cover
Contact Name
Retno Rusdjijati
Contact Email
ce@ummgl.ac.id
Phone
+62811258883
Journal Mail Official
ce@ummgl.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Muhammadiyah Magelang JL. Bambang Sugeng km.05 Mertoyudan Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment
ISSN : 26144964     EISSN : 26214024     DOI : https://doi.org/10.31603/ce
Community empowerment is a medium for academicians, government, private companies, and social institutions to communicate community empowerment activities. Each published article is expected to provide new insights and inspire activities elsewhere on related issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,475 Documents
Edukasi untuk Mengatasi Masalah Stunting bagi Balita di Dusun Wulung, Desa Soronalan, Kabupaten Magelang Rahayu, Heni Setyowati Esti; Adhitama, Dimas Aji; Fariza, Ida; Utami, Desiana Dwi; Chabibah, Puji Umi
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.815 KB) | DOI: 10.31603/ce.4231

Abstract

Balita merupakan periode emas dalam pertumbuhan fisik, mental dan emosional anak. Balita yang mengalami kekurangan gizi akan mempengaruhi kualitas kesehatan pada periode berikutnya. Soronalan merupakan daerah tertinggi untuk kasus masalah gizi (stunting) di wilayah Kabupaten Magelang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mencegah dan mengatasi stunting pada balita. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan, pemeriksaan kesehatan bayi dan balita serta ibu hamil dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat sangat antusias bersama-sama mencegah stunting di Desa Soronalan. Remaja menyatakan tidak akan menikah dini dan akan memenuhi kebutuhan gizi sesuai kebutuhannya. Ibu hamil akan rajin melaksanakan ANC dan memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan. Ibu bayi dan balita akan memberikan ASI eksklusif dan MPASI pada usia 6 sampai 24 bulan. Ibu balita juga menyatakan akan selalu membawa anaknya ke Posyandu serta memberikan pertolongan pertama (swamedikasi) pada anaknya ketika sakit. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat untuk mencegah masalah gizi (stunting) di Desa Soronalan.
Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Era Pandemi Covid-19 Melalui Implementasi Aquaponik di Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang Fadhilla, Nida Muna; Prabowo, Sigit; Ainunnizah, Windy; Ramadhan, Iqbal; Kusuma, Novi; Utami, Mita; Wachiddin, Wachiddin; Silvia, Dinda; Chandra, Nedy; Syafadi, Kusumaatma; Hidayat, Rafli; Mujafar, Achmat; Rusdjijati, Retno
Community Empowerment Vol 5 No 3 (2020): Special Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.684 KB) | DOI: 10.31603/ce.4258

Abstract

Upaya pemanfaatan pekarangan rumah melalui sistem aquaponik untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sudah diupayakan oleh sebagian kecil ibu rumah tangga di Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka implementasi HATINYA PKK untuk mewujudkan halaman, asri, teratur, indah dan nyaman. Guna mengoptimalkan upaya yang telah dirintis tersebut terutama masa pandemi Covid-19 ini, maka tim PHP2D Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Magelang melakukan pendampingan kepada para ibu rumah tangga di desa tersebut untuk mengoptimalkan upaya yang telah dirintis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif di mana mitra terlibat aktif dalam seluruh kegiatan yang direncanakan. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap yaitu tahap sosialisasi, tahap pelaksanaan yang berupa pelatihan-pelatihan dan pendampingan. Hasil pendampingan antara lain adalah di 3 RW dari 18 RW yang ada di Desa Kalinegoro, setiap ibu rumah tangga sudah membuat aquaponik di rumahnya masing-masing, pembuatan website Bank Sayur, pembuatan buku "Panduan Pembuatan Aquaponic dari Bahan Bekas", dan terbentuknya KWT "Sekar Wangi" di Kalinegoro
Program Literasi Digital untuk Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Desa Sedayu, Muntilan, Magelang Husna, Aftina Nurul; Yuliani, Dwi; Rachmawati, Titik; Anggraini, Dini Eka; Anwar, Rofi; Utomo, Refo
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.729 KB) | DOI: 10.31603/ce.4259

Abstract

Pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial memainkan peran penting dalam pembangunan dengan meningkatkan literasi masyarakat. Program transformasi perpustakaan yang dicanangkan oleh Perpustakaan Nasional ini menuntut perpustakaan di daerah untuk lebih berperan lebih sebagai pusat program-program literasi, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Tantangan yang dihadapi Perpustakaan “Rumah Pintar” di Desa Sedayu, Muntilan, Magelang adalah minimnya ide kreatif dan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk program literasi, sementara kebutuhan masyarakat desa untuk membangun literasi fungsional semakin besar terlebih di masa pandemi Covid-19. Dilatarbelakangi masalah tersebut, maka diperlukan program literasi digital untuk merevitalisasi peran perpustakaan di Desa Sedayu. Tujuan: 1) Mengatasi konsekuensi negatif penggunaan teknologi digital yang menghambat peningkatan kemampuan literasi fungsional keluarga dan anak usia sekolah di Desa Sedayu, dan 2) merevitalisasi peran perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat Desa Sedayu. Strategi: Mengadakan penyuluhan dan pelatihan literasi digital berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan: Penyuluhan optimalisasi fungsi telepon pintar sebagai alat literasi dan belajar untuk keluarga dan pelatihan penggunaan telepon pintar/ internet yang bernilai edukasi untuk anak dilaksanakan pada 12-15 Oktober 2020. Pelaksanaan acara terpusat di gedung Perpustakaan “Rumah Pintar” dan melibatkan sebanyak 9 orang ibu rumah tangga dan 20 anak. Hasil: Berdasarkan hasil pengukuran kepuasan peserta penyuluhan, para ibu mengetahui batasan penggunaan smartphone pada anak dan waktu yang tepat memberikan smartphone kepada anak. Peserta anak mengetahui manfaat edukatif penggunaan teknologi digital sebagai alat untuk belajar dan berlatih membuat karya kreatif dengan tutorial yang diperoleh dari internet. Program ini menghasilkan sejumlah luaran, di antaranya modul-modul pelatihan, poster karya peserta untuk dekorasi ruang perpustakaan, dan publikasi kegiatan di media massa.
Pengembangan Kreativitas Ekonomi Masyarakat Melalui Rintisan Wisata Edukasi Perikanan di Dusun Ngrajek 1 Kabupaten Magelang Rosyidi, Muhammad Imron; Saifuzzaman, Fikri; Malik, Fajar Abdul; Dila, Jihan Salsa; Davidsyah, Rendra; Arifi, Yollawati
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.953 KB) | DOI: 10.31603/ce.4260

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Dusun Ngrajek 1, Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk membantu masyarakat Dusun Ngrajek 1 dalam meningkatkan perekonomian melalui Desa Wisata. Metode dalam pemecahan masalah diperlukan adanya sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah terwujudnya Desa Wisata yang dapat menarik minat pengunjung dengan adanya sosialisasi materi solidaritas, pelatihan dengan mengubah saluran irigasi menjadi budidaya ikan serta memperindah sekitar dan pendampingan berupa berjalannya Desa Wisata. Dengan demikian, secara perlahan-lahan masyarakat memperoleh keuntungan dari adanya pengunjung yang datang di Dusun Ngrajek 1. Masyarakat menjadi berinisiatif untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk membuka suatu usaha di sekitar Desa Wisata tersebut.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Lansia dalam Mencegah Non Communicable Diseases pada Lansia di Masa Pandemik Covid-19 di Dusun Telukan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang Subrata, Sumarno Adi; Suryaningtyas, Yohanna Eka; Loblobly, Erma Mutiaraningtyas; Ashlih, Eva Aprilia San; Haryanti, Endah Sri
Community Empowerment Vol 5 No 3 (2020): Special Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.563 KB) | DOI: 10.31603/ce.4262

Abstract

Non communicable disease masih masalah kesehatan yang dikhawatirkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya populasi lansia. Jika tidak mendapatkan tatalaksana yang komprehensif serta kolaboratif, penyakit – penyakit tersebut dapat meningkatkan mortalitas dini pada lansia. Dusun Telukan, Danurejo, Magelang merupakan dusun yang memiliki populasi lansia cukup banyak, namun program preventif terhadap non communicable disease yang dilakukan oleh kader Posyandu lansia masih belum optimal. Oleh karena itu, tujuan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat terpadu ini adalah untuk optimalisasi peran para kader Posyandu dalam mengatasi masalah kesehatan yang dimaksud. Metode kegiatan ini dilakukan dengan penyuluhan kesehatan dan pelatihan menanam tanaman obat keluarga. Kegiatan pengabdian ini telah berlangsung mulai dari bulan Agustus 2020 hingga Desember 2020. Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat yang dibuktikan dengan keaktifan para warga selama kegiatan dan juga hasil evaluasi, di antaranya warga sudah mengetahui tentang pencegahan non communicable disease dan juga mengetahui jenis tanaman yang dapat mencegah serta mengurangi gejala non communicable disease. Meskipun program pengabdian telah paripurna, rekomendasi telah diberikan kepada para kader supaya konsisten melaksanakan kegiatan posyandu untuk meminimalisir prevalensi non communicable disease pada lansia.
Strategies for strengthening SME resilience during the covid-19 pandemic through banana processed product innovations Maula, Kholida Atiyatul; Mubarokah, Isro'iyatul; Azizah, Ani Nurdiani
Community Empowerment Vol 6 No 5 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.342 KB) | DOI: 10.31603/ce.4267

