cover
Contact Name
Thomas Joni Verawanto Aristo
Contact Email
thomaspaoh@gmail.com
Phone
+6285245229150
Journal Mail Official
jurnal.pengabdian2020@gmail.com
Editorial Address
STIKP Persada Khatulistiwa Sintang LPPM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Jln. Pertamina Km. 4 Sintang 78614 Kalimantan Barat,
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : 26205300     DOI : 10.31932
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa adalah jurnal untuk publikasi artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan, ilmu sosial, ilmu alam, dan ilmu terapan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER" : 37 Documents clear
OPTIMALISASI LAHAN KOSONG UNTUK KETAHANAN PANGAN MELALUI BUDIDAYA SAYURAN DI DESA GUMININGREJO Hanifah, Ayu Ismi; Afkar, Ahmad Ulil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5258

Abstract

ABSTRACTVacant land or unused land is commonly found in various locations, whether around residential areas, urban settings, or even in rural villages. The utilization of vacant land can be carried out in various ways, one of which is through vegetable cultivation. Guminingrejo Village is one such village that has unused vacant land, resulting in the area appearing dirty and neglected. Therefore, the utilization of vacant land needs to be further developed. The aim of this activity is to optimize the use of vacant land for food security through vegetable cultivation in Guminingrejo Village. The implementation method used in this activity is an experimental method. From this activity, it can be concluded that optimizing the use of vacant land has a positive impact on Guminingrejo Village, such as maintaining a clean environment and producing vegetables that can enhance food security as well as increase the income of local residents.Keywords: Optimization, vacant land, food security, vegetablesABSTRAKLahan kosong atau lahan yang tidak dimanfaatkan sering dijumpai di berbagai lokasi baik di sekitar pemukiman, perkotaan, bahkan di pedesaan. Pemanfaatan lahan kosong dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan budidaya tanaman sayuran. Desa Guminingrejo merupakan salah satu desa yang memiliki lahan kosong tidak termanfaatkan sehingga mengakibatkan lahan terlihat kotor dan kumuh. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan kosong perlu dikembangkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengoptimalisasi lahan kosong untuk ketahanan pangan melalui budidaya tanaman sayuran di Desa Guminingrejo. Metode pelaksanaan ini menggunakan metode eksperimen. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa optimalisasi  pemanfaatan lahan kosong memberikan dampak yang positif bagi Desa Guminingrejo yaitu dengan terpeliharanya lingkungan yang bersih dan menghasilkan sayuran yang dapat meningkatkan ketahanan pangan serta dapat menambah pendapatan dari warga Desa setempat.Kata Kunci: optimalisasi, lahan kosong, ketahanan pangan, sayuran
OPTIMALISASI DESAIN DAN PRODUKTIVITAS KEBUN DASAWISMA PERCONTOHAN DI LEMBANG REA TULAKLANGI’ MELALUI PENERAPAN MATEMATIKA TERAPAN Damayanti, Irene Devi; Salu, Benyamin; Merlinda, Merlinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5365

