cover
Contact Name
Sovi Septania
Contact Email
sovi.septania@gmail.com
Phone
+628117205670
Journal Mail Official
jurnalpsikologipsyche@gmail.com
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 14 Kedaton Labuhan Ratu Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Psyche: Jurnal Psikologi
ISSN : 26860430     EISSN : 26556936     DOI : https://doi.org/10.36269/psyche.v2i2.171
PSYCHE: Jurnal Psikologi published by Psychology Faculty Universitas Muhammadiyah Lampung. Psyche aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society. Psyche consist topics related to clinical psychology, industry and organization, education, development, social and islamic psychology. Psyche accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. Psyche will be published bi-annually every February and August and consist of 8 selected articles.
Articles 117 Documents
ANALISIS DUKUNGAN DAN PERAN KELUARGA PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN KETERLAMBATAN BICARA Novianti, Lutfi; Haryono, Elok Angga Dewi; Farih, Yusrina Naily; Burhanuddin, Arinil Hidayah; Al Qodri, Andi Ramdan; Hendriana, Wiwin; Yoenanto, Nono H
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2490

Abstract

ABSTRAKPerkembangan merupakan hal yang penting bagi anak-anak, terutama pada usia 0-6 tahun, anak usia ini biasanya disebut dengan golden age. Gangguan keterlambatan bicara (Speech Delay) yaitu suatu keadaan anak yang mengalami memiliki kesulitan dalam pengungkapan rasa dan keinginan kepada orang lain (Oktary et al., 2023). Dukungan orang tua adalah cara orang tua untuk mempelihatkan sebuah rasa sayang, kepedulian, perhatian, penghargaan dan suatu upaya moral ataupun material untuk anaknya. Peran orang tua memiliki pengaruh penting dalam pendidikan anak, maka dari itu perlu kontak secara langsung dalam bentuk dukungan orang tua terhadap anaknya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan tinjauan sistematis menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan source google schoolar dengan kata kunci dalam pencarian studi literatur “Dukungan Keluarga pada Pendidikan Anak Usia Dini dengan Speechdelay”. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan pustaka yang sistematis untuk melihat dukungan, peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini, beserta aspek-aspek yang mempengaruhi keterlambatan bicara pada anak usia dini. Berdasarkan tinjauan literatur dengan metode scoping review ini dengan tema dukungan dan peran orang tua bahwsannya lingkungan keluarga dapat mencegah dan menangani keterlambatan berbicara pada anak usia dini yang dapat memiliki pengaruh didalam pendidikan anak usia dini. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain adalah faktor internal (kecacatan fisik dan jenis kelamin), Faktor eksternal (urutan/jumlah anak, pendidikan ibu, teknologi (gadget), dan fungsi keluarga. Manfaat dalam penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada khalayak umum terkait dukungan dan peran orang tua untuk mengatasi keterlambatan bicara pada pendidikan anak usia dini.ABSTRACTDevelopment is important for children, especially at the age of 0-6 years, children at this age are usually called the golden age. Speech Delay Disorder is a condition where children experience difficulties in expressing their feelings and desires to other people (Oktary et al., 2023). Parental support is a way for parents to show affection, concern, attention, appreciation and moral or material efforts for their children. The role of parents has an important influence on children's education, therefore direct contact is needed in the form of parental support for their children. The method in this research uses a literature study method with a systematic review using the Publish or Perish application with the source Google Schoolar with the keywords in the literature study search "Family Support in Early Childhood Education with Speechdelay". This research aims to conduct a systematic literature review to look at support, the role of parents in early childhood education, along with aspects that influence speech delays in early childhood. Based on a literature review using the scoping review method with the theme of support and the role of parents, the family environment can prevent and handle speech delays in early childhood which can have an influence on early childhood education. Influencing factors include internal factors (physical disabilities and gender), external factors (order/number of children, mother's education, technology (gadgets), and family function. The benefit of this research is to provide insight to the general public regarding support and role of parents to overcome speech delays in early childhood education. 
PEMANFAATAN APLIKASI SUPERSMART TERHADAP PEMAHAMAN VOCATIONAL PLACEMENT PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA Subagyo, Subagyo; Priyono, Priyono; Sari, Erma Kumala; Anggrelanggi, Arsy; Karsidi, Ravik
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi SUPERSMART terhadap pemahaman vocational placement peserta didik berkebutuhan khusus pada guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Salatiga. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Subjek penelitian melibatkan 25 guru SLB, yaitu 22 guru perempuan dan 3 guru laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman vocational placement secara online. Data penelitian dianalisis menggunakan uji beda T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest dengan t = -3,988; dengan taraf signifikansi p = 0,001. Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi SUPERSMART berpengaruh terhadap pemahaman vocational placement untuk peserta didik berkebutuhan khusus pada guru SLB Negeri Salatiga. Oleh karena itu, aplikasi SUPERSMART dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan pemahaman vocational placement untuk peserta didik berkebutuhan khusus pada guru SLB Negeri Salatiga.
EFEKTIVITAS OLAHRAGA PADA PENINGKATAN EXECUTIVE FUNCTION PADA LANSIA: SYSTEMATIC REVIEW Afifah, Sabrina Puti; Faizah, Niswatul; Hanggoro, Debora Debby; Savitri, Rizki Indriana Wulan; Wimbarti, Supra; Kusrohmaniah, Sri
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2608

