cover
Contact Name
Taufik Agung Pranowo
Contact Email
taufikagung@upy.ac.id
Phone
+6287719079467
Journal Mail Official
gcounsbkupy@upy.ac.id
Editorial Address
gcounsbkupy@upy.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25416782     EISSN : 25806467     DOI : https://doi.org/10.31316/g.couns.v4
Core Subject : Science, Education,
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,093 Documents
Need-Assessment sebagai Kunci Perencanaan Program BK Komprehensif: Kajian Systematic Literature Review Cahyaningtyas, Kania; Suherman, Uman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7412

Abstract

Need assessment adalah fondasi penting dalam perencanaan program bimbingan dan konseling (BK) komprehensif. Dengan memahami kebutuhan khusus setiap siswa secara terstruktur, konselor dapat menyesuaikan program BK agar lebih sesuai, sehingga menghasilkan intervensi dan sistem pendukung yang lebih efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya asesmen kebutuhan siswa untuk memahami berbagai dimensi kebutuhan, seperti pribadi, sosial, belajar dan karier. Penelitian ini menggunakan metode PRISMA dalam systematic literature review untuk menyeleksi 20 artikel relevan untuk mengeksplorasi keterlibatan siswa, integasi teknologi, dan strategi asesmen. Prosesnya mencakup penentuan pertanyaan, pemilihan sumber, dan penyaringan ketat agar hasilnya tepat. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi seperti aplikasi digital dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan data, sementara keterlibatan aktif siswa memastikan hasil yang relevan dan valid. Tantangan utama dalam program BK adalah rendahnya partisipasi siswa dan keterbatasan sumber daya. Solusinya dapat berupa pelatihan konselor dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini membantu konselor merancang program BK yang lebih efektif dan menegaskan pentingnya need assessment dalam manajemen BK. Kata kunci: need assessment, perencanaan program, bimbingan dan konseling, teknologi
Analisis Hubungan Kelekatan Teman Sebaya Dan Religiositas Dengan Kecerdasan Emosi Remaja Yang Tinggal Di Panti Asuhan Di Manado Moningkey, Regina Fidelia; A. Rachmad Djati Winarno
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7439

Abstract

Kecerdasan emosi berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis individu serta menjaga relasi dengan Tuhan dan sesama. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kontribusi kelekatan teman sebaya dan religiositas terhadap kecerdasan emosi remaja yang tinggal di panti asuhan di Manado. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 85 partisipan remaja berusia 12–22 tahun, dipilih menggunakan teknik purposive sampling di tiga panti asuhan di Sulawesi Utara. Instrumen yang digunakan meliputi Peer Attachment Inventory, The Centrality of Religiosity Scale (CRS), dan EI questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kelekatan teman sebaya dengan kecerdasan emosi (p = 0,017), religiositas dengan kecerdasan emosi (p = 0,042), serta hubungan simultan keduanya dengan kecerdasan emosi (p = 0,017). Implikasi penelitian ini menciptakan peluang dalam mengembangkan program intervensi berbasis sosial budaya serta spiritualitas agama bagi kesejahteraan emosional dan psikologis remaja di panti asuhan. Kata kunci: kelekatan teman sebaya, religiositas, kecerdasan emosi, remaja panti asuhan
Gambaran Parenting Self-Efficacy Pada Ibu yang Memiliki Anak Autisme Spectrum Disorder (ASD) Puspita Anggraeni; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7535

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi mengenai parenting self-efficacy pada ibu yang memiliki anak Autisme Spectrum Disorder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini merupakan dua orang ibu yang memiliki anak Autisme Spectrum Disorder dengan berbeda jenis kelamin 1 perempuan dan 1 laki-laki. Penelitian ini menerapkan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur. Peneliti menggunakan teknik analisis data secara langsung dengan pengkodean melalui beberapa tahapan yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan melalui proses triangulasi. Jenis triangulasi yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu melalui triangulasi data. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus memiliki parenting self-efficacy yang tinggi, meskipun pada aspek discipline dan aspek health masih kurang optimal namun ibu selalu memberikan yang terbaik terhadap tumbuh kembang anak, seperti selalu konsisten mengajari anak untuk mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kata kunci: Autisme Spectrum Disorder, Ibu, Parenting self efficacy
Religious Education as a Moderator of Social Media's Impact on Cyberbullying and Mental Health Ghiyatuddin Muhammad Asfahani; Sadam Fajar Shodiq
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7558

Abstract

Social media is one of the innovations in today's technological advances. Various forms of convenience provided by social media make it the largest platform for helping users, including students, to communicate, discuss, or search for information virtually. However, the presence of social media also hurts its users, especially students. Therefore, this study aims to determine the extent to which social media use influences cyberbullying behavior and the mental health of students. And consider the significant role that religious education plays in moderating the use of social media. This study uses quantitative research methods using a Likert scale survey processed with SmartPLS. In this study, 236 students from two junior high schools were selected for sampling. The findings show that social media use has a significant effect on cyberbullying behaviour and students' mental health, while religious education only moderates the impact of social media on mental health. Thus, it is expected that this research will provide insight for parents, teachers, and students on the importance of religious education as a preventive factor in the wise use of social media. Keywords: social media, cyberbullying, mental health, religious education
Hubungan Fear of Missing Out dengan Impulsive Buying Pada Remaja Penggemar K-Pop di Purwokerto Riyanto, Imelda Amabel; Murti, Heru Astikasari Setya
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7573

Abstract

Adanya perkembangan K-Pop yang marak di Indonesia membuat penggemarnya untuk ingin selalu melekat dengan idola nya. Hal ini yang menjadi pendorong bagi penggemar, terutama remaja untuk selalu membeli barang-barang yang berkaitan dengan idola nya secara impulsif. Pembelian spontan ini disebut sebagai impulsive buying, yang dapat didorong melalui berbagai faktor, salah satunya adalah faktor psikologis yaitu Fear of Missing Out. Remaja yang mengalami FoMO akan merasa tertekan dan stres jika tertinggal suatu tren dibandingkan dengan temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara FoMO dengan impulsive buying pada remaja penggemar K-Pop di Purwokerto. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional kepada 115 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara FoMO dengan impulsive buying yang dilakukan oleh remaja penggemar K-Pop di Purwokerto. Sehingga individu, terutama remaja, diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampak psikologis FoMO, yang dapat memengaruhi perilaku konsumsi terhadap individu. Kata kunci: fear of missing out, impulsive buying, K-Pop, psikologi sosial, remaja
Emotion Regulation Strategies in Early Adult Women Who Have Been Involved in Non-Suicidal Self Injury Behavior Theresia Vanessa Yemima; Yusuf Tjahjo Purnomo
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi regulasi emosi pada wanita dewasa awal penyintas perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman hidup dan strategi regulasi emosi para wanita penyintas NSSI. Melalui wawancara dan analisis tematik, penelitian ini menemukan bahwa para wanita ini menggunakan berbagai strategi regulasi emosi, termasuk refleksi diri, mencari dukungan sosial, dan memprioritaskan perawatan diri. Namun, mereka juga menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengelola emosi mereka, yang sering dipicu oleh faktor eksternal seperti tekanan sosial dan siklus hormonal. Perasaan tidak diterima, masalah dalam hubungan interpersonal, dan pengalaman traumatis menjadi pemicu utama perilaku NSSI. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan sosial dalam regulasi emosi dan mengidentifikasi penggunaan alat seperti "roda emosi" sebagai cara yang efektif untuk membantu peserta mengenali dan mengelola emosi mereka. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman regulasi emosi pada wanita dewasa awal dengan NSSI, serta memberikan wawasan untuk intervensi yang lebih efektif. Kata kunci: regulasi emosi; non-suicidal self-injury; wanita dewasa awal; pendekatan fenomenologi; strategi regulasi emosi.
The Effect Of Work-Family Balance On Job Satisfaction Of Female Education Personnel At Yogyakarta State University: A Quantitative Study Pralestiningsih, Anik; Nurhayati, Siti Rohmah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7756

