cover
Contact Name
Dr. Intan Dwi Hastuti
Contact Email
jurnal.jpin@gmail.com
Phone
+6281216119880
Journal Mail Official
intancendekiamataram@gmail.com
Editorial Address
Perum Elit Kota Mataram Asri Blok Q 11 Ling. Geguntur Kelurahan Jempong Baru Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPIn : Jurnal Pendidik Indonesia
ISSN : 27228134     EISSN : 26208466     DOI : https://doi.org/10.47165/jpin
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) mempublikasikan artikel kajian teori atau penelitian terkait dengan Pendidikan. JPIn menerima publikasi dari guru-guru (PAUD, SD, SMP, SMA), Dosen, serta dari pemerhati dan peneliti pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 276 Documents
PENINGKATAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU MATEMATIKA MELALUI PERANCANGAN RPP BERKERANGKA KERJA ELPSA Zainal Abidin; Sabrun Sabrun
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 2: Oktober 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i2.78

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan seseorang sangat ditentukan oleh seberapa besar kualitas pengetahuan dan kemapuan dalam mempersiapkan RPP pada setiap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Kurangnya kualitas dan kesesuaian persiapan guru dalam merencanakan pembelajaran sebelum memulai kegiatan belajar mengajar mengakibatkan kualitas pembelajaran tidak maksimal. Hal ini memotivasi peneliti untuk meningkatkan kualitas perencanaan pengajaran dengan kerangka ELPSA. Kerangka ELPSA merupakan kerangka pembelajaran yang menarik bagi siswa, karena lebih menekankan pada pentingnya interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, dan komunikatif karena kreatifitas guru yang ditonjolkan untuk menciptakan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dalam upaya meningkatkan kemampuan Pedagogical Conten Knowledge (PCK) Mahasiswa calon guru Matematika. Data didapatkan dari telaah RPP berkerangka ELPSA dan analisis video penerapan RPP yang dihasilkan dalam proses pembelajaran mahasiswa calon guru di dalam kelas. Dan dari hasil telaah RPP dan analisis vidio didapatkan persentase keberhasilan 86,61% untuk data telaah RPP dan 90,21% dari telaah dan analisis video pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan Perancangan RPP Berkerangka kerja ELPSA dapat meningkatkan kemampuan pedagogical Content Knoledge (PCK) pada calon guru matematika Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP Mataram.
PENINNGKATAN HASIL DAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 2 SMAN 1 KURIPAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA POKOK BAHASAN DAMPAK PERKKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONNESIA TAHUN AJARAN 2018/2019 Ilmiawan Ilmiawan; Wiwik Evi Anggraeni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 2: Oktober 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i2.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peninngkatan hasil dan motivasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 kuripan dengan menggunakan model Discovery Learning pada pokok bahasan dampak perkembangan kolonialisme dan imperialisme di Indonnesia tahun ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalahmenggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dalam tiga siklus.PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan, yang sengaja dilakukan pada sebuah kelas secara bersama.kelas bukan wujud ruangan, tetapi sekelompok siswa yang sedang belajar. Dengan demikian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada proses belajar mengajar siswa kelas XI IPS 2 SMAN1 Kuripan setelah dilakukan tindkan selama dua siklus dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning mampu meningkatkan hasil belajarnya, berdasrkan hasil evaluasi pada siklus I menunjukan bahwa persentase siswa yang mendapat nilai 75 keatas sebanyak 17 orang persentase 54,83% ini berarti indikator penelitian belum mencapai standar ketuntasan klasikal yaitu 85%. Dari data tersebut terdapat 14 orang siswa yang memiliki nilai kurang dari 75 dengan persentase 45,17% dan nilai rata-ratanya 68,32. Sedangkan untuk nilai motivasi belajar siswa pada siklus I, menunjukan bahwa persentase siswa yang mendapat nilai 75 keatas adalah20 orang dengan persentase64,51%,  selanjutnya yang tidak mencapai ketuntasan  berjumlah 11 orang dengan persentase 35,48% dan nilai rata-rata 68,32. ini berarti indikator penelitian belum mencapai standar ketuntasan klasikal yaitu 85%. Kemudian dilanjutkan tindakan pada siklus II siswa yang mencapai ketuntasan dengan persentase 90,32%, sedangkan yang tidak mencapai ketuntasan persentasenya 9,67% dengan nilai rata-rata kelas 88,23. Selanjutnya nilai motivasi belajar siswa sebanyak 29 orang mencapai ketuntasan dengan persentase 93,54%, sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan 2 orang dengan persentase 6,45%, dengan nilai rata-rata kelas 90,57.
PEMETAAN KOMPETENSI GURU PAUD SE PULAU LOMBOK TAHUN 2018 Dwi Istati Rahayu; Fahruddin Fahruddin
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 1: April 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i1.62

