cover
Contact Name
Nasib Tua Lumban Gaol
Contact Email
nasib.t.lumbangaol@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
junssihotang@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Christian Humaniora
ISSN : 25986317     EISSN : 25991965     DOI : 10.46965
Jurnal Christian Humaniora Jurnal Christian Humaniora (JCH) merupakan salah satu media publikasi yang menghimpun karya ilmiah berkaitan dengan ilmu sosial humaniora yang berbasiskan kekristenan. JCH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam satu tahun, JCH menerbitkan 10 artikel pada masing-masing terbitan di bulan Mei dan November. Scope Pendidikan Agama Kristen, Sosiologi Kristen, Manajemen Pendidikan Kristen, Musik Gerejawi, Filsafat Kristen, Psikologi Kristen, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024): Mei" : 10 Documents clear
Mayoritarianisme dan Kekeliruan Demokrasi Indonesia: Kritik Terhadap Praktik Politik Identitas Keagamaan dalam Pemilihan Umum Kumowal, Joshua Frans; Lattu, Izak Y. M.; Supratikno, Agus
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2446

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkritisi praktik politik identitas keagamaan oleh para kandidat dalam Pemilu Indonesia. Peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus kolektif. Hasil penelitian, ditemukan bahwa terjadinya praktik politik identitas keagamaan dalam Pemilu Indonesia disebabkan oleh kecenderungan masyarakat berpolitik sarat dengan pertimbangan agama. Selain itu, praktik politik identitas keagamaan oleh mayoritas memiliki korelasi dengan mayoritarianisme. Penentuan kebijakan berbasis jumlah, seperti yang ada dalam Pemilu, dapat menghasilkan interseksi hingga berpotensi terciptanya pergeseran filosofi politik – dari demokrasi menuju mayoritarianisme. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan teori-teori yang relevan dalam penelitian ini, yaitu kolaborasi konsep public reason dari John Rawls dan wertrational dari Max Weber, konsep politik identitas dari Francis Fukuyama, konsep mayoritarianisme dari Izak Y. M. Lattu, dan konsep demokrasi dari Aristoteles. Kesimpulannya, meminjam istilah Tan Malaka, kecenderungan logika mistika dalam berpolitik di masyarakat perlu dimoderasi melaluisosialisasi dan edukasi untuk mereduksi praktik politik identitas  keagamaan di Indonesia. Selain itu, mempertimbangkan potensi agama dalam memberikan kontribusi yang positif, klaim kebenaran kelompok keagamaan dalam agenda politik perlu diterjemahkan secara epistemik sehingga tidak bersifat eksklusif.
Peranan Gereja Terhadap Isu/Kasus Bunuh Diri di Indonesia Adhi, Johan Juliawan
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2434

Abstract

Berbagai fenomena yang terjadi pada masa sekarang kompleks untuk orang dapat memahami akan berbagai situasi dan kondisi yang dialami oleh dirinya. Tidak ada satu manusia di bumi yang mampu menjauhkan dirinya dari ragamnya masalah kehidupan, persoalan kerap kali terjadi dalam hidup setiap manusia, sehingga tidak sedikit orang yang mengalami hilang harapan dalam dirinya. Salah satu masalah yang sering kali terjadi ialah kasus bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk memberikan suatu pemahaman bahwa betapa pentingnya keterlibatan gereja dalam melihat berbagai kasus yang terjadi ditengah-tengah kehidupan manusia, sebab dengan hadirnya gereja dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap orang yang mengalami problematika dalam dirinya. Metode penulisannya adalah melakukan penelitian kepustakaan melalui sumber-sumber buku, jurnal, website sebagai referensi pendukungnya.  Hasil dalam penelitian ini yaitu memberikan suatu pemahaman yang baik tentang pentingnya gereja dalam memberikan kontribusinya terhadap berbagai kasus yang kerap kali terjadi dalam kehidupan setiap manusia secara khusus mengenai isu bunuh diri. Tentunya dengan kehadiran gereja dapat memberikan pengajaran Kristiani dan penguatkan iman yang baik kepada mereka supaya setiap persoalan hidup yang dihadapi dapat terlewati dengan baik tanpa harus mengakhiri hidupnya dengan cara-cara yang tidak baik.
Pengaruh Peran POKDARWIS Dalam Pengembangan Atraksi Wisata di Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Tampubolon, Triani Mawita; Silalahi, Mery; Simbolon, Rusmauli; Sitepu, Yulia K.S; Sitio, Robert J.T.
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan peran pokdarwis (x) terhadap obyek wisata (y) di Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada 96 responden secara Accidential Sampling yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis statistik deskriptif yakni dengan rata-rata 3,277 dengan kategori cukup berperan. Hasil uji koefisien korelasi r hitung rtabel (0,5659 0,200) menunjukkan bahwa peran pokdarwis berpengaruh positif dan signifikan terhadap atraksi wisata. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan variabel atraksi wisata dapat dijelaskan oleh variabel independen (peran pokdarwis) sebesar 32,02%, dan sisanya 67,98% ditentukan variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Hasil persamaan regresi yang ditemukan adalah Y= 19,373 + 0,527 X, menunjukkan hubungan positif antara variabel peran pokdarwis dengan atraksi wisata di Tuktuk Siadong. 
Etika Kristen Di Era Digital: Respons Teologis Terhadap Era Post Truth Gulo, Ameltuka; Gea, Sokhinaso; Zega, Reslina
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.382

Abstract

Berbagai fenomena yang terjadi saat ini diketahui bahwa telah munculnya banyak penyimpangan yang telah dilakukan oleh oknum-oknum yang kurang bertanggungjawab dalam mengelola dan menggunakan teknologi digital yang ada. Di mana banyak orang menyebarkan berita hoax menjadi suatu kebenaran dan itu dilakukan secara sadar serta berkelanjutan dalam proses kehidupan yang terus berlangsung. Tentu saja bahwa perilaku penyimpangan tersebut sangat berkontradiksi dengan etika Kristen. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada kehidupan orang Kristen untuk tidak melakukan tindakan yang salah dalam menggunakan perkembangan dan kemajuan teknologi digital. Dalam penelitian ini tentu peneliti menggunakan metode yang bersifat kepustakaan (studi pustaka), yaitu berbagai sumber dan data diambil melalui buku, jurnal, website, dan peneliti-peneliti lainnya. Untuk itu sebagai hasil dari penelitian ini yaitu orang Kristen yang memiliki perilaku-perilaku moralitas dan spritualitas yang baik. Menjadi orang Kristen yang hidup tetap mengandalkan Tuhan. Ini berarti bahwa keberadaan dari kehidupan orang Kristen harus memiliki kualitas yang baik, di mana standar kebenaran Allah menjadi dasar untuk bagi praktik hidup mereka. Memang bukan hal yang mudah untuk memiliki dan mempertahankan integritas hidup yang baik, sebab secara esensial manusia sangat kompleks untuk menguasai dirinya dalam segala situasi.
Fenomena Frugal life yang Berlebihan Pada Penerapan Filsafat Materialisme Menurut Matius 6:21 Laoli, Septiniar; Snae, Ninci; Waruwu, Nistari; Zega, Septria; Samemek, Kristina Elmawati
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2370

Abstract

The phenomenon of excessive frugal life is common in today's modern society. This raises interesting philosophical questions regarding the relationship between material wealth and spiritual value. This article aims to analyze this phenomenon through the perspective of the philosophy of materialism, specifically regarding the teachings of Matthew 6:21. The philosophy of materialism emphasizes the physical or material aspects of human life, including wealth, possessions, and the satisfaction of material needs. Referring to the teachings of Matthew 6:21, this article will also discuss the relationship between wealth and heart in the context of excessive frugality. By combining the philosophy of materialism and the theological aspects contained in the teachings of Matthew 6:21, this article seeks to provide insights into how excessive frugality affects views on wealth, happiness, and life values. We hope that this research can spark new discussions on how we view and respond to social phenomena in a world that is increasingly focused on the material aspects of everyday life.
Hambatan Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Suku Laut Terhadap Masyarakat Suku Melayu di Kepulauan Riau Tobing, Melati Mediana; Theresia, Elizabeth Rossa
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2451

Abstract

Kepulauan Riau memiliki suku dominan yaitu suku Melayu. Suku Laut juga merupakan suku asli dari Provinsi Kepulauan Riau yang tinggalnya di daerah sekitar laut. Dengan adanya perbedaan budaya pada masyarakat suku Laut dan masyarakat suku Melayu, terjadilah hambatan dalam berkomunikasi antarbudaya pada kedua suku ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai penunjang penelitian dalam meneliti ialah wawancara dan observasi. Peneliti menggunakan analisis data Miles dan Huberman. Interaksi suku Laut terhadap suku Melayu, interaksi yang terjadi pada masyarakat suku Laut terhadap suku Melayu di Kepulauan Riau biasanya terjadi dalam konteks kerja sama atau melakukan transaksi ekonomi. Faktor-faktor penghambat komunikasi yang terjadi antara suku Laut terhadap suku Melayu, Salah satu hambatan utama adalah perbedaan bahasa dan budaya. Ada stereotip dan prasangka bahwa masyarakat suku Laut tertutup dan memiliki kepercayaan yang berbeda, seperti menyembah entitas lain. Upaya masyarakat suku Laut dalam mengatasi hambatan komunikasi antarbudaya terhadap suku Melayu, Meskipun ada hambatan seperti perbedaan bahasa, budaya, dan agama, masyarakat suku Laut menunjukkan bahwa dengan adaptasi, pendidikan, dan sikap saling menghormati, tantangan-tantangan ini dapat diatasi. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat berbagai hambatan, masyarakat suku Laut dan suku Melayu di lima pulau Kepulauan Riau memiliki mekanisme adaptasi yang baik dalam berinteraksi satu sama lain. Melalui upaya bersama, keduanya mampu mengatasi hambatan-hambatan yang ada dan membentuk komunikasi yang lebih efektif dan bermakna.
Refleksi Filsafat Materialisme (Konsumtif) Yang Berlebihan di Kalangan Mahasiswa Ditinjau Dari Matius 6:19-21 Gijoh, Christin Angelina; Simanjuntak, Gloria Stevany; Gulo, Rita Nirwana; Dakhi, Asti Prida Okraina; Nuban, Feni Maria
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2372

Abstract

This research explores excessive consumption behavior among students using a reflective approach to the philosophy of materialism in Matthew 6:19–21. Descriptive qualitative methods and text analysis are used to understand the impact of consumerist materialism on students. The research results show that consumer behavior leads to financial difficulties, educational disruptions, and affected social interactions. The analysis of Matthew 6:19-21 shows the importance of considering spiritual wealth in balancing material needs. The implications of this research underscore the need for the integration of financial management and the development of spiritual values in the educational curriculum, as well as the role of parents in helping students understand deeper values than just material possessions. Research suggestions refer to financial management education, enrichment of spiritual values, and awareness of the social impact of consumer materialism as an effort to develop a balanced lifestyle between material needs and spiritual values.
Analisis Indikator-Indikator Yang Menginspirasi Motivasi Kerja Guru di SMA Negeri 1 Maniamolo Hondo, Wantri; Rajagukguk, Rismawati P.; Situmeang, Wesli H.; Samosir, Lustani; Sitompul, Arip Surpi
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2035

Abstract

Prinsip motivasi kerja guru agar lebih bermakna dijelaskan oleh pemikiran bahwa motivasi kerja mempunyai implikasi bukan hanya bagi pererangan namun juga bagi organisasi dan masyarakat secara keseluruhan. Sebagai salah satu pemain kunci dalam proses pembelajaran, perilaku guru sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Yang ditekankan adalah peran guru dalam proses pengajaran dan secara umum sebagai organisasi yang memiliki komitmen kuat terhadap proses pengajaran di sekolah. Tujuan kajian ini yaitu untuk memahami karakteristik setiap variabel-variabel yang menginspirasi motivasi kerja guru SMA Negeri 1 Maniamolo. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif karena memakai metode observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi sebagai sumber data. Interpretasi dan analisis data pada kajian ini ditampilkan dalam bentuk format teori. Salah satu faktor yang menginspirasi motivasi guru SMA Negeri 1 Maniamolo adalah kompensasi yang sesuai, peluang untuk promosi, pengakuan atas kinerja, serta lingkungan kerja yang nyaman dan aman dapat memengaruhi motivasi kerja guru.
Implementasi Nilai-nilai Integritas Seksual dalam Kejadian 39 di Kalangan Remaja Prayogo, Thomas Handoyo; Hindradjat, Juliana
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2325

Abstract

Pergaulan sex bebas , pornografi,  kehamilan diluar nikah, perselingkuhan bahkan pelecehan terhadap anak dibawah umur sering terjadi dikalangan masyarakat. Banyaknya kejadian demi kejadian memunculkan keprihatinan bagi para pemimpin negara , para pendidik, para orang tua  bahkan pemimpin gereja. Dilema hilangnya integritas seksual juga melanda kalangan remaja di gereja.  Oleh karena itu fenomena seperti ini menjadi salah satu tanggung jawab dari gereja, dan hamba Tuhan untuk menentukan langkah-langkah pencegahan dengan pendidikan dan pengajaran yang benar tentang integritas seksual. Berangkat dari keprihatinan ini, maka penulis mencoba mengkaji bagaimana seksualitas menurut Alkitab sebagai sumber segala sumber prinsip-prinsip kehidupan khususnya bagaimana Yusuf dalam Kejadian 39 mempertahankan prinsip integritas seksualnya di usia yang sangat muda. Dan diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi suatu model yang berharga untuk para remaja kristen dalam menerapkan nilai-nilai integritas seksualnya.Katakunci : Integritas Seksual, Kejadian 39, Remaja , Yusuf
Filsafat Pendidikan Rekonstruksi Menurut George Sylvester Count Dan Harold Rugg Dalam Membangun Masyarakat Baru Saguntung, Rinta L.; Marse, Marse; Delvryance, Agustihana; Labba, Asriyanti
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2375

Abstract

This article discusses the educational philosophy of reconstruction according to George Sylvester Count and Harold Rugg in building a new society. This research aims to develop good character and behavior in students through the philosophy of reconstructive education according to George Sylvester Count and Harold Rugg in building a new society. The research method used is literature study. The findings show that these two figures have similar views regarding the importance of education in building a just and equitable society. The conclusion of this article is that the philosophy of reconstruction education can be a strong foundation in building a new, better society.

Page 1 of 1 | Total Record : 10