cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 235 Documents
PREFERENSI PENGOBATAN ALTERNATIF PASIEN DIABETES MELITUS: STUDI KASUS Anggraeni, Tiara; Purwito, Dedy
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6466

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi saat glukosa darah dalam tubuh meningkat. Penderita diabetes akan melakukan pencarian pengobatan salah satunya menggunakan pengobatan alternatif yang masih banyak digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan. Pemilihan pengobatan alternatif pada pasien diabetes dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pengobatan alternatif pada pasien diabetes melitus. Metode: Jenis penelitian ini dilaksanakan secara observasional menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampel Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang pengetahuan, sikap dan akses. Analisa data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor pengetahuan dengan hasil p-value 0.183, faktor biaya dan jarak ke pelayanan kesehatan dengan hasil p-value 0.003, faktor sikap dengan hasil p-value 0.058.Kesimpulan: Pengurangan hambatan biaya dan jarak dapat meningkatkan akses atau pemanfaatan layanan kesehatan disamping faktor sikap dan pengetahuan dapat dipertimbangkan sebagai faktor pendukung,Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengobatan Alternatif, Faktor Pemilihan, Pengetahuan, Sikap, Biaya, Jarak, Akses Layanan Kesehatan 
FACTORS RELATED TO QUALITY OF LIFE IN CORONARY HEART DISEASE PATIENTS AT CARDIAC POLYCLINIC DR. M. DJAMIL PADANG HOSPITAL Laksmana, Rio; Afriyanti, Esi; Bawono, Agus Sri
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6269

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian tertinggi, yaitu sebanyak 35% dari penyebab kematian di seluruh dunia. Kualitas hidup yang baik pada pasien PJK diperlukan untuk menjaga status kesehatan yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien PJK di Poliklinik Jantung RSUD Pusat Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional studi, dengan jumlah sampel 94 orang dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner the Seattle Angina Questionnaire (SAQ-7), the Social Support Questionnaire, the Cardiac Anxiety Questionnaire (CAQ), dan the Cardiac Self-Efficacy Scales. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kualitas hidup pasien PJK adalah 42,72. Ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value = 0,001 dan r = 0,93), ansietas (p-value = 0,003 dan r = -0,67), dan efikasi diri (p-value = 0,032 dan r = 0,49) dengan kualitas hidup pasien PJK. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien PJK adalah dukungan keluarga, ansietas, dan efikasi diri, sebanyak 80,2% (R2 = 0,082), dengan faktor yang paling dominan adalah dukungan keluarga, yaitu 89,1% (B = 0,891). Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan perawat dapat memberikan dukungan informasi berupa edukasi kesehatan kepada pasien PJK dan caregiver, terutama mengenai menjaga stabilitas angina, sehingga dapat menjaga kualitas hidup yang baik pada pasien PJK.Kata kunci: Penyakit Jantung Koroner (PJK), Kualitas Hidup, Dukungan Keluarga, Ansietas, Efikasi Diri.ABSTRACTBackground: Coronary heart disease (CHD) is one of the cardiovascular diseases that causes the highest mortality, which is as much as 35% of the causes of death worldwide. A good quality of life in patients with CHD is needed to maintain optimal health status. Objective: This study aims to determine the factors influencing the quality of life of CHD patients at the Cardiac Polyclinic of the Central General Hospital Dr. M. Djamil Padang. Method: This study used an analytic design with a cross-sectional study approach, with a sample size of 94 people and a purposive sampling technique. Data was collected using the Seattle Angina Questionnaire (SAQ-7), the Social Support Questionnaire, the Cardiac Anxiety Questionnaire (CAQ), and the Cardiac Self-Efficacy Scales. Results: The results of this study indicate that the average quality of life of CHD patients is 42.72, which is low compared to the maximum quality of life value of 100. There is a relationship between family support (p-value = 0.001 and r = 0.93), anxiety (p-value = 0.003 and r = -0.67), and self-efficacy (p-value = 0.032 and r = 0.49) on the quality of life of these CHD patients. Factors affecting CHD patients' quality of life are family support, anxiety, and self-efficacy, as much as 80.2% (R2 = 0.082), with the most dominant factor being family support, which is 89.1% (B = 0.891). Conclusions: With the results of this study, it is hoped that nurses can provide informational support in the form of health education to CHD patients and caregivers, especially regarding maintaining angina stability, so that they can maintain a good quality of life in CHD patientsKeywords: Coronary Heart Disease (CHD), Quality of Life, Family Support, Anxiety, Self-Efficacy.
THE SYNERGISTIC EFFECT OF HIGH BMI AND LOW PHYSICAL ACTIVITY ON GOUT ARTHRITIS RISK: A CASE -CONTROL STUDY IN WEST SUMATERA INDONESIA Widhiastuti, Erma; Huda, Mega Hasanul; Susanto, Herry; Kurniasari, Maria Dyah; Putra, Hasriza Eka
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6555

