cover
Contact Name
Sovi Septania
Contact Email
sovi.septania@gmail.com
Phone
+628117205670
Journal Mail Official
jurnalpsikologipsyche@gmail.com
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 14 Kedaton Labuhan Ratu Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Psyche: Jurnal Psikologi
ISSN : 26860430     EISSN : 26556936     DOI : https://doi.org/10.36269/psyche.v2i2.171
PSYCHE: Jurnal Psikologi published by Psychology Faculty Universitas Muhammadiyah Lampung. Psyche aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society. Psyche consist topics related to clinical psychology, industry and organization, education, development, social and islamic psychology. Psyche accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. Psyche will be published bi-annually every February and August and consist of 8 selected articles.
Articles 117 Documents
EXPLORATORY FACTOR ANALYSIS 26 ITEM SKALA KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA (POPULASI SUKOHARJO) Permadi, Aad Satria; Andhika, Bagaskara Dewa
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v5i2.1289

Abstract

Sebuah penelitian kualitatif di Waingapu pada tahun 2020 menghasilkan lima faktor dalam kerukunan antarumat beragama yaitu belief in one ancestor, religious dogma, respect, perception of interreligious incidents, and internal attribution. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Exploratory Factor Analysis (EFA) dari 26 item yang berdasarkan lima faktor yang muncul tadi, item-item ini sebelumnya sudah pernah diujikan di Waingapu dan nantinya akan dijadikan sebagai pembanding dari faktor yang muncul di Sukoharjo. Validitas isi dari 26 item ini sendiri sudah diujikan kepada 18 rater menggunakan Aiken V value > 0,65. Dua ratus lima belas responden membantu untuk mengisi skala item Kerukunan antarumat beragama. Data yang diambil dari 215 responden kemudian diolah menggunakan aplikasi JASP. Dari hasil penghitungan KMO menggunakan JASP didapatkan bahwa nilai MSA keseluruhan adalah 0,781 (KMO > 0.5) dan nilai tes Bartlette adalah 0,001 (p < 0,05). Penghitungan EFA kemudian menunjukkan terdapat tiga faktor yang menunjukkan loading factor > 0,4. Hal ini menunjukkan konstruk teoritis dari kerukunan antarumat beragama dapat diukur dengan 18 item valid dari penghitungan EFA yang sudah dilakukan. Selanjutnya ketiga faktor tersebut akan dibandingkan dengan faktor yang muncul di Waingapu beserta penjelasannya. 
RESILIENSI PADA PENYINTAS PASCA GEMPA BUMI LOMBOK Saputra, Adi; Diponegoro, AM; Urbayatun, Siti
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v5i2.1362

Abstract

Peningkatan kemampuan resiliensi pada masyarakat rawan terkena bencana alam bertujuan supaya masyarakat dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan pasca bencana alam. Individu atau masyarakat yang tingkat resiliensinya rendah, maka tidak hanya rentan terhadap dampak psikologis tetapi juga lambat dalam melakukan pemulihan dan menyesuaikan diri setelah bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada penyintas bencana gempa bumi Lombok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan In-Depth Interview. Teknik analisis data menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dalam penelitian ini merupakan resilien. Aspek-aspek resiliensi yang muncul dari subjek penelitian adalah regulasi emosi, pengendalian impuls, mampu menganlisis masalah, efikasi diri, optimis, empati, dan pencapaian. Para subjek penelitian juga memiliki sumber resiliensi seperti: dukungan sosial, rasa syukur, religiusitas yang tinggi, serta faktor budaya. Faktor budaya yang muncul pada para penyintas adalah dalam setiap kejadian buruk pasti mengatakan “Aget Bae” (untung saja). Empat sumber resiliensi tersebut menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam proses resiliensi para subjek.
KETAHANAN KELUARGA PADA PASANGAN YANG MENIKAH DI USIA DINI Muntamah, Bening Siti; Suryanto, Suryanto
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v5i2.1346

