cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2022)" : 40 Documents clear
Pelatihan Search Engine Optimization (SEO) dan Manajemen Media Sosial Berbasis Android untuk Meningkatkan Eksposur Destinasi Wisata Tubing di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar Sigied Himawan Yudhanto; Dedy Eka Timbul Prayoga; Alfan Setyawan; Nidyah Widyamurti; Hermansyah Muttaqin; Jauhari Jauhari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5583

Abstract

Program pengabdian masyarakat prodi D3 Desain Komunikasi Visual Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Surakarta mengadakan pelatihan search engine optimization dan manajemen media sosial berbasis android dalam rangka meningkatkan eksposur destinasi wisata tubing yang terdapat di desa pondok yang dalam paparan tokoh setempat grand designnya direncanakan akan menjadi bagian dari halal tourism di kabupaten Karanganyar. Program pengabdian tersebut berlangsung pada tanggal 07 sampai 25 Februari 2022. Kemudian acara workshop tentang pelatihan SEO dilakukan pada tanggal 19 Mei 2022. Pelatihan SEO dan manajemen media sosial dipilih karena destinasi wisata tubing di kelola oleh para remaja yang walaupun lokasi tubing berada di desa yang terpencil akan tetapi mereka sudah akrab dan adaptif dengan teknologi smartphone dan media sosial. Upaya branding lokasi tubing yang masih bisa di maksimalkan kembali dengan paparan dan arahan dari expert di tentang SEO agar lokasi destinasi tubing bisa muncul di page one di laman search engine lewat pendekatan crawling, indexing, dan ranking. Hasil atau dampak positif dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan tumbuhnya pemahaman baru di bidang pemuda yang bertugas untuk mempromosikan wisata Tubing Muslim 06 sekaligus bertambahnya backlink tentang Tubing Muslim 06 lewat pemanfaatan Instagram. The community service program for the Visual Communication Design Diploma Vocational School, Sebelas Maret University, Surakarta, held training on search engine optimization and Android-based social media management in order to increase exposure to tubing tourism destinations in Pondok Village, which in the exposure of local figures the grand design was planned to be part of halal tourism in Karanganyar regency. The service program took place from 07 to 25 February 2022. Then a workshop on SEO training was held on 19 May 2022. SEO training and social media management were chosen because tubing tourism destinations are managed by teenagers, even though the tubing location is in a remote village. However, they are already familiar with and adaptive to smartphone technology and social media. Efforts to brand tubing locations that can still be maximized with exposure and direction from experts in SEO so that tubing destination locations can appear on page one on search engine pages through crawling, indexing, and ranking approaches. The positive result or impact of this community service activity is the growth of new understanding in the youth tasked with promoting Tubing Muslim 06 tourism and increasing backlinks about Tubing Muslim 06 through Instagram.
Kerja Sama Guru dan Dosen Sebagai Upaya Persiapan Mengikuti Kompetisi Sains Nasional Bidang Fisika di Kota Prabumulih Ismet Ismet; Ketang Wiyono; Nely Andriani; Supardi Supardi; Murniati Murniati; Abidin Pasaribu; Saparini Saparini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.4438

