cover
Contact Name
Bakhoh Jatmiko
Contact Email
djatcair@gmail.com
Phone
+6285284849000
Journal Mail Official
journal@sttni.ac.id
Editorial Address
Jl. SANI, Bokoharjo, Kadisoka, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, 55571
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi
ISSN : 20888236     EISSN : 27220079     DOI : https://doi.org/10.46495/sdjt.v9i1.57
SANCTUM DOMINE : Jurnal Teologi is a theological journal focusing on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to theological issues. The main objective of SANCTUM DOMINE : Jurnal Teologi is to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share the contemporary thoughts in theology discourses especially on Wesleyan-Arminian Theology, Biblical studies on Old Testament and New Testament, Apologetics, Christian Education, Christian Counseling, Contemporary Theology, Church History. of biblical studies in Old and New Testament, Apologetics, Christian Education, Christian Counseling, and Contemporary Theology.
Articles 163 Documents
Menggali Pesan Teologis Mazmur 78:3-4 dalam Himne sebagai Sarana Pengajaran Iman Kristen Juita Lusiana Sinambela; Janes Sinaga; Gerbin Tamba; Donald Loffie Muntu
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran himne sebagai media pendidikan agama Kristen dengan menyoroti pesan-pesan teologis yang terkandung dalam Mazmur 78:3-4 dan relevansinya dalam proses pembelajaran iman. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah masih kurangnya perhatian terhadap integrasi antara warisan nilai-nilai rohani Alkitabiah dan media pembelajaran yang kontekstual seperti himne dalam pendidikan agama Kristen, khususnya dalam proses pewarisan iman lintas generasi. Mazmur 78:3-4 menegaskan pentingnya pengajaran nilai rohani melalui penceritaan dan pujian kepada Tuhan, yang pada praktiknya dapat diwujudkan dalam bentuk nyanyian himne. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan kontekstual. Data diperoleh melalui kajian literatur Alkitab, himne Kristen, dan referensi teologi yang mendukung. Analisis difokuskan pada keterkaitan antara pesan teologis Mazmur 78:3-4 dengan fungsi edukatif himne sebagai sarana penanaman nilai iman. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penyajian himne sebagai media aktualisasi pesan Mazmur, yang tidak hanya memperkaya wawasan teologis tetapi juga memperkuat metode pembelajaran iman secara praktis dalam gereja, sekolah, dan keluarga.
Persepsi Guru Sains terhadap Buku Teks dalam Pendidikan Kristen: Studi Fenomenologi di Sekolah Menengah Pertama Lentera Harapan Curug, Tangerang Juniriang Zendrato; Kurniawati Martha; Cathryne Berliana Nainggolan
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.293

Abstract

Kebergantungan guru pada buku teks tanpa memahami filosofi penulisnya melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan persepsi guru Sains SMP SLH Curug, Tangerang, dalam menggunakan buku teks Sains untuk mencapai visi misi sekolah. Secara spesifik penelitian ini menggali persepsi,  dasar pemikiran, strategi,  tantangan, dan refleksi guru  dalam menggunakan buku teks untuk dalam mencapai visi misi sekolah. Metode fenomenologi kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap empat guru Sains diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan ada lima tema yang dibahas yaitu kriteria standar pemerintah Indonesia, Tema Kontekstual Wawasan Kristen Alkitabiah (TKWKA), pemahaman sepanjang hayat, penjelasan dengan contoh, dan refleksi. Hasil analisis menunjukkan persepsi guru Sains terhadap buku teks yaitu sebagai alat bantu pembelajaran yang penggunaannya perlu diselaraskan dengan visi misi sekolah, ada lima dasar pemikiran guru saat menggunakan buku teks tersebut, ada empat tantangan di dalam pengintegrasian buku teks dengan Wawasan Kristen Alkitabiah, refleksi guru berupa kesadaran, tanggung jawab, dan kreativitas pedagogis guru saat menggunakan buku teks tersebut. Disimpulkan bahwa para guru Sains di SMP SLH Curug menerapkan filosofi pendidikan Kristen dalam penggunaan buku teks Sains. Disarankan adanya Professional Learning Community (PLC) untuk membantu para guru menggunakan buku teks berdasarkan Wawasan Kristen Alkitabiah dan penelitian lanjutan mengenai penyusunan model integrasi buku teks dalam pendidikan Kristen.
Desiderium Naturale Videndi Deum di Era Digital: Studi Fenomenologi Peran AI dalam Membentuk Perspektif Teologis Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Yerielo Iriola Purba
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.303