Abstract

ABSTRAKJumlah populasi lansia secara global tumbuh lebih cepat dibandingkan populasi usia muda, menghadirkan tantangan kesehatan seperti penurunan fungsi eksekutif yang penting untuk kemampuan kognitif seperti perencanaan dan pengambilan keputusan. Olahraga potensial sebagai intervensi untuk meningkatkan fungsi eksekutif pada lansia. Penelitian ini adalah systematic literature review yang menganalisis efektivitas olahraga terhadap fungsi eksekutif pada lansia. Analisis ini melibatkan 12 artikel penelitian eksperimen yang menyajikan hubungan objektif latihan olahraga terhadap setidaknya satu fungsi eksekutif, melibatkan partisipan berusia di atas 55 tahun, menggambarkan jenis latihan yang dilakukan, menjelaskan apakah latihan tersebut dikombinasikan dengan latihan lain, menggambarkan partisipan sebagai populasi sehat atau klinis, serta menyediakan pengukuran kuantitatif yang didukung metodologi statistik. Penelitian yang dikecualikan adalah yang tidak menggunakan kontrol, menggunakan laporan kualitatif atau spekulatif, latihan yang dilakukan tidak termasuk jenis olahraga, serta penelitian review dan meta-analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan fungsi eksekutif pada lansia. Jenis olahraga seperti Baduanjin, mild exercise, square dance, HIIT, aerobik kontinu, latihan kekuatan, Otago, exergame, bersepeda, kardio, stretching toning, Tai Chi, latihan fisik dan kognitif, mind-body exercise, serta olahraga beregu dan sendiri memberikan hasil signifikan. Program olahraga yang terstruktur dan teratur direkomendasikan untuk menjaga serta meningkatkan kemampuan perencanaan, pengambilan keputusan, dan kontrol diri pada lansia.ABSTRACTThe global population of older adults is growing faster than the younger population, presenting health challenges such as declines in executive function, which is crucial for cognitive abilities like planning and decision-making. Exercise is a potential intervention for improving executive function in older adults. This study is a systematic literature review analyzing the effectiveness of exercise on executive function in older adults. The review includes 12 experimental research articles that objectively present the relationship between various forms of exercise and at least one executive function, involving participants over the age of 55, clearly describing the types of exercise performed, indicating whether exercises were combined with other activities, characterizing participants as either healthy or clinical populations, and providing quantitative measurements supported by statistical methodologies. Excluded studies were those lacking control, using qualitative or speculative reports, including activities not categorized as exercise, and review or meta-analysis studies. The analysis indicates that exercise improves executive function in older adults. Types of exercise such as Baduanjin, mild exercise, square dance, HIIT, continuous aerobics, strength training, Otago, exergame, cycling, cardio, stretching toning, Tai Chi, physical and cognitive exercises, mind-body exercise, and both individual and group activities show significant results. Structured and regular exercise programs are recommended to maintain and enhance planning, decision-making, and self-control abilities in older adults.
HARDINESS PADA WANITA YANG DIASUH OLEH SINGLE MOTHER Dhea, Haira Salva; Khoiryasdien, Andhita Dyorita
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2350