Abstract

ABSTRACTDasawisma activities in rural areas are a form of community empowerment that plays an important role in improving food security. In Lembang Rea Tulaklangi’, Saluputti District, Tana Toraja Regency, particularly in Dasawisma Lolin, there is potential vacant land that can be used as a model vegetable garden. One of the crops suitable for cultivation in this area is green mustard (Brassica Juncea), which has a short harvest time, stable market demand, and relatively easy maintenance. However, garden management is often carried out without optimal planning, resulting in suboptimal productivity. The author, as the field supervisor of the 45th batch of UKI Toraja's Community Service Program (KKN-T), along with students, village officials, and the community, conducted a service activity themed on food security, which is one form of community empowerment. The application of applied mathematics in garden planning and design has been proven to help improve land use efficiency and mustard plant productivity. Dividing a 6 × 6 m plot into 5 beds, with a planting distance of 25 × 25 cm, results in an optimal plant population. In addition, this arrangement facilitates the maintenance process, from watering and weeding to harvesting. Technically, the plants grow healthier and more uniformly. From a management perspective, the land management process becomes more structured and efficient. This combination can increase the chances of a successful harvest, both in terms of quantity and quality.Keywords: optimization, design, productivity, home gardens, applied mathematics. ABSTRAKKegiatan Dasawisma di wilayah pedesaan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan ketahanan pangan. Di Lembang Rea Tulaklangi’, Kecamatan Saluputti, Kabupaten Tana Toraja, khususnya di Dasawisma Lolin terdapat potensi lahan kosong yang dapat dimanfaatkan menjadi kebun sayuran percontohan. Salah satu tanaman yang cocok dibudidayakan di wilayah ini adalah Sawi Hijau (Brassica Juncea), yang memiliki waktu panen singkat, permintaan pasar stabil, dan perawatan relatif mudah. Namun demikian, sering kali pengelolaan kebun dilakukan tanpa perencanaan yang optimal, sehingga produktivitas tidak maksimal. Penulis selaku pembimbing lapangan KKN-T angkatan XLV UKI Toraja bersama mahasiswa, aparat lembang, dan masyarakat melakukan kegiatan pengabdian dengan tema ketahanan pangan, yang merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Penerapan Matematika Terapan dalam perencanaan dan desain kebun terbukti membantu meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan serta produktivitas tanaman sawi. Pembagian lahan seluas 6 × 6 m menjadi 5 bedengan, dengan jarak tanam 25 × 25 cm, diperoleh populasi tanaman yang optimal. Selain itu, pengaturan ini mempermudah proses pemeliharaan, mulai dari penyiraman, penyiangan, hingga pemanenan. Dari sisi teknis, tanaman tumbuh lebih sehat dan seragam. Dari sisi manajemen, proses pengelolaan lahan menjadi lebih terstruktur dan efisien. Kombinasi ini dapat meningkatkan peluang keberhasilan panen, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.Kata Kunci: optimalisasi, desain, produktivitas, kebun dasawisma, matematika terapan
PENGEMBANGAN PUPUK BIOLOGIS TRICHODERMA DAN BOKASHI SEBAGAI PUPUK RAMAH LINGKUNGAN Lahati, Betty Kadir; Kaddas, Fatmawati; Fatmawati, Mila; Sabban, Helda; Mahmud, Haris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5405

Abstract

ABSTRACTThis activity is part of the Entrepreneurship PKM Team program, which focuses on the development of Trichoderma-based biological fertilizers as an innovative approach to support sustainable and environmentally friendly agriculture. The main objective of this initiative is to produce and promote a biofertilizer formulated from a simple combination of Trichoderma and bokashi by the Entrepreneurship PKM Team and participating students. Through training in biofertilizer production and entrepreneurship mentoring, the program encourages active student involvement in building business units based on ecological agricultural technology. The implementation methods include technical training, fermentation practices, and strategies for product packaging and promotion. The results of the program indicate that the combination of Trichoderma and bokashi has potential to improve the growth of horticultural crops and can be further developed as a campus-based agribusiness product. Keywords: Trichoderma, biofertilizer, student, entrepreneurship, sustainable agricultureABSTRAKKegiatan ini merupakan bagian dari program Tim PKM Kewirausahaan yang berfokus pada pengembangan pupuk biologis berbasis Trichoderma sebagai inovasi pendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memproduksi dan mempromosikan pupuk hayati berbasis kombinasi Trichoderma dan bokashi yang diformulasikan secara sederhana oleh tim PKM Kewirausahaan dan mahasiswa. Melalui pelatihan produksi pupuk hayati dan pendampingan kewirausahaan, kegiatan ini mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam membangun unit usaha berbasis teknologi pertanian ekologis. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis, praktik fermentasi, dan strategi pengemasan serta promosi produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi Trichoderma dan bokashi memiliki potensi dalam memperbaiki pertumbuhan tanaman hortikultura dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai produk kewirausahaan pertanian di lingkungan kampus.Kata Kunci: Trichoderma, pupuk hayati, kewirausahaan, mahasiswa, pertanian berkelanjutan
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA VIRTUAL TOUR MENGGUNAKAN PLATFORM LUMI H5P BAGI GURU-GURU IPA DI KABUPATEN BANTUL Wibowo, Widodo Setiyo; Rahmawati, Laifa; Nurohman, Sabar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5611