Abstract

Background: A body mass index (BMI) of 24.9 kg/m² is a well-established risk factor for gout arthritis. However, the combined effect of obesity and decreased physical activity on the prevalence of gout arthritis in West Sumatra, Indonesia, remains unclear. This study aimed to investigate the relationship between obesity and its synergistic effect with decreased physical activity in increasing the risk of gout arthritis. Methods: A case-control study was conducted with 105 participants recruited from a health center in West Sumatra, Indonesia. Participants were divided into two groups: healthy controls (n=57) and gout arthritis patients (n=48). Physical activity levels were assessed using the modified Physical Activity Guidelines from the Advisory Committee for Americans and quantified as metabolic equivalent of task (MET)-hours per week over a 12-month period.  BMI was measured by weight in kilograms divided by the square of their height in meters. Logistic regression analysis was used to determine the associations. Results: Participants with a BMI ≥ 24.9 kg/m² were 4.78 times more likely to develop gout arthritis compared to those with a BMI 24.9 kg/m² (Adjusted Odds Ratio [AOR] = 4.78; 95% Confidence Interval [CI] = 1.73–13.23; p 0.01). Additionally, those engaging in lower physical activity ( 7.5 MET-hr/week) were 3.35 times more likely to develop gout arthritis compared to those with higher levels (AOR = 3.35; 95% CI = 1.06–10.53; p 0.05). Conclusions: In West Sumatra, Indonesia, obesity (BMI 24.9 kg/m²) and its synergistic interaction with decreased physical activity significantly contribute to the increased risk of gout arthritis. Public health interventions addressing both weight management and promotion of physical activity are essential for reducing the disease burden.
PENGARUH PEMBERIAN SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Febriyanti, Febriyanti; Desnita, Ria
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6363

Abstract

DM tipe 2 adalah adanya penolakan atau kegagalan tubuh menggunakan zat insulin. Masalah yang sering muncul pada DM tipe 2 yaitu sering berkemih malam hari, makan berlebihan sebelum waktu tidur, stress dan kecemasan berlebihan, peningkatan suhu tubuh dapat mengganggu pola tidur di malam hari, sehingga menyebabkan kurangnya kualitas tidur. Terapi komplementer yang dapat membantu dalam menangani gangguan tidur pada pasien diabetes melitus salah satunya Slow Stroke Back Massage (SSBM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian slow stroke back massage terhadap kualitas tidur pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Kelurahan Jati Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Jenis penelitian pra-eksperiment dengan menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien penderita diabetes melitus tipe 2 bulan Desember 2021 – Januari 2022 di Kelurahan Jati Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang berjumlah 199 orang dengan sampel 12 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 14 – 20 Juli 2022. Penelitian ini dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kualitas tidur 8,50 sebelum pemberian slow stroke back massage. Rata-rata kualitas tidur 5,75 setelah pemberian slow stroke back massage. Terdapat pengaruh pemberian slow stroke back massage terhadap kualitas tidur pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Kelurahan Jati wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang. Pemberian slow sroke back massage mempengaruhi kualitas tidur pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Kelurahan Jati Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Diharapkan perawat di Puskesmas dapat memberikan edukasi mengenai pemberian slow stroke back massage pada keluarga penderita diabetes melitus tipe 2.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA LITERATUR REVIEW Mulyani, Tri; Iksan, Ricky Riyanto; Batubara, Salama Thomasita; Tarnoto, Koko Wahyu; Muftadi, Muftadi
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.5956

Abstract

Latar Belakang: Penyakit asam  urat atau yang dikenal juga dengan sebutan gout merupakan suatu penyakit karena kelainan metabolisme purin (hiperurisemia), dan penatalaksanaannya dapat berupa terapi komplementer salah satunya dengan pemberian rebusan daun salam (syzygium polyanthum) untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia. Tujuan : Literature review adalah untuk  mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia. Metode penelitian : Metode penelitian ini adalah tinjauan literatur yang  menggunakan penelusuran hasil publikasi ilmiah dalam rentang tahun  2021 – 2024 dengan menggunakan lima database dalam pencarian artikel yaitu google shoolar dan semantic scholar dengan kata kunci berdasarkan metode PICO/Patient, Intervention, Comparison and Outcome. Setiap database menggunakan kata kunci antara lain: P: population : Lansia asam urat, I: Intervention : Rebusan daun salam, C: Comparison : tidak ada pembanding  O: Penurunan kadar asam urat. Hasil : Hasil review jurnal ini adalah bahwa rebusan daun salam terbukti efektif menurunkan kadar asam urat pada lansia.  Kesimpulan: Hasil kelima artikel dapat disimpulkan bahwa pemberian rebusan air  daun salam pada lansia berpengaruh terhadap  penurunan kadar asam urat. Kata Kunci: Daun Salam, Kadar Asam Urat, Lanjut usia, Literatur review. 
EFEKTIFITAS MADU DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II (LITERATURE REVIEW) Sinaga, Hotma; Iksan, Ricky Riyanto; Harini, Rika
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.5955

Abstract

Latar Belakang: Luka bakar memiliki karakteristik khusus yang memungkinkan kita untuk mengukurnya dengan persentase tubuh yang terkena dampaknya, sehingga menjadi paradigma cedera yang memberikan banyak pelajaran tentang penyakit kritis yang melibatkan berbagai sistem organ. Tujuan literature review ini untuk mengetahui efektifitas madu dalam penyembuhan luka bakar derajat II.  Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah tinjauan literatur ini menggunakan penelusuran hasil publikasi ilmiah dalam rentang tahun 2017-2022 dengan menggunakan lima database dalam pencarian artikel yaitu pubmed, proquest, sciencedirect, wiley online library, dan garuda dengan kata kunci berdasarkan metode PICO/Patient, Intervention, Comparison and Outcome. Setiap database menggunakan kata kunci antara lain: P: pasien luka bakar derajat II, I: Madu C: Tidak Ada Intervensi atau pembading O: Penyembuhan Luka bakar deraja II. Hasil Madu mempunyai kemampuan proangiogenik yang cukup baik terlihat meskipun pada uji statistik masih menunjukkan nilai yang signifikan, dimana madu dapat memberikan efek tentang penyembuhan luka bakar derajat dua. Kesimpulan Hasil kelima artikel yang dibahas dapat disimpulkan bahwa  penggunaan madu dalam perawatan luka bakar derajat 2 dapat dijadikan sebagai alternatif pada luka bakar dan penggunaan madu lebih efektif dibandingkan dengan  terapi komplementer lainya
EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TERHADAP PEMBUATAN MP-ASI BERBASIS PANGAN LOKAL DESA SEGEDONG Fadhillah, Hikmah; Selviana, Selviana; Suwarni, Linda
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6605

Abstract

Pendahuluan: Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung perkembangan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Pangan lokal banyak tersedia yang mengandung nutrisi yang bergizi, namun masih banyak ibu yang belum mengetahui pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas media video dalam peningkatan pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap pembuatan MP-ASI di Desa Segedong. Metode: Penelitian ini mengunakan desain pre-eksperimental dengan design one group pretest-posttest yaitu evaluasi sebelum dan sesudah pemberian intervensi pada ibu balita di Desa segedong sebanyak 30 orang pada bulan Juli 2024. Uji t berpasangan digunakan untuk mengetahui efektivitas media video dalam peningkatan pengetahuan dan sikap. Hasil: Rerata skor pengetahuan sebelum diberikan video edukasi mengenai MP ASI yaitu sebesar 4,33 dan setelahnya diperoleh rerata skor pengetahuan meningkat menjadi 8,10 (delta mean = 3,77). Rerata skor sikap sebelum diberikan video edukasi MP ASI sebesar 22,30, dan setelahnya diperoleh rerata skor meningkat menjadi 36,03 (delta mean = 13,73). Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pengetahuan dan sikap antara sebelum dan sesudah diberikan video edukasi (p value 0,05). Diskusi: Penelitian ini membuktikan bahwa media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita mengenai pembuatan MP-ASI di Desa Segedong.
PENGARUH AIR SEDUHAN BAWANG PUTIH TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI RW 01 KELURAHAN ANDALAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS Nurleny, Nurleny; Hidayati, Hidayati
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6545

