cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 235 Documents
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GIZI SEIMBANG DALAM PENCEGAHAN KEJADIAN STUNTING TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA Jaya, Wiwiek Hidayati; Alam, Muhammad Syahrul; Fionita, Fani
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6856

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi yang banyak mendapat perhatian akhir-akhir ini adalah masalah gizi kronis pada balita yaitu stunting.Stunting merupakan masalah gizi kronis, artinya muncul sebagai akibat dari kondisi gizi yang kurang baik dan terakumulasi dalam waktu yang cukup lama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penyuluhan tentang gizi seimbang dalam pencegahan kejadian stunting terhadap pengetahuan ibu balita di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. Metode: Penelitian ini bersifat Eksperimen menggunakan pendekatan Pre-Test and Post-Test Design dengan sampel berjumlah 33 Orang responden dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner melalui wawancara. Selanjutnya data di analisis menggunakan uji statistic Shapiro-Wilk kemudian menggunakan Uji Mc-Nemar dengan tingkat kemaknaan р vauleα 0.05% untuk mengetahui Pre-Test and Post-Test. Hasil: Pengetahuan responden memiliki kategori kurang yang dibuktikan dengan jumlah responden yang banyak pada pengetahuan tentang gizi seimbang kurang 69.7% akhirnya mengalami perubahan peningkatan pengetahuan secara drastis yaitu sebanyak 87.9%. Diskusi: Diketahui hasil uji statistic Mc Nemar didapatkan nilai ρ value sebesar 0.000, sedangkan nilai α 0.05, dengan demikian, karena nilai ρ value (0.000) nilai α (0.05),maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan (positif) antara kedua variabel sebelum dan sesudah diberikan intervensi penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang.
PENERAPAN NILAI AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN (AIK) DALAM PENGENDALIAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X PARIAMAN Rita, Nova; Aulia, Astrina; Nurhaida, Nurhaida
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6070

Abstract

Pendahuluan: Perawat merupakan salah satu tenaga kerja yang rentan terhadap stres kerja. Salah satu hal yang dapat membuat individu mengatasi permasalahan hidupnya adalah dengan nilai-nilai spiritual. AIK merupakan suatu falsafah yang diadaptasi oleh organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penerapan Nilai-nilai AIK dalam Pengendalian Stres Kerja pada Perawat di RSUD Aisyiyah Pariaman. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, sampel sebanyak 44 perawat. Hasil: Distribusi Frekuensi tingkat pendidikan perawat sebagian besar Sarjana (56,8%), jenis kelamin sebagian besar perempuan (61,4%), lama masa kerja sebagian besar lebih dari 10 tahun (68,2%), status perkawinan sebagian besar menikah (79,5%), persepsi penerapan AIK sebagian besar baik (65,9%), dan tingkat stres sebagian besar stres kerja ringan (56,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan AIK dalam menurunkan stres kerja (p value = 0,026). Diskusi: Rumah sakit sudah baik dalam menerapkan nilai-nilai AIK untuk menurunkan stres kerja pada perawat, adanya komitmen organisasi yang memperhatikan kesejahteraan perawat dapat menjadi manajemen stres yang baik salah satunya adalah penerapan nilai-nilai spiritual.
EFEKTIVITAS TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN PASIEN SEBELUM CABG Rai Bawa, Ngakan Nyoman; Adam, Muhamad; Nurachmah, Elly; Jaya, Irvantri Aji
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6927

