cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Implementasi Protokol Pengkajian dan Perawatan Kaki Diabetik Berbasis Video Pratama, Kharisma; Kardiatun, Tutur; Amrullah, Syahid; Pradika, Jaka; Paramitha, Nurul; Siswanto, Muhammad Ikhwan
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3711

Abstract

Ulkus merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus. Hilangnya sensasi pada kaki yang disebabkan oleh neuropati perifer merupakan salah satu gejala penyebab terjadinya ulkus. Ulkus yang tidak segera diatasi akan berkembang menjadi infeksi serius hingga amputasi. Sehingga hal ini membutuhkan kesadaran penderita diabetes melitus untuk selalu mengawasi adanya tanda-tanda yang menyebabkan terjadinya ulkus dan melakukan perawatan kaki untuk terhindar dari infeksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui keterampilan penderita diabetes mellitus dalam mengimplementasikan protokol pengkajian dan perawatan kaki diabetik berbasis video berbahasa awam. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Februari 2024 pada 30 penderita diabetes melitus di Teluk Keramat, Sambas, Kalimantan Barat. Metode kegiatan terdiri dari survei kelompok sasaran, persiapan sarana dan prasarana, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan mayoritas peserta berusia 56-65 tahun 15 (50%), jenis kelamin perempuan 19 (63%), lama menderita DM > 5 tahun 23 (76,67%) peserta, dan didapatkan bahwa nilai selisih rata-rata keterampilan peserta setelah sosialisasi adalah 21,13, nilai rata-rata N Gain Skor 57,37. Nilai rata-rata N Gain berada pada rentang 56-75, maka metode yang digunakan efektif untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan. Sosialisasi protokol pengkajian dan perawatan kaki diabetik berbasis video dengan bahasa awam mampu meningkatkan keterampilan penderita diabetes melitus untuk mengkaji dan merawat kaki dalam upaya mencegah terjadinya luka.
Continuity of Care pada Ibu Hamil dengan Pre-Eklampsia di Puskesmas Keling II Kabupaten Jepara Satimah, Satimah; Mulyani, Sri; Prihati, Yuni; Mujahidah, Sa’adah; Mayangsari, Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3718

Abstract

Menurut data dari World Health Organization (WHO) dalam Maternal and Reproductive Health sekitar 800 wanita meninggal setiap hari karena komplikasi kehamilan dan kelahiran. Penyebab utama kematian ibu (AKI) adalah perdarahan selama kehamilan atau persalinan, hipertensi atau preeklamsia, infeksi, dan penyebab tidak langsung, sebagian besar disebabkan oleh kontak langsung antara kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dengan kehamilan. Hipertensi, proteinuria, dan edema atau pembengkakan pada tubuh adalah tanda-tanda penyakit kehamilan yang rumit yang dikenal sebagai preeklamsia, yang dapat muncul selama kehamilan atau hingga 48 jam setelah melahirkan, dan sebagian besar muncul pada trimester ketiga kehamilan. Untuk mengurangi jumlah penderita preeklampsia, penting untuk memberikan edukasi, pendampingan dan monitoring tentang komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan pada rangkaian kegiatan COC(Continuity Of Care). Penyebab preeklampsia termasuk pola makan yang buruk, usia yang lebih muda/lebih tua, paritas, dan riwayat penyakit. Pada tahun 2023, terdapat 475 ibu hamil di Puskesmas Keling II, dan terdapat 92 residu dengan rincian: PEB 15, abortus 23, kelainan letak 3, serotinus 6, KPD 6, Retensio Plasenta 3, KPD 7, Hipertensi 1, Plasenta Previa 4, HIV 1, IUGR 3, Prematur 4, B20 1, IUFD 2, Gemeli 3, Diabetes Melitus 1, Gawat Janin 1, KPD 3, Post SC 5. Dalam upaya mencegah komplikasi dan mengenali kemandirian komunitas mitra (ibu dan kader terlatih), kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan preeklampsia melalui optimalisasi Continuity Of Care bagi ibu hamil dengan preeklampsia. Hal ini akan membantu mempromosikan pengelolaan preeklampsia kepada ibu hamil lainnya (dukungan sebaya).
Continuity of Care pada Ibu Hamil untuk Mencegah Perdarahan Post Partum di Puskesmas Kembang Kabupaten Jepara Hastuti, Widorini Dwi; Isnawati, Titik; Mujahidah, Sa'adah; Mayangsari, Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3720

