cover
Contact Name
Firman RL Silalahi
Contact Email
uppmpolbangtanmedan@gmail.com
Phone
+62618451544
Journal Mail Official
agricaekstensia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Binjai KM. 10 Tromol Pos 18 Medan
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Agrica Ekstensia
ISSN : 19785054     EISSN : 27159493     DOI : https://doi.org/10.55127/ae
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrica Ekstensia adalah jurnal ilmiah Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Indonesia yang menyajikan artikel ilmiah dari hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal ilmiah ini terbit secara berkala 2 kali setahun : 1. Juni 2. Desember Focus and Scope Jurnal Agrica Ekstensia merupakan jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Medan (Polbangtan Medan) yang berlokasi di Medan yang terbit pertama kali pada tahun 2007. Jurnal Agrica Ekstensia merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian terkait isu-isu pengembangan pertanian terutama difokuskan dalam pengembangan kajian ilmu-ilmu dalam beberapa bidang, antara lain: Penyuluhan Pertanian, Budidaya Pertanian, Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis, Pemberdayaan Masyarakat. Agrica Ekstensia Journal is a journal managed by Agricultural Development Polytechnic of Medan (Polbangtan Medan) located in Medan, which was first published in 2007. Agrica Ekstensia Journal is a scientific journal publishing articles or scientific works resulting from research related to agricultural development issues mainly focused on development study of sciences in several fields, including: Extension of Agriculture, Agricultural Cultivation, Processing of Agricultural Products, Agribusiness, Community Empowerment.
Articles 92 Documents
MOTIVASI PEKEBUN DALAM MENERAPKAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES TANAMAN KOPI DI KECAMATAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA Manurung, Yeny Widianata; Nora, Silvia; Butarbutar, Yenny Laura
Agrica Ekstensia Vol 18 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i2.219

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat motivasi pekebun dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap motivasi pekebun dalam menerapkan Good Agriculture Practices pada tanaman kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada April sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu kuisioner, wawancara, dan observasi. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat motivasi pekebun dalam menerapkan GAP tanaman kopi arabika tergolong tinggi dengan persentase sebesar 81,04%. Selanjutnya hasil analisis regresi linier berganda faktor-faktor pendapatan (X1), pengalaman berusahatani (X2), pendidikan formal (X3), jumlah tanggungan keluarga (X4), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), dan ketersediaan sarana produksi (X7) berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam menerapkan GAP secara simultan. Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam menerapkan GAP adalah pengalaman berusahatani (X2), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), dan ketersediaan sarana produksi (X7). Sedangkan variabel bebas pendapatan (X1), pendidikan formal (X3), dan jumlah tanggungan (X4) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi ekonomi dan sosial (Y).
PEMANFAATAN TEKNOLOGI GIS PADA PROGRAM PENDAMPINGAN PERLUASAN AREAL TANAM PADI DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT Wahyudi, Dedi; Riyadi, Azis H; Butar, Samuel B.; Sitinjak, Agus S.; Solin, Bakti D
Agrica Ekstensia Vol 18 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i2.223

Abstract

Pelaporan Perluasan Areal Tanam (PAT) padi di Kabupaten Pakpak Bharat menghadapi permasalahan signifikan, di mana proses survei yang dilakukan secara acak di lapangan sering kali menghasilkan pelaporan data yang lambat dan tidak akurat. Selain itu, seringkali terjadi tumpang tindih dengan data luas baku sawah tadah hujan dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS) dalam pelaporan data PAT padi sawah, khususnya pada kegiatan pendampingan Program Antisipasi Darurat Pangan di Kabupaten Pakpak Bharat. Metode yang digunakan adalah tracking menggunakan aplikasi Avenza Maps, dengan survei lapangan pada 17 titik koordinat yang merepresentasikan area sawah tadah hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi tracking sawah tadah hujan melalui pemanfatan teknologi GIS sebesar 100% dengan capaian PAT padi sawah sebesar 1.204%. Penerapan peta GIS melalui aplikasi Avenza Maps terbukti sangat bermanfaat dalam membantu memvisualisasikan data, meningkatkan akurasi dan akselerasi pelaporan perluasan areal tanam padi di Kabupaten Pakpak Bharat.
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU TANI DI KABUPATEN SUKOHARJO Khasanah, Siti Uswatun; Padmaningrum, Dwiningtyas; Rusdiyana, Eksa
Agrica Ekstensia Vol 18 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i2.225

