cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 337 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA PROGRAM SAPI KERBAU KOMODITAS ANDALAN NEGERI (SIKOMANDAN) DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA: Analysis of the Factor Influencing the Success of Artificial Insemination (AI) During Buffalo Cattle Program Mainstay of the State Commodity (SIKOMANDAN) in Lima Puluh Kota District Afrengki Gustian; Hendri Hendri; Zaituni Udin
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1040

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keberhasilan Inseminasi Buatan di Kabupaten Lima Puluh Kota berdasarkan krakateristik peternak dan inseminator. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2023 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk data peternak dan untuk data inseminator dilakukan Uji independan T Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata Service Per Conception (S/C) ternak di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah 1,85. Faktor peternak ditemukan 65,98% berada pada usia produktif, 75,26% peternak telah beternak lebih dari 10 tahun, 40,21% peternak merupakan tematan SLTA, dan 49,48% peternak telah melakukan manajemen reproduksi dengan baik. Kriteria penilaian inseminator ditemukan masa kerja, kemampuan manajemen straw, pemahaman tentang organ reproduksi, ketersediaan sarana dan prasarana, sanitasi alat dan perlengkapan, dan pelaporan peternak memberikan pengaruh yang signifikan (p>0,05) terhadap keberhasilan Inseminasi Buatan di Kabupaten Lima Puluh Kota, dan jarak ke wilayah/lokasi kerja ditemukan tidak memberikan pengaruh yang signifikan (p>0,05) terhadap keberhasilan Inseminasi Buatan di Kabupaten Lima Puluh Kota.   Kata kunci: Inseminator, Keberhasilan Inseminasi Buatan, Peternak, dan Service Per Conception.  
FERTILITAS, DAYA TETAS, DAN BOBOT TETAS AYAM KUB-1 DI UPTD TERNAK UNGGAS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI SUMATERA BARAT : Fertility, Hatchability and Hatching Weight of KUB-1 Chickens at The Poultry UPTD of the Animal Husbandry and Health Service West Sumatra Province Idrasit Paldi; Rusfidra; Kusnadidi Subekti
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1077

