cover
Contact Name
Busro
Contact Email
busro@uinsgd.ac.id
Phone
+628986143832
Journal Mail Official
hanifiya@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Gedung Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalan Cimencrang, Cimenerang, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
ISSN : 20898835     EISSN : 27222772     DOI : 10.15575/hanifiya
Core Subject : Religion,
The journal aims to explore religious studies and cross-culture, especially in Indonesia. This journal can relate to Religion and Gender, Religion and Radicalism, Religion and Economic, Religion and Social Conflict, Religion and Tourism, Indigenous Religion, World Religion, etc, and using Religious Studies method.
Articles 221 Documents
Implementasi Metode Tafsir Tahlili terhadap Q.S Al-Mulk Ayat 1-5 tentang Keagungan Allah dalam Tafsir Al-Maraghi Syaripah, Ai; Permana, Asep Amar
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18322

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemunculan tafsir tahlili, dasar dan urgensinya, lagkah-langkah dalam penafsirannya, kelebihan dan kekurangannya, serta implementasinya pada surat al-Mulk ayat 1-5 tentang keagungan Allah swt dalam tafsir al-Maraghi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Adapun jenis penelitiannya adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tahlili. Hasil dari penelitian ini, ditemukan pokok bahasan bahwasannya tafsir tahlili tidak muncul secara tiba-tiba melainkan secara bertahap dan kemunculannya tafsir itu melalui empat periode. Mulai dari masa Nabi saw hingga pada masa peggabungan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tafsir. Metode tafsir tahlili memiliki dasar dan urgensi karena telah memberikan peran besar dalam menyumbang dan melestarikan khazanah intelektual Islam. Dalam penafsirannya, dengan menggunakan metode tafsir tahlili terdapat lagkah-langkah secara umum yang dilakukan para ahli tafsir yang dirangkum dalam tujuh point, diantaranya terdiri atas penjelasan ayat secara umum, penjelasan makna kata dan maksud syara’ yang terkandung dalam ayat yang bersangkutan, penjelasan berdasarkan asbabun nuzul, penjelasan munasabah ayat, penjelasan kata atau mufradat pada ayat berdasar sudut pandang bahasa Arabnya, penjelasan dari segi keindahan susunan kalimatnya, dan penjelasan ayat-ayat ahkam yakni dengan menjelaskan hukum fiqih. Penggunaan metode tafsir tahlili dalam menafsirkan al-qur’an, tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Salah satunya dengan ruang lingkup yang luas, maka akan memberikan kebebasan pada para mufassir dan menampung banyaknya gagasan dan ide baru yang dapat dikembangkan. Akan tetapi disamping itu juga akan memungkinkan menjadikannya petunjuk al-qur’an itu parsial, karena banyaknya perbedaan dalam penafsiran.
Interfaith Marriage in the Perspectives of Indonesian Tafsir Ulama: Reviewing the Tafsir of Hamka, Quraish Shihab, and Musdah Mulia Mutaqin, Ayi Zaenal; Yunus, Badruzzaman M.; Qomaruzzaman, Bambang
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18782

Abstract

The discourse on interfaith marriage is still a topic that is always discussed by Islamic thinkers today, along with the large number of Muslims in Indonesia who practice it. This paper will examine the tafsir of interfaith marriages from the perspective of Indonesian scholars of tafsir, namely Hamka, Quraish Shihab, and Musdah Mulia, including the socio-political driving factors of these scholars conclude the tafsir of interfaith marriages. This research is qualitative research using library data sources. The study results indicate differences in tafsir by these three commentators, where Hamka and Quraish Shihab generally conclude that interfaith marriages are prohibited. However, both of them also allow men to marry Ahli Kitab (Jews and Christians) on the grounds of an emergency or for the sake of Islamic da'wah. On the other hand, Musdah Mulia allowed interfaith marriages because there were no clear arguments for interfaith marriages. Musdah Mulia also reasoned that there is no concrete evidence that interfaith marriage is the cause of the breakdown of a family, where interfaith marriages also help keep family life in harmony. This difference in conclusions was driven by socio-political factors when the three ulama worked, especially in adjusting to the context of national political stability.
Tafsir Ijmali pada Q.S Al-Fatihah dalam Tafsir Al-Jalalain Ghoni, Abdul; Fauji, Hari
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18324

