cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 337 Documents
RESPON ORGAN FISIOLOGIS BROILER TERHADAP PENAMBAHAN ENKAPSULASI EKSTRAK DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) DALAM AIR MINUM: Response of the Physiological Organs of Broiler to the Addition of Encapsulated Extracts of Bitter Leaf (Vernonia amygdalina) In Drinking Water Muhammad Viki; Nilawati; Irzal Irda
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2473

Abstract

Peternakan ayam broiler sangat tergantung pada pakan komersial dan penggunaan antibiotik sintetik untuk mencegah penyakit dan meningkatkan produktivitas. Namun, penggunaan antibiotik dapat meninggalkan residu dalam produk peternakan, yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon organ fisiologis broiler terhadap penambahan enkapsulasi daun afrika dalam air minunm. Penelitian dimulai dari pengumpulan bahan baku, pembuatan enkapsulasi ekstak daun afrika, pemeliharaan broiler sampai panen (pengambilan data). Subjek penelitian yang digunakan adalah DOC broiler sebanyak 100 ekor tanpa pemisahan jenis kelamin. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan diberikan pada air minum dengan A 0%, B 0,5%, C 1%, dan D 1,5%. Variabel yang diamati yaitu persentase bobot organ fisiologis (hati, jantung, dan limpa), panjang usus, dan bobot akhir. Penambahan enkapsulasi ekstrak daun afrika memiliki efek tidak signifikan (P>0,05) terhapat persentase organ fisiologis (hati,jantung, limpa) dan panjang usus halus. Namun, pada perlakuan dengan konsentrasi 0,5%, terjadi peningkatan bobot akhir broiler secara signifikan (P<0,05). Dengan demikian, penggunaan enkapsulasi ekstrak daun afrika pada level 0,5% dapat dianggap sebagai dosis optimal untuk meningkatkan bobot akhir ayam broiler secara signifikan.   Kata kunci: hati, jantung, limpa, panjang usus halus, bobot akhir
IMPROVING PRODUCTIVITY AND PROFITABILITY IN LAYER CHCKEN THROUGH THE INNOVATION OF MORINGA LEAF EXTRACTS IN DRINKING WATER Riyanti; Khaira Nova; Dian Septinova; Agus Santoso; Fajriko Trysa Gani
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2563

Abstract

Produksi telur sehat alami disertai produktivitas dan profitabilitas yang tinggi menjadi tantangan utama di tengah kebutuhan pasar yang semakin meningkat Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam air minum terhadap produktivitas dan Income Over Feed Cost ayam ras petelur. Penelitian dilaksanakan delapan minggu secara eksperimental di research farm Desa Marga Raya, Natar, Lampung Selatan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan terhadap 120 ekor ayam petelur Isa Brown umur 22 minggu. Perlakuan ekstrak daun kelor diberikan melalui air minum , yaitu P0 0%, P1 0,5%, P2 1,0%, dan P3 1,5%. Masing-masing perlakuan diulang enam kali dan setiap ulangan terdiri atas lima ekor ayam sebagai satuan percobaan. Data dianalisis ragam pada taraf 5%, diikuti dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor dengan dosis 0-1,5% dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, produksi telur, dan efisiensi ransum, namun memberikan pengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan Income Over Feed Cost (IOFC), Inovasi pemberian ekstrak daun kelor dalam alur minum memicu adanya peningkatan profitabilitas pada usaha ayam ras petelur   Kata kunci: ekstrak daun kelor, efisiensi ransum, income over feed cost, konsumsi ransum, produksi telur
PENGARUH KOMBINASI FRUKTOSA DAN SUKROSA DALAM PENGENCER TRIS-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE: Influence of Combination of Fructose and Sucrose in Diluent Tris-Yolk Against Quality of Liquid Landrace Boars Semen Samuel Alexsander Singga; Wilmintje Marlene Nalley; Alvrado Bire Lawa; Thomas Mata Hine
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.6835