Abstract

Pemberian pendampingan Kompetisi Sains Nasional (KSN) diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kapabilitas guru MGMP Fisika kota Prabumulih untuk membuat persiapan, pelaksanaan dan pendampingan dalam Olimpiade Sains Nasional khususnya bidang fisika sehingga secara langsung dapat meningkatkan kemampuan peserta didik sehingga mampu dan terlatih dalam menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan kemampuan critical thinking. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini yaitu melatih guru MGMP fisika kota Prabumulih untuk menyelesaikan soal KSN bidang fisika dan melatih guru MGMP fisika kota Prabumulih untuk membimbing peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal KSN. Model dan metode yang digunakan adalah model pendampingan berupa kegiatan pelatihan dengan metode presentasi, workshop, diskusi dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober sampai 18 Oktober 2021 yang diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari guru fisika dan dosen pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kapabilitas Guru MGMP Fisika kota Prabumulih dalam membuat persiapan, pelaksanaan dan pendampingan dalam KSN khususnya bidang fisika di buktikan sebanyak lebih dari 70% guru telah mampu menyusun rencana pembinan Kompetisi Sains Nasional di sekolah masing-masing dan menyelesaikan soal-soal berstandar KSN bidang Fisika. Assistance activities for the National Science Competition are expected to have a significant impact on increasing the capability of the  Physics teachers in Prabumulih to prepare, implement, and assist in KSN, especially in the field of physics. This activity aims to train Prabumulih city physics MGMP teachers to solve KSN questions in the field of physics and to train Prabumulih city physics MGMP teachers to guide students in solving KSN questions. The model and method used is a mentoring model in training activities with the presentation, workshop, discussion, and mentoring methods. This activity was carried out from October 9 to October 18, 2021, attended by 28 participants consisting of physics teachers and physics education lecturers, FKIP Sriwijaya University. The activity results showed an increase in the capability of Physics Teachers in making preparations, implementation, and assistance in the KSN, especially in the physics field. It was proven that more than 70% of teachers had been able to develop plans for fostering the National Science Competition in their respective schools and solving problems. - Standard questions for the National Science Olympiad in Physics. 
Membangun Jiwa Wirausaha pada Orang dengan HIV AIDS dan Pekerja Seks Komersial Bersama Yayasan Kerti Praja Dewa Putu Yudi Pardita; I Made Setena; Ni Putu Ayu Tika Kurniawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5804

Abstract

Program pelatihan kewirausahaan terhadap Orang dengan HIV AIDS (ODHA) dan Pekerja Seks Komersial (PSK) merupakan modal pengembangan diri dalam memperbaiki hidup serta perekonomian mereka. Tujuan dari pelatihan ini adalah membangun jiwa wirausaha dan pemberdayaan, khususnya dengan meningkatkan kompetensi peserta dalam hal pengetahuan, keterampilan dan kewirausahaan.  Tahapan pelaksanaannya antara lain pemetaan melalui observasi, ceramah keagamaan, peningkatan keterampilan melalui pelatihan yang berkelanjutan, perintisan atau pengembangan usaha. Berdasarkan data yang diperoleh melalui diskusi dengan 20 peserta pelatihan, 40 persen memiliki niat sebagai wirausaha, 50 persen belum berniat menjadi wirausaha dengan alasan utama keterbatasan modal, dan hanya 10 persen dari peserta yang membuka usaha sebagai penjual makanan pada siang hari. Peserta program harus menerima pelatihan yang disesuaikan dengan keterampilan dan minat mereka sebelum diberikan alat dan dana yang diperlukan untuk meluncurkan bisnis. Hal ini dilakukan dengan maksud agar peserta program segera melanjutkan kegiatan pelatihan berupa rencana aksi usaha wirausaha yang menguntungkan. Pendekatan dukungan peralatan dan modal ini tidak hanya akan membantu peserta dalam menciptakan usaha menguntungkan yang mencerminkan minat mereka, tetapi juga akan menginspirasi peserta untuk melihat bagaimana upaya ini dapat membantu mereka menemukan usaha bisnis lain yang menguntungkan lebih memenuhi kebutuhan mereka. Entrepreneurship training programs for People with HIV AIDS (PLWHA) and Commercial Sex Workers (CSWs) are self-development capital in improving their lives and economy. The purpose of this training is to build an entrepreneurial spirit and empowerment, in particular by increasing the competence of participants in terms of knowledge, skills and entrepreneurship. The implementation stages include mapping through observation, religious lectures, skill improvement through continuous training, and pioneering or business development. Based on data obtained through discussions with 20 trainees, 40% had the intention of becoming an entrepreneur, 50% had no intention of becoming an entrepreneur due to limited capital, and only 10% of the participants opened a business as food sellers during the day. Program participants must receive training tailored to their skills and interests before being provided with the tools and funds needed to launch a business. This is done with the intention that program participants immediately resume training activities as a profitable entrepreneurial business action plan. This equipment and capital support approach will assist participants in creating profitable businesses that reflect their interests and inspire participants to see how this endeavour can help them find other profitable business ventures that better meet their needs.
Pelatihan Strategi Pemasaran Produk Unggulan Olahan Hasil Ikan bagi Masyarakat Desa Wisata Ujung Pandaran Arna Purtina; Sonedi Sonedi; Ahmad Syarif
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5816

