cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddin@staff.uma.ac.id
Phone
+6281377116720
Journal Mail Official
jurnalp3@gmail.com
Editorial Address
Jalan H.M. Yamin SH No 225 Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K)
ISSN : 27215393     EISSN : 27215385     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan manuskrip penelitian di bidang pendidikan, psikologi dan kesehatan. Fokus dan ruang lingkup jurnal adalah untuk: 1) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional di seluruh konteks pendidikan 2) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang psikologi 3) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang kesehatan. Mengutamakan hasil-hasil penelitian lintas disiplin ilmu dan temuan-temuan terbaru dalam bidang ilmu pengetahuan. J-P3K terbit tiga kali dalam setahun yaitu April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
Penerapan Prinsip Dialectical Behavior Therapy untuk Menangani Persistent Depressive Disorder pada Remaja Korban Perundungan Yustika, Yustika; Pudjiati, Sri Redatin Retno
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.525

Abstract

Penelitian ini ingin menerapkan prinsip-prinsip Dialectical Behavior Therapy (DBT) pada korban perundungan. Subjek dari penelitian ini adalah remaja perempuan berusia 14 tahun dengan diagnosa Persistent Depressive Disorder akibat perundungan yang dialaminya. Subjek menunjukkan perilaku menyakiti diri dan memiliki pemikiran untuk bunuh diri. Alat ukur yang digunakan adalah The Hopelessness Scale untuk mengukur hopelessness dan Revised Children’s Anxiety and Depression Scale untuk mengukur gejala depresi serta kecemasan. Treatment diberikan sebanyak 10 kali yang membahas lima keterampilan, yakni mindfulness, distress tolerance, walking in the middle path, emotion regulation, dan interpersonal effectiveness. Pada sesi mengenai walking in the middle path, orang tua turut hadir bersama dengan anak. Hasil dari intervensi menunjukkan penurunan gejala depresi dan kecemasan serta hilangnya keinginan untuk bunuh diri. Subjek juga dilaporkan mengalami penurunan hopelessness dan merasa lebih mampu untuk mengelola emosi negatif yang sedang dirasakannya melalui cara-cara yang lebih adaptif. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya untuk meningkatkan peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi perundungan.
Hubungan Antara Kebersyukuran Dengan Subjective Well-Being Pada Orang Tua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Alyya, Nurul; Hidayat, Ahmad
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 2 (2024): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i2.322

Abstract

Keadaan yang disertai dengan stress yang dialami oleh orangtua anak berkebutuhan khusus akan membuat orangtua merasa tidak sejahtera atau menurunnya Subjective Well-Being. Salah satu yang dapat mempengaruhi Subjective Well-Being adalah rasa syukur.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dengan Subjective Well-Being pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah semua orangtua yang anaknya sedang terapi disalah satu terapi yang bernama Pusat Layanan Autis (PLA) berjumlah 70 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu sampling jenuh. Skala kebersyukuran diadaptasi dari Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) terdiri dari 6 butir item. Subjective Well-Being diukur menggunakan 2 skala satisfaction with life scale dan scale of positive and negative experiences terdiri dari 5 aitem dan 20 aitem. Teknik analisis data menggunakan SEM dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan software smartPLS 3.0 M3. Berdasarkan hasil penelitian nilai koefisien jalur pengaruh kebersyukuran terhadap Subjective Well-Being sebesar 0,760 dengan nilai p value 0,000 0,05 dan nilai t hitung sebesar 16,882. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya kebersyukuran berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Subjective Well-Being, sehingga hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kebersyukuran maka semakin tinggi tingkat Subjective Well-Being pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, begitu juga sebaliknya.
Makna Cooperative Parenting Pada Orang Tua Yang Memiliki Anak Dengan Permasalahan Perkembangan: Studi Fenomenologi Hadi, Fathoni
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.448

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti ingin mengkaji bagaimana orang tua yang memiliki anak dengan permasalahan perkembangan memaknai cooperative parenting dan melihat lebih jauh bagaimana orang tua menerapkannya. Peneliti melibatkan empat orang responden atau dua pasang orang tua. Masing-masing kondisi anak dari kedua pasang responden adalah anak dengan permasalahan perkembangan bahasa dan bicara, dan juga anak dengan kondisi down syndrome. Adapaun jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi serta dianalisis dengan analisis deskriptif fenomenologis. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dan penggalian data menggunakan wawancara semi terstruktur secara langsung. Dalam penelitian ini peneliti menemukan enam tema utama strategi yang khas yang dilakukan orang tua untuk bekerja sama dalam mengasuh anak dan menjawab tantangan dalam dinamika perkembangan anak yaitu: tantangan perkembangan anak, peran dan kolaborasi orang tua, komunikasi dan pemahaman antara pasangan, pendekatan dalam pengasuhan anak, mengatasi perilaku negatif anak, dan interaksi dan perhatian kepada anak. Kerja sama yang kuat antara orang tua dapat memberikan dukungan yang kokoh bagi perkembangan anak dan membantu mengatasi tantangan yang dihadapi. 
Hubungan Kualitas Air Bersih, Fasilitas MCK, dan Riwayat Diare Terhadap Kasus Stunting Pada Balita Di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024 Putri, Tiara Dwi; Razak, Rahmatillah; Yusri, Yusri; Ramadhanti, Inas Tri; Ramadhan, Arizky
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.532