Abstract

Lanjut Usia disingkat dengan Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun ke atas. Setiap mahkluk hidup akan mengalami semua proses yang dinamakan menjadi tua atau menua. Lansia sangat rentan terkena penyakit hipertensi. Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah seseorang diatas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan angka kematian. Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi penyakit lain yang berbahaya jika dibiarkan tanpa perawatan yang tepat. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan pengobatan farmakologi dan nonfarmakologi. Pengobatan secara non farmakologi dapat menggunakan salah satunya dengan air seduhan bawang putih. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh air seduhan bawang putih MAP lansia hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Quasy eksperimen dengan menggunakan pendekatan One-Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilakukan di RW 01 Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas. Sampel diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang di tetapkan sebanyak 12 sampel. Hasil penelitian didapatkan rerata MAP sebelum diberikan air seduhan bawang putih yaitu 114,83 dengan standar deviasi 3,010 dan setelah diberikan air seduhan bawang putih MAP yaitu 98,45 dengan standar deviasi 1,128. Hasil analisa data menggunakan uji paired sampel T-test didapatkan nilai p-value= 0,000 (p0,05) yang menandakan adanya pengaruh Air Seduhan Bawang Putih Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi Di RW 01 Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DALAM MENGHADAPI PROSES KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS II DINAS KESEHATAN KECAMATAN DENPASAR Ana, Ayu Dian Feby; Dewi, Komang Ayu Purnama; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6310

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan kehamilan adalah keadaan emosional yang mirip dengan kecemasan pada umumnya, hanya saja fokus kekhawatirannya ada pada wanita hamil. Kecemasan saat hamil merupakan ekspresi keadaan emosi negatif yang menimbulkan kekhawatiran terhadap perubahan pada ibu selama hamil, mulai dari kekhawatiran terhadap perkembangan janin dikandungan hingga proses kelahiran. Tujuan: Mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi dengan kecemasan ibu hamil trimester I dalam menghadapi proses kehamilan di wilayah kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Metode: penelitian ini merupakan analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 98 responden. Teknik analisa data menggunakan uji statistik Sperman Rank (Rho). Hasil: Berdasarkan analisa bivariat menggunakan uji statistik Sperman Rank (Rho) terdapat pengaruh umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, pendapatan, pengetahuan dan dukungan keluarga dalam menghadapi kehamilan dengan p-value 0.001. Simpulan: Tingkat kecemasan ibu hamil Trimester I dalam menghadapi proses kehamilan proses dipengaruhi oleh karakteristik, pengetahuan dan dukungan keluarga. Diharapkan kepada bidan mengoptimalkan pendidikan kesehatan dan mendorong keluarga untuk selalu memberikan dukungan kepada ibu hamil di awal kehamilan khususnya pada kehamilan pertama. Kata kunci: Kehamilan, Kecemasan, Trimester I
THE EFFECT OF TAHAJUD PRAYER ON STRESS Pranata, Lilik; Irfannuddin, Irfannuddin; Ali, Zulkhair; Andraini, Trinovita
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6951

Abstract

Introduction: Stress is a physical and emotional reaction that occurs when a person faces pressure or environmental changes that require them to adapt. If stress is left unchecked, it can lead to many disorders. One thing that can be done is to perform tahajud prayers. The purpose of this study is to determine the benefits of tahajud prayer on stress. Method: The research design uses a literature review method by analysing articles from databases such as PubMed, Science Direct, ProQuest, and Google Scholar, focusing on articles published between 2020 and 2025, using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) flowchart approach. After selection, six articles were found to meet the inclusion criteria. Results: Tahajud prayer therapy can reduce stress levels. Discussion: Every individual experiences different levels of stress, so the process of performing tahajud prayer must be adapted to the stress level. The activity of tahajud prayer should be performed regularly without coercion and with sincerity.