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat memahami bagaimana cara pemasaran produk olahan mereka dengan strategi pemasaran sehingga dengan strategi tersebut memberikan pemahaman untuk dapat menawarkan produk, serta dapat memberikan pemahaman dan skill penggunaan teknologi untuk memasarkan produk secara online. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah mulai dari mempersiapkan dilanjutkan pada berlangsungnya kegiatan dan terakhir dilakukan pengevaluasian.  dalam bentuk pemaparan materi pelatihan, diskusi mendalam tentangstrategi pemasaran, dan praktik membuat media pemasaran yang mudah di kenali oleh orang lain. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, karena mereka yang awalnya strategi pemasaran yang dilakukan masih tradisional dan cakupan pemasaran produk yang masih terbatas. Dari paparan materi dan diskusi materi strategi pemasaran. Antusiasme peserta sosialisasi ini sangat besar hingga banyak gagasan baru yang dapat diaplikasikan pada pemberian merk produk, kemasan yang lebih menarik dan lain-lain. Pengabdian kepada masyarakat yang laksanakan begitu bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman serta skill berkaitan dengan strategi pemasaran. This service activity aims to understand the public understand how to market their processed products with a marketing strategy. This strategy provides an understanding of being able to offer products and provide understanding and skills in using technology to market products online. The method used in this community service starts with preparing, continuing with the activities, and finally evaluating. In the form of presentation of training materials, in-depth discussions on marketing strategies, and the practice of creating marketing media that are easily recognizable by others. This service activity directly benefits the community because those who initially carried out marketing strategies were still traditional, and the scope of product marketing was still limited. From the material exposure and discussion of marketing strategy material. The participants' enthusiasm for this socialization was so great that they could provide many new ideas in product branding, more attractive packaging, etc. Community service that is carried out is very beneficial for the community and can increase knowledge and understanding as well as skills related to marketing strategies. 
Pelatihan Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Menggunakan Mobile Application Berbasis Android di SDN Tinggiran II.1 Tamban Barito Kuala Amka Amka; Mirnawati Mirnawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5783

Abstract

Permasalahan yang seringkali dihadapai oleh guru/pendidik dalam pelaksanaan mengidentifikasi atau menemukenali anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah rendahnya kemampuan guru dalam menyusun intrumen dan melaksanakan identifikasi anak berkebutuhan khusus sesuai prosedur. Instrumen identifikasi dalam bentuk lembaran dapat dikemas dalam bentuk aplikasi yang dapat diaplikasikan dengan menggunakan gawai. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru terhadap prosedur pelaksanaan identifikasi anak berkebutuhan khusus dengan menggunakan mobile application berbasis android yang menarik dan lebih praktis. Metode pelaksanaan kegiatan PkM dilaksanakan dalam bentuk workshop identifikasi anak berkebutuhan khusus menggunakan mobile application berbasis android melalui tahapan diskusi, ceramah dan praktik secara langsung dengan melibatkan guru kelas dan guru mata pelajaran di SDN Tinggiran II.1 Tamban Desa Tinggiran, Tamban, Barito Kuala pada bulan Juli 2022. Guru sangat antusias dan semangat selama mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman guru terhadap prosedur pelaksanaan identifikasi anak berkebutuhan khusus meningkat. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru dapat memanfaatkan secara optimal penggunaan gawai sebagai alat identifikasi ABK di sekolah inklusi. The problem that is often faced by teachers in implementing the identification of children with special needs in inclusive schools is the low ability of teachers to develop instruments and carry out the identification of children with special needs according to procedures. Identification instruments in sheet form can be packaged in the form of applications that can be applied using a device. This community service aims to increase teachers' understanding of the procedures for identifying children with special needs using an attractive and more practical Android-based mobile application. Methods of implementing service activities included a workshop on identifying children with special needs using an Android-based mobile application with direct discussion, talk and practice stages involving class teachers and subject teachers at SDN Tinggiran II.1 Tamban Tinggiran Village, Tamban, Barito Kuala in July 2022. The teacher was very enthusiastic during the training. The evaluation results showed that teachers' understanding of the procedures for implementing the identification of children with special needs increased. Through this activity, it is hoped that teachers can make optimal use of gadgets to identify children with special needs in inclusive schools.
Penggunaan Barang Bekas Sebagai Alternatif Wadah Tanaman di Desa Jati Kabupaten Kediri Mariyono Mariyono; Nina Lisanty; Yesy Nur Gunariyati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5674

