cover
Contact Name
Buyung
Contact Email
21.buyung@gmail.com
Phone
+6285347441263
Journal Mail Official
jerr@journal.stkipsingkawang.ac.id
Editorial Address
STKIP SIngkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Educational Review and Research
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 25979752     EISSN : 25979760     DOI : http://dx.doi.org/10.26737/jerr
Core Subject : Education,
Journal Of Educational Review and Research (JERR) is published by Institute for managing and publishing scientific journal STKIP Singkawang in 2017 and periodically published twice per year on July and December, with e-ISSN : 2597-9760 and p-ISSN : 2597-9752. JERR aims to becoming the publication center of education researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 152 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK Chafsah, Zannuba Arifah; Gunawan, Gunawan
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7724

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21 seiring dengan pesatnya perkembangan sains dan teknologi. Namun, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Linggasari, yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan belajar, dominasi pembelajaran berpusat pada guru, serta rendahnya hasil literasi berdasarkan pretest. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan literasi sains peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas IV SD Negeri 3 Linggasari. Data dikumpulkan melalui tes (pretest, evaluasi tiap siklus, dan posttest) serta observasi keaktifan peserta didik. Instrumen literasi disusun berdasarkan indikator kemampuan menemukan dan mengembangkan informasi, menginterpretasi dan menyimpulkan, serta mengevaluasi dan merefleksikan isi teks. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dari kategori kurang pada siklus I (59%) menjadi kategori baik pada siklus III (82%). Selain itu, kemampuan literasi peserta didik juga mengalami peningkatan hingga mencapai 76% dengan kategori baik pada akhir siklus. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan kemampuan literasi sebesar 76% dalam kategori berhasil. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan kontekstual, serta relevan untuk meningkatkan literasi sains dan keterlibatan peserta didik sekolah dasar sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21
ENHANCING STUDENTS’ SPEAKING SKILLS THROUGH STORYTELLING ON TIKTOK Assadiyah, Alima; Yuliana, Yohannes Gatot Sutapa; Wardah, Wardah
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 1 (2025): VOLUME 8 NUMBER 1 JULY (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i1.7905

Abstract

This study aims to improve the speaking skills of students in class X.10 at SMAN 3 Pontianak by applying storytelling techniques through the use of TikTok. This study was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method and involved 34 students as participants. The study was conducted in two cycles, with adjustments made to the implementation based on the difficulties identified in the first cycle to encourage application and adjustment in the second cycle, thus improving the overall results. The results of the study showed a positive impact on students' speaking skills after implementing storytelling activities through TikTok. This improvement was reflected in both the learning process and learning outcomes. Throughout the process, students demonstrate greater focus, enthusiasm, and participation in classroom activities. These results indicate that digital platforms like TikTok can function not only as entertainment tools but also as innovative and relevant media for improving English speaking skills in an educational context.
PENGARUH PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ESAI MAHASISWA LINTAS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK Lahir, Muhammad; Safitri, Yuyun
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.8366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan menulis esai mahasiswa lintas program studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas PGRI Pontianak. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kualitas menulis esai mahasiswa yang mencakup aspek struktur, argumentasi, kohesi-koherensi, dan penggunaan bahasa akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel penelitian berjumlah 97 mahasiswa yang dipilih secara acak dari populasi 3.656 mahasiswa aktif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket persepsi penerapan PBL berbasis skala Likert dan tes menulis esai yang dinilai menggunakan rubrik penilaian. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode PBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis esai mahasiswa. Indikator orientasi terhadap masalah, penggalian informasi, diskusi kelompok, refleksi dan sintesis, serta presentasi dan evaluasi solusi secara bersama-sama berkontribusi terhadap peningkatan struktur esai, ketajaman argumentasi, kohesi-koherensi, penggunaan bahasa, dan orisinalitas ide. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan model pembelajaran konstruktivistik dan kontribusi praktis bagi dosen dalam merancang pembelajaran menulis yang lebih aktif dan bermakna
IMPROVING STUDENTS’ TOLERANCE THROUGH THE VCT LEARNING MODEL: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Suprapto, Wasis; Ghofur, Abdul; Rahman, Delfia Ikhlasiah; Churiwiyah, Ulfah; Kariadi, Dodik
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.8591

