cover
Contact Name
Bakhoh Jatmiko
Contact Email
djatcair@gmail.com
Phone
+6285284849000
Journal Mail Official
journal@sttni.ac.id
Editorial Address
Jl. SANI, Bokoharjo, Kadisoka, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, 55571
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi
ISSN : 20888236     EISSN : 27220079     DOI : https://doi.org/10.46495/sdjt.v9i1.57
SANCTUM DOMINE : Jurnal Teologi is a theological journal focusing on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to theological issues. The main objective of SANCTUM DOMINE : Jurnal Teologi is to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share the contemporary thoughts in theology discourses especially on Wesleyan-Arminian Theology, Biblical studies on Old Testament and New Testament, Apologetics, Christian Education, Christian Counseling, Contemporary Theology, Church History. of biblical studies in Old and New Testament, Apologetics, Christian Education, Christian Counseling, and Contemporary Theology.
Articles 163 Documents
Gereja Mengingat Kembali: Melanjutkan Narasi Dukacita Traumatis Warga Jemaat Yang Belum Selesai Pasca Kematian Anggota Keluarga Akibat Terpapar Virus Covid-19 Hosyea Gracecio Peranginangin
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.246

Abstract

Kematian orang yang dicintai karena terpapar virus Covid-19 menjadi pengalaman dukacita yang mengejutkan, penuh keterbatasan, isolasi, dan ragam hal baru yang jarang ditemukan ketika berdukacita. Gereja telah melakukan pelayanan pastoral kedukaan di tengah keterbatasan dan rasa takut, namun kedukaan keluarga yang ditinggalkan masih memiliki banyak pergumulan yang belum terselesaikan, hingga menimbulkan pengalaman dukacita traumatis. Usaha gereja dalam memberikan pelayanan pastoral kedukaan di tengah rasa takut dan keterbatasan bagi pengalaman dukacita warga gereja yang kehilangan anggota keluarga akibat terpapar virus Covid-19 bukanlah titik akhir dari gereja sebagai ruang kedukaan, sehingga tulisan ini berusaha mengusulkan pelayanan pastoral kedukaan pasca pandemi yang membantu anggota jemaatnya untuk secara penuh serta utuh menghadapi kedukaan yang berkelindan dengan pengalaman traumatis. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif berbasis studi literatur dalam memperoleh data-data penelitian. Artikel ini bertujuan menggunakan teori Alan D. Wolfelt tentang Reframing PTSD as Traumatic Grief yang signifikan untuk mengembangkan model pastoral kedukaan bagi warga jemaat yang mengalami dukacita karena kematian anggota keluarga akibat virus Covid-19, namun belum beroleh kesempatan menghadapinya secara menyeluruh. Dukacita ini peneliti sebut sebagai dukacita yang belum selesai (unfinished grief) yang menimbulkan trauma bagi keluarga yang berduka. Sasaran hasil pembahasan artikel ini merupakan pengembangan pelayanan pastoral gereja yang mampu menyediakan ruang bagi ragam narasi dukacita traumatis anggota jemaat pasca pandemi Covid-19 untuk dapat dieksplorasi, dipersaksikan, dan dirangkul dalam hangatnya komunitas gereja.  
Membangun Eklesiologi Hospitalitas Terhadap Relasi Interreligius Islam-Kristen di Sedayu Grobogan Dalam Perspektif Christine Pohl Imanuel Teguh Harisantoso; Paula Priska Ratna Asti
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai keramahan dalam konteks interreligius Islam dan Kristen di Sedayu Grobogan serta dampaknya terhadap hubungan antaragama. Dalam masyarakat pedesaan Jawa, keramahan direpresentasikan melalui mesem atau tersenyum dan aruh yaitu salam atau sapaan, yang mencerminkan sikap menghormati dan unggah-ungguh. Teori hospitality yang dikemukakan oleh Christine D. Pohl menjadi landasan teoritis dalam penelitian ini, yang menekankan keramahan Kristen sebagai upaya perbaikan sosial dengan melawan stratifikasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode autoetnografi observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospitalitas  budaya Jawa yaitu mesem dan aruh berkontribusi signifikan dalam menciptakan hubungan harmonis antar agama, yang tercermin dalam partisipasi aktif umat Islam dalam perayaan Natal, serta penerimaan dan penghargaan dari umat Kristen. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya keramahan dan keterbukaan dalam memelihara kerukunan dan menciptakan lingkungan sosial yang damai dan harmonis.
Upaya Rekonstruksi Solidaritas di Era Digital Berdasarkan Yohanes 13:34 Yance Benu; Rida Sinaga
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.262

