cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 133 Documents
Melayani seperti Perempuan Samaria: Membaca Ulang Yohanes 4:1-30 sebagai Konstruksi Keterlibatan Perempuan dalam Pelayanan Nugraha Vienshe; Cory Febrica Bella
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.149

Abstract

The view that women are a secondary group still occurs today both in socio-cultural construction and also in church life, so this paper aims to criticize and try to restore the status of women by imitating the attitude of Jesus who asked for the ministry of Samaritan women in John 4:1-30. Through qualitative research using the method of social-scientific criticism of the text of John 4:1-30 with the help of some literature, an understanding is shown that Samaritan women who are seen as part of a marginalized group are still taken into account by Jesus and are also involved in His evangelistic efforts. In the end, this paper concludes that women need to be given space to actualize themselves in society, including in ministry in the church. AbstrakPandangan bahwa perempuan adalah kelompok yang dinomorduakan masih terjadi pada saat ini baik dalam konstruksi sosial budaya dan juga dalam kehidupan bergereja, sehingga tulisan ini bertujuan untuk mengkritik dan berupaya memulihkan status perempuan dengan meneladani sikap Yesus yang meminta pelayanan perempuan Samaria dalam Yohanes 4:1-30. Melalui penelitian kualitatif yang menggunakan metode kritik sosial-ilmiah atas teks Yohanes 4:1-30 dengan dibantu oleh beberapa literatur, diperlihatkan pemahaman bahwa perempuan Samaria yang dipandang sebagai bagian dari kelompok yang terpinggirkan tetap diperhitungkan oleh Yesus dan dilibatkan juga dalam usaha penginjilan-Nya. Pada akhirnya, tulisan ini menyimpulkan bahwa perempuan perlu diberi ruang dalam mengaktualisasikan dirinya dalam masyarakat, termasuk dalam pelayanan dalam gereja. 
Kerukunan di Ruang Publik Digital dalam Bingkai Iman Kristen: Upaya Mereduksi Politik Identitas Ita Lintarwati; Yonatan Alex Arifianto; Simon Simon
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.117

Abstract

Christianity which is synonymous with love can be provoked communication conflicts in the digital space that lead to wider conflicts. The attitude and values of identity politics are fertile in this country. Therefore, the description of harmony within the framework of the Christian faith becomes the guideline and basis for believers to reduce identity politics. Using descriptive qualitative research methods with a literature study approach, it can be concluded that harmony within the framework of Christian faith in the digital public space: an effort to reduce identity politics is the responsibility of believers where believers understand the importance of the impact of identity politics and the disintegration of the Nation that occurs. Furthermore, believers can also practice the values and attitudes of nature and the value of Harmony as part of the attitude of faith and actions that are actualized in every sphere of life. Of course, in the digital public space where this space becomes an arena for identity conflicts. Finally, believers have an important role to continue to be a blessing as light bearers in the digital world.  AbstrakKekristenan yang identik dengan kasih dapat terpancing dalam konflik komunikasi di ruang digital yang mengarah pada konflik yang lebih luas. Hal itu adanya sikap dan nilai politik identitas yang subur di negara ini. Oleh sebab itu deskrisif kerukunan dalam bingkai iman Kristen menjadi pedoman dan dasar bagi orang percaya untuk mereduksi politik identitas. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa kerukunan dalam bingkai iman Kristen dalam ruang publik digital: upaya mereduksi politik identitas sebagai tanggung jawab orang percaya dimana orang percaya memahami pentingnya dampak politik identitas dan disintegrasi Bangsa yang terjadi. Selanjutnya orang percaya juga dapat mengamalkan nilai dan sikap dari hakikat dan nilai Kerukunan sebagai bagian sikap imana dan perbuatan yang diaktualisasikan di setiap ranah kehidupan. Tentunya dalam ruang publik digital dimana ruang ini menjadi ajang konflik identitas. Terakhir orang percaya memiliki peran penting untuk terus menjadi berkat sebagai pembawa terang dalam dunia digital.  
Kepemimpinan Gereja Lokal dalam Pengembangan Kepemimpinan Generasi “Z” Pekerja Migran Kristen Indonesia di Malaysia Joni Manumpak Parulian Gultom
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.143

