cover
Contact Name
Juni Santo Sihotang
Contact Email
junssihotang@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
jurnalareopagus@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Areopagus : Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen
ISSN : 16935772     EISSN : 26231670     DOI : https://doi.org/10.46965/ja.v18i1
Jurnal Areopagus merupakan salah satu pengelola jurnal yang menghimpun karya ilmiah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu tentang Teologi, Pastoral Konseling,Musik Gerejawi, dan Pendidikan Kristen yang semuanya berhubungan dengan perkembangan dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang berkembang pada saat ini.
Articles 186 Documents
Pengaruh Kinerja Dosen dan Pelayanan Administrasi Terhadap Kepuasan Mahasiswa Prodi S2 MPK Pascasarjana IAKN Tarutung Rajagukguk, Pasu J. P.
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 1 (2024): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i1.326

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji seberapa pengaruh kinerja dosen dan pelayanan administrasi terhadap kepuasan mahasiswa di prodi S2 Manajemen Pendidikan Kristen Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Untuk melaksanakan penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan metode kuantitatif. Jumlah responden pada penelitian ini yaitu 30 orang mahasiswa. Setelah data diolah didapatkan bahwa kinerja dosen paedagogis sebesar 15,70%, kepribadian sebesar 15,90%, Profesional sebesar 19,40% dan sosial sebesar 7,60%. Sedangkan untuk pelayanan administrasi tangibles sebesar 14,40%, responsiveness sebesar 14,60%, reability sebesar 7,57%, emphaty sebesar 7,90% dan assurance sebesar 7,90%. Berdasarkan hasil data yang dianalisis uji t bahwa variabel kinerja dosen secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dengan t hitung sebesar 2,871 t tabel sebesar 2,0518 dengan nilai sig sebesar 0,008 nilai alpha 0,05. Pada variabel pelayanan administrasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa yang dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 3,488 t tabel sebesar 2,0518 dengan nilai sig  0,002 nilai alpha 0,05. Pada hasil uji f penelitian ini memperoleh f hitung sebesar 19,791  dan nilai sig sebesar 0,000 nilai alpha 0,05. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Koefisien determinasi sebesar 0,594 yang berarti variabel kinerja dosen (X1) dan pelayanan administrasi (X2) mampu mempengaruhi kepuasan mahasiswa sebesar 59,40% dan selebihnya 40.60% dipengaruhi oleh factor lain. Model persamaan regresi linear berganda Y=2,163+0,281X1+0,479X2+e. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja dosen secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa. oleh sebab itu, adanya kinerja dosen dan pelayanan administrasi yang berkualitas merupakan suatu hal yang dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa.
Memperkecil Dampak Negatif Sosial Media Terhadap Identitas Diri Remaja Manurung, Haris Benaya; Paulus, Yanto
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2588

Abstract

Adolescence is the transition from childhood to adulthood, which usually occurs between the ages of 10 and 21. In this phase, teenagers are very easily influenced by social media, which has now become an inseparable part of their lives. This research uses a qualitative method with a literature study approach and analysis of existing literature. Various parties, including parents, schools, and churches, play an important role in reducing the adverse effects of social media on teenagers. Cooperation between all parties is needed to take preventive measures so that teenagers are not influenced by negative content on social media and can maintain their identity in accordance with Christian values. 
Lima (5) Syarat Keteladanan Kepemimpinan Menurut Paulus dalam 1 Timotius 4:12 dan Manfaatnya Bagi Pemimpin Kristen Gea, Ibelala
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2585