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas air bersih, fasilitas MCK, dan riwayat diare terhadap kasus stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan desain case control di 13 desa lokus stunting Kabupaten Ogan Ilir. Jumlah sampel sebanyak 129 responden menggunakan perbandingan 1:2 kasus dan kontrol. Kasus diambil dari balita yang terdiagnosis stunting berdasarkan catatan dinkes dan bidan desa, sedangkan kontrol diambil dari balita yang tidak stunting berdasarkan kriteria inklusi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner, wawancara, dan pengukuran kualitas air. Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode analisis univariat dan bivariat (chi-square). Hasil analisis bivariat yang diperoleh bahwa kualitas fisik air bersih yang memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah sumber air berwarna p-value=0,005 (OR=3,24; CI=1,49-7,03), sumber air berasa p-value=0,004 (OR=3,67; CI=1,57-8,58) dan sumber air berbau p-value=0,005 (OR=3,65; CI=1,53-8,71). Serta untuk variabel kualitas fisik dan kimia air bersih dan air minum, fasilitas MCK, dan riwayat penyakit diare tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p-value0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara sumber air berwarna, berasa dan berbau dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas air bersih serta pencegahan penyakit diare sebagai bagian dari strategi penurunan kasus stunting.
Komitmen Organisasi Ditinjau Dari Work Family Conflict Melalui Mediasi Kepuasan Kerja Pada Pegawai X Sanipah, Ratih; Mora, Linda; Tyas, Devi Marganing
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.455

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji komitmen organisasi ditinjau dari work family conflict melalui mediasi kepuasan kerja pada pegawai X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas asosiatif. Selain itu, pemilihan sampel menggunakan non-probability sampling dengan sampling jenuh. Alat ukur yang digunakan dan untuk mengukur tingkat komitmen organisasi yaitu skala Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), alat ukur untuk mengukur tingkat work family conflict yaitu Work Family Conflict Scale dan alat ukur untuk mengukur tingkat kepuasan kerja yaitu skala Minnesota Statisfaction Questionnaire (MSQ) versi short-form. Analisis data melalui path analysis dengan hasil menunjukkan adanya pengaruh mediasi parsial dan signifikan pada kepuasan kerja diantara work family conflict terhadap komitmen organisasi dengan nilai p= .001(p0.05). Work family conflict berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan nilai p= .001 (p0.05). Work family conflict berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai p= .001 (p 0.05). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi pegawai dengan nilai p=.001 (p0.05). Hasil uji koefisien determinasi secara keseluruhan work family conflict dan kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 80.2% terhadap komitmen organisasi, sementara variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian ini berpengaruh sebesar 19.8%.
Dukungan Budaya Organisasi Ambidextrous dan Persahabatan di Tempat Kerja terhadap Perilaku Kerja Inovatif PNS Khaerunnisa, Nadia; Etikariena, Arum
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.527

Abstract

Kualitas hubungan tidak hanya menstimulasi inovasi secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui aktivitas sosial (Morales et al., 2020; Xu Suntrayuth, 2022). Selain itu, budaya yang mampu menyeimbangkan proses eksploitasi dan eksplorasi (ambidextrous) serta perilaku inventif dinilai memengaruhi keberhasilan organisasi (Kandoth Shekhar, 2024). Hubungan persahabatan menjadi salah satu sarana sosial yang dapat merangsang perilaku inovatif, di antaranya melalui keamanan psikologis (Cao Zhang, 2020). Namun, masih ditemukan inkonsistensi dalam hubungan tersebut (Durrah, 2023). Penelitian ini memastikan mekanisme perilaku kerja inovatif dalam kerangka social identity theory pada 354 pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia. Data yang diperoleh secara cross-sectional dianalisis menggunakan Hayes Process Model 14 dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 26. Hasilnya, hubungan pertemanan di tempat kerja dan perilaku kerja inovatif bersifat tidak langsung. Keamanan psikologis secara penuh memediasi hubungan keduanya. Efek mediasi ini bervariasi tergantung seberapa tinggi budaya organisasi ambidextrous dirasakan oleh para pegawai.  Tidak hanya menambah kebaruan teoritis, implikasi praktis penelitian ini juga berguna bagi penyusunan strategi pemerintah untuk mewujudkan PNS Indonesia yang semakin inovatif.
Membentuk OCB Ideal: Integrasi Iklim Organisasi dan Traits Conscientiousness Karyawan Alih Daya Andika, Rizki; Dimala, Cempaka Putrie; Maulida, Ananda Saadatul
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.425