Abstract

GenerationZ Indonesian migrant workers every year has increased the number in Malaysia. The local church in Malaysia has a big task and responsibility amid the limitations of language, culture, and leadership patterns in shaping their leadership character for God's church in the future. Even if they are migrant workers in foreign countries, they have the opportunity to become spiritual leaders of the church in the future. This study provides an update on the pastoral steps of local Malaysian churches toward the formation of leadership for Indonesian migrant workers. What is the pattern of church leadership of the local Malaysian church in the format of this GenerationZ leadership? And what strategies are used? The purpose of this research is to describe the leadership strategy of the local Malaysian church in shaping the character and leadership of Generasi Z Indonesian citizens. The research method is descriptive and qualitative. Contribution [1] to pastors and missionaries to maximize local church services in Malaysia [2] as a reference for Indonesian pastors in preparing leaders for the younger Generation of the church.[3] for the Malaysian church in outreach to incoming migrant workers.  Abstrak: Pekerja migran Indonesia ke Malaysia setiap tahun mengalami peningkatan jumlah dengan prosentase terbesar berasal dari Generasierasi Z. Gereja lokal Malaysia mendapat tugas dan tanggung jawab besar di tengah keterbatasan bahasa, budaya dan pola kepemimpinan dalam pembentukan karakter kepemimpinan mereka untuk gereja Tuhan di masa mendatang. Sekalipun pekerja migran di negara asing, mereka mempunyai kesempatan untuk menjadi pemimpin pemimpin rohani gereja di kemudian hari. Penelitian ini memberikan pembaharuan kepada langkah penggembalaan gereja lokal Malaysia terhadap pembentukan kepemimpinan pekerja migran Indonesia. Pertanyaannya adalah bagaimana pola kepemimpinan pastoral gereja lokal Malaysia dalam pembentukan kepemimpinan Generasierasi Z ini? Dan strategi apakah yang digunakan? Tujuan penelitian menggambarkan srategi kepemimpinan gereja lokal Malaysia dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan Generasi Z warga Indonesia. Metode penelitian dengan deskriptif kualitatif. Kontribusi [1] kepada gembala dan praktisi misi untuk memaksimalkan pelayanan gereja lokal di Malaysia [2] sebagai referensi bagi misionaris Indonesia dalam persiapan kepemimpinan Generasierasi muda dalam gereja.[3] bagi gereja Malaysia dalam penjangkauan pekerja migran yang datang.  
Pengembangan Konsep Mengajar MEBIG (Memory, Bible, Game) Indonesia di Era Posmodern Frans Pantan; Allen Jordi Ibrani; Evi Lioni
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.150

Abstract

The relativism that emerged in the postmodern era is one of the challenges churches get to fight against in giving the correct understanding of God, especially the concepts of sin and salvation. Children, who are the church's future, are a vulnerable population to be exposed to the theory. To respond to this challenge, Christian education based on the Bible and centered on Christ is very much needed. Since 1998, MEBIG Indonesia has achieved its vision of bringing children to Christ in a fun and creative way. This success is inseparable from the use of approaches based on scientific evidence regarding children's brain development. This study aims to describe the implementation of Biblical and Christocentric learning in the three aspects of MEBIG (Memory, Bible, and Games) described descriptively using qualitative data. The data consists of 2 (two) types of data, primary data obtained by in-depth interviews and secondary data obtained through document studies. The total number of informants is 4 (four) people consisting of 2 (two) key informants and 2 (two) supporting informants. Although there is no exact data about the number of churches that are adopting this method, we can tell by the number of demands from churches and/or other institutions for MEBIG's ministry is one indication that MEBIG has the value of benefits and is impactful in building faith, maturity of faith and actual knowledge of Christ. AbstrakPaham relativisme yang muncul di era postmodern menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam menanamkan kebenaran dengan dasar teologis yang benar, khususnya pada pemahaman akan konsep dosa dan keselamatan. Anak-anak, yang merupakan masa depan gereja, menjadi populasi yang rentan untuk terpapar paham ini. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan pendidikan agama Kristen yang berdasarkan pada Alkitab dan berpusat pada Kristus. Sejak diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1998, MEBIG dinilai telah berhasil mencapai visinya membawa anak kepada Kristus dengan cara yang menyenangkan dan kreatif. Keberhasilan ini tidak terlepas oleh pendekatan yang dilakukan yang didasarkan pada bukti ilmiah mengenai perkembangan otak sesuai dengan kategori usia anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi pembelajaran yang bersifat Alkitabiah dan Kristosentris pada ketiga aspek yang dimiliki oleh MEBIG (Memory, Bible, dan Games) yang dijabarkan secara deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Adapun data yang didapat terdiri dari 2 (dua) jenis data, yakni data primer yang didapat dengan wawancara mendalam dan data sekunder yang didapat melalui studi dokumen. Total informan berjumlah 4 (empat) orang yang terdiri dari 2 (dua) informan kunci dan 2 (dua) informan pendukung. Meski tidak tercatat secara pasti, banyaknya permintaan dari gereja dan/atau lembaga lain terhadap pelayanan MEBIG merupakan salah satu indikasi bahwa MEBIG memiliki nilai manfaat dan dampak dalam membangun iman, kedewasaan iman dan pengenalan yang benar tentang Kristus.
“Teologi Rakit”: Sebuah Kajian Misiologi terhadap Fungsi Rakit dalam Lingkungan Sosio-Ekologis Masyarakat Naku, Ambon Thomson Framonty Eframinto Elias; Wiesye Agnes Wattimury
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.147

Abstract

In carrying out its mission, the church must touch all aspects of human life, including social and ecological issues. In its existence, raft/rompon, as one of the traditional fishing techniques, is expected to be a means of the Church's mission. For this reason, this research was conducted to analyze the existence of rafts to make theology in the mission of the Church. This study uses a descriptive qualitative method, which includes interview techniques through key respondents. In conclusion, as part of traditional fishing techniques, Rafting can maintain the balance of social life but cannot maintain a balance between the ecology at sea and on land. AbstrakGereja dalam menjalankan misinya, diharapkan dapat menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia di dalam dunia. termasuk persoalan Sosial dan ekologis. Dalam eksistensinya, Rakit /Rompon sebagai salah satu Teknik Penangkapan ikan secara tradisional diharapkan dapat menjadi sarana Misi Gereja. Untuk itulah maka penelitian ini dilakukan untuk menganalsis keberadaan rakit, dalam upaya Berteologi dalam misi Gereja. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif, yang didalamnya menggunakan teknik wawancara, melalui  para Responden Kunci.hasil dari penelitian ini, dapat menciptakan Teologi sebagai perwujudan misi Allah yang seimbang antara ekologis laut dan darat, Tetapi juga perwujudan persekutuan social  Kristen Kesimpulannya,  Rakit sebagai bagian dari Teknik penangkapan ikan tradisional, dapat menjaga keseimbangan kehidupan social, tetapi tidak dapat menjaga keseimbangan antara ekologis di laut dan di darat.  
Meningkatnya Relasi Sosial dalam Masyarakat pada Masa Pandemi Susanto Dwiraharjo
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.116

Abstract

The Covid-19 pandemic has lasted over a year and a half. This epidemic has caused severe social problems. All aspects of life have been affected. However, amid this frightening epidemic, a social activityshows mutual care for one another through social relations. This research uses a qualitative research method with a case study approach related to Biblical studies; this research uses an exegesis approach. This research is intended to produce an article regarding social relations amid the Covid-19 pandemic.  AbstrakPandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari satu tahun setengah. Wabah ini telah mengakibatkan berbagai persoalan sosial yang sangat serius. Semua sendi kehidupan telah terkena dampak. Namun di tengah-tengah wabah yang menakutkan ini, ada sebuah aktivitas sosial yang menunjukkan sikap saling mempedulikan satu dengan yang lain dalam satu bentuk relasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, terkait dengan kajian Alkitabiah, penelitian ini menggunakan pendekatan eksegesis. Penelitian ini dimaksud untuk menghasilkan sebuah tulisan berkenaan relasi sosial masyarakat di tengah-tengah terjadinya pandemic Covid-19.  
Falasha: Peradaban Yahudi di Etiopia dan Kekerasan atas Nama Agama Sembiring, William Wahyu
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.132