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana kemunculan tafsir ijmali, dasar dan urgensi, langkah-langkah, kelebihan dan kekurangannya, serta metode penerapannya pada surat al-fatihah dalam tafsir al-Jalalain. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yaitu dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data, dan menginterprestasikannya. Dan didukung dengan data-data primer dan sekunder melalui pendekatan tafsir ijmali. Hasil risetnya yaitu ditemukan pokok pembahasan bahwa pada zaman Nabi kondisi menafsirkan Alquran hanya sebatas penafsiran dari Nabi dan belum ada istilah tafsir ijmali saat itu, namun penafsiran beliau implementasinya seperti tafsir ijmali. Kemunculan istilah tafsir ijmali tidak secara langsung ada, tetapi bertahap yaitu lahir dan berkembangnya tafsir menjadi ilmu tersendiri yang terpisah dari hadis, seiring mengikuti kemajuan ilmu pada masa akhir bani umayyah dan awal bani abbasiyyah. Dasar dan urgensi tafsir ijmali memeberikan kontribusi yang mendasar bagi mufassir awal dalam mengkaji tafsir-tafsir Alquran. Dalam penafsirannya, tafsir ijmali memiliki langkah-langkah umum yang termuat dalam bahasa ringkasnya menjadi tiga poin, diantaranya tafsir ijmali diterapkan berdasarkan urutan-urutan teks Alquran mengikuti ayat-ayat yang sesuai dengan pengaturannya, terkadang mengedepankan asbab al-Nuzul, dan mufassir mengklasifikasi maknanya secara umum sehingga menampakkan maksud dan tujuan pada ayat-ayat Alquran. Kemudian tentunya tafsir ijmali bukan satu-satunya tafsir yang sempurna, pasti dalam implementasinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihannya mempermudah tahap awal bagi mufassir pemula, dengan tampak sederhana, mudah, praktis dan cepat, serta pesan-pesan Alquran mudah ditangkap, di sisi lain kekurang tafsir ijmali terdapat pada sifatnya yang simplisitis sehingga analisisnya terlalu dangkal dan tidak komprehensif. 
Hubungan Agama dan Magi dalam Fenomenologi Agama Azisi, Ali Mursyid; Mahfudz, Moch Qoyyum
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.20010

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang bagaimana agama dan magi dalam fenomenologi agama. Dalam praktiknya, keduanya merupakan hal yang berbeda satu sama lain, akan tetapi keduanya memiliki keterkaitan dengan adanya ketidakmampuan nalar manusia dalam menyelesaikan masalah dan mencari jalan praktis. Dengan menggunakan langkah library research dalam mengumpulkan, menganalisis, dan mengkritisi data-data, artikel ini menggunakan metode kualitatif. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan agama dan magi dalam fenomenologi agama dari berbagai perspektif tokoh. Dengan begitu, hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu rujukan akademisi dalam bidang terkait maupun masyarakat umum yang tertarik dengan kajian ini.
The Effectiveness of Story Method in Mutalaah Lessons for Character Education Fuad, Ahmad; Yunus, Badruzzaman M.; Musthafa, Izzuddin; Nursobah, Asep
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.18255

