang ada, seperti ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pelatihan dalam pengabdian ini adalah keterlibatan secara aktif dari para santri dan respon positif mereka dalam pelatihan ini, yang memicu motivasi mereka untuk belajar. Di samping itu, terciptanya modul pembelajaran pidato dalam Bahasa Inggris untuk santri Madin, sehingga menghasilkan tujuh orang santri yang mampu berpidato dalam Bahasa Inggris. Selain itu, terdapat duapuluh tujuh santri yang bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, yang nantinya bisa ditingkatkan kemampuannya jika pelatihan ini bisa berkelanjutan. The problem faced by the students of Madrasah Diniyah (Madin) Nurunnahdloh Malang is the students’ lack of interest and ability to give speeches in English. Thus, to show their willingness to improve their students’ ability, Madin and the community dedication team conducted intensive and exciting training in presenting a speech in English. This training aims to make the students able to make speeches in English, and they are accustomed to communicating in English. Thirty students of Madin Nurunnahdoh participated in this training. The training was carried out for eight meetings, once a week, and face-to-face meetings from January 2022 to April 2022 to comply with health protocols. The primary method used is the demonstration method. However, it also combines several existing methods, such as lectures, discussions, and questions and answers. The result of the training in this service is the active involvement of the students and their positive response to this training, which triggers their motivation to learn more. In addition, creating a speech learning module in English for Madin students helped the team teach them. Then, this training led to seven students who could give speeches in English. In addition, twenty-seven students can communicate in English, which can later be improved if the training is sustainable.
Pembinaan Kepercayaan Diri Ibu-Ibu dalam Baca Al-Qur’an Melalui Kegiatan Mengaji Bersama Cindy Dwi Rohmah; Muslimah Muslimah; Nurul Wahdah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5860

Abstract

Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu-ibu dalam baca Al-Qur’an didampingi oleh mahasiswa dan dosen melalui salah satu program KKN Tematik yaitu belajar dan mengaji bersama ibu-ibu rumah tangga di Sidomulyo. Proses pengabdian menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Sebelum pembinaan dilakukan, kepercayaan diri ibu-ibu dalam baca Qur’an masih kurang, hal ini nampak berdasarkan hasil observasi, yakni ibu-ibu ketika pengajian seperti habsyi tampil percaya diri melantunkan syair namun ketika yasinan untuk pembacaan kalam illahi ibu-ibu belum berani sehingga dilimpahkan kembali pada ibu-ibu lansia yang sudah berpengalaman. Hasil pembinaan kepercayaan diri ibu-ibu dalam baca Al-Qur’an melalui kegiatan mengaji bersama, yang dilaksanakan selama 3 bulan dengan pendekatan ABCD dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri ibu-ibu dalam baca Al-Qur’an meningkat dengan adanya pembinaan, yang mana membantu ibu-ibu mengatasi hal-hal yang membuat kurang percaya diri seperti merasa bacaannya kurang bagus tajwidnya atau kurang percaya diri dengan lagu mengajinya, maka di sinilah pembinaan ini berperan. This guidance aims to increase the confidence of mothers in reading the Qur'an accompanied by students and lecturers through one of the Thematic Community Service Programs, namely studying and reciting the Koran with homemakers in Sidomulyo. The service process uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach. Before the training was carried out, the confidence of the mothers in reading the Qur'an was still lacking; this could be seen based on the results of observations, namely the mothers during the recitation such as habsyi appeared confident in reciting poetry, but when the yasinan for the reading of the divine kalam, the mothers did not have the courage to do so—transferred back to experienced elderly mothers. The results of fostering mothers' self-confidence in reading the Qur'an through joint recitation activities with the ABCD approach show that mothers' self-confidence in reading the Qur'an increases with coaching, which helps mothers overcome these problems. -Things that make you less confident, such as feeling that your recitation isn't good enough or you don't have confidence in the song you recite; this is where this coaching comes into play. 

Page 1 of 4 | Total Record : 40