Abstract

Fertilitas, daya tetas dan bobot tetas adalah salah satu faktor keberhasilan dalam program pembibitan. Penelitian ini dilakukan di UPTD Ternak Unggas yang merupakan salah satu sentra pembibitan unggas di tingkat daerah yang fokus dalam pembibitan dan pengembangan unggas unggul salah satunya pembibitan dan pengembangan ayam KUB-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fertilitas, daya tetas dan bobot tetas ayam KUB-1 di UPTD Ternak Unggas. Metode penelitian adalah observasi dan pengukuran dengan melakukan pengamatan secara langsung dan intensif selama penelitian, dengan menggunakan 200 butir telur tetas ayam KUB-1 hasil produksi UPTD Ternak Unggas sebagai sampel penetasan. Variabel yang diamati fertilitas, daya tetas dan bobot tetas. Hasil penelitian kondisi penetasan telur ayam KUB-1 di UPTD Ternak Unggas dapat dikatakan cukup baik karena memiliki fertilitas 82,5 %, daya tetas 73,33 % dan rataan bobot tetas 29,33 gr. Sedangkan untuk bobot tetas sudah 93% telah memenuhi persyaratan SNI. Kata Kunci: Fertilitas, daya tetas, bobot tetas dan ayam KUB-1.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAGING SAPI POTONG DI SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN MODEL SISTEM DINAMIS: Analysis of Beef Availability in West Sumatra Using the Dynamic System Model Dea Fadhillah; Nurhayati; Fitrimawati
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan model sistem dinamis ketersediaan daging sapi di Provinsi Sumatera Barat dan mensimulasikan ketersediaan daging sapi di Provinsi Sumatera Barat pada 10 Tahun kedepan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskstudy, dimana data yang digunakan adalah data sekunder berupa data statistik dari Badan Pusat Statistik, Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat, dan Direktoral Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Analisis data dilakukan dengan 4 tahapan yaitu merancang diagram causal loop (sebab-akibat), memformulasikan model sistem dinamis, melakukan uji validasi terhadap model yang telah dibuat, dan melakukan simulasi ketersediaan daging sapi melalui formulasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : a) formulasi model ketersediaan daging sapi di Sumatera Barat terdiri atas 2 subsistem dan telah mampu mempresentasikan sistem ketersediaan daging sapi potong secara nyata. Pertama, subsistem penyediaan daging sapi potong yang memiliki tingkat akurasi sebesar 0.0%. Subsistem ini mencakup produksi daging sapi, populasi sapi potong, pemotongan sapi, kelahiran sapi, kematian sapi, penambahan sapi potong, pengeluaran sapi potong, penambahan daging sapi, dan pengeluaran daging sapi. Kedua, subsistem kebutuhan daging sapi yang memiliki tingkat akurasi sebesar 0.01%. Subsistem kebutuhan ini mencakup jumlah penduduk dan konsumsi daging sapi (Konsumsi rumah tangga, konsumsi industri olahan, dan konsumsi luar provinsi). b) simulasi pada model sistem dinamis ketersediaan daging sapi potong untuk 10 Tahun kedepan dilakukan dengan melakukan simulasi pada tiga skenario. Dimana, hasil dari skenario 3 menunjukkan bahwa ketersediaan daging sapi di Sumatera Barat sudah mulai tercukupi dari tahun 2028-2031. Tercukupinya kebutuhan daging sapi di Sumatera Barat ini tercukupi apabila dilakukannya empat kebijakan yang terdiri dari : peningkatan kelahiran sebesar 0,2% per tahun, menekan kematian sapi sebesar 0,01% per tahun , meningkatkan pemotongan sebesar 0,3% per tahun, dan menambahkan populasi sapi sebanyak 40.000 ekor per tahunnya. Kata Kunci: Daging Sapi, Ketersediaan, Model Sistem Dinamis, Simulasi, Suppy-Demand
UJI EFEKTIVITAS OLESAN LIDAH BUAYA TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM BURAS DENGAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA: The Effectiveness of Aloe Vera Treatment on the Quality of Gallus Gallus Domesticus Eggs with Different Storage Times Desna Ayu Wijayanti; Damaryanto Widharto; Dewiarum Sari
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1094

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian olesan lidah buaya pada telur ayam kampung dapat berpengaruh terhadap kualitas telur dengan penyimpanan waktu yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan atau eksperimen. Materi yang digunakan yaitu 105 butir telur ayam kampung, yang dibagi menjadi 7 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan terdiri dari P0: telur umur 1 hari tanpa olesan lidah buaya; P1: telur umur 6 hari tanpa olesan lidah buaya; P2: telur umur 12 hari tanpa olesan lidah buaya; P3: telur umur 18 hari tanpa olesan lidah buaya; P4: telur umur 6 hari dengan olesan lidah buaya; P5: telur umur 12 hari dengan olesan lidah buaya; P6: telur umur 18 hari dengan olesan lidah buaya. Penelitian dilakukan dengan mengukur kualitas internal telur dengan parameter yang meliputi berat telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, warna kuning telur, haugh unit dan pH. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan telur baik yang diolesi lidah buaya dan yang tidak diolesi, keduanya menurunkan kualitas telur ayam kampung, namun dengan pemberian olesan lidah buaya pada telur ayam kampung kualitas telur lebih bisa dipertahankan dan terjaga. Kata kunci: lidah buaya, telur, kualitas dan haugh unit
ANALISIS POLA HARGA DAN TREND PROJECTION INPUT DAN OUTPUT AYAM BROILER DI INDONESIA: Analysis of Price Patterns and Trend Projection of Broiler Input and Output in Indonesia Fitrimawati; Nurhayati; Ida Indrayani
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1107