Abstract

ABSTRACTScience education continues to face challenges such as the dominance of lecture-based methods and the lack of engaging learning media, which lower students’ motivation and participation. This program aimed to empower science teachers in Bantul Regency to create virtual tour–based learning media using the Lumi H5P platform with ethno-science content, enhancing the relevance and attractiveness of science learning. The offline training took place at SMP Negeri 1 Bantul on August 6, 2025, involving 30 science teachers from the MGMP IPA Bantul Regency. The methods included lectures, demonstrations, guided practice, and interactive discussions. The participants showed high enthusiasm, though most had not yet developed media products independently. Based on satisfaction surveys, the average score was 3.73 out of 4, categorized as good to very good. Participants found the material relevant to integrating digital technology and local cultural values into science education. Overall, the program improved teachers’ understanding of virtual reality, introduced Lumi H5P, and encouraged ethnoscience-based contextual learning, laying the foundation for innovative, culturally rooted science education.Keywords: Interactive Media, Lumi H5P, Teacher Training, Virtual Tour.ABSTRAKPembelajaran IPA masih menghadapi berbagai tantangan, seperti penyajiannya didominasi metode ceramah dan minimnya penggunaan media pembelajaran menarik. Kondisi ini menyebabkan rendahnya motivasi serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan guru-guru IPA Kabupaten Bantul dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis virtual tour menggunakan platform Lumi H5P bermuatan etnosains, sehingga mampu meningkatkan relevansi dan daya tarik pembelajaran IPA. Pelatihan dilaksanakan secara luring di SMPNegeri 1 Bantul pada tanggal 6 Agustus 2025 dengan 30 guru IPA anggota MGMP IPA SMP Kabupaten Bantul. Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik terbimbing, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan, meskipun belum menghasilkan produk media secara mandiri. Berdasarkan hasil instrumen kepuasan peserta, diperoleh rata-rata skor sebesar 3,73 dari skala 4, yang termasuk kategori baik menuju sangat baik. Peserta menilai materi pelatihan relevan dengan kebutuhan mereka dalam mengintegrasikan teknologi digital dan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran IPA. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang konsep dasar virtual reality, pengenalan aplikasi Lumi H5P, serta peluang penerapan etnosains dalam pembelajaran kontekstual. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi guru IPA untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi terbuka, sekaligus memperkuat karakter pembelajaran sains yang berakar pada budaya lokal.Kata Kunci: Media Interaktif, Lumi H5P, Virtual Tour, Pelatihan Guru.
PELATIHAN E-MODUL MAJALAH DIGITAL BERBANTUAN AR BERBASIS PBL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL Simatupang, Gugun Manosor; Mujahidawati, Mujahidawati; Sabil, Husni; Syafmen, Wardi; Falani, Ilham; Novferma, Novferma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5449

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of digital technology requires teachers to master digital literacy and innovative teaching media. However, many teachers still face challenges in integrating interactive digital learning resources into classroom practice. To address this issue, a community service program was conducted at SMPN 7 Muaro Jambi in the form of training on developing interactive digital magazine e-modules supported by Augmented Reality (AR) and Problem Based Learning (PBL). The training was attended by 25 junior high school teachers and implemented through a hands-on workshop model using the ADDIE framework. Participants were introduced to AR applications, guided in designing e-modules with PBL scenarios, and assisted in producing digital magazine-based learning media. The results showed a significant improvement in teachers’ digital literacy, with the average score increasing from 3.12 to 4.35 after the training. In addition, 85% of participants successfully produced e-modules that met media validity criteria, including content clarity, visual coherence, and interactivity. Teachers also reported high motivation to apply AR and PBL in their teaching practices. This program proved effective in strengthening teachers’ competence, enhancing digital literacy, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum through contextual and technology-based learning.Keywords: Augmented Reality, E-Module, Digital Literacy, Teacher Training, Problem Based Learning ABSTRAKPerkembangan teknologi digital menuntut guru untuk memiliki kemampuan literasi digital dan keterampilan mengembangkan media pembelajaran inovatif. Namun, masih banyak guru yang mengalami kendala dalam mengintegrasikan media digital interaktif ke dalam praktik pembelajaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat di SMPN 7 Muaro Jambi berupa pelatihan pembuatan e-modul majalah digital interaktif berbantuan Augmented Reality (AR) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Pelatihan diikuti oleh 25 guru SMP dan dilaksanakan melalui workshop berbasis praktik dengan model ADDIE. Peserta diperkenalkan pada aplikasi AR, dibimbing dalam merancang e-modul dengan skenario PBL, serta didampingi dalam menghasilkan produk media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital guru, dengan skor rata-rata meningkat dari 3,12 sebelum pelatihan menjadi 4,35 setelah pelatihan. Selain itu, 85% peserta berhasil menghasilkan e-modul yang memenuhi kriteria validitas media, meliputi kejelasan konten, keterpaduan visual, dan interaktivitas. Guru juga menunjukkan motivasi tinggi untuk mengintegrasikan AR dan PBL dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, memperkuat literasi digital, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran kontekstual berbasis teknologi.Kata Kunci: Augmented Reality, E-Modul, Literasi Digital, Pelatihan Guru, Problem Based Learning
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DAN ASESMEN DIGITAL BERBASIS BUDAYA JAMBI BERBANTUAN AI-AR Sabil, Husni; Huda, Nizlel; Siregar, Masyunita; Novferma, Novferma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5566

