cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,523 Documents
KETERKAITAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENGARUH SOSIAL BUDAYA PADA MASYARAKAT PESISIR DI LINGKUNGAN 29 PEKAN LABUHAN Syavira Desputri; Romiza Arika; Dinda Muhajirina; Sophie Zfira Tanjung; Amanda Aulia; Rahmi Indah Syahrina Nasution; Rezki Safitri Harahap
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16813

Abstract

Masyarakat pesisir adalah kelompok masyarakat yang hidup bersama di wilayah pesisir dan membentuk budaya tersendiri yang terkait dengan ketergantungan mereka terhadap pengembangan sumber daya pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir dan pengaruh sosial budaya. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian kuantitatif deskriptif yaitu dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner terhadap masyarakat pesisir di Lingkungan 29, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan jamban keluarga, selokan/sungai dan tempat pembuangan sampah untuk sanitasi lingkungan belum mencapai 100%, namun sebagian warga sudah mampu menjaga lingkungan sebagaimana mestinya di lapangan, bukti bahwa 70% warga membuang sampah ke TPS, dan 83,3% hunian memiliki ventilasi yang memadai, pada sosial budaya masyarakat dalam penelitian ini sudah cukup baik dalam memilih pengobatan dimana 66,7% masyarakat akan ke puskesmas atau klinik terdekat saat sakit, 26,7% memilih obat di warung, dan 40% memilih obat dokter saat sakit, 33,3% memilih obat bidan. Kesimpulan  dari  penelitian  ini  adalah adanya keterkaitan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir dan pengaruh sosial budaya, dimana pada masalah kesehatan lingkungan sebagian warga sudah mampu menjaga lingkungan sebagaimana mestinya di lapangan,  Hanya saja perlu peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membudayakan kebiasaan membuang langsung limbah ke selokan atau laut, karena dapat mempengaruhi hasil tangkapan mereka yang sudah terkontaminasi limbah tersebut, dan untuk masalah sosial budaya masyarakat dalam penelitian ini sudah cukup baik, dan Hal ini menunjukan bahwa sebagian masyarakat percaya bahwa pengobatan modern adalah cara pengobatan terbaik untuk bisa menyembuhkan sakit.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DESA WISATA BUDAYA LOKAL DI DESA TLEMANG KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN Deby Febriyan Eprilianto; Galih Wahyu Pradana; Suci Megawati; Eni Febriyanti; Dewy Rahmah Shobirin; Rania Hanin Sajida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16825

Abstract

Desa wisata saat ini telah menjadi prioritas pembangunan disetiap desa di Indonesia. Nyatanya dari trend yang ada jumlah desa wisata yang telah berkembang semakin tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun sangat disayangkan fenomena yang ada menunjukkan masih terdapat desa yang belum mampu untuk melakukan tata kelola desa wisata dengan baik, sehingga keberadaan desa wisata tidak mampu berkelanjutan. Disisi lain pengembangan desa wisata masih terfokus pada pengemban desa wisata alam, buatan dan kuliner. Perhatian terhadap potensi desa dengan memperhatikan aspek budaya lokal, nyatanya masih sangat minim sekali. Termasuk halnya di Desa Tlemang yang memiliki potensi budaya lokal Mendhak Nyanggring belum dioptimalkan secara baik. Oleh karena itu tim PKM merasa perlu adanya program pendampingan untuk membantu Pemerintah Desa Tlemang dalam mengembangkan potensi budaya lokal tersebut menjadi asset desa wisata. Metode yang dilakukan yaitu melalui pendampingan dan Focus Group Discussion bersama stakeholder sebagai wujud kolaborasi pentahelix dari unsur pemerintah, pihak swasta, masyarakat, akademisi dan media. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu meningkatkan pemahaman pemerintah desa dalam pengembangan desa wisata budaya lokal, dan terjalinnya kolaborasi antar setakeholder untuk mewujudkan pengembangan desa wisata di Desa Tlemang. Besar harapan tim, dari luaran yang telah dihasilkan yaitu buku saku desa wisata budaya dan policy brief mampu membantu desa dalam mengoptimalkan pengembangan desa wisatanya.
PENDAMPINGAN RUMAH GIZI DASHAT (DAPUR ATASI STUNTING UNTUK ANAK SEHAT) Afrahamiryano Afrahamiryano; Muharama Yora; Wahyu Indah Mursalini; Gita Medila; Anisa Pratama Putri; Puja Karmita; Rapi Putra; Susebi Buma; Nova Aliza; Indra Saputra; Elsi Febriani; Hayatul Husna
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16841