Abstract

Kartu tani adalah sarana akses perbankan yang digunakan sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi sebagai solusi terkait permasalahan mahalnya harga pupuk. Pelaksanaan program kartu tani masih mengalami beberapa permasalahan sehingga menghambat pelaksanaan dan pencapaian tujuan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program kartu tani di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan lokasi penelitian secara purposive. Jumlah informan ditentukan secara purposive sebanyak 22 orang. Data dikumpulkan dengan observasi non partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian adalah sebagai berikut. Program kartu tani di Kabupaten Sukoharjo telah diimplementasikan sejak tahun 2018. Pelaksanaan program kartu tani di Kabupaten Sukoharjo melewati beberapa tahapan, yaitu: koordinasi, sosialisasi, pendaftaran, penyusunan RDKK, penerbitan dan pendistribusian kartu tani, penggunaan kartu tani oleh petani, dan verifikasi dan validasi kartu tani. Pihak-pihak yang terlibat dan memiliki peran tersendiri dalam pelaksanaan program kartu tani, yaitu pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, penyuluh pertanian, kelompok tani, petani, kios pupuk lengkap, dan bank BRI. Evaluasi implementasi program kartu tani ditemukan adanya kekurangan, yaitu jumlah pupuk tidak sesuai dengan ajuan RDKK, keterlambatan datangnya pupuk, harga pupuk melebihi HET, petani tidak aktif mengumpulkan berkas penyusunan RDKK dan pengambilan kartu tani. Sedangkan implementasi yang sudah berjalan dengan baik, yaitu: jenis pupuk dan mutunya sesuai dengan kebutuhan; sumber daya manusia pihak dinas pertanian, penyuluh pertanian, KPL, dan pihak bank telah memberikan layanan yang baik untuk petani; dan komunikasi antar pihak sudah berjalan dengan baik.
EVALUASI PENERAPAN PERTANIAN ORGANIK Latifah, Nur; Padmaningrum, Dwiningtyas; Rusdiyana, Eksa
Agrica Ekstensia Vol 18 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i2.226

Abstract

Di Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah, terdapat dua desa yang telah melaksanakan pertanian padi organik, yaitu Desa Gentungan di Kecamatan Mojogedang dan Desa Karangpandan di Kecamatan Karangpandan. Keberadaan pertanian padi organik di kedua desa tersebut menarik untuk dikaji tentang kondisi-kondisi yang ada dan yang terjadi dalam mendukung penerapan pertanian padi organik. Tujuan dari pengkajian ini adalah evaluasi kondisi-kondisi pendukung dan yang terjadi pada penerapan pertanian padi organik di Desa Gentungan dan Desa Karangpandan. Untuk evaluasi digunakan evaluasi model Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Data dikumpulkan dari 21 informan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Validitas data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini ditinjau dari aspek context, Desa Gentungan lebih mendukung untuk penerapan pertanian organik dibandingkan Desa Karangpandan karena menjadikan pertanian padi organik sebagai pekerjaan utama dan memiliki kebijakan pendukung dari pemerintah kabupaten. Dari aspek Input, Desa Gentungan lebih mendukung karena sumber daya manusia, dana, sarana prasarana, dan organisasi pendukung dapat terpenuhi. Dari aspek Process, Desa Karangpandan lebih mendukung karena pada perlakuan pertanian organiknya lebih lengkap. Dari aspek Product, Desa Gentungan lebih mendukung karena produk dikemas dan dijual dalam kemasan berlabel. Sehingga secara garis besar pertanian padi organik di Desa Gentungan lebih mendukung dibandingkan di Desa Karangpandan.
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP KARAKTER MORFO-FISIOLOGI JAGUNG MANIS Wati, Cheppy; Sulistyowati, Dwiwanti; Krisnawati, Endang; Musyarofah, Neni; Adirianto, Bayu
Agrica Ekstensia Vol 18 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i2.230