Abstract

Artikel ini didasarkan oleh kenyataan bahwa pada zaman ini cenderung kesulitan menemukan pemimpin yang dapat dijadikan figur teladan, terutama pada komunitas pelayan Kristen. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library, eksposisi 1 Timotius 4:12. Tujuan penelitian hendak menjelaskan ke-5 (lima) keteladanan menurut telogia Paulus berdasarkan 1 Timotius 4:12, guna diimplementasikan dalam pelayanan kepemimpinan umat Kristen ditengah situasi kehidupan sosial masa kini. Ke-5 (lima) keteladanan telogi tersebut adalah teladaan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Hasil dari penelitian artikel ini adalah bahwa menurut teologi Paulus menjadi pelayan pada berbagai profesi apapun, selalu betolak dari panggilan Tuhan sebagai syarat utama, itulah yang memampukan menjadi teladan (tupos).Sedangkan  kompetensi dan syat-syarat yang lain hanyalah sebagai pelengkap. Ke-5 (lima). Keteladanan  itu dimulai dari perkataan dan diakhiri dengan kesucian menjadi standar untuk membangun integritas dan tanggungjawab kepemimpinan para pelayan yang berintegritas berkualitas.
Faktor-Faktor Penghambat Belajar Orang Dewasa Sitohang, Debora; Eunike, Sumingse; Harefa, Meiman Berkat; Silalahi, Parningotan; Mariana, Shinta; Sitorus, Hisardo
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2583

Abstract

Pembelajaran orang dewasa memiliki tantangan unik yang berbeda dari anak-anak, termasuk hambatan waktu akibat tanggung jawab pekerjaan dan keluarga, kelelahan fisik, kurangnya kepercayaan diri, serta keterbatasan akses atau keterampilan teknologi. Studi ini mengeksplorasi hambatan-hambatan tersebut melalui studi kasus seorang karyawan bernama Siti yang mengikuti program pendidikan lanjutan. Siti menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kelelahan, dan kurangnya dukungan teknologi, yang memengaruhi proses belajarnya. Solusi yang diusulkan mencakup pengelolaan waktu yang lebih baik, pelatihan teknologi, serta dukungan emosional dari keluarga dan mentor. Dengan strategi yang tepat, hambatan belajar ini dapat diminimalkan sehingga memungkinkan orang dewasa untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan, baik formal maupun informal. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi institusi pendidikan dan organisasi dalam menciptakan program pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.
Imago Dei: Refleksi Teologis Kejadian 1:26-28 Terhadap Kesadaran Diri Orang Kristen Ndruru, Beriaman; Daeli, Jovial; Bambangan, Malik
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2584

Abstract

Allah telah menciptakan manusia itu segambar dan serupa dengan diri-Nya, dan Allah menempatkan manusia sebagai makhluk paling mulia dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling mulia menunjuk kepada hubungannya dengan Allah jauh berbeda dengan ciptaan lain. Namun pada realitanya manusia itu hidup tidak seperti yang dikehendaki Allah, manusia melakukan sesuai dengan kehendak dirinya sendiri. Ketidaktaatan kepada perintah Allah membuat manusia itu jatuh ke dalam dosa dan merusak hubungan manusia dengan Allah. Konsekuensi dari dosa juga merusak citra diri manusia sebagai ciptaan yang mulia. Kecenderungan manusia adalah merusak dirinya dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang berkontradiksi dalam landasan firman Tuhan. Manusia tidak lagi melakukan seperti yang Allah kehendaki bagi dirinya, sebab itu gambaran Allah dalam dirinya telah rusak, membuat manusia tidak memiliki kemampuan untuk bersatu kembali dengan Allah. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk memberikan sebuah refleksi teologis mengubah paradigma lama manusia tentang keberadaan dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah yang mulia dan memberikan kesadaran kepada manusia untuk memahami konsep hidupnya yang telah dibaharui oleh Allah melalui Kristus. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif murni yaitu menemukan data atau informasi melalui sumber artikel, jurnal, buku dan peneliti-peneliti lainnya. Hasil dari penelitian ini untuk menjadikan orang percaya hidup berkualitas dan berintegritas dalam mengikuti Tuhan. Bahkan menjadi generasi Kristen yang menyadari akan keberadaan diri sebagai ciptaan Allah yang paling mulia serta menajadi makhluk ciptaan Allah hidup dengan penuh bertanggungjawab.
Teladan Keteguhan Iman Musa Kepada TUHAN Sebagai Pemimpin (Keluaran 14:13-14) Alopen, Oktofiana; Zendrato, Putri Teroriang; Bambangan, Malik
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keteguhan iman Musa sebagai pemimpin bangsa Israel serta keyakinannya kepada janji Tuhan, yang tercermin dalam Keluaran 14:13-14. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, menganalisis teks Alkitab untuk menggali makna dari respons Musa terhadap krisis rohani yang dihadapi bangsa Israel, ketika berada dalam situasi terjepit antara Laut Teberau dan pasukan Mesir yang sedang mengejar mereka. Eksegesis dilakukan melalui studi pustaka terhadap teks Alkitab, terjemahan yang relevan, serta literatur buku teologis, dan jurnal yang membahas kepemimpinan dan iman pemimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteguhan hati Musa dalam memimpin dan keyakinannya kepada janji Tuhan tampak dalam seluruh tindakan iman dan perbuatannya. Musa mengajarkan bahwa pemimpin harus mengandalkan Tuhan ketika menghadapi tantangan di depan mata, bahkan ketika situasi tampak tidak menguntungkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keteguhan hati dan keyakinan Musa menjadi teladan penting bagi pemimpin masa kini, yang dapat belajar untuk mengandalkan iman kepada Tuhan sebagai dasar dalam menghadapi krisis dan mengambil keputusan penting dalam kepemimpinan Kristen.
Kritik Terhadap Orang Kaya (Eksposisi Lukas 16:19-31) Sagala, Ronal; Situmeang, Chintya Megaria
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2592

