cover
Contact Name
Taufik Agung Pranowo
Contact Email
taufikagung@upy.ac.id
Phone
+6287719079467
Journal Mail Official
gcounsbkupy@upy.ac.id
Editorial Address
gcounsbkupy@upy.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25416782     EISSN : 25806467     DOI : https://doi.org/10.31316/g.couns.v4
Core Subject : Science, Education,
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 997 Documents
Challenges of Married Life for Couples Who Married at an Early Age Around the World, Seen from the Driving Factors and Solution Strategies Elin Maulida Rahmawati; Mahmudah; Andi Kiswanto; Dewi Asiyah; Lela Nurlaila
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8353

Abstract

Early marriage is a common problem in low- and middle-income developing countries, bringing health, emotional, sexual, and social consequences. These challenges vary by country. This study aims to explore the challenges of early marriage, including its drivers and strategies for addressing them. This study employed a systematic literature review using the Scopus and Google Scholar databases, as they offer broad and credible academic coverage. Of the 151 articles identified, only 10 met the inclusion criteria, which included topic relevance, language, full-text accessibility, and a clear methodology. The results showed that couples who marry early are generally not physically and psychologically ready to assume the roles of husband and wife. Factors driving early marriage include residence, religion, limited access to education, poverty, family cultural structure, and low individual autonomy. One strategy for addressing this is through marriage counseling, which helps women plan pregnancies and prevent the negative impacts of early pregnancy. Keywords: early marriage, family, marriage counseling
Teachers’ Perspectives on the Need for Integrating Guidance and Counseling Services in Schools Damanik, Cristin Mutiara; Budi Astuti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.6390

Abstract

The integration of Guidance and Counseling (BK) services at SMP Negeri 1 Bagan Sinembah, Riau, has not been implemented in accordance with the provisions of Law Number 20 of 2003 on the National Education System. This study aims to evaluate teachers' perceptions of the need for integrating BK services. The research method employed is a quantitative approach, utilizing a survey that involved 35 teachers as respondents. The results show that the majority of respondents (31.43%) fall into the "Moderate" category regarding the need for BK services, followed by the "Low" and "High" categories, each at 25.71%. Data analysis using correlation tests indicates a positive relationship between perspective and teaching experience, with a correlation coefficient of 0.290 (p < 0.05), suggesting that the higher the teaching experience, the more positive the perspective on the importance of BK services. The conclusions of this study can provide valuable insights for education policymakers, highlighting the importance of increasing teacher awareness through regular training and workshops, as well as collaborating with guidance and counseling professionals to integrate guidance and counseling services at SMP Negeri 1 Bagan Sinembah. Keywords: integration of guidance and counseling services, teachers’ perspectives, need for guidance and counseling services
Pengembangan Model Bimbingan Interpersonal Untuk Siswa Sekolah Dasar Di Kota Pangkalpinang (Tinjauan Kecenderungan Perilaku Bullying Di Sekolah Dasar) Hevitria; Said Akhmad Maulana; Muhamad Tohir; Ropita
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7067

Abstract

Kurangnya model interpersonal yang optimal dalam membimbing menyebabkan siswa bertingkah laku yang menyimpang secara sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bimbingan interpersonal siswa SD di Kota Pangkalpinang. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D. Produk pengembangan berupa buku model bimbingan interpersonal untuk siswa SD. Subjek penelitian ini adalah siswa SD kelas tinggi. Subjek uji skala kecil berjumlah 10 orang, sedangkan skala besar berjumlah 60 siswa. Instrumen pengumpulan data yakni observasi, angket siswa, lembar validasi, wawancara guru, dan angket respon guru. Teknik analisis data meliputi analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian pengembangan produk model interpersonal untuk siswa SD di Kota Pangkalpinang dinilai valid dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara bimbingan interpersonal dan perilaku verbal bullying di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini diharapkan anak mendapatkan pengarahan dan bimbingan orang tua serta guru dalam menumbuhkembangkan bimbingan interpersonal anak. Kata kunci: bimbingan, interpersonal,  bullying
Systematic Literature Review: Memanfaatkan dan Mewaspadai Calling Terhadap Well-Being Pada Guru Citraningrum, Dian Asri; Kurniawati, Farida
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7137

Abstract

Meskipun kelelahan dan stres kerja pada guru mengakibatkan well-being yang rendah dan memicu niat berhenti bekerja, namun sebagian guru tetap memilih bertahan pada profesinya. Studi ini meneliti peran calling pada berbagai penelitian terhadap well-being. Proses penelitian berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic  Review  and  Meta-Analysis (PRISMA). Sebanyak 2.480 data penelitian diperoleh dari enam database dan sumber lainnya. Hasil screening sebanyak 8 penelitian dianalisis dan disintesis. Hasil tinjauan menemukan dampak positif calling terhadap well-being pada guru, meskipun adanya temuan yang berbeda-beda terhadap job satisfaction dan pengalaman afeksi. Inkonsistensi ini disebabkan oleh kondisi kerja yang buruk dan dedikasi yang tinggi. Penelitian ini menyarankan stakeholder, pendidik, tenaga kependidikan, praktisi, lembaga pendidikan, serta instansi terkait agar mempertimbangkan faktor calling untuk meningkatkan well-being pada guru. Kata kunci: calling, well-being, guru, systematic literature review
Integrasi Nilai Budaya Upah-Upah Tondi Dalam Praktik Layanan Bimbingan dan Konseling Sitorus, Indah Purnama Sari; Indreswari, Henny; Bariyyah, Khairul
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7252

Abstract

Penelitian ini menganalisis integrasi nilai budaya upah-upah tondi dalam layanan bimbingan dan konseling di Indonesia dengan menyaring 30 artikel awal menjadi 8 artikel yang relevan. Tradisi upah-upah tondi, yang mengandung nilai sosial, spiritual, dan kearifan lokal, berpotensi memperkuat hubungan emosional antara konselor dan konseli. Penelitian ini menekankan pentingnya penghargaan terhadap keragaman budaya dalam praktik konseling. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan model PRISMA, meliputi identifikasi, penyaringan, dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Literatur dicari menggunakan kata kunci "nilai budaya," "upah-upah tondi," dan "layanan bimbingan konseling" di Google Scholar. Hasilnya, 8 artikel dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai upah-upah tondi meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang menghargai keberagaman. Implikasi penelitian adalah pengembangan praktik bimbingan yang relevan dan kontekstual. Namun, penelitian ini terbatas pada jumlah artikel yang dianalisis dan belum mencakup studi empiris. Studi lanjutan disarankan memperluas cakupan literatur dan melibatkan penelitian empiris. Kata kunci: nilai budaya, upah-upah tondi, bimbingan dan konseling
Need-Assessment sebagai Kunci Perencanaan Program BK Komprehensif: Kajian Systematic Literature Review Cahyaningtyas, Kania; Suherman, Uman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7412

Abstract

Need assessment adalah fondasi penting dalam perencanaan program bimbingan dan konseling (BK) komprehensif. Dengan memahami kebutuhan khusus setiap siswa secara terstruktur, konselor dapat menyesuaikan program BK agar lebih sesuai, sehingga menghasilkan intervensi dan sistem pendukung yang lebih efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya asesmen kebutuhan siswa untuk memahami berbagai dimensi kebutuhan, seperti pribadi, sosial, belajar dan karier. Penelitian ini menggunakan metode PRISMA dalam systematic literature review untuk menyeleksi 20 artikel relevan untuk mengeksplorasi keterlibatan siswa, integasi teknologi, dan strategi asesmen. Prosesnya mencakup penentuan pertanyaan, pemilihan sumber, dan penyaringan ketat agar hasilnya tepat. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi seperti aplikasi digital dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan data, sementara keterlibatan aktif siswa memastikan hasil yang relevan dan valid. Tantangan utama dalam program BK adalah rendahnya partisipasi siswa dan keterbatasan sumber daya. Solusinya dapat berupa pelatihan konselor dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini membantu konselor merancang program BK yang lebih efektif dan menegaskan pentingnya need assessment dalam manajemen BK. Kata kunci: need assessment, perencanaan program, bimbingan dan konseling, teknologi
Gambaran Parenting Self-Efficacy Pada Ibu yang Memiliki Anak Autisme Spectrum Disorder (ASD) Puspita Anggraeni; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7535

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi mengenai parenting self-efficacy pada ibu yang memiliki anak Autisme Spectrum Disorder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini merupakan dua orang ibu yang memiliki anak Autisme Spectrum Disorder dengan berbeda jenis kelamin 1 perempuan dan 1 laki-laki. Penelitian ini menerapkan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur. Peneliti menggunakan teknik analisis data secara langsung dengan pengkodean melalui beberapa tahapan yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan melalui proses triangulasi. Jenis triangulasi yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu melalui triangulasi data. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus memiliki parenting self-efficacy yang tinggi, meskipun pada aspek discipline dan aspek health masih kurang optimal namun ibu selalu memberikan yang terbaik terhadap tumbuh kembang anak, seperti selalu konsisten mengajari anak untuk mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kata kunci: Autisme Spectrum Disorder, Ibu, Parenting self efficacy
Religious Education as a Moderator of Social Media's Impact on Cyberbullying and Mental Health Ghiyatuddin Muhammad Asfahani; Sadam Fajar Shodiq
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7558

Abstract

Social media is one of the innovations in today's technological advances. Various forms of convenience provided by social media make it the largest platform for helping users, including students, to communicate, discuss, or search for information virtually. However, the presence of social media also hurts its users, especially students. Therefore, this study aims to determine the extent to which social media use influences cyberbullying behavior and the mental health of students. And consider the significant role that religious education plays in moderating the use of social media. This study uses quantitative research methods using a Likert scale survey processed with SmartPLS. In this study, 236 students from two junior high schools were selected for sampling. The findings show that social media use has a significant effect on cyberbullying behaviour and students' mental health, while religious education only moderates the impact of social media on mental health. Thus, it is expected that this research will provide insight for parents, teachers, and students on the importance of religious education as a preventive factor in the wise use of social media. Keywords: social media, cyberbullying, mental health, religious education
Emotion Regulation Strategies in Early Adult Women Who Have Been Involved in Non-Suicidal Self Injury Behavior Theresia Vanessa Yemima; Yusuf Tjahjo Purnomo
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi regulasi emosi pada wanita dewasa awal penyintas perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman hidup dan strategi regulasi emosi para wanita penyintas NSSI. Melalui wawancara dan analisis tematik, penelitian ini menemukan bahwa para wanita ini menggunakan berbagai strategi regulasi emosi, termasuk refleksi diri, mencari dukungan sosial, dan memprioritaskan perawatan diri. Namun, mereka juga menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengelola emosi mereka, yang sering dipicu oleh faktor eksternal seperti tekanan sosial dan siklus hormonal. Perasaan tidak diterima, masalah dalam hubungan interpersonal, dan pengalaman traumatis menjadi pemicu utama perilaku NSSI. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan sosial dalam regulasi emosi dan mengidentifikasi penggunaan alat seperti "roda emosi" sebagai cara yang efektif untuk membantu peserta mengenali dan mengelola emosi mereka. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman regulasi emosi pada wanita dewasa awal dengan NSSI, serta memberikan wawasan untuk intervensi yang lebih efektif. Kata kunci: regulasi emosi; non-suicidal self-injury; wanita dewasa awal; pendekatan fenomenologi; strategi regulasi emosi.
The Effect Of Work-Family Balance On Job Satisfaction Of Female Education Personnel At Yogyakarta State University: A Quantitative Study Pralestiningsih, Anik; Nurhayati, Siti Rohmah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7756

Abstract

This study aims to examine: (1) the work-family balance among female educational staff at Yogyakarta State University, (2) job satisfaction among female educational staff at Yogyakarta State University, and (3) the influence of work-family balance as a predictor of job satisfaction among female educational staff at Yogyakarta State University. This research employed a quantitative approach. The population consisted of all married female educational staff across 17 divisions at Yogyakarta State University, totaling 222 individuals. The sample, comprising 140 respondents, was selected using a proportional random sampling method. Data were collected using a work-family balance scale and a job satisfaction scale. Construct validity and reliability were tested using Cronbach’s Alpha. Data were analyzed using simple linear regression analysis. The results showed that: (1) the majority of respondents had a high level of work-family balance (84 individuals or 60.0%), (2) the majority had a high level of job satisfaction (81 individuals or 57.9%), and (3) simple linear regression analysis revealed a significant effect of work-family balance on job satisfaction (β = 1.215; p < 0.001), with a contribution of 34.7%, while the remaining 65.3% was influenced by other factors not included in the study variables. These findings highlight the importance of implementing work flexibility policies to enhance job satisfaction among female educational staff. Keywords: work-family balance, job satisfaction, universitas negeri yogyakarta

Page 64 of 100 | Total Record : 997


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 02: April 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 1 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 5 No. 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue