cover
Contact Name
Nur Hamdani Nur
Contact Email
hamdani.nur@unpacti.ac.id
Phone
+6281241263051
Journal Mail Official
jpp@unpacti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Jl. Andi Mangerangi No.73, Mamajang Dalam, Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90132
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Promotif Preventif
ISSN : 26226014     EISSN : 27458644     DOI : https://doi.org/10.47650/jpp.v3i1
Core Subject : Health,
Epidemiologi; Kesehatan Lingkungan; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Gizi Kesehatan Masyarakat; Promosi Kesehatan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Articles 553 Documents
Implementasi Kebijakan Promotif dan Preventif Terhadap Pengendalian Hipertensi: Analisis Kualitatif di Kota Tomohon, Indonesia Pojoh, Venita Septami; Manoppo, Jeanette Irene Christiene; Kaseke, Martha Marie; Nelwan, Jeini Ester; Mantjoro, Eva Mariane
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2476

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat termasuk di Kota Tomohon, dengan prevalensi tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Taratara, yang membutuhkan kebijakan promotif dan preventif sebagai bagian dari upaya pengendalian. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan promotif dan preventif terhadap pengendalian hipertensi di Kota Tomohon menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dan dilaksanakan di Puskesmas Taratara pada Oktober–November 2025. Informan terdiri dari Kepala Puskesmas, kader kesehatan, dan penderita hipertensi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan empat variabel Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi telah berjalan melalui mekanisme berjenjang, namun kejelasan dan konsistensinya belum optimal. Sumber daya manusia dan kewenangan relatif memadai, tetapi keterbatasan fasilitas, anggaran, dan informasi masih menjadi hambatan. Disposisi pelaksana menunjukkan komitmen yang baik, meskipun dukungan insentif belum optimal. Struktur birokrasi telah didukung oleh SOP, namun implementasinya dan koordinasi lintas sektor belum berjalan efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan promotif dan preventif pengendalian hipertensi di Kota Tomohon masih memerlukan penguatan pada seluruh aspek implementasi kebijakan.
Faktor Determinan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kesehatan di Ruang Operasi: Studi Cross Sectional di Indonesia Liando, Frisca Pricilia; Doda, Diana Vanda Daturara; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Pinontoan, Odie; Sinolungan, Jehosua S. V.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2484

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah penting pada tenaga kesehatan di ruang operasi karena berdampak pada keselamatan pasien, kualitas pelayanan, dan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ruang operasi memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan fisik dan mental yang tinggi, durasi kerja panjang, serta pengaturan shift yang berpotensi meningkatkan risiko kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan kelelahan kerja pada tenaga kesehatan di ruang operasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di ruang operasi sebanyak 62 orang dijadikan sampel penelitian. Variabel independen meliputi usia, shift kerja, masa kerja, dan beban kerja, sedangkan variabel dependen adalah kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,033), shift kerja (p=0,045), masa kerja (p=0,037), dan beban kerja (p=0,005) berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Variabel yang paling dominan berpengaruh adalah shift kerja (p=0,036; OR: 6,056) dan usia. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan kerja pada tenaga kesehatan ruang operasi dipengaruhi oleh faktor individual dan faktor pekerjaan, sehingga diperlukan pengelolaan beban kerja dan pengaturan shift yang lebih optimal untuk menurunkan risiko kelelahan kerja.
Strategi Administrasi Kebijakan Kesehatan dalam Peningkatan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Militer: Studi Kualitatif Eksploratif di RS TNI AL dr. Wahyu Slamet, Bitung Taniyo, Sunarty Sunaryo; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Nelwan, Jeini; Kaunang, Wulan Pingkan Julia; Kristanto, Erwin Gidion
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2486

