cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 235 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) Lailatul Mustaghfiroh; Triana Widiastuti
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5815

Abstract

Pendahuluan: Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan pemberian ASI eksklusif dikarenakan ibu melakukan pemberhentian dini menyusui. Hal ini diakibatkan  persepsi ibu yang menganggap produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi sehingga menjadi alasan utama para ibu untuk tidak memberikan ASI  eksklusif. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI. Metode: menggunakan analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan – 12 bulan pada bulan Juli 2024 di PMB Kholishatul      Hikmah sebanyak 32 orang dengan tehnik total sampling. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisa data bivariat menggunakan fisher exact test. Hasil: mayoritas ibu memiliki faktor psikologis tidak baik sebanyak 23 orang (71,9%), seluruhnya menggunakan alat kontrasepsi yang tidak menghambat produksi ASI sebanyak 32 orang (100%), mayoritas melakukan perawatan payudara sebanyak 18 orang (56,3%), memiliki pola istirahat yang baik sebanyak 20 orang (62,5%), berat badan lahir bayi normal sebanyak 30 orang (93,8%), umur kehamilan aterm saat melahirkan sebanyak 26 orang (81,3%), tidak melakukan pijat sebanyak 23 orang (71.9%), dan tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 17 orang (53,1%). Hasil urji fisherr erxact terst didapatkan pvalurer 0,05 artinya    tidak terrdapat hurburngan antara faktor psikologis, faktor perrawatan payurdara, faktor pola istirahat, berrat lahir bayi,  faktor urmurr kerhamilan saat merlahirkan, faktor pijat derngan produrksi Air Sursur Ibur. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara faktor psikologis, perawatan payudara, pola istirahat, berat badan lahir bayi, umur kehamilan saat melahirkan, dan pijat oksitosin dengan produksi Air Susu Ibu.
THE RELATIONSHIP OF STRESS WITH MARITAL SATISFACTION FOR PARENTS WHO HAVE CHILDREN WITH AUTISM IN PEKANBARU Saniya Saniya; Zabidah Putit; Dewi Eka Putri
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5829

Abstract

Pendahuluan Anak autisme dapat menyebabkan stres pada orang tua. Stres orang tua dalam merawat anak autisme berkontribusi mempengaruhi kepuasan perkawinan. Distres orang tua, disfungsi interaksi antara orang tua dan anak serta perilaku anak yang sulit dapat menyebabkan penurunan kepuasan perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan kepuasan perkawinan pada orang tua yang memiliki anak autisme di Kota Pekanbaru. Metodologi Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 104 orang tua dengan menggunakan teknik Total Sampling. Penelitian dilakukan di SLB dan Yayasan autisme di Kota Pekanbaru. Instrumen yang digunakan adalah Parent Stres Index dan ENRICH Marital Satisfaction. Hasil Hasil penelitian adalah terdapat hubungan dengan kekuatan  lemah (r =-0,304) antara stres dengan kepuasan perkawinan ayah sedangkan hasil penelitian ibu terdapat hubungan dengan kekuatan sedang (r=-0,526) antara stres dengan kepuasan perkawinan ibu. Diskusi Perawat jiwa perlu melakukan pendekatan diri lebih intensif melalui pemberian informasi tentang autisme dan memberikan konseling pada orang tua dan keluarga terkait dengan jaringan dukungan keluarga.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEKOMPRESI PADA PENYELAM TRADISIONAL DI KAMPUNG BUGIS KEPULAUAN RIAU Yusnaini Siagian; Linda Widiastuti; Utari Yunie Atrie; Liza Wati
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5861

