cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 235 Documents
PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PASIEN UNTUK MEMILIH DAN MEMANFAATKAN LAYANAN DI RUMAH SAKIT: NARATIVE REVIEW Iwa Wahyudi Firdaus; Anhari Achadi; Wachyu Sulistiadi
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.4977

Abstract

Pendahuluan:Brand image merupakan cara pandang pelanggan terhadap merek tertentu. Brand image tersebut terbentuk sebagai sebuah persepsi terhadap merek tertentu yang diciptakan berdasarkan informasi dan pengalaman pelanggan terhadap merek itu tersebut. Dengan brand image yang baik, harapannya dapat mempengaruhi keputusan pasien dalam mengambil keputusan untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode narrative review, yaitu pendekatan pencarian literatur menggunakan online database yang Google Scholar dalam rentang waktu 2020 hingga 2023, dengan kata kunci “Brand Image”, ”Rumah Sakit”, dan “Keputusan Pasien”. Dari total 84 artikel yang ditemukan, dilakukan identifikasi dan evaluasi relevansi jurnal dengan tujuan penelitian adalah untuk menelaah pengaruh brand image rumah sakit terhadap keputusan pasien untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit. Sehingga dari jumlah tersebut disimpulkan terdapat 8 artikel yang dinilai relevan. Hasil dan Diskusi: Dari delapan artikel yang diperoleh, enam artikel menyatakan bahwa brand image rumah sakit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pasien untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit dan dua artikel lainnya menyebutkan bahwa brand image rumah sakit tidak memiliki pengaruh yang signifikat terhadap keputusan pasien untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit. Kesimpulan dan Saran:  Brand image rumah sakit dapat mempengaruhi keputusan pasien dalam memilih dan memanfaatkan layanan yang ada di rumah sakit karena brand image rumah sakit dapat membentuk persepsi dan membangun keyakinan dalam ingatan pasien. Disarankan bagi rumah sakit untuk menciptakan brand image rumah sakit yang baik untuk dapat meyakinkan pasien dalam mengambil keputusan untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit.
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SENAM KAKI DIABETES MELITUS Putri Wulandini; Avtika Elsia Witri; Sukarni Sukarni
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5202

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit degeneratif dan salah satu penyakit ini tidak menular dan penyakit ini merupakan kelompok gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar gula darah salah satunya berolahraga dari diabetes melitus yaitu senam kaki diabetes, senam kaki diabetes juga digunakan sebagai latihan kaki . Tujuannya untuk mengetahui seberapa tingkat pengetahuan tentang senam kaki diabetes melitus di Desa Air Panas di Rokan Hulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian menggunakan teknik sampling. Populasi penelitian yaitu 70 responden. Instrument untuk pengambilan data adalah dalam bentuk kuesioner. Hasil penelitian dari 70 responden bahwa tingkat pengetahuan yang baik tentang senam kaki diabetes melitus terdapat 7 responden (10%)  dan tingkat pengetahuan yang cukup tentang senam kaki diabetes melitus terdapat 33 responden (47,2%)  dan tingkat pengetahuan yang kurang tentang senam kaki diabetes melitus terdapat 30 responden (42,8%). Simpulan Jadi sebagian responden di Desa Air Panas memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik tentang senam kaki diabetes melitus. Maka dari itu diharapkan responden dapat lebih aktif dalam mengikuti penyuluhan-penyuluhan tentang senam kaki diabetes melitus.
ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASJID Dwika Sari Utami; Zata Ismah
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5243

