cover
Contact Name
Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Contact Email
bangkit@pertanian.go.id
Phone
+6285879835754
Journal Mail Official
triton@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jl. SPMA Reremi 143. Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat – Kode Pos 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Triton
ISSN : 20853823     EISSN : 27453650     DOI : 10.47687
Jurnal Triton Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered number p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650 is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December).
Articles 297 Documents
Pengaruh Komposisi Media Semai terhadap Pertumbuhan Bawang Merah Asal Biji Rina Sopiana; Rujito Agus Suwignyo; Muhamad Umar Harun; Susilawati Susilawati
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.700

Abstract

Budidaya bawang merah sebagian besar masih menggunakan benih asal umbi. Tingginya kebutuhan benih asal umbi per hektar menyebabkan tingginya permintaan benih bawang merah sehingga masih sering impor, kompetitor umbi bawang konsumsi, dan sulit dalam pengadaan umbi tepat waktu dan jumlah sebagai bahan tanam. Budidaya bawang merah menggunakan benih merupakan alternatif yang dipilih karena bisa mengurangi tingginya biaya produksi, mudah dan murah biaya transport dibandingkan asal umbi. Bahan tanam bawang merah asal biji disebut True Shallot Seed (TSS). Tantangan yang dihadapai dalam penggunaan benih TSS adalah jangka waktu yang dibutuhkan dalam budidaya bawang merah lebih lama dan tenaga kerja lebih banyak dalam proses penyemaian benih. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengkaji komposisi bahan organik yang tepat sebagai media tumbuh untuk mempercepat waktu tumbuh tunas semaian (seedling) dari berbagai bawang merah asal TSS. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun factorial (komposisi media tanam dan Varietas biji bawang) yang diulang 3 kali. Ada 28 kombinasi perlakuan sehingga total ada 84 pot sampel. Berdasarkan anova ternyata ada intraksi yang nyata antara media dan varietas terhadap waktu tumbuh tunas, dan ada pengaruh nyata media dan varietas terhdap panjang daun. Media tanam asal campuran sekam dan cocopeat merupakan media tanam yang terbaik pada akhir penelitian dengan pH (5,9), DHL (1,62 mS/cm), berat jenis (0,3 g/cm3) dan daya pegang air (162%). Varietas Sanren dengan media tanam campuran sekam dan kokopit mampu tumbuh lebih cepat (3,4 hari) dibandingkan tanah (11,2 hari), dan menghasilkan panjang daun terpanjang dibandingkan varietas dan media tanam campuran lainnya.
Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi dengan Tingkat Adopsi Teknologi Usahatani Jagung di Desa Waringinsari Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu Kordiyana K Rangga; Sumaryo Gitosaputro; Helvi Yanfika; Tubagus Hasanudin; Tiyas Sekartiara Syafani; Miya Nur Ma’rifati
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial ekonomi yang berhubungan dengan tingkat adopsi teknologi usahatani jagung. Penelitian ini dilakukan di DesaWaringinsari Timur Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober– November 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara survey, pada 88 responden yang berasal dari 749 populasi yaitu petani jagung yang tergabung dalam Kelompok Tani di Desa Waringinsari Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Rank Spearman. Pengujian tersebut digunakan untuk mengetahui apakah faktor karakteristik sosial ekonomi petani yaitu umur (X1), tingkat pendidikan (X2), lama berusahatani (X3), jumlah tanggungan keluarga (X4), luas lahan garapan (X5), intensitas penyuluhan (X6), ketersediaan sarana produksi (X7), dan pendapatan usahatani jagung (X8) berhubungan dengan Adopsi Teknologi usahatani jagung (Y). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi yang berhubungan dengan tingkat adopsi teknologi usahatani jagung yaitu umur, lama berusahatani, intensitas penyuluhan, ketersediaan sarana produksi, dan pendapatan usahatani jagung, sedangkan tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan luas lahan tidak berhubungan. Tingkat adopsi teknologi usahatani jagung termasuk dalam kategori sedang, maksudnya teknologi usahatani anjuran penyuluh belum diadopsi sepenuhnya oleh petani seperti pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit, sedangkan penggunaan varietas benih unggul, cara bercocok tanam, penyiangan, panen dan pasca panen sudah diterapkan sesuai anjuran.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Adopsi Pestisida Nabati pada Petani di Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo Rofifah Arij Dewanti; Dwiningtyas Padmaningrum; Putri Permatasari
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.705

