cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Penyuluhan dan Pelatihan Pengelolaan Sosial Media kepada Karang Taruna Cerdas, Sapen, Sukoharjo Jaka Suyana; Komariah Komariah; Sumani Sumani; Dwi Priyo Ariyanto; Jelita Widya Kusuma; Silvia Novarinda
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.80219

Abstract

Youth associations (Karang Taruna) are a very important organization in the development of the surrounding village area. The existence of youth associations are very important to support and develop. One of the important efforts made is by introducing and teaching social media management, now with social media you will get various information and benefits. With the outreach and training on several social media, it is hoped that it will be able to restore the enthusiasm and awareness of the Cerdas youth association to continue its activities, and it is hoped that it will be able to increase the skills of the youth association members so that they can provide benefits for both the organization, society and themselves. Apart from that, this devotion also aims to find out the hopes of the Cerdas youth association in the future after counseling and training. The method of service activities is carried out using a qualitative descriptive approach, namely through observation, interviews, documentation, and implementation of service programs. The results of the training showed that Cerdas youth association's ability reached more than 95% in the aspects of basic understanding, practice, mastery, and use of social media. The conclusion is that providing counseling and training on several software and applications related to social media, this is able to restore the enthusiasm and awareness of Cerdas youth association to continue its activities, and is able to increase the skills of Youth Organization members so that they can provide benefits for both the organization, society and themselves.
Penerapan Irigasi Tetes Bertenaga Surya dengan Sistem Otomatis Mikrokontroler Pada Kelompok Tani Kabupaten Lamongan Heri Ardiansyah; Muhammad Shodiq; M Ainul Mahbubillah; Rohmatin Agustina; Abdullah Hakim Gymnastiar; Muhammad Rizky Rahmadani; Fatahillah Akrom; Ahmad Faris Rachmad Putra; Hanif Azhar Ramadhan; Zufar Faiil Haq
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.93488

Abstract

Keterbatasan sumber daya air di lahan tadah hujan menjadi tantangan utama bagi petani, terutama selama musim kemarau, yang membatasi aktivitas budidaya dan berdampak pada pendapatan rumah tangga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui penerapan teknologi irigasi tetes bertenaga surya dengan sistem kecerdasan buatan menggunakan sensor kelembaban dan suhu tanah di Kelompok Tani Kabupaten Lamongan. Metode pelaksanaan meliputi perancangan dan instalasi sistem irigasi otomatis, pelatihan penggunaan teknologi kepada petani, serta pendampingan budidaya cabai selama musim kemarau. Hasil program menunjukkan bahwa lebih dari 90% petani mengakui manfaat dari irigasi otomatis ini dan berencana untuk menerapkannya, baik secara mandiri (25%) maupun melalui kelompok tani (32,5%). Selain itu, 35% petani memilih untuk mengombinasikan sistem irigasi otomatis dengan metode konvensional untuk menyesuaikan kebutuhan air sesuai musim. Penerapan teknologi ini tidak hanya memungkinkan petani untuk tetap menanam di musim kemarau, tetapi juga meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan. Kesimpulannya, teknologi irigasi tetes bertenaga surya yang dilengkapi kecerdasan buatan terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan kesejahteraan petani, serta dapat direplikasi untuk mendukung ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di wilayah lain.
Circular Economy: Pemanfaatan Limbah Cascara di Sentra Agroforestri Kopi Pesawaran Analianasari Analianasari; Irmayani Noer; Dayang Berliana; Giffary Pramafisi Soeherman; Dina Tri Maryana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110540