Abstract

Perdarahan Post Partum adalah perdarahan yang terjadi pada masa nifas dengan jumlah perdarahan > dari 500 cc. Kejadian ini bisa terjadi karena ibu hamil yang mengalami anemia, yang dapat menyebabkan gangguan his baik primer maupun sekunder. Paritas atau jumlah yang dilahirkan baik itu lahir hidup maupun lahir mati. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai resiko lebih besar mengalami anemia kalau tidak memperhatikan nutrisi selama kehamilannya, karena selama hamil zat-zat gizi tentunya akan terbagi dengan ibu dan bayinya. Continuity of Care (CoC) dilakukan bagi ibu hamil untuk memutus kematian karena 3 terlambat (terlambat memutuskan pencarian layanan kesehatan, terlambat mencapai tempat layanan kesehatan, dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan). Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyrakat tentang pencegahan perdarahan post partum melalui optimalisasi Continuity Of Care pada ibu hamil dengan anemia Metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat CoC Pada Ibu Hamil Untuk Mencegah Perdarahan Post Partum” dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2023 sampai 3 Desember 2023 di Puskesmas Kembang Kabupaten Jepara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibagi dalam 4 sesi, yaitu sesi edukasi, sesi praktik, sesi pendampingan dan sesi monitoring serta evaluasi. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 20 orang ibu hamil dengan anemia. Kadar Hamoglobin (Hb) pada 20 orang peserta mengalami peningkatan menjadi normal dan sudah tidak mengalami anemia sehingga pada saat persalinan ibu juga tidak mengalami perdarahan post partum.
Edukasi Bahaya Paparan Pestisida Paraquat terhadap Kesehatan Wanita Tani Desa Bentakan, Baki, Sukoharjo Wimpy, Wimpy; Nirwana, Ardy Prian; Rhomadona, Rahma Dewi; Sariningtyas, Rahma Novita; Putri, Nonik Restu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.3722

Abstract

Paraquat (1,1-dimetil,4,4 bipirilidium) adalah pilihan utama para wanita tani di Desa Bentakan, Baki, Sukoharjo untuk mengatasi masalah gulma. Herbisida ini efektif dalam memberantas gulma tanpa merusak tanaman budidaya, memiliki aksi bunuh yang cepat, harga terjangkau dan banyak di pasaran. Kombinasi kelebihan ini membuat para wanita tani memilih paraquat sebagai andalan utama dalam meningkatkan hasil pertanian. Penggunaan paraquat yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis, ketidak sesuaian alat pelindung diri, dan rendahnya kesadaran kebersihan pribadi berisiko menimbulkan permasalahan kesehatan serius. Iritasi mata dan kulit, gangguan pernapasan, dan lemah otot adalah gejala awal keracunan paraquat. Risiko kesehatan lebih lanjut adalah adalah kerusakan organ paru – paru, hati, penyakit kardiovaskular dan kanker. Program ini penting dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para wanita tani tentang paraquat, sehingga risiko bahaya kesehatan berkurang. Sasaran kegiatan adalah 24 wanita tani Desa Bentakan, Baki, Sukoharjo. Kegiatan berlangsung 2 hari dengan pre test, pemaparan materi metode ceramah, dilanjutkan workshop pemeriksaan residu paraquat dalam urine, diskusi interaktif dan diakhiri post test. Tingkat kehadiran peserta mencapai 96 %. Hasil uji statistik paired samples T-Test menunjukkan nilai sig (2-tailed) 0,000 (<0,005) berarti ada perbedaan pengetahuan secara signifikan sebelum dan sesudah pemaparan materi dimana rerata nilai post test lebih tinggi dibanding pre test.
Edukasi dan Implementasi Mobilisasi Dini untuk Mencegah Post Operative Nausea and Vomiting pada Pasien Pasca General Anestesi Agatha, Vania; Novitasari, Dwi; Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3730

