cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
ANALISIS KADAR Immunoglobulin G Dan Immunoglobulin M TERHADAP PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RS. HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Dewi, Devi Cynthia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.414

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang jumlah penderitanya cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas. Infeksi virus dengue dapat menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Agent penularannya yaitu nyamuk betina yang terinfeksi terutama nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar IgG dan IgM pada penderita Deman berdarah dengue (DBD) di RS. Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diolah secara analisis univariat dan bivariate. Gambaran dari hasil Immunoglobulin G dan Immunoglobulin M yang diperoleh yaitu 5 sampel (16,7%) dengan hasil Immunoglobulin G(-) dan Immunoglobulin M(+),15 sampel (38,4%) dengan hasil Immunoglobulin G(+) dan Immunoglobulin M (-),11 sampel (31,2%) dengan hasil Immunoglobulin G(+) dan Immunoglobulin M (+),6 sampel (14,2%) dengan hasil Immunoglobulin G (-) dan IgM (-). Hasil : Berdasarkan hasil yang diperoleh, terdapat hasil IgG (-) dan IgM (+) pada 5 sampel (28%), serta hasil IgG (+) dan IgM (-) pada 10 sampel (42%) dan 15 (37%). sampel. Dengan IgG (-) dan IgM (-). Berdasarkan jenis kelamin, 15 orang (73,8%) berjenis kelamin laki-laki dan 45 orang (26,3%) berjenis kelamin perempuan. Diketahui nilai X2 yang dihitung dari hasil statistik chi-square = 45,3> X2 tabel =5,954 dengan nilai r = 0,000 (< 0,05). Simpulan : Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, IgG dan IgM pada pasien DBD paling banyak ditemukan berdasarkan hasil analisa serologi IgG (+) dan IgM (-) dengan penyakit DBD sekunder, dan terdapat pada pasien lainnya. Penderita demam berdarah lebih sering adalah laki-laki dibandingkan perempuan.Kata Kunci : DBD, Analisis Kadar IgG, Analisis Kadar IgM.  ABSTRACTBackground : DHF is one of the health problems in Indonesia The number of sufferers tends to increase and the spread becomes wider. Dengue virus infection can cause Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The transmission agent is infected female mosquitoes, especially Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes through the bite of an infected mosquito. This study aims to analyze IgG and IgM levels in dengue hemorrhagic fever (DHF) sufferers in hospitals. Hopes and Prayers of the City of Bengkulu. Methods : This research uses descriptive analysis research with a literature study approach. Data were processed using univariate and bivariate analysis. An overview of the Immunoglobulin G and Immunoglobulin M results obtained were 5 samples (16.7%) with Immunoglobulin G(-) and Immunoglobulin M(+) results, 15 samples (38.4%) with Immunoglobulin G(+) and Immunoglobulin results M (-), 11 samples (31.2%) with results of Immunoglobulin G (+) and Immunoglobulin M (+), 6 samples (14.2%) with results of Immunoglobulin G (-) and IgM (-). Results Based on the results obtained, there were IgG (-) and IgM (+) results in 5 samples (28%), as well as IgG (+) and IgM (-) results in 10 samples (42%) and 15 (37%). sample. With IgG (-) and IgM (-). Based on gender, 15 people (73.8%) were male and 45 people (26.3%) were female. It is known that the value of X2 calculated from the results of the chi-square statistic = 45.3> > X2 table =5,954 with a value r = 0,000 (< 0,05). Conclusion : Results: Based on the research results, IgG and IgM in dengue fever patients were mostly found based on the results of serological analysis of IgG (+) and IgM (-) with secondary dengue fever, and were found in other patients. Dengue fever sufferers are more often men than women.Keywords: DHF, IgG Level Analysis, IgM Level Analysis
ANALISIS PENGGUNAAN PRE EXPOSURE PROPHYLAXIS (PrEP) TERHADAP KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA LELAKI SEKS LELAKI: A LITERATUR REVIEW Yuliarni, Yuliarni; Sitorus, Rico Januar; Misnaniarti, Misnaniarti; Zulkarnain, Mohammad; Syakurah, Rizma Adlia; Najmah, Najmah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.395

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Salah satu program pencegahan terbaru terhadap HIV yang dilakukan oleh pemerintah sesuai rekomendasi WHO adalah terapi pemberian ARV Profilaksis sebagai tambahan dari upaya program pencegahan komprehensif untuk mengakhiri epidemi HIV pada tahun 2030. Seiring meningkatnya penggunaan PrEP di kalangan populasi LSL, kejadian IMS mulai menjadi perhatian.Metode : Mengacu pada pendekatan studi literatur dalam rentang waktu 6 tahun terakhir (2018-2023) penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan penggunaan PrEP dengan kejadian Infeksi Menular Seksual. Penelitian ini dirancang untuk melakukan review literatur dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis). Penelitian ini dilakukan melalui  pencarian artikel bersumber