Abstract

Africa and Judaism are two things that are rarely discussed in the world of church history in Indonesia. The purpose of writing this article is to understand comprehensively and briefly the Jewish civilization in Ethiopia to see the problem of violence that arises when Jews meet Christians in Africa. The Jews in Ethiopia experienced persecution because of differences in religion and culture, and the perpetrators of the persecution were the state and the Christians in power. This study uses a qualitative method by looking at and comparing several written sources as a reference in explaining the historical situation that occurred. The result of this paper is that religion provides legitimacy for violence in achieving political power.  AbstrakAfrika dan Yahudi adalah dua hal yang jarang diperbincangkan dalam dunia sejarah gereja di Indonesia. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memahami secara komprehensif dan ringkas mengenai peradaban Yahudi di Etiopia, guna melihat masalah kekerasan yang muncul ketika Yahudi bertemu dengan Kristen di Afrika. Orang-orang Yahudi di Etiopia mengalami persekusi oleh karena perbedaan agama dan kebudayaan, dan pelaku dari persekusi itu adalah negara dan orang-orang Kristen yang berkuasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-historis dengan melihat serta membandingkan beberapa sumber tulisan sebagai acuan memaparkan situasi sejarah yang terjadi. Hasil dari tulisan ini adalah agama memberikan legitimasi kekerasan dalam mencapai kekuasaan politik. 
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Keluarga untuk Mengimplementasikan Sakramen Perjamuan Bersama Anak Berdasarkan Model Backward Design Hidayat, Udin Firman; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.163

Abstract

This research is conducted as an effort to design a Christian Religious Education (PAK) Family curriculum specifically developed to implement the sacrament of Communion with children. The sacrament of Communion with children positively impacts parents' awareness of their role in educating their children's faith. In practice, parents are responsible for providing understanding and preparing their children's involvement in the sacrament of Communion. In line with this specific objective, the Backward Design model is considered more appropriate because "expected outcomes" are the first step that is carefully considered in the design process. Using qualitative research methods and a literature review approach, this study produces a more relevant PAK Family curriculum design that addresses specific needs, particularly about the implementation of understanding the sacrament of Communion with children.  AbstrakPenelitian ini dilakukan sebagai upaya mendesain kurikulum Pendidikan Agama Kristen (PAK) Keluarga yang secara khusus dikembangkan untuk mengimplementasikan sakramen Perjamuan bersama anak. Sakramen Perjamuan bersama anak berdampak positif terhadap kesadaran peran orang tua dalam pendidikan iman anak-anaknya. Dalam praksisnya, orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pemahaman dan mempersiapkan keterlibatan anak-anak mereka dalam sakramen Perjamuan. Sesuai dengan tujuan spesifik ini  model Backward Design dipandang lebih sesuai karena dalam proses perancangannya “tujuan yang diharapkan”menjadi tahap pertama yang dipertimbangkan dengan matang. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kepustakaan penelitian ini menghasilkan desain kurikulum PAK Keluarga yang lebih relevan, menjawab kebutuhan spesifik yang diharapkan khususnya berkaitan dengan implementasi pemahaman sakramen Perjamuan bersama anak. 
Estafet Kepemimpinan dan Kontestasi Ibadah: Menelisik Partisipasi Orang Muda dalam Aktivitas Eklesiastik Josua, Abethnego; Hendriks, Alvyn C; Hutagalung, Stimson
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.136