Abstract

Solidaritas menjadi sikap yang sampai saat ini mengalami kemerosotan dalam kehidupan manusia. Era digital memberikan dampak signifikan bagi seluruh aspek kehidupan orang percaya terutama sikap solidaritas. Menghadapi kemerosotan di era digital, orang percaya memiliki peran penting dalam mengupayakan solidaritas dapat direkonstruksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksposisi untuk mengekspos teks Alkitab dalam Injil Yohanes 13:34. Hasil penelitian ini bertujuan agar setiap orang percaya dapat menciptakan kehidupan bersolidaritas yang berkualitas berdasarkan kasih Kristus Yesus di era digital berdasarkan Injil Yohanes 13:34. Diperoleh kesimpulan bahwa upaya rekonstruksi solidaritas di era digital berdasarkan Injil Yohanes 13:34 antara lain: memanfaatkan media digital untuk membangun kasih, meningkatkan empati melalui teknologi, membangun komunitas digital yang inklusif, menghindari konten negatif dan membangun narasi positif, memberikan akses dan menolong sesama yang tertinggal secara digital, bertanggung jawab atas tindakan digital, menghargai privasi dan dignitas orang lain dan menggunakan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.  
Suara Kenabian dan Personalitas Hamba Tuhan terhadap Generasi Milenial di Era Digital Mariani Harmadi; Verry Willyam
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.266

Abstract

Deklinasi fungsi gereja terlihat jelas dengan meredupnya suara kenabian di tengah degradasi moral yang melanda dunia. Gereja, sebagai garam dan terang dunia menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensinya sebagai penuntun moral dan spiritualitas orang percaya. Pemimpin gereja, yang seharusnya berperan menjangkau yang terhilang, sering kali gagal dalam berkomitmen dan rela berkorban menjawab tantangan global. Perkembangan globalisasi membawa relativisme kebenaran, sekularisasi, dan konsumerisme yang dapat mengikis iman, terutama di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan pada riset ini yaitu deskriptif terhadap literatur yang diteliti, dikutip dan disintesiskan dari pelbagai hasil kajian kepustakaan teologi biblika, hermeneutika, dan bidang sosial untuk menghasilkan suatu perenungan kembali tentang misi mulia dan agung atas penempatan Allah dan panggilan serta karunia hamba Tuhan melalui suara kenabian. Artikel ini bertujuan menjawab krisis pada personalitas hamba Tuhan sebagai pemimpin dalam memuridkan generasi remaja di era digital sebagai pemimpin masa depan, di tengah tantangan menurunnya kebutuhan akan inisiatif dari orang-orang pilihan Allah yang berkarunia kenabian yang lantang menyuarakan kebenaran di dalam gereja yang bertujuan untuk menanamkan benih iman, kritik etis dalam menghadapi degradasi moral, dan menuntun generasi pada transformasi spiritual yang utuh. Melalui suara kenabian yang kuat, gereja dapat kembali memainkan perannya sebagai agen perubahan yang berdampak di era digital ini.
Comparison of Perspectives from Psychological, Christian, and Biblical Counseling: A Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis Sanghee Kim; Paulus Dimas Prabowo; Hengki Wijaya
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.268

Abstract

With rapid changes in society, the psychological problems experienced by modern society are becoming more and more serious, both quantitatively and qualitatively. This is also experienced by Christians. Counseling is needed as one way to deal with this psychological problem. There are at least three types of counseling approaches that Christians can choose, namely psychological counseling, christian counseling and biblical counseling. The main purpose of this study is to use the Systematic Literature Review and Bibliometric analysis to examine: 1) what uniqueness each counseling method has; 2) how it has developed; 3) whether there are blind spots that experts in each field cannot see through comparison. According to the research findings, each counseling technique has been developed through a similar process despite different perspectives. Although biblical counseling was designed later than other counseling techniques, all three techniques have passed the theoretical development stage and are currently undergoing clinical trials. It is hoped that an objective comparison of their effectiveness can be obtained.
Di Bawah Bayang-bayang TPL: Ekologi Pembebasan Untuk Memulihkan Kawasan Danau Toba: Teologi Pembebasan untuk Memulihkan Ekologi Danau Toba Fredi Ardo Purba; Elsami Castigliani Huka
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.273

Abstract

Kawasan Danau Toba akhir-akhir ini mengalami krisis ekologi yang signifikan. krisis tersebut disebabkan oleh aktivitas PT. Toba Pulp Lestari (TPL), yang mengakibatkan terjadinya deforestasi, pencemaran air, dan perusakan lahan, bahkan bencana alam seperti tanah longsor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekologi pembebasan melihat aktivitas yang dilakukan TPL sebagai dosa sosial, di mana ketamakan dan eksploitasi yang dilakukan oleh segelintir orang merugikan banyak pihak, termasuk alam dan masyarakat adat yang telah lama hidup berdampingan secara harmonis dengan lingkungannya. Ekologi pembebasan menuntut solidaritas dengan mereka yang menderita akibat ketidakadilan ekologis, yaitu alam dan masyarakat di kawasan Danau Toba. Kajian ekologi pembebasan menjadi dasar dibangunnya sebuah kesadaran baru tentang ekonomi yang peduli terhadap keberlangsungan alam, guna memulihkan kawasan Danau Toba.
Teori Vygotsky: Penerapan Teori Belajar Sosial Kultural Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Iman Siswa Arozatulo Telaumbanua
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.274

