cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
fitriani@polinela.ac.id
Phone
+6285269880881
Journal Mail Official
jofsa@polinela.ac.id
Editorial Address
Jl Soekarno Hatta No 10 Rajabasa Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA)
ISSN : 26545853     EISSN : 25979426     DOI : 10.25181/jofsa.v1i2
JoFSA focus publishes articles on Food Systems and Agribusiness. The food system includes all the availability, access, and distribution in feeding a population involve farming, distribution, supply, marketing, and retail sales.
Articles 137 Documents
Efisiensi Penggunaan Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Ubi Kayu di Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan Prasetia, Yudi; Sutarni, Sutarni
Journal of Food System & Agribusiness Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v8i2.4174

Abstract

Provinsi Lampung merupakan kontributor utama produksi ubi kayu nasional dengan pangsa sebesar 39,74 persen. Meskipun demikian, produktivitas usahatani ubi kayu masih tergolong rendah akibat tekanan harga, keterbatasan akses terhadap faktor produksi, pasar, dan kelembagaan para petani. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil usahatani ubi kayu serta menilai tingkat efisiensi alokatif penggunaannya di Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dengan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik random sampling terhadap 41 petani responden, namun peneliti menetapkan jumlah responden sebanyak 50 petani dengan tujuan memperoleh data yang lebih akurat dan representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, jumlah bibit, penggunaan pupuk kimia dan pupuk kandang, herbisida, serta tenaga kerja berpengaruh signifikan secara simultan terhadap hasil produksi ubi kayu. Pemanfaatan faktor produksi tersebut belum mencapai efisiensi alokatif. Diperlukan peningkatan kapasitas petani melalui penerapan teknologi budidaya sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP), optimalisasi alokasi input produksi, serta penguatan kelembagaan petani. Upaya optimalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan usahatani ubi kayu secara berkelanjutan di wilayah penelitian.
Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Ketela Spice Syrupe Khotimah, Khotimah; Saudah Al Arifa Dewi, Nur
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4370

Abstract

Ketela spice syrupe adalah minuman sehat yang terbuat dari gula ketela (singkong) dan rempah-rempah alami seperti jahe, kayu manis, dan serai, yang menawarkan beragam manfaat kesehatan, di antaranya membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat penurunan dalam konsumsi minuman sehat di Yogyakarta, yang menunjukkan perlunya inovasi untuk menarik perhatian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi konsumen terhadap Ketela Spice Syrupe serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 partisipan, kemudian dianalisis menggunakan model multiatribut Fishbein. Hasil analisis memperlihatkan bahwa konsumen cenderung memberikan tanggapan yang positif mengenai produk ini, dengan atribut khasiat sebagai faktor dominan dalam penilaian konsumen (skor 2.11), diikuti rasa (skor 10,34) dan penggunaan bahan alami (skor 10,02). Namun, persepsi terhadap manfaat kesehatan dan kepercayaan terhadap merek lokal masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, produsen disarankan untuk memperkuat citra produk melalui edukasi mengenai manfaat kesehatan serta pengembangan varian rasa dan kemasan yang lebih menarik.
Identifikasi Faktor Penentu Kerawanan Pangan melalui Model Prediktif Random Forest: Studi Regional di Provinsi Lampung Utomo, Feri; Fitriani, Fitriani; Dwi Putra, Septafiansyah; Noer, Irmayani
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4467

Abstract

Kerawanan pangan masih menjadi persoalan serius di Provinsi Lampung meskipun wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional. Kontradiksi antara surplus produksi padi, jagung, dan ubi kayu di tingkat makro dengan masih tingginya rumah tangga yang mengalami kerawanan pangan menunjukkan adanya kesenjangan dalam distribusi, akses, dan pemanfaatan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu kerawanan pangan melalui penerapan model prediktif machine learning, khususnya algoritma Random Forest. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2014–2024 dengan variabel dependen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai indikator kesejahteraan masyarakat, serta 13 variabel independen yang merepresentasikan aspek dan ketahanan pangan, sosial, dan ekonomi. Hasil evaluasi model menunjukkan performa yang kuat dengan nilai Mean Squared Error (MSE) sebesar 12.830.318 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,899, yang menandakan kemampuan prediksi tinggi dan kesalahan relatif rendah. Uji feature importance mengungkap bahwa variabel Produksi Padi (0,3743) dan Luas Panen Padi (0,3415) merupakan determinan paling dominan, diikuti oleh Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (0,1086) dan Persentase Penduduk Miskin (0,0713). Indikator pembangunan manusia dan ketenagakerjaan berkontribusi lebih kecil, sementara variabel lainnya relatif marginal. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah masih ditentukan oleh margin ekstensif berupa luasan dan volume produksi padi, sehingga rentan terhadap alih fungsi lahan maupun guncangan iklim. Rekomendasi kebijakan meliputi perlindungan lahan sawah, modernisasi irigasi, intensifikasi berkelanjutan, penguatan daya beli, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong ketahanan pangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Lampung.
the Lampung Robusta Coffee Supply Chain Strengthening Strategy Meriko, Erwinda; Fitriani, Fitriani; Analianasari, Analianasari; Noer, Irmayani
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4472