Abstract

Rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan pelayanan klinis bermutu, tetapi juga menerapkan tata kelola administrasi dan kebijakan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan kepuasan pasien. Rumah sakit militer memiliki karakteristik organisasi dan sistem kebijakan yang berbeda dari rumah sakit sipil, sehingga memerlukan kajian khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi administrasi kebijakan kesehatan dalam meningkatkan kepuasan pasien di RS TNI AL dr. Wahyu Slamet Bitung melalui pendekatan kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan pada November 2025 melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan telaah dokumen terhadap informan kunci dari unsur manajemen, administrasi medis, serta pasien atau keluarga, kemudian dianalisis menggunakan analisis konten dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi administrasi kebijakan kesehatan diterapkan melalui empat dimensi utama yaitu struktural, operasional, partisipatif, dan evaluative, yang berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien melalui penataan struktur dan sumber daya, penyederhanaan alur layanan JKN, penguatan komunikasi dan pelibatan pasien, serta evaluasi mutu berkelanjutan. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan sarana-prasarana, ketidakstabilan integrasi sistem informasi, dan pemanfaatan data umpan balik yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsistensi implementasi kebijakan dan pemanfaatan data berbasis mutu merupakan kunci peningkatan kepuasan pasien di rumah sakit militer.
Analisis Faktor Kualitas Layanan Berbasis SERVQUAL terhadap Kepuasan Siswa pada Program Makanan Bergizi Gratis: Studi Kuantitatif di SMA Negeri 2 Bitung Malla, Anastasia; Rombot, Dina Victoria; Bolang, Alexander S.L.; Kapantow, Nova Helen; Niode, Nurdjannah Jane
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2493

Abstract

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan kesehatan dan pendidikan strategis yang bertujuan meningkatkan status gizi dan kesejahteraan siswa, namun keberhasilan implementasinya sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan yang dirasakan oleh peserta program. Penelitian ini mengevaluasi kepuasan peserta Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Bitung. Metode kuantitatif cross-sectional dengan sampel purposif 317 siswa digunakan. Data dikumpulkan via kuesioner untuk mengukur kepuasan dan lima dimensi SERVQUAL, kemudian dianalisis dengan uji Spearman dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan dukungan (98,7%) dan manfaat program (75,3%) sangat tinggi. Regresi mengungkap kelima dimensi bersama-sama menjelaskan 42,3% variasi kepuasan (R²=0,423). Bukti fisik (β=0,368) dan keandalan (β=0,289) berpengaruh positif signifikan, sementara empati (β=-0,180) berdampak negatif signifikan. Daya tanggap dan jaminan tidak signifikan. Bukti fisik merupakan faktor dominan. Disimpulkan, kepuasan peserta MBG terutama ditentukan oleh kualitas bukti fisik dan keandalan layanan. Temuan unik menunjukkan pendekatan empati yang terlalu personal justru mengurangi kepuasan, diduga kurang sesuai dengan karakteristik remaja. Rekomendasi utama adalah peningkatan kualitas fisik makanan dan konsistensi penyajian, serta penyesuaian pelayanan ke arah yang lebih profesional.
Efektivitas Edukasi Berbasis Health Belief Model terhadap Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan Infeksi Tuberkulosis Priscilia, Lumataw Fransisca; Kaseke, Martha Marie; Wahongan, Greta; Tuda, Josef Sem Berth; Sumampouw, Oksfriani Jufri
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2503

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua kasus Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, dengan risiko penularan yang signifikan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan merupakan kelompok berisiko tinggi sehingga penguatan pengetahuan dan sikap pencegahan menjadi sangat penting. Pendekatan edukasi berbasis Health Belief Model (HBM) berpotensi meningkatkan pemahaman dan motivasi tenaga kesehatan dalam menerapkan perilaku pencegahan TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi berbasis Health Belief Model terhadap pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan mengenai pencegahan penularan Tuberkulosis Paru di RSUD Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sebanyak 60 tenaga kesehatan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol melalui simple random sampling. Intervensi edukasi berbasis HBM dilaksanakan dalam tiga sesi terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test, N-Gain score, dan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna. Edukasi berbasis HBM terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kognitif dan afektif tenaga kesehatan terkait pencegahan penularan TB Paru. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis teori perilaku perlu diintegrasikan secara sistematis dalam kebijakan promosi dan pencegahan TB di fasilitas pelayanan kesehatan guna memperkuat kepatuhan tenaga kesehatan dan menurunkan risiko penularan nosokomial.
Hubungan Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik dengan Keselamatan Pasien di Puskesmas Kabupaten Minahasa Selatan: Studi Cross-sectional pada Tenaga Kesehatan Poluakan, Elke Sisilia; Sinolungan, Jehosua S. V.; Sapulete, Margareth R.; Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon; Homenta, Heriyannis
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2506

Abstract

Keselamatan pasien masih menjadi isu penting dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya seiring dengan meningkatnya penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Implementasi RME diharapkan dapat meningkatkan akurasi dokumentasi, kualitas pengambilan keputusan klinis, serta keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan RME dan keselamatan pasien di seluruh Puskesmas di Kabupaten Minahasa Selatan, Indonesia. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilakukan pada 236 tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari 17 Puskesmas. Pemanfaatan RME diukur melalui tiga dimensi, yaitu behavioral intention pengguna, kualitas aplikasi RME, dan kondisi fasilitas pendukung. Keselamatan pasien diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara behavioral intention dan keselamatan pasien (r = 0,597; p < 0,001), kualitas aplikasi RME dan keselamatan pasien (r = 0,703; p < 0,001), serta kondisi fasilitas pendukung dan keselamatan pasien (r = 0,347; p < 0,001). Hubungan terkuat ditemukan pada kualitas aplikasi RME. Disimpulkan bahwa pemanfaatan RME berhubungan signifikan dengan peningkatan keselamatan pasien di pelayanan kesehatan primer.
Evaluasi Kualitatif Logistik dan Distribusi dalam Program Makan Siang Bergizi Gratis: Studi Kasus Instrumental di Sekolah Menengah Atas Negeri, Kota Bitung, Indonesia Serang, Andre Edwin; Bolang, Alexander Sam Leonard; Lapian, Stanss L.H.V. Joyce
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2511

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan status gizi dan kesehatan siswa, namun pelaksanaannya di tingkat sekolah masih menghadapi kendala operasional, khususnya pada sistem logistik dan distribusi. Penelitian ini mengevaluasi implementasi logistik MBG di SMAN 2 Kota Bitung serta merumuskan strategi penguatannya berdasarkan pengalaman para pemangku kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 informan kunci, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan model Braun dan Clarke. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu disrupsi operasional akibat keterlambatan distribusi rutin, terutama pada hari Jumat; koordinasi yang terfragmentasi dan komunikasi yang bersifat reaktif antaraktor; serta peluang transformasi menuju sistem yang lebih responsif melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kendala logistik MBG bersifat sistemik dan berakar pada lemahnya tata kelola komunikasi dan koordinasi. Penguatan sistem memerlukan pembangunan platform kolaborasi terstruktur, didukung oleh sistem komunikasi terpadu dan penataan manajemen rantai pasok untuk meningkatkan ketepatan waktu, akuntabilitas, dan keberhasilan program.
Efektivitas Komparatif Promosi Kesehatan Berbasis Video, Leaflet, dan Poster terhadap Perilaku Pencegahan Tuberkulosis Pada Petugas Kesehatan Primer: Studi Kuasi-Eksperimental Sriawan, Pajar; Kaseke, Martha Marie; Doda, Diana Vanda Daturara
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2516

Abstract

Tuberculosis (TB) tetap menjadi isu kesehatan global, dan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap tindakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat krusial. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh dan efektivitas tiga media promosi kesehatan yang berbeda dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB. Jenis penelitian ini merupakan penelitian intervensi dengan desain Quasi Experiment menggunakan rancangan Pretest-Posttest Multigroup Design. Responden (n = 75) dibagi menjadi tiga kelompok intervensi (Video, Leaflet, dan Poster, masing-masing n = 25). Data diukur sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk pengaruh internal dan uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan efektivitas antar kelompok. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa media Video, Leaflet, dan Poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan (p < 0,001). Namun, hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan secara statistik di antara ketiga media tersebut dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB (p = 0,143 > 0,05). Kesimpulan semua media promosi kesehatan (Video, Leaflet, dan Poster) memberikan pengaruh positif yang signifikan dan secara statistik memiliki efektivitas yang setara dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB pada tenaga kesehatan. Fasilitas kesehatan dapat menggunakan ketiga media tersebut secara fleksibel atau dikombinasikan berdasarkan ketersediaan sumber daya karena ketiganya terbukti memiliki nilai guna yang sama baiknya.
Tantangan Ketersediaan Dokter Spesialis dan Dampaknya terhadap Efektivitas Sistem Rujukan di Rumah Sakit Tipe D: Studi Kualitatif di Indonesia Siwi, Imelda Maria; Wariki, Windy Mariane Virenia; Manoppo, Jonesius Eden; Kaunang, Wulan Pingkan Julia; Sumampouw, Oksfriani Jufri
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2519

Abstract

Ketersediaan dokter spesialis merupakan determinan penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan dan efektivitas sistem rujukan berjenjang, khususnya pada rumah sakit tipe D. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan dokter spesialis, mengidentifikasi tantangan pemenuhannya, serta menilai dampak keterbatasan dokter spesialis terhadap efektivitas sistem rujukan pasien di RSU GMIM Tonsea Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling dan melibatkan 7 informan, terdiri atas unsur manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan (dokter umum, dokter spesialis, dan perawat), serta pasien rujukan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen rumah sakit periode Januari–September 2025. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menjaga validitas melalui triangulasi sumber dan metode, serta konfirmasi temuan utama (member checking). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan dokter spesialis masih terbatas dari sisi jumlah dan keragaman spesialisasi, sehingga mendorong rujukan dini, menurunkan kontinuitas pelayanan spesialistik, dan meningkatkan beban sosial ekonomi pasien. Studi ini menegaskan perlunya penguatan kebijakan rekrutmen dan retensi dokter spesialis serta optimalisasi sistem rujukan regional berbasis kebutuhan lokal.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet DASH dengan Tekanan Darah pada Orang Dewasa dengan Hipertensi: Studi Cross-Sectional Lebe, Nisa F. M.; Manoppo, Jeanette I. Ch.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2525

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang berkontribusi besar terhadap penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya nonfarmakologis yang direkomendasikan adalah penerapan pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), yang efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan diet DASH dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Rambunan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 111 penderita hipertensi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Tingkat pengetahuan diet DASH diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan tekanan darah diukur secara langsung. Analisis data meliputi analisis univariat, dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan diet DASH rendah (70,3%) dan berada pada kategori hipertensi derajat 2 (73,0%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan diet DASH dan tekanan darah (p < 0,001). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan diet DASH berperan penting dalam pengendalian tekanan darah. Penguatan edukasi gizi berbasis komunitas perlu diprioritaskan sebagai strategi promotif dan preventif pengendalian hipertensi.

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 2 (2025): April 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 5 (2023): Oktober 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 4 (2023): Agustus 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 3 (2023): Juni 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 1 (2023): Februari 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 5 No 1 (2022): Agustus 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 4 No 2 (2022): Februari 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 4 No 1 (2021): Agustus 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 3 No 2 (2021): Februari 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 3 No 1 (2020): Agustus 2020: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 2 No 2 (2020): JPP, Februari 2020 Vol 2 No 1 (2019): JPP, Agustus 2019 Vol 1 No 2 (2019): JPP, Februari 2019 More Issue