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu sentra agroforestri kopi pada kawasan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan potensi produksi kopi robusta dan arabika yang signifikan. Proses honey sosoh menghasilkan biji kopi berkualitas, namun juga menimbulkan limbah kulit kopi (cascara) yang belum dimanfaatkan optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Cascara mengandung senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, seperti teh herbal dan eco-enzyme berbasis kulit kopi ceri. Melalui pendekatan circular economy, limbah cascara diubah menjadi sumber daya baru yang mendukung keberlanjutan pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Agroforestri Lestari pada tanggal 26 Juli 2025 melalui metode penyuluhan, demonstrasi cara, dan pelatihan partisipatif. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah cascara menjadi teh herbal serta produk eco-enzyme. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dan antusiasme dalam mengembangkan produk turunan, termasuk sabun, pupuk organik cair (POC), dan sanitizer. Implementasi circular economy pada pengolahan cascara terbukti mampu mengurangi limbah sekaligus mendorong inovasi produk ramah lingkungan yang memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Pendampingan dan Intervensi Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Kolase pada Anak Berkebutuhan Khusus Aisyah Fadila Permata Putri; Alsira Annisa Azzahra; Mushtika Dewi Pradaningtyas; Novia Mir'atul Munfarikhah; Alma Marikka Geraldina
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.84135

Abstract

SDN Petoran merupakan salah satu sekolah inklusi yang berada di Surakarta. Akan tetapi sekolah ini tidak lagi mempunyai guru pendamping khusus. Selain itu pada pelaksanaan di lapangan, diketahui bahwa masih terdapat ABK dengan kemampuan motorik halus yang kurang. Sehingga salah satu kelompok Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Riset dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari fakultas psikologi UNS membuat program berupa pendampingan dan intervensi untuk ABK. Program ini mempunyai tujuan untuk membantu dan meningkatkan kemampuan motorik halus bagi ABK. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini terdiri beberapa tahap yaitu asesmen, pembuatan instrumen, pembuatan modul, dan intervensi melalui kegiatan kolase. Hasil dari program yang dilaksanakan memberikan manfaat bagi warga sekolah khususnya ABK baik dalam proses akademik dan peningkatan kemampuan motorik halus. Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, Intervensi, Pendampingan
Optimalisasi Sektor Pertanian Sayur sebagai Produk Unggulan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kopeng, Kabupaten Semarang Bara Yudhistira; Dimas Rahadian Aji Muhammad; R Benny Riyanto; Hary Suswanto; Dian Rizqi Novitasari; Cantika Aurellia Azarine; Putri Wulan Ramadhani; Sechatabina Shahia Majida; Xaviera Angelica Gultom; Widya Hary Cahyati; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110509

Abstract

Sekolah Desa Kopeng, Kabupaten Semarang, memiliki lahan pertanian yang sebagian besar digunakan untuk budidaya hortikultura. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pertanian. Permasalahan tersebut dibagi menjadi dua aspek, yaitu aspek produksi dan manajemen. Permasalahan pada aspek produksi antara lain: Minimnya fasilitas pascapanen yang sesuai dengan standar pemasaran modern; Keterbatasan sarana produksi untuk diversifikasi produk olahan; dan Keterbatasan Keterampilan dalam Pengolahan Produk. Pada aspek manajemen, permasalahan yang terjadi adalah Kurangnya pemahaman mengenai standar mutu dan sertifikasi produk; Minimnya keterampilan dalam manajemen produksi dan pemasaran; Kurangnya keterampilan dalam pengolahan produk dan inovasi diversifikasi; dan Kelembagaan petani atau kelompok usaha tani masih lemah dalam hal struktur organisasi dan tata kelola. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Teknologi Tepat Guna (TTG), 2) Diversifikasi olahan produk. 3) Pelatihan dan pemberdayaan masyarakat cara membuat keripik yang lebih baik, 4) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, 5) Pendampingan manajemen kelembagaan, dan 6) Sertifikasi Produk. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan 1) Sosialisasi, 2) Pelatihan, 3) Pendampingan dan Evaluasi, dan 4) Keberlanjutan Program. Kata kunci: Kopeng; Pelatihan; Pertanian Sayur; Produk Unggulan; TTG 
Pelatihan Ecoprint dan Pemasaran Online sebagai Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi Warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta Via Ramadhani; Venty Suryanti; Suzi Godinho; Rakha Samudra Pratama
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.79302