Abstract

Kompetensi guru PAUD akan menentukan kualitas pengelolaan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini. Pengelolaan pembelajaran yang baik  dapat menstimulasi kebutuhan perkembangan anak secara optimal.  Kompetensi guru terdiri dari empat jenis kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, professional, kepribadian, dan sosial. Kenyataannya adalah banyak guru belum dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana mestinya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan kompetensi guru berdasarkan ijazah yang dimiliki dan bidang-bidang kompetensi melalui survey yang dilakukan di pulau Lombok dengan sampel 161 orang guru.  Pengumpulan data menggunakan metode angket, dan  Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan secara kuantitatf menggunakan program ITEMAN, dan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata tertinggi adalah guru-guru dengan ijasah S1 PAUD, yaitu 2,730. Skor rata-rata kompetensi guru dengan ijasah S1 secara umum adalah 2,716, yang sama dengan skor rata-rata keseluruhan sampel. Guru yang belum memiliki ijasah S1 skor rata-rata kompetensinya adalah 2,484. Kompetensi pedagogik daari keseluruhan sampel rata-rata skornya 2,644, kompetensi kepribadian 2,742, kompetensi professional 2,813, dan kompetensi sosial 3,056. Disarankan pada pihak-pihak terkait agar ketika melakukan upaya peningkatan kompetensi guru lebih difokuskan pada kompetensi pedagogik, karena kompetensi ini yang paling mendukung tugas utama guru, sementara justru hasilnya paling rendah.  
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAHASA ISYARAT ANAK TUNARUNGU Indriaturrahmi Indriaturrahmi; Farida Fitriani; Wiwiek Zainar Sri Utami
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 2: Oktober 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i2.73

Abstract

Cara belajar anak penyandang tuna rungu berbeda dengan cara belajar anak normal pada umumnya.  Pemahaman bahasa dan pembendaharaan kata tidak dapat dijelaskan dan ditangkap melalui indera pendengaran karena tergangunya fungsi pendengaran yang dialami olen tuna rungu.  Salah satu cara pembelajran yang dapat dimaksimalkan pada anak tuna rungu adalah melalui indera pengelihatan. indera pengelihatan sebagai alat bantu untuk merangsang informasi bahasa dan penggunaan bahasa isyarat sebagai cara melatih komunikasi berbahasa bagi tunarungu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa isyarat bagi anak tuna rungu, untuk mengetahui kelayakan dari media pembelajaran dan untuk meningkatkan kemampaun berbahasa bagi anak tunarungu. Penelitian  ini adalah  Penelitian dan Pengembangan (RnD) dengnan model ADDIE  (Analysis, Decide, Design, Implementasi dan Evaluasi). Hasil dari penelitan ini adalah  menghasilkan media pembelajaran bahasa isyarat bagi anak tunarungu.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Zainal Abidin; Sabrun Sabrun; I Ketut Sukarma
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 3, No 1: April 2020
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v3i1.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X SMK Negeri 1 Keruak tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Data diambil dari siswa  SMK Negeri 1 Keruak kelas X sebanyak 21 orang siswa. Adapun dalam proses pelaksanaan  dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Dimana hasil penelitian yang dilakukan pada siklus I nilai rata-rata hasil evaluasi siswa adalah  74.38  dengan persentase ketuntasan 52.38%, sedangkan hasil observasi aktivitas siswa diperoleh 3,05 yang menunjukkan masih dalam kategori aktif. Pada siklus II rata-rata nilai evaluasi siswa  mencapai 92.09 dengan ketuntasan 90.48% dengan kategori Sangat baik sedangkan hasil observasi aktivitas siswa sudah mencapai 4.05 ini menunjukan kategori sangat aktif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi eksponen kelas X SMK Negeri 1 Keruak tahun pelajaran 2018/2019.
PRAKTIKUM SEBAGAI MEDIA PENERAPAN KONSEP DASAR SAINS BAGI GURU-GURU SD DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Siti Raudhatul Kamali; Surya Hadi; Mamika Ujianita Romdhini
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 1: April 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i1.67

Abstract

Kreativitas guru memiliki peranan penting dalam pembelajaran sains di tingkat Sekolah Dasar (SD). Salah satu metode pembelajaran sains yang bisa diterapkan pada tingkat Sekolah Dasar adalah praktikum. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman konsep dasar IPA bagi guru-guru SD di Kabupaten Lombok Tengah, mengingat beberapa orang  guru SD memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda untuk mengajar IPA. Kegiatan ini memberikan pelatihan berupa praktikum IPA bagi guru-guru SD yang bersifat sederhana, melalui tahapan praktek, diskusi, dan evaluasi. Evaluasi yang dilakukan selama kegiatan berlangsung adalah evaluasi proses praktikum dan evaluasi akhir berupa laporan praktikum.  Rata-rata persentase hasil untuk semua indikator dari percobaan 1 sampai  percobaan 4 berkisar antara 74% sampai dengan 91% sedangkan rata-rata nilai praktikum berkisar antara 85 sampai 91. Kegiatan praktikum ini berjalan lancar dan peserta kegiatan antusias selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
PENGARUH KONSELING BEHAVIORAL TERHADAP EMPATI M Chairul Anam; Nuril Furkan
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 3, No 1: April 2020
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v3i1.84

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang bertujuan mendewasakan, merubah prilaku agar berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Dalam kegiatan belajar masih ditemukan sikap empati pada diri siswa rendah. Hal ini ditunjukan dengan kurangnya tolong-menolong pada saat teman membutuhkan bantuan, pada saat kegiatan belajar mengajar peserta didik kurang dalam memperhatikan guru dan teman yang sedang berbicara terkait pelajaran. Perilaku yang negatif pada dasarnya dapat dirubah dengan pemberian bantuan konseling, untuk pendekatan yang sesuai digunakan yakni dengan pendekatan konseling behavioral. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada Pengaruh Konseling Behavioral Terhadap Empati Siswa Kelas X di MA Ad-diinul Qayyim Kapek Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2018/2019?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Konseling Behavioral Terhadap Empati Siswa Kelas X di MA Ad-diinul Qayyim Kapek Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket sebagai metode pokok, sedangkan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Analisis data yang digunakan analisis t test. Berdasarkan hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% maka diperoleh hasil penelitian yaitu: nilai t hitung  sebesar 6,156 dan nilai t tabel  pada taraf signifikansi 5% dengan db 8 diperoleh 2,306. Maka dengan demikian nilai t hitung   lebih besar dari pada nilai t tabel (6,156 2,306) sehingga dapat disimpulkan “signifikan”.Hal ini menunjukan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima. Maka kesimpulan analisis dalam penelitian ini adalah ada Pengaruh Konseling Behavioral Terhadap Empati Siswa Kelas X di MA Ad-diinul Qayyim Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2018/2019. Artinya hasil penelitian ini “signifikan”
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 MALANG DALAM MENYELESAIKAN SOAL BILANGAN BERPANGKAT MATEMATIKA Mayang Dintarini; Alfiani Athma Putri Rosyadi; Reni Dwi Susanti; Siti Khoiruli Ummah
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 1, No 1: April 2018
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v1i1.4

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe-tipe kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat pada olimpiade SMK. Subjek penelitian merupakan 15 siswa pembimbingan olimpiade SMK Muhammadiyah 2 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan Langkah-langkah penelitian yang dilakukan yaitu mulai dari perencanaan penelitian, pemberian tes, wawancara, analisis, serta forum group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua macam tipe kesalahan siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang dalam menyelesaikan soal olimpiade, yaitu kesalahan strategi penyelesaian dan kesalahan konsep..
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS OPINI MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV SDN 16 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Titin Untari; Masnunah Masnunah
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 1: April 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i1.68

Abstract

Menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar siswa di sekolah. Menulis merupakan suatu proses, oleh karena itu kemampuan menulis hendaknya dimiliki anak sejak dini. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah berasal dari hasil observasi awal diketahui bahwa pembelajaran menulis opini di kelas IV SDN 16 Mataram masih rendah dan masih menemui banyak kendala yang disebabkan pemilihan pendekatan pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan active learning atau penelitian tindakan kelas yang didalamnya terbentuk dari rangkaian siklus kegiatan, karena didasarkan pada masalah yang dihadapi oleh guru di dalam kelas diantaranya minat siswa dan hasil belajar siswa, yang bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas merupakan penyelidikan secara sistematis dengan menginformasikan praktik dalam pembelajaran situasi tertentu. Adapun analisis data penelitian yang digunakan deskriptif kuantatif. Penelitian dilaksanakan dalam II siklus tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi, evaluasi dan refleksi. Aktivitas siswa dan guru diambil dengan menggunakan lembar observasi, sedangkan data ketuntasan belajar siswa diperoleh dengan memberikan tes evaluasi yang diberikan pada setiap akhir siklus. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: l) Secara individu, prosentase siswa berkemampuan tinggi meningkat, yaitu dari 19,23% pada tahap prasiklus menjadi 59,62%  pada siklus I, dan naik menjadi 84,61% pada siklus II. Siswa yang berkemampuan sedang pun mengalami penurunan dari 84,61% pada prasiklus menurun menjadi 59,62%, pada siklus I, dan terakhir menjadi 19,23%  pada siklus II. Demikian juga dengan IPK yang diperoleh terjadi peningkatan, yaitu dari 59,62 prasiklus,  69,23 siklus I, dan 75,38 siklus II. Kategori kemampuan siswa juga meningkat, yaitu dari kategori sedang menjadi tinggi  sehingga penelitian ini dianggap sudah berhasil
ANALISIS KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA PROSES CONJECTURING DALAM MENGGENERALISASI PADA POLA Zulaini Zulaini; Sutarto Sutarto; Eliska Juliangkary
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 2: Oktober 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i2.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koneksi matematis siswa pada proses conjecturing dalam menggeneralisasi pola. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa kelas VIII SMP. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen bantu yaitu lembar masalah generalisasi pola (LMGP) dan wawancara. Setelah subjek menyelesaikan LMGP selanjutnya diwawancara untuk mengetahui koneksi matematis pada proses conjecturing dalam menggeneralisasi pola berdasarkan lembar jawaban masing-masing subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat mengkoneksikan fakta dengan fakta soal pada tahap mengorganisir kasus, selanjutnya siswa mengkoneksikan antara fakta dan konsep beda atau selisih pada tahap mencari dan memprediksi pola. Pada tahap merumuskan konjektur siswa mengkoneksikan antara prinsip rumus umum adalah beda dikali n ditambah bilangan akhir dan selanjutnya melakukan validasi konjektur untuk mengetahui kebenaran rumus dengan meyakinkan prinsip rumus dan fakta pada soal. Pada tahap generalisasi konjektur siswa meyakinkan bahwa rumus umum yang dihasilkan benar dengan mengkoneksikan rumus dengan pola selanjutnya serta membenarkan generalisasi dengan membenarkan rumus umum dengan contoh tertentu.

Page 5 of 28 | Total Record : 276