cover
Contact Name
Juni Santo Sihotang
Contact Email
junssihotang@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
jurnalareopagus@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Areopagus : Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen
ISSN : 16935772     EISSN : 26231670     DOI : https://doi.org/10.46965/ja.v18i1
Jurnal Areopagus merupakan salah satu pengelola jurnal yang menghimpun karya ilmiah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu tentang Teologi, Pastoral Konseling,Musik Gerejawi, dan Pendidikan Kristen yang semuanya berhubungan dengan perkembangan dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang berkembang pada saat ini.
Articles 186 Documents
Teaching Methods for Keyboard Accompaniment in Worship Songs: A Study at GPII Ebenhaezer Yogyakarta Febrianto, Yusuf; Samosir, Tanesya Hotris
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 1 (2024): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i1.2478

Abstract

The limited number of musicians in churches across Indonesia, including GPII Ebenhaezer Yogyakarta, remains a common issue. To address this challenge, this study proposes keyboard teaching as a potential solution. Successful knowledge transfer requires the application of appropriate teaching methods. This research uses a qualitative method with an action research approach, focusing on keyboard teaching at GPII Ebenhaezer Yogyakarta. The sample was selected through purposive sampling, involving three youths as participants. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the lecture, demonstration, imitation, drill, and recitation methods are effective in teaching keyboard accompaniment for worship songs. Despite variations in participants' responses and understanding, all achieved the expected learning outcomes.
Exploring Youth Worship Interest: The Impact of Full-band Music at HKBP Yogyakarta Sitorus, Michael Putra Pratama; Samosir, Tanesya Hotris
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2479

Abstract

This study investigates the impact of full-band music on the interest of youth in Sunday worship at HKBP Yogyakarta. Utilizing a quantitative research method, the independent variable is full-band music, while the dependent variable is the interest of young congregants. A sample of 67 individuals was drawn from a population of 670 using random sampling techniques. Data collection involved observations, interviews, questionnaires, and documentation. The questionnaire, based on indicators of interest and musical elements, was validated for reliability using a Likert scale. Results indicate a significant positive correlation between full-band music and youth interest, with a coefficient of determination (r²) of 0.26. This suggests that while full-band music positively influences youth engagement, 74% of their interest is affected by other factors. This research contributes to enhancing worship music services at HKBP Yogyakarta and offers insights for future studies on the role of worship music in engaging youth. The findings aim to serve as a reference for academics and practitioners seeking to improve the quality of worship music.
Konsep Kristus Tentang Pelayanan Holistik Menurut Injil Sinoptis Sitompul, Sabar Rudi; Antonius, Seri
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 1 (2024): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i1.2381

Abstract

Konsep pelayanan holistik Yesus Kristus tertanam kuat dalam Injil Sinoptik yaitu dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas.  Setiap pelayanan-Nya, kita ketahui bahwa Yesus tidak hanya fokus pada keselamatan rohani, tetapi juga memperhatikan kebutuhan fisik, sosial, dan emosional manusia. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan holistik merupakan aspek integral dari misi Yesus di dunia. Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang dilakukan secara menyeluruh, yang mencakup seluruh aspek hidup manusia. Pengabaian terhadap salah satu aspek hidup manusia akan membuat pelayanan terhambat atau mengalami rintangan. Disamping itu setiap pemberita Injil perlu memiliki secara langsung bagaimana konsep Kristus tentang pelayanan Holistik menurut Sinoptis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi literatur yang berkaitan dengan konsep Kristus tentang pelayanan holistik menurut injil sinoptik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelami lebih dalam konsep pelayanan holistik Yesus Kristus sebagaimana yang digambarkan dalam Injil Sinoptik. Dengan menggali makna terdalam dari kisah-kisah dan ajaran Yesus, diharapkan kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang esensi pelayanan holistik dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam konteks kehidupan masa kini.
Desain Kurikulum dan Pengembangan PAK Dalam Bentuk Nyanyian Dengan Minat Beribadah Sekolah Minggu Gereja HKBP Tindoan Laut Tahun 2024 Simanjuntak, Lesti; Pasaribu, Andar Gunawan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi desain kurikulum dan pengembangan PAK dalam bentuk nyanyian dengan minat beribadah sekolah minggu gereja HKBP Tindoan Laut tahun 2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara yang melibatkan tiga guru Sekolah Minggu, 15 orang tua anak, dan 15 anak yang aktif mengikuti kegiatan Sekolah Minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyanyian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat anak dalam kegiatan Sekolah Minggu. Guru-guru menyatakan bahwa nyanyian berfungsi sebagai media yang efektif untuk menyampaikan firman Tuhan dan meningkatkan partisipasi anak. Orang tua mengungkapkan bahwa lagu-lagu rohani membantu anak-anak lebih antusias dan termotivasi untuk mengikuti Sekolah Minggu. Anak-anak menyatakan bahwa nyanyian memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, membantu mereka memahami cerita Alkitab, dan meningkatkan kedekatan mereka dengan Tuhan.`
Implementasi Teologi, Etika Kristen dan Gereja Sebagai Antisipatif Isu LGBTQ Siregar, Jakaban; Pasaribu, Andar Gunawan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2512

