cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Penanganan Epistaksis (Mimisan) pada Anak di Desa Bulu, Karanganyar Ardiani, Nurul Devi; Irdianty, Mellia Silvy
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1927

Abstract

Kejadian cidera dapat dicegah dengan pengawasan yang baik oleh orangtua utamanya pada anak. Orangtua harus mendapatkan pengetahuan yang baik dalam menangani atau memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejadian cidera diantaranya mimisan (epistaksis). Pertolongan pertama bertujuan untuk menolong penderita sebelum ditangani oleh tenaga yang lebih ahli dengan sarana yang lebih memadai. Edukasi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dalam memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami mimisan (epistaksis) sehingga dapat meminimalkan dampak lebih lanjut. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah Setelah diberikan edukasi tentang Penanganan Epistaksis (Mimisan) Pada Anak Di Desa Bulu dapat meningkatkan pengetahuan tentang penanganan pertama epistaksis pada anak di rumah. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada bulan Desember 2023 dengan pemberian edukasi kesehatan dan demontrasi di Desa Bulu Karanganyar. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh Ibu peserta posyandu Balita sejumlah 15 orang. Setelah diberikan intervensi maka dilakukan evaluasi dengan metode tanya jawab dan demonstrasi penanganan mimisan pada anak dirumah kepada peserta untuk mengetahui hasil dari kegiatan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan serta pemahaman tentang pertolongan pertama cedera pada anak di rumah dilihat dari hasil pre test sebelum tindakan dan post test saat evaluasi dilakukan meningkat dari 60 % ke 80%.
Terapi Komunikasi Assertive sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Agresif pada Remaja di SMA Negeri 2 Martapura Sitanggang, Yohana Agustina; Lani, Tiara; Raziansyah, Raziansyah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1928

Abstract

Perilaku agresif merupakan salah satu bentuk ekspresi emosi individu akibat adanya suatu ketidakberhasilan yang dialami. Perilaku ini dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan berupa merusak benda atau melakukan penyerangan kepada orang lain baik secara verbal ataupun non verbal yang dilakukan dengan unsur kesengajaan. Perilaku agresif salah satu masalah yang sering terjadi pada remaja, ketika remaja melakukan tindakan atau perilaku agresif, maka hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya masalah dalam menjalin hubungan interpersonal. Maka dari itu remaja harus memiliki kemampuan dalam berkomunikasi untuk menyampaikan keinginan atau pendapat kepada orang lain sehingga tidak terjadi perilaku agresif. Terapi kelompok assertive training adalah latihan yang dapat diberikan kepada remaja agar remaja mampu mengekpresikan atau mengungkapkan keinginannya secara tepat. Tujuan pemberian terapi komunikasi asertif kepada remaja di SMA Negeri 2 Martapura selain memberikan pengetahuan namun juga membantu remaja agar dapat mengungkapkan pendapat secara positif sehingga menciptkan hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya sehingga tidak terjadi perilaku agresif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan media video kepada 35 orang peserta,kegiatan dimulai dengan pemberian materi kemudian peserta secara berpasangan mempraktikkan cara melakukan komunikasi asertif dan tahap akhir peserta diberikan kuesioner dengan bentuk pertanyaan tertutup untuk menilai tingkat pengetahuan tentang komunikasi asertif. Hasil PKM menunjukkan sebagian besar pengetahuan dalam kategori baik. Pengetahuan siswa/siswi meningkat setelah diberikan edukasi.
Skrining dan Edukasi Penanganan Masalah Psikososial pada Penyintas Banjir di Kota Surakarta Soleman, Sitti Rahma; Zahra, Salsabilla Az; Sandra, Frinska Angelique
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1933