Abstract

Terjadinya peningkatan kasus prevalensi balita stunting di Kabupaten Solok pada tahun 2021 sebanyak ± 40% menjadi latar belakang pelaksanaan program ini. Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok merupakan salah satu lokus stunting di Kabupaten Solok Pencegahan stunting pada ibu hamil diperlukan untuk menurunkan prevalensi tersebut, karena status kesehatan dan gizi ibu sejak masa kehamilan sampai melahirkan dapat berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak. Pencegahan stunting pada ibu hamil diperlukan untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap status kesehatan dan gizi selama 1000 HPK. Oleh karena itu, perlu pemberian edukasi terkait stunting dan pentingnya 1000 HPK kepada ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan di Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dengan mitra kerjasama Posyandu Jorong Koto Tuo, Nagari Tanjung Bingkung. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode Training of Trainer (ToT) kader posyandu terkait Peranan Rumah Gizi DASHAT (Dapur Atasi Stunting untuk Anak Sehat) dalam pencegahan stunting dan pentingnya asupan gizi pada 1000 HPK serta demo masak tentang pengolahan makanan menggunakan pangan lokal daerah Tanjung Bingkung. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 49 orang yang terdiri dari ibu yang sedang mengandung, ibu yang sedang menyusui, dan kader Posyandu. Hasil kegiatan ini adalah terbentuknya pola pikir masyarakat mengenai makanan bergizi dan seimbang, serta memberikan pemahaman pada masyarakat tentang stunting dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN GURU SMAN 1 TALANG UBI MELALUI SOSIALISASI ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) Nila Kesumawati; Putri Fitriasari; Nyiayu Fahriza Fuadiah; Jumroh Jumroh; Ety Septiati; Eka Fitri Puspa Sari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16889

Abstract

Pemerintah mengambil kebijakan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Nasional yang di dalamnya memuat Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM merupakan hal yang tidak familiar di bagi guru oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan serta mengembangkan pemahaman guru dalam mengimplementasikan AKM pada pembelajaran. Metode dalam PkM ini adalah sosialisasi dan workshop penyusunan soal AKM yang dilaksanakan dalam empat sesi. Instumen yang menjadi acuan kegiatan ini adalah soal dengan 15 pertanyaan untuk mengukur pahaman guru terkait AKM. Subjek pada kegiatn PkM ini sebanyak 19 guru di SMAN 1 Talang Ubi. Hasil tes menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pemahaman peserta PkM adalah sebesar 0,5 dan termasuk dalam kategori N-gain sedang. Sedangkan untuk tahap implementasi soal AKM yang didesain oleh guru, semua siswa masih mendapakan nilai dibawah KKM (70). Kegiatan PkM ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar peserta lebih menguasai materi yang diberikan sehingga hasil implementasi menjadi lebih baik lagi.
PARTISIPASI MASYARAKAT DESA DALAM PEMBANGUNAN DI DESA PUSAKA RAKYAT KECAMATAN TARUMAJAYA KABUPATEN BEKASI Gina Raihan S; Evi Priyanti; Maulana Rifai; Indra Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16988

Abstract

Desa dikenal dengan kepadatan penduduknya yang rendah namun memiliki rasa simpati serta empati yang sudah tidak diragukan lagi. Bukan hanya antar sesama makhluk hidup saja, dalam hal pembangunan pun masyarakat desa selalu berperan aktif menyampaikan ide dan gagasan yang mereka miliki. Begitu pentingnya peran desa bagi negara, selain tentang ekonomi, bisa dibilang lancarnya pembangunan desa menjadi bukti pemerintah pusat memiliki program yang baik. Sejatinya, memang ada empat macam kegiatan yang menunjukkan partisipasi masyarakat di dalam kegiatan pembangunan, yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi, serta partisipasi dalam pemanfaatan hasil pembangunan (Yadav, 2013:82). Salah satu contohnya adalah Desa Pusaka Rakyat yang tergolong memiliki masyarakat yang aktif. Bagaimana partisipasi masyarakat Desa Pusaka Rakyat memang patut untuk ditilik lebih dalam. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara dan dokumen-dokumen terdahulu, dirasa penelitian ini akan lebih menarik untuk dibaca dan dikaji.
PENERAPAN ANALISIS SWOT PASCA PEMBANGUNAN WISATA PANDANSILI DI DESA NGAMPUNGAN KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG Muhammad Nur Hidayat; Machrus Ali; Nieke Rudyanty Winanda; Wardatul Mufidah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18465