Abstract

Masyarakat Desa Jati Kabupaten Kediri pada umumnya khawatir bepergian keluar rumah baik yang jauh maupun dekat karena takut terpapar Covid-19. Sebagian besar mereka terus tinggal di rumah dan tak jarang mengeluh merasa jenuh. Oleh karena itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berinisiasi mengajak dan memberdayakan masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman sayuran di lingkungan sekitar rumahnya. Dalam rangka budidaya tanaman ini ternyata timbul beberapa masalah, salah satu masalah yang dihadapi adalah cara mendapatkan pupuk dan wadah tanaman yang terjangkau oleh kantong masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini berfokus dan bertujuan memanfaatkan kemasan bekas atau barang tidak terpakai di lingkungan rumah sebagai wadah tanaman yang dibudidayakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk dapat mengedukasi serta mengajak peran aktif masyarakat Desa Jati, khususnya remaja (karang taruna dan remaja masjid) dalam pemanfaatan lahan dan pengelolaan limbah kemasan plastik. Pendekatan yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan. Pelatihan dilangsungkan dari bulan Agustus hingga Oktober 2021. Produk yang dihasilkan dari pelatihan langsung digunakan oleh warga. Selepas pelatihan, para remaja peserta secara aktif mengimplementasikan hasil pelatihan di rumah mereka dan tetangga sekitar masing-masing. Pendampingan dilanjutkan hingga Januari 2022. Hal ini sangat bermanfaat bagi lingkungan sosial dan alam sekitar Desa Jati. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menginspirasi warga untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan berdaya guna bagi masyarakat mitra.  The people of Jati Village, Kediri Regency, are worried about travelling out of their homes, far and near, due to the fear of being exposed to Covid-19. Most of them often complain of feeling bored. Initially, the Community Service team aimed to invite and empower the community to cultivate vegetable crops in the environment around their homes. In the context of cultivating this plant, it was discovered that several problems arise; one of the problems faced was how to get fertilizer and plant containers that are affordable by the community's pockets. Therefore, this community service activity focused on and aimed to utilize used packaging or unused items in the home environment as a container for cultivated plants. The main activity was to educate and invite the active role of the Jati Village community, especially teenagers, in yard use and packaging waste management. The approach used was socialization and training. The training was conducted from August to October 2021. Residents directly used the products resulting from the training. After the training, the youth participants actively implemented the training results in their homes and neighbours. The accompaniment was continued until January 2022. The program was beneficial for the social and natural environment around Jati Village. Moreover, the activity is expected to inspire residents to produce economic value products.
Sosialisasi Mitigasi Bencana Banjir Bagi Siswa di SMAN 4 Samarinda Edwardus Iwantri Goma; Yulian Widya Saputra; Novi Setyiani; Galih Perkasa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5586