Abstract

Indonesia is a multicultural country. In a multicultural society, tolerance is a crucial aspect of fostering harmony and peace, so students must have a strong understanding of its values. However, the data indicate that intolerant behavior among the public remains significantly high. Inter-ethnic, racial, and tribal conflicts continue to be prevalent, according to the data. Therefore, the best way to overcome this obstacle is by organizing learning that can stimulate students to understand the values of tolerance. This is because students are the next generation, the spearhead in fostering tolerance in a multicultural nation. Consequently, this research aims to apply the VCT (Value Clarification Technique) model to assess its impact on students' knowledge achievement related to tolerance values. This study involved 37 students from one elementary school in Singkawang City, Kalimantan, comprising 20 students in class A (experimental group) and 17 in class B (control group), using a quasi-experimental research design. Data analysis was performed using the independent samples t-test. The research results indicate that the Sig. (2-tailed) value exceeds 0.05, so it can be understood that the VCT model influences students' acquisition of knowledge about tolerance values.
IGI SERANG CITY'S STRATEGY TO IMPROVE TEACHER COMPETENCE Utami, Maharani Windu; Maulida, Ratna Siti; Rohimat, Sonny; Zohriah, Anis; Muin, Abdul
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7935

Abstract

Education in Indonesia faces challenges in the form of unequal teacher quality and limited access to self-development. This condition is one of the responsibilities of professional teacher organizations mandated by law, specifically Law Number 14 of 2025 concerning Teachers and Lecturers. This study aims to analyze the strategies implemented by the Indonesian Teachers Association (IGI) of Serang City, as a professional teacher organization, in improving teacher competency. This study uses a qualitative approach with a case study method, analyzing IGI Serang City's strategies from August 2023 to July 2025. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results show that IGI Serang City implemented a comprehensive strategy focused on three main pillars: optimizing digital-based programs through regular webinars and online training reaching teachers from various regions; encouraging a culture of literacy and scientific publications by publishing three anthologies of teacher work; and maintaining direct interaction through offline activities such as workshops, training, and collaborations with various parties. This combination of online and offline strategies has proven effective in reaching a wider audience, offering flexibility, and building a productive learning community. The multidimensional strategy of IGI Serang City has not only succeeded in improving teachers' professional competence but also fostered a culture of sharing and scientific literacy, making it a relevant model for other teacher professional organizations.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING Khotijah, Nur; Gunawan, Gunawan
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7722

Abstract

Pendidikan matematika memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan analitis siswa, salah satunya melalui penguatan literasi matematika dan kepercayaan diri. Namun, kondisi pembelajaran di sekolah dasar masih menunjukkan rendahnya kemampuan literasi matematika yang disertai dengan rendahnya kepercayaan diri siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VB SD Negeri 3 Linggasari Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan kriteria keberhasilan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa secara bertahap dari siklus I hingga siklus III. Pada siklus I, kemampuan literasi siswa berada pada kategori cukup dengan persentase 56% dan nilai rata-rata 58. Pada siklus II, capaian meningkat menjadi kategori baik dengan persentase 78% dan nilai rata-rata 74. Selanjutnya, pada siklus III terjadi peningkatan yang signifikan hingga mencapai kategori sangat baik dengan persentase 94% dan nilai rata-rata 89. Peningkatan ini juga diiringi dengan berkembangnya kepercayaan diri siswa yang ditunjukkan melalui keaktifan dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat, serta kemandirian dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika dan kepercayaan diri siswa secara simultan dan berkelanjutan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VIII MTS Safrihady, Safrihady; Oktavia, Wahyuni; Havizah, Sofia Nur; Novianti, Eva; Wirawan, Gunta
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.8604

Abstract

Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap kemampuan membaca puisi siswa pada kelas VIII MTs. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Designs menggunakan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII MTs. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan terpilih kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan siswa VIII B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai t-hitung > t-tabel yaitu 6,97>2,00 dengan taraf signifikasi 0,05%. Hasil perhitungan kemampuan membaca puisi siswa di kelas eksperimen yaitu nilai rata-rata hasil pre-test yaitu 33 dan mengalami peningkatan pada nilai rata-rata hasil post-test yaitu 66. Sedangkan nilai rata-rata hasil tes kemampuan membaca puisi siswa di kelas kontrol nilai rata-rata hasil pre-test yaitu 32 dan mengalami peningkatan pada nilai rata-rata hasil post-test yaitu 44. Perhitungan persentase aktivitas siswa diperoleh persentase 68,1% dengan kategori aktif. Uji Effect Size diperoleh nilai Effect Size sebesar 2,1 dengan kategori tinggi.
The Construction of Mathematical Meaning in Elementary School Students: Pestalozzi's Philosophical Perspective in the Modern Learning Era Buyung, Buyung
Journal of Educational Review and Research Vol 7, No 2 (2024): VOLUME 7 NUMBER 2 DECEMBER (2024)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v7i2.8522

Abstract

This study aims to analyze the construction of mathematical meaning in elementary school students through the perspective of Johann Heinrich Pestalozzi's philosophy of education and its relevance to modern learning. This study is motivated by the tendency of elementary mathematics learning which is still dominated by procedural, symbolic, and memorization approaches, so that it does not provide space for concrete experiences and the process of building meaning. The research uses a qualitative method of literature study by analyzing Pestalozzi's primary work, cognitive development theory, contemporary mathematical pedagogical literature, and historical-philosophical research related to concrete learning. Data are analyzed through content analysis techniques and philosophical-hermeneutic interpretation to interpret Pestalozzi's basic principles and relate them to modern mathematical learning practices. The results of the study show that the principles of "head, heart, and hand", learning through observation, and the use of concrete objects provide a strong foundation for meaningful, gradual, and developmentally appropriate mathematics learning. The dominance of procedural learning is influenced by test-oriented curriculum, teachers' teaching habits, time pressure, and textbooks that emphasize algorithms. The synthesis of findings resulted in a Pestalozzian-Based Mathematics Learning framework that includes three elements: contextualization of experiences, manipulative-representational activities, and dialogue and reflection. This study concludes that Pestalozzi's thinking is very relevant for the renewal of elementary mathematics pedagogy, because it places concrete experiences, humanization of learning processes, and the construction of meaning as the core of modern mathematics education
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca dan Keaktifan Belajar Siswa Abidin, Muhammad Irsyad; Gunawan, Gunawan
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7723

Abstract

Literasi membaca dan keaktifan belajar merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar guna mendukung pembelajaran abad ke-21. Namun, hasil observasi awal di kelas III A SD Negeri 3 Linggasari menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa masih belum optimal dan keaktifan belajar cenderung rendah. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya hasil pretest literasi membaca, perilaku pasif siswa selama pembelajaran, serta minimnya partisipasi dalam diskusi dan tanya jawab. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca dan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas III A SD Negeri 3 Linggasari tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kualitas implementasi pembelajaran, kemampuan literasi membaca, serta keaktifan belajar siswa secara signifikan. Persentase ketuntasan kemampuan literasi membaca meningkat dari 62,5% pada Siklus I menjadi 76,0% pada Siklus II dan 80,0% pada Siklus III. Sementara itu, persentase keaktifan belajar siswa meningkat dari 60,0% pada Siklus I menjadi 76,0% pada Siklus II dan mencapai 84,0% pada Siklus III. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan keaktifan belajar siswa sekolah dasar.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI Nopi Eling, Eri Yanti; Basyuni, Bistari; Purnama, Shilmy; Sulistyarini, Sulistyarini; Utami, Tri
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan tanggung jawab belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas XI A SMA Negeri 1 Menjalin. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas satu pertemuan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 25 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang diisi oleh observer selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun 7 indikator keaktifan belajar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) Peserta didik memperhatikan penjelasan guru saat pembelajaran, (2) Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan, (3) Peserta didik merespon pertanyaan dari guru maupun teman sebaya, (4) berdiskusi dalam kelompok, (5) mencatat rangkuman materi pelajaran, (6) menyampaikan ide, dan (7) masing-masing mempresentasikan hasil kerja kelompok. Adapun 3 indikator tanggung jawab belajar yaitu 1) Mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah dengan baik dan sesuai, 2) Menyelesaikan tugas sesuai jadwal yang telah ditentukan, 3) Mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keaktifan belajar peserta didik, dari 20% pada kondisi awal menjadi 77% pada siklus I, dan meningkat menjadi 79% pada siklus II. Sementara itu, tanggung jawab belajar juga mengalami peningkatan dari 32% pada kondisi awal menjadi 82% siklus I, dan mencapai 95% pada siklus II. Temuan ini menunjukan bahwa Model PBL efektif dalam mendorong keaktifan dan sikap tanggung jawab belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Kesimpulannya, penerapan model Problem Based Learning memiliki potensi sebagai strategi pembelajaran yang mampu mendorong peningkatan kualitas.