Abstract

Character education is essential, especially for the younger generation. Successful character education can be seen in students’ daily behavior, in how they apply vertical relation to God and horizontal regard to His creatures. To perform an effective character education, various methods and learning media can make students more excited at character values in the learning materials. The story method, mutalaah within the al-Qira’ah al-Rashidah Book 1 by Abdul Fatah Shabri Bik and Ali Amir Bik, includes some stories that contain noble morality. This study showed that character education through the story method has several stages, (1) the preparation of the syllabus and lesson plan, (2) the learning activity that covers opening, teaching-learning process, and closing. The process of planting moral values is carried out when a teacher explains the content and text of the lesson. Meanwhile, a formal evaluation is done in the semester test, besides daily assessment of student’s behavior in pesantren; (3) the story method through the learning mutalaah is considered effective in the development of morals because instinctively students like stories and are encouraged and motivated to practice the moral values in the mutalaah stories; (4) some factors supporting character education through the story method include the support of pesantren and principal, teacher’s linear educational background, and availability of decent infrastructure. On the contrary, the inhibiting factors include students’ diverse educational backgrounds, less motivation to study Arabic vocabulary, and lack of learning media that supports the delivery of learning materials.
Eksistensi Perempuan Sunda Berdasarkan Dimensi Sunan Ambu dalam Epos Lutung Kasarung Haq, Mochamad Ziaul; Aprianti, Penti; Djunatan, Stephanus
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.24087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi perempuan dalam epos Lutung Kasarung dalam perspektif perkembangan kebudayaan Van Peursen. Studi ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dan mengkaji teks-teks yang terkait dengan topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi perempuan dalam epos Lutung Kasarung memainkan peran yang penting dalam membentuk perkembangan kebudayaan (mitis, ontologis dan fungsional). Perempuan dianggap sebagai simbol kekuatan dan martabat, dan memiliki peran yang sama dengan laki-laki dalam membentuk masyarakat yang adil dan sejahtera. Studi ini memberikan kontribusi baru bagi pemahaman tentang peran perempuan dalam masyarakat dalam perspektif perkembangan kebudayaan Van Peursen.
Implementation of Religious Moderation Values in East Priangan Higher Education Nabhani, Irfan; Ainissyifa, Hilda; Nasrullah, Yufi Mohammad; Fatonah, Nurul
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.24700

Abstract

The notions of extremism and radicalism have penetrated the world of education; Public Higher Education is more vulnerable to radical movements due to the perspective that tends to see religious issues in black and white. Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam—PAI), taught to students as a primary subject, is an opportunity to shape students' attitudes toward religious moderation as the next generation. East Priangan has a historical burden (heritage) that Indonesia has ever faced; East Priangan is the basis of the Darul Islam Movement, which has the Indonesian Islamic Army (DI/TII) led by SM. Kartosuryo. The study aimed to describe and analyze the implementation of religious moderation values for higher education students in East Priangan, including the University of Garut, the Indonesian Institute of Education, and the Garut Institute of Technology. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results showed that the efforts of PAI lecturers in building students' attitudes of religious moderation through understanding the methodology of Islamic teaching, the substance of the PAI curriculum was directed at moderate character, the role models and attitudes of PAI lecturers, there were discussion rooms, Qur’anic learning programs, mentoring and coaching of student activity units, and evaluation. Building a philosophy of religious moderation is an effort for students to respect religious diversity and build student collective awareness at universities in East Priangan.
Komodifikasi Filantropi Keagamaan di Harian Umum Republika Tabroni, Roni; Muhtadi, Asep Saeful; Mukarom, Zaenal
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.25081

Abstract

Kajian ini mengangkat pemberitaan filantropi agama di HU. Republika pada pandemi Covid-19 tahun 2020-2021. Selama dua tahun Republika mengangkat kedermawanan masyarakat Indonesia untuk saling bantu di saat krisis. Berita tersebut dikemas dalam berbagai bentuk dan diletakkan di halaman-halaman yang cukup strategis. Tujuan kajian ini untuk mengungkap pemberitaan filantropi pada masa pandemi Covid-19 serta bagaimana Republika melakukan komodifikasi atas berita tersebut. Kajian ini menggunakan paradigma interpretif dan pendekatakn kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan yaitu berupa metode kritis, guna membongkar motif utama di balik pembuatan berita dalam sebuah media. Teori yang digunakan yaitu komodifikasi dan juga turunannya ekonomi politik media. Kajian ini menghasilkan temuan berupa proses komodifikasi yang dilakukan Republika  setidaknya pada tiga hal yaitu komodifikasi isi (konten filantropi agama) terhadap pemberitaan filantropi agama selama dua tahun, komodifikasi tenaga kerja (jurnalis) yang sudah dilatih sejak mulai bergabung hingga proses kerjanya, dan komodifikasi audiens (pembaca) yaitu mereka yang terdiri dari komunitas Islam kota sebagai sasarannya. Apa yang dilakukan Republika terhadap konten keagamaan membuktikan terjadinya pergeseran idiologi yang diyakininya selama ini.
Metafisika Keterbatasan dan Pluralisme Agama Menurut John Hick Purwadi, Yohanes Slamet
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.24854