Abstract

Kemiskinan menjadi fakta dan masalah sosial yang sangat krusial yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia dan gereja yang masih terlihat sampai sekarang. Oleh karena itu dalam hal ini pemerintah dan gereja harus lebih peka dalam menangani masalah kemiskinan ini. Kemiskinan adalah keadaan di mana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat untuk memenuhi kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, kemiskinan juga dapat terjadi di setiap wilayah dan negara, termasuk di negara-negara yang tergolong negara maju. Kemiskinan juga dapat dilihat sebagai kondisi kolektif yang dialami oleh masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian inilah keseluruhan negara bisa dianggap miskin, dan biasanya negara-negara yang masyarakatnya dianggap miskin disebut sebagai negara berkembang. Injil Lukas adalah salah satu Injil yang membahas kehidupan iman Kristen di dalam praktek hidup sehari-hari, dengan jumlah dan penekanan tema tentang kemiskinan dan kekayaan. Ada banyak materi dalam Injil Lukas yang menekankan hak istimewa kaum miskin dan penghukuman terhadap orang kaya. Hal ini yang kemudian membuat Injil Lukas disebut sebagai Injil orang miskin karena tema umum tentang kemiskinan yang lebih banyak menonjol. Dengan pendekatan deskriptif dan analisis, penulis ingin menyoroti kritikan Lukas terhadap orang kaya pada masa itu dan implikasinya dengan konteks masyarakat dan gereja di Indonesia.
Kajian Teologis Pelayanan Holistik Gereja Berdasarkan Lukas 4:18-19 Bagi Penjangkauan Suku Anak Dalam di Pos PI GKLI SAD Kuamang Kuning Aritonang, Donna
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2607

