cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 235 Documents
BUKU KIA KHUSUS BAYI KECIL MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN IBU DALAM PERAWATAN METODE KANGURU Setiyani, Nofi; Aprilina, Happy Dwi; Solikhah, Umi; Ekawati, Endah
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6487

Abstract

Buku KIA Khusus Bayi Kecil adalah buku yang isinya bertujuan untuk memberikan informasi pelayanan dan perawatan kesehatan bayi kecil (Berat Badan kurang dari 2500 gram atau usia kehamilan kurang dari 37 minggu). Buku KIA Khusus Bayi Kecil merupakan buku tambahan yang digunakan bersama dengan buku KIA. Buku ini berisi petunjuk dalam melakukan perawatan pada bayi BBLR salah satunya adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK). Buku tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam pelayanan bayi berat lahir rendah, serta meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga dalam merawat bayi kecil.Tujuan: Mengetahui Pengaruh Buku KIA Khusus Bayi Kecil terhadap Pengetahuan dan Ketrampilan Ibu tentang Perawatan Metode Kanguru pada Bayi Berat Lahir Rendah.Metode: Penelitian ini menggunakan prosedur kuantitatif. Desain penelitian pada variabel pengetahuan adalah Quasi Experimental sedangkan pada variabel ketrampilan menggunakan True Experimental Post-Test Only Control Design dengan jumlah sampel masing-masing kelompok baik kelompok kontrol maupun perlakuan sebesar 35 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi dengan uji Wilcoxon serta uji Mann Whitney untuk mengetahui selisih antar kelompok perlakuan. Hasil:Hasil Uji Mann Whitney pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan menunjukkan bahwa selisih peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang perawatan metode kanguru pada BBLR antara kelompok kontrol dengan media leaflet dan kelompok perlakuan menggunakan media buku KIA khusus bayi kecil didapatkan nilai p-value 0.000 (p0.05) pada pengetahuan dan p-value 0.002 (p0.05) pada ketrampilan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media buku KIA khusus bayi kecil berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu BBLRKata kunci: BBLR, ketrampilan, KIA, pengetahuan, PMK.  AbstractBackground:The Special KIA Book for Preterm Infants is designed to provide information on the care and health services for infants with low birth weight (less than 2500 grams or gestational age less than 37 weeks). This book is used in conjunction with the general KIA book, which includes guidelines for the care of low birth weight infants, including Kangaroo Mother Care (KMC). It is anticipated that the book will aid healthcare providers in the management of low birth weight infants and enhance maternal and family knowledge about infant care. Objective:To evaluate the impact of the Special KIA Book for Preterm Infants on maternal knowledge and skills related to Kangaroo Care for low birth weight infants.Method:This study employed a quantitative approach. The research design for knowledge assessment was quasi-experimental, while for skill assessment it used a True Experimental Post-Test Only Control Design. Each group, both control and intervention, consisted of 35 respondents. The research instruments included questionnaires and observation sheets. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and Mann-Whitney test. Results: The Mann-Whitney test results indicated a p-value of 0.000 (p0.05) for knowledge and 0.002 (p 0.05) for skills, demonstrating significant differences between the control andintervention groups. Conclusion: The use of the Special KIA Book for Preterm Infants significantly improvesmaternal knowledge and skills related to Kangaroo Care for low birth weight infants.Keywords: Low Birth Weight Infants, Skills, KIA, Knowledge, Kangaroo Mother Care
EMPOWERMENT KEPALA RUANGAN TERHADAP KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW Astuty, Mazly; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Nuraini, Tuti; Sekarsari, Rita
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6544