Abstract

ABSTRACTThe digital transformation in education requires teachers to possess strong digital literacy and the ability to integrate technology with local culture to create meaningful learning experiences. This community service aimed to enhance teachers’ competence in developing digital teaching materials and assessments based on Jambi culture assisted by Artificial Intelligence (AI) and Augmented Reality (AR). The training was conducted using a participatory empowerment approach combined with a Project-Based Learning (PBL) model through four stages: socialization, hands-on workshop, implementation, and mentoring. Twenty teachers of the Junior High School Mathematics Teacher Working Group (MGMP) in Muaro Jambi participated in the program. Data were collected through observation, pre–post tests, interviews, and document analysis. The results showed a significant improvement in teachers’ competence, with the average score increasing from 63.2 to 88.5 (g = 0.68, high category). Teachers successfully produced interactive digital teaching materials that integrate Jambi’s cultural values using AI–AR tools such as Canva AI, ChatGPT, and Assemblr EDU. The program contributed to the development of the Techno-Cultural Pedagogy model, which integrates technology, pedagogy, and cultural knowledge to support digital transformation in education.Keywords: Digital Literacy, AI–AR, Teacher Training, Jambi CultureABSTRAKTransformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru memiliki literasi digital yang kuat serta kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan budaya lokal untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar dan asesmen digital berbasis budaya Jambi berbantuan Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR). Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan participatory empowerment dan model Project-Based Learning (PBL) melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan praktik, implementasi, serta pendampingan. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru MGMP Matematika SMP Kabupaten Muaro Jambi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes pre–post, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru dengan rata-rata skor meningkat dari 63,2 menjadi 88,5 (g = 0,68; kategori tinggi). Guru berhasil menghasilkan bahan ajar digital interaktif yang mengintegrasikan nilai budaya Jambi dengan dukungan aplikasi AI–AR seperti Canva AI, ChatGPT, dan Assemblr EDU. Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan model Techno-Cultural Pedagogy yang memadukan teknologi, pedagogi, dan budaya untuk mendukung transformasi digital pendidikan.Kata Kunci : Literasi Digital, AI–AR, Pelatihan Guru, Budaya Jambi
PKM PENINGKATAN PRODUKSI DAN PEMASARAN HOME INDUSTRI KUE TRADISIONAL LAPIS TIDORE DI PULAU TIDORE Zain, Zandy Pratama; Syahroni, Syahroni; Mahmud, Haris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5415

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aims to increase the production and marketing of Lapis Tidore as a strategic step towards achieving economic independence and cultural preservation on Tidore Island. The problem-solving method used consists of five main stages, namely socialisation, training/mentoring, technology application, programme mentoring/evaluation, and programme sustainability. The product produced by this MSME is the traditional Lapis Tidore cake. The addition of an oven and automatic dough mixer is expected to increase production capacity and expand marketing reach, thereby improving the welfare of MSMEsKeywords: SMEs; Automatic mixing machine; Oven; Production and Layer cakesABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk peningkatan produksi dan pemasaran Lapis Tidore menjadi langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan pelestarian budaya di Pulau Tidore. Metode pemecahan masalah yang digunakan terdiri dari lima tahap utama yaitu sosialisasi, pelatihan/pendampingan, penerapan teknologi, pendampingan/evaluasi program, dan keberlanjutan program. Produk yang dihasilkan oleh UMKM ini adalah kue tradisional Lapis Tidore. Penambahan mesin oven dan pengaduk adonan otomatis diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran sehingga kesejahteraan UMKM meningkat.Kata Kunci: UMKM; Mesin pengaduk otomatis; Oven; Produksi dan Kue lapis
BRANDING BATIK KHAIRUNQU: PENGEMBANGAN MOTIF BATIK KEARIFAN LOKAL MALUKU UTARA Sugrah, Nurfatimah; Rakhman, Khusna Arif; Annisa, Dira Ayu; Lasaratu, M. Lubhan Dewo; Sundari, Sundari; Hamsir, Iis Ayub Wahab; Amal, M. Ridha Haykal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5455