Abstract

This study aims to examine: (1) the work-family balance among female educational staff at Yogyakarta State University, (2) job satisfaction among female educational staff at Yogyakarta State University, and (3) the influence of work-family balance as a predictor of job satisfaction among female educational staff at Yogyakarta State University. This research employed a quantitative approach. The population consisted of all married female educational staff across 17 divisions at Yogyakarta State University, totaling 222 individuals. The sample, comprising 140 respondents, was selected using a proportional random sampling method. Data were collected using a work-family balance scale and a job satisfaction scale. Construct validity and reliability were tested using Cronbach’s Alpha. Data were analyzed using simple linear regression analysis. The results showed that: (1) the majority of respondents had a high level of work-family balance (84 individuals or 60.0%), (2) the majority had a high level of job satisfaction (81 individuals or 57.9%), and (3) simple linear regression analysis revealed a significant effect of work-family balance on job satisfaction (β = 1.215; p < 0.001), with a contribution of 34.7%, while the remaining 65.3% was influenced by other factors not included in the study variables. These findings highlight the importance of implementing work flexibility policies to enhance job satisfaction among female educational staff. Keywords: work-family balance, job satisfaction, universitas negeri yogyakarta
The Impact of Helicopter Parenting on Academic Self-Efficacy Among College Student: A Quantitative Study Hans Marcellino Santoso; Dewita Karema Sarajar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7869

Abstract

Early adult students face various academic and personal challenges that require a good level of self-efficacy. One factor that can influence academic self-efficacy is parenting style, particularly helicopter parenting, which is characterized by high levels of involvement and supervision of children. This study aims to investigate the impact of helicopter parenting on the academic self-efficacy of college students. The research method employed is quantitative, utilising a simple linear regression design. This research involved 215 respondents aged 18 to 25 years who are or have experienced helicopter parenting patterns. Regression analysis results showed a significant influence between helicopter parenting and academic self-efficacy, with a p-value of 0.005 (p < 0.05) and an R-squared value of 0.037%, indicating that helicopter parenting makes a significant contribution of 3.7%. These findings have implications for parents and educators in understanding the impact of helicopter parenting on academic self-efficacy and in implementing effective parenting patterns. Keywords: helicopter parenting, academic self-efficacy, college students, early adulthood; parenting style
The Role of Instagram in Enhancing Student Self-Disclosure: A Mixed-Methods Study on Students at SMA of Palangka Raya Norhidayah, Siti; Wahdah, Nurul; Surawan, Surawan; Jasiah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7902

Abstract

Teenagers widely use Instagram to express themselves, including self-disclosure. This study aims to analyze the role of Instagram in encouraging students' self-disclosure and the factors that influence it. Referring to the theory of intensity of social media use, as well as the five dimensions of self-disclosure, this study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design, involving 111 students from class XI at SMAN 4 Palangka Raya. Quantitative results revealed a positive correlation between Instagram usage intensity and self-disclosure (r = 0.476), accounting for 22.6% of the variance. Qualitatively, four main factors were found: purpose of use, type of content, trust in followers, and perception of privacy. The findings confirm that Instagram can be a positive tool for self-disclosure when used with an emphasis on ethical and privacy awareness. Educators and parents are expected to play an active role in students' digital literacy. Keywords: role, instagram media, self-disclosure, students
Depression in the Wake of Cyberbullying: A Gender-Sensitive Study Among Indonesian Adolescents Gelsie Theresa Prameswary Rasubala; Wahyuni Kristinawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7991

Abstract

This study aims to explore the relationship between cyberbullying victimization and depression in Indonesian adolescents aged 14–19 years with a quantitative correlational approach. The research sample consisted of 154 respondents, selected through incidental sampling, and data were collected using an online questionnaire. The instruments used are the Cyber-Victimization Scale (CYBVICS) to measure the level of cyberbullying victimization and the Beck Depression Inventory-II (BDI-II) to measure symptoms of depression. The results of the analysis showed that in adolescent boys, there was a significant positive relationship between cyberbullying victimization and depression, while in teenage girls, the relationship was not significant. Statistical tests also showed that the data distribution for depression variables was normally distributed, while for cyberbullying victimization was not. However, the relationships between variables are assumed to be linear. These findings provide important insights into the different psychological responses between genders to cyberbullying and its implications for prevention interventions and the management of adolescent mental health problems in the digital age. Keywords: cyberbullying, gender, adolescents

Page 65 of 110 | Total Record : 1093


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 02: April 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 1 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 5 No. 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue