cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta" : 10 Documents clear
Evaluasi Struktur Histologi Hati dan Paru-Paru Mencit yang Diinduksi Karbon Tertraklorida (CCl4) Khasanah, Nur Aini Hidayah; Husen, Fajar
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.11261

Abstract

Karbon tetraklorida (CCl4) merupakan senyawa kimia yang bersifat hepatotoksik namun masih digunakan pada beberapa industri. Absorbsinya dapat terjadi melalui berbagai rute baik oral, intravena, intraperitoneal maupun inhalasi. Organ hati, paru-paru, testis dan ginjal dapat mengalami kerusakan struktur histologi akibat paparan CCl4. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi struktur histologi hati dan paru-paru mencit yang diinduksi CCl4 melalui rute oral. Desain penelitian yang digunakan adalah true experimental menggunakan mencit Balb/c berusia 3 bulan dengan bobot 30 gram. CCl4+DMSO diberikan per oral melalui sonde lambung. Perlakuan dibagi menjadi 4 kelompok: kelompok 1) kontrol negatif (tanpa induksi CCl4); kelompok 2, 3 dan 4 masing-masing dengan induksi CCl4 konsentrasi 10, 20 dan 30%. Hari ke-15, mencit dibedah dan diambil organ hepar dan paru-paru. Dilakukan pembuatan preparat dengan pewarnaan hematoxylin eosin. Didapati adanya perubahan histologi hati mencit berupa inti piknotik, kariolisis, kongesti, vakuolasi, dilatasi vena sentral dan sinusoid serta infiltrasi sel radang yang semakin berat dan meluas dengan makin bertambahnya konsentrasi yang diujikan. Evaluasi histologi paru-paru mencit menunjukkan tidak ada kongesti pada parenkim paru, penebalan septa interalveolar dan infiltrasi sel mononuklear di parenkim paru pada semua kelompok yang diujikan. Disimpulkan bahwa CCl4 yang diberikan per oral pada konsentrasi 10, 20 dan 30% tidak cukup merusak paru-paru, berbeda dengan kerusakan yang ditimbulkan pada hati. Kata kunci: CCl4, histologi, hepatosit, histologi, paru
Potensi Sinergitas Esktrak Kulit Nanas (Ananas comosus L. Merr) dan Tetrasiklin dalam Menekan Pertumbuhan Staphylococcus aureus Yuniati, Nilasari Indah; Rakhmawati, Aprilia; Oktaviani, Milla
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.11262

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang seringkali menjadi penyebab infeksi pada manusia, seperti infeksi kulit hingga infeksi sistemik. Tetrasiklin merupakan antibiotik dengan spektrum luas yang diketahui efektif menghambat pertumbuhan Gram positif maupun Gram negatif. Namun, akhir-akhir ini banyak ditemukan kasus resistensi tetrasiklin, salah satunya pada S. aureus yang berpotensi mempersulit terapi pengobatan penyakit akibat infeksi bakteri. Penggunaan bahan alam. Pendekatan kombinasi antara senyawa alami seperti ekstrak nanas dengan tetrasiklin dapat menjadi strategi potensial untuk meningkatkan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi sinergitas antara ekstrak nanas dan tetrasiklin dalam menekan pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, terdiri atas tiga kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol, masing-masing dengan lima kali ulangan. Data zona hambat yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA, dilanjutkan dengan uji Duncan’s untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak nanas memberikan kemampuan penghambatan kurang baik terhadap S. aureus ketika diberikan dalam dosis tunggal. Kombinasi ekstrak kulit nanas dengan tetrasiklin meningkatkan kemampuan penghambatan tetrasiklin dari kategori intermediet menjadi sensitif, dengan rata-rata zona hambat sebesar 25,4 mm. Persentase penghambatan kombinasi ekstrak kulit nanas dan tetrasiklin terhadap S. aureus 80% sensitif dan 20% intermediet, mengalami peningkatan jika dibandingkan pemberian tetrasiklin tunggal, yaitu 40% sensitif, 40% intermediet, dan 20% resisten.
Biodiversitas Burung Akuatik di Kawasan Muara Sungai Progo, Pantai Trisik dan Konservasi Mangrove Baros Choirunnisa, Eyrin; Ernika, Mia; Wulandari, Husni
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.12290