Abstract

Latar belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan kesehatan sehingga dapat terwujudnya derajat kesehatan secara optimal. Permasalahan sanitasi di tempat ibadah adalah air bersih, jamban, sampah, merokok dan jentik nyamuk. Tujuan: Untuk menganalisis perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masjid.  Metod: Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, populasi penelitian berupa masjid yang berada didaerah Kabupaten Simalungun dengan jumlah sampel sebanyak 32 masjid, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil: Penerapan air bersih di lingkungan masjid yaitu seluruh masjid telah menerapkan aspek air bersih. (2) Penggunaan jamban di lingkungan masjid ditemukan sebagian besar atau sebanyak 25 masjid telah menerapkan aspek penggunaan jamban. Sementara sejumlah masjid atau 7 masjid belum menerapkan aspek tersebut. (3) Penerapan membuang sampah pada tempatnya di lingkungan masjid ditemukan hanya sebagian kecil atau sebanyak 8 dari jumlah masjid yang telah menerapkan aspek membuang sampah pada tempatnya. Selebihnya atau sebanyak 24 masjid belum menerapkan aspek tersebut. (4) Penerapan tidak merokok di tempat ibadah di lingkungan masjid ditemukan tidak ada satupun dari 32 masjid yang menerapkan aspek tidak merokok di tempat ibadah. (5) Penerapan aspek memberantas jentik di lingkungan masjid ditemukan hanya 4 masjid yang telah menerapkan, sebagian besar atau 28 masjid belum menerapkan aspek tersebut. Diskusi: Pengurus masjid agar dapat menjaga kebersihan masjid dan lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan masjid.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN AKUPRESUR DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP INSOMNIA PADA WANITA MENOPAUSE Anni Suciawati; Suprihatin Suprihatin; Maria Antonia Nesi
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5106

Abstract

Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu gejala yang muncul pada wanita menopause. Terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi insomnia diantaranya akupresur dan aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan akupresur dan aromaterapi lavender dalam mengatasi insomnia pada wanita menopause di Puskesmas Oesapa Kupang NTT pada kelompok akupresur dan kelompok aromaterapi lavender. Metodologi: Penelitian quasi eksperiment ini menggunakan rancangan two group design pre and post test. Jumlah sampel penelitian yaitu 34 orang, 17 orang kelompok akupresur dan 17 orang kelompok aromaterapi lavender. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total 34 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Insomnia Rating Scale KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta).   Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara akupresur dan aromaterapi untuk mengurangi insomnia pada wanita menopause yaitu dengan nilai rata-rata sejumlah 11,88 dengan akupresur dan nilai rata-rata sejumlah 12,06 dengan aromaterapi lavender. Kesimpulan dan Saran: Aromaterapi lavender lebih efektif dibandingkan dengan akupresur dalam mengatasi insomnia pada wanita menopause. Kedua terapi tersebut dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk mengatasi insomnia pada wania menopause. 
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM MEMINIMALKAN RESIKO KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT Silvia Adi Putri; Sylvi Nezi Azwita
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5207

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Solok merupakan hal yang utama agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan yang mungkin menimbulkan kerugian. Laboratorium  sebagai salah satu bidang pelayanan kesehatan perlu di perhatikan secara khusus mengenai K3 rumah sakit untuk upaya pencegahan resiko kecelakaan kerja serta  pemakaian APD pada ruang laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Solok. Metode:   menggunakan deskriptif data yang di kumpulkan dalam observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian: penelitian menunjukan kecelakaan kerja pernah terjadi  dilaboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Solok, penyebab kecelakaan kerja terjadi karena faktor manusia. Upaya pencegahan kecelakaan kerja sudah terlaksana, namun pelatiahan K3 yang dilakukan belum maksimal,  pengawasan dilakukan rutin setiap hari oleh kepala ruangan dan sebulan sekali oleh tim K3 yang sudah terlaksana dengan baik, penanganan B3 sudah sesuai standar, petugas sudah mengetahui penanggulangan terhadap resiko kebakaran, pemeliharaan alat yang dilakukan sucara rutin dan pemeliharaannya juga pemakaian APD sudah tersedia. Simpulan: dalam penelitian ini adalah alat pelindung diri seperti pelindung kaki yang di gunakan dalam kondisi kurang layak pakai karena belum memberikan kenyamanan dalam bekerja. Pencegahan kecelakaan dan pemakaian alat pelindung diri di laboratorium sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan dalam bekerja guna untuk meminimalka resiko terjadinya kecelakaan kerja.
PULMONARY EMBOLISM MANAGEMENT CHALLENGES IN DIAGNOSTIC AND TREATMENT OF 81 YEAR OLD MAN IN THE SETTING OF RURAL AREA WITH LIMITED RESOURCES : A CASE REPORT Sidhi Laksono; Abigail Siagian
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5145