Abstract

Sebagaian besar mata pencaharian masyarakat Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta adalah buruh, pedagang kecil dan pekerja lepas. Peningkatan kesejahteraan warga dengan menciptakan lapangan usaha baru yang tidak memerlukan modal besar sangat diperlukan. Banyaknya ragam tanaman di sekitar area tanggul Bengawan Solo dapat dimanfaatkan sebagai bahan ecoprint untuk meningkatkan ekonomi warga. Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) telah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada periode Januari-Februari 2021. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pengenalan, pelatihan dan pendampingan ecoprint dengan bahan pewarna alami tumbuh-tumbuhan yang ada di lingkungan area Kelurahan Sangkrah. Kegiatan pengenalan dan pendampingan pemasaran ecoprint berbasis teknologi informasi juga dilakukan agar ecoprint yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan daya jangkau penjualan menjadi lebih luas. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK RW XI Kelurahan Sangkrah yang tidak memiliki penghasilan. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan pengetahuan warga masyarakat tentang ecoprint dan pemasaran online. Dari program ini, warga masyarakat dapat membuat produk ecoprint sehingga dapat menambah penghasilan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program kerja KKN yang dilaksanakan telah mendukung program pemerintah untuk mendorong ekonomi kreatif, yaitu mendorong peningkatan kreativitas dan kapasitas masyarakat dengan memanfaatkan potensi alami yang ada di lingkungan sekitar. Kegiatan pendampingan pengembangan produk dan pemasarannya dapat terus dilakukan oleh pemerintah daerah terkait supaya berdampak nyata terhadap peningkatan pendapatan warga masyarakat. Most residents in Sangkrah Village, Pasar Kliwon District, Surakarta City, live as laborers, small traders, and casual workers. It is critical to improve residents' well-being by developing new economic fields that do not demand large amounts of capital. The diverse plant life surrounding the Bengawan Solo embankment region can be used as eco-print material to boost the local economy. Students of Universitas Sebelas Maret (UNS) participated in a student community service program at the Sangkrah Village in January and February 2021. The activities of this program included the introduction of training and help in eco-printing using natural plant dyes. Eco-print marketing introduction and assistance actions based on information technology are also carried out to promote the resulting eco-print with a wider sales reach. The activity is aimed at low-income women from society of RW XI Sangkrah Village. This activity was successful in increasing community awareness of eco-print and online marketing. Communal members can use this program to manufacture eco-print products to supplement their household income and boost communal welfare. The student community service program has supported the government's initiative to promote the creative economy, specifically encouraging enhanced innovation and community capacity through utilizing natural potential in the surrounding environment. The appropriate government sector can continue to carry out assistance operations for product development and marketing so that it has a real influence on boosting the income of community members
Pemberdayaan Perempuan Melalui Sekolah Perempuan Karangturi (SEANTURI) untuk Meningkatkan Kualitas Diri dan Keluarga di Karangturi, Karanganyar Gita Ayu Septianingrum; Pascal Alvito Rizqi Fatiha; Chiniko Aldavia Mumtaz; Anisa Miftakhul Jannah; Rivaldo Arya Duta; Nurul Istiqomah
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.80732