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) atau mual dan muntah pasca operasi adalah sebuah perasaan mual dan muntah yang dialami setelah operasi dalam waktu 24 jam. Mual muntah pasca operasi dapat menimbulkan nyeri, dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan aspirasi. Terapi non farmakologi seperti mobilisasi dini yang diberikan pada pasien post operasi dapat mempercepat ekskresi sisa agen anestesi yang disekresikan melalui keringat. Program PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah PONV pada pasien post operasi dengan general anestesi. Mitra PkM yaitu pasien RST Wijayakusuma Purwokerto sebanyak 30 peserta. Metode dalam PkM ini yaitu melakukan pengukuran pengetahuan dengan memberikan pre test dan post test kemudian melakukan observasi tingkat PONV sebelum dan sesudah dilakukan implementasi mobilisasi dini mengunakan instrumen Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching. Metode edukasi yaitu bimbingan dan penyuluhan, sedangkan media edukasi yang digunakan adalah leaflet. Hasil dari pengolahan data menggunakan distribusi frekuensi SPSS menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari tingkat pengetahuan sedang sebanyak 14 peserta (46,7%) sebelum edukasi meningkat menjadi kategori baik sebanyak 17 peserta (56,7%) dengan kenaikan pengetahuan sebesar 21,04. Penurunan tingkat mual muntah terjadi pada 13 peserta (43,3%) sebelum implementasi berada pada kategori mual muntah ringan dan membaik menjadi tidak mual sebanyak 18 peserta (60%).
Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Wulandari, Priharyanti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3731

Abstract

ASI merupakan suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan beragam garam anorganik yang dikeluarkan oleh kelenjar payudara ibu yang bermanfaat sebagai makanan pertama bayi. Masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui salah satunya adalah ASI yang tidak lancar atau keluarnya hanya sedikit yang disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI sehingga dibutuhkan upaya tindakan alternatif atau penatalaksanaan berupa pijat oksitosin, karena pijat oksitosin sangat efektif membantu merangsang pengeluaran ASI. Pijat oksitosin dapat menjadikan ibu merasa rileks dan menghilangkan stress, sehingga merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang dapat memperlancar pengeluaran produksi ASI. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi pijat oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang pijat oksitosin sesudah diberikan penyuluhan dan demonstrasi. Pemberian demonstrasi memberikan efek positif terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang pijat oksitosin. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan setelah diberi demonstrasi, dari hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat oksitosin, diharapkan ibu dapat menerapkan pijat oksitosin ini supaya dapat meningkatkan volume ASI sehingga dapat meningkatkan cakupan ASI.
Edukasi Pentingnya Peran Keluarga terhadap Pemberian Mp-ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Masa Golden Age pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Ningsih, Hasrun; Ismiati, Ismiati; Khairani, Fuji
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.3740

Abstract

Dalam praktiknya masih banyak masyarakat Indonesia yang memberikan MP-ASI kurang dari enam bulan. Hal inilah yang menyebabkan tingginya insiden infeksi seperti diare, infeksi saluran napas, alergi hingga gangguan pertumbuhan. Tingginya kejadian infeksi berdampak pada menurunnya kesehatan bayi balita sehingga kebutuhan gizi tidak optimal yang berujung pada kasus stunting. Salah satu penyebab tingginya kasus stunting di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan gizi anaknya. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif dengan memberikan edukasi pentingnya pemberian MPASI khususnya pada masa Golden Age usia 6-24 bulan agar masalah stunting tidak menjadi masalah yang selalu menghantui kesehatan anak di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi Peran Keluarga Terhadap Pemberian MP-ASI Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Masa Golden AGE Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pemberian penyuluhan seputar MPASI dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk mengetahui pemahaman pentingnya pemberian MP-ASI dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi untuk menvegah stunting. Peserta pengabdian masyarakat ini sebanyak 30 ibu yang memiliki anak usia 6 bulan-24 bulan dan datang ke posyandu Dusun Mengalung dengan hampir 90% ibu belum memahami pentingnya MP-ASI namun setelah diberikan edukasi pemahaman ibu dapat dilihat secara aktif Membahas dan memecahkan masalah ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.Pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian edukasi kepada ibu balita dilakukan dengan baik dan peserta aktif berdiskusi dalam kegiatan tersebut. Kedepannya diharapkan pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan mempraktikkan pembuatan MPASI
Edukasi Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah (Fe) sebagai Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Pondok Pesantren Qamarul Huda Badaruddin Bagu Pratiwi, Baiq Reni; Ningsih, Hasrun
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3741