Abstract

Anak dari ibu tunggal sering digambarkan pada pandangan buruk masyarakat dan kesulitan ekonomi. Anak-anak yang tumbuh tanpa ayah dapat menunjukkan sifat tahan banting yang tinggi dalam mengatasi tantangan kehidupan. Transformasi dari masa kanak-kanak ke fase dewasa tanpa ayah, anak-anak ini menunjukkan kemampuan untuk menghindari kenakalan remaja dan memandang kehidupan sebagai tanggung jawab pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk memahami aspek hardiness pada anak yang dibesarkan oleh ibu tunggal. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan panduan wawancara yang didasarkan pada teori hardiness dari Kobassa (dalam Herliany, 2023). Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dan analisis data yang diperoleh. Hardiness pada wanita yang diasuh oleh single mother ini diwujudkan dalam tanggung jawab, penyelesaian konflik, dan kemampuan mengatasi stres. Faktor-faktor seperti kemampuan kognitif, strategi koping, dan gaya optimis juga mempengaruhi sifat tahan banting . Meskipun perpisahan orang tua dapat berdampak negatif, namun anak yang diasuh ibu tunggal dengan sifat tahan banting yang tinggi dapat menghadapi kehidupan dengan penuh optimisme.
PROGRAM “MAP OUT YOUR CAREER: GRAB THE BRIGHTER FUTURE” SEBAGAI INTERVENSI UNTUK MENGATASI KESULITAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR MASA DEWASA Nusantari, Krysna Yudy
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2501