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan alih daya di PT Sanghiang Perkasa melalui iklim organisasai dan trait conscientiousness. Pada penelitian kuantitatif ini menggunakan desain penelitian kausal-asosiatif. Data hasil penelitian di analisa dengan analisa regresi berganda. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh, dengan jumlah sample 85 karyawan alih daya di PT Sanghiang Perkasa. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur OCB menggunakan skala pengukuran OCB dari Organ yang di adaptasi dari Khasanah (2019), untuk mengukur iklim organisasi menggunakan skala iklim organisasi yang diadaptasi dari Indrasari (2017) yang disusun berdasarkan teori Luisser, dan pengukuran trait conscientiousness menggunakan skala BFI versi Bahasa Indonesia (Big Five Inventory) dari Jhon (1990) yang telah di adopsi Ramdhani (2012) dan hanya mengambil dimensi conscientiousness. Penelitian ini memperlihatkan hasil iklim organisasi dan trait conscientiousness memengaruhi OCB dengan hasil pengujian nilai sig 0,00 0,05, menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak, dengan besaran kontribusi 23,8%. Peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan penggunaan variabel lain yang berkaitan dengan OCB yang belum diteliti dalam penelitian ini. Untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi OCB dengan lebih baik, variasi metode penelitian selain metode kuantitatif juga dapat dipertimbangkan.
Intervensi untuk Meningkatkan Keterampilan Mengatasi Masalah pada Remaja di Panti Asuhan: Studi Kuasi-Eksperimental Satu Kelompok Az Zahra, Nursyifa; Hapsari, Indri
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.487

Abstract

Remaja di panti asuhan merupakan kelompok anak yang memerlukan penanganan khusus karena lebih rentan memiliki masalah kesehatan mental. Kerentanan tersebut berkaitan dengan kemampuan mengatasi masalah secara adaptif. Untuk itu, intervensi kelompok dalam penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan mengatasi masalah (coping skill) secara adaptif pada remaja di salah satu panti asuhan. Desain penelitian ini adalah mixed methods dengan desain kuasi-eksperimental tanpa kelompok kontrol (one-group quasi-experimental study). Partisipan yang didapatkan melalui teknik purposive sampling, merupakan 9 orang remaja perempuan berusia 13-16 tahun dan tinggal di salah satu Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) DKI Jakarta. Pengambilan data dilakukan pada saat sebelum (pre-test) dan sesudah diberikan intervensi (post-test) serta dilakukan follow-up sebulan kemudian, dengan menggunakan kuesioner Brief-COPE yang merepresentasikan tiga dimensi skala: Problem Focused Coping (PFC), Emotion Focused Coping (EFC), dan Avoidance Coping (AC). Berdasarkan analisis visual inspection, terdapat 4 dari 9 partisipan mengalami peningkatan skor PFC dan 5 dari 9 partisipan mengalami peningkatan EFC, yang merupakan coping skill adaptif, serta 6 dari 9 partisipan mengalami penurunan skor AC sebagai coping skill yang tidak adaptif. Secara kualitatif, seluruh partisipan mengungkapkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai strategi coping skill yang adaptif, terutama dalam mengatasi stres dan emosi negatif.
Kontribusi Self-Compassion Terhadap Psychological Well-Being Dewasa Awal yang Mengalami Quarter Life Crisis di Karawang Mulyadi, Desri Lybia Dwi; Rohayati, Nita; Maulidia, Ananda Saadatul
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 2 (2024): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i2.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh self-compassion terhadap psychological well-being pada dewasa awal yang mengalami quarter life crisis di Karawang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Penelitian ini melibatkan 259 responden berusia 20-30 tahun berada di tahap dewasa awal yang mengalami quarter life crisis yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Welas Diri (SWD) dan Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (RPWB). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa self-compassion berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being dengan p = 0.000 (p0.05). Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.495 menunjukkan bahwa 45.9% psychological well-being dipengaruhi oleh self-compassion sedangkan sisanya sebesar 54.1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa self-compassion memiliki pengaruh dengan arah positif terhadap psychological well-being. 
Prokrastinasi Akademik Ditinjau dari Manajemen Waktu dan Dukungan Sosial pada Siswa SMK Bina Karya 1 Karawang Gani, Kevin Abdul; Sadijah, Nur Ainy; Minarsih, Yulyanti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu dan dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik pada siswa di SMK Bina Karya 1 Karawang. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMK Bina Karya 1 Karawang yang berjumlah 293. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 190 responden. Skala untuk mengukur manajemen waktu menggunakan Time Management Questionnaire (TMQ). Academic Procrastination Scale (APS) untuk mengukur prokrastinasi akademik, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa: pertama, manajemen waktu memiliki pengaruh terhadap prokrastinasi akademik yang berarti Ha1 diterima dan H01 ditolak. Kedua, dukungan sosial memiliki pengaruh terhadap prokrastinasi akademik yang berarti Ha2 diterima dan H02 ditolak. Ketiga manajemen waktu dan dukungan sosial memiliki pengaruh terhadap prokrastinasi akademik yang berarti Ha3 diterima dan H03 ditolak. Hasil uji koefisien determinasi sebesar 0,264 atau pengaruh manajemen waktu dan dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik adalah 26,4%.