Abstract

Penelitian ini secara khusus mengkaji fenomena isu LGBTQdi Indonesia. Adapun pokok masalah yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: Pertama, bagaimana pandangan Alkitab terhadap seks dan LGBTQ. Kedua, bagaimana etika Kristen memandang isu LGBTQ. Ketiga, bagaimana respons gereja terhadap masalah LGBTQ. Keempat, apa saja langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah LGBTQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis, sebuah studi kepustakaan, untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menghasilkan proposisi baru terkait topik tersebut. Penelitian ini memperoleh beberapa kesimpulan, bahwa Allah adalah kudus dan telah menciptakan seks sebagai sesuatu yang pada dasarnya mulia dan suci, bukan sebagai hal yang buruk dan menjijikan, di mana hanya ada jenis kelamain laki-laki dan perempuan. Secara teologis, tindakan seksual yang termasuk dalam LGBTQ dipandang sebagai penyimpangan dari ketetapan Allah yang kudus. Alkitab dengan tegas melarang hubungan sesama jenis dan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak wajar, tindakan memalukan, kekejian di hadapan Tuhan, serta sesuatu yang tidak akan mewarisi kerajaan Allah. Untuk mengantisipasi dan menanggulangi isu LGBTQ, diperlukan langkah-langkah seperti pembinaan keluarga (parenting), pendidikan seks sejak dini, bimbingan oleh gereja, dan layanan konseling. 
Tindakan Penistaan Agama di Indonesia (Sebuah Tinjauan Etis Dari Perspektif Kristen) Silalahi, Lelitetti; Marbun, Rencan Carisma
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2550

Abstract

Penistaan agama merupakan persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia yang semakin tinggi frekuensi kepidanaannya dari tahun ke tahun dan sangat mempengaruhi kerukunan dan persatuan di Tengah Masyarakat. Tulisan ini bertujuan supaya masyarakat memahami bagaimana penistaan agama dan proses menanggulanginya. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptik dengan studi literatur yang relevan untuk dijadikan bahan analisis. Hasil dari penelitian ini diharapkan bahwa orang percaya atau gereja bertanggungjawab bersama umat beragama lain merawat kerukunan dalam fenomenologi keberagamaan di Indonesia. Orang percaya dapat menciptakan kerukunan dan memperkokoh persatuan melalui kontribusi sikap etis Kristen di ruang public. Kemajemukan harus tetap dirawat dan dikawal dengan tindakan moderat, beragama dengan sungguh-sungguh tanpa mencela agama lain. Maka saling menghormati dalam kemajemukan di negara Indonesia ini menjadi cara tersendiri memperkokoh kerukunan untuk menciptakan negara rukun dan damai.
Memahami dan Menangani Perselingkuhan Dalam Pernikahan Kristen: Sebuah Pendekatan Berbasis Teologi Alkitab Silitonga, Masriana; Marbun, Rencan Carisma
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang Perselingkuhan dalam Pernikahan Kristen dan bagaimana cara menanganinya melalui pendekatan berbasis teologi Alkitab. Perselingkuhan merupakan hubungan antara seseorang yang sudah menikah dengan orang yang bukan pasangannya yang sah. Perselingkuhan fisik melibatkan hubungan seksual dengan seseorang di luar pasangan utama, sedangkan perselingkuhan emosional melibatkan pengembangan hubungan emosional yang kuat dengan orang lain selain pasangannya. Penyebab perselingkuhan sendiri bermacam-macam. Lebih dari 80 persen pria mengaku berselingkuh bukan dengan wanita yang lebih menarik secara fisik dibandingkan istrinya. Alkitab dengan tegas mengutuk perselingkuhan. Dalam beberapa ayat, seperti Maleakhi 2:14-16 dan Ibrani 13:4, kita dapat melihat bahwa Tuhan sangat membenci perselingkuhan. Pernikahan dianggap sebagai ikatan suci yang seharusnya dijaga dengan kesetiaan penuh. Perselingkuhan bukan hanya melanggar janji pernikahan, tetapi juga menyakiti hati Tuhan. Dampaknya sangat luas, mempengaruhi individu dan pasangan secara psikologis, sosial, dan emosional. Perselingkuhan dapat meruntuhkan keharmonisan rumah tangga lewat perceraian serta merusak kebahagiaan anak-anak.
Kontribusi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen dalam Menanamkan Nilai Moderasi Beragama melalui Pendidikan Literasi Digital Parai', Nelsi; Serdianus, Serdianus
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 1 (2024): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i1.2396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana peran mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Institut Agama Kristen Negeri Toraja dalam menanamkan nilai moderasi beragama yang diterapkan dalam bentuk pendidikan literasi digital. Selain itu, juga bertujuan untuk memulihkan kembali teknologi digital sebagai suatu bentuk pendidikan literasi dalam menunjang toleransi beragama. Untuk mengembangkan penelitian tersebut, maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif-analisis untuk menggambarkan kenyataan yang terjadi dalam masyarakat dengan model pendidikan literasi digital oleh mahasiswa PAK IAKN Toraja. Metode kualitatif diterapkan dengan mengambil sumber dari literatur-literatur terpercaya, seperti buku, artikel dan sumber internet yang relevan.  Dalam mengembangkan penelitian ini maka teori yang digunakan oleh penulis adalah teori tentang moderasi beragama yang dikembangkan oleh kementerian agama RI, yang juga dikembangkan oleh Agus Akhmadi dalam karyanya yang berjudul moderasi beragama diera digital. Hal ini juga dikembangkan oleh Adarias dan beberapa penulis lainnya yang membahas tentang model pendidikan dalam dunia digital. Hasil yang diharapkan dari penelitian tersebut adalah bahwa pendidikan literasi digital dapat menjadi cara salah satu cara yang diterapkan oleh mahasiswa PAK IAKN Toraja dalam menanamkan nilai moderasi beragama demi kemajuan bangsa Indonesia yang lebih baik.The research aims to find the role of PAK IAKN Toraja students in instilling the value of religious moderation in digital literacy education. In addition, it also aims to restore digital technology as a form of literacy education in supporting religious tolerance. To develop this research, the authors use qualitative research methods, with a descriptive-analysis approach to describe the reality that occurs in society with the digital literacy education model by Pak IAKN Toraja students. Qualitative methods are applied by taking sources from trusted literature, such as books, articles, and relevant internet sources. In developing this research, the theory used by the author is a theory of religious moderation developed by the Indonesian Ministry of Religion, which Agus Akhmadi also developed in his work entitled Religious Moderation Digital Diera. This was also developed by Adarias and several other writers who discussed the educational model in the digital world. The expected result of the research is that PAK IAKN Toraja students can apply digital literacy education in instilling the value of religious moderation for the progress of the Indonesian nation.  
Menggali Makna Simbolik Peletakan Tanduk Kerbau Dalam Kematian Saur Matua Sesuai Adat Batak Toba Purba, Helen Angelita; Aritonang, Hanna Dewi; Gea, Ibelala
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2560