Abstract

Biodiversitas burung akuatik di kawasan Muara Sungai Progo, Pantai Trisik, dan Konservasi Mangrove Baros dipengaruhi oleh karakteristik pesisir yang turut mempengaruhi habitat dan perilaku mencari makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biodiversitas burung akuatik di kawasan Muara Sungai Progo, Pantai Trisik, dan Konservasi Mangrove Baros. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan dengan pengamatan langsung dan analisis data menggunakan software Past 4.09 untuk indeks kekayaan jenis dan Jaccard similarity index. Hasil penelitian menunjukkan adanya 13 spesies burung dari 10 genus dan 6 family, diantaranya dengan dominasi family Ardeidae. Analisis kesamaan habitat menunjukkan kemiripan tinggi antara Muara Sungai Progo dan Konservasi Mangrove Baros, sedangkan Pantai Trisik menunjukkan perbedaan signifikan karena aktivitas manusia. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan biodiversitas burung akuatik di kawasan Muara Sungai Progo, Pantai Trisik dan Konservasi Mangrove Baros. Hal ini karena kondisi lingkungan yaitu klimatik dan keberadaan vegetasi (tanaman) berpengaruh terhadap habitat jenis burung. Selain itu, aktivitas manusia juga mempengaruhi biodiversitas spesies burung. Kata kunci: Burung Akuatik, Biodiversitas, Konservasi Mangrove, Muara Sungai Progo, Pantai Trisik
Karateristik Morfologi Rafflesia arnoldii R.Br. dan Inang Struktural Tetrastigma spp. di Rhino Camp Resort Sukaraja Atas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Sucianni, Tanti; Rahmadini, Adinda; Wakhidah, Anisatu Z.
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.13123

Abstract

Dalam rangka upaya konservasi untuk melestarikan Rafflesia arnoldii R.Br maka perlu dilakukan identifikasi morfologi R. arnoldii dan mengidentifikasi inang struktural untuk mendukung kelangsungan hiduptumbuhan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode jelajah (purposive sampling) selama bulan Januari-Agustus 2024 di Rhino Camp Resort Sukaraja Atas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Dari hasil penelitian tersebut teridentifikasi R. arnoldii yang ditemukan di Rhino Camp memiliki ukuran diameter bunga mencapai 60 cm dan tinggi mencapai 17 cm. Selain itu dapat dilihat dari pola bercak lobus perigon tergolong besar dan jarak antara satu bercak dengan yang lainnya juga agak berjauhan. Spesies ini hidup sebagai tumbuhan holoparasit yang menumpang pada Tetrastigma spp.Tetrastigma spp. menjalin asosiasi tingkat dua melalui pohon-pohon (inang struktural) untuk mendapatkan suplai sinar matahari dengan cara memanjat pohon tersebut menuju kanopi. Terdapat 13 famili pohon (inang struktural) yang ditemukan di TNBBS dan famili yang paling banyak ditemukan adalah Meliaceae. Kata kunci: Rafflesia arnoldii, Inang Struktural, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Aktivitas Anti-Mycobacterium Ekstrak Lada Hitam (Piper nigrum) dan Bawang Bombai (Allium cepa L.) serta Kombinasinya Ulfa, Aulia; Nabilla, Yasmin Nuha; Riswanti, Mellyana; Septianingrum, Danik; Alzahra, Ziqri; Priyanto, Jepri Agung
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.13221

Abstract

Eksplorasi senyawa aktif dari tanaman terutama dari lada hitam (Piper nigrum) dan bawang bombai (Allium cepa L.) dibutuhkan untuk mengatasi infeksi tuberkulosis (TB) sebagai alternatif dari antibiotik yang tersedia saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas anti-Mycobacterium dari ekstrak P. nigrum, A. cepa, dan kombinasinya serta mengidentifikasi profil metabolitnya. Metabolit yang berasal dari tanaman ini diekstraksi menggunakan teknik maserasi dengan etanol 70%. Ekstrak A. cepa menunjukkan hasil ekstraksi yang lebih tinggi yaitu 19,18% daripada P. nigrum (8,15%). Di antara lima formula yang berbeda (F1-F5), F5 (hanya mengandung ekstrak P. nigrum) menunjukkan aktivitas anti-Mycobacterium terkuat dengan zona penghambatan 12±0 mm dengan metode difusi cakram. Ekstrak tersebut juga menunjukkan minimum inhibitory concentration (MIC) terkuat dibandingkan dengan formula lain, dengan nilai MIC sebesar 0,312 mg/mL. Selain itu, semua formula menunjukkan nilai minimum bactericidal concentration (MBC) lebih besar dari 10 mg/mL. Analisis LC-MS/MS mengidentifikasi bahwa kedua ekstrak tanaman ini memiliki profil metabolit yang berbeda, beberapa di antaranya telah dilaporkan sebagai agen antimikroba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak yang berasal dari P. nigrum lebih aktif daripada ekstrak A. cepa dan kombinasinya. Ekstrak P. nigrum sangat menjanjikan untuk studi dan pengembangan lebih lanjut sebagai agen anti-Mycobacterium berbasis tanaman. Kata kunci: Antibakteri, bawang bombai, lada hitam, Mycobacterium smegmatis, tuberkulosis
Formulasi Masker Gel Wajah Berbahan Aktif Ekstrak Daun Saga Sebagai Antibakteri Propionibacterium acnes Untuk Pengobatan Jerawat Azhari, Raisa; Nasution, Rizki Amelia; Mayasari, Ulfayani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.13235

Abstract

Ekstrak daun saga sebagai bahan alami mengandung glisirizin, vitamin A dan vitamin C serta senyawa flavonoid yang aktif sebagai antioksidan dan antibakteri berpotensi sebagai bahan dasar masker gel wajah. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak daun saga terhadap Propionibacterium acnes dan memformulasinya sebagai sediaan masker gel wajah untuk pengobatan jerawat. Daun saga diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif klindamisin, dan kontrol negatif akuades steril dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun saga dengan konsentrasi 3 %, 5%, 7%, dan 9% mampu membentuk zona bening dengan diameter berturut-turut sebesar 6,21 mm; 11,05 mm; 12,28 mm; dan 14,21 mm yang mengindikasikan bahwa ekstrak tersebut mampu menghambat P. acnes. Berdasarkan uji kualitatif fitokimia, ekstrak tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri juga ditunjukkan pada sediaan masker gel berbasis ekstrak daun tanaman tersebut. Sediaan masker gel dengan konsentrasi ekstrak 7%, dan 9% menghasilkan diameter zona bening sebesar 8,53 mm; dan 9,66 mm yang tergolong memiliki efektivitas antibakteri sedang. Hasil uji organoleptik yang paling disukai adalah 7% berdasarkan warna dan bau, 9% berdasarkan bentuk dan tekstur. Hasil uji iritasi, uji pH, waktu mengering, dan uji homogenitas menunjukkan bahwa sediaan masker gel telah memenuhi standar mutu. Kata kunci : ekstrak daun saga, masker gel, Propionibacterium acnes.
Exploring Traditional and Emerging Biomarkers in Type 2 Diabetes Mellitus: A Comprehensive Overview of Diagnostic and Prognostic Tools Mohammed, Chinar Mustafa; Ahmed, Dilveen Y.; Naif, Rondik O.
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.13603

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is Among the most prevalent and globally widespread metabolic disorders. Though it has been associated with elderly people, recently the prevalence of younger individuals affected with T2DM has significantly increased. Currently, there is a broad range of diabetic biomarkers with those extensively used in clinical medicine such as HbA1c and those on ongoing research. Despite the competence of current diabetes biomarkers, they all display limitations in terms of accuracy and convenience, for this reason, there is a continuous urge to discover reliable, precise, and conventional biomarkers for early diagnosis and treatment of patients. This review encompasses a comprehensive background on both traditional as well as novel T2DM biomarkers therefore guides future research.
Kajian Etnobotani Tumbuhan Sangkareho (Callicarpa longifolia L.) pada Suku Dayak Bakumpai di Desa Lepasan Kabupaten Barito Kuala Abdillah, Nurhaliza; -, Dharmono; Irianti, Riya
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.13669

Abstract

Etnobotani merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan tumbuhan oleh suatu etnis di daerah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian etnobotani Tumbuhan Sangkareho (Callicarpa longifolia L.) pada Masyarakat Dayak Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan Tumbuhan Sangkareho merupakan tumbuhan berhabitus perdu (kajian botani) yang memiliki banyak manfaat salah satunya adalah daunnya yang bisa dibuat menjadi “untalan” (kajian farmakologi). Dalam penggunaanya masyarakat mempercayai pemakaian daun secara ganjil (kajian sosioantropologi). Tumbuhan ini dapat dijadikan campuran dalam pembuatan jamu tradisional yang dapat diperjual belikan (kajian ekonomi). Tumbuhan ini juga memiliki peran bagi lingkungan dalam penghijauan dan peneduh (kajian ekologi). Pemberian nama tumbuhan ini sudah ada sejak dahulu dan diajarkan secara turun-temurun (kajian linguistik). Kata kunci: Etnobotani, tumbuhan, Sangkareho (Callicarpa longifolia L.), Desa Lepasan, Barito Kuala
Keanekaragaman Kepiting Biola di Kawasan Hutan Mangrove Kecamatan Pangkalan Susu, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia Akbar, M Ali; Hutabara, Lusia Selvina Br; Suri, Sirem; -, Nuriyati; Mawardi, Abdul L.
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.13857