Abstract

Pernikahan usia dini merupakan ikatan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang usianya terbilang muda yakni kurang dari 20 Tahun. Salah satu harapan dari suatu pernikahan adalah keluarga tersebut dapat mengelola sumber daya dan masalah yang dihadapinya dan itulah yang dimaksud dengan ketahanan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana ketahanan keluarga pada pasangan yang menikah di usia dini dengan menggunakan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara yang dilakukan pada dua partisipan yang menikah pada usia 16 tahun dan 18 tahun. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan ketahanan keluarga yang partisipan miliki adalah adanya faktor ekonomi, psikis, dan sosial. Selain ketiga faktor tersebut, kehadiran anak dan dukungan kuat dari masing-masing pasangan menjadi alasan yang cukup kuat dalam ketahanan sebuah keluarga.
STRATEGI KOGNITIF DAN MOTIVASI MEMBACA LITERATUR BERBAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA Harkina, Prida; Sandayanti, Vira; Pradini, Susanthi
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v5i2.1825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Reading Engagement pada aktivitas membaca literature berbahasa Inggris. Reading Engagement akan dilihat dari dua aspek utamanya, yaitu motivasi membaca (reading motivation) dan pemakaian strategi kognitif saat membaca literatur berbahasa Inggris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum di Universitas Malahayati. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2018 dan angkatan 2019 Fakultas Kedokteran di Universitas Malahayati. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Simple Random Sampling yaitu pengambilan sampel secara acak. Hasil penelitian menyebutkan gambaran tingkat reading engagement yang dilihat dari dua aspek, yaitu motivasi membaca dan pemakaian strategi kognitif pada subjek penelitian dengan disajikan dalam bentuk pengkategorisasian. (1) 100 subjek penelitian memiliki tingkat reading engagement yang termasuk dalam kategori tinggi dengan 67 orang memiliki motivasi membaca dan penggunaan strategi kognitif yang termasuk dalam kategori tinggi. (2) 11 orang memiliki motivasi membaca yang termasuk kategori sangat tinggi, namun penggunaan strategi kognitif-nya termasuk dalam kategori tinggi. (3) 22 orang lainnya memiliki motivasi membaca yang masuk dalam kategori tinggi, meskipun penggunaan strategi kognitif-nya termasuk dalam kategori sangat tinggi.
HUBUNGAN PERSEPSI KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN PEMILIHAN PASANGAN PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL FATHERLESS Fiqrunnisa, Astiqoyyima; Yuliadi, Istar; Saniatuzzulfa, Rahmah
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v5i2.1396

Abstract

Ketidakhadiran seorang ayah pada sebuah keluarga menjadi fenomena yang masih terjadi. Ayah bagi anak perempuan merupakan role model untuknya mengetahui dunia laki-laki dan mengetahui bagaimana berinteraksi dengan lawan jenis. Sebagaimana hal tersebut terjadi pada perempuan dewasa awal, memilih pasangan merupakan salah satu tugas perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan pemilihan pasangan pada perempuan dewasa awal fatherless. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 119 perempuan dewasa awal fatherless menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala pemilihan pasangan (r = 0,846) dan skala persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan (r = 0,965). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode korelasi Pearson product-moment, nilai koefisien korelasi (r) yang didapatkan adalah -0,056 dengan taraf signifikansi (p) > 0,05 yaitu 0,543. Sehingga hipotesis penelitian ditolak, dan menunjukkan tidak terdapat hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan pemilihan pasangan pada perempuan dewasa awal fatherless.
PENGEMBANGAN ALAT UKUR PSIKOLOGI KEMATANGAN KARIR: CAREER MATURITY ATTITUDES COMPETENCIES TEST (CMAC) Distina, Primalita Putri; Pratama, Dinar; Pebriyanti, Melinda; Hanipah, Mia
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2507

Abstract

ABSTRAKKematangan karir merupakan sebuah proses yang penting dalam pemilihan karir siswa. Adanya sebuah alat ukur yang mampu mengukur kematangan karir siswa tentunya berdampak baik bagi kegiatan bimbingan dan konseling karir siswa di sekolah untuk pemilihan karir dan jurusan kuliah. Penelitian ini bertujuan membuat alat ukur kematangan karir yang bernama Career Maturity Attitudes Competencies (CMAC) yang terdiri dari subtest attitude dan competencies. Tujuan dari pembuatan alat ukur CMAC ini untuk melihat properti psikometri yang terdiri dari person reliability dan item reliability, koefiesien alpha cronbach, person and item separation index, construct validity (unidimensionalitas), dan item-person variable map. Responden penelitian merupakan siswa SMA dan SMK di Bangka Belitung sebanyak 464 orang. Analisis psikometri penelitian ini menggunakan item response theory dengan pemodelan Rasch. Hasil analisis psikometri menyatakan bahwa alat ukur CMAC memenuhi kriteria psikometri yang baik pada masing-masing subtes. Alat ukur CMAC dapat digunakan sebagai landasan bagi guru Bimbingan Konseling maupun guru lain untuk mengetahui kematangan karir siswa, yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam program intervensi pengembangan karir siswanya di sekolah.ABSTRACTCareer maturity is an essential process in choosing a student's career. The existence of a measuring instrument that is able to measure the career maturity of students certainly has a good impact on the career guidance and counseling activities of students in schools for career selection and college majors. This study constructs a career maturity measurement tool for Career Maturity Attitudes Competencies (CMAC) which consists of attitude and competencies subtests. The purpose of constructing CMAC is to see psychometric properties consisting of person reliability and item reliability, Cronbach's alpha coefficient, person and item separation index, construct validity (unidimensionality), and item-person variable map. Research respondents are high school and vocational students in Bangka Belitung as many as 464 people. The psychometric analysis of this study uses item response theory with the Rasch Model. The results of the psychometric analysis state that the CMAC measurement tool meets good psychometric criteria in each subtest. The CMAC measurement tool can be used as a basis for Guidance and Counseling teachers and other teachers to determine the career maturity of students, the results of which can be used in career development intervention programs for students at school.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN REKAN KERJA DAN STRES KERJA DENGAN PRESENTEEISM Purnama, Rahmad; Sholeha, Riska Laelatul
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2168