Abstract

Sekolah Perempuan Karangturi (SEANTURI) dibentuk di Desa Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar untuk meningkatkan potensi perempuan dengan pengembangan softskill dan hardskill agar perempuan di Desa Karangturi semakin berdaya. SEANTURI tersebut dilakukan dengan metode pembelajaran abad ke-21, yang mencakup creativity and innovation, critical thinking and problem solving, communication, and collaboration yang diharapkan dapat meningkatkan life skills dan kapabilitas diri para perempuan untuk turut serta dalam menumbuhkan kesejahteraan keluarga hingga pembangunan Desa Karangturi. Kelas Perempuan Peduli Lingkungan dilakukan dengan memberikan keterampilan berupa aquaponik, dan Kelas Perempuan Kreatif dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan untuk pembuatan batik Ecoprint. Sedangkan kelas yang dilakukan dengan peningkatan softskill adalah Kelas Perempuan Aman Pelecehan Seksual, Perempuan Cinta Indonesia, Perempuan Paham Parenting, Perempuan Paham Mitigasi Bencana, Perempuan Cerdas tangkal Hoax, Perempuan Paham Gizi serta Perempuan Paham Keuangan Digital dengan peningkatan pengetahuan dan informasi dari trainer yang ahli pada bidangnya. Hasil dari pelaksanaan SEANTURI adalah adanya peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan dari ibu rumah tangga sebagai sasaran kegiatan ini dengan memanfaatkan hasil panen berupa sayuran dan ikan lele hasil aquaponik. Kelas Perempuan Kreatif juga menghasilkan karya ecoprint dengan merek Ecoturi dan sudah berhasil untuk dipamerkan pada Solo Art Market (SAM).Kata kunci: Kreatif; Pemberdayaan; Sekolah Perempuan; Pembelajaran Abad 21
Motivasi Wisata Kuliner di Pracima Tuin Puro Mangkunegaran Siti Yumna Annisa; Rahmat Darmawan; Abdul Kadir Ritonga
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.92175

Abstract

Melalui dukungan pemerintah, masyarakat begitu antusias untuk membangun dan menggaungkan kota Surakarta sebagai kota gastronomi. Berangkat dari referensi yang terkandung dalam serat Centhini, yang telah melalui pengkajian dan riset mendalam, akhirnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X selaku raja Pura Mangkunegaran, memutuskan untuk membuka Pracima Tuin sebagai restoran yang menawarkan menu sajian khas Mangkunegaran. Berada di kawasan keraton Mangkunegaran, tempat ini menjadi semakin menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati kuliner khas Jawa, sekaligus melihat atraksi budaya, dan keindahan Pracima Tuin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kulalitatif, dengan memanfaatkan teori motivasi dari Crompton dan McKay, yaitu tentang bagaimana suatu tempat/event kuliner dapat menawarkan kebaharuan dan nuansa berbeda. Hal ini diyakini dapat menambah rasa antusias, sekaligus penasaran para wisatawan untuk menikmati sajian kuliner dan atraksi pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat motivasi wisatawa yang berkunjung ke Pracima Tuin. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya ragam motivasi yang melatarbelakangi para wisatawan yang berkunjung ke Pracima Tuin, diantaranya terkait kualitas makanan, makanan yang baru dan berbeda, sejarah kuliner/storytelling, atraksi budaya, fasilitas pendukung, hobi/suka, rasa penasaran, memuaskan hasrat, ruang bernostalgia, dan berkumpul bersama keluarga/kolega/rekan kerja. Kata kunci: Pura Mangkunegaran; Pracima Tuin; Gastronomi; Motivasi; Surakarta
Model Pengabdian Berkelanjutan oleh Program Studi Ortopedi dan Traumatologi: Sinergi Edukasi, Pelayanan Kesehatan, dan Aksi Lapangan Komunitas Rhyan Darma Saputra; Bintang Soetjahjo; Udi Heru Nefihancoro; Rieva Ermawan; Dita Anggara Kusuma; Adhitya Indra Pradhana; Bagus Jati Nugroho; Bayu Sakti Jiwandono; Denny Ardiansyah; Fathih Kaldani; Muhammad Abdulhamid; Totok Siswanto; Cakradenta Yudha Poetera
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.113045