Abstract

Ledakan hama wereng batang coklat yang tidak terkendali harus segera diatasi. Pestisida nabati merupakan alternatif pencegahan peningkatan populasi hama wereng batang coklat, bersifat ramah lingkungan, tidak meninggalkan residu, serta aman bagi tanaman. Namun, tidak semua petani mengadopsi pestisida nabati. Tujuan dari penelitian ini yakni (1) menganalisis tingkat adopsi pestisida nabati (2) mengkaji umur, tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan non formal, karakteristik inovasi, saluran komunikasi, dan gencarnya usaha agen perubahan dalam mempromosikan inovasi pada program pestisida nabati (3) mengetahui pengaruh faktor umur, tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan non formal, karakteristik inovasi, saluran komunikasi, dan gencarnya usaha agen perubahan dalam mempromosikan inovasi terhadap tingkat adopsi pestisida nabati. Metode kuantitatif dipilih dalam penelitian ini. Penelitian ini menerapkan teknik pengambilan sampel multistage cluster random sampling sebanyak 66 petani responden. Proses penelitian melibatkan metode observasi, wawancara kuesioner, dan dokumentasi. Dalam analisis data, metodenya melibatkan uji pengukuran instrumen penelitian (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik (normalitas kolmogorov smirnov, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas glejser), dan uji analisisi regresi linear berganda (koefisien determinasi, parsial, dan simultan. Hasil dpenelitian ini menunjukkan tingkat adopsi terhadap pestisida nabati termasuk dalam kategori tinggi. Umur, tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan non formal, karakteristik inovasi, saluran komunikasi, dan gencarnya usaha agen perubahan dalam mempromosikan inovasi termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi pestisida nabati pada petani di Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo yaitu tingkat pendidikan non formal, karakteristik inovasi, saluran komunikasi, dan gencarnya usaha agen perubahan dalam mempromosikan inovasi. Beberapa faktor yang tidak mempengaruhi adopsi pestisida nabati yakni umur dan tingkat pendidikan formal.
Imbangan Enzim Papain dengan Nitrit terhadap Kualitas Fisik (Keempukan, Warna dan pH) Daging Kuda Desva Yuan Pramudya; Triana Ulfah; Tedi Akhdiat; Rachmat Adiputra; Hari Hariadi
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.707

Abstract

Daging kuda belum banyak diminati oleh masyarakat karena kualitas fisik daging kuda memiliki tekstur yang agak alot, berbau amis dan warna tidak menarik. Hal tersebut dikarenakan pada umumnya kuda dipergunakan untuk bekerja sehingga daging kuda memiliki jaringan ikat yang banyak dan kuda dipotong jika sudah afkir. Kualitas fisik daging menjadi standar acuan konsumen dalam pemilihan daging. Salah satu cara untuk memperbaiki tekstur daging kuda adalah dengan mengeempukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari imbangan enzim papain dan nitrit terhadap kualitas daging kuda. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini daging kuda, enzim papain, dan nitrit. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan yaitu P1 (enzim papain serbuk 100%), P2 (enzim papain serbuk 50% + nitrit 0,02%), P3 (enzim papain serbuk 25% + nitrit 0,04%), dan P4 (nitrit 0,06%). Parameter yang diamati keempukan, pH, dan warna daging. Hasil penelitian yang semakin tinggi jumlah nitrit yang ditambahkan nilai pH dan nilai keempukan meningkat, sedangkan untuk nilai warna berlaku sebaliknya, semakin tinggi jumlah nitrit yang ditambahkan skor warna semakin menurun. Kesimpulannya, penggunaan enzim papain dan nitrit terhadap uji kualitas daging kuda pada keempukan dan warna berpengaruh nyata namun tidak berpengaruh pada pH daging, penggunaan enzim papain sebesar 50% dan nitrit 0,02% menghasilkan daging kuda dengan kualitas yang baik.
Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan terhadap Respon Hidrologi di Sub Daerah Aliran Sungai Cimeta Menggunakan Model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) Eka Kusuma Putra; Kharistya Amaru; Dwi Rustam Kendarto
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.715