Abstract

Banjir yang pada hakikatnya merupakan sebuah proses alamiah dan dapat menjadi bencana bagi manusia bila proses itu mengenai manusia dan menyebabkan kerugian jiwa maupun materi. Kerugian terjadinya bencana banjir yaitu berupa kesehatan, harta, benda, terganggunya aspek perekonomian dan pendidikan dan sebagainya. Kegiatan sosialisasi merupakan proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui penyebarluasan informasi, komunikasi dan motivasi dan edukasi oleh penyuluh sosial baik secara lisan maupun peraga pada kelompok sasaran, sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan, dan kemauan guna berpartisipasi seperti aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa SMAN 4 Samarinda tentang mitigasi bencana banjir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 09 Juni 2022 dengan peserta sebanyak 22 orang yang merupakan siswa SMAN 4 Samarinda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka langsung di salah satu ruangan laboratorium yang dimiliki SMAN 4 Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu tahapan pra-pengabdian masyarakat, tahapan pelaksanaan pengabdian masyarakat dan tahap tindak lanjut atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil feedback dari peserta diketahui bahwa semua peserta mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat dan maupun di lingkungan sekolah.  Flooding is essentially a natural process and can be a disaster for humans if the process affects humans and causes loss of life and material. Losses from flood disasters include health, property, objects, disruption of economic and educational aspects and so on. Socialization activities are a process of changing behaviour carried out through the dissemination of information, communication and motivation and education by social instructors both verbally and visually to the target group so that the same understanding, knowledge, and willingness to participate as actively in the implementation of social welfare emerges. This community service aims to increase students' understanding of SMAN 4 Samarinda about flood disaster mitigation. This community service activity was carried out on June 9, 2022, with 22 participants who were students of SMAN 4 Samarinda. This community service activity was carried out face to face directly in one of the laboratory rooms owned by SMAN 4 Samarinda. This activity is carried out in three stages: the pre-community service stage, the stage of implementing community service and the follow-up stage for implementing community service activities. The results of feedback from participants showed that all participants said this activity was very beneficial for students in social life and the school environment. 
Diversifikasi Produk Edu-Park Tambakrejo melalui Pelatihan Eco-Print dengan Metode Pounding Andin Vita Amalia; Abdul Jabbar; Parmin Parmin; Arif Widiyatmoko; Siti Herlina Dewi; Dwi Rahmawati; Haifah Nurul Hudaini; Daffa Pramoda Budi Utama
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6049

Abstract

Tim pengabdian dari Jurusan IPA Terpadu telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di kawasan mangrove Tambakrejo, Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk menawarkan alternatif diversifikasi produk jasa wisata Edu-park Tambakrejo yang selama ini belum masif. Pengabdian yang dilakukan berupa pelatihan eco-print metode pounding dengan bahan dasar daun mangrove dan daun lainnya yang ada di sekitar Tambakrejo pada tanggal 2 Juli 2022. Proses pengabdian dilakukan dalam 3 tahap yaitu (1) persiapan, (2) pelatihan, dan (3) evaluasi. Kegiatan tersebut telah diikuti oleh warga PKK Merah delima sebanyaknya 15 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peserta mampu melakukan teknik eco-print berbahan dasar daun dan daun dari tumbuhan lain di kawasan mangrove Tambakrejo. Produk eco-print yang dihasilkan berpotensi menjadi produk diversifikasi dari jasa wisata yang sudah ada saat ini. Diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk peningkatan kualitas produk eco-print, serta pelatihan promosi dan pemasaran produk.  The Integrated Science Department service team has conducted community service in the Tambakrejo mangrove area, Semarang. This activity aims to offer an alternative diversification of Tambakrejo Edu-park tourism products, which have not been massive so far. The service carried out is in the form of eco-print training on the pounding method with the basic ingredients of mangrove leaves and other leaves around Tambakrejo in July 2022. The service process is carried out in 3 stages, namely (1) preparation, (2) training, and (3) evaluation. Fifteen people of PKK Merah Delima attended this activity. This service activity results in participants carrying out eco-print techniques made from leaves and leaves from other plants in the Tambakrejo mangrove area. The resulting eco-print products have the potential to become diversified products from existing tourism services. Further assistance to improve the quality of eco-print products and promotion and product marketing training. 
Pemanfaatan DAWAS dari Ekstrak Daun Miana Sebagai Antibiotik Alami untuk Meningkatkan Bobot Ikan Gurame di Desa Bendiljati Wetan Afidatul Muadifah; Siti Nurriyatul K; Intan Fitria; Millenia Ramadhani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5648