Abstract

Remaja adalah masa dimana seseorang yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikisnya secara cepat. Remaja putri adalah kelompok yang rawan mengalami perubahan gaya hidup utamanya dalam kebiasaan makan. Hal ini sangat berikatan dengan penyakit yang sering di alami oleh kelompok remaja putri yaitu anemia. Tujuan dari kegiatan ini edukasi Kepatuhan minum tablet Tambah Darah Sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri pondok pesantren Qamarul Huda Badaruddin Bagu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah pondok pesantren Qamarul Huda Badaruddin Bagu dengan 80 remaja santri putri. Peserta dari kegiatan ini memiliki rentang umur 13 – 23 tahun. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pemberian penyuluhan kepatuhan minum tablet tambah darah (FE) dilanjutkan dengan sesi diskusi dan atanya jawab untuk mengetahui pemahaman pentingnya tablet Fe pada remaja. Dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian kecil remaja putri yang mengkonsumsi tablet Fe dan sebagian besarnya tidak mengkonsumsi tablet Fe. Selain itu, remaja kurang mengerti dengan aturan minum tablet Fe sehingga perlu adanya pemberian eddukasi tentang tablet Fe seacra berkelanjutan untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja.
Pemberian Olahan Nugget Ikan Kembung dan Daun Kelor dalam Upaya Peningkatan Nafsu Makan Balita Stunting Usia 3-5 Tahun di Puskesmas Klampok 1 Kabupaten Banjarnegara Futihah, Sally Nur; Adriyani, Fauziah Hanum Nur; Hikmanti, Arlyana
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.3745

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan dimana anak memiliki tubuh lebih kecil dari usia mereka yang terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang lama terjadi saat janin dalam kandungan namun, kondisi stunting nampak setelah usia 2 tahun. Banyak faktor penyebab tingginya angka stunting balita seperti asupan nutrisi kurang dan infeksi seperti diare dan ISPA yang menyebabkan penurunkan nafsu makan balita. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui dampak pemberian nugget ikan kembung dan daun kelor dengan peningkatan peningkatan nafsu makan balita stunting setelah intervensi selama 7 hari. Metode pengabdian ini antara lain intervensi penyuluhan pre dan post test serta observasi dengan food record. Populasi pada pengabdian ini balita stunting usia 3-5 tahun. Besar sampel dalam kegiatan sejumlah 7 responden dilakukan pada tanggal 23 - 29 Desember 2023. Hasil pengabdian ini didapatkan pengetahuan ibu sebelum intervensi didapatkan kurang (71.4%), cukup (29%), setelah intervensi seluruhnya baik (100%) dan penaikan frekuensi makan balita yang signifikan (57%), (29%) mengalami penurunan frekuensi makan dan (14,2%) balita menetap. Sehingga disimpulkan pemberian olahan nugget ikan kembung dan daun kelor dalam upaya peningkatan nafsu makan balita stunting usia 3-5 tahun di Puskesmas Klampok 1 dengan rata rata peningkatan nafsu makan perhari setelah pemberian PMT didapatkan 0,54 sendok makan perhari.
The Pendidikan Kesehatan Kader Lansia tentang Penanganan Nyeri Arthritis Menggunakan Stimulasi Kutaneus dan Pemanfaatan Toga Daun Salam Murniati, Anis; Rohmawati, Indah; Huda, Hizbullah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3782

Abstract

Arthritis merupakan peradangan sendi yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit misalnya osteoarthritis, gout arthritis maupun rheumatoid arthritis. Pada kebanyakan masyarakat belum mengetahuai apa itu nyeri artritis sehingga tidak dilakukan terapi yang tepat dan berdampak pada semakin parahnya peradangan dan nyeri yang timbul. Kader Lansia memiliki peran yang penting dalam pemberian konseling pada masyarakat saat pelaksanaan posyandu lansia sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang penanganan sederhana berbagai masalah kesehatan yang sering timbul pada masyarakat salah satunya nyeri arthritis. Studi ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan pada kader lansia di kabupaten Tulungagung mengenai penanganan nyeri arthritis menggunakan stimulasi kutaneus dan pemanfaatan toga daun salam. Metode pengabdian masyarakat dilakukan pada 40 kader lansia. Tahap persiapan dengan melakukan pertemuan dengan kader lansia, tahap ini bertujuan untuk menentukan skala prioritas masalah dan membuat perencanaan kegiatan yang akan diterapkan kemudian melakukan pre test kader untuk mengetahui pengetahuan penanganan arthritis, kemudian tahap pelaksanaan yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan penanganan arthritis dengan stimulus cutaneus, penanganan arthritis dengan pemanfaatan toga daun salam, selanjutnya evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara melakukan post test pengetahuan kader lansia tentang penanganan arthritis dengan stimulus cutaneus, penanganan arthritis dengan pemanfaatan toga daun salam dan pendidikan kesehatan pengolahan daun salam. Pemberian pendidikan kesehatan metode ceramah dengan media powerpoint dan video tutorial.

Page 68 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025