Abstract

SWOT mempunyai empat aspek pokok, yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang) dan Threat (ancaman). SWOT dipakai sebagai salah satu teknik identifikasi berbagai faktor dan unsur penentu pembangunan suatu institusi atau daerah secara sistematis. Analisis SWOT digunakan untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan oleh para pemangku kepentingan. Wisata Pandansili terletak di desa Ngampungan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Pandansili menawarkan wahana wisata berupa kolam renang serta tempat bermain anak-anak selain itu di tempat tersebut menawarkan pemandangan suasana pegunungan. Pandansili salah satu tempat wisata yang berada di sekitar Daerah Jombang selatan. Selain itu daya tarik masyarakat akan wisata pandansili cukup ramai dengan persaingan wisata yang ada di wonosalam. Terdapat empat tahapan analisis SWOT yang dapat digunakan dalam perumusan strategi, Dari hasil analisa didapatkan nilai IFE sebesar 5,56 dan nilai EFE sebesar 5,01. Dari hasil analisis nilai IFE dan EFE berada di Kuadran I (Strategi Agresif / Ofensif), di mana Kuadran I dianggap mempunyai posisi yang paling menguntungkan sehingga dengan kekuatan yang dimiliki dimungkinkan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Dengan penerapan SWOT ini pengelolaan dan perencanaan pengembangan Wisata Pandansili berjalan dengan baik dan lancar
PELATIHAN PEMBUATAN MASAKAN SUMATERA RUJAK MIE DI KAMPUNG GERENDENG PULO Ira Hubner; Febryola Indra; Juliana Juliana; Friska Rotua Natalia; Ingvenna Lioni Hermawan; Niken Sulisetyowati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17034

Abstract

Kampung Gerendeng Pulo atau dapat disebut Grenpul merupakan salah satu kampung yang merubah image nya yang dulunya kumuh, menjadi asri. Kampung Gerendeng Pulo terletak di Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota  Tangerang. Kampung Gerendeng Pulo, tepatnya RW 09 merupakan salah satu RW yang menjadi program PHBS Kota Tangerang pada tahun 2018. Dengan berubahnya wajah Kampung Gerendeng Pulo, dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk semakin inovatif dari hasil berkebun, dan menjadikan Kampung Gerendeng Pulo semakin berwarna dan asri. Pengabdian kepada Masyarakat yang dijalankan ini berfokus pada usaha food and beverage yang bertujuan untuk memperkenalkan masakan khas Pulau Sumatera, tepatnya Sumatera Selatan yaitu Rujak Mie agar masyarakat Kampung Gerendeng Pulo mengenal dan mengetahui salah satu masakan khas Sumatera dengan bahan yang mudah didapatkan. Selain itu, dengan pelatihan yang diberikan, diharapkan dapat menjadi ide peluang usaha bagi masyarakat Kampung Gerendeng Pulo.
EFEKTIFITAS PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA KEPADA MASYARAKAT PENCARI KERJA WILAYAH JOMBANG DI UPT BLK JOMBANG Ilham Anshoruddin; Shofwatal Qolbiyyah; Machrus Ali; Wardatul Mufidah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18468

Abstract

Pengangguran Terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan, atau sedang mempersiapkan suatu usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan. Berkembangnya sektor industri dan wilayah Jombang yang dekat dengan kota-kota industri berpotensi mengentaskan pengangguran. Saat ini masih banyak pencari kerja yang belum memiliki keterampilan yang cukup. Pasar kerja membutuhkan tenaga kerja yang sudah punya keterampilan dan siap bekerja. Ini menjadi tantangan bagi peserta Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa untuk memberikan keterampilan kerja sebagai bekal di dunia industry atau berwirausaha. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa yaitu melalui pemberian program pelatihan keterampilan kerja dengan menerapkan metodologi pelatihan yang inovatif, sistematis, dan menggunakan media teknologi informasi. Dengan metode ini sangat efektif dibuktikan dengan peserta pada saat kegiatan pelatihan, peserta aktif dan antusias menerima materi yang diajarkan. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kehadiran diatas 90%. Peserta pelatihan memberikan respon yang positif dalam kegiatan pembelajaran, serta peserta pelatihan dapat menjawab seluruh pertanyaan evaluasi yang diajukan sehingga termotivasi untuk mengembangkan kemampuannya.
PKM PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL SULAWESI SELATAN DI SDN FGV PLANTATIONS (MALAYSIA) SDN BHD MERCU PUSPITA BAGI WARGA NEGARA INDONESIA (SULAWESI SELATAN) YANG BERMUNGKIM DI SABAH MALAYSIA Sitti Satriani Is; Agustan Agustan; Sumiati Sumiati; Mutmainnah Mutmainnah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18473