Abstract

Artikel ini membahas konsep metafisika keterbatasan sebagai basis bagi pluralisme perspektif John Hick. Metode kualitatif jenis study literature digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh dari sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep metafisika keterbatasan memainkan peran penting dalam pemikiran John Hick tentang pluralisme agama. Menurut Hick, keberagaman agama dan keyakinan adalah suatu keniscayaan dalam kondisi keterbatasan manusia dalam mencapai kebenaran yang mutlak. Oleh karena itu, konsep keterbatasan ini menjadi dasar bagi pandangan pluralis Hick. Hick berpendapat bahwa setiap agama memiliki akses terbatas dalam memahami kebenaran mutlak, dan pandangan pluralis mengakui bahwa masing-masing agama memiliki kebenaran dan nilai yang berbeda-beda. Namun, pandangan ini juga menunjukkan bahwa kebenaran mutlak dapat dipahami secara lebih utuh melalui dialog dan pengalaman antaragama. Dalam konteks ini, Hick mengembangkan teori relativitas agama dan mengusulkan bahwa keberagaman agama tidak bertentangan dengan kebenaran mutlak. Sebaliknya, keberagaman agama dapat menjadi jalan menuju pengalaman kebenaran yang lebih dalam dan universal. Kesimpulannya, jurnal ini menyajikan pandangan Hick tentang pluralisme agama berdasarkan konsep metafisika keterbatasan. Studi literature yang dilakukan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa keberagaman agama dan keyakinan dapat dipahami dan dihargai secara lebih baik melalui dialog dan pengalaman antaragama, yang merupakan jalan menuju pemahaman yang lebih utuh tentang kebenaran mutlak.
Kajian Historis Tafsir Falsafi Syam, Ishmatul Karimah; Alfathah, Suryana; Zulaiha, Eni; Ahmad, Khader
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.18321

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah corak tafsir falsafi meliputi sejarah kemunculan tafsir falsafi, batasan tafsir falsafi, perdebatan ulama tentang tafsir falsafi, dan kitab-kitab tafsir yang bercorak falsafi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan melalui studi kepustakaan dengan pendekatan sejarah dan tafsir. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Tafsir Falsafi adalah salah satu corak penafsiran yang menggunakan teori-teori dan pendekatan filsafat. Sejarah kemunculan corak falsafi ini bermula pada dinasti Abbasiyah dimana pada kekhalifahan Al-Manshur, banyak sekali buku-buku filsafat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sehingga menyebabkan masuknya kajian-kajian filsafat ke dalam dunia Islam terkhusus pada khazanah penafsiran Al-Quran. Adapun batasan dalam tafsir falsafi meliputi pembahasan-pembahasan seputar filsafat seperti wujud tuhan, sifat-sifat Allah, dan juga terkait ayat-ayat mutasyabihat. Corak tafsir falsafi tentunya menuai pro dan kontra, di antaranya yang menolak adalah karena corak falsafi menggunakan akal dan teori-teori filsafat yang bertentangan dengan ajaran dan aqidah Islam. Adapun yang mendukung adalah karena mereka menganggap ada titik temu antara filsafat dengan agama dan juga tafsir. Kitab-kitab yang bercorak falsafi di antaranya adalah kitab Fushus Al-Hikam karya Al-Farabi, Rasail Ibnu Sina, Rasail Ikhwan As-Shafa, Mafatih Al-Ghaib karya Fakhrudin Ar Razi dan Tafsir Al Mizan karya Thabathaba’i. Penelitian sederhana ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi para pengkaji Al-Quran dan tafsirnya.

Page 6 of 23 | Total Record : 221


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 8 No. 2 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 8, No 1 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 8 No. 1 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 7, No 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 7 No. 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 7, No 1 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 7 No. 1 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 2 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 2 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 1 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 1 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 1 (2021) Vol. 3 No. 2 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 3, No 2 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 3, No 1 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 3 No. 1 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 2, No 2 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 2 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 1 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 2, No 1 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 1, No 1 (2018): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 1 No. 1 (2018): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama More Issue