Abstract

Pendahuluan : Penyakit dekompresi di Indonesia banyak dialami nelayan penyelam terutama penyelam tradisional dalam mencari nafkah. Penyelaman tidak dibekali pengetahuan melainkan dilakukan hanya berdasarkan pengalaman yang turun temurun dari keluarganya. Peralatan selam yang digunakan nelayan tradisional hanya seadanya yang sangat jauh dari standar penyelaman yang benar. Penyakit dekompresi pada penyelam tradisional dapat di sebabkan karena beberapa faktor antara lain kedalaman menyelam, durasi menyelam, laju pendakian, masa kerja penyelam, frekuensi penyelam dan penggunaan kompresor sebagai alat bantu napas saat menyelam. Tujuan : Untuk menganalisis faktor risiko kejadian dekompresi pada nelayan penyelam tradisional. Metode : Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh nelayan penyelam tradisional di Kampung Bugis. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara. Hasil : (1) Ada risiko kedalaman menyelam, frekuensi menyelam, lama menyelam, cara naik ke permukaan dan waktu istirahat terhadap kejadian penyakit dekompresi pada nelayan penyelam tradisional. (2) Tidak ada risiko masa kerja terhadap kejadian penyakit dekompresi pada nelayan penyelam tradisional. Diskusi : Puskesmas memberikan edukasi penyelaman yang benar dan aman pada nelayan penyelam tradisional dengan melibatkan tenaga ahli dalam melakukan penyelaman. Nelayan penyelam tradisional rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke pelayanan kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi fisik yang sehat sebelum melakukan penyelaman sehingga dapat meminimalkan terjadinya penyakit akibat penyelaman seperti dekompresi.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA Zakiah - Rahman; Umu Fadhilah; Utari Yunie Atrie; Nilam Nilam
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5804

Abstract

Pendahuluan : Pemberian edukasi kesehatan mempunyai manfaat dalam mengelola pengaturan cairan pada pasien hemodialisa. Edukasi kesehatan dapat meningkatkan kepatuhan dalam mengontrol asupan cairan agar tidak terjadi komplikasi karena kelebihan cairan pada pasien hemodialisa. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pembatasan cairan pada pasien hemodialisa di RS-BLUD Kota Tanjungpinang. Metode : Desain penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan rancangan pre and post test without control. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Edukasi kesehatan diberikan selama 3 minggu, (2 kali seminggu) sebanyak 6 kali pertemuan dalam waktu 5-10 menit setiap pasien. Populasi pada penelitian ini adalah pasien hemodialisa sebanyak 40 orang dengan jumlah sampel 36 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi : pasien gagal ginjal kronik yang berumur 18-65 tahun yang rutin melakukan hemodialisa 2 kali dalam seminggu. Analisa data dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : didapatkan patuh sebelum intervensi sebanyak (50%) dan tidak patuh (50%) sesudah intervensi terjadi peningkatan yang patuh sebanyak (70%) dan tidak patuh (30%), dengan nilai p value=0,001(0,05), artinya ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisa. Kesimpulan: terjadi peningkatan Kepatuhan pembatasan cairan pasien yang menjalani hemodialisa setelah diberikan edukasi kesehatan. Saran : Edukasi kesehatan dapat menambah wawasan dan informasi dalam meningkatkan pemahaman terhadap pembatasan asupan cairan untuk mengurangi/mencegah terjadinya komplikasi akibat kelebihan cairan.
ANALISIS PENGETAHUAN PERAWAT TERKAIT 3S (SDKI, SLKI, SIKI ) DAN PENGGUNAAN DALAM ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD X SIAK SRI INDRAPURA Yulia Febrianita; Muhammad Riski
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5826

Abstract

Pendahuluan: Salah satu bentuk pelayanan yang berkualitas dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah tersusunnya dokumentasi keperawatan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan SDKI,SLKI Dan SIKI. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengetahuan perawat terkait 3S (SDKI, SLKI, SIKI) dan penggunaan dalam asuhan keperawatan di RSUD X Siak Sri Indrapura Pekanbaru. Metodologi: Populasi dalam penelitian ini berjumlah 146 perawat. Sampel yang digunakan adalah seluruh tenaga keperawatan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, dengan menggunakan analisis univariat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 63 responden, sebanyak 61 responden (96,1%) memiliki pengetahuan baik tentang SDKI, SIKI dan SLKI. Sedangkan penggunaan 3S (SDKI,SLKI,SIKI) dalam asuhan keperawatan masih belum optimal, dimana hasil persentase menunjukan sebesar 44 responden (69,8%) mendapat hasil 56% dalam kemampuan penerapan dokumentasi asuhan keperawatan. Diskusi: Dimana didapatkan, 61 dari 63 perawat memliki pengetahuan yang baik dalam memilih jawaban mengenai standar dalam melakukan penyusunan dan pencatatan dalam dokumentasi asuhan keperawatan. Kemampuan penerapan dokumentasi asuhan keperawatan pada Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura masih belum optimal. Hasil menunjukan perawat masih dalam kategori kurang dalam penerapan 3S.  Kesimpulan:Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura sudah memiliki pengetahuan yang baik, namun pengetahuan tersebut belum bisa diterapkan dalam penggunaan 3S (SDKI,SLKI,SIKI) secara optimal. Diharapkan instansi memberikan kegiatan pelatihan dan sosialisasi kepada perawat terkait penggunaan 3S (SDKI, SLKI, SIKI) agar pengetahuan dapat dikembangkan dengan optimal.
PENGARUH SENAM OSTEOPOROSIS TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA Mei Rosenta Rustiyanti; Rima Berlian Putri
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5691

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas fisik membantu lansia beraktivitas merupakan salah satu aktivitas yang baik untuk lansia. Jenis olahraga yang efektif untuk lansia, contohnya senam. Senam osteoporosis adalah senam yang bersifat aerobik ringan, latihan kekuatan di kedua tangan, latihan keseimbangan dan latihan pernafasan  (Azizah et al., 2020).Tujuan : Tujuan case report  ini diharapkan dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, setelah dilakukan analisis praktik keperawatan berbasis bukti pengaruh senam osteoporosis terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia Di Rumah Sakit Royal Taruma Metode Penelitian: yang digunakan adalah Quasy Experiment khususnya pretest-posttest design. Yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi tanpa kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi, yaitu kelompok yang diberikan Senam osteoporosis 4 hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil: menunjukkan nilai mean nyeri pada kelompok kontrol sebesar 1.25 (SD=0.500), sementara nyeri pada kelompok intervensi yakni pasien lansia yang melakukan senam osteoporosis menunjukkan hasil latihan senam osteoporosis terhadap penurunan nyeri sendi setelah dilakukan intervensi dengan nilai mean sebesar 1.00 (SD=0.000) atau rerata tingkat nyeri memiliki perbedaan antara kelompok intervensi dan control sehingga diperoleh nilai p-value (0.024) atau kurang dari nilai signifikansi p-value 0.05. Kesimpulan: ada perbedaan pengaruh latihan senam terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada penelitian ini
FAKTOR-FAKTOR PEMICU KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PRAKTIK KLINIK: STUDI KASUS DI UNIVERSITAS “X” TAHUN 2023 Ainil Fitri; Amelia Rizky
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5827

Abstract

Pendahuluan: kecemasan pada mahasiswa keperawatan dapat mengganggu keseharian dan menurunkan fokus, terutama saat menjalani praktik klinik di rumah sakit. Persiapan fisik dan mental yang kuat, serta kemampuan berpikir kritis, menjadi kunci penting untuk menjadi perawat yang tangguh. Pengelolaan kecemasan dan persiapan menyeluruh adalah aspek krusial dalam menghadapi tantangan pembelajaran klinik. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memicu kecemasan pada mahasiswa Keperawatan selama praktik klinik di rumah sakit. Metode: penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari populasi 90 mahasiswa tingkat II dan III, setelah dilakukan seleksi awal, sebanyak 55 mahasiswa dipilih sebagai sampel dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti aspek psikoanalitik, interpersonal, perilaku, keluarga, biologis, lingkungan, usia, jenis kelamin, kepribadian, serta sosial memainkan peran signifikan dalam meningkatkan kecemasan. Mahasiswa diharapkan dapat mengenali faktor-faktor ini sehingga mampu mengelola diri ketika kecemasan melanda.
PENGARUH TERAPI ROM TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE Rendi Apriyaldi; Rima Berlian Putri
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5688

Abstract

Pendahuluan : Stroke merupakan gangguan sirkulasi pada otak yang menimbulkan penyakit pada bagian tubuh lainnya, stroke non hemoragik menyebabkan keterlambatan pergerakan akibat kelemahan otot.  Tujuan : Case report ini dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan penyembuhan kekuatan otot yang dilakukan pada pasien stroke di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta. Metode Penelitian: yang digunakan adalah Quasy Experiment khususnya pretest-posttest design. Yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi tanpa kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi yaitu 2 kelompok yang diberikan latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan penyembuhan kekuatan otot yang dilakukan pada pasien stroke selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil: Sementara setelah pemberian latihan ROM pada lansia rerata nilai mean menunjukkan kenaikan rerata dengan nilai mean (3.25 dan SD 0.957) atau kekuatan otot lansia berada pada kategori sedang dengan nilai p-value (0.007) atau kurang dari nilai signifikansi p-value 0.05 yang artinya ada pengaruh pelaksanaan latihan Range Of Motion (ROM) pada lansia terhadap peningkatan kekuatan otot setelah dilakukan intervensi Kesimpulan: Terdapat perbedaan kekuatan otot pada kelompok intervensi dan kelompok control, hasil ini menunjukkan ada pengaruh pelaksanaan latihan Range Of Motion (ROM) pada lansia kelompok control dan kelompok intervensi terhadap peningkatan kekuatan otot setelah dilakukan intervensi Range Of Motion (ROM).
INJURY PATTERNS IN MOTOR VEHICLE ACCIDENT CASES IN SLEMAN BASED ON SLEMAN HDSS DATA 2021 Salsabila Bianda Sheillashahna; Idha Arfianti Wiraagni; Hendro Widagdo; Martiana Suciningtyas
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5346

Abstract

Background: Analysing injury patterns is crucial for preventing a decline in productivity and quality of life. Every year, thousands of lives are lost due to motor vehicle accidents. Data from HDSS Sleman 2021 is used in this study to support scientific development in the health sector. HDSS aims to build surveillance sites, generate quality data, and support evidence-based community services. Problem: The presence of numerous traffic accident cases in the HDSS Sleman 2021 data highlights the importance of analysing their injury patterns. Objectives: The research will be carried out to determine the pattern of injury in motor vehicle accident cases in Sleman based on HDSS data year 2021. Method: Descriptive observational study using cross-sectional method. The data collected is HDSS Sleman secondary data. All injury cases listed in the HDSS Sleman document for the year 2021 were used as research participants. Secondary data analysis was conducted to determine the pattern of injury. The descriptive method will be used to analyse the data. Result: The total sample of this study is 302 people. The sex predominance of motor vehicle accident cases is in male (62%). It is mostly found in the age of 25-64 years old (55%). Out of 302 samples, the highest prevalence of site of injury location in victim body is lower extremity and the lowest is stomach/internal organ. The highest prevalence of injury type is bruises and the lowest are limb severation, concussion, and burn injury. Conclusion: Based on the analysis conducted from the Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman data for the year 2021, the most common injuries occurred in the lower extremities, affecting 208 individuals (69%), with bruises being the predominant injury type. Among all traffic accident victims in the HDSS Sleman 2021 dataset, bruises were the most prevalent injury type, affecting 257 individuals (85%). From the Chi-Square analysis that has been carried out, there is a statistically significant correlation between chest injury and gender which has a p-value of 0.008. There was also a statistically significant correlation between sprained and gender which had a p-value of 0.012, eye injury and gender which had a p-value of 0.028. 
EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA Yolanda Ester Lahu; Roza Indra Yeni
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5690

Abstract

Pendahuluan : Masa post partum diawali setelah lahirnya plasenta dan berakhir saat kandungan kembali ke keadaan sebelum hamil, yang berlangsung selama ± 6 minggu Tujuan : Tujuan asuhan keperawatan ini diharapkan dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, dilakukan Pijat oksitosin untuk meningkatkan  produksi ASI pada ibu post sectio caesarea di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta. Metode Penelitian: Desain evidence base nurse (EBN) yang digunakan adalah Quasy Experiment khususnya pretest-posttest design. Yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi, yaitu 2 kelompok yang diberikan pijat oksitosin Untuk meningkatkan  produksi ASI pada ibu post sectio caesarea selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil: hasil distribusi produksi ASI pada ibu post sectio caesarea sebelum dan setelah dilakukan intervensi pijat oksitosin menunjukan hasil  terhadap peningkatan produksi ASI setelah dilakukan intervensi dengan nilai mean sebesar 1.750 dengan p-value pada (0.006) atau kurang dari nilai signifikansi p-value 0.05.  Kesimpulan: ada perbedaan pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post sectio caesarea.