cover
Contact Name
Achmad Muchaddam Fahham
Contact Email
jurnaldprri@gmail.com
Phone
+6287839712686
Journal Mail Official
jurnaldprri@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI Gedung Nusantara I Lantai 2 Jl. Gatot Subroto Jakarta Pusat 10270 Telp 021 5715372 Fax 021 5715245
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Aspirasi : Jurnal Masalah-masalah Sosial
ISSN : 20866305     EISSN : 26145863     DOI : -
Jurnal Aspirasi is a journal on social issues publishing articles from parliamentary perspectives, covering both library and field studies. The journal puts emphasis on aspects related to social issues in Indonesian context with special reference to sociology, psychology, education, environment, religion, and health.
Articles 232 Documents
Strategi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia Habaora, Fellyanus; Riwukore, Jefirstson Richset; Manafe, Hilda; Susanto, Yohanes; Yustini, Tien
Jurnal Aspirasi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v11i2.1556

Abstract

Kupang is the most corrupt city based on a survey by Transparency International Indonesia. The problem is what are the causes of corruption in Kupang City? and what are the strategies the Kupang City Government could adopt to prevent and eradicate corruption in its regions? This research identifies corruption behavior based on terminology, behavioral factors, a mode that is often used to commit corruption, and what must be done to overcome it The method used in this research was an explanatory method using secondary data. Qualitative analysis was then conducted using SWOT analysis. Results showed that corruption is an action to enrich themselves, their families, groups, and corporations by violating rules, norms, and human rights through the exploitation of economic, political, socio-cultural, and environmental resources by maximizing the potential of their resources (position, network, and power). Factors that cause corruption are individual motivations and poor government organization systems and will increase the influence of corruption if it is supported by an environment in which individuals and poor systems are located. Based on this, the strategies that can be carried out by Kota Kupang Government are to immediately carry out an MoU with law enforcement institutions; to use electronic or online systems for all financial transactions within the government; to form a task force against extortion in the government; to enforce financial reporting for all officials within the government; to have a more efficient government budget for a dual and unnecessary function to open access for public monitoring through electronic database, and to have an integrity pact-based performance measurement. AbstrakPenelitian ini mengidentifikasi perilaku korupsi berdasarkan terminologi, faktor penyebab perilaku, modus yang sering dilakukan untuk melakukan korupsi, dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah penelitian eksplanatif menggunakan data sekunder. Kemudian dianalisis secara kualitatif berdasarkan hasil analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa korupsi adalah tindakan untuk memperkaya diri, keluarga, kelompok, dan korporasinya dengan cara melanggar aturan, melanggar norma, melanggar hak asasi manusia melalui eksploitasi sumberdaya ekonomi, politik, sosial budaya, dan lingkungan hidup dengan memaksimalkan potensi sumberdaya yang dimiliki (jabatan, jaringan, dan kekuasaan). Faktor penyebab korupsi adalah motivasi individu dan sistem organisasi pemerintah yang buruk, dan akan semakin meningkat pengaruh korupsi jika didukung oleh lingkungan dimana individu dan sistem yang buruk berada. Berdasarkan hal tersebut maka strategi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang adalah segera melakukan Memorandum of Understanding dengan lembaga penegakan hukum, segala transaksi keuangan di pemerintahan menggunakan transaksi elektronik atau online, pemerintah membentuk gugus tugas pemberantasan pungli di pemerintahan, memberlakukan pelaporan keuangan pada pejabat di lingkup pemerintahan, efisiensi anggaran pemerintahan yang ganda fungsi dan tidak bermanfaat, membuka akses pemantauan publik melalui base data elektronik, dan pengukuran kinerja berbasis pakta integritas.
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Antara Permasalahan Lingkungan dan Percepatan Pembangunan Energi Terbarukan Qodriyatun, Sri Nurhayati
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i1.2093

