cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddin@staff.uma.ac.id
Phone
+6281377116720
Journal Mail Official
jurnalp3@gmail.com
Editorial Address
Jalan H.M. Yamin SH No 225 Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K)
ISSN : 27215393     EISSN : 27215385     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan manuskrip penelitian di bidang pendidikan, psikologi dan kesehatan. Fokus dan ruang lingkup jurnal adalah untuk: 1) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional di seluruh konteks pendidikan 2) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang psikologi 3) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang kesehatan. Mengutamakan hasil-hasil penelitian lintas disiplin ilmu dan temuan-temuan terbaru dalam bidang ilmu pengetahuan. J-P3K terbit tiga kali dalam setahun yaitu April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
Peran Persepsi Siswa terhadap Instruksi Langsung dan Umpan Balik yang diberikan Guru terhadap Kesenangan Siswa dalam Membaca Rola, Fasti; Faridah, Eva; Surya, Edy; Bukit, Nurdin
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh antara kesenangan siswa dalam membaca dengan instruksi langsung yang diberikan guru dan umpan balik yang dirasakan siswa. Subjek penelitian adalah 12.098 siswa Indonesia yang berusia 15 tahun yang datanya diperoleh berdasarkan data PISA tahun 2018. Analisa menggunakan multilevel modeling. Hasilnya menunjukkan bahwa kesenangan membaca siswa berbeda-beda pada tiap sekolah, namun perbedaan kesenangan membaca yang berkaitan dengan peran sekolah sekolah sebesar 8,7 %. Hal ini menunjukkan bahwa faktor individu lebih berperan dalam membuat siswa senang belajar. Kemudian, setelah menambahkan faktor guru, dalam hal ini persepsi siswa terhadap instruksi yang diberikan guru dan persepsi terhadap feedback yang diberikan guru, menunjukkan hasil bahwa kedua variabel tersebut berperan dalam menentukan kesenangan membaca siswa. Saat memasukkan variabel instruksi yang diberikan guru dan persepsi terhadap feedback yang diberikan guru maka peran sekolah semakin kecil menjadi hanya 4,4%. Kedua model ini menunjukkan bahwa kesenangan membaca lebih disebabkan oleh faktor siswa (student level) daripada faktor sekolah (school level).
Modifikasi Perilaku untuk Meningkatkan Kemampuan Bantu Diri Remaja dengan Retardasi Mental Arianti, Nadya Ardisna; Hartini, Nurul
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.821

Abstract

Retardasi mental merupakan kondisi yang terjadi sebelum seseorang mencapai usia 18 tahun, ditandai dengan keterbatasan yang signifikan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif, termasuk keterampilan konseptual, sosial, dan praktis Anak yang mengalami retardasi mental biasanya kesulitan dalam membina hidup sehari-hari yang berkaitan dengan mengurus diri, menolong diri. Kemampuan merawat diri disebut dengan istilah self-help atau self-care, yaitu kemampuan merawat diri atau menolong diri sendiri atau memelihara diri sendiri dengan kegiatan; makan, minum, menjaga kebersihan, berpakaian atau berhias diri, dan orientasi ruang yang penting diajarkan pada anak yang mengalami gangguan retardasi mental mengingat bahwa anak harus hidup mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain. Behavior Modification bertujuan untuk mengubah suatu perilaku yang maladaptif menjadi lebih adaptif sehingga hal tersebut dapat meningkatkan beberapa aspek dalam kehidupan seseorang. Pada kasus ini, behavior modification akan dilakukan dalam mengembangkan perilaku yang diinginkan, dimana klien akan diajarkan keterampilan dalam menjaga kebersihan selama menstruasi. Hasil pemberian intervensi menggunakan psikoedukasi dan modifikasi perilaku menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan bantu diri klien terutama dalam melakukan manajemen kebersihan selama menstruasi.
Masa Perkembangan Generasi Alpha : Ditinjau Dari Perspektif Psikologi Perkembangan Nasution, Atika Mentari Nataya
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.302

Abstract

Generasi alpha adalah generasi yang lahir dan tumbuh dengan kemajuan teknologi digital. Perkembangan teknologi digital merupakan sebuah fenomena yang tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan kehidupan generasi alpha. Berdasarkan perspektif psikologi perkembangan ada tiga aspek perkembangan yakni perkembangan fisik, perkembangan kognitif dan perkembangan sosio-emosional. Desain penelitian  ini adalah deskriptif dengan metode literature review. Berdasarkan 10 jurnal yang telah dianalisa ditemukan berbagai dampak pada anak di  ketiga aspek perkembangan tersebut. Hal ini dapat berpengaruh kepada kehidupan generasi alpha. Solusi bagi orang tua dalam menghadapi perkembangan generasi alpha adalah dengan menerapkan pola asuh literasi digital.
Dinamika Identity Integration pada LGBT Religius – Analisis Teks terhadap Autobiografi Dorce Gamalama Mahdiya, Anisa; Poerwandari, Elizabeth Kristi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.785