Abstract

Daerah tepatnya di Felda cendrawasi sahabat 8, Sabah MaIaysia merupakan daerah Buruh yang berasaI dari suIawesi seIatan, (sinjai, bone, wajo, soppeng, buIukumba, dII), mereka tidak memikIi IC sebagai syarat mutak bisa menjadi warga negara di maIayasia dan dapat mengenyam pendidikan resmi Negara MaIaysia, sebeIum tahun 1998 anak-anak para buruh masi bisa ikut bersekoIah di sekoah Negeri MaIaysia, namun seiring berjaannya waktu keIuar aturan Negara bahwa orang tua yang tidak memiIiki IC dan hanya bermodaIkan paspord tidak diizinkan menyekoahkan anaknya pada sekoah resmi Negara MaIysia, aturan tersebut dikeuarkan pada tahun 1998, bermungkim di Felda cendrawasi sahabat 8 Sabah MaIaysia, mereka memiIki komunitas dan kehidupan bermasyarakat sendiri yang sekitar 300 KK orang bugis, dengan keadaan tersebut sehingga anak-anak mereka para buruh kesuitan mendapatkan pendidikan, dengan kondisi tersebut maka masayarakat tersebut berinisiatif membagun Iembaga sekoIah khusus anak-anak para Buruh yang diberi nama Mercu Puspita, permasaahan dari Iatar beakang tersebut adaIah 1) anak buruh yang Iahir di sabah maIaysia tidak mengenal sama sekali suIawesi seIatan 2) anak buruh yang berseokah di sekoah dasar tersebut hanya diberikan kurikuIum pengenaIan Indonesia dari segi sejarah, dan Bahasa tetapi tidak dengan kedaerahan orang tuanya3) Mayoritas warga yang bermungkim dicendrawasi tersebut adaIah dari suIawesi seIatan sehingga perIu diajarkan dan dikenakan budaya, adat istiadat, adap-adap yang ada di suIawesi seIatan, 4) orang tua para buruh yang ada di cendrawasi, sabah MaIysia mereka menggunakan Bahasa melayu sehingga nak-anak menereka sama sekali tidak mengenal asal daerah orang tuanya, SoIusi yang ditawarkan 1) anak buruh yang Iahir di sabah maIaysia wajib mengenaI dan tau suIawesi seatan 2) anak buruh yang berseokah di sekoah dasar tersebut diberikan pembeajaran Iontara, 3) warga yang bermungkim dicendrawasi tersebut adaIah dari suIawesi seIatan sehingga perIu diajarkan dan dikenakan budaya, adat istiadat, yang ada di suIawesi seIatan, seperti budaya mappatabe sebagai budaya moraI, 4) permainan tradisional suIawesi seIatan, 5) sejarah suawesi seatan. PKM tersebut akan di publikasikan di jurnal nasional terakrediasi, serta di pulikasi di koran dan youtube. Serta menghasilkan buku mata pelajaran ekstrakulikuler budaya lokal Sulawesi selatan
PENGENALAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIFTERI DI BALAI INONG LAMJABAT KECAMATAN MEURAXA Wirda Wirda; Hayati Hayati; Silvi Puspa Widya Lubis; Erly Mauvizar; Ani Darliani; Syarifah Rahmiza Muzana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17038

Abstract

Difteri merupakan penyakit infeksi akut yang terutama menyerang tonsil, faring, laring, hidung, dan adakalanya menyerang selaput lendir atau kulit serta kadang pula menyerang konjungtiva atau vagina Penyakit disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakteri tersebut merupakan salah satu jenis bakteri gram-positif yang tidak membentuk spora. Pada kedua ujungnya bakteri ini memiliki granula metakromatik yang memberi gambaran pada pewarnaan. diphtheriae berdiameter 0,5-1 µm dan panjangnya beberapa mikrometer, tidak berspora, tidak bergerak, dan termasuk pada organisme yang tidak tahan asam. Difteri dapat ditularkan melaui kontak dengan materi infektif dari penderita secara langsung atau melalui udara Timbulnya penyakit ini ditandai dengan adanya pertumbuhan membran (pseudomembran) berwarna putih keabu-abuan, yang lokasi utamanya di nasofaring atau daerah tenggorokan yang dapat menyumbat saluran pernafasan dalam hitungan beberapa jam sampai beberapa hari saja. Risiko penularan difteri meningkat pada orang-orang yang belum mendapatkan vaksinasi. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyebab, gejala dan penyebaran dari penyakit Difteri. Selain itu, dilakukan sosialisasi mengenai vaksin Difteri sebagai salah satu bentuk pencegahan ataupun pengobatan dari penyakit Difteri. Maka dari itu dengan adanya sosialisasi ini sangat diharapkan akan menghadirkan dampak yang baik, yaitu masyarakat akan tau cara pencegahan penyakit ini sehingga tidak terjangkit.