Abstract

Jagung manis merupakan produk pangan strategis nasional yang berpotensi untuk dikembangkan, namun permasalahan kurangnya lahan garapan. Salah satu cara mengatasinya dengan menanam tanaman jagung sistem pertanaman berganda sebagai tanaman sela di bawah tegakan naungan, upaya ini dilakukan untuk mengefisiensikan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian telah dilaksanakan pada Juli 2023 sampai November 2023 di Kebun Percobaan Pasir Kuda IPB, Dramaga, Bogor. Penelitian disusun dengan rancangan petak tersarang (Nested Design) dengan petak utama adalah naungan dan anak petak adalah 25 genotip jagung hibrida. Faktor naungan terdiri atas 4 taraf, yaitu 0%, 25%, 50%, dan 75%. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, diameter batang, klorofil a dan b, karotenoid, total klorofil, kerapatan trikoma, panjang dan diameter tongkol, serta bobot tongkol dengan dan tanpa kelobot. Hasil yang diperoleh bahwa penggunaan naungan berpengaruh terhadap karakter morfologi tanaman dan fisiologi. Hasil tanaman jagung manis mengalami penurunan seiring dengan peningkatan persentase naungan. Tanaman jagung lebih toleran pada kondisi lahan dengan intensitas cahaya matahari penuh. Lima genotip jagung manis terbaik lebih toleran pada intensitas cahaya rendah yaitu genotip Eksotik, Paragon, Talenta, Golden Boy, dan F1 SM12-2 x T10-3.
MOTIVASI PETANI DALAM PENERAPAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES (GAP) PADA TANAMAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.) DI KECAMATAN ULU PUNGKUT KABUPATEN MANDAILING NATAL PROVINSI SUMATERA UTARA Pulungan, Septi Arlina; Arman, Iman; Perangin-Angin, Mawar Indah Br; Silalahi, Firman RL
Agrica Ekstensia Vol 19 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i1.215

Abstract

Pengkajian ini memiliki tujuan untuk menganalisis tingkat motivasi serta faktor-faktor yang memengaruhi motivasi petani terhadap penerapan good agriculture practices (GAP) pada tanaman kopi arabika (Coffea arabica L) di Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini dilaksankan pada bulan April sampai Mei 2024. Metode pengkajian dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengkajian ini melibatkan cara pengambilan data berupa teknik observasi, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner. Populasi pada pengkajian ini berjumlah 156 petani, kemudian dirumuskan menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sampel sebanyak 61 petani. Untuk menganalisis tingkat motivai petani digunakan skala likert dan diinterpretasikan menggunakan garis kontinum dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi motivasi digunakan uji parsial. Hasil pengkajian menyimpulkan bahwa tingkat motivasi petani terhadap penerapan good agriculture practices (GAP) pada tanaman kopi arabika (Coffea arabica L) di Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dalam kategori sangat tinggi dengan persentase 84,70%. Sedangkan faktor-faktor umur, pengalaman berusaha tani, luas lahan, dukungan sosial, dan peran penyuluh berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam penerapan GAP pada tanaman kopi arabika. Sementara faktor-faktor tingkat pendidikan formal dan pendapatan berpengaruh tidak signifikan.
INTEGRASI PASAR TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Ihsan; Asaad, Mhd; Sitepu, Rasidin Karo Karo
Agrica Ekstensia Vol 19 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i1.247

Abstract

Fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS) menjadi permasalahan utama petani kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pembentukan harga pasar TBS di Deli Serdang, dan (2) mengetahui integrasi harga pasar TBS di Tingkat Kabupaten Deliserdang dengan harga pasar TBS di tingkat Nasional. Metode analisis menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) dengan data series 1994 – 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan TBS di Kabupaten Deliserdang sekitar 80.45% disumbangkan oleh harga TBS di Kabupaten Deliserdang itu sendiri, sekitar 5.32% disumbangkan oleh Harga TBS di Tingkat Nasional, 13.07% disumbangkan oleh harga CPO Nasional dan 1.16% disumbangkan oleh produksi Kelapa Sawit. Dalam jangka pendek tidak terjadi integrasi antara pasar TBS di Kabupaten Deli Serdang. Hal ini disebabkan karena market power yang rendah, dan transmisi harga vertical dari Tingkat Provinsi ke Tingkat Kabupaten masih rendah. Sementara, dalam jangka Panjang, terdapat integrasi pasar antara harga pasar TBS Tingkat Kabupaten dengan harga pasar TBS di Tingkat Nasional, CPO serta harga CPO di pasar Nasional. Integrasi pasar TBS di Tingkat Kabupaten dengan Nasional dan pasar CPO Nasional menyebabkan ketergantungan pasar TBS Deli Serdang terhadap gejolak pasar CPO Nasional dan dunia, sehingga pengembangan hilirisasi Kelapa Sawit menjadi suatu Solusi untuk mengurangi ketergantungan ekspor CPO.
OPTIMALISASI KONSENTRASI AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA) UNTUK PERTUMBUHAN IN VITRO TANAMAN KRISAN (CHRYSANTHEMUM SP.) Musmar, Musdalifah; Mansyur; Armita, Devi
Agrica Ekstensia Vol 19 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i1.249

Abstract

Krisan (Chrysanthemum morifolium) adalah tanaman bunga hias yang berasal dari Cina. Tanaman ini sering diperbanyak dengan kultur jaringan karena memungkinkan perbanyakan cepat dalam jumlah besar dan waktu singkat serta kualitas yang konsisten. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan perbanyakan melalui kultur jaringan adalah media yang digunakan. Pada penelitian ini dilakukan perbanyakan tanaman krisan pada media Murashige & Skoog (MS) dengan penambahan air kelapa (Cocos nucifera) karena mengandung berbagai zat penting terutama hormon. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimal air kelapa dalam media MS untuk memaksimalkan pertumbuhan in vitro tanaman krisan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor dengan empat taraf konsentrasi air kelapa pada media MS yaitu 50 ml/L, 60 ml/L, 100 ml/L, dan 150 ml/L dengan masing-masing 3 ulangan. Data dianalisis secara statistik dengan uji ANOVA taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup eksplan, tinggi planlet, jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan penambahan air kelapa pada media MS menghasilkan persentase hidup eksplan tertinggi pada konsentrasi 100 ml/L sebanyak 100%. Parameter jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi planlet juga menunjukkan nilai tertinggi pada konsentrasi tersebut, yaitu dengan rata-rata masing-masing 3,8 tunas, 5,7 helai daun dan 3,2 cm secara berturut-turut. Hasil ini berbeda signifikan secara statistik dengan konsentrasi lainnya. Dapat disimpulkan bahwa penambahan air kelapa pada media MS dengan konsentrasi 100 ml/L menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan terbaik untuk tanaman krisan. Sehingga direkomendasikan penggunaan air kelapa sebagai bahan tambahan pada media kultur jaringan sebagai pengganti zat pengatur tumbuh.
PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENDUKUNG PRODUKTIVITAS USAHATANI SORGUM DI DESA PATIHAN KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN Rahayu, Sri; Ariyani, Aminah Happy Moninthofa; Destiarni, Resti Prastika
Agrica Ekstensia Vol 19 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i1.250