Abstract

Kajian ini mengeksplorasi proses integrasi identitas gender non-normatif dan religiositas melalui analisis naratif autobiografi Dorce Gamalama, seorang figur publik transpuan muslim di Indonesia. Dorce dianggap sebagai sampel kritikal yang merepresentasikan dinamika kompleks integrasi identitas, mengingat perjuangannya untuk diakui sebagai transgender sekaligus menjalani ritual keagamaannya secara konsisten di Indonesia. Studi ini mengidentifikasi fase-fase perkembangan identitas menurut Cass’s Model of Identity Formation, mulai dari identity confusion sejak usia dini, identity comparison saat ia ‘naksir’ laki-laki, identity tolerance melalui kontak sosial dengan komunitas transpuan, hingga identity acceptance dan pride setelah memperoleh validasi sosial dan legal pasca-operasi kelamin. Konflik identitas memuncak saat Dorce mempertanyakan legitimasi spiritual atas identitas gendernya, khususnya terkait pelaksanaan ibadah sebelum dan sesudah operasi transisi. Dukungan dari komunitas transpuan, surat dari penggemar, afirmasi dari otoritas agama, dan praktik positive religious coping seperti doa dan haji menjadi faktor protektif dalam fase identity pride dan conflict resolution. Dorce mencapai fase identity synthesis melalui integrasi harmonis antara identitas gender, spiritualitas, dan peran sosialnya yang tercermin melalui aktivitas filantrop. Studi ini mendukung kerangka Transformative Intersectional Psychology sebagai pendekatan guna memaknai kembali konflik identitas menjadi sumber pertumbuhan personal.
Gambaran Penerimaan Diri Karyawan Yang Gagal Wawancara Tahap Akhir Di Perusahaan BUMN Panjaitan, Poppy Valencia; Akmal, Mukhaira El; Rayan, Muhammad Zikri; Siahaan, Naomi Mathilta; Sembiring, Josep Kevin; Sianturi, Joshua A. N.; DR, Maghfirah
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.269

Abstract

Di era globalisasi ini tingkat persaingan dalam memilih pekerjaan sangatlah ketat. Faktor pendorong penting yang menyebabkan manusia bekerja ialah memenuhi kebutuhan pokok kehidupan sehari-hari. Bekerja juga dapat digunakan sebagai penguat identitas diri, salah satu yang pekerjaan yang diminati pada saat ini ialah bekerja di perusahaan BUMN. Penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami penerimaan diri karyawan yang gagal pada tahap wawancara akhir di perusahaan BUMN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan prosedur pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subyek penelitian ini berjumlah lima orang dengan karakteristik yang tidak lulus ujian tahap akhir wawancara di perusahaan BUMN. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini berdasarkan sumber data primer dengan menggunakan teknik wawancara yang mendalam (in depth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai jenis reaksi kegagalan yang dialami oleh subyek ketika mengikuti tes BUMN tahap akhir wawancara, seperti rasa kecewa pada diri sendiri, mood swing, bad mood, dan lain-lain. Penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan waktu proses penerimaan diri pada setiap subyek penelitian.
Pengaruh Stigma Sosial Terhadap Psychological Well-Being Penyintas Covid-19 Utami, Ni Made Sintya Noviana
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.280

Abstract

Stigma sosial merupakan suatu pandangan yang sering kali dinilai negatif. Adanya stigma sosial yang diberikan oleh masyarakat terhadap orang yang mengalami penyakit menular yang dalam hal ini penyintas Covid-19 dapat menghambat pemulihan dan berdampak pada psychological well-being penyintas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui apakah ada pengaruh stigma sosial terhadap psychological well-being penyintas Covid-19. Partisipan pada penelitian ini adalah penyintas Covid-19 yang berjumlah 375 orang. Terdapat dua skala dalam pengumpulan data penelitian yaitu skala stigma sosial dan skala psychological well-being. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh stigma sosial terhadap psychological well-being penyintas Covid-19 dengan nilai signifikansi sebesar 0,024. Meskipun demikian pengaruh yang dimiliki tergolong kecil dengan nilai R sebesar 0,117 dan R Square sebesar 0,014 atau sebesar 1,4%. Rata-rata penyintas memiliki nilai psychological well-being­ dan stigma sosial yang tergolong dalam kategori sedang.
Perbedaan Self-Compassion Antara Mahasiswa Bersuku Jawa Dan Bersuku Batak Nurhafsari Putri, Utami; Rahmulyani, Rahmulyani; Munisa, Munisa
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.307