Abstract

Harga merupakan unsur penting bagi produsen dan bagi konsumen. Harga dari ayam broiler juga menentukan tingkat kerugian dan keuntungan yang dapat diperoleh pengusaha atau peternak ayam broiler itu sendiri. Harga yang fluktuatif tentu akan menyulitkan prediksi terhadap suatu usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola harga dan  trend  projection input dan output ayam broiler di Indonesia. Pada penelitian ini dianalisis harga pakan, DOC, dan ayam broiler dari tahun 2017 hingga 2021 untuk dapat menghasilkan pola harga dan memprediksi kecendrungan harga tersebut lima tahun kedepan. Data yang digunakan adalah data sekunder.  Berdasarkan hasil penelitian, pola harga pakan, harga DOC dan harga ayam broiler di Indonesia lima tahun terakhir  cenderung mengalami kenaikan. Hal yang sama juga diprediksi berlaku kecendrungan kenaikan harga lima tahun kedepan. Oleh karena itu  perlu adanya kebijakan yang dapat menjaga kestabilan harga input dan output ayam broiler sehingga dapat melindungi produsen dan konsumen ayam broiler di Indonesia. Kata kunci: Ayam broiler, Pola Harga, Trend Projection, Indonesia
HISTOMORFOMETRI USUS HALUS BROILER DENGAN SUPLEMENTASI VITAMIN E, SELENIUM DAN ZINC DALAM AIR MINUM: Histomorphometry of Broiler Small Intestine with Supplementation of Vitamin E, Selenium, and Zinc in Drinking Water Muhammad Mirandy Pratama Sirat; Purnama Edy Santosa; Ratna Ermawati; Nur Aini; Ayu Lidyana; Sherlina Widya Rahma
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi Vitamin E, Selenium dan Zinc dalam air minum terhadap berbagai parameter histomorfometri usus halus broiler. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari (Juni-Juli 2021) di unit peternakan broiler di Desa Adimulyo, Gading Rejo, Pesawaran, Lampung. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap, 5 kelompok perlakuan dengan 5 ulangan setiap kelompok. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor broiler, sehingga total 125 ekor broiler. Suplementasi Vitamin E, Selenium dan Zinc pada air minum dengan 5 perlakuan dosis berbeda yaitu air minum tanpa Vitamin E, Selenium dan Zinc (P0); air minum yang mengandung Vitamin E, Selenium dan Zinc dengan dosis 0,5 g/30 kg BB/hari (P1); 1 gr/30 kg BB/hari (P2); 1,5 g/30 kg BB/hari (P3); dan 2 g/30 kg BB/hari (P4), tiap gramnya mengandung Vitamin E 40 IU, Selenium 0,4 mg dan Zinc 160 mg. Lima ekor ayam broiler per kelompok diambil secara acak dan dilakukan nekropsi pada umur 31 hari, diambil sampel usus halusnya, difiksasi dengan formalin 10% dan dibuat preparat histologi di Balai Veteriner Lampung. Pengamatan menggunakan Mikroskop Binokuler Leica DM500® yang terhubung dengan layar dan komputer untuk menghitung berbagai parameter histomorfometri pada usus halus broiler. Data hasil pengukuran rata-rata dianalisis menggunakan one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian yaitu P3 mempunyai pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap peningkatan ukuran kedalaman kripta duodenum; P2 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan ukuran lebar apex vili ileum; P1 berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap peningkatan kedalaman kripta ileum. Kesimpulan penelitian ini bahwa suplementasi Vitamin E, Selenium dan Zinc pada air minum dapat meningkatkan ukuran kedalaman kripta duodenum dan ileum serta lebar vili apex ileum broiler. Kata kunci: Histomorfometri, Selenium, Usus Halus Broiler, Vitamin E, Zinc.
KERAGAMAN GEN FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH|TasI) EXON 2 PADA SAPI PESISIR: Diversity of the Follicle Stimulating Hormone (FSH|TasI) Exon 2 Gene in Coastal Cattle Yurnalis Yurnalis; Mangku Mundana; Teguh Rafian
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman Gen Follicle Stimulating Hormone (FSH|TasI) exon 2 pada sapi Pesisir. Penelitian ini dilakukan pada bulan 2 Juli sampai 21 September 2020 di Laboratorium Bioteknologi Ternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 78 sampel darah Sapi Pesisir (13 jantan dan 65 betina) yang diambil di Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Padang Mengatas, Kabupaten Lima Puluh Kota. Sampel darah diisolasi menggunakan protokol genomic DNA Purification Kit dari Promega. DNA hasil isolasi kemudian di amplifikasi menggunakan sepasang primer Forward: 5-’TCTCAGTTTTCTACAAGCCTT-3’ dan Reverse 5’-GGGAATCAATGAAGCCTGCC-3’ yang menghasilkan fragmen gen FSH ekson 2 sepanjang 271 bp. Produk amplifikasi direstriksi menggunakan enzim TasI yang mengenali situs pemotongan (AA↓TT). Hasil Penggenotipan gen FSH menggunakan enzim TasI pada sapi Pesisir ditemukan dua macam genotip yaitu 44 individu (8 jantan dan 36 betina) bergenotip homozigot tidak terpotong (-/-) dan 32 individu (5 jantan dan 27 betina) bergenotip heterezigot (+/-). Berdasarkan dari hasil analisis data, diperoleh dua macam genotip yaitu heterozigot (+/-) sebesar 0,38 dan homozigot tidak terpotong (-/-) sebesar 0,62 dengan frekuensi alel (+) sebesar 0,19 dan alel (-) sebesar 0,81 untuk sapi jantan dan heterozigot (+/-) sebesar 0,43 dan homozigot tidak terpotong (-/-) sebesar 0,57 dengan frekuensi alel (+) sebesar 0,21 dan alel (-) sebesar 0,79 untuk sapi betina. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa gen FSH pada populasi Sapi Pesisir yang diteliti bersifat polimorfik dan berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg. Kata kunci: Gen FSH, Sapi Pesisir, Enzim TasI
POTENSI DAN PROYEKSI PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN BREBES, PROVINSI JAWA TENGAH: Potential and Projections for the Development of Beef Cattle Farming in Brebes Regency, Central Java Province Danang Nur Cahyo; Krismiwati Muatip; Mochamad Sugiarto; Dayu Lingga Lana
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Brebes dan ramalan populasi sapi potong di Kabupaten Brebes sampai tahun 2026. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni–Agustus 2023 di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Metode yang digunakan untuk mengetahui potensi peternakan sapi potong adalah metode analisis location quotient (LQ) dan analisis daya dukung limbah tanaman pangan (DDLTP) jerami padi, serta untuk analisis proyeksi dalam penelitian ini menggunakan model peramalan ARIMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong antara lain Kecamatan Ketanggungan (LQ 3,96), Larangan (LQ 3,11), Bantarkawung (LQ 3,10), dan Banjarharjo (LQ 2,26). Terkhusus pada Kecamatan Bantarkawung, Banjarharjo, dan Ketanggungan memiliki potensi pakan dari limbah jerami padi yang besar dengan nilai DDLTP 1175,35; 957,65; dan 911,46 berturut-turut. Hasil peramalan menggunakan ARIMA menunjukkan bahwa populasi sapi potong di Kabupaten Brebes sampai dengan tahun 2026 diproyeksikan menurun sebesar 18,57% dibandingkan tahun 2021. Kabupaten Brebes memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ternak sapi potong tetapi populasinya terus mengalami penurunan. Perlu adanya perhatian dan program khusus untuk meningkatkan kembali populasi sapi potong di Kabupaten Brebes. Kata kunci: Potensi, ARIMA, Sapi Potong, Kabupaten Brebes
PENGARUH PERENDAMAN TELUR AYAM RAS DENGAN EKSTRAK DAUN-DAUNAN SEBAGAI BAHAN PENGAWET: Effects of Soaking Chicken Egg with Various Leaf Extracts as a Preservative Nilawati
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1142

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit, dan rongga udara telur ayam ras dengan manfaatkan bahan alami berupa ekstrak daun akasia, daun sirih, dan daun jambu biji sebagai pengawet telur ayam ras.Penelitian dilakukan pada 200 butir telur ayam ras yang disimpan selama 30 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penggunaan ekstrak berbagai daun-daunan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari kontrol, ekstrak daun akasia, ekstrak daun sirih dan ekstrak daun jambu biji. Variabel dalam penelitian ini meliputi indeks putih telur. , indeks kuning telur, haugh unit, dan rongga udara telur ayam ras .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawetan telur ayam ras dengan perlakuan daun akasia, daun sirih, dan daun jambu biji memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap indeks kuning telur, haugh unit, dan kedalaman rongga udara, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap indeks putih telur. Berdasarkan hasil penelitian ini perlakuan terbaik ditemukan pada penggunaan ekstrak daun jambu biji. Kata kunci: Ekstrak Daun Akasia, Eksrak Daun Sirih, Ekstrak Daun Jambu Biji, Kualitas Telur, dan Telur Ayam Ras.
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN CAIR SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP CEMARAN BAKTERI ESCHERICIA COLI DAN COLIFORM, SERTA TOTAL CEMARAN MIKROBA DAGING BROILER: The Effect of Administration of Sambiloto (Andrographis paniculta) Liquid Preparations on Bacterial Contamination of Eschericia coli and Coliforms, and Total Microbial Contamination of Broiler Meat Ratna Ermawati; Muhammad Mirandy Pratama Sirat; Purnama Edy Santosa
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1178

Abstract

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein yang digemari karena rasanya yang lezat, kandungan gizinya tinggi, dan harganya terjangkau. Ayam dapat menderita cekaman panas dan melepaskan berbagai jenis senyawa biokimia yang menyebabkan peningkatan jumlah radikal bebas. Antioksidan merupakan zat alami yang berperan mencegah atau memperlambat kerusakan sel-sel tubuh yang diakibatkan oleh radikal bebas. Tanaman Sambiloto memiliki kandungan antioksidan didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemberian sediaan cair Sambiloto (Andrographis paniculata) melalui air minum broiler terhadap cemaran Escherichia coli, Coliform, dan Total Cemaran Mikroba dalam daging broiler. Perlakuan diberikan selama 30 hari dengan 5 kelompok perlakuan dan 5 ulangan. Suplementasi Sambiloto sebagai immunomodulator diberikan dengan dosis berbeda sesuai bobot badan (BB) broiler, yaitu air minum tanpa Sambiloto (kontrol) (P0); air minum dengan 3mg Sambiloto/kg BB (P1); 6mg Sambiloto/kg BB (P2); 12mg Sambiloto/kg BB (P3); 24mg Sambiloto/kg BB (P4). Hasil pengujian menunjukkan sampel memenuhi persyaratan karkas yang berkualitas, aman, sehat, utuh dan halal sesuai SNI 7388:2009. Pemberian sediaan cair Sambiloto melalui air minum broiler dapat meningkatkan stamina dan daya tahan ayam terhadap infeksi dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung selama pemeliharaannya, terutama pada saat terjadi cekaman panas yang dapat mengakibatkan stress dan menurunkan imunitas sehingga akan mempengaruhi kesehatan ayam maupun kualitas karkas yang dihasilkan. Kata kunci: Cemaran Coliform, Cemaran Eschericia coli, Karkas broiler, Sambiloto, Total Cemaran Mikroba