Abstract

The government is trying to encourage the use of renewable energy, one of which is from waste to energy power plant. Efforts to accelerate the development of the plant are carried out through Presidential Regulation Number 35 of 2018. However, only one plant has been operating commercially since May 6th, 2021. This study aims to describe the development, the obstacles, and whether the plant is a solution to meet electricity needs or environmental problems. Through qualitative research, we found that the plant in Surabaya has been operating commercially; the plants in Surakarta and DKI Jakarta are in the construction stage; the plants in Palembang and Tangerang are in the stage of confirming the developer, and the rest are still on auction stage, Pre- Feasibility Study, Outline Business Case, or Final Business Case. The high tipping fee, limited local government budget, overestimation of potential for waste as electricity, limited competent human resources, the high selling price of the plant electricity, and no bankable guarantee for investment are obstacles to the plant development. The thermal plant is an instant solution for cities with above 1.000 ton/day waste and limited land for landfills. In the future, there should be regulatory support through the Renewable Energy Bill to overcome the obstacles. In addition, there should be a careful calculation of the energy potential of waste, a minimum budget allocation of 2–3% for waste management and preparing capable human resources, providing adequate waste collection and transportation infrastructure, and educating the public on sorting waste. AbstrakPemerintah berupaya mendorong pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Upaya mempercepat pembangunan PLTSa dilakukan melalui Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018. Namun, hingga 6 Mei 2021 hanya satu PLTSa telah beroperasi secara komersial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan pembangunan PLTSa, kendala-kendala dan permasalahan pengembangannya, dan apakah PLTSa solusi pemenuhan kebutuhan listrik atau mengatasi masalah lingkungan. Melalui penelitian kualitatif, diketahui 1 PLTSa sudah beroperasi secara komersial (di Surabaya), 2 PLTSa dalam tahap konstruksi (di Surakarta dan DKI Jakarta), 2 PLTSa dalam tahap sudah ada pengembang (di Palembang dan Tangerang), dan sisanya masih dalam tahap lelang, Pre-Feasibility Study, Outline Business Case, atau Final Business Case. Lambatnya pembangunan PLTSa terjadi karena tingginya tipping fee, anggaran pemerintah daerah terbatas, over estimasi potensi listrik dari sampah, keterbatasan sumber daya manusia yang kapabel, tingginya harga jual listrik PLTSa, tidak adanya insentif bagi pengembang, dan tidak adanya jaminan bankable untuk investasi. PLTSa termal merupakan solusi instan mengatasi permasalahan lingkungan untuk kota dengan produksi sampah di atas 1.000 ton/hari dan keterbatasan lahan untuk TPA. Untuk itu, perlu ada dukungan regulasi melalui RUU EBT mengenai harga jual listrik PLTSa yang bersaing, insentif bagi pengembang PLTSa, dan jaminan bankable untuk investasi PLTSa. Selain itu, perlu ada perhitungan secara cermat potensi energi dari sampah, alokasi APBD minimal 2–3% untuk pengelolaan sampah, dan menyiapkan sumber daya manusia yang kapabel, menyediakan sarana prasarana pengumpulan dan pengangkutan sampah yang memadai, dan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah.
Bencana Covid-19: Stresor bagi Pasangan Suami Istri di Indonesia Winurini, Sulis
Jurnal Aspirasi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v11i2.1755

Abstract

The Covid-19 disaster has become a stressor for married couples because it triggers economic, psychological problems, and increases the burden of household domestic work. The purpose of this paper is to get a picture of the stress of married couples in Indonesia facing the Covid-19 pandemic and an overview of their strategies to deal with it. To fulfil this objective, the researcher used the literature review method which was later analyzed using the theory of stress and disasters. The Covid-19 disaster has proven stressful for married couples in Indonesia. However, most of them still try to maintain their marriage. This is in line with Bowlby’s theory that people respond to stress by seeking closeness with their loved ones, getting together, and supporting each other through stress, maintaining marital bonds. Home is recognized as the safest way to avoid threats as well as a place to focus on happiness with family.  AbstrakBencana Covid-19 menjadi stresor bagi pasangan suami istri karena memicu permasalahan ekonomi, psikis, serta bertambahnya beban pekerjaan domestik. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendapatkan gambaran stres pasangan suami istri di Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 dan gambaran strategi mereka untuk mengatasinya. Untuk memenuhi tujuan ini, peneliti menggunakan metode tinjauan pustaka untuk kemudian ditelaah dengan menggunakan teori stres dan bencana. Bencana Covid-19 terbukti membuat pasangan suami istri di Indonesia menjadi stres. Namun demikian, sebagian besar dari mereka tetap berupaya mempertahankan pernikahan. Hal ini sejalan dengan teori Bowlby bahwa orang-orang merespons stres dengan mencari kedekatan bersama orang-orang yang mereka cintai, berkumpul bersama, dan saling mendukung melalui stres, mempertahankan ikatan pernikahan. Rumah disadari menjadi cara paling aman untuk menghindari ancaman sekaligus menjadi tempat untuk memusatkan kebahagiaan bersama keluarga.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Saat Adaptasi Kebiasaan Baru di Pesantren Suryani, Anih Sri
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2503

