cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 337 Documents
PENGARUH KOMBINASI GLISEROL DAN FRUKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE Yakobus Lewolein; Aloysius Marawali; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Ridlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3103

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek kombinasi gliserol dan fruktosa dalam pengencer sitrat kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian ini adalah eksperimental menggun rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah S-KT (P0), S-KT+gliserol 2%+fruktosa 1,0% (P1), S-KT+gliserol 2%+fruktosa 1,5% (P2), S–KT+gliserol 3%+fruktosa 1,0% (P3), S-KT+gliserol 3%+fruktosa 1,5% (P4). Semen yang telah di encerkan ini  disimpan pada suhu 18-20º C untuk evaluasi terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 jam penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P4 dengan kombinasi S-KT+3% gliserol+1,5% fruktosa pada penyimpanan jam ke 48 memberikan hasil terbaik (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya, dengan nilai motilitas (43±2,74%), viabilitas (47,60±2,07%), abnormalitas (6,40±0,89%) dan daya tahan hidup sebesar (51,60±3,29 jam). Disimpulkan bah a kombinasi gliserol 3% dan fruktosa 1,5% dalam pengencer sitrat kuning telur mampu mempertahankan motilitas, viablitas dan abnormalitas dengan baik.   Kata kunci: Fruktosa, gliserol, kualitas semen cair babi Landrace, sitrat-kuning telur
PENGARUH SUBSTITUSI SILASE STAR GRASS DENGAN FODDER JAGUNG TERHADAP KONSUMSI, KECERNAAN KARBOHIDRAT, VFA RUMEN,DAN GLUKOSA DARAH SAPI BALI: Effect of Substituting Star Grass Silage with Maize Fodder on Carbohydrate Intake, Digestibility, Rumen VFA, and Blood Glucose in Bali Heifers Saskia Radja; Jalaludin; Gusti Ayu Yudiwati Lestari
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi silase rumput star grass (Cynodon plectostachyus) dengan fodder jagung terhadap konsumsi dan kecernaan karbohidrat, konsentrasi VFA total, serta kadar glukosa darah pada sapi Bali dara. Penelitian menggunakan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas FJ0: 100% silase star grass, FJ20: 80% silase star grass + 20% fodder jagung, FJ40: 60% silase star grass + 40% fodder jagung, dan FJ60: 40% silase star grass + 60% fodder jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi silase star grass dengan fodder jagung tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan karbohidrat, konsentrasi VFA total, maupun kadar glukosa darah pada sapi Bali dara. Dengan demikian, fodder jagung dapat menggantikan silase star grass sebagai pakan hijauan pada musim kemarau, namun belum mampu meningkatkan performa konsumsi dan kecernaan karbohidrat, VFA, serta glukosa darah.   Kata kunci: fodder jagung, glukosa darah, konsumsi dan kecernaan karbohidrat, silase star grass, VFA
PENGARUH KEPADATAN KANDANG TERHADAP PRODUKTIVITAS TELUR PUYUH (CORTUNIX CORTUNIX JAPONICA) FASE LAYER: The Effect of Varying Cage Densities on Egg Production Performance of Japanese Quail (Coturnix coturnix japonica) During the Laying Phase Yuda Wardana; Novi Eka Wati; Miki Suhadi
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan kandang yang berbeda terhadap QDP (Quail Day Product), rata-rata bobot telur dan Egg Mass pada puyuh (Cortunix Cortunix Japonica). Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus – September 2024 di Peternakan Puyuh Bapak Suwarto. Di Desa Palas Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Materi penelitian ini adalah puyuh (Cortunix Cortunix Japonica) sebanyak 360 ekor umur 42 hari di dalamkandang baterray dengan ukuran 100 cm x 50 cm.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah kepadatan kandang yang berbeda yaitu P1= kepadatan 12 ekor puyuh, P2= kepadatan 16 ekor puyuh, P3= kepadatan 20 ekor puyuh, dan P4= kepadatan 24 ekor puyuh. Data hasil penelitian ditabulasi menggunakan ANOVA, jika terdapat perbedaan nyata, maka akan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kandang yang berbeda kandang yang berbeda pada puyuh (cortunix cortunix japonica) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rata-rata bobot telur dan massa telur (Egg Mass) tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Quail Day Product (QDP). Kepadatan kandang yang paling optimal dalam produktivitas telur puyuh yaitu perlakuan P1 dengan populasi puyuh 12 ekor yang menujukkan nilai rataan QDP (85,40%), rata-rata bobot telur (10,14 gram/butir), dan nilai Egg Mass (8,68 gram/ekor/hari).   Kata kunci: puyuh (Cortunix cortunix japonica), kepadatan kandang, quail day product (QDP), rata-rata bobot telur, masa telur (egg mass)
GROWTH PERFORMANCE OF INTENSIVELY RAISED INDIGENOUS CHICKENS FED DIETS WITH DIFFERENT PROTEIN LEVELS Akhmat Rizkuna; Roosena Yusuf; Amani Aldiyanti; Novemia Fatmarischa
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2973

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of dietary protein levels on the growth performance of intensively raised indigenous chickens. A total of 168 day-old chicks (DOC) with an initial body weight of 28.68 ± 1.13 g were used in the experiment. The study was arranged in a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments with six replications. The treatments were based on different protein levels during the starter and finisher phases: T0 (22%–15%), T1 (18%–16%), T2 (18%–16%–14%), and T3 (18%–16%–14%). The parameters measured included feed intake, body weight gain (BWG), final body weight, and average daily gain (ADG). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) to determine the effect of treatments on the observed parameters. The results showed that dietary protein levels had no significant effect (P>0.05) on total feed intake. However, they significantly affected (P<0.05) body weight gain. The T0 treatment with higher protein in the starter phase yielded the best performance, with BWG of 819.53 g/bird, final body weight of 848.21 g/bird, and ADG of 11.71 g/bird/day. These values were higher than those of T1, T2, and T3. It can be concluded that providing a high-protein diet during the starter phase improves the growth performance of indigenous chickens, particularly final body weight and ADG, without increasing feed intake. This finding highlights the importance of formulating diets based on nutrient requirements during the early growth phase to support optimal performance of intensively reared indigenous chickens.   Keywords: Indigenous chicken, Feed intake, Body weight gain, Dietary protein level.  
EFEK REBUSAN KULIT JENGKOL (Archidendron pauciflorum) DALAM AIR MINUM TERHADAP PROFIL LIPID SERUM DARAH BROILER: The Effect of Boiled Jengkol Peel (Archidendron pauciflorum) In Drinking Water on the Blood Serum Lipid Profile of Broilers Agustina, Syintia; Sadjadi; Putri Zulia Jati
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2976

Abstract

Broiler merupakan ayam pedaging dengan produktivitas tinggi dalam menghasilkan daging. Namun, daging broiler memiliki kandungan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan daging ayam kampung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek air rebusan kulit jengkol dalam air minum terhadap profil lipid serum darah broiler. Penelitian ini dicobakan pada broiler tipe MB 202 PLATINUM, sebanyak 96 ekor, dan dicobakan selama 4 minggu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu P0: Kontrol (Air minum tanpa ARKJ), P1: 2% (2 ml ARKJ/100 ml air minum), P2: 4% (4 ml ARKJ/100 ml air minum), P3: 6% (6 ml ARKJ/100 ml air minum), P4: 8% (8 ml ARKJ/100 ml air minum), P5: 10% (10 ml ARKJ/100 ml air minum) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu kolesterol total, LDL, trigliserida, dan HDL serum darah broiler. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan ARKJ dalam air minum memiliki efek yang signifikan (P<0,05) terhadap kadar kolesterol total, kadar kolesterol LDL, dan trigliserida, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar kolesterol HDL. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa air rebusan kulit jengkol (Archidendron pauciflorum) perlakuan P4 8% (8 ml rebusan kulit jengkol/100 ml air minum) dapat menurunkan kolesterol dengan persentase penurunan sebesar 21,90%, LDL 21,24%, dan trigliserida 44,46%, serta dapat mempertahankan HDL serum darah ayam pedaging.   Kata Kunci: air rebusan kulit jengkol, broiler, profil lipid
KINERJA PRODUKSI DAN PENDAPATAN TUNAI USAHA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN ADONARA TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR: Production Performance and Cash Income of Goats’ Farm in Adonara Timur Sub-District, Flores Timur Regency Sabon Angin, Leonardo Kevin; Maria Krova; Solvi Mariana Makandolu; Maria Rosdiana Deno Ratu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja produksi dan pendapatan, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak kambing di Kecamatan Adonara Timur. Metode pengambilan contoh ada dua tahap, yaitu tahap pertama penentuan desa contoh secara purposive dan tahap kedua penentuan peternak contoh secara acak non proporsional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer dan data sekunder melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah: 1) analisis kinerja produksi yang meliputi lama pemeliharaan, mortalitas, litter size, dan interval kelahiran; 2) analisis pendapatan; dan 3) analisis regresi linear berganda menggunakan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemeliharaan ternak kambing untuk produksi daging adalah 13 bulan dan lama pemeliharaan untuk adat adalah 4,6 tahun, tingkat mortalitas sebesar 12,19%, litter size 1,97 ekor, dan interval kelahiran 9,04 bulan. Rata-rata pendapatan total yang diperoleh peternak dari usaha ternak kambing adalah Rp21.572.388/tahun dan pendapatan atas biaya tunai sebesar Rp8.869.938/tahun (41%) serta pendapatan non tunai sebesar Rp12.703.450/tahun (59%). Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan tunai usaha ternak kambing adalah jumlah ternak yang dijual.    Kata kunci: kinerja produksi, pendapatan, ternak kambing
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) PADA AIR MINUM TERHADAP JUMLAH CACING DALAM FESES AYAM PEDAGING: The Influence of Giving Ethanol Extract of Saga Leaves (Abrus precatorius L.) in Drinking Water on the Number of Worms in Broiler Chicken Feces Dyanovita Al Kurnia; Wenny Ladhunka Nur Aliyya; Alfian Adi Atma; Dwi Fatmawati
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun saga (Abrus precatorius L.) dalam air minum terhadap jumlah cacing dalam feses ayam broiler. Cacingan saluran pencernaan merupakan salah satu penyebab utama menurunnya performa pertumbuhan ayam. Tanaman saga diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang berkhasiat sebagai anthelmintik. Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam broiler umur 0-30 hari yang dibagi secara acak ke dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu P0 (kontrol, tanpa ekstrak), P1 ekstrak 0,5% (280 ± 15,8 butir/g), P2 ekstrak 1% (150 ± 7,9 butir/g), dan P3 ekstrak 1,5% (60 ± 7,9 butir/g). Ekstrak diberikan selama 30 hari berturut-turut melalui air minum. Sampel feses diambil pada hari ke-29 dan dianalisis menggunakan metode McMaster untuk menghitung jumlah telur cacing per gram feses (EPG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 mengalami penurunan jumlah EPG yang signifikan (p<0,01) dibandingkan kontrol, dengan efektivitas tertinggi pada dosis 1,5% (60 ± 7,9 butir/g). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun saga berpotensi sebagai agen anthelmintik alami pada ayam broiler.   Kata Kunci: Abrus precatorius L., ayam pedaging, antelmintik, cacing, feses, McMaster