Abstract

Pendahuluan: PJK merupakan penyebab kematian kedua di Indonesia, yang berkontribusi terhadap 95,68 kematian per 100.000 penduduk Indonesia. Salah satu cara penanganan penyakit jantung koroner adalah dengan membuat jalur baru menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain. Sekitar 44  per 100.000 orang menjalani operasi bypass diseluruh dunia. Pasien yang akan menjalani operasi bypass jantung umumnya mengalami kecemasan. Pada pasien bedah jantung, kecemasan praoperasi juga berhubungan dengan intensitas nyeri pascaoperasi yang lebih tinggi serta peningkatan kebutuhan akan analgesik. Pendekatan psikologis dan komplementer direkomendasikan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan secara holistik, salah satunya dengan terapi relaksasi Benson. Metode: Penerapan ini menggunakan pendekatan quasi experiment dengan rancangan pre-test and post-test with control dengan jumlah sampel 40 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah intervensi dan perbandingan antar kelompok dengan nilai p = 0,001. Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia pasien 58 tahun, mayoritas laki-laki, menikah, dan berpendidikan SMA, selaras dengan profil pasien CABG pada studi sebelumnya. Terapi relaksasi Benson terbukti meningkatkan kenyamanan secara signifikan, mendukung temuan serta studi lain yang menunjukkan penurunan kecemasan, tekanan darah, kelelahan, dan risiko delirium. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi non-farmakologis yang mudah diterapkan untuk mempercepat pemulihan pasien pasca operasi jantung.
PENGARUH PEMBERIAN DARK CHOCOLATE TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N JAKARTA Carolin, Bunga Tiara; Azzahroh, Putri; Nuswantari, Rizki; Aulya, Yenny
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6636

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan WHO angka kejadian dismenore di Indonesia diperkirakan mencapai 55% perempuan usia produktif yang tersiksa oleh nyeri selama menstruasi dimana angka kejadian dismenore sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Terapi non farmakologi bisa diberikan intervensi kompres hangat pada bagian perut atau punggung, mandi dengan air hangat, olahraga, menggunakan aromaterapi, mendengarkan music, selain itu salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi dark chocolate yang bertujuan untuk meningkatkan kadar estrogen yang akan memicu pelepasan prostaglandin. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian dark chocolate terhadap dismenore pada remaja putri di SMA N  Jakarta. Metode: Rancangan penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan One Group Pretest Posttest Design. Populasi sebanyak 18 remaja putri. Instrumen menggunakan NRS, analisis data menggunakan Paired T- Test. Hasil: Rata-rata persentase dismenore sebelum perlakuan adalah 8,44 dan setelah perlakuan, menurun menjadi 6,72. Selisih rerata antara kedua pengukuran tersebut adalah 1,722, dan nilai p sebesar 0,001, menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat dismenore sebelum dan sesudah pemberian dark chocolate pada remaja putri   di SMA N Jakarta. Diskusi: ada pengaruh pemberian dark chocolate terhadap dismenore pada remaja putri di SMA N Jakarta. Penelitian ini dapat menjadi terapi modalitas yang dapat dilakukan oleh bidan dan juga sebagai sumber pembelajaran dan referensi dalam studi kajian dalam pemberian tindakan non farmakologis pada nyeri dismenore.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK PEKERJA KONSTRUKSI TERHADAP CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE Sholihah, Puput Mar'atus; Setyawan, Yuswanto
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6431

Abstract

Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronis (Chronic Obstructive Pulmonary Disease/COPD) merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dengan beban penyakit yang semakin meningkat terutama pada kelompok pekerja berisiko tinggi. Pekerja konstruksi termasuk populasi yang rentan karena terpapar debu, polusi, dan faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, di mana data WHO menunjukkan lebih dari 80% kasus COPD berkaitan langsung dengan paparan asap rokok. Di Indonesia, prevalensi merokok pada pekerja usia produktif, termasuk di sektor konstruksi, tetap tinggi, sehingga risiko terjadinya COPD semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dan kejadian COPD pada pekerja konstruksi di Sidoarjo, serta mengukur kekuatan dan arah hubungan tersebut berdasarkan nilai signifikansi dan koefisien korelasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain cross-sectional deskriptif dengan metode purposive sampling, mengumpulkan data menggunakan Lung Function Questionnaire (LFQ), dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta uji Korelasi Spearman melalui SPSS pada 200 responden (100 perokok dan 100 bukan perokok). Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dan kejadian COPD (Chi-Square, p 0,05) dengan nilai koefisien korelasi Spearman r = 0,426 yang termasuk kategori sedang dengan arah positif, menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas merokok, semakin besar risiko terjadinya COPD. Diskusi: Secara rinci, pekerja berusia 40–49 tahun mengalami gejala COPD 15% lebih sering dibanding kelompok usia lainnya, lama merokok 10–20 tahun meningkatkan risiko COPD sebesar 22%–38%, dan konsumsi lebih dari 5 batang rokok per hari meningkatkan risiko COPD sebesar 22,5%–27,5% dibanding yang tidak merokok. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan spirometri sebagai alat ukur tambahan serta mempertimbangkan faktor genetik yang dapat memengaruhi kerentanan terhadap COPD.
ADOLESCENT LONELINESS IN ORPHANAGES: ROLES OF SELF-COMPASSION AND SOCIAL SUPPORT Apriyeni, Emira; Patricia, Helena; Rahayuningrum, Dwi Christina
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6939