Abstract

Abstract Backgound: Nurse competence can be influenced by the empowerment of head nurse. Empowerment is how head nurse conditions the climate and work culture in the nursing ward that can improve nurse competences. The existing literature is still very varied, therefore a systematic review is needed to determine the specific empowerment carried out by the head nurse based on published scientific evidence.Purpose: The study was aimed to know how the empowerment of head nurse affected nursing staff competences in the hospitalMethods: Conducted a systematic review of the literature from 2013 to 2023. Data were collected from 6 databases (EMBASE, EBSCOHost, Sage Journals, ScienceDirect, Scopus, and PubMed), using the keywords “empowerment”, “empowerment of head nurses”, and “empowerment AND head nurses”. The literature study was limited to English-language, as well as literature that had abstracts and full text. The systematic review was organized using PRISMA. The quality of the articles was assessed using JBI critical appraisal tools.Results: There were 8 articles included in the review category. The results showed that there are four actions of the head nurse to empower the staff, including: 1) providing training to increase skills and knowledge, 2) providing autonomy, 3) being open, communicative and caring, and 4) being a shelter.Conclusion: The head nurse played an important role in managing the ward by setting policies to coordinate nursing staff tasks, and solve problems with the staff. Empowerment can improve the organization climate and culture to sharpen the quality of nursing care.Keywords: empowerment, head nurse, nursing staff, systematic review Abstrak Latar belakang: Kompetensi perawat dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya dalah empowerment dari kepala ruangan. Empowerment yang dimaksud dalam hal ini adalah bagaimana kepala ruangan mengkondsikan iklim dan budaya kerja di ruangan yang dapat meningkatkan kompetensi perawat. Literatur yang ada tentang topik ini masih sangat bervasiasi, oleh karenanya dibutuhkan sistematik review untuk mengetahui empowerment yang spesifik dilakukan kepala ruangan berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang telah dipublikasikan.Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana empowerment kepala ruangan dalam mempengaruhi kompetensi perawat pelaksana di rumah sakit.Metode: Melakukan tinjauan literatur secara sistematis dari tahun 2013 sampai dengan 2023. Data dikumpulkan dari 6 database (EMBASE, EBSCOHost, Sage Journals, ScienceDirect, Scopus, dan PubMed), dengan menggunakan kata kunci empowerment, empowerment of head nurse, dan empowerment AND head nurse. Studi literatur terbatas hanya pada literatur yang berbahasa Inggris, serta literatur yang memiliki abstrak dan full text. Sistematik review disusun dengan menggunakan PRISMA. Kualitas artikel yang dihasilkan dinilai dengan menggunakan JBI critical appraisal tools.Hasil: Terdapat 8 artikel yang masuk kedalam kategori review. Hasil review menunjukkan terdapat empat tindakan kepala ruangan untuk memberdayakan staf perawat, antara lain: 1) memberikan pelatihan untuk menambah skill dan pengetahuan, 2) memberikan otonomi, 3) bersikap terbuka, komunikatif dan caring, dan 4) menjadi tempat bernaung bagi perawat dalam bekerja.Kesimpulan: Kepala ruangan berperan penting dalam mengelola unit ruangan dengan menetapkan kebijakan untuk mengkordinasikan tugas dari staf perawat, dan bersama-sama dengan staf perawat memecahkan masalah. Empowerment yang dilakukan kepala ruangan terhadap staf perawat dapat meningkatkan iklim dan budaya organisasi untuk mempertajam kualitas asuhan pelayanan keperawatan.Kata Kunci: empowerment, kepala ruangan, perawat, systematic review
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI MINYAK MELATI TERHADAP INSOMNIA PADA MENOPAUSE DI DESA RANCAJAWAT INDRAMAYU JAWA BARAT Suciawati, Anni; Kundaryanti, Rini; Berliani, Cahyani
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6011