Abstract

Setiap instansi mempunyai harapan untuk berkembang pesat secara internal dan menginginkan terciptanya kinerja yang tinggi dalam bidang pekerjaan. Tingginya beban dan tuntutan kerja akan berdampak negatif pada performa kerja seseorang. Produktivitasnya menurun dikarenakan permasalahan kesehatan baik itu fisik maupun psikologis sehingga terjadi penurunan performa kerja bila dibanding ketika dalam kondisi sehat. Penurunan produktivitas serta kualitas kerja akan memicu terjadinya perilaku presenteeism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Subjek penelitian ini sebanyak 37 pegawai menggunakan teknik sampling purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala presenteeism (α=0,891), skala dukungan rekan kerja (α=0,896), dan skala stres kerja (α=0,944). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi berganda, nilai koefisien korelasi (r) yang didapat adalah 0.691 dengan taraf signifikan p = 0.000 (p < 0.01). Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan presenteeism. 
KELEKATAN IBU MEMBENTUK KEYAKINAN YANG KUAT TERHADAP ATURAN: ANALISIS MODEL KONTROL SOSIAL PERILAKU REMAJA BERISIKO PENYALAHGUNA NAPZA Purwandari, Eny; Lestari, Rini
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2431

Abstract

ABSTRAKPerilaku penyalahgunaan NAPZA sebagai bentuk penyimpangan perilaku yang harus dikontrol agar tidak terjadi peningkatan penyalahgunaan dan kerugian di berbagai sektor kehidupan, baik ekonomi, kesehatan, sosial, maupun individu yang bersangkutan. Keluarga sebagai salah satu lembaga kontrol sosial mempunyai pengaruh yang kuat terhadap munculnya perilaku penyalahgunaan NAPZA. Teori kontrol sosial akan mengkaji fungsi keluarga, khususnya ibu dalam membentuk keyakinan terhadap aturan pada kasus penyalahgunaan NAPZA. Subjek penelitian ini adalah remaja yang menunjukkan risiko penyalahgunaan NAPZA sebanyak 241 remaja (usia 15-17 tahun)  dengan cluster random sampling dengan kriteria inklusif harus tinggal Bersama kedua orang tua. Data dianalisis dengan menggunakan structural equation model (SEM) dengan indikator indeks kecocokan model GFI = 0,925; CFI=908; AGFI=0,879; TLI=0,874; estimasi kelekatan ibu-anak terhadap keyakinan aturan sebesar 0,41, dan estasi keyakinan aturan terhadap risiko penyalahgunaan napza sebesar -0,35. Hasil menunjukkan bahwa kelekatan ibu-anak lebih berperan dibandingkan kelekatan ayah dalam membentuk keyakinan terhadap aturan seorang remaja sehingga mampu mengurangi risiko penyalahgunaan NAPZA. Implikasinya peran ibu dapat lebih ditingkatkan dalam pengasuhan agar mampu memberikan rasa nyaman pada anak dengan pengetahuan dan ketrampilannya, sehingga transmisi nilai, aturan terinternalisasi pada diri anak.ABSTRACTDrug abuse behavior is a kind of behavioral deviance that needs to be managed in order to prevent abuse and losses in the social, health, economic, and individual domains of life from increasing. The establishment of drug misuse behavior is significantly influenced by the family as a social control institution. According to social control theory, the role of the mother in particular in setting family norms about drug misuse will be investigated. Cluster random selection was used to choose 241 teens (15–17 years old) who met the inclusionary criterion of having to live with both parents and shown a risk of drug misuse. A structural equation model (SEM) was used to evaluate the data. The model fit index indicator was GFI = 0.925; CFI = 908; AGFI = 0.879; TLI = 0.874. The estimate of rule beliefs' relationship to the likelihood of drug abuse was -0.35, and the estimate of mother-child attachment to rule beliefs was 0.41. The findings indicate that, in order to lower the likelihood of drug usage, a teen's attitudes about regulations are formed more by their mother and child than by their father. The inference is that the mother's role in raising her child can be further developed so that she can use her knowledge and abilities to comfort the child and help the youngster internalize the rules and values that have been imparted to them.
PENERAPAN MODUL LITERASI DASAR KESEHATAN MENTAL REMAJA Novianty, Anita; Sokang, Yasinta Astin; Paramita, Widia; Angela, Vivian; Bertrand, Jonathan; Rachel, Kathleen
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2567