Abstract

Perubahan penggunaan lahan berupa tutupan lahan yang tidak terencana dapat menyebabkan kerusakan pada suatu Daerah Aliran Sungai, yang diindikasikan dengan adanya kondisi hidrologi yang menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap respon hidrologi berupa nilai aliran permukaan, aliran lateral, air tanah dan debit aliran menggunakan Model Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Kondisi tutupan lahan menggunakan citra satelit landsat pada tahun 2000, 2015 dan 2022. Klasifikasi tutupan lahan menghasilkan 8 kelas tutupan lahan menggunakan Google Earth Engine dengan tingkat akurasi Kappa Index tahun 2000, 2015, 2022 adalah 78.18%, 86.88%, 88.82%. Hasil tersebut memenuhi nilai kriteria kepuasan Kappa Index untuk digunakan dalam proses simulasi model SWAT. Terjadi peningkatan tutupan lahan Pemukiman, Lahan Terbuka dan Hutan pada tahun 2000-2022, yaitu sebesar 182.47 ha, 831.06 ha, dan 2469.85 ha. Simulasi Model SWAT dilakukan pada tahun 2015-2022, serta dilakukan kalibrasi dengan uji statistik koefisien determinasi (R2) dan Nash Sutchliffe Efficiency (NSE) dengan nilai 0.66 dan 0.58 yang menunjukan hasil memuaskan. Respon hidrologi di Sub Daerah Aliran Sungai Cimeta ditunjukan dengan terjadinya peningkatan nilai aliran permukaan dan penurunan aliran air tanah sebesar 686.44 dan 241.08 mm/tahun pada tahun 2000, 714.45 dan 227.9 mm/tahun pada tahun 2015, 731.66 dan 222.54 mm/tahun pada tahun 2022. Debit aliran di Sub Daerah Aliran Sungai Cimeta termasuk dalam kategori sedang yang artinya Sub Daerah Aliran Sungai Cimeta menunjukan pola aliran yang relatif konsisten dengan perubahan yang tidak terlalu berfluktiasi antara musim hujan dan musim kemarau.
Substitusi MOL sebagai Biostarter EM4 terhadap Peningkatan Kualitas Nutrisi Pakan Fermentasi Limbah Bongkol dan Tumpi Jagung di Kabupaten Sumbawa Imam Munandar; Rezki Amalyadi; Husni Husni; Ning Ayu Dwitya
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.725

Abstract

Pengolahan pakan fermentasi merupakan cara peningkatan nilai nutrien yang Limbah tumpi dan bongkol jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Nilai protein yang rendah pada limbah tersebut menyebabkan perlu adanya pengolahan yang melibatkan bioaktifator seperti Mikro Organisme Lokal (MOL) dan Effective Microorganisme 4 (EM4). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh MOL terhadap kualitas pakan berbasis bongkol dan tumpi jagung. Bahan yang digunakan daun gamal, urea, tumpi jagung, bongkol jagung dan MOL (air cucian beras, tebong pisang, molases). Metode fermentasi menggunakan metode SSF (Solid state fermentation) selama 21 hari dengan perlakuan, PO : Bongkol pisang 1 Kg, Daun Gamal 1 Kg, Air cucian beras 1 L, Molases 100 ml, P1 : Bongkol pisang 2 Kg, Daun Gamal 2 Kg, Air cucian beras 1 L, Molases 100 ml, P2 : Bongkol pisang 3 Kg, Daun Gamal 3 Kg, Air cucian beras 1 L, Molases 100 ml, P3 : Bongkol pisang 4 Kg, Daun Gamal 4 Kg, Air cucian beras 1 L, Molases 100 ml. Hasil penelitian dianalisis mengunakan metode proksimat dengan nilai Protein kasar tertingi P2 4.30%, Lemak kasar tertinggi P0 0.95%, Serat kasar paling rendah P2 18.70%, Fermentasi pakan berbasis bongkol jagung dan tumpi jagung dengan bioaktvator MOL memberikan hasil protein pakan yang masih relatif rendah, rendahnya kandungan protein karena kandungan protein limbah masih sangat rendah, perlu subtitusi limbah lain seperti limbah kacang tanah dan lamtoro untuk mendapatkan kandungan nutrisi sesuai standar kebutuhan ternak ruminansia.
Analisis Peran Ekosistem Kewirausahaan dalam Mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan Anggi Apriliani; Yuliana Kansrini; Puji Wahyu Mulyani
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.728