Abstract

Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu gejala yang muncul pada menopause. Terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi insomnia adalah pemberian aromaterapi minyak melati namun efektivitasnya belum diketahui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas aromaterapi minyak melati dalam mengatasi insomnia pada menopause di Desa Rancajawat Indramayu. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain pre experimental design, dengan pendekatan One Group Pretest- Posttest. Jumlah sampel penelitian yaitu 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner Insomnia Rating Scale KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta). Hasil: Hasil penelitian membuktikan pengaruh sebelum dilakukan pemberian nilai rata-ratanya yaitu 18,25 sedangkan rata-rata pengaruh pemberian setelah intervensi menurun menjadi 16,09 dengan selisih nilai mean sebesar 2,16 dan nilai p value 0,000 (p0,05) menunjukkan bahwa aromaterapi minyak melati efektif untuk mengurangi insomnia pada menopause. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Aromaterapi minyak melati efektif dalam mengatasi insomnia pada menopause. Saran: Diharapkan terapi aromaterapi minyak melati dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk mengatasi insomnia pada menopause. Kata Kunci   : Insomnia, Aromaterapi Minyak Melati, MenopauseKEPUSTAKAANAdeleyna, Noviani. (2018). Analisis Insomnia Pada Mahasiswa Melalui Model Pengaruh Kecemasan Tes. Karya Tulis Ilmiah, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok.Appleton, J. 2012. Lavender Oil for Anxiety and Depression: Review of literature on the safety and efficacy of Lavender. Natural Medicine Journal .(4)2.Arwani, Sriningsih dan Hartono (2013).Pengaruh Pemberian Aromaterapi Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Sebelum Operasi dengan Anastesi Spinal di RS Tugu Semarang.Jurnal Keperawatan Jiwa vol 1 no 2 November 2013; 129-134.Assari, Ni et al., 2022. Pengaruh Pemberian Aromaterapi Minyak Melati (Jasminum Sambac L.) Terhadap Penurunan Derajat Insomnia Pada Lansia Di Banjar Gede Kelurahan Sempidi. Jurnal Ilmiah Manuntung, 8(1), 113-119Chumayroh, Putri, A. R., Arifin, I. (2019). Faktor Penyebab Insomnia Pada Mahasiswa Teknik Elektronika Pens 2019 Dan Solusinya Dengan Gaya Hidup Sehat Dan Manajemen Waktu Insomnia Causes Factors In Pens 2019 Electronic Techniques Students And Its Solutions With Healthy Chumayroh , Ambarwati Rizkia. Jurnal Kesmas Indonesia, 12(2), 84–94.Ekawati, N. P. (2015). Pengaruh Aromaterapi Melati Terhadap Perbaikan Skor Insomnia Pada Remaja Di Sma Negeri 1 Rasau Jaya ,. 3 (1).Fatimah, Miharja, E., Damaiyanti, M. (2016). Hubungan Tingkat Kecemasan Sebelum Praktek Klinik Di Rumah Sakit Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa D-Iii Keperawatan Semester Ii Stikes Muhammadiyah Samarinda.Gürler, M., Klzlllrmak, A., Baser, M.(2020). The Effect of Aromatherapy on Sleep and Quality of Life in Menopausal Women with Sleeping Problems: A Non-Randomized, Placebo-Controlled Trial. Complementary Medicine Research, 27(6), 421–430.Handayani, S., Pratiwi, Y. S., Fatmawati, N. (2020). Produk Olahan Kedelai ( Glycine max ( L .) Merill ) Mengurangi Gejala pada Wanita Menopause. 8, 63–67.Hardiyanti, A. Y. (2020). Hubungan Tingkat Stres Dengan Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa/Mahasiswi Bimbingan Penyuluhuan Islam Semster Delapan Tahun Akademik 2019/2020 Iain Ponorogo. 2507(February), 1–9.Hekhmawati. (2016). Gambaran Perubahan Fisik dan Psikologis Pada Wanita Menopause di Posyandu Desa Pabelan. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 13.Imelda. (2017). Lebih Dekat dengan Sistem Reproduksi Wanita. Yogyakarta : Gosyen Publishing.Indarwati, I., Maryatun, M. (2019). Karakteristik Wanita Menopouse Dan Perubahan Pola Seksualitas Di Desa Kedungan. Gaster, 17(1), 20.Jalilah, N.H. Prapitasari, R. (2020). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Jawa Barat: Penerbit AdabJuliana, D., Anggraini, D., Amalia, N., Pontianak, P. K. (2021). Keluhan Pada Masa Menopause Di Wilayah Kerja. 3(1). Keluarga Berencana. Jawa Barat: Penerbit Adab.Lubis, N. L. (2016). Psikologi Kespro : Wanita dan Perkembangan Reproduksinya. Jakarta: Kencana.Muchtaridi, Moelyono. (2015). Aromaterapi. Yogyakarta: Graha Ilmu.Nicholson, A. N., Marks, J. (2017). Transient Insomnia. Insomnia, 29–36.Nurlina. (2021). Kualitas Hidup Wanita Menopause. Bandung: Media Sains IndonesiaOryza, W. (2016). Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Div Bidan Pendidik Reguler Dalam Penyusunan Skripsi Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, 1(1), 1–208. Primamedia mandiri.Riyadina, W. (2019). Hipertensi Pada Wanita Menopause. Jakarta: Lipi Press.Sari, D., Leonard, D. (2018). Pengaruh Aroma Terapi Lavender Terhadap Kualitas Tidur Lansia Di Wisma Cinta Kasih. Jurnal Endurance. https://doi.org/10.22216/jen.v3i1.2433Simangunsong, E. D., Wahyuni, T. S. (2020). Penurunan Keluhan Menopause Dengan Latihan Kekuatan Otot, Tulang dan Sendi (OTTOSEN). 1–7.Suazini, E. R. (2018). Faktor-Faktor Langsung Yang Mempengaruhi Usia Menopause. Jurnal Bimtas, 2(1), 49–55.Sunito, dkk. (2010). Aroma Alam Untuk Kehidupan. Jakarta : PT RaketindoSurgawa, E., Nikado, H. (2019). Tingkat Insomnia Mahasiswa Tahap Sarjana dan Tahap Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.Suryoprajogo, N. (2019). Tips Menyenangkan Menghadapi Menopause. Jawa Tengah: Desa Pustaka Indonesia.Syalfina, A. D. (2017). Body Mass Index (BMI) dan Lama Menopause Berpengaruh Terhadap Kualitas Hidup Menopause. Hospital Majapahit, 9(1), 28–42. Jawa Tengah: Desa Pustaka Indonesia.Tsuraya et al. (2016). Gambaran Mekanisme Koping Wanita Dalam Menghadapi Perubahan Fisik Akibat Menopause. Universitas Riau, 5, 164–173.Chontessa, Trisna Jumrianty; Siingara, Theodorus; Idrus, H. M. F. (2012). Hubungan Beratnya Gejala Ansietas Dengan Masa Klimakterium Wanita di Rumah Sakit Pendidikan Makasar. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, 1–13.WHO. (2022). World Health Statistics Overview 2022. In World Health Organization (WHO) (Vol. 87).Widjayanti, Yhenti, Katolik, S., Vincentius, S. T., Surabaya, A. P. (2016). Gambaran Keluhan Akibat Penurunan Kadar Hormon Estrogen Pada Masa Menopause ( Studi Deskriptif di Wanita Hindu Dharma Indonesia Pura Jagad Dumadi Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik ). 2(1), 96–101. Yogyakarta: Deepublish.Zolekhah, D., Sholihah, N. R. (2018). Tingkat Keluhan Berdasarkan Menopause Rating Scale Pada Ibu 
PENERAPAN DUKUNGAN PERAWATAN DIRI DAN AKUPUNKTUR PADA KLIEN STROKE DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI : STUDI KASUS Sujati, Ni Ketut; Fadhilah, Laila; Akbar, M. Agung; Rustiati, Nelly; Khoiriyah, Ina Yatul
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6402