Abstract

Desiderium naturale videndi deum adalah sebuah konsep yang muncul dari hasil pemaknaan Aquinas tentang kebahagiaan. Aquinas ingin berbicara mengenai keinginan alamiah manusia akan Tuhan. Di era digital ini segala aspek yang bersentuhan dengan manusia dan kebutuhannya berusaha diintegrasikan dengan teknologi termasuk aspek spiritualitas manusia. Salah satu teknologi yang cukup populer dimasa ini adalah AI. Bagi sekolah teologi, penggunaan AI menjadi sangat penting untuk dibahas dengan melihatnya dari sudut pandang teologi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan AI berperan dalam membentuk cara mahasiswa melihat Tuhan berdasarkan perspektif desiderium naturale videndi deum dengan fokus pada era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berfokus pada informasi berdasarkan pengalaman individu. Dari hasil wawancara kepada mahasiswa disekolah teologi dan analisis data maka ditemukan bahwa AI berperan secara implisit dan gradual dalam membentuk cara mahasiswa melihat Tuhan. Dampak AI yang terdiri dari kemalasan, rendahnya kesadaran dalam mengambil keputusan, dan ketidakmampuan berpikir kritis terbukti menjadi representasi dari kondisi spiritual seseorang. Hakikat untuk melihat Tuhan sebagai realitas dalam memenuhi hasrat natural diri kepada kebaikan tertinggi yang ilahi sebagai sumber kebahagiaan, kreativitas dan inspirasi pada mahasiswa mulai tersurut. Yang kemudian digantikan oleh sesuatu yang fisik, bisa dirasa oleh pancaindra, yang dapat memberikan jawaban dari kebutuhan, dan memberikan kemudahan tanpa mengeluarkan usaha yang sepadan.
Implikasi Teologis Pandangan Dunia Kristen Barat pada Gereja Timur Tengah melalui Penerjemahan Alkitab Smith-Van Dyck 1865 Yuangga Kurnia Yahya
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih jauh untuk menemukan implikasi teologis yang hadir dalam penerjemahan Alkitab berbahasa Arab Smith-Van Dyck 1865 untuk melihat ideologi dominan dalam pada aspek teologis Gereja Timur Tengah pasca penerjemahan Alkitab tersebut. Untuk itu, penulis menggunakan analisis praktik diskursif dan analisis praktik sosial dalam kerangka critical discourse analysis (CDA) Norman Fairclough dalam rangka menemukan relasi kuasa yang terjadi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Dari penelitian di atas dapat terlihat bahwa penerjemahan Alkitab ini pada diawali dengan motivasi teologis. Namun dalam praktik diskursif yang ditemukan, ideologi Kristen Barat, khususnya dari gereja Protestan melalui lembaga misi mendistribusikan secara masif Alkitab ini dan secara tidak langsung mengonstruksi teologi dominan di kawasan ini. Berdasarkan hasil analisis praktik diskursif dan analisis praktik sosial, dapat disimpulkan bahwa terdapat hegemoni teologis dalam konteks situasional, insitusional, dan sosial.
Inkulturasi Budaya, Hukum dan Teologi Kristen sebagai Fondasi Konservasi Laut untuk Keberlanjutan Ekosistem dan Keadilan Ekologis Amirrudin Zalukhu
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.305