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused the learning and various activities ofstudents in Islamic boarding schools to be stopped. The spread of new Covid-19clusters in Islamic boarding schools, as well as problems with the quality of cleanlinessand environmental health in Islamic boarding schools prior to the pandemic, are ofparticular concern when plans for adopting new habits and Face-to-face Learningwill be carried out in Islamic boarding schools. The research aims to find out how thecondition of knowledge, attitudes, and clean and healthy living behavior of students inIslamic boarding schools; how the influence of knowledge and attitudes of studentson the behavior of clean and healthy life of students; and how clean and healthy livingbehavior is implemented in adopting new habits in Islamic boarding schools. Theresearch was conducted at Islamic Boarding Schools X and Y in Tasikmalaya with amixed-method, namely using quantitative methods with questionnaires and alsoqualitative methods with interviews and literature studies. The results showed that theknowledge index of attitudes and behavior of students was 79.54 (good), the resultsof the correlation test showed that there was a relationship between knowledgeand attitudes and behavior of students related to clean and healthy living behavior.Adaptation of new habits in Islamic boarding schools can be done by paying attentionto internal factors from students in the form of understanding the Covid-19 pandemic,the availability of health facilities and facilities, as well as support factors from boardingschool caregivers and parents. AbstrakPandemi Covid-19 telah menyebabkan pembelajaran dan berbagai aktivitassantri di pesantren dihentikan. Adanya penyebaran klaster baru Covid-19 di pesantrendan juga permasalahan kualitas kebersihan dan kesehatan lingkungan di pesantrensebelum adanya pandemi menjadi perhatian khusus saat rencana adaptasi kebiasaanbaru dan pembelajaran tatap muka akan dilakukan di pesantren. Penelitian bertujuanuntuk mengetahui bagaimana kondisi pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersihdan sehat (PHBS) santri di pesantren, bagaimana pengaruh pengetahuan dan sikapsantri terhadap PHBS santri, dan diimplementasikan dalam adaptasi kebiasaan barudi pesantren. Penelitian dilakukan di Pesantren X dan Y di Tasikmalaya dengan mixedmethod, yaitu menggunakan metode kuantitatif dengan perangkat kuesioner dan juga kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks pengetahuan, sikap, dan perilaku santri sebesar 79,54 (baik), hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku santri terkait PHBS. Adaptasi kebiasaan baru di pesantren dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor internal dari santri berupa pemahaman akan pandemi Covid-19, faktor ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan, serta faktor dukungan dari pengasuh pondok dan orangtua.
Urgensi Perlindungan Sosial dalam Upaya Pemenuhan Hak-Hak Anak Yatim Piatu Korban Pandemi Covid-19 Retnaningsih, Hartini
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2494

