cover
Contact Name
Sovi Septania
Contact Email
sovi.septania@gmail.com
Phone
+628117205670
Journal Mail Official
jurnalpsikologipsyche@gmail.com
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 14 Kedaton Labuhan Ratu Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Psyche: Jurnal Psikologi
ISSN : 26860430     EISSN : 26556936     DOI : https://doi.org/10.36269/psyche.v2i2.171
PSYCHE: Jurnal Psikologi published by Psychology Faculty Universitas Muhammadiyah Lampung. Psyche aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society. Psyche consist topics related to clinical psychology, industry and organization, education, development, social and islamic psychology. Psyche accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. Psyche will be published bi-annually every February and August and consist of 8 selected articles.
Articles 125 Documents
PEMBELIAN IMPULSIF DI ERA DIGITAL: PENGARUH KEPRIBADIAN DAN KECANDUAN SMARTPHONE Nur, Hifizah; Murtiningsih, Dewi; Nuraqmarina, Fatma; Ubaidah, Ade; Fakhri, Ulumuddin Nurul; Putri, Ananda; Wijaya, Padma Suryani; Nashwa, Aqila; Al Barkah, Alda Ambarsari
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.3948

Abstract

Perilaku belanja online secara impulsif menunjukkan peningkatan seiring dengan pertumbuhan pesat e-commerce dan intensitas penggunaan smartphone. Fenomena ini menjadi semakin kompleks ketika dikaitkan dengan faktor kepribadian dan kecanduan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lima besar ciri kepribadian (Big Five Personality Traits) serta kecanduan smartphone terhadap perilaku pembelian impulsif online pada Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini merupakan salah satu studi awal yang mengintegrasikan ketiga variabel tersebut pada populasi Generasi Z di kawasan metropolitan Indonesia. Lima faktor kepribadian yang meliputi neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, dan conscientiousness mengacu pada kerangka yang dikemukakan oleh John dan Srivastava (1999). Kecanduan smartphone diukur menggunakan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) yang dikembangkan oleh Viola (2021), sedangkan perilaku pembelian impulsif online diukur menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Rook dan Hoch (1985) yang telah diadaptasi dalam konteks belanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan regresi, serta Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan struktural antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Five Personality Traits dan kecanduan smartphone tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap perilaku pembelian impulsif online. Namun, dimensi agreeableness dan conscientiousness berhubungan negatif, sedangkan neuroticism berhubungan positif signifikan dengan kecanduan smartphone pada responden. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam kajian psikologi digital di Indonesia, bahwa perilaku pembelian impulsif online pada Generasi Z lebih dipengaruhi oleh faktor situasional seperti kondisi ekonomi dan pola penggunaan smartphone dibandingkan faktor kepribadian, sebagaimana banyak dilaporkan dalam konteks negara lain.
PENGARUH JOB DEMANDS-RESOURCES TERHADAP ADAPTIVE PERFORMANCE: JOB CRAFTING SEBAGAI MEDIATOR PADA PEKERJA TELEKOMUNIKASI Safira, Nadia Ayu; Nugraha, Yus; Kadiyono, Anissa Lestari; Husnita, Husnita
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.4046

Abstract

Organizational change is company's strategic response to increase business efficiency and effectiveness. PT. X as a cellular telecommunications company is undergoing process of change by launching Fixed Mobile Convergence (FMC) services through the acquisition of fixed internet services from its parent company. This process requires employees to adapt quickly. This study aims to determine the effect of job demands-resources (JD-R) on adaptive performance through job crafting on PT. X employees in West Java Region. The quantitative method used is General Linear Mediation Method (GLMM) through JAMOVI application. The study sample consisted of 105 employees using simple random sampling. The results showed that job crafting did not mediate the effect of job demands on adaptive performance (Beta = -0.0406, p > .001), but fully mediated the effect of job resources on adaptive performance (Beta = 0.2804, p < .001). The novelty of this study is explaining the mechanism of JD-R on adaptive performance through job crafting in the telecommunications context that is still limited. Theoretically, this study confirms the role of job resources in encouraging self-adjustment that improves adaptive performance, while practically PT. X Regional West Java needs to optimize job resources to support change.
APAKAH BENAR SERING BERMAIN TIKTOK MENURUNKAN ATTENTION SPAN MAHASISWA? Astuti, Cindi Puji; Raafky, Muhammad; Rahmadhani, Gita; Priyadi, Suwanda
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.4081