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna peletakan tanduk kerbau pada kuburan dalam kematian saur matua adat Batak Toba di Desa Lumban Purba Sosorgonting, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan empiris-analisis-reflektif melalui wawancara terbuka. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Lumban Purba yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan, dengan sampel yang dipakai dalam penelitian ini yakni 10 orang tokoh dan tetua adat di daerah Lumban Purba Sosorgonting dan beberapa desa lainnya yang terdapat pada daerah Humbang Hasundutan yang dipilih secara selektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan makna terhadap peletakan tanduk kerbau sebelum dan sesudah kekristenan. 1. Sebelum masuknya kekristenan makna peletakan tanduk kerbau pada kuburan yaitu: a. Sebagai pertanda bahwa yang meninggal tersebut sudah menyelesaikan adat saur matua. b. Sebagai pertanda bagi orang yang melihat kuburan tersebut bahwa orang yang meninggal tersebut adalah orang saur matua (orang tua yang memiliki umur yang panjang dan sudah memiliki keturunan dari anaknya yang laki-laki dan perempuan) dalam adat Batak. 2. Namun setelah masuknya ajaran kekristenan yang ditinjau dalam perspektif Richard niebuhr kemudian sedikit berubah makna. Sekarang peletakan tanduk kerbau pada kuburan mulai dipahami sebagai simbolis jalan untuk menyampaikan persembahan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan karena sudah memberikan kelancaran pada saat menyelesaikan adat saur matua dan sudah mencapai tingkatan kematian tertinggi dalam adat Batak yakni memberikan umur panjang sampai melihat keturunan dari anaknya laki-laki dan perempuan. Dari perspektif Richard Niebuhr hasil penelitian mengemukakan bahwa relasi agama dan budaya di Desa Lumban Purba Sosorgonting lebih tepatnya ialah agama akan selalu sejalan dengan adat dan agama telah mentransformasikan budaya. Hal ini dapat dilihat dengan mentransformasikan yang artinya mengubah sedikit pemaknaan upacara tersebut dimana kita semula hanya sebagai pertanda sudah saur matua dan sudah menyelesaikan adat saur matua, sekarang kita mengucapkan rasa syukur kita sudah boleh mencapai tingkatan kematian tertinggi dalam adat Batak (saur matua).
Menerjemahkan Literasi Digital dalam Aksi (Studi terhadap Literasi Digital Pendidikan Dasar di SD Bala Keselamatan Porelea dalam Tinjauan Filsafat Pendidikan Driyarkara) Tonta, Rex Firenze
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2484

Abstract

Artikel ini berfokus untuk membahas literasi digital di SD Bala Keselamatan Porelea, yang dilakukan oleh para guru dan juga nantinya akan melihat peran penting orang tua. Dalam tulisan ini juga akan dibahas tentang pemikiran filsafat pendidikan Nicolaus Driyarkara. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pentingnya literasi digital, apalagi jika berhadapan dengan konteks ambivalen dunia digital (yang di satu sisi mendatangkan begitu banyak kemudahan, namun di sisi lain juga terdapat bahaya-bahaya yang menyertainya). Dan akan menjelaskan gagasan “pemanusiaan manusia muda” oleh Nicolaus Driyarkara sebagai basis penting untuk melihat bahwa peran guru dan orang tua perlu terlibat dalam membimbing dan menuntun anak. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini ialah kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka dan wawancara terhadap beberapa guru di SD Bala Keselamatan Porelea. Temuan dalam tulisan ini adalah bahwa literasi digital kepada anak didik telah dilakukan oleh para guru, namun perlu terus menerus dilakukan artinya dalam keluarga orang tua juga harus terlibat, dalam mendidik anaknya agar punya kemampuan dan kecakapan tertentu. Sehingga basis filsafat pendidikan Driyarkara sebagai pemanusiaan manusia muda menjadi mungkin dalam konteks dunia digital seperti saat ini.