Abstract

Banjir menjadi salah satu bencana paling sering melanda kota-kota di Indonesia. Kota Surakarta, Jawa Tengah termasuk dalam kota yang terdampak banjir. Bencana banjir mengakibatkan banyak kerugian secara fisik maupun non fisik. Hal ini menimbulkan efek traumatis juga pada masyarakat yang menyaksikan tempat tinggal, sekolah, madrasah dan tempat umum lainnya terendam air serta melihat harta benda ikut hanyut terbawa arus dan meninggalkan kerusakan serta lumpur di tempat tinggalnya. Bahkan masalah kesehatan juga muncul seperti penyakit kulit, diare serta kecemasaan. Tindakan skrining dan edukasi masalah psikososial dapat digunakan sebagai upaya pencegahan secara dini masalah psikologis pasca banjir. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan skrining permasalahan psikologis atau kesehatan jiwa pada penyintas banjir di kota Surakarta. Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai apakah ada stress melalui kuesioner SRQ-20dan peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang telah disampaikan dengan cara tanya jawab terkait materi. Hasil kegiatan didapatkan partisipan sudah memahami materi tentang kecemasan serta penanganannya. Pemahaman partisipasan dinilai meningkat karena telah mampuan menjawab pertanyaan yang ditanyakan. Pada penilaian terapi relaksasi otot progresif partisipan telah dinilai mampu mempraktekkan kembali terapi dengan baik. Hal ini dipengaruhi oleh antusiasme partisipan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan serta mengikuti dengan penuh perhatian. Sehingga secara keseluruhan kegiatan ini dapat dikatakan berhasil.
Pengembangan Desa Wisata Kesehatan Berbasis Masjid sebagai Pusat Literasi Kesehatan Kusumawinakhyu, Titik; Darodjat, Darodjat; Damajanti, Neni; Farisi, Muhammad Faqih Al
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1941

Abstract

Desa merupakan komponen negara yang mempunyai potensi sangat tinggi, dengan sumber daya alam yang masih dapat digali potensinya sebagai desa wisata. Desa wisata sedang ramai di bentuk dengan sentuhan pemberdayagunaan perilaku hidup bersih dan sehat. Sehat dalam arti ini juga sehat jiwa dan raga. Tujuan dalam kegiatan ini adalah fokus pengembangan wisata berbasis masjid adalah Masjid Abu Bakar Sidik Dusun Kesemek Desa Pekuncen, di mana sudah terbentuk TPA, Majels Taklim Ibu-Ibu, dan adanya ruangan yang dipergunakan untuk unit kesehatan masjid berupa posyandu lansia dan posyandu remaja. Metode yang digunakan berupa sosialisasi ke Permerintah Desa Cibangkong beserta seluruh Ta’mir Masjid di Desa Cibangkong, Pelatihan Ketrampilan dan sekolah kader. Lama pengabdian yang dilaksanakan adalah 8 bulan. Hasil kegiatan yang dilakukan adalah terwujudnya pengembangan desa wisata kesehatan,berbasis masjid, melatih kader posyandu agar dapat mandiri melakukan kegiatan pendataan kesehatan terutaman Penyakit Tidak Menular (PTM), Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit tropis, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di rumah dan di jalan raya, pengembangan potensi alam berupa jalur susur alam jalan kaki dan sepeda, pemanfaatan tanaman herbal sebagai etalase tanaman obat keluarga (TOGA), pengembangan usaha masjid sesuai dengan kaidah Maqosyidah Syariah. Luaran berupa Unit Kesehatan Masjid (UKMD) berupa posyandu lansia dan remaja, telah mendapat ijin dari Pusat Kesehatan Masyarakat Pekuncen I, dan terbentuk struktur organisasi kader sebagai penggerak dan keberlangsungan UKMD. Melihat hasil yang ada maka dapat disimpulkan kegiatan berjalan dengan sesuai tujuan dan memberikan manfaat untuk masayarakat.
Implementasi Kombinasi Terapi Musik Mozart dan Terapi Guided Imagery untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Keluarga dengan ODGJ Sukmawaty, Martini Nur; Sitanggang, Yohana Agustina; Lani, Tiara; Raziansyah, Raziansyah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1951

Abstract

Gangguan Kesehatan jiwa merupakan penyakit dalam urutan jumlah terbanyak di Kabupaten Banjar, salah satunya di Kecamatan Astambul. Anggota keluarga yang mengurus ODGJ dapat mengalami tekanan psikologis sehingga menyebabkan kecemasan yang mempengaruhi keberlangsungan hidup semua anggota keluarga. Musik mozart telah terbukti mengurangi kecemasan dan mencegah depresi. Guided Imagery salah satu Teknik relaksasi untuk mengontrol, menurunkan ketegangan juga kecemasan. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini agar keluarga yang mengurus ODGJ setiap hari mampu menurunkan tingkat kecemasan secara mandiri. Mitra pada pengabdian masyarakat ini adalah keluarga dengan ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Astambul, 22 Desa yang berjumlah 92 orang. Dari 22 desa yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Astambul ada 3 Desa yang memiliki jumlah ODGJ terbanyak yaitu 11 orang sekaligus menjadi sasaran dalam pengabdian kepada Masyarakat. Keluarga langsung di berikan video rekaman kombinasi music Mozart dan narasi guided imagery melalui aplikasi whatsapp dan selanjutnya keluarga diminta untuk mengisi kuesioner kecemasan untuk mengetahui tingkat kecemasan keluarga setelah mendengarkan video kombinasi music Mozart dan guided imagery. Hasil kegiatan pada pengabdian Masyarakat setelah diberikan video kombinasi music Mozart dan guided imagery didapatkan tingkat kecemasan ringan sebanyak 71,4%. Pemberian kombinasi terapi music Mozart dan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan keluarga yang mengurus ODGJ.
Program Pendampingan Kelompok Disabilitas Rungu dalam Pertolongan Pertama pada Trauma di Kabupaten Kediri Rahmawati, Elfi Quyumi; Sunaryo, Nirmala Kusumaningrum; Atmojo, Didik Susetiyanto; Rahayu, Dwi; Rinawati, Fajar
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1953