Abstract

Background: Pulmonary embolism is a cardiology emergency with a high mortality rate that is hard to diagnose for its symptoms. The adequate diagnosis of pulmonary embolism requires advanced laboratory and imaging facilities which are not widely available in Indonesia. The lack of facilities and pharmacological availability is an important problem for the delay of treatment and diagnosis of pulmonary embolism will increase the mortality number. This case reports on a patient with pulmonary embolism, managed in a limited healthcare facility. Case Illustration: A-81-year-old Man came with sudden dyspnea and hemoptoe. Physical examination showed mild tachycardia, a drop of blood saturation, and signs of right heart failure. His ECG showed deep S wave in lead I, Q wave in lead III (McGinn-white sign), P pulmonary in lead II, III, aVF, inverted T in inferior and anterior lead. Diagnosis were determined by the clinical score and the ECG pattern. The patient showed hemodynamic instability and was included as a high-risk pulmonary embolism, therefore systemic thrombolysis should be the goal therapy for this patient. Due to the unavailability of systemic thrombolysis, systemic anticoagulant therapy using fondaparinux sodium was initiated and hemodynamic support was given. The patient developed refractory shock despite the usage of the hemodynamic support and died after 5 days of hospitalization. Conclusion: The limitation of diagnostic tools and therapy is one of the biggest challenges in rural hospitals for it can increase the mortality rate of PE Patients. The procurement of diagnostic modalities and pharmacology therapies should be carried out in all hospitals in Indonesia to provide the best management for the patient.
GAMBARAN PARITAS TENTANG PEMANFAATAN BUKU KIA Liza Andriani; Miftah Amalia Yasti; Hifzil Izzati
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5258

Abstract

Pendahuluan: Penyebab kematian ibu hamil ataupun melahirkan salah satunya adalah komplikasi kehamilan dimana paritas banyak merupakan salah satu penyebab terjadinya perdarahan yang berujung pada kematian pada ibu hamil. Tujuan: untuk mengetahui gambaran paritas ibu hamil tentang pemanfaatan buku KIA di Jorong Pahambatan Nagari Balingka Kabupaten Agam. Metode:  penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Jorong Pahambatan Nagari Balingka Kabupaten Agam pada bulan Maret 2024. Populasi berjumlah 32 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah populasi yaitu sebanyak 32 ibu hamil. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan buku KIA oleh ibu dengan paritas primigravida adalah sebesar 12,5% dan paritas multigravida adalah 87,5% di Jorong Pahambatan Nagari Balingka Kabupaten Agam. Kesimpulan dan Saran:  Sebagian besar (87,5%) ibu hamil di Jorong Pahambatan adalah multigravida sehingga pemanfaatan buku KIA juga diharapkan baik. Pada tenaga kesehatan agar tetap memberikan sosialisasi kepada ibu hamil tentang pemanfaatan Buku KIA baik dengan paritas primigravida dan multigravida, sehingga ibu yakin akan manfaat Buku KIA bagi dirinya dan anaknya sampai berumur 5 tahun.
ANALISIS KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN INFANT YOUNG CHILD FEEDING PRACTICE PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Rilly Yane Putri; Shinta Angellina; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi; Disa Septriana; Ester Juliana Hia
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5245

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi di Indonesia yang menjadi perhatian utama saat ini adalah gizi kurang pada anak balita yang tergolong dalam periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Angka stunting di Indonesia masih relatif tinggi, faktor resiko penyebab stunting di Indonesia kekurangan asupan gizi terutama pada bayi dan balita. Infant Young Child Feeding (IYCF) Practice merupakan kunci utama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan  meningkatkan kelangsungan hidup seorang anak. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis kejadian stunting berdasarkan IYCF  pada 1000 hari pertama kehidupan di  Kota Padang  Panjang. Metode: Jenis penelitian menggunakan rancangan kualitatif   menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis berdasarkan keterangan dan jawaban yang   disampaikan oleh informan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil: analisis didapatkan bahwa   Infant Young Child Feeding (IYCF) Practice dapat mempengaruhi kejadian Stunting. Kesimpulan: Penelitian ini pemberian ASI ekslusif, MP-ASI dan keanekaragaman makanan dapat menyebabkan kejadian stunting. Saran  untuk ibu-ibu yang  memiliki balita dapat mempraktekkan secara rutin sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak balita.
PENGARUH KONSUMSI MADU AKASIA TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA Hasanah Eka Putri; Lisa Trina Arlym; Retno Widowati
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5190