Abstract

Paper ini menyoroti perkembangan kognitif anak terhadap Alkitab. Hal ini menjadi perhatian peneliti karena melihat perkembangan kognitif anak dilingkungan masyarakat Kristen, mayoritas tidak memiliki pengetahuan Alkitab (tidak ada ayat Alkitab yang dihafal dan tidak dapat berdoa dengan baik). Pandangan Vygotsky terhadap perkembangan kognitif anak dipengaruhi oleh sosial kulturalnya yang dapat diuraikan seperti, keluarga, sekolah, gereja dan masyarakat. Paper ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teori sosial kultural Vygotsky ini, dapat diterapkan melalui pendidikan agama Kristen dalam mengembangkan kognitif Alkitab anak. Paper ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan menggunakan sumber-sumber berupa buku-buku, jurnal dan sumber lain yang relevan. Selain itu, dalam melakukan penyajian data, maka langkah analisis yang dilakukan peneliti yakni reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis dan penyajian data mengungkapkan bahwa penerapan teori sosial kultural Vygotsky dapat mengembangkan kognitif Alkitab anak melalui prinsip zona perkembangan proksimal, pemberian dukungan, bahasa dan pemikiran, pembelajaran kolaborasi dan pemberian contoh.
Pola Coaching terhadap Generasi Z berdasarkan Matius 17:5 Felicia Irawaty; Arif Wicaksono
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.276

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok demografis yang memiliki karakteristik unik dan kebutuhan khusus dalam pengembangan diri dan karier. Pendekatan coaching yang efektif untuk generasi ini perlu mempertimbangkan aspek spiritual dan nilai-nilai yang relevan. Tujuan dari studi ini adalah untuk merumuskan pendekatan coaching kepemimpinan yang sesuai bagi Generasi Z dengan menggali prinsip-prinsip kasih, kepercayaan, dan keberanian sebagaimana tercermin dalam Matius 17:5. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis teologis terhadap ayat tersebut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa memastikan kasih yang cukup, membangun kepercayaan dan hubungan mendalam, serta keberanian untuk mendelegasikan dan mempromosikan merupakan strategi efektif dalam coaching Generasi Z. Implikasi praktis dari studi ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk pendidikan, bisnis, dan pelayanan gereja.
Strategi Peningkatan Kualitas Kompetensi Profesional Guru PAK Di Era Society 5.0 Teofilus Lahope; Nelson Hasibuan; Angel Gabriela Jenesa; Tasya Oktavianti Pandjaitan; Septiniar Laoli
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.277

Abstract

Masalah-masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: kesatu, menurut data UNESCO dalam Susiani & Abadiah, kualitas pendidikan Indonesia tergolong rendah dengan menempati posisi ke-10 dari 14 negara berkembang yang salah satunya disebabkan oleh mutu pengajaran guru. Kedua, penelitian Turmuzi menuliskan kemampuan guru menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka tergolong rendah, yaitu sebesar 16,67% serta keselarasan antara isi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pelaksanaannya hanya berkisar rata-rata 25,00%. Dalam konteks pendidikan agama Kristen, ditemukan bahwa guru pendidikan agama Kristen mengalami kesulitan membangun iklim pembelajaran yang produktif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan upaya peningkatan kompetensi profesional Guru Pendidikan Agama Kristen di era Society 5.0. Sementara itu, hasil penelitian ini menyimpulkan urgensi kualitas kompetensi profesionalisme guru pendidikan agama Kristen di era Society 5.0 melalui penerapan supervisi akademik, melaksanakan proses pembelajaran (learning experience and learning activities) di kelas, merencanakan dan mengembangkan alat pembelajaran (instrument tools), membuat bahan refleksi guru, melakukan pelatihan pembelajaran pendidikan agama Kristen yang terintegrasi dengan teknologi secara berkesinambungan, mendapatkan dukungan Kementerian Agama (Ditjen Bimas Kristen), serta melakukan Focus Group Discussion (FGD).
Teologi Sistematika Dan Konstruksi Pendidikan Multikultural Di Indonesia Obet Nego; Yohanes Yohanes
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya implementasi nilai-nilai multikultural dalam pendidikan di Indonesia, yang berpotensi memperburuk polarisasi sosial dan konflik antar kelompok. Dalam konteks ini, pendekatan pendidikan multikultural menjadi semakin mendesak untuk mendorong toleransi, kesetaraan, dan dialog lintas budaya. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis isi dengan meninjau literatur, termasuk artikel ilmiah dan buku, yang relevan dengan teologi sistematika dan pendidikan multikultural. Pemilihan literatur didasarkan pada relevansi terhadap integrasi nilai-nilai teologis dalam pendidikan multikultural, dengan fokus pada aplikasi praktis di konteks sekolah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi sistematika dalam konteks pendidikan multikultural menyoroti konsep Imago Dei, kesetaraan dalam Kristus, kasih agape, kemajemukan sebagai berkat, dan rekonsiliasi. Konsep-konsep ini menginspirasi penghargaan terhadap martabat manusia, kesetaraan, toleransi, penerimaan terhadap keberagaman, serta usaha membangun hubungan yang harmonis demi menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan damai. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan antara teologi dan pendidikan, sekaligus menawarkan model integratif yang relevan dengan konteks pluralitas di Indonesia.