Abstract

AbstrakGangguan muskuloskeletal seperti low back pain (LBP) dan rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyebab kecacatan yang tinggi di masyarakat, namun masih banyak individu yang belum memperoleh edukasi atau pemeriksaan ortopedi yang memadai. Program Studi Ortopedi dan Traumatologi mengembangkan model pengabdian masyarakat berkelanjutan yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, pelayanan medis gratis, dan layanan lapangan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan selama Januari hingga Juni 2025, mencakup penyuluhan kesehatan, pemeriksaan ortopedi gratis, dan intervensi rutin setiap hari Jumat pada komunitas karate. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, kuesioner kepuasan, dan pencatatanjenis keluhan. Sebanyak 158 peserta mengikuti penyuluhan, 92 peserta menjalani pemeriksaan gratis, dan 104 anggota komunitas karate menerima layanan medis lapangan. Terdapat peningkatan skor pengetahuan sebesar >20 poin rata-rata, dan keluhan terbanyak meliputi LBP, nyeri lutut, serta cedera olahraga. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan muskuloskeletal, memperluas akses layanan ortopedi awal, dan memperkuat hubungan institusi pendidikan kedokteran dengan masyarakat. Model ini layak direplikasi sebagai strategi pengabdian berbasis komunitas yang berkelanjutan dalam bidang ortopedi.Kata kunci : pengabdian masyarakat; ortopedi; layanan kesehatan lapangan
Fasilitasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Mitigasi untuk Mewujudkan Merdeka Belajar di SD Sukodadi 2 Kecamatan Bandongan Rasidi Rasidi; Madani Eko Bimantoro; Fita Tri Karnia; Aji Nugraheni; Ofika Putri Kinanti; M Ardha Bawono Seto Aji
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.70703

Abstract

Perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka dengan konsep merdeka belajar, memberikan banyak kemudahan untuk guru dan siswa untuk belajar sesuai dengan bakat, minat, dan potensinya. Hal baru yang ada adalah terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dimana tidak semua sekolah memahami secara utuh konsep projek yang diinginkan oleh pemerintah. Guru belum memahami tentang pentingnya projek, perencanaan projek masih belum optimal, pendampingan dari dinas terkait belum optimal, projek masih berorientasi produk belum berorientasi proses. Permasalahan tersebut kemudian diakomodir, dan butuh intervensi dari pihak luar salah satunya dari tim Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT). Metode pelakasanaan yang digunakan dalam pengabdian disesuaikan dengan tahapan pengabdian, yaitu team based project untuk langkah strategis projek, brainstorming dan focus group disccussion dalam penyusunan instrumen, experiental learning dalam pendampingan projek, dan exploratory data analysis dalam refleksi projek. Hasil pengabdian secara kualitas pengabdian terlaksana dengan baik dan keberlanjutan program ini mengarahkan pada pengembangan serta kemandirian guru dalam mengoptimalkan projek. Pengabdian ini dilakukan untuk sekolah yang secara mandiri menerapkan kurikulum merdeka, dan menyelesaikan permasalahan di perencanaan, pelaksanaan, evaluasi projek. Keberlanjutan projek penguatan profil pelajar pancasila bisa dilanjutkan melalui perubahan mindset, kolaborasi, dan komunitas praktisi. The 2013 curriculum change to an independent curriculum with the concept of independent learning provides many conveniences for teachers and students to learn according to their talents, interests and potential. What is new is related to the project to strengthen the Pancasila student profile (P5), where not all schools fully understand the concept of the project desired by the Government. Teachers need to understand the importance of projects; project planning is still not optimal, assistance from related agencies is not optimal, and projects are still product-oriented, not process oriented. These problems were then accommodated, and needed intervention from outsiders, one of which was from the integrated community service team (PPMT). the implementation methods used in this service are team-based projects for strategic project steps, brainstorming and focus group discussions in preparing instruments, experiential learning in project assistance, and exploratory data analysis in project reflection. The results of the service in terms of the quality of the service are carried out well, and the sustainability of this program leads to the development and independence of teachers in optimizing projects. This service is carried out for schools that independently implement an independent curriculum and solve problems in planning, implementing, and evaluating projects. The project's continuation to strengthen Pancasila students' profile can be continued through changes in mindset, collaboration, and a community of practitioners.