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan teori perkembangan manusia, mahasiswa merupakan individu yang mengalami transisi dari masa perkembangan remaja akhir menuju dewasa awal. Dalam masa transisi tersebut tentu saja mahasiswa mengalami berbagai macam tantangan perubahan dan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah terkait dengan karir di masa depan. Namun, fakta menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2023 telah mencapai 146,62 juta orang dengan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,45 persen (Badan Pusat Statistik, 2023).  Salah satu penyebabnya adalah kurangnya persiapan karir bagi angkatan kerja terutama saat masih berada di bangku perkuliahan. Dengan demikian, mahasiswa dan juga lulusan perguruan tinggi masih banyak yang mengalami kesulitan dalam melakukan pengambilan keputusan karir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian program pelatihan “Map Out Your Career: Grab the Brighter Future” terhadap pengambilan keputusan karir. Pengujian dilakukan melalui metode eksperimen kuasi, yaitu desain Untreated Control Group Design with Dependent pre-test and post-test samples. Sejumlah 60 mahasiswa dan alumni dilibatkan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian dibagi menjadi dua, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program pelatihan “Map Out Your Career: Grab the Brighter Future” terbukti memberikan pengaruh terhadap pengambilan keputusan karir partisipan penelitian dan hasil uji statistik yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor kesulitan pengambilan keputusan di kelompok eksperimen antara sebelum dan sesudah pemberian program pelatihan (p< 0,01) dengan nilai effect size yang diperoleh juga menunjukkan nilai tinggi yaitu 0,929. Dengan demikian, program pelatihan “Map Out Your Career: Grab the Brighter Future” dapat digunakan sebagai salah satu intervensi untuk mengatasi kesulitan pengambilan keputusan yang dialami oleh individu dewasa.ABSTRACTBased on human development theory, students are individuals who experience a transition from the developmental period of late adolescence to early adulthood. During this transition period, of course, students experience various kinds of challenges of change and are required to be able to adapt. One of the challenges faced is related to future careers. However, the facts show that Indonesia still has a high unemployment rate. One of the causes is the lack of career preparation for the workforce, especially while still in college. Thus, many students and college graduates still need help in making career decisions. This research examines the effect of providing the "Map Out Your Career: Grab the Brighter Future" training program on career decision making. Testing was conducted using a quasi-experimental method, namely the Untreated Control Group Design with Dependent pre-test and post-test samples. A total of 60 students and alumni were involved in this research. Research participants were divided into two, namely the control group and the experimental group. The results of this research show that the "Map Out Your Career: Grab the Brighter Future" training program is proven to have an influence on the career decision-making of research participants and the results of statistical tests show that there is a significant difference between the decision making difficulty scores in the experimental group between before and after providing the training program (p<0.01) the effect size value obtained also showed a high value, namely 0.929. Thus, Map Out Your Career: Grab the Brighter Future” training programs can be used as an intervention to overcome decision-making difficulties experienced by young adult.
EFEKTIVITAS ART THERAPY DALAM MANAJEMEN STRES AKADEMIK MAHASISWA TAHAP EMERGING ADULTHOOD Linnas, Nur Huda; Tazkia, Aslama; Ahaddiah, Tsani; Pratama, Muharrofil Rachim; Zakariyya, Farhan; Lestari, Selfiyani
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan art therapy dalam manajemen stres akademik pada mahasiswa tahap emerging adulthood. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa usia 18-21 tahun yang telah dipilih sebagai sampel dengan jumlah 15 partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mempersiapkan kuesioner pretest dan posttest dalam bentuk google form mengenai persepsi stres akademik yang terdiri dari 18 aitem yang dibuat dalam 4 pilihan untuk mengukur tinggi rendahnya stres akademik mahasiswa. Kami memanfaatkan desain model explanatory sequential design yang merupakan mixed method dengan mengkombinasikan penelitian kuantitatif serta kualitatif secara bertahap untuk memperoleh data yang lebih komprehensif. Hasil analisis data deskriptif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat stres akademik sebelum dan sesudah sesi art therapy yaitu dari 47.93 menjadi 41.27. Hasil pretest dan posttest dengan uji paired sample T-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan art therapy berupa menggambar dan mewarnai mampu secara efektif menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa tahap emerging adulthood. Hasil penelitian kualitatif yang diambil pada sesi sharing session mengimplikasikan perasaan peserta selama melakukan art therapy, yaitu perasaan lega dan rileks yang dapat mereduksi stres.
PENGALAMAN PENGUNGKAPAN DIRI DI AKUN KEDUA INSTAGRAM Burhanuddin, Arinil Hidayah; Suryanto, Suryanto; Alqadri, Andi Ramdan; Novianti, Lutfi
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2579

Abstract

ABSTRAKPengungkapan diri di akun kedua Instagram menjadi cara yang instan bagi individu dalam membagikan informasi diri yang sebenarnya berdasar pada pengalaman dan aktivitas sehari-hari. Akun kedua instagram sebagai wadah mengungkapkan idenitas diri yang tidak ingin ditunjukkan pada akun pertama, dalam hal ini sebagai wujud mengekspresikan diri dalam bentuk positif bahkan negatif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan alasan pengungkapan diri, bentuk-bentuk pengungkapan diri dan faktor penguat pengungkapan diri di akun kedua Instagram yang dilakukan oleh pada individu dengan rentan usia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitiaan kualitatif pendekatan fenomenologi dengan analisis data interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan pengalaman pengungkapan diri di akun kedua dilakukan untuk menunjukkan informasi diri secara jujur agar mencapai aktualisasi diri dengan pengungkapan diri apa adanya sesuai dengan perasaan, pikiran dan pengalaman yang dialami dalam aktivitas sehari-hari yang lebih intim. Bentuk pengungkapan diri yang dilakukan dengan berbagi informasi secara terbuka tentang pengalaman yang dialami. Bentuk positif ditunjukkan dengan kemampuan yang dimiliki sebagai bentuk penghargaan diri dan afiliasi diri, selain itu bentuk negatif dilakukan dengan bentuk agresi relasional yang ditunjukkan atas keresahan yang dirasakan. Hasil penelitian ini dapat berimplikasi pada individu sebagai pengguna akun kedua untuk melakukan pengungkapan diri dengan perasaan aman dan nyaman dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan batasan diri terkait informasi pribadi yang jika ditunjukkan akan merugikan diri sendiri kedepannya.ABSTRACTSelf disclosure on the second Instagram account becomes an instant way for individuals to share their true self information according to their experiences and daily activities. The second Instagram account is a place to express one's identity that one does not want to show on the first account, in this case as a form of expressing oneself in a positive or even negative form. The aim of this research is to describe the reasons for self-disclosure, forms of self-disclosure and reinforcing factors for self-disclosure on second Instagram accounts carried out by vulnerable individuals aged 18-24 years. This research uses a qualitative research method with a phenomenological approach with interpretative phenomenological analysis (IPA) data analysis. The results showed that the self-disclosure experience on the second account was carried out to show honest self-information in order to achieve self-actualization by self-disclosing what it is in accordance with the feelings, thoughts and experiences experienced in more intimate daily activities. The form of self-disclosure is done by sharing information openly about the experiences experienced. Positive forms are shown with the abilities possessed as a form of self-esteem and self-affiliation, besides that negative forms are carried out with a form of relational aggression shown for the anxiety felt. The results of this study can have implications for individuals as second account users to self-disclose with feelings of safety while being mindful of and considering own boundaries regarding personal information that if shown would be detrimental to oneself in the future.
PERAN MODERASI KONTROL DIRI DALAM HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN SOSIAL DAN PENGGUNAAN INTERNET BERMASALAH PADA REMAJA Hardika, Jelang; Rinaldi, Martaria Rizky
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2395