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman serealia yang mampu tumbuh di lahan marginal. Desa Patihan merupakan salah satu desa yang membudidayakan sorgum dengan petani tergabung dalam Kelompok Tani Makmur Tiga dan Empat. Peran kelompok tani sangat penting dalam kegiatan usahatani. Namun, peran kelompok tani terhadap usahatani sorgum di Desa Patihan masih kurang sehingga menyebabkan produktivitas sorgum tidak maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1) mengetahui peran kelompok tani dalam mendukung produktivitas sorgum; (2) mengetahui hubungan antara peran kelompok tani terhadap produktivitas sorgum. Jumlah sampel sebanyak 36 petani dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dan korelasi rank spearman dengan variabel independen kelas belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi serta variabel dependen yaitu produktivitas sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi termasuk dalam kategori berperan. Berdasarkan analisis korelasi rank spearman menunjukkan bahwa indikator peran kelompok tani yang memiliki hubungan signifikan terhadap produktivitas yaitu indikator kelas belajar, tetapi pada indikator wahana kerjasama dan unit produksi tidak memiliki hubungan signifikan. Kelompok tani diharapkan tetap mempetahankan keberadaan kelompok tani, mengaplikasikan informasi yang diberikan oleh penyuluh, serta memperluas akses pasar dengan melakukan kerjasama dengan pihak lembaga pasar.
FORMULASI TEPUNG TERIGU DENGAN PASTA SUKUN DAN LAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN TERHADAP MUTU KIMIAFISIK MI BASAH Manurung, Hotman; Naibaho, Benika; Josafat Alexander, Irving; Manalu, Judika
Agrica Ekstensia Vol 19 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i1.255

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menilai dampak substitusi sebagian tepung terigu dengan pasta sukun serta pengaruh lama penyimpanan terhadap sifat kimia dan fisik mi basah. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah proporsi tepung terigu dan pasta sukun yang terdiri atas empat level: P0 (100%:0%), P1 (85%:15%), P2 (70%:30%), dan P3 (55%:45%). Faktor kedua adalah durasi penyimpanan pada suhu dingin (0–4°C), yaitu L0 (0 hari), L1 (3 hari), L2 (6 hari), dan L3 (9 hari). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antar perlakuan, digunakan uji lanjut Duncan dengan tingkat signifikansi 5% (p = 0,05). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang signifikan antara perbandingan tepung terigu dan pasta sukun serta waktu penyimpanan terhadap karakteristik kimia, fisik, dan sensoris mi basah. Kadar air tertinggi tercatat pada perlakuan P3L3 sebesar 57,570%, sedangkan kadar abu tertinggi juga ditemukan pada perlakuan yang sama sebesar 0,551%, dan kadar terendah sebesar 0,192% pada P0L1. Kadar protein tertinggi tercapai pada P2L1 dengan nilai 7,64%, sementara kadar terendah sebesar 5,98% diperoleh dari P0L3. Dalam uji elastisitas, nilai tertinggi ditemukan pada kombinasi P0L3 sebesar 26,18 cm, sedangkan nilai terendah 5,76 cm pada P3L2. Penilaian organoleptik menunjukkan bahwa skorewarna tertinggi adalah 3,70 (P1L1) dan skoreterendah 2,07 (P1L2). Untuk aroma, skoretertinggi 3,35 diperoleh dari P0L1, dan skoreterendah 1,67 dari P1L2. Sementara itu, skorerasa tertinggi sebesar 3,42 dicapai pada P0L1, dan nilai terendah 2,30 tercatat pada P0L2. Berdasarkan rata-rata tertinggi dari parameter organoleptik (warna, aroma, dan rasa), kombinasi terbaik diperoleh pada perlakuan P1L1, yaitu formulasi dengan 85% tepung terigu dan 15% pasta sukun yang disimpan selama 3 hari.

Page 9 of 10 | Total Record : 92