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Bendijati Wetan berpenghasilan dari sektor perikanan yaitu mencapai 1100 jiwa. Terdapat Kelompok budidaya ikan yaitu Ulam Jaya (dengan 20 anggota), yang selanjutnya dijadikan sebagai mitra dan peserta pengabdian. Dalam kegiatannya kelompok budidaya ikan Ulam Jaya, membudidayakan ikan hias maupun ikan konsumsi. Permasalahan mitra saat ini: (1) Manajemen : Mayoritas anggota kelompok budidaya ikan Ulam Jaya adalah masyarakat desa setempat, yang tingkat pendidikannya lulusan SD/SLTP. Berdasarkan hasil interview diketahui bahwa banyak yang belum mengetahui manajemen pengelolaan dalam bidang perawatan ikan yang alami, sejauh ini pemberian pakan ikan menggunakan  pelet ikan (instan) dan untuk menjaga kesehatan serta peningkatan produksi digunakan antibiotik. (2) Produksi : antibiotik menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pertumbuhan ikan, karena dapat mengkonversi nutrisi dalam pakan sehingga produksi dan pendapatan petani ikan meningkat. Resistensi bakteri  patogen  seperti  Salmonella Enterococcus,  Campylobacter  dan Escherichia  colli dapat disebabkan karena penggunaan antibiotik. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini: (1) meningkatkan manajemen pengelolaan dalam bidang perawatan ikan, dan (2) menjaga kestabilan produksi dan pendapatan petani ikan (berdasarkan pertumbuhan dan bobot ikan). Metode yang digunakan adalah memberikan program penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok budidaya ikan Ulam Jaya, dan memanfaatkan ekstrak daun miana sebagai alternatif antibiotik alami.  Kegiatan PkM dilakukan selama 3 bulan (Januari s/d Maret 2022), dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan dalam bidang perawatan ikan yang dilakukan oleh kelompok budidaya ulam jaya Tulungagung meningkat dan sesuai, didukung dengan data uji T-test menunjukkan pertumbuhan dan bobot ikan yang diberi perlakuan DAWAS mengalami kenaikan cukup signifikan apabila dibandingkan dengan kontrol negatif (tanpa perlakuan DAWAS) dengan signifikansi <0,05. Hal tersebut menjadi nilai akhir dan indikator keberhasilan dari kegiatan PkM ini dalam menyelesaikan permasalahan mitra dalam bidang manajemen dan produksi. The majority of the population of Bendijati Wetan Village earns from the fishery sector, reaching 1100 people. There is a fish farming group, Ulam Jaya (with 20 members), who are then used as partners and service participants. In its activities, the Ulam Jaya fish farming group cultivates ornamental fish and consumes fish. Current partner issues: (1) Management: Most Ulam Jaya fish farming group members are local villagers whose education level is elementary/junior high school graduates. Based on the results of interviews, it is known that many do not know the management of natural fish care, so far, fish feed uses fish pellets (instant), and antibiotics are used to maintain health and increase production. (2) Production: antibiotics are one solution in increasing fish growth because they can convert nutrients in the feed so that the production and income of fish farmers increase. Resistance to pathogenic bacteria such as Salmonella Enterococcus, Campylobacter and Escherichia colli can be caused by antibiotics. The objectives of this community service activity are: (1) to improve management in the field of fish care and (2) to maintain stable production and income of fish farmers (based on fish growth and weight). The method used is to provide counselling and training programs to the Ulam Jaya fish farming group and to utilize miana leaf extract as an alternative to natural antibiotics. The community service activity was carried out for three months (January to March 2022); from these activities, it can be concluded that the Tulungagung Ulam Jaya cultivation group carries out the management in the field of fish is increasing and appropriate, supported by the T-test data showing growth and weight. Fish treated with DAWAS experienced a significant increase compared to the negative control (without DAWAS treatment) with a significance of <0.05. This is the final value and indicator of the success of this community service activity in solving partner problems in the field of management and production.
Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19: Branding UMKM melalui Media Sosial di Desa Hargorejo Muhammad Eko Atmojo; Vindhi Putri Pratiwi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5676