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan pada kehidupan remaja, terutama dalam konteks penggunaan internet. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran moderasi kontrol diri dalam hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 137 partisipan remaja usia 12-20 tahun. Instrumen penelitian mencakup skala keterampilan sosial, skala kontrol diri, dan skala penggunaan internet bermasalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterampilan sosial dan kontrol diri memiliki dampak signifikan terhadap penggunaan internet bermasalah (Z = -2.68, p = 0.007; Z = -6.09, p < 0.001). Remaja dengan keterampilan sosial yang lebih tinggi dan kontrol diri yang baik cenderung mengalami tingkat penggunaan internet yang lebih sehat. Tidak ditemukan efek moderasi kontrol diri dalam hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah (Z = 1.79, p = 0.074). Meskipun tidak terdapat efek moderasi yang signifikan, temuan ini memberikan kontribusi bahwa keterampilan sosial memiliki pengaruh langsung terhadap penggunaan internet bermasalah tanpa perlu melalui mekanisme kontrol diri. Pada penelitian ini ditemukan kecenderungan kontrol diri yang rendah pada partisipan sehingga dapat mempengaruhi efek moderasi. Eksplorasi variabel lain dalam hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah masih diperlukan. Implikasi praktis penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program-program pendidikan yang mendukung perkembangan positif remaja dalam era digital.
“PLAYING WITH THE MASK”: STUDI PHOTOVOICE ONLINE PERSONA GENERASI Z Syah, Tansri Adzlan; Septania, Sovi
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2502