Abstract

Petani kopi rakyat di Indonesia sulit keluar dari jebakan rantai nilai bisnis industri kopi yang berpihak pada kapitalisasi pasar yang tidak adil.   Petani kopi terjebak pada ketergantungan intermediary market mulai dari tengkulak, agen, pabrikasi, hingga eksportir.  Keterbatasan akses pasar, fluktuasi harga global, serta rendahnya akses terhadap pembiayaan dan teknologi memperbukur kondisi lemahnya posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang strategi penguatan rantai nilai bisnis kopi rakyat Lampung agar lebih adil dan menguntungkan petani di hulu produksi, serta memperbaiki posisi tawar petani dalam rantai pasok kopi di tingkat lokal, regional, dan global.  Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi dan hambatan yang dihadapi petani serta peluang penguatan rantai nilai  kopi yang berkeadilan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi penguatan rantai pasok pada hulu produksi kopi perlu fokus pada kebijakan penguatan kelembagaan untuk peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), perbaikan mutu melalui pascapanen yang lebih baik, serta penguatan koperasi untuk peningkatan posisi tawar dengan stakeholders lain dalam rantai nilai bisnis kopi secara berkeadilan.  Hilirisasi produk kopi perlu diperluas dengan mendorong diversifikasi produk olahan dan sertifikasi keberlanjutan agar mampu menjangkau pasar premium. Infrastruktur logistik, digitalisasi pemasaran, serta sistem traceability berbasis teknologi juga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Pendapatan Petani Rakyat Kelapa Sawit Di Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang Gian Ananto, Firly; Marga Saty, Fadila; Desfaryani, Rini; Berliana, Dayang
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 41 responden petani kelapa sawit. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap usahatani kelapa sawit sebesar Rp40.492 per bulan dan biaya variabel sebesar Rp1.989.806 per bulan. Sementara itu, rata-rata penerimaan petani sebesar Rp11.375.034 per bulan, dengan pendapatan bersih Rp9.563.960 per bulan. Meskipun produktivitas kelapa sawit di wilayah penelitian masih rendah (sekitar 4 ton/ha), tingkat pendapatan yang diperoleh petani tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani kelapa sawit di Kecamatan Penawartama masih berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Febri Andinata, Komang; Marga Saty, Fadila; Andarwangi, Tunjung; Pratiwi, Dita
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4592

Abstract

Padi merupakan kebutuhan dasar yang wajib di penuhi dalam kehidupan sehari hari karena peranannya sangat penting bagi ketahanan pangan dan keberlangsungan masyarakat. Produksi padi terus mengalami peningkatan, kesejahteraan petani tidak serta merta meningkat secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan serta R/C ratio dan B/C ratio usahatani padi di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Sampel penelitian terdiri atas 45 petani yang dipilih secara proporsional dengan menggunakan rumus Slovin dari populasi 7.765 petani. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi per musim tanam sebesar Rp14.146.819 dengan penerimaan sebesar Rp53.655.309 dan pendapatan bersih mencapai Rp39.508.490. Nilai R/C sebesar 3,79 dan B/C sebesar 2,79 menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya produksi menghasilkan penerimaan Rp3,79 dan keuntungan Rp2,79 pada usahatani padi di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.
Strategi Pemasaran Beras Premium Di Kecamatan Seputih Raman (Studi Kasus Pada PP Gapsera Sejahtera Mandiri) Muhammad Firli, Wahyu; Sutarni , Sutarni; Andarwangi , Tunjung; Budi Trisnanto , Teguh
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4627

Abstract

Kabupaten Lampung Tengah merupakan produsen terbesar beras di Provinsi Lampung dengan memberikan kontribusi sebesar 22 persen. Beras premium merupakan salah satu jenis beras yang menjadi bahan pangan yang dipasarkan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pemasaran beras premium dan menganalisis strategi yang dapat diterapkan oleh PP Gapsera Sejahtera Mandiri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rejo Asri, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis SWOT dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel yang ditentukan secara purposive sampling.  Peneliti menentukan sampel sebanyak 10 responden dengan kuesioner penilaian menggunakan skala linkert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strengths (Kekuatan): Beras berstandar, brand dikenal di wilayah Seputih Raman, distribusi efisien, tim memahami pasar lokal, pengemasan berkualitas. Weaknesses (Kelemahan): Modal terbatas untuk pemasaran, produksi belum maksimal, kurangnya promosi, ketergantungan bahan baku, manajemen kurang terintegrasi. Faktor eksternal yaitu Opportunities (Peluang): Meningkatnya kesadaran konsumen, potensi pasar besar, dukungan pemerintah, kemajuan teknologi, gaya hidup sehat. Threats (Ancaman): Persaingan merek lain, fluktuasi harga, perubahan regulasi standar pangan, risiko gangguan distribusi akibat cuaca, perubahan preferensi konsumen. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan PP Gapsera yaitu S-O: meningkatkan kerjasama dengan petani agar mendapatkan bahan baku yang menghasilkan produk memenuhi standar. Strategi W-O: menambah kerjasama dengan reseller untuk menambah distributor supaya penerimaan meningkat. Strategi S-T: melakukan branding produk berkualitas, proses produksi dengan mesin berkualitas, dan kemasan yang sesuai standar untuk menghadapi persaingan produk. Strategi W-T: melakukan promosi, menambah distributor dan memberikan jaminan garansi produk untuk menghadapi persaingan produk agar konsumen lebih tertarik PP Gapsera berada pada kuadran I (aggressive strategic) yang artinya usaha masih dalam proses berkembang, dengan kekuatan internal yang dimiliki PP Gapsera dapat memanfaatkan peluang eksternal yang ada untuk memaksimalkan usaha.