Abstract

Desa Hargorejo merupakan desa yang mempunyai banyak potensi, dari mulai potensi, pertanian, pariwisata sampai dengan potensi UMKM, dimana produk unggulan Desa Hargorejo yaitu wingko, jamu dan tahu. Mengingat sejak adanya pandemic covid- 19 ini banyak sekali UMKM yang berhenti untuk sementara waktu. Sehingga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menumbuhkan etos kerja masyarakat di sektor UMKM maka perlu inovasi dalam penggunaan teknologi informasi. Berdasarkan permasalahan yang ada maka tujuan dari adanya pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan kembali daya saing UMKM di Desa Hargorejo melalui berbagai program diantaranya adalah sosialisasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya branding dan pemasaran menggunakan teknologi informasi, pelatihan pembuatan akun media sosial bagi pelaku UMKM, pelatihan pengemasan dan pemasaran produk melalui media sosial. Metode atau konsep kegiatan yang akan digunakan dalam penyelesaian masalah dengan beberapa langkah, yaitu: Pertama, melakukan survei mengenai sector UMKM yang membutuhkan pelatihan pemasaran melalui media sosial. Kedua, melakukan sosialisasi kepada pelaku sektor UMKM. Ketiga, melakukan pelatihan pembuatan akun media sosial, Keempat, pelatihan pemasaran produk ke media sosial. Adapun pelaksanaan pengabdian masyarakat di lakukan dalam kurun waktu 3 bulan dari mulai bulan Januari sampai dengan bulan Maret. Berdasarkan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pengabdian diikuti oleh pelaku UMKM secara antusias dan serius. Hal ini tentu dapat ditunjukkan dengan terbentuknya media sosial dan berjalannya promosi produk UMKM melalui media sosial yang dilakukan oleh para pelaku UMKM sendiri. Selain itu juga pelaku UMKM saat ini juga sudah mempunyai branding dan logo yang sangat menarik untuk membantu penjualan produk UMKM secara luas. Hargorejo Village is a village that has many potentials, ranging from potential agriculture and tourism to the potential of MSMEs, where the superior products of Hargorejo Village are wingko, herbs and tofu. Considering that since the Covid-19 pandemic, many MSMEs have stopped temporarily. So that to increase economic growth and foster the work ethic of the community in the MSME sector, it is necessary to innovate in the use of information technology. Based on the existing problems, this service aims to increase the competitiveness of MSMEs in Hargorejo Village through various programs, including socialization to MSME actors regarding the importance of branding and marketing using information technology, training on creating social media accounts for MSME actors, packaging and marketing training. Product marketing through social media. The method or concept of activities will be used in solving problems with several steps: First, conducting a survey on the MSME sector that requires marketing training through social media. Second, to socialize with the perpetrators of the MSME sector. Third, conducting training on creating social media accounts; Fourth, training on product marketing to social media. The implementation of community service is carried out within a period of 3 months, from January to March. Based on the community service that has been carried out, it can be concluded that the implementation of the service is followed by MSME actors enthusiastically and seriously. This can certainly be shown by the formation of social media and the ongoing promotion of MSME products through social media carried out by MSME actors. In addition, MSME actors now also have very attractive branding and logos to help sell MSME products widely. 

Page 3 of 4 | Total Record : 40