dari Google scholar dan Pubmed. Artikel penelitian asli yang dipublikasikan selama enam tahun terakhir mulai tahun 2018-2023 adalah kriteria yang dimasukkan dalam penulisan ini.Hasil : Dari hasil telaah literatur, penggunaan PrEP mempengaruhi prilaku seksual pasangan LSL seperti hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Perubahan prilaku ini dapat meningkatkan kejadian IMS di kalangan populasi LSL. Akan tetapi tidak ada hubungan antara penggunaan PrEP dengan meningkatnya kejadian IMS di kalangan populasi LSL.Kesimpulan : Dari analisis yang dilakukan terhadap hubungan  penggunaan PrEP dengan kejadian IMS pada  7 artikel yang ditelaah, penggunaan PrEP tidak berhubungan secara langsung dengan meningkatnya kejadian IMS. Meskipun PrEP telah berkontribusi terhadap perubahan perilaku seksual di kalangan LSL, dampaknya terhadap kejadian IMS masih belum pasti. Meningkatnya jumlah bakteri IMS di kalangan LSL terjadi sebelum meluasnya penggunaan PrEP dan PrEP tidak menyebabkan epidemi IMS saat ini. Kata kunci: HIV, Pre Exposure Prophylaxis, Infeksi Menular Seksual ABSTRACTBackground : One of the latest HIV prevention programs undertaken by the government as recommended by WHO is prophylactic antiretroviral therapy in addition to comprehensive prevention program efforts to end the HIV epidemic by 2030. As PrEP use increases among the MSM population, the incidence of STIs begins to become a concern. Method : Referring to the literature study approach in the last 6 years (2018-2023) this study aims to study the relationship between PrEP use and the incidence of Sexually Transmitted Infections. This study was designed to conduct a literature review using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) method. This research was conducted through searching articles sourced from Google scholar and Pubmed. Original research articles published over the past six years from 2018-2023 are the criteria included in this writing. Results : From the results of a literature review, PrEP use affects the sexual behavior of MSM couples such as sexual intercourse without using a condom. These behavioral changes can increase the incidence of STIs among the MSM population. However, there was no association between PrEP use and an increased incidence of STIs among the MSM population.Conclusion : From an analysis of the relationship between PrEP use and the incidence of STIs in the 7 articles reviewed, PrEP use was not directly associated with an increased incidence of STIs. Although PrEP has contributed to changes in sexual behavior among MSM, its impact on the incidence of STIs remains uncertain. The increasing number of bacterial STIs among MSM occurred before the widespread use of PrEP and PrEP did not cause the current STI epidemic. Keywords: HIV, Pre Exposure Prophylaxis, Sexually Transmitted Infections 
KESIAPSIAGAAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA DI KELURAHAN PASAR BERKAS KOTA BENGKULU Yustisia, Nova; Aprilatutini, Titin; Palida, Tara Putri
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.384

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Bencana merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi atau rangkaian yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang mengharuskan keluarga untuk siap dan siaga dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di Kelurahan Pasar Berkas Kota Bengkulu.Metode: Jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proporsional Random Sampling pada 83 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner baku Lifi Unesco/Isdr 2006.Hasil penelitian diperoleh pengetahuan tentang bencana (KAP) berada pada kategori hampir siap (33,7%), rencana kesiapsiagaan keluarga dari bencana (EP) berada pada kategori kurang siap (31,32%), peringatan bencana (WS) berada pada ketegori hampir siap (63,86%) dan mobilisasi sumber daya (RMC) berada pada kategori kurang siap (43,37%).Kesimpulan: Kesiapsiagaan keluarga dalam Menghadapi Bencana Di Kelurahan Pasar Berkas Kota Bengkulu dengan kategori kurang siap (73,48%). Diharapkan pihak terkait dapat berperan serta aktif dalam upaya meningkatkan kesadaran dalam berperilaku, peduli dan siaga dalam menghadapi bencana melalui sosialisasi berkala tentang pentingnya kesiapsiagaan keluarga dalam antisipasi bencana.Kata Kunci : Bencana, Kesiapsiagaan, Keluarga ABSTRACKBackground: Disasters are unpredictable events or series that threaten and disrupt people's lives and livelihoods resulting in casualties, environmental damage, property losses, and psychological impacts that require families to be ready and alert in the face of disasters. The purpose of this study was to find out the description of family preparedness in facing earthquake and tsunami disasters in Pasar Berkas Village, Bengkulu City. Methods: Quantitative research type. The sampling technique used was Proportional Random Sampling on 83 family heads. Data collection techniques using the standardized questionnaire Lifi