Abstract

Background: Orphanage adolescents are vulnerable to experiencing psychological issues, one of which is loneliness. Loneliness among orphaned adolescents tends to be caused by unmet social support, resulting in dissatisfaction with their social relationships. One effective way to reduce loneliness in orphaned adolescents is through self-compassion. Objective: This study aims to explore the relationship between self-compassion and social support with loneliness among adolescents in the Minangkabau Islamic boarding school orphanage, Padang. Method: This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population consisted of 365 adolescents from the Minangkabau Islamic boarding school orphanage, with a sample of 155 participants selected using a simple random sampling technique. Data were collected using the UCLA Loneliness Scale (Version 3), the Self-Compassion Scale, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Results: The study found that the average loneliness score was 43.02, self-compassion was 82.66, and social support was 29.51. A significant relationship was found between self-compassion (p-value = 0.000; r = -0.457) and social support (p-value = 0.000; r = -0.407) with the level of loneliness among adolescents in the orphanage. Conclusions: Based on these findings, it is recommended that orphanage guardians develop supportive policies, such as implementing counselling services and offering extracurricular activities to help reduce feelings of loneliness.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK USIA 12-24 BULAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN KEMAYORAN JAKARTA PUSAT Kholifah, Kholifah; Uligraff, Debby Kristiani; Iksan, Ricki Riyanto
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6408

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi adalah langkah preventif yang bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan penyakit secara aktif. Program imunisasi yang diwajibkan bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara tingkat pemahaman ibu dengan kelengkapan pemberian imunisasi dasar pada anak berusia 12 hingga 24 bulan. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 103 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terkait pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil pengolahan data dengan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,027. Diskusi: Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak usia 12-24 bulan di posyandu yang berada dalam lingkup pelayanan Puskesmas Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Untuk penelitian mendatang agar mempertimbangkan faktor tambahan yang mungkin berpengaruh terhadap pemahaman tentang imunisasi dasar, seperti aspek budaya dan kepercayaan, kondisi sosial ekonomi, serta persepsi masyarakat terhadap imunisasi.
PERBEDAAN NYERI DISMINORE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN SENAM DISMENORE Anggraini, Novita; Fari, Aniska Indah
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6743