Abstract

ABSTRAKPrevalensi kasus gangguan mental pada remaja terus meningkat tiap tahunnya, akan tetapi tidak diikuti dengan peningkatan akses ke penanganan profesional. Remaja justru seringkali mencari bantuan ke pertolongan informal seperti keluarga / teman sebaya, bahkan beberapa dari mereka menyembunyikannya karena takut dengan stigma publik. Hal ini menandai rendahnya literasi kesehatan mental pada remaja dan perlu ada intervensi untuk meningkatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan dan menguji efektivitas modul literasi dasar kesehatan mental remaja pada siswa/i di sekolah. Kerangka kerja yang digunakan adalah penelitian tindakan berbasis partisipasi masyarakat dalam mengembangkan tiap modul. Partisipan studi ini terdiri dari siswa/i SMP dan SMA di sekolah swasta yang sukarela untuk berpartisipasi. Teknik sampling yang digunakan dalam studi ini adalah convenience sampling. Desain dari penelitian ini menggunakan one group pretest–posttest without controlled group design. Partisipan penelitian ini adalah siswa/i SMP dan SMA yang sukarela terlibat aktif. Analisis data dilakukan dengan paired sample t-test. Hasil menunjukkan ada perbedaan signifikan hasil sebelum dan sesudah intervensi pada modul fisik, emosi dengan jumlah partisipan kecil, kognitif, dan literasi kesehatan mental. Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan hasil sebelum dan sesudah intervensi pada modul sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan modul literasi dasar kesehatan mental dapat diterapkan pada siswa/i SMP dan SMA di setting sekolah. Secara teoritis, studi ini menerapkan konsep literasi kesehatan mental positif untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam mempromosikan kesehatan mental. Studi ini juga merekomendasikan pentingnya pertimbangan jumlah audiens, durasi waktu, cara penyampaian, serta model intervensi yang tepat sasaran untuk mengubah pengetahuan dan sikap.ABSTRACTThe prevalence of mental disorders among adolescents is increasing annually, yet access to professional treatment is not keeping pace. Instead, adolescents frequently turn to informal sources of support, such as family and peers, and some even conceal their struggles due to the fear of public stigma. This underscores the inadequate level of mental health literacy among adolescents and the necessity for interventions to enhance it. This study aimed to implement and evaluate the effectiveness of a basic adolescent mental health literacy module toward high school students at school. Community participatory action research was used as the framework in developing the module. The participants consisted of junior and senior high school students in private schools who voluntarily participated in this study. Convenience sampling was employed in this study. The study design was a one-group pretest-posttest with no controlled group design. Data instruments were developed by researchers for each module. Data analysis was conducted using paired sample t-tests. The results indicate significant differences between pre- and post-test mean scores in physical, emotional (with small sample size), cognitive, and mental health literacy modules. However, there was no significant difference in the social module. It can be concluded these basic mental health literacy modules can be implemented among junior and senior high school students in school setting. Theoretically, this study applied positive mental health literacy concept to improve adolescent’s knowledge regarding promoting mental health. This study also recommended to consider the capacity of participants, duration, the content delivery, as well as the best intervention model to change the knowledge and attitude.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SEBAGAI MEDIATOR ANTARA OTONOMI TERHADAP KINERJA PADA GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Hastuti, Evi Srinur; Pratami, Dewi Arpi; Firdasannah, Astri
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2330

Abstract

Mitigasi ketertinggalan pembelajaran atau learning loss akibat pandemi dilakukan dengan menyederhanakan kurikulum berupa kurikulum merdeka belajar yang sudah mulai diimplementasikan pada tahun 2022. Melalui kurikulum merdeka belajar, diharapkan guru bisa memiliki otonomi dalam mendesain dan menentukan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kinerja seiring dengan meningkatnya kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini yaitu melihat pengaruh otonomi terhadap kinerja dengan melalui variabel mediasi yaitu kesejahteraan psikologis. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah Guru SMA yang menyelenggarakan kurikulum merdeka belajar di Kota Bandung diambil menggunakan teknik sampling yaitu proportional random sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan verifikatif menggunakan uji mediasi sobel test. Hasil analisis menunjukkan bahwa otonomi dapat berpengaruh langsung terhadap kinerja dan dapat juga berpengaruh tidak langsung melalui kesejahteraan psikologi sebagai mediasi dengan besar pengaruh langsung yaitu 0,010. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian t-hitung > t-tabel (3,149 > 1,984) maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan koefisien mediasi sebesar 1,702 signifikan, artinya terdapat pengaruh signifikan antara otonomi (X) terhadap kinerja (Y) melalui mediasi kesejahteraan psikologi (Z).

Page 9 of 12 | Total Record : 117