Abstract

Liturgical contestation and estaphet leadership, where youth participation in ecclesias-tic experience is in the warm discussion. Existance leaders could continue their leadership by extending to the youth. This article employs a qualitative analysis approach by accommodating articles, books, and other academic references. In conclusion, Paul and Titus applied the grand picture of leadership relay, portraying harmony in continuous leadership. As practiced by Titus, which belonged to current youth, character formulation could potentially be valuable to new church worship service. Youth participation in worship experience is strongly related to previous leadership estaphet that contributes legacy to the next generation.  AbstrakEstafet kepemimpinan dan kontestasi ibadah dimana partisipasi orang muda dalam aktivitas eklesiatik sedang dalam percakapan hangat. Para pemimpin yang eksis dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan memberikan amanah terhadap orang muda. Namun estafet kepemimpinan tidak berlangsung secara berkala, bahkan seperti berhenti pada generasi tertentu. Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah legasi kepemimpinan transformasional kepada orang mudah sehubungan dengan ibadah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-analisis dengan memanfaatkan artikel, buku dan referensi akademik lainnya. Sebagai kesimpulan, Paulus dan Titus mempraktikkan estafet kepemimpinan, menampilkan keharmonisan dalam kepemimpinan yang berkelanjutan. Karakter orang muda seperti Titus yang di miliki orang orang muda masa kini dapat di jadikan amunisi untuk memberikan penyegaran terhadap peribadatan di gereja. Partisipasi orang muda terhadap kegiatan ibadah sangat di pengaruhi oleh estafet kepemimpinan sebelumnya yang memberikan legasi bagi penerusnya.  
Mempersiapkan Pernikahan Kristen yang Harmonis melalui Pengembangan Panduan Konseling Pranikah Malau, Oloria; Simamora, May Rauli; Hulu, Frisca Sri Wulan; Sagala, Joyis; Lase, Widya Ayu
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.76

Abstract

A harmonious marriage is the hope of almost all brides-to-be. This study aimed to develop a guide to premarital counseling to prepare for a harmonious Christian marriage. This research belongs to Research & Development (R&D), which produces products through specific procedures or steps. The development model is ADDI (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). 15 (fifteen) pastors and prospective pastors were involved in this study. The results of material experts' conformity test of premarital counseling guidelines obtained an average of 99.5 with the appropriate criteria. Premarital Counseling is included in church Diakonia activities for couples who want to get married at GKPI in Tapanuli. Premarital Counseling needs to be done as education for couples who want to get married to get a harmonious Christian family with God's Love. For premarital Counseling to be well understood by couples, a premarital counseling guidebook is needed with guidelines for good and not rushed counseling duration and time, as well as topics in premarital counseling books. It would be better if it integrated the wisdom of psychology and theology.  AbstrakPernikahan yang harmonis merupakan harapan hampir semua calon pengantin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan panduan konseling pranikah dalam rangka mempersiapkan pernikahan Kristen yang harmonis. Penelitian ini termasuk ke dalam Research and Development (R&D) yang menghasilkan produk melalui prosedur atau langkah-langkah tertentu. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDI (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Sebanyak 15 (lima belas) orang pendeta dan calon pendeta terlibat dalam penelitian ini. Hasil dari uji kesesuaian panduan konseling pranikah oleh ahli materi diperoleh rata-rata 99,5 dengan kriteria sesuai. Konseling Pranikah termasuk ke dalam kegiatan diakonia gereja bagi pasangan yang hendak menikah, tidak terkecuali di GKPI di Tapanuli Konseling Pranikah sangat perlu dilakukan sebagai edukasi kepada pasangan yang hendak menikah untuk memperoleh keluarga Kristen yang harmonis yang sesuai dengan Cinta Kasih Allah. Agar konseling pranikah dapat dipahami dengan baik oleh pasangan sangat dibutuhkan buku panduan konseling pranikah dengan pedoman durasi dan waktu konseling yang cukup dan tidak terburu-buru serta topik-topik buku konseling pranikah akan lebih baik jika mengintegrasikan kearifan psikologi dan teologi. 

Page 9 of 14 | Total Record : 133