Abstract

Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) pada 2016, prevalensi kejadian nyeri menstruasi cukup tinggi di berbagai negara dengan rata-rata insiden terjadinya nyeri menstruasi pada remaja putri antara 17% hingga 81% (Gumarães Póvoa, 2020). Di Indonesia, prevalensi nyeri menstruasi sebesar 64,25%, terdapat 60% hingga 75% remaja putri mengalami nyeri menstruasi primer, di mana tiga perempat mengalami nyeri ringan hingga berat dan sisanya mengalami nyeri menstruasi tingkat berat (Hamdiyah, 2020). Pada setiap remaja putri memiliki tingkat nyeri menstruasi yang berbeda-beda. Mengatasi dismenore dapat menggunakan cara non farmakologi dengan konsumsi madu.Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi madu akasia terhadap dismenore pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan Eksperimen Quasi dengan rancangan two group pretest-posttest design with control. Pengambilan sampel menggunakan dengan metode purposive sampling berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, yang terdiri dari 15 orang kelompok intervensi madu akasia dan 15 orang kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar pengukuran menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan madu akasia. Konsumi madu sebanyak 2x10 ml diberikan pada pagi dan sore hari setelah makan selama 2 hari mentruasi pertama. Data analisis yang digunakan paired t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Independent t-test untuk mengetahui perbedaan antar kelompok uji. Hasil Penelitian: Menunjukan terdapat perbedaan rata-rata skala dismenore sebelum dan sesudah konsumsi madu akasia dengan hasil paired t test diperoleh p-value 0,000 (p0,05) dan independent t-test diperoleh nilai p-value 0,006 (p0,05). Simpulan: Madu akasia mampu mengurangi dismenore pada remaja putri di SMAN 1 Klari Kabupaten Karawang. Saran: Madu akasia dapat menjadi salah satu pilihan terapi non farmakologi dalam mengurangi dismenore pada remaja.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI Anisa Surya Lestari; Fatimah Fatimah; Titi Indriyati
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.4722

Abstract

Pendahuluan: dismenorea merupakan masalah kesehatan remaja putri, di setiap negara dilaporkan lebih dari separuh wanita mengalami dismenorea primer sehingga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk mengganggu konsentrasi dalam belajar. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur dengan kejadian dismenorea primer pada remaja putri di SMA Budhi Warman 1 Jakarta. Metode: Metodologi penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode deskriptif analitik, dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 168 remaja putri. Data dikumpulkan secara online dalam bentuk google form yang terdiri dari kuesioner DASS-21 (Depression Anxiety and Stres Scale) untuk mengukur tingkat stres dan PSQI (Pitsburg Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis univariat dilakukan secara deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Sebanyak 168 responden, kategori dismenorea sedang hingga berat sebanyak 136 responden (80,9%), tingkat stres sedang hingga sangat berat sebanyak 105 responden (62,5%), dan kualitas tidur sedang hingga buruk sebanyak 108 responden (64,3%). Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan antara tingkat stres (p-value 0,008), kualitas tidur (p-value 0,038) dengan kejadian dismenorea primer pada remaja putri. Kesimpulan: Diskusi tingkat stres sedang hingga berat dan kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan kejadian dismenorea primer. Remaja putri dapat melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap faktor stres dan kualitas tidur untuk mengurangi kejadian dismenorea primer dengan cara melakukan hobi yang disukai, berolahraga secara rutin, relaksasi, serta memperbaiki pola tidur.