Abstract

Suku Anak Dalam termasuk dalam salah satu suku yang tertinggal dan termasuk dalam kategori miskin yang ditandai dengan status kesehatan yang buruk, kekurangan air bersih, sanitasi yang buruk, resiko kelaparan, lingkungan kumuh serta tingkat pendidikan yang rendah dan Kebanyakan dari mereka masih beragama tradisional. Pelayanan holistik mengacu kepada pelayanan Yesus dalam Injil Lukas sangat relevan dan dibutuhkan sebagai jawaban untuk mengentaskan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pelayanan holistik atau prinsip-prinsip pelayanan holistik berbasis Injil Lukas, strategi penjangkauan Suku Anak Dalam di Pos PI GKLI SAD Kuamang Kuning serta mendeskripsikan praktik pelayanan holistik gereja di Pos PI GKLI SAD Kuamang Kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dimana Peneliti mengumpulkan data melalui observasi partisipasi, wawancara dan dokumentasi kemudian mendeskripsikan penelitian berupa kata-kata secara tertulis. Untuk memeriksa validitas peneliti menggunakan triangulasi sumber penelitian yang berbeda melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai pembanding data tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa Strategi penjangkauan Suku Anak Dalam di Pos PI GKLI SAD telah diupayakan sejalan dengan perintisan jemaat yang alkitabiah sebagai upaya untuk membangun dan mengembangkan komunitas Suku Anak Dalam menjadi Pos PI yang baru di lokasi atau lingkungan tempat tinggal mereka di kawasan kebun Sawit HTI. GKLI Kuamang Kuning sebagai gereja induk melalui pelayannya juga telah berupaya menerapkan praktik pelayanan yang holistik bagi Suku Anak Dalam di Pos PI GKLI SAD Kuamang Kuning yang mencakup aspek jasmani dan rohani dengan meniru dan meneladani pelayanan Yesus yang holistik. Pelayanan ini secara perlahan telah menampakkan perubahan yang positif bagi kehidupan kaum Sanak tersebut, namun masih tetap memerlukan perhatian dan pendampingan yang serius dari para pelayannya dan juga dukungan doa, motivasi dan dana agar Injil Kristus sampai kepada orang-orang yang terabaikan dan kehidupan layak mereka dapatkan.
Munus Triplex Christi dan Implementasinya Bagi Pelayan Gereja Leonardo, Edy; Lubis, Bernard Bistok; Tarigan, Iwan Setiawan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2608

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari munus triplex Christi, yaitu peran Kristus sebagai Imam, Nabi dan Raja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang kondisi alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) serta data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar.Konsep munus triplex Christi menekankan tiga fungsi utama Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja, yang sangat relevan bagi pelayan gereja dalam menjalankan tugas mereka. Pelayan gereja diharapkan menyampaikan firman Tuhan dengan keberanian, melayani dengan pengorbanan, dan memimpin dengan kasih untuk menciptakan komunitas yang harmonis. Implementasi fungsi ini membutuhkan pemahaman teologis yang mendalam, keterampilan interpersonal, serta komitmen untuk terus belajar. Dengan menginternalisasi dan menerapkan ketiga fungsi ini, pelayan gereja dapat lebih efektif memberdayakan jemaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penulis mendorong pelayan untuk terus menerapkan ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pelayanan mereka mencerminkan karakter Kristus dan memenuhi panggilan ilahi.
Peran Guru PAK dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Berdasarkan Ulangan 6:7-9 Lomakai, Debi Yolanda; Padalani, Jean Putri; Bambangan, Malik
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2402

Abstract

The Role of Christian Religious Education Teachers in Shaping Students’ Character Based on Deuteronomy 6:7-9 The role of Christian Religious Education (CATE) teachers in shaping students' character is pivotal in the context of moral and spiritual education. This paper elucidates how Deuteronomy 6:7-9, which directs parents to educate their children in the ways of the Lord, can be applied within the formal education setting. Deuteronomy 6:7-9 emphasizes the importance of continuously educating children about God’s laws, both at home and in school. In this regard, CATE teachers play a key role as educational agents who help convey spiritual and moral values to students. CATE teachers have the responsibility not only to impart knowledge of the Christian faith but also to guide students in understanding and internalizing the moral values inherent in God's teachings. Through consistent and directed instruction, CATE teachers can help shape students' character in accordance with the principles outlined in Deuteronomy 6:7-9. In the modern education context, CATE teachers also serve as exemplary models in living out Christian values in everyday life. By being consistent and authentic examples, CATE teachers can inspire students to develop strong and responsible characters in line with God's teachings. Thus, this paper concludes that the role of CATE teachers in shaping students' character based on Deuteronomy 6:7-9 is highly significant. Through teaching, guidance, and good examples, CATE teachers can assist students in gaining a deep understanding of Christian values and applying them in their daily lives.