Abstract

Pendekatan konservasi yang hanya mengandalkan regulasi formal sering kali gagal menyentuh dimensi budaya dan emosional masyarakat pesisir yang hidup bergantung pada laut. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual yang menghormati laut sebagai ciptaan yang sakral, upaya pelestarian dapat menjadi lebih berkelanjutan karena melibatkan partisipasi aktif dan kesadaran moral komunitas setempat. Penelitian ini mengkaji inkulturasi budaya, hukum, dan teologi Kristen dalam upaya konservasi laut untuk mewujudkan pemulihan ekosistem yang berkeadilan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur dan analisis kasus terhadap praktik konservasi berbasis komunitas, seperti Sasi Laut di Maluku, Panglima Laot di Aceh, dan Awig-Awig di Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara hukum adat dan hukum negara dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya laut. Selain itu, teologi Kristen tentang pemeliharaan ciptaan menegaskan tanggung jawab moral gereja dan umat Kristen dalam menjaga keseimbangan ekologis. Oleh karena itu, model konservasi berbasis harmoni budaya, regulasi hukum, dan spiritualitas Kristen dapat menjadi pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan gereja menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan ekologis bagi generasi mendatang.
God’s Sovereignty and Human Freedom in the Old Testament: A Historical and Theological Analysis of Divine Will and Human Agency Frazier Nari
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.306

Abstract

This study employs a qualitative and analytical approach using historical-critical and biblical-theological methods to examine the relationship between God's sovereignty and human freedom in the Old Testament. This topic is significant in theology because it helps clarify human moral responsibility within God's divine plan. The historical-critical approach investigates the historical background, redaction processes, and socio-political influences that shaped these concepts, while the biblical-theological method focuses on key texts to uncover their theological significance. The findings reveal that God's sovereignty does not override human freedom but instead defines its boundaries within the framework of divine law and covenant. Old Testament narratives illustrate a dynamic interaction between human free will and God’s sovereign will in Israel’s history of salvation. This research contributes to Old Testament theology by offering new insights into the balance between divine authority and human agency. Additionally, it provides a relevant perspective for contemporary theological discussions, particularly in understanding human freedom within the Christian faith.
Pengaruh Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Moralman Gulo; Benteng Martua Mahuraja Purba; Haposan Simanjuntak; Ronald Sianipar
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.310

Abstract

Penelitian ini diawali dari temuan tentang rendahnya konsentrasi belajar siswa dalam pembelajaran PAK, yang termanifestasi melalui sikap bosan, mengantuk, kurang tanggap dan cenderung pasif terhadap kegiatan pembelajaran. Keadaan  ini tentu mengindikasikan bahwa tingkat konsentrasi belajar siswa selama proses pembelajaran masih tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh multimedia interaktif terhadap konsentrasi belajar siswa. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif survei deskriptif. Untuk menemukan jawaban dari penelitian ini penulis melakukan analisa data dengan bantuan aplikasi SPSS26. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa multimedia interaktif berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa. diketahui dari hasil analisis product moment sebesar  0,770, Ini menunjukkan tingkat hubungan yang cukup tinggi, namun untuk melihat apakah angka ini benar-benar bermakna, peneliti membandingkannya dengan angka r tabel tingkat signifikansi 5% N=40 sebesar  0.3120. Karena angka 0,770 lebih besar daripada 0,3120, maka hasilnya dianggap signifikan. Jadi r hitung  lebih besar dari r tabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis nol (HO) tidak ada pengaruh ditolak dan (H1) terdapat pengaruh diterima. Besar pengaruh yang didapatkan adalah 59,3% Sedangkan  40,7 %  faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
Inversi Moral dan Relativisme Etika Sosial di Era Pos Modern: Sebuah Kajian terhadap Yesaya 5:20 Junette Hendrika Martha Manusiwa; Farel Yosua Sualang
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.311