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan self-compassion antara mahasiswa bersuku jawa dan bersuku batak. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan komparasi. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa sebanyak 272 mahasiswa. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 220 mahasiswa yang terdiri dari yang bersuku jawa dan bersuku batak. Teknik analisis data yang digunakan ntuk uji hipotesis ialah teknik Independen sample t-test. Berdasarkan hasil uji independent sample t test diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi variabel self-compassion sebesar 0,009 0,05. Hal tersebut menjelaskan bahwa terdapat perbedaan self-compassion pada mahasiswa berdasarkan suku budaya. Terdapat perbedaan self-compassion pada mahasiswa yang bersuku jawa dan batak, dilihat dari perbedaan nilai mean yang mana mean self-compassion pada mahasiswa jawa lebih besar dari pada mean self-compassion pada mahasiswa yang bersuku batak, yaitu self-compassion mahasiswa suku jawa memiliki nilai rata-rata sebesar 110.98, sedangkan self-compassion mahasiswa suku batak memiliki nilai sebesar 101.39.
Efektivitas Intervensi Kelompok untuk Menurunkan Tingkat Stres Digital pada Remaja Karimah, Rafa; Kuntoro, Ike Anggraika
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.239

Abstract

Remaja merupakan populasi yang memiliki beragam motif untuk menggunakan internet. Salah satu dampak negatif dari penggunaan internet pada remaja adalah munculnya stres digital. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menurunkan stres digital pada remaja adalah melalui intervensi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah intervensi kelompok berupa pelatihan efektif untuk menurunkan stres digital pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode mixed-method dengan desain penelitian one-group pre-test post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia rata-rata 14 tahun di Depok. Subjek yang mengikuti rangkaian intervensi secara penuh berjumlah 18 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Subjek diberikan pre-test berupa skala digital stres. Kemudian, subjek diberikan perlakuan berupa pelatihan berdurasi 6 jam sebanyak 6 sesi. Setelah itu, subjek diberi post-test berupa skala stres digital kembali. Hasil uji hipotesis dengan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai signifikansi selisih pre-test dan post-test pada kelompok laki-laki sebesar 0.023 yang kurang dari 0.05 (p0.05). Namun, tidak ditemukan hasil signifikan pada kelompok perempuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang digunakan mampu menurunkan tingkat digital stres pada remaja laki-laki namun tidak pada remaja perempuan.
Dyadic Coping dan Perceived Stress pada Marital Satisfaction Pasangan Menikah di Kabupaten Karawang Andeli, Rossy; Dimala, Cempaka Putrie; Mustika, Haryanti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.832

Abstract

Fenomena meningkatnya konflik rumah tangga akibat tekanan ekonomi, tuntutan peran ganda, dan komunikasi yang tidak efektif, menjadi hal umum yang memengaruhi kepuasan pernikahan di Kabupaten Karawang, dua faktor yang diduga berperan dalam fenomena ini adalah Dyadic Coping dan Perceived Stress. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dyadic coping dan perceived stress terhadap marital satisfaction pada pasangan menikah di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas; sampel berjumlah 204 pasangan suami istri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS); Dyadic Coping Inventory (DCI); dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Pengumpulan data dilakukan secara daring; analisis data menggunakan SPSS dengan uji asumsi normalitas Kolmogorov-Smirnov dan linearitas ANOVA; serta uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dyadic coping berpengaruh positif dan signifikan terhadap marital satisfaction; sedangkan perceived stress menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, secara simultan dyadic coping dan perceived stress memiliki pengaruh signifikan terhadap marital satisfaction. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan pasangan dalam mengelola stres bersama dapat meningkatkan kepuasan pernikahan; sementara persepsi terhadap stres yang tinggi cenderung menurunkan kualitas hubungan.
Prokrastinasi Akademik Ditinjau dari Self Regulated Learning dan Dukungan Sosial pada Mahasiswa Tarigan, Beby Astri; Salim, Alvin Karuna; Tanary, Christy; Arsandi, Ervina; Elvinawanty, Rianda; Safarina, Nur Afni
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.295

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Universitas Prima Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Self Regulated Learning dan Dukungan Sosial terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa/Mahasiswi jurusan Sistem Informasi di Universitas Prima Indonesia Medan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah: Mahasiswa/Mahasiswi Jurusan Sistem Informasi di Universitas Prima Indonesia yang berjumlah 186 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan membagikan kuesioner kepada sampel. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil uji hipotesis mayor menyatakan bahwa terdapat hubungan antara Self Regulated Learning dan Dukungan Sosial terhadap Prokrastinasi Akademik dengan uji F = 64,378 dan sig. = 0.000 (p0.005). Hasil analisis hipotesis minor menunjukkan adanya hubungan antara self regulated learning terhadap prokrastinasi akademik (p = 0.000 (p0.05) dan β = 0,928) dan adanya hubungan antara dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik (p =0,042 (p0,05) dan β =  -0,317). Uji asumsi terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heterokedasitas. Data dianalisis dengan menggunakan metode regresi linear berganda melalui bantuan SPSS 20 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan sumbangan efektif sebesar 40,7 persen yang diberikan oleh Self Regulated Learning dan Dukungan Sosial, selebihnya 59,3 persen diberikan oleh faktor lain yang tidak diteliti.