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri yang muncul saat haid, biasanya muncul dengan rasa kram dan berfokus pada di abdomen. Keluhan nyeri haid sendiri dapat terjadi mulai dari ringan ke berat. Dampak dari nyeri haid sangat beragam, di antaranya remaja putri kesulitan berjalan, kesulitan tidur, mood yang buruk, konsentasi buruk, dan nyeri haid yang berat bisa membuat remaja putri memilih absen atau istirahat sebentar dari sekolah maupun kerja. Salah satu penatalaksanaan yang bisa diberikan untuk mengatasi nyeri yaitu dengan senam dismenore. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan senam dismenore. Metode: Penelitian menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest. Populasi yaitu seluruh remaja putri di SMK Kesehatan Athaila Putra dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Numerik Rating Scale (NRS) dan SOP Senam Dismenore. Intervensi pada penelitian ini dilakukan 3x dalam 1 minggu sebelum menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (intervensi 9x dalam 3 bulan). Analisa Data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi nyeri dismenore sebelum diberikan senam dismenore yaitu tidak nyeri 0 (0%), Nyeri ringan 3 orang (8,57%), nyeri sedang 18 orang (51,4%), nyeri berat 14 orang (40%), dan nyeri sangat berat 0 (0%). Distribusi frekuensi nyeri dismenora sesudah diberikan senam dismenore yaitu tidak nyeri 3 orang (8,55%), nyeri ringan 23 (65,7%), nyeri sedang 7 orang (20%), nyeri berat 2 orang (5,75%), dan nyeri sangat berat 0 (0%). Ada perbedaan nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan senam dismenore nilai Asymp. Sig 0,001. Diskusi: Bagi responden sebaiknya melakukan senam yang diajarkan dan dilakukan secara rutin dan berkala sehingga dapat mengurangi nyeri dismenore.
INDEKS MASSA TUBUH PADA LANSIA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X Zuliani, Peri; Iksan, Ricky Riyanto; Tarnoto, Koko Wahyu; Herdalisa, Wiwie
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6995

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus sering juga disebut sebagai penyakit gula darah. Golongan penyakit kronis diabetes melitus ini ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah melebihi 180 mg/dl, di mana batas normal gula darah adalah 70-150 mg/dl, sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, di mana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tujuan penelitian: ini adalah untuk mengidentifikasi indeks massa tubuh pada lansia diabetes melitus tipe 2  di Wilayah Kerja Puskesmas X. Metode Penelitian:  deskriptif kuantitatif cross sectional populasi dan sampel pada penelitian ini 30 dan uji statistic yang di gunakan adalah Chi-Square dengan nilai kemaknaan 95% (nilai alpha 5% (α = 0,05). Hasil  diperoleh hasil uji chi square 0.000 atau p value α 0.05. Kesimpulan Artinya ada hubungan yang signifikan indeks massa tubuh pada lansia diabetes melitus tipe 2  Di Wilayah Kerja Puskesmas X.
LITERATUR REVIEW : KESIAPAN RUMAH SAKIT DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI REKAM MEDIS KONVENSIONAL KE REKAM MEDIS ELEKTRONIK Hurruzia, Muhammad Izzan; Adisasmito, Wiku Bakti Bawono
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6933

Abstract

Pendahuluan: Kemajuan teknologi adalah hal yang tidak lagi dapat dihindari. Pada sektor kesehatan, rumah sakit yang merupakan institusi pelayanan kesehatan juga mendapatkan dorongan untuk melakukan digitalisasi. Rekam Medik Elektronik (RME) merupakan teknologi pendukung yang memungkinkan memberikan pelayanan yang berkualitas dan cepat dibandingkan dengan rekam medis berbasis kertas. Penerapan RME ini dipercaya dapat menyempurnakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan rumah sakit dalam menghadapi tranformasi rekam medis konvensional ke rekam medis elektronik. Metode: Peneliti menggunakan metode PRISMA 2020 dengan mengambil database dari Scopus dengan istilah pencarian adalah transformasi, rekam medik elektronik, dan rumah sakit. Dari 142 artikel kemudian dilakukan penapisan selanjutnya diseleksi kelayakan menjadi 7 artikel. Hasil: Ditemukan identifikasi mengenai hasil mengenai kesiapan dan ketidaksiapan rumah sakit dalam implementasi RME, ada hasil yang memberikan dampak negatif jika RME di implementasikan, terdapat beberapa faktor yang dapat berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap penerimaan teknologi RME pada rumah sakit. Diskusi: Persiapan yang komprehensif sangat penting untuk keberhasilan implementasi rekam medis elektronik, termasuk kapasitas staf, kualitas informasi, kepuasan, dan kondisi fasilitas.