Abstract

Peran ekosistem kewirausahaan adalah pengaruh yang diharapkan dari pihak stakeholder untuk membuka peluang interkoneksi dan antar koneksi dengan berbagi pengetahuan, budaya, menciptakan inovasi dan kreativitas, serta mengintegrasi sumber daya. Ekosistem kewirausahaan telah menjadi faktor penting dalam mendukung manajemen usaha kelompok PWMP dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk pertumbuhan serta perkembangan kelompok PWMP. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran ekosistem kewirausahaan dalam mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan. Kajian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Mei 2023 di lokasi kelompok Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) yang tersebar di beberapa provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara kepada 119 orang yang tergabung ke dalam Kelompok PWMP Tahun 2021-2022. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan peran ekosistem kewirausahaan pada aspek peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah sebesar 80,17 persen, aspek akses permodalan adalah sebesar 82,92 persen, aspek akses pasar adalah sebesar 76,07 persen, aspek pengembangan jejaring pendukung adalah sebesar 79,97 persen sehingga peran ekosistem kewirausahaan dalam mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan termasuk kategori tinggi yaitu 79,78 persen.
Identifikasi Faktor-Faktor Proses Pengolahan Kapurung yang Memengaruhi Minat Konsumen dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) di Kota Palopo Erni Firdamayanti; Gita Srihidayati; Fibri Indira Lisanty
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.736

Abstract

Salah satu makanan tradisional di Tana luwu (Luwu Raya) yang sudah melegenda adalah Kapurung. Tingginya minat konsumsi kapurung di tana luwu khususnya Kota Palopo menjadi peluang bagi UMKM untuk bisa berkembang. Namun eksistensi produk lokal seperti kapurung ini dikhawatirkan akan meredup jika tidak dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor proses pengolahan makanan tradisioanl kapurung yang memengaruhi minat konsumen dengan menggunakan metode QFD di Kota Palopo. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan mix metode, yaitu (1) metode kuantitaif meliputi Voice of Custumer (VOC) tentang atribut makanan tradisional kapurung, Quality Function Deployment (QFD) dan (2) Metode kualitatif diperoleh dari hasil wawancara pihak UMKM (Warung Makanan Tradisional Kapurung). Sampel pada penelitian ini adalah konsumen produk kapurung yang berada di kota palopo sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan penentuan atribut Voice of Custumer (VOC) terdiri dari 3 golongan antara lain sensory produk, komposisi bahan, kemasan dan penyajian. Hubungan atribut mutu produk kapurung dengan tahapan pengolahan diperoleh teknis penyajian kapurung berhubungan kuat terhadap atribut kualitas produk konsisten. Hubungan antara tahapan pengolahan menunjukkan bahwa pembuatan kaldu kapurung memiliki hubungan sangat kuat dengan pengolahan sagu, pengolahan sayur hingga pencampuran bola-bola sagu dengan kaldu. Prioritas tahapan pengolahan yang utama adalah pengemasan produk dengan nilai prioritas 17,8.
Proses Transformasi dan Kesiapan Petani Millenial Menghadapi Disrupsi Pertanian Cerdas (Smart Farming) (Analisis Keberlanjutan Pembangunan Pertanian di Jawa Tengah Indonesia) Lutfan Makmun; Daniel Daud Kameo; Lasmono Tri Sunaryanto; Wida Wahidah Mubarokah
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.859