Abstract

Fenomena pembalikan moral dan relativisme berkembang pesat dan menciptakan ambiguitas, di mana batas-batas antara benar dan salah menjadi kabur. Beberapa penelitian telah berfokus pada arti kata celaka, struktur teks, dan tanggapan terhadap situasi politik, tetapi belum secara khusus mengeksplorasi dampak teologis dan sosial dari pembalikan moral dan relativisme. Fenomena ini telah tercermin dalam teks Yesaya 5:20 dan telah mengambil bentuk baru dalam budaya modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna pembalikan moral dalam teks Yesaya 5:20 dan hubungannya dengan relativisme moral, yang memiliki implikasi serius bagi etika sosial dan budaya, dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik profetik dari penafsiran teks, analisis sejarah, dan analisis sastra.  Temuan ini mengungkapkan bahwa pembalikan moral menciptakan dilema etika, konflik internal, dan relativisme moral semakin mendominasi, sehingga mengaburkan batas antara benar dan salah. Dengan demikian, pendidikan etika yang kuat diperlukan untuk memperkuat landasan moral dalam perilaku sosial, hukum, dan interaksi antar individu. Artikel ini diharapkan dapat memberikan solusi holistik untuk mengatasi kebingungan moral, menjunjung tinggi nilai kebenaran, dan membangun komitmen umat beriman yang memiliki filter moral, di tengah dilema relativisme moral di era posmodern.
Menantang Menantang Tafsir Tradisional: Lima Gadis Bodoh sebagai Pihak yang Tertindas dalam Matius 25:1-13 Gebrile Mikael Mareska Udu; Bernadus Dirgaprimawan
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.314

Abstract

Penafsiran terhadap Matius 25:1-13 selama ini cenderung bersifat negatif terhadap karakter kelima gadis yang bodoh. Hal ini mungkin merupakan dampak dari pendekatan alegoris yang dominan, yang sering menempatkan kelima gadis tersebut sebagai pihak yang tidak siap sedia dalam menyambut. Namun, dalam studi ini, penulis menawarkan pembacaan ulang dengan menggunakan metode historis-kritis untuk mengungkap situasi yang sebaliknya. Penelitian ini bertujuan menunjukkan bahwa kelima gadis yang bodoh sebenarnya adalah korban dari perlakuan kelima gadis yang disebut "bijaksana," yang pada hakikatnya tidak menunjukkan kebijaksanaan. Melalui analisis konteks historis dan sosio-budaya yang melatarbelakangi teks, studi ini berupaya menantang penafsiran tradisional yang telah mapan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dinamika kekuasaan dan ketidakadilan sosial turut membentuk narasi ini, sehingga kelima gadis yang bodoh lebih tepat dipahami sebagai pihak yang tertindas. Penelitian ini tidak hanya memberikan perspektif baru tetapi juga mengajak pembaca untuk mempertimbangkan kembali makna teks secara lebih holistik.
Dialektika Reflektif Pemaknaan Penderitaan Perspektif Logoterapi Viktor Emil Frankl dan Teologi Kitab Ayub : Analisis Komparatif dan Sintesis Yosep Belay
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 15 No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v15i1.317

Abstract

Artikel ini mengkaji pemaknaan penderitaan perspektif Viktor Frankl dan kisah Ayub. Tujuannya memperluas cara pandang akan makna serta respons terhadap penderitaan melalui dua perspektif—teologis dan psikoterapis. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan komparatif untuk mengkaji serta mengkomparasikan data. Data penelitian menggunakan sumber primer dan sekunder, baik karya Frankl maupun sumber lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan antara pandangan Viktor Frankl dan teologi Ayub dalam memaknai serta meresponi penderitaan. Frankl bertolak dari cara pandang  eksistensialisme dengan memandang penderitaan sebagai “demikianlah hidup” serta menekankan respons logotherapy (the will to meaning) untuk secara positif mendorong konseli dalam menghadapi penderitaannya. Orientasi Frankl berfokus pada kekuatan jiwa atau “spiritualitas” makna (psikologi/psikoterapi). Sementara Ayub memaknai penderitaan sebagai bagian dari kehidupan yang merupakan pemberian Allah meskipun buruk (Ayb. 2:10). Ayub meresponi penderitaan dengan prinsip faith-therapy (the will to faith) yang berorientasi pada refleksi iman kepada kehendak dan rencana Allah (teologis). Meski berbeda, kedua perspektif ini bersifat komplementer dan dapat diterapkan sebagai refleksi pastoral bercirikan teologi-psikoterapis dalam usaha memaknai dan meresponi penderitaan.