Unesco / Isdr 2006. Results : The results showed that disaster knowledge (KAP) was in the almost ready category (33.7%), family disaster preparedness plan (EP) was in the less ready category (31.32%), disaster warning (WS) was in the almost ready category (63.86%) and resource mobilization (RMC) was in the less ready category (43.37%). Conclusion: Family Preparedness in Facing Earthquake and Tsunami Disasters in Pasar Berkas Village, Bengkulu City with the category of less prepared (73.48%). It is expected that related parties can play an active role in efforts to increase awareness in behaving, caring and being alert in the face of disasters through periodic socialization about the importance of family preparedness in disaster anticipation.Keywords: Disaster, Preparedness, Family
PENGARUH ANTARA STATUS EKONOMI, STATUS GIZI DAN PENAMBAHAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN PENINGKATAN KADAR STRES OKSIDATIF PADA IBU HAMIL DI KOTA PELAMBANG Hayati, Thursina Vera; Zulkarnain, M. Zulkarnain; Flora, Rostika; Rahmiwati, Anita; Ocktariyana, Ocktariyana; Fajar, Nur Alam
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.379

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Peningkatan radikal bebas  dapat terjadi pada saat kehamilan. Apabila tidak diimbangi dengan antioksidan yang  cukup dapat berdampak terhadap peningkatan kadar stress oksidatif (MDA). Kadar stress oksidatif pada ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti karakteristik ibu, status gizi dan penambahan berat badan selama kehamilan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik, status gizi dan penambahan berat badan selama kehamilan dengan kadar stres oksidatif pada ibu hamil di Kota Palembang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di Kota Palembang, dengan sample 75 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik Random Sampling. Dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan kadar MDA dan diperiksa menggunakan metode spektrofotometri.  Status gizi diukur berdasarkan LiLA, sedangkan  penambahan berat badan diketahui dengan membandingkan  berat badan sebelum kehamilan dan berat badan saat ini.. Karakteristik data diperoleh menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil : Data karakteristik menunjukkan bahwa 74,7% ibu mempunyai status ekonomi rendah. Hasil pengukuran kadar stress oksidatif didapatkan bahwa, 49,3% ibu mempunyai kadar stress oksidatif tinggi, sedangkan pengukuran status gizi didapatkan 52% ibu mengalami KEK dan 62,7% dengan penambahan berat badan dalam kategori kurang. Terdapat hubungan signifikan antara status ekonomi dengan kadar stress oksidatif (p-value 0.040), status gizi dengan kadar stress oksidatif (p-value0,049) dan penambah berat badan dengan kadar stress oksidatif (p-value 0,039). Penambahan berat badan merupakan varibel yang paling dominan berhubungan dengan kadar stress oksidatif setelah dikontrol dengan variable lain (OR= 3,571).Kesimpulan: Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kadar stres oksidatif pada ibu hamil adalah penambahan berat badan. Status gizi dan penambahan berat badan yang normal selama kehamilan dapat mencegah peningkatan stress oksidatif pada kehamilan.Kata kunci: Stress Oksidatif, Status Gizi, Penambahan Berat Badan, Ibu Hamil.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PERINEUM MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Ratiyun, Rafidaini Sazarni; Maydinar, Dian Dwiana; Juksen, Loren
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.376

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Resiko terjadinya infeksi pada perineum pada ibu postpartum dengan episiotomi merupakan hal yang perlu diperhatikan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian edukasi tentang perawatan perineum pada ibu nifas. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Muara Nasal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum.Metode: penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan one group pre test post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mengalami luka perineum, sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 18 orang responden.Hasil:  Penelitian menunjukkan hasil rata-rata pengetahuan tentang perawatan perineum sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 9,5 dan setelah pendidikan kesehatan meningkat menjadi 12,59. Hasil analisis data menggunakan uji Paired sample T-test menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu nifas tentang perawatan perineum di wilayah kerja Puskesmas Muara Nasal dengan p-value=0,000<0,05. Simpulan: Bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat perlu meningkatkan pemberian edukasi kepada ibu tentang cara perawatan perineum baik pada saat persiapan persalinan maupun setelah persalinan (nifas).Kata Kunci: Nifas, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Perineum. ABSTRACTBackground: The risk of perineal infection in postpartum mothers with episiotomy is something that needs to be considered. One of the prevention efforts that can be done is to provide education about perineal care for postpartum mothers. Research location in the working area of the Muara Nasal Health Center. This study aims to determine the influence of health education on the knowledge of postpartum mothers about perineal wound care. Method: This study is a pre-experiment with one group pre-test post-test. The population in this study was all postpartum mothers who experienced perineal injuries, samples were taken using purposive sampling techniques with a total of 18 respondents. Results: The study showed that the average outcome of knowledge about perineal care before being given health education was 9.5 and after health education increased to 12.59. The results of data analysis using the Paired sample T-test showed that there was an influence of health education on the knowledge of postpartum mothers about perineal care in the Muara Nasal Health Center working area with p-value=0.000<0.05. Conclusion: For health workers, especially nurses, it is necessary to increase the provision of education to mothers on how to care for the perineum both during preparation for childbirth and after childbirth (puerperium).Keywords: Postpartum, Health Education, Knowledge, Perineum.
MAYA INDEKS (MA) DAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA LUBUKLINGGAU Tika, Vira; Raharjo, Mursid; Martini, Martini
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.377

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Masalah  DBD  ini  menjadi  perhatian  khusus  karena  DBD  termasuk  ke  dalam  penyakit menular yang berada di dalam 10 ancaman kesehatan masyarakat di dunia. Negara Indonesia setiap provinsinya mengalami endemik DBD dan mengalami epidemi DBD setiap 4-5 tahun sekali.  Pada tahun 2020, kejadian DBD di Indonesia IR (Incidence Rate)  sebanyak 40/100.000 jiwa dan CFR (Case Fatality Rate) sebesar 0,7% ini  masuk kegolongan tinggi.Tujuan: penelitian bertujuan untuk Menganalisis Hubungan Maya Indeks dan Perilaku Masyarakat Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan.Metode : penelitian ini di lakukan di Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan dengan 140 responden 70 case dan 70 control, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain studi Case Control peneliti menganalisis hubungan antara faktor risiko dengan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian Maya Indeks atau container yang paling mempengaruhi untuk kontainer di dalam rumah paling banyak itu adalah bak mandi 224 (80,8%) dan jenis kontainer paling banyak diluar rumah adalah ember 31 (44,3%) dan perilaku menggantung pakaian  dengan kejadian DBD  di Kota Lubuklinggau dengan   (p-value 0,01 dan OR 2.667) dan perilaku PSN dengan Kejadian DBD di Kota Lubuklinggau ( p-value 0,001 dan OR 3,629).Simpulan: Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menggantung pakaian dengan kejadian DBD di Kota Lubuklinggau dengan  (p- value 0,01  dan  OR  2.667) dan  terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  perilaku  PSN dengan Kejadian DBD di Kota Lubuklinggau ( p-value 0,04 dan OR 3,692)Kata Kunci : DBD, Perilaku, Maya Indeks ABSTRACTBackground: The problem of dengue fever is of particular concern because dengue fever is an infectious disease that is among the 10 public health threats in the world. Every province in Indonesia experiences endemic dengue fever and experiences a dengue fever epidemic every 4-5 years. In 2020, the incidence of dengue fever in Indonesia IR (Incidence Rate) was 40/100,000 people and the CFR (Case Fatality Rate) was 0.7%, which is considered high.Objective: The research aims to analyze the relationship between the virtual index and community behavior and the incidence of dengue hemorrhagic fever in Lubuklinggau City, South Sumatra Province.Method: this research was conducted in Lubuklinggau City, South Sumatra Province with 140 respondents, 70 cases and 70 controls. The type of research used in this research was observational analytical research with a Case Control study design. The researcher analyzed the relationship between risk factors using the chi square test.Results: The results of Maya's research. The index or container that most influences the most containers inside the house is the bathtub 224 (80.8%) and the most common type of container outside the house is the bucket 31 (44.3%) and the behavior of hanging clothes with the incidence of dengue fever in Lubuklinggau City with (p-value 0.01 and OR 2.667) and PSN behavior with the incidence of dengue fever in Lubuklinggau City (p-value 0.001 and OR 3.629).Conclusion: The conclusions in this study are as follows, there is a significant relationship between clothes hanging behavior and the incidence of dengue fever in Lubuklinggau City with (p-value 0.01 and OR 2,667) and there is a significant relationship between PSN behavior and the incidence of dengue fever in the city Lubuklinggau (p-value 0.04 and OR 3.692)Keywords: DHF, Behavior, Maya Index
HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN POLA MAKAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI DESA BAKARAN BATU KAB. DELI SERDANG Meilini, Iren; Khairunnisa, Khairunnisa; Sinaga, Haripin Togap
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.420

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Masalah gizi ganda berupa gizi kurang dan gizi lebih masih menjadi tantangan nyata di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dan pola makan dengan status gizi balita di Desa Bakaran Batu.Metode : Menggunakan metode analisis deskriptif dengan rancangan cross sectional, penelitian ini melibatkan 40 balita sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dari Juni 2023 hingga April 2024.Hasil : Analisis data menggunakan uji Chi-square dan uji multivariat.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan ibu (p=0,001), jumlah anak (p=0,001), pendapatan keluarga (p=0,001), jumlah makanan (p=0,001), dan frekuensi makan (p=0,001) dengan status gizi balita. Namun, tidak ditemukan hubungan antara umur ibu (p=0,970) dan pekerjaan ibu (p=0,850) dengan status gizi balita. Analisis multivariat mengidentifikasi lima variabel yang mempengaruhi status gizi balita, dengan pengetahuan ibu sebagai faktor yang paling berpengaruh (p=0,012).Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor sosiodemografi dan pola makan memiliki peran penting dalam status gizi balita, dengan pengetahuan ibu sebagai faktor kunci. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi gizi bagi ibu dalam upaya meningkatkan status gizi balita.Kata Kunci: Faktor Sosiodemografi, Pola Makan, Pengetahuan Ibu, Status Gizi Balita  ABSTRACTBackground : The dual nutritional problem of undernutrition and overnutrition is still a real challenge in developing countries, including Indonesia. This study aims to determine the relationship between sociodemographic factors and eating patterns and the nutritional status of toddlers in Bakaran Batu Village.Methods : Using descriptive analysis methods with a cross sectional design, this research involved 40 toddlers as samples. Data collection was carried out from June 2023 to April 2024. Data analysis used the Chi-square test and multivariate test. Results : The results showed a significant relationship between maternal education (p=0.001), number of children (p=0.001), family income (p=0.001 ), amount of food (p=0.001), and frequency of eating (p=0.001) with the nutritional status of toddlers. However, no relationship was found between maternal age (p=0.970) and maternal occupation (p=0.850) with the nutritional status of toddlers. Multivariate analysis identified five variables that influence the nutritional status of toddlers, with maternal knowledge as the most influential factor (p=0.012). Conclusion: This study concludes that sociodemographic factors and dietary patterns have an important role in the nutritional status of toddlers, with maternal knowledge as a key factor. These findings emphasize the importance of nutritional education for mothers in an effort to improve the nutritional status of toddlers. Keywords: Sociodemographic Factors, Diet, Mother's Knowledge, Nutritional Status of Toddlers
ANALISIS POLA SEBARAN, SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING Tanjung, Risnawati; Lestrina, Dini; Sinaga, Jernita; Andrianti, Septi
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.398

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Faktor lingkungan seperti sanitasi dan higiene, sumber air minum, kualitas air minum, dan kepemilikan jamban merupakan faktor tidak langsung penyebab stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi stunting dan faktor sanitasi lingkungan yang menyebabkan stunting di Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan jumlah sampel 176 balita. Pola distribusi stunting dan hubungan karakteristik pasien dengan faktor risiko lingkungan dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Data PHBS dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan uji laboratorium mikrobiologi untuk mengukur kualitas air. Analisis spasial menggunakan tumpang susun (overlay) rata-rata tetangga terdekat. Hubungan antara karakteristik dan faktor risiko dengan kejadian stunting dianalisis menggunakan chi-square dan regresi logistik.Hasil: Analisis rata-rata tetangga terdekat menunjukkan bahwa indeks tetangga terdekat adalah 0,19 (<1) (Z score -16,72, p-value 0,01). Analisis regresi perangkat lunak GeoDa (p-value 0,76). Terdapat hubungan antara kualitas air bersih dan PHBS (p-value <0,05) dengan stunting. Jamban keluarga dan tempat pembuangan sampah (p value > 0,05) tidak berhubungan dengan stunting. Pola sebaran kasus cenderung mengelompok, dan tidak ditemukan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian  stuntingSimpulan: Sebaran menunjukkan pola sebaran kasus cenderung mengelompok. Analisis regresi menggunakan software GeoDa tidak menemukan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian stunting. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman baru bahwa promosi kesehatan untuk mencegah stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga Prilaku Hidup Bersih dan Sehat serta kualitas air.Kata kunci: Pola Sebaran, Stunting, Sanitasi  Lingkungan ABSTRACT Background: Stunting is a global problem due to the increasing prevalence and its impact can lead to less competitive human resources, affect work productivity, increase the risk of overweight and obesity, and trigger metabolic syndrome disease. The purpose of the study was to obtain the distribution of stunting and the dominant factors causing stunting in terms of sanitation, namely the quality of clean water, latrine facilities, waste disposal facilities, clean and healthy living behavior.Methods: This study used a case control design with 176 toddlers as the subject. The pattern of stunting distribution and associations of patient characteristics and environmental risk factors with stunting was carried out using a Geographic Information System (GIS) to determine the distribution of cases in each region in Dairi Regency. Spatial analysis used average nearest neighbour, overlay. The association of characteristics and risk factors with the incidence of stunting was analyzed multivariately, using chi square and logistic regression with a 95% confidence degree (α=0.05).Results Average nearest neighbor analysis shows that the nearest neighbor index is 0.19 (<1) (Z score -16.72, p-value 0.01). GeoDa software regression analysis (p-value 0.76). There is a relationship between clean water quality and PHBS (p-value <0.05) and stunting. Family latrines and rubbish dumps (p value > 0.05) were not associated with stunting. The pattern of distribution of cases tends to be clustered, and no relationship was found between population density and the incidence of stuntingConclusion: The distribution shows that the pattern of case distribution tends to be clustered. Regression analysis using GeoDa software did not find a relationship between population density and the incidence of stunting. The quality of clean water containing e coli is the most dominant factor, there is a relationship between PHBS and stunting and there is no relationship between family toilet facilities and waste disposal facilities.Keywords : Distribution Patterns, Stunting, Environmental Sanitation
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERTUSIS PADA BAYI DAN ANAK – ANAK (SISTEMATIK LITERATURE REVIEW) Juliska, Shelly; Sitorus, Rico J; Hasyim, Hamzah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.394

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kebangkitan (resurgence) pertusis saat ini terjadi hampir di seluruh dunia dengan insiden tertinggi terjadi pada bayi dan menyebabkan kematian pada kasus pertusis berat. Kasus kematian yang terjadi umumnya ditemukan pada bayi berusia < 6 bulan akibat komplikasi pertusis. Tujuan dari penyusunan studi literature ini adalah untuk mempelajari tentang faktor risiko infeksi pertusis pada bayi dan anak-anak. Metode : Metode yang digunakan yaitu studi literatur (literature review)  yang disusun melalui penelusuran literatur terkait pertusis menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis).Hasil : Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko pertusis pada bayi dan anak – anak dipengaruhi oleh usia, riwayat kontak dengan kasus pertusis, riwayat vaksinasi dan kualitas ventilasi udara yang buruk serta riwayat kelahiran premature dan berat badan lahir rendah (BBLR). Kesimpulan : Adanya faktor risiko pada kasus dugaan pertusis dapat bermanfaat untuk meningkatan kewaspadaan terhadap pertusis khususnya pada bayi dan anak – anak.Keyword : Faktor Risiko, Pertussis, Bayi, Anak – Anak, Case Control ABSTRACTBackground : The resurgence of pertussis infection worldwide with he highest reported incidence occurred in infants that caused death on severe cases. A review about risk factor of pertussis are necessary, especially risk factor of pertussis on infants and children in low and middle-income country are poorly understood. This paper aimed to study about risk factors of pertussis infection among infants and children. Methods : This paper used the systematic review. Articles are selected using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis).Results : The results show that risk factor for pertussis in infants and children are  infants < 3 months, household contacts, vaccination history and poor air ventilation, premature and low birth weight.Conclusion : The findings indicated risk factor of pertussis may be useful for increasing awareness of pertussis among infants and children.Keyword : Risk Factor,Pertussis,Infant, Children,Case Control
DETERMINAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA MINAHASA UTARA Nurhasanah, Nina; Doda, Diana Vanda Daturara; Sinolungan, Jehosua S.V.
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.443

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Investigasi di beberapa negara menunjukkan Kelelahan kerja berkontribusi signifikan terhadap kecelakaan kerja, menyumbang 50% dari kasus kecelakaan tersebut. Di rumah sakit, kelelahan perawat menjadi masalah utama dalam manajemen sumber daya manusia, karena tuntutan pelayanan yang tinggi dari klien dan manajemen meningkatkan beban kerja perawat..Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Penelitian ini melibatkan 102 sampel yang merupakan total sampling. Dalam mengukur hubungan variabel digunakan analis uji chi square untuk analisis multivariat menggunakan regresi logistic.Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa 53% umur perawat ada di antara 26-35 Tahun, 62% berjenis kelamin Perempuan, 84,3% memiliki Tingkat Pendidikan S1/Profesi dan 56,9% belum menikah. Untuk Shift kerja 41,2% pada pagi hari dan 29,4% untuk shift kerja siang dan malam. Masa <2 tahun sebesar 52%. Hasil uji bivariat Umur dengan Kelelahan kerja denga p value 0,054. Jenis kelamin dengan Kelelahan kerja denga p value 0.031. shift kerja dengan Kelelahan kerja dengan p value 0,001 dan masa kerja dengan Kelelahan kerja denga p value 0,031. Hasil uji multivariat yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja adalah shift kerja dengan nilai signifikansi 0,001.Kesimpulan: terdapat hubungan antara jenis kelamin, shift kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja, tidak ada hubungan antara umur dengar kelelahan kerja dan shift kerja adalah variabel yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja. Saran untuk rumah sakit kedepannya agar bisa memperhatikan perasaan kelelahan dari perawat yang bekerja dengan memberikan treatmen yang relevan..Kata kunci: kelelahan, beban kerja, perawat ABSTRACKBackground: Investigations in several countries show Occupational fatigue contributes significantly to occupational accidents, accounting for 50% of such accident cases. In hospitals, nurse fatigue is becoming a major issue in human resource management, as high service demands from clients and management increase nurses' workload. Objective: nurses at Sentra Medika Hospital in North Minahasa.Method: The method used in this study was quantitative with a cross sectional research design. Data was collected by questionnaire. This study involved 102 samples which were total sampling. In measuring the relationship of variables, the chi square test analyst was used for multivariate analysis using logistic regression.Results: The results showed that 53% of nurses' ages were between 26-35 years old, 62% were female, 84.3% had a bachelor's / professional education level and 56.9% were not married. For work shifts 41.2% in the morning and 29.4% for day and night work shifts. The period <2 years was 52%. Bivariate test results Age with Work Fatigue with p value 0.054. Gender with work fatigue with p value 0.031. work shift with work fatigue with p value 0.001 and tenure with work fatigue with p value 0.031. The multivariate test results that are most associated with work fatigue are work shifts with a significance value of 0.001. Conclusion: From this research, There is an association between gender, shift work and tenure with fatigue, there is no association between age and fatigue and shift work is the variable most associated with fatigue. Suggestions for future hospitals to pay attention to the feelings of fatigue of nurses who work by providing relevant treatment.Keywords: fatigue, workload, nurses

Page 1 of 2 | Total Record : 20