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia, dengan prevalensi yang signifikan di Indonesia. Defisit perawatan diri pada klien stroke menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan, sehingga diperlukan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri. Kombinasi dukungan perawatan diri dan terapi akupunktur diharapkan dapat memberikan manfaat holistik bagi klien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dukungan perawatan diri dan akupunktur pada klien stroke dengan defisit perawatan diri, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kemandirian klien dan pengetahuan caregiver. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan melibatkan dua klien stroke dan dua caregiver. Intervensi yang diberikan meliputi dukungan perawatan diri dan terapi akupunktur selama tiga minggu dengan enam kali kunjungan. Data dikumpulkan melalui asuhan keperawatan dan analisis Traditional Chinese Medicine (TCM). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan perawatan diri klien, termasuk makan, mandi, berpakaian, dan menggunakan toilet. Terapi akupunktur juga membantu meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan energi tubuh. Caregiver mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat klien stroke, serta menunjukkan perilaku yang lebih sesuai dengan anjuran. Kesimpulan: Kombinasi dukungan perawatan diri dan terapi akupunktur efektif dalam meningkatkan kemandirian klien stroke dan pengetahuan caregiver. Pendekatan holistik ini dapat menjadi alternatif yang bermanfaat dalam perawatan klien stroke dengan defisit perawatan diri. Penting untuk memberikan dukungan psikologis kepada klien stroke dan caregiver, serta melakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk mengkonfirmasi temuan ini.
MAPPING OF POSYANDU SERVICES FOR YOUTH USING ArcGIS: SPATIAL ANALYSIS OF POSYANDU FOR YOUTH IN BATAM CITY Amir, Eka Fitri; Marzuki, Asep; Panggabean, Septi Maisyaroh Ulina; Sianipar, Yola Abdila
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6132