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of the combination of fructose (F) and sucrose (S) in egg yolk Tris-diluent (T-EY) on the quality of Landrace boars semen. This study used an experimental method in a complete randomized design consisting of 5 treatments and 5 repeats so that 25 experimental units were formed. The treatment in question was T0= T-EY; T1= T-EY + F 1.0% + S 0.2%; T2= T-EY + F 1.5% + S 0.2%; T3= T-EY + F 1.0% + S 0.4%; T4= T-EY + F 1.5% + S 0.4%. Good quality semen was diluted with a test diluent, then preserved at a temperature of 18-20o C. The variables studied are motility, viability, abnormalities and survival of spermatozoa. This evaluation is done every 12 hours. The results showed that at 60 hours preservation of T2 treatment resulted in the highest and significantly different spermatozoa motility (P>0.05) with all treatments with spermatozoa motility values (43.00%), spermatozoa viability (43.10%), spermatozoa abnormalities (11.40%), and spermatozoa survival (63.20 hours)). It was concluded that the combination of 1.5% fructose and 0.2% sucrose at T2 in the egg yolk Tris-diluent resulted in the best liquid semen quality in maintaining Landrace pig semen quality during low-temperature storage.     Keywords: Fructose, sucrose, qualitys of semen boars Landrace, Tris-yolk egg  
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN, pH,RENDEMEN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA DAGING SE’I SAPI: Effect of Adding Red Dragon (Hylocereus Polyrhizus) FruitExtract on Protein Containment, pH, Rendement and Organoleptic of Beef Se'i Devilia Ndua Awa; Geertruida Margareth Sipahelut; Bastari Sabtu; Tri Rizkie Zainal
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2969

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of red dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) on the quality of beef se'i meat. The method used was a completely randomized design (CRD), consisting of 4 treatments and 4 replicates, resulting in 16 experimental units. The addition of red dragon fruit peel extract consisted of treatments P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), and P3 (15%). The parameters measured in the study were protein content, pH, yield, and organoleptic properties, including color, aroma, taste, and tenderness. Statistical test results showed that the provision of red dragon fruit peel extract had a very significant effect (P < 0.01) on color, aroma, taste, and tenderness, while it had a significant effect (P < 0.05) on protein content and no significant effect (P>0.05) on pH and yield. Based on the results of the study, it can be concluded that the effect of adding 15% red dragon fruit peel extract can increase protein content, color, aroma, taste, and tenderness in beef se'i meat, while the pH and yield do not change.   Keywords: Beef se'i, Organoleptic, Protein content, pH, Red dragon fruit skin
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP KANDUNGAN LEMAK, OKSIDASI LEMAK, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SE’I DAGING SAPI: Effect of Red Dragon Fruit Peel Extract (Hylocereus polyrhizus) Addition on Fat Content, Fat Oxidation, and Antioxidant Activity in Beef Se'i Asri Yanti; Sulmiyati; Geertruida Margareth Sipahelut; Tri Rizkie Zainal
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2970

Abstract

This study aims to determine the addition of red dragon fruit peel extract (Hyclocereus polyrhizus) to fat content, fat oxidation and antioxidant activity in beef se'i.  The materials used were beef thigh muscle, red dragon fruit skin, saltpeter and salt.  The method used was experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replicates.  Treatment P0 without the addition of red dragon fruit peel extract (control), P1 addition of red dragon fruit peel extract 5%, P2 addition of red dragon fruit peel extract 10%, P3 addition of red dragon fruit peel extract 15%.  The variables observed were fat content, fat oxidation, and antioxidant activity.  Data were analyzed using ANOVA (Analysis of variance) then followed by Duncan's test to determine differences between treatments.  The results showed that the addition of red dragon fruit peel extract had a significant effect (P<0.05) on antioxidant activity, while no significant effect (P>0.05) on fat content and fat oxidation.  It was concluded that the addition of red dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) at different levels was effective in increasing the antioxidant activity in beef se'i. However, the addition of red dragon fruit peel extract did not show significant effect on fat content and fat oxidation in beef se'i.   Keywords: antioxidant, beef se'i, fat content, fat oxidation, red dragon fruit peel
PENGARUH PENAMBAHAN BOVINE SERUM ALBUMIN (BSA) DAN FRUKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE: Effect of Addition of Bovine Serum Albumin and Fructose in Citrate-Egg Yolk Diluent on the Quality of Liquid Semen in Landrace Boars Agustina Anjeli Iba; Petrus Kune; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Rudlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2971