Abstract

ABSTRACTThis community service program aims to develop KhairunQu Batik as a university startup by integrating local wisdom from North Maluku into its cultural branding. The program was initiated through the exploration of regional flora and fauna, such as the Paok bird (Pitta maxima), Halmahera angel bird (Semioptera wallacii), Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), Jelyfish (Scyphozoa), Clove (Syzygium aromaticum), Nutmeg (Myristica fragrans), and Butterfly pea flower (Clitoria ternatea), which were transformed into aesthetic batik motifs. Additionally, a distinctive hand-drawn pattern, known as Pusaka Khairun, was designed to emphasize authenticity and cultural heritage. The design process combined traditional and modern elements to ensure harmony and symbolic representation, while branding strategies focused on strengthening identity and market competitiveness. Digital promotion via social media has reached over 300 viewers across Indonesia, while direct promotion through the University of Khairun creative product expo attracted more than 1,000 visitors, with 200 recorded at the KhairunQu Batik stand. These outcomes indicate that university startups can play a strategic role in preserving local wisdom, fostering entrepreneurship, and creating sustainable creative industries. Overall, the project demonstrates that integrating cultural heritage with innovation and branding strengthens both community identity and economic potential, making KhairunQu Batik a representative model for university-based cultural startups.Keywords: Community empowerment, local wisdom, batik branding, creative economy, KhairunQu batikABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan KhairunQu Batik sebagai startup universitas dengan mengintegrasikan kearifan lokal dari Maluku Utara ke dalam branding budayanya. Program ini diinisiasi melalui eksplorasi flora dan fauna daerah, seperti burung Paok (Pitta maxima), Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii), Cakalang (Katsuwonus pelamis), Ubur-ubur (Scyphozoa), Cengkeh (Syzygium aromaticum), Pala (Myristica fragrans), dan bunga Telang (Clitoria ternatea), yang ditransformasikan menjadi motif batik yang estetis. Selain itu, pola batik tulis yang khas, yang dikenal sebagai Pusaka Khairun, dirancang untuk menekankan keaslian dan warisan budaya. Proses desain menggabungkan elemen tradisional dan modern untuk memastikan harmoni dan representasi simbolis, sementara strategi branding difokuskan pada penguatan identitas dan daya saing pasar. Promosi digital melalui media sosial telah menjangkau lebih dari 300 pengunjung di seluruh Indonesia, sementara promosi langsung melalui pameran produk kreatif Universitas Khairun menarik lebih dari 1.000 pengunjung, dengan 200 tercatat di stan Batik KhairunQu. Hasil ini menunjukkan bahwa startup universitas dapat memainkan peran strategis dalam melestarikan kearifan lokal, menumbuhkan kewirausahaan, dan menciptakan industri kreatif yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, proyek ini menunjukkan bahwa memadukan warisan budaya dengan inovasi dan pencitraan merek memperkuat identitas masyarakat dan potensi ekonomi, menjadikan KhairunQu Batik sebagai model representatif bagi perusahaan rintisan budaya berbasis universitas.Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, kearifan lokal, branding batik, ekonomi kreatif, batik KhairunQu
IMPLEMENTASI SYNTHESIA AI DALAM PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI LITERASI DIGITAL GURU Romundza, Febbry; Afrida, Afrida; Asmiyunda, Asmiyunda; Hendra, Hendra; Siregar, Dwi Rahayu; Ulfah, Fadilla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5453

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of Artificial Intelligence (AI) has created new opportunities in education, particularly in the development of digital learning media. One of the most innovative applications is Synthesia AI, a platform that enables the creation of animated learning videos with virtual avatars and multilingual automated narration. This study aims to implement the use of Synthesia AI in developing animated instructional videos as an effort to improve teachers’ digital literacy competence. The research employed a descriptive qualitative approach with several stages: needs analysis, teacher training in using Synthesia AI, video production, and evaluation through observation, questionnaires, and interviews. The results indicated that more than 85% of teachers reported increased confidence in creating digital media, 78% were able to design appropriate learning scripts for AI-based videos, and 82% successfully produced animated instructional videos that were engaging, interactive, and curriculum-oriented. Furthermore, teachers’ digital literacy competence improved in four aspects: technological literacy, information literacy, media literacy, and digital pedagogy. These findings highlight that the integration of AI can serve as a practical and innovative solution for teachers to deliver more adaptive, creative, and relevant learning experiences that meet the needs of 21st-century students.Keywords : Synthesia AI, animated instructional video, digital literacy, teachers, artificial intelligence.ABSTRAKPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran digital. Salah satu aplikasi yang inovatif adalah Synthesia AI, sebuah platform yang memungkinkan pembuatan video animasi pembelajaran dengan avatar virtual dan narasi otomatis multibahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan penggunaan Synthesia AI dalam pembuatan video pembelajaran animasi sebagai upaya meningkatkan kompetensi literasi digital guru. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan: analisis kebutuhan, pelatihan guru dalam penggunaan Synthesia AI, produksi video pembelajaran, serta evaluasi melalui observasi, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 85% guru merasa lebih percaya diri dalam membuat media digital, 78% mampu menyusun naskah pembelajaran yang sesuai untuk diintegrasikan ke dalam video AI, dan 82% menghasilkan video pembelajaran animasi yang dinilai menarik, interaktif, dan sesuai kurikulum. Selain itu, kompetensi literasi digital guru meningkat pada aspek teknologi, informasi, media, dan pedagogi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan AI dapat menjadi solusi praktis dan inovatif bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa abad ke-21.Kata kunci : Synthesia AI, video pembelajaran animasi, literasi digital, guru, kecerdasan buatan
MODEL INKUBASI BISNIS BERBASIS KAMPUS DALAM MEMBANGUN EKOSISTEM WIRAUSAHA MUDA DI UNIVERSITAS BATAM Gunawan, Dahlan; Dewi, Nolla Puspita; Basri, Basri; Sari, Dwi Kartika; Anggra, Anggra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5590

Abstract

ABSTRACTThe high unemployment rate among college graduates highlights the need for entrepreneurship-based competencies that focus not only on short-term training but also on organized and ongoing mentoring. The Young Entrepreneur Development Program through the Batam College Business Incubator was implemented as an effort to strengthen the capacity of students and graduates to start and develop businesses professionally. The implementation strategy is carried out through four main stages: entrepreneurship classes, bootcamp training, entrepreneurship training, and entrepreneurship training programs. Each program is designed to build an entrepreneurial mindset, develop specific trade skills, and provide access to systems, coaches, and encourage trade law enforcement. The results of this program demonstrated significant progress in entrepreneurial knowledge perspectives, entrepreneurial development skills through the Student MSME culinary bazaar, and readiness to develop business plans. Of the 30 initial participants, 10 successfully advanced to the training program and demonstrated a more focused increase in entrepreneurial competencies. This program not only influenced changes in students' entrepreneurial talents but also strengthened the role of universities as operators of regional economic strengthening. Therefore, the entrepreneurship training program proved to be a key approach in creating competitive young entrepreneurs, especially in the Batam region as an economic and industrial area.Keywords: Business Incubation, Entrepreneurship, Batam UniversityABSTRAKTingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi, menyoroti kebutuhan akan kompetensi berbasis kewirausahaan yang tidak hanya berfokus pada pelatihan jangka pendek, tetapi juga pada pendampingan yang terorganisir dan berkelanjutan. Program Pembentukan Wirausaha Muda Melalui Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi Batamâ dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dan lulusan dalam memulai dan mengembangkan bisnis secara profesional. Strategi penerapan dilakukan melalui empat tahap utama: kelas kewirausahaan, pelatihan bootcamp, pelatihan kewirausahaan, dan program pelatihan kewirausahaan. Setiap program dirancang untuk membangun mentalitas kewirausahaan, mengembangkan keterampilan perdagangan khusus, dan memberikan akses kepada sistem, pelatih, serta mendorong penegakan hukum perdagangan. Hasil dari program ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam perspektif pengetahuan kewirausahaan, keterampilan pengembangan kewirausahaan melalui bazar kuliner UMKM Mahasiswa, dan kesiapan untuk mengembangkan rencana bisnis. Dari 30 peserta awal, 10 peserta berhasil maju ke program pelatihan dan menunjukkan peningkatan kompetensi kewirausahaan yang lebih terfokus. Program ini tidak hanya memengaruhi perubahan bakat kewirausahaan mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai operator penguatan ekonomi daerah. Oleh karena itu, program pelatihan pembentukan kewirausahaan terbukti menjadi pendekatan kunci dalam menciptakan wirausahawan muda yang kompetitif, terutama di wilayah Batam sebagai kawasan ekonomi dan industriKata Kunci : Inkubasi Bisnis, Wirausaha, Universitas Batam

Page 1 of 4 | Total Record : 37