Abstract

Background: Adolescents are a group that is vulnerable to health problems due to risky behavior. In fact, the presence of youth posyandu in the midst of society does not guarantee the achievement of national health targets, there are many obstacles in its implementation. The aim of this research is to provide data in the form of visualization maps using website-based ArcGIS so that website users can find out information on the location and programs of youth posyandu in Batam City, With information on youth Posyandu visualization, it is hoped that it will be able to increase youth participation and interest in youth Posyandu activities. The method used in this research is the development of a Geographic Information System (GIS) using ArcGIS, namely an application for mapping and visualization of location information, infrastructure and the effectiveness of the youth posyandu program in Batam City. Data was collected by conducting surveys and literature studies then identifying spatial patterns. Research results based on development and survey results show that the number of youth posyandu in Batam City is Youth Posyandu spread across 12 sub-districts and 21 Community Health Centers in Batam City which have been visualized in the form of location maps and there has been an increase in youth participation in posyandu activities. Conclusion: The youth posyandu data has been interpreted into ArcGIS and can be displayed using open stretch maps, Google Maps visualization options or satellite visualization of youth posyandu data in Batam City. 
EFEK MENGUNYAH PERMEN KARET (CHEWING GUM) TERHADAP PEMULIHAN ILEUS PASCA OPERASI KANKER KOLOREKTAL Sari, Indah Indreani; Murwaningsih, Endang; Waluyo, Agung; Irman, Irman
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6554

Abstract

Pendahuluan: Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar dan rektum. Kanker kolorektal awalnya tumbuh dari polip menahun lalu berkembang menjadi ganas. Salah satu pengobatan kanker kolorektal yaitu dengan pembedahan. Komplikasi yang ditimbulkan setelah  pembedahan adalah ileus.  Ileus pasca operasi merupakan masalah utama dan sementara pada pasien yang menjalani operasi abdomen. Ileus pasca operasi umumnya terjadi pada 25% pasien yang menjalani operasi perut. Tanda gejala ileus pascaoperasi antara lain distensi abdomen, mual, muntah, ketidakmampuan untuk diet oral baik makan maupun minum, tidak adanya flatus, dan perubahan defekasi (motilitas gastrointestinal). Karena adanya ileus pasien berisiko tinggi mengalami komplikasi, biaya pengobatan yang mahal, perawatan yang lama, dan pemberian diet yang terhambat. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui waktu flatus dan defekasi post operasi kanker kolorektal setelah dilakukan intervensi mengunyah permen karet (chewing gum). Metode: Metode penelitian ini menggunakan keperawatan berbasis bukti atau evidence based nursing (EBN), yaitu  pendekatan praktik keperawatan yang mengintegrasikan bukti ilmiah terbaik.  Hasil: Mengunyah permen karet (chewing gum) dapat dilakukan dengan mudah, aman dan ekonomis untuk membantu mengatasi post operative ileus dalam mempercepat waktu flatus dan defekasi sehingga dapat meningkatkan kesehatan.
DISCHARGE PLANNING BERBASIS KNOWLEDGE MANAGEMENT SECI MODEL SEBAGAI CARA PENCEGAHAN MALNUTRISI BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT Suhariyanto, Suhariyanto; Nurbani, Nurbani; Barid, Mubin
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6442