Abstract

SMEs were the sector most affected during the Covid-19 pandemic. Among them are SMEs in Tegallega Village, Ciampel District, Karawang Regency. The problems faced are very diverse, such as decreasing demand, inaccessible additional capital, no cost to continue the business, low technology usage ability, poor marketing, lack of product innovation, and absence of records and books. The problem-solving method used was training in developing human resources in the field of entrepreneurship, mentoring home industry groups, as well as monitoring and evaluation. The results achieved in this activity were providing training to SME actors to be able to take advantage of the abundant resources, namely bananas. Banana fruit can be used as raw material because it is easy to find and the price is relatively cheap and can be processed with a variety of more innovative variations, such as banana caramel, Super Banana Chocolate Cake, and banana stick.
Pemberdayaan Home Industri Utami Bersama PKK Mawar dalam Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Produk Nata De Soya Sebagai Usaha Konservasi di Dusun Jligudan Borobudur Wijayanti, Kartika; Wulandari, Nanda; Sevira, Desan Inti Inka; Fridianyah, Agung; Mariyati, Yenny
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.004 KB) | DOI: 10.31603/ce.4268

Abstract

Salah satu home industri yang terdapat di Dusun Jligudan Borobudur adalah pabrik pembuatan tahu. Dalam pengelolaan usaha tahu tersebut menghasilkan dua macam jenis limbah, yaitu: limbah padat dan limbah cair. Selama ini limbah cair tahu langsung dibuang di sungai sehingga mempunyai dampak yang ditimbulkan yaitu pencemaran bahan organik limbah industri tahu seperti gangguan terhadap kehidupan biotik, turunnya kualitas air perairan akibat meningkatnya bahan organik. Limbah tahu memiliki kandungan nutrisi dan apabila diolah menjadi produk atau inovasi dari limbah cair tahu dapat menambah pendapatan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan pengolahan limbah cair tahu menjadi produk yang bermanfaat menjadi nata de soya. Tujuan Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah cair tahu, melalui program pengabdian masyarakat bersama dengan Ibu-Ibu PKK dan pabrik tahu rumahan Utami dapat memanfaatkan limbah pembuatan tahu menjadi Nata de Soya dengan pengolahan lanjutan menggunakan mikroorganisme (Acetobacter xylinium). Dengan keterampilan ini diharapkan dapat menikmati manfaat ekonomi yang masih ada pada limbah sampingan industri tahu. Metode pengabdian menggunakan 4 tahap yaitu kegiatan perencanaan , kegiatan koordinasi dan sosialisasi terhadap mitra, kegiatan pelatihan, kegiatan pendampingan dan evaluasi pembuatan Nata De Soya. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat Ibu-Ibu PKK Mawar Dusun Jligudan mendapat respons yang positif dan antusiasme dari para peserta pelatihan yang mengikuti kegiatan tersebut dan Masyarakat sudah berhasil memanfaatkan limbah cair tahu menjadi produk Nata De Soya.
Penerapan Teknologi Early Warning System (EWS) Berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Sambungrejo, Grabag, Magelang Adipradana, Arrizka Yanuar; Setyawan, Hery Teguh; Sudarno, Sudarno
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.617 KB) | DOI: 10.31603/ce.4281

Abstract

Dusun Sambungrejo dan Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang berada di perbukitan Sokoringi dan Seloprogo dengan elevasi 750 hingga 1200 mdpl dengan topografi lereng yang cukup curam. Pada hari Sabtu, 29 April 2017 pukul 15:00 WIB banjir bandang menimpa dua desa yaitu Desa Sambungrejo dan Citrosono dengan korban jiwa sebanyak 13 orang. Dusun Sambungrejo dan Dusun Nipis, Desa Sambungrejo merupakan dusun yang ter dampak paling parah dengan 11 korban jiwa sedangkan dampak fisik dan non fisik lainnya adalah 67 rumah rusak, puluhan warga terutama anak-anak mengalami traumatis bencana dan kerusakan lingkungan. Sudah dua tahun berlalu, fase recovery dan rehabilitasi sudah dilakukan namun masih belum ada teknologi mitigasi bencana yang diterapkan di desa tersebut. Perancangan alat peringatan dini bencana ini juga tidak mudah dilakukan karena harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi desa setempat. Program pengabdian masyarakat ini akan diarahkan pada transfer teknologi dengan menerapkan teknologi EWS (Early Warning System) berbasis Internet of Things (IoT) untuk longsor yang menyebabkan banjir bandang.
Program Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT) pada Pengembangan Kepribadian Santri di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kaliangkrik Imron, Imron; Amalia, Resa; Wardani, Mita Kusuma; Nusandani, Magriza Tiara; Chamsin, Edi; Indrianty, Resta; Hasyim, Farid
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.939 KB) | DOI: 10.31603/ce.4291

Abstract

Pengembangan kepribadian santri di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) Kaliangkrik menjadi tema yang diangkat dalam pengabdian ini. Hampir merata santri PAYM Kaliangkrik belum memiliki kepercayaan diri yang baik, kedisiplinan santri dalam melaksanakan aktivitas keseharian belum baik, dan juga kebiasaan santri dalam mengisi waktu luang belum mencerminkan kualitas yang baik. Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) merupakan kegiatan akademik dengan bobot 3 SKS dimana mahasiswa melakukan kegiatan selama 160 jam yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Tujuan dari program PPMT ini adalah untuk mengembangkan kepribadian santri terutama dalam memanajemen diri dan kedisiplinan. Strategi pendekatan yang digunakan dalam PPMT ini adalah Contextual Teaching and Learning (CTL), yaitu pembelajaran yang dalam penyampaiannya dapat dikaitkan terhadap konteks kehidupan sehari-hari. Sedangkan metode yang digunakan dalam PPMT ini adalah pendampingan dan pembiasaan. Program yang dilaksanakan dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 yaitu pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilaksanakan yaitu pelatihan Master of Ceremony (MC) dan pelatihan pengembangan diri. Sedangkan pendampingan yang dilaksanakan meliputi pendampingan belajar daring, salat dhuha, tahsin, pidato, azan, kaligrafi dan pengolahan jamur sebagai lifeskill santri. Apa yang sudah dilaksanakan dalam PPMT ini mendapatkan respons baik dari pengasuh dan pengurus PAYM Kaliangkrik. Hal ini terlihat dari komentar yang diberikan bahwasanya kepribadian dan kehidupan santri meningkat lebih baik dengan adanya kegiatan PPMT ini.
Optimalisasi Peran Caregiver Hipertensi saat Pandemi Covid-19 di Dusun Trojayan Paremono Magelang Satria Kinasih, Henryco Febtian; Amin, Muhammad Khoirul; Khasanah, Sri Ratnani; Febryani, Tryana Dhewi; Paramita, Hermas Dyah
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.417 KB) | DOI: 10.31603/ce.4295

Abstract

Hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan stroke. Dusun Trojayan memiliki cukup banyak kasus hipertensi, di samping kasus hiperkolesterolemia maupun kasus DM. Namun hipertensi memiliki jumlah penderita terbanyak dibanding kasus penyakit yang lain. Dari analisis data, menunjukkan adanya 32 warga tercatat menderita hipertensi. Program Pengabdian Masyarakat Terpadu (PPMT) bertujuan untuk memaksimalkan pemantauan terhadap penderita hipertensi dengan melibatkan salah satu anggota keluarga sebagai penanggung jawab agar penderita hipertensi dapat terpantau. Dengan menggunakan metode RUP: Inception (permulaan), elaboration (perencanaan), construction (konstruksi), dan transition (transisi). Hasil dari kegiatan ini adalah caregiver memahami tentang penyakit hipertensi dan pencegahannya serta terampil menggunakan tensi digital untuk memantau penderita hipertensi. Masyarakat juga berperan aktif dalam kegiatan menanam tanaman obat keluarga (toga) untuk mencegah penyakit hipertensi seperti belimbing wuluh, pohon salam, tapak dara, seledri, dan wortel. Dalam pendampingan, masyarakat sudah mampu melanjutkan kegiatan yang diajarkan pada saat PPMT, dan telah ditunjuk 1 orang dalam keluarga untuk bertanggung jawab sebagai pemantau penderita hipertensi. Kesimpulan program PPMT ini sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan peran caregiver hipertensi, sehingga penderita hipertensi dapat terpantau. Luaran kegiatan berupa publikasi media massa, leaflet dan buku saku penderita hipertensi, video kegiatan, dan artikel ilmiah.

Page 12 of 148 | Total Record : 1475