Abstract

Pendarahan yang terjadi karena kasus trauma, menjadi sangat penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin. Untuk mewujudkan Program Aksi Keselamatan Jalan (Road Safety) perlu sinergi berbagai pihak dalam keselamatan lalu lintas di jalan. Pertolongan pertama pada kecelakaan berguna untuk masyarakat umum, karyawan, tenaga kerja, dan semua individu. Pertolongan pertama bertujuan menyelamatkan jiwa penderita, meringankan penderitaan dan mencegah agar korban tidak menjadi lebih parah serta mempertahankan jiwa penderita hingga pertolongan lebih lanjut diberikan. Mengingat pertolongan pertama pada trauma sangat penting dipahami dan dikuasai oleh orang awam, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang tepat salah satunya melalui metode pembelajaran langsung. Disabilitas merupakan bagian dari kelompok sosial di masyarakat dengan berbagai macam keterbatasan (intelektual, mental, dan/atau sensorik) dalam jangka waktu lama, sehingga mengalami hambatan dan kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan dan berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan lingkungan di sekitarnya. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan mendampingi kelompok disabilitas tuna rungu melakukan praktek penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma. Metode yang digunakan adalah dengam memberikan Pendidikan Kesehatan tentang penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma. Program pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di ruang Kilisuci Pemkab Kediri pada hari Minggu, 30 Juli 2023 pada 42 anggota gerkatin. Setelah diberikan edukasi tentang penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma, dilakukan evaluasi dengan memberi pertanyaan kepada peserta. Peningkatan pengetahuan diketahui ketika mampu menjawab pertanyaan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Mereka mampu menyebutkan dengan benar tentang perdarahan dan Langkah apa saja yang harus dilakukan ketika bertemu dengan penderita, serta bagaimana cara meminta bantuan. Selanjutnya, secara umum dapat mempraktekkan dengan temannya tahapan dalam melakukan pertolongan pertama pada trauma.
Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) dalam Edukasi Parenting Style pada Orang Tua Remaja Nursanti, Devy Putri; Kumalasari, Eri Puji; Fajriah, Asruria Sani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1959

Abstract

Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi remaja yang memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan, curah kasih sayang, arahan dan pengawasan kepada remaja agar tumbuh dengan baik. Program Bina Keluarga Remaja merupakan salah satu kegiatan yang strategis dalam mengupayakan adanya sumber daya manusia potensial melalui upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengasuh serta membina tumbuh kembang remaja. Dengan adanya BKR ini diharapkan mampu mengatasi kecenderungan perilaku seks bebas di kalangan remaja yang semakin meningkat. Metode pelaksanaan kegiatan dalam pencegahan perilaku menyimpang remaja melalui dibentuknya Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) dan pembinaan Kader BKR melalui penyuluhan dan diskusi tentang kesehatan reproduksi remaja, komunikasi antara orangtua-remaja serta tata Kelola BKR. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2023 dengan sasaran kader di Kelurahan Bandar Lor, Kediri, Jawa Timur. Berdasarakan intervensi yang diberikan terbentuknya Kader Bina Keluarga Remaja. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 orang. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dengan antusiasme para kader dalam kegiatan pembentukan Kader Bina Keluarga serta penyuluhan. Intervensi yang diberikan berupa terbentuknya Kader BKR, serta terjadinya peningkatan pengetahuan kader mengenai materi kesehatan reproduksi, komunikasi orang tua-remaja dan manajemen BKR. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat merupakan peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi remaja, orang tua dan kager BKR. Terbentuknya kelompok BKR di Kelurahan Bandar Lor diharapkan dapat melakukan perannya dalam membina remaja dengan baik melalui 3 tahapan peran yaitu penyuluhan, pembinaan, dan bimbingan kepada remaja yang kemudian dilanjutkan kepada remaja.
Edukasi dan Implementasi Aromaterapi Lemon (Cytrus) untuk Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Hartati, Yuni; Novitasari, Dwi; Suryani, Roro Lintang; Suryono, Agus
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1970

Abstract

Sectio caesarea (SC) dapat menimbulkan nyeri akut dan meningkatkan hormon stres. Respon ini dapat menyebabkan takikardia, hipertensi, perubahan respon imun, hiperglikemia, dan lipolisis, yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas post operasi. Nyeri dapat diatasi dengan menggunakan terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi nonfarmakologi menggunakan aromaterapi. Aromaterapi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yaitu lemon (cytrus). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi dan membantu mengurangi nyeri khususnya pada pasien post SC yang mengalami nyeri, dan menurunkan intensitas nyeri dengan menggunakan aromaterapi lemon (cytrus). Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara mengedukasi secara personal satu per satu peserta, melakukan tindakan aroma terapi, dan mengukur nyeri pada 2-3 jam atau pada 6 jam post SC. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum setelah pemberian aromaterapi lemon menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Aromaterapi lemon diberikan dalam waktu 15 menit. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan rata-rata nyeri sebelum dilakukan terapi 6,1 dan setelah dilakukan terapi menjadi 2,7 dan seluruh kegiatan berjalan baik.
Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Healthy Life Style Fajriah, Asruria Sani; Pian, Grezella Sonya Indriani; Lende, Virginia; Septianingrum, Winda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1976

Abstract

Saat ini di negara berkembang telah terjadi pergeseran penyebab kematian utama yaitu dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Kecenderungan transisi ini dipengaruhi oleh adanya perubahan gaya hidup, urbanisasi dan globalisasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya, keberadaan faktor risiko PTM pada seseorang tidak memberikan gejala sehingga mereka tidak merasa perlu mengatasi faktor risiko dan mengubah gaya hidupnya. Healthy Life Style merupakan perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatnya kesehatannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemandirian masyarakat untuk mencegah risiko penyakit tidak menular. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat selama 90 menit dengan materi upaya pencegahan penyakit tidak menular dan healthy life stye pada kehidupan sehari-hari. Selama diberikan penyuluhan ini, masyarakat tampak antusias menyimak materi dan secara aktif ikut dalam proses diskusi. Setelah dilaksanakannya kegiatan penyuluhan cara berperilaku dalam pencegahan penyakit tidak menular ini diharapkan masyarakat dapat memperluas lagi pengetahuan dalam menyikapi perilaku pencegahan penyakit tidak menular dengan memperbaiki gaya hidup.
Kemampuan dalam Kualitas Pelayanan Rawat Jalan di RSUD Moh. Anwar Kabupaten Sumenep Kusumawati, Prima Dewi; Maria, Iva Jaya; Sutrisno, Vivi Koernia Waty
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1980

Abstract

Penilaian pasien terhadap pelayanan petugas kesehatan bersumber dari pengalaman pasien. Aspek pengalaman pasien dapat diartikan sebagai suatu perlakuan atau tindakan dari perawatan yang sedang atau pernah dijalani, dirasakan dan ditanggung oleh seseorang yang menggunakan pelayanan kesehatan. Dalam penugasan residensi penulis telah menulis berbagai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari kemampuan dalam kualitas pelayanan rawat jalan di RSUD Moh. Anwar Kabupaten Sumenep. Yang mana dalam studi tersebut terdapat beberapa strategi dalam meningkatkan penanganan pelayanan kesehatan pada pasien. Berdasarkan kondisi diatas maka penulis ingin menerapkan kemampuan dalam kualitas pelayanan rawat jalan di RSUD Moh. Anwar Kabupaten Sumenep. Peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit memerlukan upaya yang terencana dan berkelanjutan. Langkah-langkah seperti penyusunan SOP, pembuatan angket evaluasi, serta pemantauan rutin terhadap kualitas pelayanan menjadi bagian integral dari upaya tersebut. Dengan adanya SOP yang jelas dan terstruktur, setiap kegiatan di Rumah Sakit dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Sementara itu, angket evaluasi menjadi sarana penting untuk mengumpulkan masukan dan tanggapan dari pasien, pengunjung, dan karyawan Rumah Sakit. Hasil angket tersebut menjadi pijakan untuk mengidentifikasi kelemahan dan perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Selain itu, pentingnya peran supervisor atau manajer dalam mengawasi dan mendorong pelaksanaan kegiatan rutin. Supervisi yang dilakukan secara teratur dapat membantu memantau kinerja karyawan, memberikan umpan balik, serta memberikan dukungan dan bimbingan bagi karyawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, penggantian atau perbaikan sarana dan prasarana yang kurang layak juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Page 48 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025