Abstract

Latar Belakang: Malnutrisi merupakan masalah utama yang sering terjadi selama bayi baru lahir menjalani perawatan di Rumah Sakit. Sebanyak 6,1-51% bayi baru lahir mengalami malnutrisi dengan keadaan penurunan berat badan akibat dari asupan nutrisi yang tidak adekuat. Untuk mengatasi diperlukan upaya untuk pencegahan malnutrisi dengan discharge planning berbasis knowledge management melalui Socialization, Externalization, Combination, Internalization (SECI) model.Tujuan penelitian: efektivitas discharge planning berbasis knowledge management SECI model untuk mencegah manutrisi pada bayi baru lahir di rumah sakitMetode penelitian: menggunakan teknik quasi experiment pre and posttest with control group. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dengan jumlah sampel 25 responden. Perawat akan mendapatkan pelatihan discharge planning berbasis knowledge management SECI model. Kelompok intervensi mendapatkan penguatan discharge planning berbasis knowledge management sedangkan kelompok kontrol mendapatkan intervensi konvensional. Kelompok kontrol akan diberikan intervensi sesuai standar rumah sakit. Analisis data menggunakakan dengan pairet T testHasil Penelitian: Terdapat perbedaan pengetahuan perawat terkait discharge planning sebelum dan sesudah diberikan workshop dengan p-value 0.001 pada kelompok intervensi dan kontrol , walaupun ada perbedaan dihasil nilai rata-rata. Penelitian juga menunjukkan ada perbedaan terkait pelaksanaan discharge planning sebelum dan sesudah diberikan perlakuan denggan p-value 0.001. Berat Badan bayi pada ada peningkatan pada kelompok intervensi denggan p-value 0.003, sedangkan untuk kelompok kontrol peningkatan berat badan bayi tidak signifikan denggan p-value 0.927.Diskusi: Dishcarge planning berbasis knowlage management SECI model menunjukkan peningkatan berat badan bayi. Penerapan SECI model dapat digunakan untuk mencegah malnutrisi bayi baru lahir di Rumah Sakit. KEYWORDS Bayi Baru Lahir, Discharge Planning, Knowledge Management, Malnutrisi, SECI Model 
HUBUNGAN BULLYING DENGAN BURNOUT AKADEMIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI PEKANBARU Safitri, Salda; Herniyanti, Rina; Putra, Ifon Driposwana; Malfasari, Eka
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6430

Abstract

Pendahuluan Bullying memiliki efek jangka panjang, seperti trauma, stress, kecemasan, dan kelelahan atau burnout, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara bullying dengan burnout akademik mahasiswa keperawatan di pekanbaru, Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi dengan pendekatan "Cross Sectional" Pengambilan sampel menggunakan Metode stratified random sampling dengan jumlah responden 332 dari 4 Institusi Keperawatan Di Pekanbaru ( Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Stikes Pekanbaru Medical center, Stikes Tengku Maharatu Pekanbaru, penelitian dimulai dari tanggal 28 November-14 Desember 2024. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ) dan Maslach Burnout Inventory- Student survey (MBI). Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (81,9%), dengan rentang usia antara 17 hingga 24 tahun dan rata-rata usia 19,49 tahun. mayoritas mahasiswa berada pada tingkat pertama pendidikan keperawatan (47,9%). Dari segi distribusi rerata, bullying memiliki nilai rata-rata 65,44, sementara burnout akademik memiliki nilai rata-rata 42,46. Menunjukan adanya hubungan positif yang sangat lemah antara bullying dan burnout akademik, dengan koefisien korelasi r = 0,187 (p 0,001) pengaruhnya terhadap tingkat burnout akademik tidak terlalu besar. Rekomendasi: Peneliti selanjutnya bisa menggunakan metode pengumpulan data yang lebih bervariasi, seperti wawancara mendalam atau observasi langsung. 
GAMBARAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PENATALAKSANAAN KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS Fiolina, Tjut Jessy; Harahap, Desrinah; Astuti, Puji; Fauji, Achmad
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6291

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Proses kemoterapi memerlukan penanganan dari perawat khusus dengan tingkat pengetahuan yang tinggi tentang kemoterapi. Perawat harus menunjukkan sikap positif untuk membantu pasien kanker dengan kemoterapi untuk memastikan administrasi pengobatan yang tepat dan aman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap perawat terhadap penatalaksanaan kemoterapi pada pasien kanker di RS Kanker Dharmais. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat RS kanker Dharmais menggunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 245 perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui karakteristik perawat dan sikap perawat terhadap penatalaksanaan kemoterapi pada pasien kanker. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berjenis kelamin perempuan 80,8%, Pendidikan Ners sebesar 55,1%, pengalaman dalam penatalaksanaan kemoterapi 10 tahun atau lebih sebesar 42,4%, pernah mengikuti pelatihan kanker dasar 91,8%, dan pelatihan penatalaksanaan kemoterapi 61,2%. Responden yang memiliki sikap positif sebesar 54,7%. Kesimpulan:  Sikap positif perawat dalam penatalaksanaan kemoterapi pada pasien kanker diperlukan agar perawat dapat memberikan kemoterapi dengan aman tidak hanya untuk pasien tetapi juga dirinya dengan rasa percaya diri dengan tetap aware terhadap paparan ataupun efek samping dari pemberian kemoterapi. Kata kunci : Kanker, Kemoterapi, Sikap perawat ABSTRACTIntroduction: The chemotherapy procedure requires the management of specialized nurses with a high level of knowledge about chemotherapy. Nurses must demonstrate a positive attitude to assist cancer patients with chemotherapy to ensure proper and safe administration of treatment. Objective: This study aims to determine the nurses' attitude towards chemotherapy management in cancer patients at Dharmais Cancer Hospital. Methods: This study is a quantitative descriptive. Samples in this study were nurses of Dharmais Cancer Hospital using purposive sampling technique obtained a sample of 245 nurses. Data were collected using a questionnaire to determine the characteristics of nurses and nurses' attitudes towards chemotherapy management in cancer patients. Results: The results showed that the characteristics of respondents were female 80.8%, Ners degree 55.1%, experience in chemotherapy management 10 years or more 42.4%, had had basic cancer training 91.8%, and chemotherapy management training 61.2%. Respondents who had a positive attitude level amounted to 54.7%. Conclusion:  The positive attitudes of nurses in chemotherapy management for cancer patients are necessary in order to provide chemotherapy as safely as possible not only for patients but also for themselves with a sense of confidence while remaining aware of exposure or side effects from chemotherapy administration. Keyword: Cancer, Chemotherapy, nurse attitudes
EFEKTIFITAS TERAPI NON-FARMAKOLOGI PADA GANGGUAN TIDUR PASIEN KANKER: SYSTEMATIC REVIEW Sari, Dewi Atika; Waluyo, Agung; Afiyanti, Yati; Putri, Yossie Susanti Eka
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6361

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, gangguan tidur yang sering terjadi pada pasien kanker baik yang disebabkan oleh penyakit itu sendiri maupun efek samping  pengobatannya. Gangguan tidur dapat mempengaruhi kualitas hidup serta prognosis pasien. Salah satu pendekatan yang efektif untuk mengurangi dampak tersebut adalah intervensi terapi modalitas Non-Farmakologi  Tujuan: mengevaluasi efektivitas terapi modalitas non-farmakologis dalam mengatasi gangguan tidur pada pasien kanker, melalui analisis sistematik literatur. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan dengan merumuskan pertanyaan PICO dan mengidentifikasi studi relevan melalui pencarian di beberapa database seperti Wiley, ProQuest, JSTOR, ScienceDirect, Sage Journal dan Google Scholar, Kriteria inklusi dan eksklusi diterapkan sesuai dengan pedoman PRISMA. Hasil: Penelusuran melalui tujuh database, ditemukan 2.912.212 artikel. Setelah skrining terdapat 36.351 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah seleksi berdasarkan judul, abstrak, dan teks lengkap,10 artikel terpilih untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa terapi non-farmakologis, termasuk terapi Thaichi, Breathing Exercise, mindfulness, Aromaterapi, Five Finger, Guide Imagery dan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi gejala insomnia pada pasien kanker. Kesimpulan: Pendekatan holistik yang menggabungkan terapi modalitas non-farmakologis dengan manajemen psikologis dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, terutama dalam mengatasi gangguan tidur. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi kombinasi intervensi yang paling efektif.