Abstract

Indonesia memiliki hutan mangrove yang cukup luas dengan keragaman jenis hayati tertinggi di dunia. Kepiting Biola adalah jenis kepiting dari salah satu kelompok kelas Crustasea, Ordo Decapoda dan termasuk kedalam famili Ocypodidae. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Indeks keanekaragaman dari Kepiting Biola di Kawasan Hutan Mangrove Kecamatan Pangkalan Susu, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2024 di Kecamatan Pangkalan Susu. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi langsung ke lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik Pengumpulan data menggunakan Teknik Purposive Sampling. Teknik Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’) dan indeks dominansi dengan melihat parameter fisika dan kimianya. Hasil Penelitian ini didapatkan 20 spesies kepiting biola dari family Ocypodidae dengan 5 genus yang terdiri dari genus Uca, Gelasimus, Tubuca, Austruca dan Paraleptuca, Berdasarkan hasil analisis didapatkan indeks keanekaragaman di stasiun 1 sebesar 2,92 dengan kategori sedang, stasiun 2 sebesar 0,90 dengan kategori rendah dan stasiun 3 sebesar 0,69 dengan kategori rendah dan juga didapatkan nilai indeks dominansi di stasiun 1 sebesar 0,06 dengan kategori rendah, stasiun 2 sebesar 0,46 dengan kategori rendah dan stasiun 3 sebesar 0,5 dengan kategori sedang. Hasil PCA hubungan keberadaan kepiting biola dengan parameter lingkungan sangat mempengaruhi keberadaan dari kepiting biola dimana parameter lingkungan pada setiap lokasi sangat berbeda-beda. Kata kunci: Kepiting Biola, keanekaragaman, mangrove, Pangkalan Susu
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) BERDASARKAN VARIASI KETINGGIAN DI KAWASAN HUTAN SIBAYAK II SUMATERA UTARA Rosmadani, Wiwid; Hutasuhut, Melfa Aisyah; Rahmadina, Rahmadina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.12554

Abstract

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan rendah berpembluh yang sangat banyak ditemukan di Hutan Sibayak II Sumatra Utara, tetapi keanekaragamannya masih belum terdata dengan baik, sehingga perlu dilakukan penelitian secara lebih rinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis – jenis tumbuhan paku (Pteridophyta), Indeks keanekaragaman dan kelimpahan jenis pakis Pteridophyta di Hutan Sibayak II, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan teknik kuadrat dengan 15 plot dan 3 transek. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 32 spesies pakis berbeda telah ditemukan, termasuk Cyathea contaminans (Wall. Ex Hook.) Copel., Nepherolepis diksonioides Christ, Diplazium dilatatum Blume, Goniophlebium percussum (Cav.) Wagner & Grether, Christella subpubescens (Blume) Holttum, Vittaria ensiformis Sw., Humata repens (L.f.) J. small ex Dieis, Pyrrosia lingua (Thunb.) Farw, Asplenium nidus L., Ctenopteris mollicoma (Nees & Blume) Kunze, Angiopteris arborescens (Blanco) Merr., Diplazium poliferum (Lam.) Kaulf., Lindsaeaa lucida Blume, Lepisorus spicatus (L.f.) Li Wang, Selaginella intermedia (Blume) Spring, Asplenium caudatum G.Forst., Asplenium nitidum Sw., Cyathea contaminans (Wall. Ex Hook.)Copel., Allantodia sorgonensis (C.Presl) Ching, Tectaria incisa Cav., Allantodia lobulosa (Wall. Ex Mett.) Ching, Asplenium Bantamense (Blume) Baker, Lycopodiella cernua (L.) Pie.Serm, Pteridium arachnoideum (Kaulf.)Maxon, Dicranopteris sp., Davallia divaricate Blume, Histiopteris incisa (Thunb.) J. Sm., dan Dicranopteris lincaris (Burm.f.) Underw, Indeks keanekaragaman tumbuhan paku pada 3 variasi ketinggian 1300-1500, 1500-1700, dan 1700-1800 yaitu sebesar 2.28, 2.70 dan 2.39 adalah tergolong kategori sedang dan Kelimpahan tumbuhan paku (Pteridophyta) pada 3 variasi ketinggian yaitu pada tumbuhan Davallia divaricate Blume sebesar 24.55 dengan 136 individu.

Page 1 of 1 | Total Record : 10