Abstract

Proses transformasi dan kesiapan petani millenial menghadapi disrupsi pertanian cerdas (smart farming) hal penting dalam keberlanjutan pembangunan pertanian. Tujuan penelitian: 1) menganalisis proses dan mengukur kesiapan transformasi pertanian cerdas petani millenial; 2) menyusun rekomendasi keberlanjutan pembangunan pertanian era disrupsi pertanian cerdas. Pendekatan penelitian menggunakan multimetode triangulasi atau metode campuran dengan strategi sekuensial kuantitatif – kualitatif. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikansi 0,02 sehingga dikatakan berpengaruh karena nilai signifikansi <0,05. Kontribusi variable bebas terhadap tidak bebas dengan R square sebesar 0,924 berarti kontribusi variable X5 dan X6 terhadap Z sebesar 92,4%. Penelitian dilakukan 6 bulan dari bulan Maret - Agustus 2023. Sampel penelitian adalah petani millenial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian, proses transformasi petani mellenial masuk dalam fase proses Penilaian (2.063). Kesiapan transformasi pertanian cerdas petani millenial dalam kategori Pemula Digital (2.046). Hasil penelitian evaluasi eksisting keberlanjutan pembangunan rata – rata dalam kategori Kurang (2.026) atau (less sustainable). Rendahnya keberlanjutan pertanian oleh petani millenial di Jawa Tengah disebabkan rendahnya kesadaran menerapkan keseimbangan faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam Scenario Business as Usual (BAU) dan strategi bisnis. Rekomendasi dan saran diperlukan adanya kajian/ penelitian multidisiplin mendalam lebih lanjut terkait proses transformasi, kesiapan transformasi pertanian cerdas oleh petani millenial menghadapi era disrupsi agar keberlanjutan pembangunan pertanian dapat dicapai terkait dukungan dan komitmen kuat stake holder terutama pemerintah sebagai regulator pembangunan.
Viabilitas Spermatozoa Sapi Limousin Pra-Pembekuan dalam Pengencer Kopi Arabica Produksi Kelompok Usaha Bersama Gemah Ripah Magelang Annisa Putri Cahyani; Bekti Yuny Pamungkas; Rillies Eka Wulandari; Rindang Sofyan Prasetyo; Hendro Sukoco; Dias Aprita Dewi
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.704

Abstract

Seiring terjadinya pertumbuhan jumlah penduduk, pendapatan, kesejahteraan , dan kesadaran masyarakat akan pentingnya protein asal hewani maka kebutuhan akan daging sapi sebagai sumber protein hewani semakin meningkat setiap tahunnya. Inseminasi buatan telah dikenal oleh peternak sebagai bioteknologi reproduksi peternakan yang efisien. Salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap kualitas semen beku adalah bahan pengencer. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas semen sapi limousin secara mikroskopis yaitu viablitas dalam suplementasi bahan pengencer menggunakan kopi arabica Magelang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2023 di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran, Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Metode dalam penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 3 perulangan. Masing-masing perlakuan yakni P0 (Buffer+Semen), P1 (Buffer+Semen+Kopi 0,1ml), P2 (Buffer+Semen+Kopi 0,2ml), dan P3 (Buffer+Semen+Kopi 0,3 ml). Pemeriksaan viabilitas dilkukan saat proses before freezing, yang selanjutnya setiap perlakuan pengenceran dari P0, P1, P2, P3 di thawing selama 30 detik. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dari dosis P1 ke P2 dan P3 terlihat penurunan presentase secara nyata. Kesimpulan penelitian tentang viabilitas spermatozoa sapi limousin pra-pembekuan dalam pengencer kopi arabica menunjukkan bahwa pengamatan viabilitas dari pembuatan pengenceran semen dengan tambahan kopi arabica pada setiap perlakuan didapatkan bahwa P1 (0,1 gram) menunjukkan dosis yang terbaik. Berdasarkan hasil penelitian kopi arabica pada bahan pengencer semen pra-pembekuan dapat mempertahankan viabilitas spermatozoa selama pra pembekuan.