Abstract

ABSTRAKGenerasi Z sebagai generasi digital menjadikan media sosial sebagai ruang untuk terus mendapatkan pengakuan, melalui jumlah followers, like, share dan comment. Apa yang ditampilkan melalui media sosial menjadi sangat penting bagi mereka. Hal ini disebabkan karena generasi Z tidak memiliki pengalaman persimpangan antara dunia analog dan digital (Podara et al., 2021). Menciptakan online persona yang mengagumkan di media sosial adalah sesuatu yang wajar karena karakter mereka sebagai generasi figital menjadikan ruang maya menjadi suatu realitas (Stillman & Stillman, 2019). Online persona dibentuk tanpa menghadirkan impresi yang secara nyata kita miliki, seperti senyuman asli, bahasa tubuh hingga petunjuk non-verbal lain yang menyebabkan identitas diri yang tidak otentik bahkan manipulatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman pembentukan online persona pada generasi Z dengan menggunakan pendekatan photovoice. Partisipan penelitian adalah generasi Z yang memiliki rentang usia 18-27 tahun, memiliki jumlah pengikut media sosial diatas 1.000 orang serta aktif menampilkan diri di media sosial. Partisipan mengikuti pelatihan smart photography kemudian secara mandiri mengambil foto selama 7 hari dengan smartphone lalu di unggah di media sosial masing-masing. Penggalian pengalaman dan permaknaan foto oleh partisipan menggunakan wawancara mendalam yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil analisis tematik dengan menggunakan program Nvivo 12 menunjukan pengalaman pembentukan online persona sebagai strategi presentasi diri yang melibatkan pemilihan foto sebagai cues (isyarat/sinyal), kekuatan captions (keterangan gambar), keterampilan sunting foto dan ketepatan pemilihan waktu unggah di media sosial. Selain itu, pembentukan online persona terkait dengan tiga tujuan yaitu untuk disukai (ingratiation), promosi diri (self-promotion) dan agar menjadi inspirasi/contoh (exemplification). ABSTRACTGeneration Z, being a digital cohort, utilizes social media platforms as a way to consistently acquire acknowledgment by increasing the quantity of followers, likes, shares, and comments. The content exhibited on social media platforms assumes significant importance for individuals. This is due to the fact that Generation Z lacks exposure to the convergence of the physical and digital realms [1]. Developing exceptional online personas on social media is an inherent phenomenon, since their persona as a fictional generation materializes in the virtual realm. The formation of an online persona occurs without the deliberate presentation of true impressions, such as a genuine smile, body language, and other non-verbal clues. This process results in the creation of an authentic self-identity that is free from manipulation. The objective of this study is to investigate the process of online persona construction among individuals belonging to Generation Z through the utilization of photovoice methodologies. The research participants consisted of individuals from generation Z, specifically between the ages of 18 and 27, possessed a social media followed by over 1,000 followers and actively engaged in self-presentation on social media platforms. Participants engage in a comprehensive training program on smart photography techniques. Subsequently, they are required to capture photographs using a smartphone camera for a duration of 7 days and subsequently share them on their own social media platforms. The process of data extraction will involve conducting in-depth interviews to gather a comprehensive understanding of their online persona’s building experience. This information will then be examined thematically, taking into account the participants' descriptions of the images they captured. The results of the thematic analysis conducted using the Nvivo 12 software revealed that the online persona is associated with a self-presentation strategy that encompasses the deliberate selection of photo displays as cues, the effectiveness of captions, proficiency in capturing displays (photos or videos), and the precision in choosing upload times. The self-presentation strategy is implemented with three primary goals: to cultivate favor and approval (ingratiation), to promote oneself, and to serve as a source of inspiration or example (exemplification).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGUNGKAPAN DIRI REMAJA DI MEDIA SOSIAL Gayatri, Ni Ketut Oka Chandra; Bajirani, Made Padma Dewi
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2349

Abstract

Penggunaan media sosial telah menjadi hal yang normatif di berbagai kalangan, termasuk remaja. Salah satu kegiatan yang kerap dilakukan remaja di media sosial adalah melakukan pengungkapan diri. Pada dasarnya, pengungkapan diri merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh remaja, namun tidak bisa dipungkiri bahwa melakukan pengungkapan diri di media sosial berpotensi menimbulkan sejumlah risiko. Remaja diharapkan dapat melakukan pengungkapan diri dengan bijak saat bersosial media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan diri remaja di media sosial. Adapun metode yang digunakan adalah literature review. Sumber literatur diakses menggunakan database Google Scholar dan SpringerLink dengan tahun penerbitan artikel antara tahun 2019-2023. Berdasarkan telaah literatur terhadap 9 artikel, diperoleh sejumlah faktor yang memengaruhi pengungkapan diri remaja di media sosial, yakni faktor personal (status pubertas, status identitas diri, kepribadian ekstraversi, harga diri, kontrol diri, dan persepsi risiko privasi); faktor interpersonal (intimasi pertemanan, kepercayaan, dan kenyamanan pemeliharaan hubungan); faktor motivasional (tujuan sosial dan motif afiliasi); dan faktor afektif (kecerdasan emosional dan kesepian).

Page 10 of 12 | Total Record : 117