Abstract

Perkembangan era digital mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan media sosial, termasuk TikTok yang kini menjadi salah satu platform paling populer di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan attention span antara mahasiswa dengan durasi penggunaan TikTok ekstrem atas dan ekstrem bawah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif between-subject. Partisipan berjumlah 24 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik extreme group, terdiri atas 12 mahasiswa dengan durasi penggunaan TikTok ekstrem atas (Kelompok A) dan 12 mahasiswa dengan durasi ekstrem bawah (Kelompok B). Data dikumpulkan melalui kuesioner demografis dan tangkapan layar durasi penggunaan TikTok, sedangkan attention span diukur menggunakan Stroop Task. Analisis data menggunakan independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (t = -1.813, p = .084, effect size = -.740). Meskipun demikian, kelompok dengan durasi penggunaan ekstrem atas (M = -54.08, SD = 374.0) menunjukkan kecenderungan memiliki perhatian yang lebih rendah dibandingkan kelompok ekstrem bawah (M = 165.00, SD = 188.1). Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan potensial, alih-alih efek yang terkonfirmasi secara statistik, dari paparan video pendek terhadap attention span mahasiswa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penerapan desain pembelajaran yang mendorong pemrosesan kognitif aktif serta integrasi strategi regulasi digital di lingkungan akademik guna memitigasi dampak atensi yang terfragmentasi.
ANALISIS MODEL RASCH DALAM PENGEMBANGAN ALAT UKUR KETERLIBATAN AYAH Seftiana, Tia; Malay, Mohammad Nursalim; Wahyuni, Citra
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.3577

Abstract

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan merupakan konstruk multidimensional yang mencakup berbagai bentuk perilaku pengasuhan dan menuntut ketersediaan alat ukur yang valid secara budaya. Instrumen yang tersedia, seperti Father Involvement Scale (FIS), Nurturant Fathering Scale (NFS), dan Inventory of Father Involvement (IFI), masih memiliki keterbatasan dalam konteks Indonesia, terutama karena belum mengintegrasikan secara komprehensif seluruh aspek keterlibatan ayah menurut Pleck (2010), belum menggunakan perspektif anak sebagai sumber data langsung, serta belum divalidasi menggunakan pendekatan psikometrik modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi skala keterlibatan ayah berbasis lima aspek Pleck (2010) menggunakan Model Rasch. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran linear, evaluasi kualitas butir secara presisi, dan deteksi potensi bias antarkelompok. Partisipan penelitian berjumlah 479 remaja akhir (18–21 tahun) yang tinggal bersama ayah dan direkrut menggunakan teknik convenience sampling. Hasil analisis Rasch menunjukkan bahwa keterlibatan ayah terkonfirmasi sebagai konstruk dengan dukungan lima aspek konten Pleck (2010), serta memiliki reliabilitas tinggi dan unidimensionalitas yang memadai. Dari 50 butir yang dikembangkan, sebanyak 45 butir memenuhi kriteria fit model Rasch, sementara lima butir menunjukkan ketidaksesuaian dan bias gender. Temuan ini menunjukkan bahwa skala yang dikembangkan mampu mengukur variasi kualitas keterlibatan ayah secara akurat dan sensitif dalam konteks budaya Indonesia. Studi ini menghasilkan instrumen pertama yang mengukur keterlibatan ayah dari perspektif anak dan divalidasi dengan menggunakan model Rasch. Instrumen ini memberikan kontribusi metodologis melalui penerapan psikometri modern dalam pengukuran keterlibatan ayah, serta kontribusi praktis sebagai alat asesmen yang dapat digunakan dalam riset, intervensi keluarga, konseling pengasuhan, dan perumusan kebijakan yang mendukung peran aktif ayah dalam perkembangan anak.
NEGOSIASI CITRA DIRI DAN STANDAR KECANTIKAN: DINAMIKA SOSIAL DALAM PERTEMANAN REMAJA Ummul, Putri Nur; Ayriza, Yulia
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.3473

Abstract

Standar kecantikan telah menjadi rujukan sosial dalam menilai penampilan individu, khususnya pada remaja perempuan. Keberadaan fenomena ini turut memengaruhi cara remaja memaknai dan membangun citra dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi remaja dalam memahami citra diri dan keterkaitannya dengan standar kecantikan, serta peran pertemanan dalam menegosiasikan fenomena tersebut.  Penelitian ini melibatkan 11 responden remaja perempuan yang tergabung dalam dua kelompok pertemanan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik analisis Interpretative Phenomenological Analiysis (IPA). Hasil analisis mengungkapkan tiga tema utama, yaitu penilaian terhadap citra diri, pemaknaan terhadap standar kecantikan, dan dinamika sosial dalam pertemanan, termasuk dampak standar kecantikan terhadap relasi sosial. Temuan penelitian menunjukan bahwa standar kecantikan yang diterima secara sosial berpengaruh signifikan terhadap perkembangan sosio-emosional remaja. Standar tersebut tidak hanya membentuk cara remaja memandang dirinya, tetapi juga memengaruhi kualitas hubungan sosial dalam konteks pertemanan. 

Page 13 of 13 | Total Record : 125