cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 366 Documents
PENGARUH SUBSTITUSI SILASE STAR GRASS DENGAN FODDER JAGUNG TERHADAP KONSUMSI ENERGI, KECERNAAN ENERGI, DAN ENERGI TERCERNA PADA SAPI BALI DARA: Effect of Star Grass (Cynodon Plectostachyusc) Silage Substitution with Corn Fodder on Energy Consumption, Energy Digestibility, and Digestible Energy in Balinese Heifers Rau, Viktoria Giovanna; Jalaludin; Imanuel Benu; Luh Sri Enawati
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2323

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi substitusi silase star grass (Cynodon plectostachyus) dengan fodder jagung terhadap konsumsi energi dan kecernaan energi serta energi tercerna pada sapi Bali dara. Sebanyak 4 ekor ternak dengan bobot badan awal 99,5–152 kg digunakan dalam rancangan bujur sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan terdiri dari: FJ0 (100% silase star grass), FJ20 (80% silase star grass + 20% fodder jagung), FJ40 (60% silase star grass + 40% fodder jagung), dan FJ60 (40% silase star grass + 60% fodder jagung). Variabel yang diamati meliputi konsumsi energi dam kecernaan energi serta energi tercerna. Analisis data menggunakan sidik ragam dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa substitusi silase star grass dengan fodder jagung memiliki efek yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi energi, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap energi tercerna, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kecernaan energi. Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi fodder jagung hingga 60% dalam silase star grass belum optimal dalam meningkatkan konsumsi energi dan kecernaan energi serta energi tercerna pada sapi Bali dara. Proporsi optimal yang direkomendasikan adalah FJ20 (20% fodder jagung), karena memberikan keseimbangan terbaik antara kandungan serat kasar dan ketersediaan energi. Kata kunci: energi tercerna, fodder jagung, kecernaan energi, konsumsi energi, silase star grass
PENGARUH SUBSTITUSI SILASE STAR GRASS DENGAN FODDER JAGUNG TERHADAP KONSUMSI, KECERNAAN PROTEIN, AMONIA RUMEN, DAN UREA SAPI BALI DARA: Effect of Star Grass (Cynodon plectostachyus) Silage Substitution with Corn Fodder on Crude Protein Consumption and Digestibility, Rumen Ammonia, and Blood Urea of Bali Heifers Bethan, Rajas Surya Firdaus; Jalaludin; Tara Tiba Nikolaus; Daud Amalo
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi silase star grass (Cynodon plectostachyus) dengan fodder jagung terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar, amonia rumen, dan urea darah pada sapi Bali dara. Digunakan 4 ekor sapi betina dara berumur 2,8--3 tahun dan bobot badan 99,5--152 kg. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah FJ0: silase star grass 100%, FJ20: silase star grass 80% + 20% fodder jagung, FJ40: silase star grass 60% + 40% fodder jagung, FJ60: silase rumput stargrass 40% + 60% fodder jagung. Parameternya yaitu: konsumsi dan kecernaan protein kasar, amonia rumen, dan urea darah. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Analisis ragam menampilkan pengaruh substitusi silase star grass (Cynodon plectostachyus) dengan fodder jagung berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar, amonia rumen, dan urea darah sapi Bali dara. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa substitusi star grass dengan fodder jagung tidak dapat meningkatkan konsumsi dan kecernaan protein kasar, amonia rumen, dan urea darah sapi Bali dara.   Kata kunci: amonia rumen, fodder jagung, kecernaan dan konsumsi protein kasar, silase star grass, urea darah
PENGARUH PEMBERIAN PELLET CAMPURAN BAHAN SUMBER ENERGI NON-KONVENSIONAL DENGAN KONSENTRAT TERHADAP TINGKAH LAKU MAKAN SAPI BALI JANTAN PENGGEMUKAN: The Effects of Providing Mixed Pellets based on Non-Conventional Energy Sources on the Eating Behavior of Fattening Male Bali Cattle Fitri Imelda Edon; Yohanes Umbu Laiya Sobang; Grace Maranatha; Daud Amalo
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan pelet berbahan sumber energi non-konvensional (tepung bonggol pisang, ubi kayu afkir, dan putak) yang dicampur dengan konsentrat terhadap frekuensi makan, lama makan, lama ruminasi, dan lama istirahat sapi Bali jantan penggemukan. Penelitian menggunakan empat ekor sapi Bali jantan berumur ±1,5 tahun dengan bobot badan rata-rata 96,4 kg. Metode yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan empat perlakuan dan empat periode sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0 (70% lamtoro + 30% pakan pelet tanpa bahan non-konvensional sebagai kontrol), P1 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% bonggol pisang + 70% konsentrat), P2 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% ubi kayu afkir + 70% konsentrat), dan P3 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% putak + 70% konsentrat). Variabel yang diamati meliputi lama makan, frekuensi makan, lama ruminasi, dan lama istirahat. Data dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua variabel yang diamati. Nilai rataan variabel menunjukkan bahwa semua perlakuan menghasilkan respons yang relatif sama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan pakan sumber energi non-konvensional sebagai pengganti hingga 30% konsentrat dalam ransum sapi Bali jantan penggemukan tidak memengaruhi perilaku makannya, sehingga dapat menjadi alternatif pakan yang efisien dan ekonomis.   Kata kunci: non-konvensional, pakan konsentrat, pelet, sumber energi, tingkah laku makan  
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechuLl) DALAM PENGENCER MULBERRY III (MIII) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE: Effect of Addition of Areca Nut Seed Extract (Areca catechu L) in Diluent Mulberry III (MIII) on the Quality of Spermatozoa of Landrace Boars Serliana Sutrilensi; Kireinus Uly; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Ridlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2335

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari dosis terbaik ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) dalam pengencer MIII terhadap kualitas spermatozoa babi Landrace. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan empat kali ulangan. Pengencer yang diuji dalam penelitian ini adalah pengencer komersial MIII (Mulberry III) dengan level penambahan bahan pengencer ekstrak biji pinang. Adapun perlakuan tersebut adalah  P0: MIII KT+ekstrak biji pinang 0%, P1: MIII KT+ekstrak biji pinang 1%,  P2: MIII KT+ekstrak biji pinang 2%, P3: MIII KT+ekstrak biji pinang 3%, P4: MIII KT+ekstrak biji pinang 4%. Semen segar yang digunakan diperoleh dari ternak babi Landrace yang telah dewasa kelamin dan dalam keadaan yang sehat. Variabel yang diuji pada penelitian ini adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup. Pemeriksaan terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas dilakukan setiap 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 2% ekstrak biji pinang dalam pengencer mulberry III (MIII) merupakan perlakuan terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace dengan lama simpan 32 jam.   Kata kunci: ekstrak biji pinang, Mulberry III, spermatozoa babi Landrace
PENGARUH SUBSITUSI SILASE RUMPUT BINTANG (Cynodon plectostachyus) DENGAN FODDER JAGUNG TERHADAP KONSUMSI, KECERNAAN DAN RETENSI NITROGEN PADA SAPI BALI DARA: Effect of Substitution of Star Grass (Cynodon plectostachyus) Silage with Corn Fodder on Intake, Digestibility and Nitrogen Retention of Bali Heifers Assaida Dau Widawati; Tara Tiba Nikolaus; Jalaludin; I Gusti Ngurah Jelantik
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi silase rumput bintang (Cynodon plectostachyus) dengan fodder jagung terhadap konsumsi, kecernaan dan retensi nitrogen pada sapi Bali dara. Sapi Bali  dara yang digunakan sebanyak empat ekor dengan rentang umur 2,8−3 tahun, bobot badan 99,5−152 kg dengan rataan bobot badan 116,25 kg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan menggunakan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode ulangan. Perlakuan yaitu FJ0 = Rumput bintang 100%, FJ20 = Rumput bintang 80% + Fodder jagung 20%, FJ40 = Rumput bintang 60% + Fodder jagung 40%, FJ60 = Rumput bintang 40% + Fodder jagung 60%. Variabel yang diukur adalah konsumsi nitrogen, kecernaan nitrogen dan retensi nitrogen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan diikuti oleh uji lanjut Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa substitusi silase rumput bintang (Cynodon plectostachyus) dengan fodder jagung berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi nitrogen dan retensi nitrogen namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan nitrogen. Disimpulkan bahwa substitusi silase rumput bintang dengan fodder jagung sampai 60% tidak meningkatkan konsumsi nitrogen dan retensi nitrogen, namun tidak mengubah kecernaan nitrogen sapi dara Bali dara.   Kata kunci: fodder jagung, kecernaan nitrogen, konsumsi nitrogen, retensi nitrogen, silase rumput bintang
EVALUASI KUALITAS SEMEN DOMBA EKOR TIPIS BERDASARKAN VARIASI WAKTU KOLEKSI SEMEN DI TEACHING FARM JURUSAN PETERNAKAN, FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG: Evaluation of Semen Quality in Thin-Tailed Sheep Across Different Collection Times at the Teaching Farm, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung Zenix, Aulia Putri; M. Yazid Izza Setiawan; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Dakhlan, Akhmad
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2520

Abstract

Evaluasi kualitas semen merupakan parameter penting dalam menentukan potensi fertilitas pejantan serta keberhasilan penerapan teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan pada ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen domba ekor tipis dengan membandingkan dua waktu koleksi semen, yaitu pagi hari (T1, 07.00–09.00 WIB, n=8) dan sore hari (T2, 15.00–17.00 WIB, n=8). Penelitian dilaksanakan pada November–Desember 2023 berupa studi kasus di Teaching Farm Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Parameter makroskopik meliputi volume, warna, konsistensi, dan pH semen, sedangkan parameter mikroskopik meliputi gerakan massa, motilitas individu, dan konsentrasi spermatozoa. Data disajikan sebagai rataan ± standar deviasi dan dianalisis menggunakan uji t Independent Sample dengan perangkat lunak SPSS 24 untuk mengetahui perbedaan antarpelakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume semen pada koleksi pagi dan sore hari masing-masing sebesar 1,19±0,55 mL (T1) dan 1,24±0,56 mL (T2). Warna semen pada kedua perlakuan adalah putih susu dengan skor 2,00±0,00 (T1) dan 1,88±0,35 (T2), sedangkan konsistensi semen berkisar antara sedang hingga kental dengan nilai 2,63±0,52 pada kedua perlakuan. Nilai pH semen adalah 7,00±0,00 (T1) dan 7,50±0,53 (T2). Evaluasi mikroskopik menunjukkan nilai gerakan massa spermatozoa sebesar 1,50±0,53 (T1) dan 1,63±0,52 (T2), motilitas spermatozoa 60,00±5,35% (T1) dan 61,25±12,46% (T2), serta konsentrasi spermatozoa sebesar 3.006,3±124,66 ×10⁶ sel/mL (T1) dan 2.625±140,45 ×10⁶ sel/mL (T2). Analisis statistik menunjukkan bahwa seluruh parameter selain pH tidak berbeda nyata (P>0,05), sedangkan pH semen pada koleksi sore hari (T2) lebih alkali dibandingkan dengan koleksi pagi hari (T1) (P<0,05), namun masih berada dalam kisaran fisiologis normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa koleksi semen domba ekor tipis dapat dilakukan baik pada pagi maupun sore hari tanpa menurunkan kualitas semen, sehingga memberikan fleksibilitas dalam manajemen reproduksi dan penjadwalan koleksi semen.   Kata kunci: domba ekor tipis, kualitas semen, studi kasus, waktu koleksi, variasi
PENGARUH PENAMBAHAN MIKROKAPSUL EKSTRAK LIMBAH IKAN PATIN FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP TOTAL LEUKOSIT DAN DIFERENSIASI LEUKOSIT PADA AYAM BROILER: Effect of Addition of Fermented Catfish Waste Microcapsules in Feed Ration on the Total Leukocytes and Leukocyte Differentiation in Broiler Chickens Wahyu Rahmadani; Abun; Lovita Adriani
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin dalam ransum terhadap jumlah leukosit dan diferensiasi leukosit pada ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di kandang percobaan Ciparanje, Kabupaten Sumedang. Pengujian sampel leukosit ayam broiler dilakukan di Laboratorium Komersil Multitest, Margahayu, Bandung Barat, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pengaruh perlakuan menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Objek penelitian ini terdiri dari 80 ekor ayam broiler strain cobb yang dipelihara mulai dari hari 0 – 35 hari yang dibagi ke dalam 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan memiliki 4 ulangan yaitu, P0 = ransum basal tanpa mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi, P1 = Ransum basal + 0,5% mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi, P2 = Ransum basal + 1% mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi, P3 = Ransum basal + 1,5% mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi, dan P4 = Ransum basal + 2% mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi berbeda nyata (P<0,05) terhadap jumlah leukosit dan diferensiasi leukosit ayam broiler. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan 0,5% mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi mampu meningkatkan kadar heterofil dalam kisaran normal dan mempertahankan nilai limfosit dalam kisaran normal.   Kata kunci: ayam broiler, heterofil, leukosit, limbah ikan patin, limfosit
PENGARUH PENAMBAHAN ECO ENZYME BERBASIS LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP PERFORMA BROILER: The Effect of Lidah Buaya (Aloe Vera) Based Eco enzyme Addition on Broiler Performance Milky Pratama; Nelzi Fati; Irzal Irda
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2650

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penambahan eco-enzyme yang berbasis lidah buaya ke dalam air minum mempengaruhi kinerja broiler. Faktor-faktor ini termasuk konsumsi air, konsumsi pakan, pertambahan berat badan, dan rasio konversi pakan (FCR). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. P0 menunjukkan kontrol (tanpa menambah eco enzyme lidah buaya ke dalam air minum); P1 menunjukkan penambahan 1% eco enzyme lidah buaya ke dalam liter air minum; P2 menunjukkan penambahan 2% eco enzyme lidah buaya ke dalam liter air minum; dan P4 menunjukkan penambahan 4% eco enzyme lidah buaya ke dalam liter air minum. Performa broiler termasuk konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konsumsi air, dan rasio konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) dari penambahan eco enzyme berbasis lidah buaya ke dalam air minum broiler terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), konsumsi air minum, dan nilai konversi ransum.   Kata kunci: eco enzyme, lidah buaya, performa broiler
FAKTOR INTEGRASI SAPI DAN KACANG TANAH SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN BAGI PETANI DI KECAMATAN PUJANANTING, KABUPATEN BARRU: Factors Influencing the Integration of Cattle and Groundnut as a Sustainable Farming Solution in Pujananting District, Barru Regency Hermimin; Sulfiana; Syamsinar; Helda Ibrahim
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2671

Abstract

Sistem integrasi antara komoditas ternak dan tanaman menjadi pendekatan yang menjanjikan dalam menciptakan pertanian berkelanjutan dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan sistem integrasi sapi dan kacang tanah di Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi ini memiliki sejumlah kekuatan pada keterampilan petani yang memadai , kesuburan tanah yang mendukung, dan akses terhadap modal serta kemitraan. Akan tetapi, sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan seperti kurangnya pemahaman teknis, infrastruktur yang terbatas, dan rendahnya akses teknologi pertanian. Peluang pengembangan tersedia dalam bentuk dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya permintaan pasar, serta kemajuan teknologi tersedia untuk dikembangkan. Ancaman utama yang dihadapi perubahan iklim, serangan penyakit hewan, dan fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif untuk mengoptimalkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman tersebut. Sistem integrasi ini dapat menjadi model pembangunan pertanian yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.   Kata kunci: integrasi ternak-tanaman, kacang tanah, sapi potong, SWOT, pertanian berkelanjutan
REVIEW: STRATEGI MODIFIKASI MIKROBIOTA USUS UNTUK OPTIMALISASI PERTUMBUHAN AYAM BROILER: Review: Gut Microbiota Modification Strategies for Optimizing Broiler Growth Rika; Fahlevi, Reza
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2683

Abstract

Industri perunggasan memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional. Pertumbuhan dan kesehatan ayam broiler sangat dipengaruhi oleh mikrobiota usus, yang berperan dalam metabolisme, sistem imun, dan efisiensi penyerapan nutrisi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi modifikasi mikrobiota usus untuk meningkatkan performa broiler secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap sepuluh artikel ilmiah terpilih yang relevan dengan topik hubungan mikrobiota usus dan kesehatan ayam broiler. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi seperti probiotik, bakteriofag, dan modulator metabolisme mikrobioma (MMM) secara signifikan meningkatkan pertambahan berat badan harian (BWG), efisiensi konversi pakan (FCR), dan status kesehatan usus. Faktor lingkungan seperti paparan amonia dan kondisi awal pemeliharaan turut memengaruhi komposisi mikrobiota dan kesejahteraan broiler. Sebaliknya, penggunaan antibiotik cenderung menurunkan diversitas mikroba dan meningkatkan resistensi antimikroba. Kajian ini menyimpulkan bahwa strategi modifikasi mikrobiota berbasis pendekatan metabolik dan ekologi mikroba dapat menjadi alternatif potensial dalam pengembangan sistem peternakan unggas yang lebih sehat dan berkelanjutan   Kata kunci: broiler, mikrobiota, modulasi, pertumbuhan