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penambahan bovine serum albumin dan fruktosa dalam pengencer sitrar-kuning telur terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Materi penelitian yang digunakan adalah semen segar dari babi jantan yang telah dewasa kelamin 2,5 tahun dan ternak dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri atas P0= S-KT, P1= S-KT + BSA 0,1% + FRUC 1,0%, P2= S-KT + BSA 0,2% + FRUC 1,0%, P3= S-KT + BSA 0,1% + FRUC 1,5%, P4= S-KT + BSA 0,2 + FRUC 1,5%. Variabel penelitian meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa P2 menghasilkan kualitas spermatozoa yang lebih tinggi secara statistic (P>0,05%) dibandingkan perlakuan lainnya dengan motilitas: 40,00±0,00%, viabilitas 45,10± 0,55%, abnormalitas 9,80 ±0,45%, dan daya tahan hidup spermatozoa 60,00± 0,00%. Simpulan dari penelitian ini penambahan BSA 0,2% dan fruktosa 0,1% dalam pengencer sitrat-kuning telur memberikan respon baik dan cukup efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace hingga 60 jam penyimpanan.   Kata kunci: Bovine serum albumin, fruktosa, kuning telur, sitrat, spermatozoa
EFEK ASAP CAIR DAUN KESAMBI (SCHLEICHERA OLEOSA) TERHADAP KUALITAS KIMIA DAN MIKROBIOLOGI DAGING SE’I SAPI: The Effect of Liquid Smoke from Kesambi Leaves (Schleichera oleosa) on the Chemical and Microbiological Quality of Se’i Beef Hilda Linda; Geertruida Margareth Sipahelut; Bastari Sabtu; Sulmiyati
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3005

Abstract

Penelitian ini menyelidiki dampak asap cair daun kesambi (Schleichera oleosa) terhadap kualitas kimia dan mikrobiologi daging se'i sapi. Daging sapi segar, asap cair daun kesambi, garam, dan saltpeter adalah bahan yang digunakan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan, dengan 16 unit percobaan. P0 = tanpa penggunaan asap cair (kontrol), P1 = asap cair 1%, P2 = asap cair 3%, dan P3 = asap cair 6%. Kadar air, aktivitas air (aw), dan total plate count (TPC) adalah variabel yang diamati dalam penelitian ini. Analisis Variasi (ANOVA) digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggunaan asap cair daun kusambi tidak berdampak nyata terhadap variabel yang diamati (P>0,05). Disimpulkan bahwa asap cair daun kesambi yang digunakan pada konsentrasi 1%, 3%, dan 6%, tidak ada dampak pada kadar air, aktivitas air, atau total plate count (TPC) daging se'i sapi.   Kata kunci: aktivitas air, asap cair daun kesambi, kadar air, se’i sapi, TPC
KUALITAS KIMIA DAGING SE’I SAPI YANG DIBERI ASAP CAIR DAUN KESAMBI (Schleichera oleosa): Chemical Quality of Beef Se'i Given Liquid Smoke of Kesambi Leaves (Schleichera oleosa) Vincentia Kartika Maharani; Geertruida Margareth Sipahelut; Bastari Sabtu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3006

Abstract

Daging se’i memiliki masa simpan yang singkat. Salah salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan daging adalah dengan menambahkan asap cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan asap cair daun kesambi (Schleichera oleosa) pada konsentrasi yang berbeda pada kualitas kimia pada daging se’i sapi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P0: Daging sapi tanpa penggunaan asap cair (kontrol), P1: Daging sapi + penggunaan asap cair 1%, P2: Daging sapi + penggunaan asap cair 3%, P3: Daging sapi + penggunaan asap cair 6%, dan masing-masing perlakuan mendapat 4 kali ulangan. Kadar lemak, oksidasi lemak, dan aktivitas antioksidan adalah parameter yang diukur. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asap cair daun kesambi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua perlakuan. Disimpulkan bahwa penggunaan asap cair daun kesambi pada level 1%, 3%, dan 6% tidak mempengaruhi kadar lemak, oksidasi lemak, dan aktivitas antioksidan pada daging se’i sapi.   Kata kunci: aktivitas antioksidan, asap cair daun kesambi, se’i sapi, kadar lemak, oksidasi lemak.
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMPLIT KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM) TERHADAP KONSUMSI DAN DAYA CERNA BABI GROWER: Effect of Commercial Complete Feed Substitution with Moringa Leaf Flour (Moringa oleifera Lam) on Consumption and Digestibility of Grower Pigs Aleksius Nota; Ni Nengah Suryani; Sabarta Sembiring; David Agustinus Nguru
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3007

Abstract

Studi ini untuk mengevaluasi pengaruh substitusi pakan komplit komersial (PKK) dengan tepung daun kelor (TDK) pada konsumsi dan daya cerna SK dan LK ternak babi grower. Dipakai 12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace berumur 3-4 bulan dengan BB awal 38-55 kg dan rataan 45,17 kg (KV=13,31%). Dipakai metode percobaan dengan RAL 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya meliputi: R0: 100% PKK, R1: 90% PKK+10% TDK, R2: 85% PKK+15% TDK, R3: 80% PKK+ 20% TDK.  Data dianalisis dengan analisis ragam. Hasil penelitian ini menunjukkan substitusi pakan komplit komersial dengan tepung daun kelor 0-20% memberi pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, daya cerna SK, dan LK, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi SK dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada konsumsi LK. Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi pakan komplit komersial dengan tepung daun kelor sampai 20% tidak mempengaruhi konsumsi ransum, daya cerna SK dan LK, namun meningkatkan konsumsi SK dan LK pada level 20%.   Kata kunci: babi grower, lemak kasar, serat kasar, tepung daun kelor
REVIEW: EVALUASI PEMANFAATAN KULIT PISANG PADA PAKAN UNGGAS TERHADAP PERFORMA: Review: Evaluation of the Use of Banana Peel in Poultry Feed on Performance Angriani, Ririn; Anggi Derma Tungga Dewi; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3025

Abstract

Kulit pisang merupakan limbah melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun masih mengandung nutrisi yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan unggas. Namun, kulit pisang tidak dapat diberikan secara langsung karena memiliki faktor penghambat kecernaan yang tinggi dan kadar protein yang rendah. Oleh sebab itu, diperlukan teknologi pengolahan, baik fisik, kimia, maupun biologis, untuk meningkatkan kualitasnya sebagai pakan. Penelitian ini bertujuan menilai potensi kulit pisang sebagai bahan pakan unggas dan memberikan referensi pemanfaatannya. Hasil review menunjukkan bahwa kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan pakan, baik dalam bentuk tepung maupun tepung fermentasi, tetapi penggunaannya menjadi tidak optimal pada level tinggi. Peningkatan level penambahan tepung kulit pisang maupun tepung kulit pisang fermentasi cenderung menurunkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan unggas. Konversi ransum terbaik pada ayam broiler dan ayam kampung ditemukan pada penambahan 5% tepung kulit pisang fermentasi, masing-masing sebesar 1,72 ± 0,15 dan 3,65. Pada ayam petelur, konversi ransum optimal dicapai pada level 15% tepung kulit pisang (1,98 ± 0,2). Bobot badan ayam broiler meningkat hingga 1729,84 g pada level 7,5% tepung kulit pisang fermentasi, sedangkan bobot badan itik mencapai 1076,09 g dengan penambahan 7% tepung kulit pisang. Pada ayam petelur, level 8% dapat menghasilkan produksi telur hingga 94,01 ± 1,42%. Secara keseluruhan, kulit pisang dapat digunakan dalam pakan unggas hingga level maksimal 15%. Meski demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan metode pengolahan terbaik, level penggunaan yang aman dan efisien, serta pengaruh jangka panjang terhadap performa unggas.   Kata kunci: fermentasi, performa, tepung kulit pisang, unggas