Abstract

The Covid-19 pandemic has affected the welfare of Indonesian children. Many children have suddenly become orphans due to the death of their parents due to the Covid-19. These children need help to be able to continue life after the death of their parents. This paper examines social protection in an effort to fulfill the rights of orphans victims of the Covid-19 pandemic. The writing method is a documentary study using the theory/concept of social protection as an analytical tool. The results of the study show that social protection is very important in order to fulfill the rights of orphans victims of the Covid-19 pandemic. They are vulnerable children whoneed serious treatment after the death of their parents. Social protection in this case is not just a humanitarian action but is more aimed at saving the future of the next generations who are expected to become useful people for the nation and state. These orphans are a big issue that must be overcome. Social protection should be carried out systematically and comprehensively, taking into account the following steps: (1)  identifying the problems of orphans victims of the Covid-19 pandemic; (2) listening to the opinions of orphans victims of the Covid-19 pandemic; (3) assessment and analysis of issues to be addressed; (4) budget allocation and fundraising; and (5) social protection measures in an effort to fulfill the rights of orphans victims of the Covid-19 pandemic. The recommendations are: (1) the government immediately completes data collection for orphans victims of the Covid-19 pandemic; (2) the government prepares social protection measures for orphans victims of the Covid-19 pandemic; (3) the Indonesian House of Representatives keep monitoring the government's performance regarding the implementation of social protection for orphans victims of the Covid-19 pandemic.AbstrakPandemi Covid-19 telah memengaruhi kesejahteraan anak Indonesia. Banyak anak mendadak menjadi yatim piatu karena kematian orang tua akibat Covid-19. Anak tersebut memerlukan bantuan untuk dapat melanjutkan kehidupan setelah kematian orang tuanya. Tulisan ini mengkaji tentang perlindungan sosial dalam upaya pemenuhan hak-hak anak yatim piatu korban pandemi Covid-19. Tulisan ini menggunakan studi dokumentasi dengan teori/konsep perlindungan sosial sebagai alat analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlindungan sosial sangat penting dilakukan dalam rangka pemenuhan hak-hak anak yatim piatu korban pandemi Covid-19. Mereka adalah anak rentan yang membutuhkan penanganan serius setelah kematian orang tuanya. Perlindungan sosial dalam hal ini bukan sekadar tindakan kemanusiaan, namun lebih ditujukan pada upaya penyelamatan masa depan generasi penerus yang diharapkan kelak menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Anak yatim piatu tersebut merupakan isu besar yang harus diatasi. Perlindungan sosial seharusnya dilakukan secara sistematis dan komprehensif, dengan memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (1) identifikasi masalah anak yatim piatu korban pandemi Covid-19; (2) dengar pendapat anak yatim piatu korban pandemi Covid-19; (3) asesmen dan analisis isu-isu yang harus ditangani; (4) alokasi anggaran dan penggalian dana; dan (5) tindakan perlindungan sosial dalam upaya pemenuhan hak-hak anak yatim piatu korban pandemi Covid-19. Rekomendasi yang dikemukakan: (1) pemerintah segera menuntaskan pendataan anak yatim piatu korban pandemi Covid-19; (2) pemerintah menyiapkan langkah-langkah perlindungan sosial bagi anak yatim piatu korban pandemi Covid-19; dan (3) DPR RI terus melakukan pengawasanterhadap kinerja pemerintah terkait penyelenggaraan perlindungan sosial bagi anak yatim piatu korban pandemi Covid-19.
Asesmen Nasional sebagai Pilihan Evaluasi Sistem Pendidikan Nasional Indahri, Yulia
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2364

Abstract

On September to November 2021, the government conducted a National Assessment (NA) as the latest evaluation to national education system. In Indonesia, the education evaluation model has undergone several changes. The most recent one, the National Examination (NE), which was still the only national student evaluation for primary and secondary school students had to be canceled in 2020 due to the pandemic. The results of the NA will be a baseline of the service and performance of each school participating in NA. Next step would be a joint reflection to accelerate the improvement of the quality of education. This paper tried to determine whether NA would be a sound decision in present day educational system evaluation. A literature review is expected to describe the dynamics and complement the academic study of the implementation of educational evaluation in a new format. From the long journey of education evaluation, all stakeholders can learn so that education evaluation does not fall back into the same trap of results-oriented without paying any attention to the process. Cost, coverage area, government's commitment as the provider, and evaluation results for the development of education units are important factors indicating that NA can be accepted as a choice taken into account from the various options available. Evaluation of the implementation of NA needs to be reported on time and accessible to the public so that any efforts could be made to resolve current and identified education problems as well as to follow the ideal of national education.AbstrakDi bulan September–November 2021, pemerintah melaksanakan Asesmen Nasional (AN) sebagai evaluasi mutakhir terhadap sistem pendidikan nasional. Model evaluasi pendidikan di Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan, dan terakhir di tahun 2020, Ujian Nasional (UN) yang masih menjadi satu-satunya upaya evaluasi siswa secara nasional di akhir jenjang pendidikan dasar dan menengah harus dihapuskan karena pandemi. Hasil AN akan menjadi cermin atau potret layanan dan kinerja setiap sekolah untuk selanjutnya secara bersama-sama dapat dilakukan refleksi guna mempercepat perbaikan mutu pendidikan. Tulisan ini akan melihat apakah AN merupakan pilihan tepat untuk mengevaluasi sistem pendidikan saat ini. Studi literatur diharapkan dapat menggambarkan dinamika dan melengkapi studi pelaksanaan evaluasi pendidikan dalam format baru yang sebelumnya tidak pernah digunakan di Indonesia. Dari perjalanan panjang evaluasi pendidikan, semua pemangku kepentingan dapat belajar agar evaluasi pendidikan tidak kembali terjebak hanya untuk mengejar hasil, tanpa menghiraukan proses. Faktor biaya, luas cakupan, komitmen pemerintah sebagai penyelenggara, dan hasil evaluasi untuk pengembangan satuan pendidikan menjadi faktor penting yang menunjukkan bahwa AN dapat diterima sebagai pilihan yang perlu diperhitungkan dari beragam pilihan yang ada. Evaluasi pelaksanaan AN perlu disampaikan secara cepat dan dapat diakses oleh publik agar masalah pendidikan yang teridentifikasi saat ini dapat segera dimulai untuk diselesaikan dan cita-cita pendidikan nasional dapat diwujudkan.
Upaya Pemulihan Pariwisata Yogyakarta pada Masa Pandemi Covid-19 Wahyuni, Dinar
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2502

Abstract

The Covid-19 pandemic has paralyzed Yogyakarta's tourism sector. The number of tourist arrivals decreased significantly, followed by a downturn in hotel room occupancy rates. As a result, a number of hotels, restaurants and other tourism businesses have closed either temporarily or permanently. Many tourism industry workers have been laid off. This study examines efforts to restore Yogyakarta tourism during the pandemic, using a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, focus group discussions with the Tourism Office, Health Office, the Indonesian Tourism Industry Association and academics in Yogyakarta. It was found that Yogyakarta's tourism recovery is still in the emergency response phase due to the ongoing pandemic. This phase begins with a matching fund approach in which local governments reallocate budgets to mitigation programs and identify impacts on tourism by forming an internal review team. Three strategies to accelerate tourism recovery are carried out through innovation, adaptation, and collaboration. Digital technology development innovations through the Visiting Jogja and Jogja Pass, institutional innovations with the Ngayogyakarta Tourism Synergy, optimizing the promotion of Yogyakarta's new normal tourism, virtual tours, event tourism business matching,  and travel corridor arrangements. Adaptation is carried out through communication campaigns for health and safety protocols as well as the implementation of Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE) in destinations and the tourism industry. Collaboration is carried out between the central and local governments, tourism actors, the Central Bank of Indonesia, and the private sector. The key to the success of tourism recovery efforts is access and communication between the government and tourism actors. AbstrakPandemi Covid-19 telah melumpuhkan sektor pariwisata Yogyakarta. Jumlah kunjungan wisatawan menurun secara signifikan, diikuti penurunan tingkat  penghunian kamar hotel. Akibatnya, sejumlah hotel, restoran, dan usaha wisata lain tutup baik sementara maupun permanen. Pekerja industri pariwisata banyak yang dirumahkan. Penelitian ini mengkaji upaya pemulihan pariwisata Yogyakarta pada masa pandemi Covid-19, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan diskusi kelompok terpumpun dengan Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia dan akademisi di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan pariwisata Yogyakarta masih berada pada fase tanggap darurat karena pandemi Covid-19 masih berlangsung. Fase tanggap darurat diawali dengan pendekatan matching fund di mana pemerintah daerah merealokasi anggaran ke program mitigasi dan melakukan identifikasi dampak pada pariwisata dengan membentuk tim kajian internal. Tiga strategi mempercepat pemulihan pariwisata dilakukan melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Inovasi pengembangan teknologi digital melalui Visiting Jogja dan Jogja Pass, inovasi kelembagaan dengan Sinergi Wisata Ngayogyakarta, optimalisasi promosi pariwisata new normal Yogyakarta, virtual tour, event tourism business matching, serta travel corridor arrangement. Adaptasi dilakukan melalui communication campaign protokol kesehatan dan keselamatan serta implementasi Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE) pada destinasi dan industri wisata. Kolaborasi dilakukan antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku wisata, Bank Indonesia, serta swasta. Kunci dari keberhasilan upaya pemulihan pariwisata adalah akses dan komunikasi antara pemerintah dengan pelaku wisata. Monitoring dan evaluasi penegakan hukum dalam penerapan protokol kesehatan juga mendukung upaya pemulihan pariwisata.
Model Hubungan Religiositas dan Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Melalui Mediasi Strategi Koping Abdillah, Muhaimin; Prihartanti, Nanik; Purwandari, Eny
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2205

Abstract

Well-being achievement and the ability to have self-actualization are everyone’s desire. However, the daily routine causes fluctuation of minds and feelings that affect mental state. College students are one of vulnerable groups who are prone to get stress or mental health problems. Suicides committed by college students prove a condition of low psychological well-being. This research aims to find the model of college students’ psychological well-being which is predicted by religiosity and social support with coping strategy as the mediator. Researchers used convenience sampling technique to get 145 respondents consisting of 33 males (23%) and 112 females (77%). SEM (Structural Equation Modeling) is used to analyze finding data. The results showed that coping strategy can mediate the correlation between religiosity with psychological well-being. Coping strategy cannot be proved as a mediator in the correlation between social support and psychological well-being. Social support has a positive significant correlation with psychological well-being without a coping strategy as a mediator.AbstrakMencapai sejahtera dan mampu beraktualisasi diri merupakan keinginan setiap individu. Namun, rutinitas sehari-hari memungkinkan adanya fluktuasi pikiran dan perasaan yang memprediksi kondisi mental. Mahasiswa termasuk salah satu kelompok rentan yang mudah mengalami gangguan kesehatan mental. Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa membuktikan kondisi kesejahteraan psikologis yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kesejahteraan psikologis mahasiswa dengan faktor religiositas dan dukungan sosial yang dimediasi strategi koping. Responden dalam penelitian ini didapat dengan teknik convenience sampling berjumlah 145 mahasiswa yang terdiri dari 33 laki-laki (23%) dan 112 perempuan (77%). Analisis SEM (Structural Equation Modelling) digunakan sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya mediasi yang signifikan oleh strategi koping dalam korelasi religiositas dengan kesejahteraan psikologis. Strategi koping tidak terbukti mampu menjadi mediator hubungan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis. Dukungan sosial memiliki hubungan secara langsung yang signifikan dengan kesejahteraan psikologis.
Pengembangan Skala Orientasi Masa Depan Pendidikan pada Remaja Indonesia Winurini, Sulis
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2495

Abstract

This study aimed to develop an instrument for education future orientation among adolescents in Indonesia, namely by confirming the future orientation model of Seginer, Nurmi, and Poole. The approach used is quantitative because statistical tests are needed to meet the psychometric requirements of an instrument. The researcher used Confirmatory Factor Analysis (CFA) with Lisrel program to test construct validity and single trial method with Cronbach Alpha technique with SPSS program to test reliability. Data collection was conducted online at the end of August 2021 for 3,238 adolescents in class XII of Public High School with a convenient sampling technique. Through CFA, it was confirmed that a unidimensional model was acceptable (RMSEA = 0.048, < 0.05), meaning that all items truly measure the education future orientation. In addition, it was also confirmed that the education future orientation consists of motivational, cognitive, and behavioral components according to the theoretical model of future orientation built by Seginer, Nurmi, and Poole. Meanwhile, based on the results of the reliability test, this instrument has high reliability, with a reliability coefficient of 0.905. Henceforth, this instrument can be used for educational research purposes on adolescents.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen orientasi masa depan pendidikan remaja, yaitu dengan mengonfirmasi model orientasi masa depan Seginer, Nurmi, dan Poole. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif karena uji statistika diperlukan untuk memenuhi persyaratan psikometrik dari sebuah instrumen. Peneliti menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan program Lisrel untuk menguji validitas konstruk dan metode single trial dengan teknik Cronbach- Alpha dengan program SPSS untuk menguji reliabilitas. Pengumpulan data dilakukan secara daring pada akhir Agustus 2021 terhadap 3.238 remaja kelas XII SMA Negeri dengan teknik convenient sampling. Melalui CFA, terkonfirmasi bahwa model satu faktor dapat diterima (RMSEA = 0,049 (RMSEA < 0,05); GFI = 0,97 (GFI > 0,90); CFI = 0,99 (CFI > 0,90); NFI = 0,99 (NFI > 0,90)), artinya seluruh butir benar-benar mengukur orientasi masa depan pendidikan. Selain itu, terkonfirmasi juga bahwa orientasi masa depan pendidikan terdiri dari komponen motivasi, kognitif, dan perilaku sesuai model teoritikal orientasi masa depan yang dibangun Seginer, Nurmi, dan Poole. Sementara berdasarkan hasil uji reliabilitas, instrumen ini memiliki reliabilitas tinggi, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,905. Untuk selanjutnya, instrumen ini bisa digunakan untuk tujuan riset pendidikan terhadap remaja. 
Strategi Komunikasi Krisis DPR RI Menggunakan Instagram Menghadapi Penolakan RUU Cipta Kerja Iskandar, Indra; Hidayat, Dadang Rahmat; Priyatna, Centurion Chandratama
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2413

Abstract

The following study analyzes the social media strategy of the DPR RI’s Instagram facing the rejection of the Job Creation Bill on social media. The rejection on social media using hashtags #TolakOmnibusLaw Job Creation. The study uses Coombs situational crisis communication theory (SCCT) model as a framework for understanding and suggesting future crisis communication strategies using social media selections. The result from this research shows that the DPR RI’s Instagram is an effective tool for monitoring and engaging public discourse during the #TolakOmnibusLaw Job Creation crisis. This study explores the ideas presented by the DPR RI’s Instagram on 14 April 2020, the first time the Job Creation Bill was discussed until President Joko “Jokowi” Widodo officially signed the Job Creation Bill into Law No. 11 of 2020 on November 2, 2020. From the data collected, this research found 17 posts related to the Job Creation Bill. From the analysis of 17 posts, this study concludes that the dominant strategy from the DPR RI Instagram is denial. Denial strategy with denial tactics based on the SCCT Coombs theory is an effective strategy in facing many hoaxes in the Job Creation Bill’s crisis.Abstrak:Studi ini menganalisis strategi media sosial pada masa krisis yang harus dihadapi DPR RI akibat adanya penolakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) yang terjadi di media sosial. Penolakan tersebut dilancarkan dengan menggunakan #TolakOmnibusLaw. Studi ini menggunakan situational crisis communication theory (SCCT), model yang digagas oleh Coombs sebagai kerangka berpikir untuk memahami dan merekomendasikan strategi komunikasi krisis menggunakan media sosial dengan studi kasus terhadap akun Instagram DPR RI. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram DPR RI menjadi alat yang efektif untuk memonitor dan meng-engage perbincangan publik pada masa krisis #TolakOmnibusLaw. Studi ini menganalisis gagasan yang ada pada unggahan akun Instagram DPR RI mulai 14 April 2020 yang merupakan tanggal RUU Cipta Kerja pertama kali dibahas di DPR RI hingga saat Presiden Joko “Jokowi” Widodo menandatangani UU No.11 Tahun 2020 pada 2 November 2020. Berdasarkan pengumpulan data diperoleh 17 unggahan terkait dengan RUU Cipta Kerja. Dari hasil analisis terhadap ke-17 unggahan disimpulkan bahwa strategi dominan dari akun  resmi Instagram DPR RI dalam menghadapi penolakan terhadap RUU Cipta Kerja adalah denial. Strategi denial dengan taktik denial berdasarkan teori SCCT Coombs merupakan strategi yang efektif menghadapi banyaknya hoaks dalam krisis yang disebabkan penolakan pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU.