cover
Contact Name
Imam Setyobudi
Contact Email
jurnaletnika.isbibdg@gmail.com
Phone
+6222-7314982
Journal Mail Official
jurnal.budaya.etnika@isbi.ac.id
Editorial Address
Jalan Buah Batu no 212 Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Budaya Etnika
ISSN : 2549032X     EISSN : 27981878     DOI : -
Jurnal Budaya Etnika merupakan publikasi hasil karya ilmiah yang berkaitan dengan budaya mencakup cipta, karsa, dan karya manusia. Jurnal Budaya Etnika menaruh perhatian pada artikel-artikel hasil kajian mengenai berbagai kebudayaan etnis yang berhubungan dengan seni, religi dan ritual, mitos, media, dan wacana kritis.
Articles 96 Documents
PELAJARAN BAHASA SUNDA DI KABUPATEN CIREBON Kusmanto, Kusmanto; Setyobudi, Imam; Yuningsih, Yuyun
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.1554

Abstract

ABSTRAK Perda No 5 Tahun 2003 menegaskan bahasa ibu masyarakat jawa barat terdiri dari Sunda, Cirebon dan melayu-betawi. Praktik kebijakan ini di jalankan melalui muatan lokal mata pelajaran bahasa daerah yang diatur dalam dinas pendidikan kabupaten/kota. Bahasa Cirebon menjadi salah satu dari mulok yang wajib diajarkan di wilayah penutur bahasa Cirebon. Adapun dalam praktiknya bahasa Sunda masih ditemukan diajarkan di sekolah-sekolah yang masyarakat sekitarnya tidak berbicara bahasa sunda termasuk di kabupaten Cirebon. Hal ini tentunya menjadi masalah khusunya bagi para siswa yang sejak kecil berbahasa Cirebon. Hasil penelitian menemukan penyelenggaraan pendidikan bahasa daerah  sudah sesuai dengan payung hukum yang dibuat namun dalam praktiknya mengalami berbagai macam kendala. Dampaknya penyelenggaraan kebijakan di tiap sekolah tidak saling bersinergi dan berintegrasi. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah anggaran, kurikulum, dan SDM tiap satuan pendidikan yang berbeda-beda. Implikasinya siswa yang mempelajari bahasa Sunda mengalami kesulitan dengan tingkat dan derajat masing-masing. Kata kunci: Kabupaten Cirebon, Bahasa daerah, kebijakan pendidikan   ABSTRACT Regional Regulation No. 5 of 2003 confirms that the mother tongue of the people of West Java consists of Sunda, Cirebon and Malay-Betawi. The practice of this policy is carried out through the local content of regional language subjects regulated in the district/city education office. Cirebon language is one of the mulok that must be taught in Cirebon language-speaking areas. In practice, Sundanese is still found being taught in schools where the surrounding community does not speak Sundanese, including in Cirebon district. This is certainly a problem, especially for students who have spoken Cirebon since childhood. The results of the study found that the implementation of regional language education was in accordance with the legal umbrella made but in practice encountered various kinds of obstacles. The impact is that the implementation of policies in each school does not synergize and integrate with each other. The influencing factors are the different budgets, curriculum, and human resources of each educational unit. The implication is that students who study Sundanese have difficulty with their respective levels and degrees. Keywords: Cirebon Regency, regional language, education policy
MAKNA SIMBOLIK RITUAL PUPUT PUSEUR DAN NGAGEULANGAN DI DUSUN LEBAKJATI DESA CILELES KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Sartika, Diah; Lahpan, Neneng Yanti K.; Hidayana, Iip Sarip
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.1614

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas pemaknaan ritual puput puseur dan ngageulangan, serta struktur ritual puput puseur dan ngageulangan dalam ritual pasca kelahiran pada masyarakat Lebakjati. Pemaknaan yang dihasilkan didapat melalui analisa dari informan, dari tindakan ritual, dan relasi simbol satu dengan yang lainnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi kualitatif, dengan pendekatan antropologi simbolik sebagai landasan teori. Hasil penelitian menemukan bahwa ritual puput puseur dan ngageulangan ini dilakukan sebagai: 1) simbol permohonan, simbol penolak bala, simbol syukur, dan simbol penghormatan, 2) Makna puput puseur dan ngageulangan dapat dilihat dari tindakan budaya yang tampak, 3) Ritual puput puseur dan ngageulangan memiliki relasi antara simbol satu dengan simbol lainnya, yang memiliki tujuan untuk dapat keseimbangan dalam hidup. Kata Kunci: Ritual, puput puseur dan ngageulangan, antropologi simbolik.   ABSTRACT This study discusses the meaning of the puput puseur and ngageulangan, the rituals structure of the puput puseur and ngageulangan rituals in post-birth rituals in the Lebakjati community. The meaning generated through the analysis of the informants, from ritual actions, and the relation of symbols to one another. This research i conducted using a qualitative description method. This study uses a symbolic anthropological approach as the theoretical framework. The results of the study found that the puput puseur and ngageulangan rituals were carried out as: 1) Symbol of request, symbol of petition, symbol of repelling reinforcements, symbols of gratitude, and symbols of respect, 2) The meaning of puput puseur and ngageulangan can be seen from cultural actions 3) Ritual Puput puseur and the ngageulangan has a relationship between one symbol and another, which is the aim is to balance in life. Keywords: rituals, puput puseur and ngageulangan, symbolic anthropology
KESENIAN BADAWANG DAN PERKEMBANGANNYA (KECAMATAN RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG) Aji, Risnandi; Cahya, Cahya
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.1999

Abstract

ABSTRAK Seni badawang merupakan salah satu bentuk kesenian rakyat yang hidup dan berkembang di wilayah Jawa Barat, khususnya di daerah Kabupaten Bandung. Pada awalnya, kesenian badawang khususnya di Rancaekek diperkenalkan oleh seniman bernama Pak Een Rachmat. Kemudian Pak Een Rachmat mendirikan Lingkung Seni Tumaritis sebagai wadah seniman badawang di Rancaekek. Saat ini kesenian badawang dilanjutkan oleh generasi penerusnya yang merupakan anggota grup Tumaritis untuk dapat mempertahankan kesenian badawang sebagai warisan budaya. Seiring perkembangannya, kesenian badawang yang semakin dikenal juga memberi pengaruh terhadap hadirnya grup kesenian badawang yang baru di Rancaekek. Regenerasi itu berlangsung sebagai salah satu usaha untuk dapat mempertahankan dan mengembangkan kesenian tersebut. Tulisan ini, merupakan deskripsi analisis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun teori yang digunakan, yaitu teori pewarisan budaya. Temuan dari hasil penelitian ini yaitu, membahas hasil model pewarisan budaya dari Lingkung Seni Tumaritis dengan transmisi vertikal, transmisi horizontal, dan transmisi miring. Proses pewarisan kesenian ini dilakukan menggunakan konsep internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi. Ada pun beberapa faktor internal dan eksternal sebagai pendukung ataupun penghambat dalam proses pewarisan seni badawang. Kata Kunci: Kesenian Badawang, Lingkung Seni Tumaritis, dan Pewarisan Budaya   ABSTRACT Badawang art is a form of folk art that lives and develops in the West Java region, especially in the Bandung Regency area. At first, badawang art, especially in Rancaekek, was introduced by an artist named Pak Een Rachmat. Then Mr. Een Rachmat founded the Tumaritis Art Circle as a forum for badawang artists in Rancaekek. Currently badawang art is continued by the next generation who are members of the Tumaritis group to be able to maintain badawang art as a cultural heritage. Along with its development, the art of badawang which is increasingly recognized also has an influence on the presence of a new badawang art group in Rancaekek. The regeneration takes place as one of the efforts to be able to maintain and develop the arts. This paper is a description of the analysis using qualitative research methods. The theory used is the theory of cultural transmission. The findings of this study are discussing the results of the cultural inheritance model from the Lingkung Seni Tumaritis with vertical transmission, horizontal transmission, and oblique transmission. The process of art inheritance is carried out using the concepts of internalization, socialization, and enculturation. There are also several internal and external factors that support or hinder the process of inheriting the art of badawang. Keywords: Badawang Art, Lingkung Seni Tumaritis, Cultural Transmission.
KEBIASAAN MINUM BERALKOHOL IMPOR (STUDI ETNOGRAFI KELOMPOK MAHASISWI BERJILBAB CAP DI BANDUNG) Dahyanti, Citri; Setyobudi, Imam; Yuningsih, Yuyun
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.2024

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang bagaimana para mahasiswi berjilbab memiliki kegemaran minum minuman beralkohol impor yang tergabung pada kelompok CAP di Bandung, serta mengungkapkan bagaimana pengetahuan kelompok mahasiswi berjilbab CAP mengenai minuman beralkohol impor dan makna minum bagi mereka. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnosains James Spradley yang berupa etnografi dan narasi personal, data yang dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi serta validasi data yang dilakukan dengan cara mereduksi data dan pengorganisasian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman beralkohol impor bagi kelompok CAP dapat menaikan prestise, dan merasa mendapatkan kepercayaan diri. Kemudian, kelompok CAP memiliki pengetahuan mengenai minuman beralkohol impor yaitu pengetahuan tentang mencampuri minuman beralkohol impor dengan minuman jenis lain, pengetahuan khas yang hanya berlaku di kelompok CAP, serta mereka memaknai minuman beralkohol impor sebagai jembatan dan pengerat tali kasih pertemanan mereka dalam kelompok CAP. Kata kunci: kelompok CAP, kebiasaan, minuman beralkohol impor, etnosains   ABSTRACT This study discusses how the veiled female students have a penchant for drinking imported alcoholic beverages who are members of the CAP group in Bandung, and reveals how the knowledge of the CAP veiled female student group about imported alcoholic beverages and the meaning of drinking for them. The research method used is a qualitative research method with James Spradley's ethnoscience approach in the form of ethnography and personal narrative, data collected through literature study, participatory observation, in-depth interviews, and documentation and data validation by reducing data and organizing data. The results show that imported alcoholic beverages for the CAP group can increase prestige, and feel confident. Then, the CAP group has knowledge about imported alcoholic beverages, namely knowledge about mixing imported alcoholic beverages with other types of drinks, special knowledge that only applies to the CAP group, and they interpret imported alcoholic beverages as a bridge and strengthen their friendship in the CAP group. Keywords: CAP group, habits, imported alcoholic beverages, ethnoscience
PEWARISAN BUDAYA SEBAGAI SUMBER PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT ADAT MIDUANA KABUPATEN CIANJUR Rohaeni, Ai Juju; Emilda, Nia
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.2697

Abstract

ABSTRAK Pewarisan budaya dapat memberikan dampak positif dalam berbagai aspek termasuk pada perekonomian masyarakat adat Miduana, karena  ketaatan melaksanakan budaya leluhurnya yang masih terjaga menjadi daya tarik dan obyek   wisata, dengan demikian pewarisan budaya bukan hanya memperkaya identitas masyarakatnya, tetapi juga dapat  menjadi sumber  bagi pertumbuhan dan peningkatan  ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menggali potensi yang dimiliki untuk dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan dan lapangan pekerjaan baru, yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Penelitian kualitatif dengan metode deskriftif analitis, dengan tahapan pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi literatur, adapun hasil penelitian ini dapat menggali potensi dan budaya lokal, sebagai sumber pemberdayaan ekonomi masyarakat adat. Kata kunci: Budaya Lokal, Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat Adat   ABSTRACT Cultural inheritance can have a positive impact in various aspects, including on the economy of the Miduana indigenous people, among others. It is because adherence to the ancestral culture shown by its people has attracted tourists and becomes a tourist destination. Regarding this, cultural inheritance not only enriches the identity of the people but also becomes a source of sustainable economic growth for its people. The research aims to explore the Miduana indigenous people's potentials that can be a source of income and for jobs that eventually will contribute to people's welfare. It uses a qualitative method along with an analytical descriptive technique. The data were collected through observation, interviews, and literature studies. The results of this research are the potential and local culture as a source of economic empowerment for indigenous people. Key words: Local Culture, Economic Empowerment, Indigenous People
POTRET KEHIDUPAN GAY DI KOTA KENDARI Jalil, Abdul; Ashmarita; Majid, Baidhowi
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.2968

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan potret kehidupan gay di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan teori Michel Foucault tentang Seks dan Kekuasaan, yang menyatakan bahwa seseorang bebas menentukan pilihan hidupnya tanpa ada intervensi dari pihak lain. Ada kuasa dalam setiap diri untuk menjadi gay dan bahkan memilih untuk menjadi "waria". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kelompok gay memahami bahwa orientasi seksual sesama jenis tidak lagi hanya sekedar pemuas hasrat tetapi diubah menjadi sebuah profesi yang memiliki nilai ekonomi. Selain perubahan kepribadian yang awalnya lebih mudah bergaul dan terbuka, setelah menjadi gay mereka juga menjadi tertutup dan lebih berhati-hati untuk sekedar mengungkapkan perasaannya kepada orang lain. Kata kunci: gay, penyakit menular, homoseks   ABSTRACT The purpose of this study is to find out and describe the portrait of gay life in Kendari City. This study uses Michel Foucault's theory of Sex and Power, according to which a person is free to make life choices without any intervention from other parties. There is power in every self to be gay and even choose to be "transsexual". This study used descriptive qualitative method. The results of the study show that some gay groups understand that same-sex sexual orientation is no longer just a matter of satisfying desires but converted into a profession that has economic value. before, namely to become a woman. Apart from changing their personality, at first they are more sociable and open, after becoming gay they are also introverted and more careful to just express their feelings to other people. Key words: gay, infectious disease, homosexual
APROPRIASI BUDAYA TRADISI UNDUKAN DORO DI KAMPUNG SETRO II KOTA SURABAYA Serang, Manuela Bernarda
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.2975

Abstract

ABSTRAK Undukan doro adalah tradisi adu kecepatan burung burung merpati. Tradisi ini telah berlangsung sejak lama di Kota Surabaya dan identik dengan aktivitas perjudian. Meskipun identik dengan perjudian, undukan doro masih dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara pergeseran nilai dan perampasan budaya pada tradisi undukan doro di Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan faktor pergeseran nilai dan ambiguitas kedudukan tradisi undukan doro sebagai kearifan lokal dengan eksistensi moralitas. Faktor yang mendasari pergeseran makna tradisi undukan doro yakni adanya fenomena cultural appropriation karena perilaku penyalahgunaan makna tradisi. Degradasi nilai pada tradisi undukan doro menimbulkan stereotip negatif sehingga mengancam keberadaan komunitas undukan doro. Bentuk ancaman terhadap keberadaan komunitas undukan doro adalah punahnya tradisi akibat adanya tekanan masyarakat.  Kata kunci : Undukan doro, cultural appropriation, stereotip   ABSTRACT Undukan doro is a tradition of pigeon speed competition. This tradition has been held for a long-term period in Surabaya and is identical to gambling activity. Although identical to gambling, undukan doro is still being done. This research analyzes the correlation between value displacement and cultural appropriation on undukan doro in Gading Village, Tambaksari District, Surabaya City. The method that is used in this research is descriptive qualitative. All the data for this research is collected by observation and interview. The result from the research shows factors that caused the change of meaning in undukan doro tradition and ambiguity between undukan doro existence as a local tradition and its contradictive point to morality. The main factor of undukan doro tradition meaning change is caused by cultural appropriation phenomenon due to misappropriating the meaning of tradition.  Value degradation in the undukan doro tradition has caused negative stereotypes and threatens the existence of the undukan doro community. The form of threat to undukan doro existence is the traditional extinction due to societal pressure. Keywords: Undukan doro, cultural appropriation, stereotype
RELIGIOMAGIS TUJUH PUSAKA INTI KERAJAAN SUMEDANG LARANG Fitriyani, Anindyta; Agustina, Nadiva Putri
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.3228

Abstract

ABSTRAK Kerajaan Sumedang Larang merupakan kerajaan bercorak Islam di Jawa Barat yang berdiri sekitar abad ke-8 masehi. Kerajaan ini meninggalkan benda-benda pusaka yang sampai saat ini masih dapat disaksikan masyarakat. Kerajaan Sumedang Larang memiliki 7 pusaka inti yang dijaga kelestariannya melalui upaya kolektif masyarakat melalui ritual Ngumbah Pusaka dan juga melalui edukasi historis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami unsur religiomagis yang terkandung dalam 7 pusaka inti Kerajaan Sumedang Larang. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur religiomagis pada 7 pusaka inti terletak pada kepercayaan masyarakat Kerajaan Sumedang Larang dalam proses pembuatan benda-benda pusaka yang bercampur dengan unsur spiritualitas pembuatnya seperti pemberian ritus-ritus, doa-doa atau melakukan puasa, sehingga mengonstruksi persepsi kesakralan dan kekeramatan terhadap 7 pusaka inti Kerajaan Sumedang Larang. Kata kunci: religiomagis, Kerajaan Sumedang Larang, tujuh pusaka inti   ABSTRACT The Sumedang Larang Kingdom was a kingdom in West Java. The kingdom has bequeathed heirlooms that are still observable in the present time. The objective of this study is to comprehend the magical and religious aspects present in the 7 fundamental artifacts of the Sumedang Larang Kingdom. This study employs a descriptive and qualitative research approach, utilizing data collection methods such as interviews, observation, and literature review. The employed data analysis technique encompasses data reduction, data display, and conclusion formulation. The study's findings indicate that the magical and religious aspects of the 7 key heirlooms are rooted in the beliefs of the people of the Sumedang Larang Kingdom. These elements are intertwined with the spiritual aspects of the creators, which involve performing rituals, offering prayers, and observing fasting. This arrangement evokes a sense of the sacred and divine nature of the 7 fundamental relics of the Sumedang Larang Kingdom. Key words: Religious-Magic, Seven Key Heirlooms, Sumedang Larang Kingdom
OBJEKTIFIKASI PEREMPUAN DALAM FILM I SPIT ON YOUR GRAVE DAN MARLINA SI PEMBUNUH EMPAT BABAK PENDEKATAN ANTROPOLOGI FEMINIS Hermawan, Rangga; Setyobudi, Imam; Swaradesi, Rufus Goang
Jurnal Budaya Etnika Vol. 9 No. 1 (2025): NASIONALISME GLOBALISASI E-SPORT GAMERS: RESIPROSITAS JEJARING KESENIAN DAN KEP
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v9i1.1698

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji penggambaran perempuan dalam film menggunakan teori objektifikasi. Penelitian ini pada dasarnya menganalisis dua film, I Spit on Your Grave dan Marlina si Pembunuh Empat Babak. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana film menggambarkan perempuan, terutama dalam konteks budaya. Melalui metode penelitian kualitatif, teknik analisis yang digunakan adalah analisis semiotika. Penulis menganalisis dan mengkritik adegan kedua film tersebut sehubungan dengan bahasa yang digunakan, tempat adegan film berlangsung, dan detail kecil lainnya seperti bagaimana sutradara menarasikan dan mengartikulasikan berbagai peristiwa, serta adegan dengan simbol budaya yang berbeda. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perempuan mendapat liputan negatif. Asosiasi stereotip yang konsisten dengan simbol seksual, ketidakberdayaan, dan ketidakberdayaan menandai representasi wanita dalam film-film ini. Representasi tersebut berbeda-beda menurut latar belakang budayanya. Kata kunci: Film, Wanita, Objektifikasi   Abstract: This research is concerned with film’s portrayal of women in the context of Objectification Theory. This research paper is basically analyses of two films, I Spit on Your Grave and Marlina Si Pembunuh Empat Babak. It consists the analysis of these movies to find out how film portrays women, especially in cultural context. Through the qualitative research method, the analysis technique in use is semiotics analysis.  I analyzed and criticized the two movies’ scenes with regard to the language they used, the places where the scenes of movies took place and other minor details such as how the directors narrated and articulated different events and scenes with different cultural symbols. The findings indicate that women received negative coverage. A consistent stereotyped association with sexual symbol, helplessness and voicelessness marks the representations of women in these movies. These representations are different according to their cultural background. Keywords: Film, Women, Objectification
PERAJIN GERABAH DUKUH KRAJAN DESA GEBANGSARI, KEC. KLIRONG, KEBUMEN, JAWA TENGAH Kusumawardani, Arum; Setyobudi, Imam; Yuningsih, Yuyun
Jurnal Budaya Etnika Vol. 9 No. 1 (2025): NASIONALISME GLOBALISASI E-SPORT GAMERS: RESIPROSITAS JEJARING KESENIAN DAN KEP
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v9i1.2035

Abstract

Abstrak: Permasalahan penelitian ini ialah bagaimana bentuk interaksi sosial dan strategi adaptasi perajin gerabah dalam mempertahankan teknik tradisional di tengah berbagai kendala yang ada di RT 03 RW 02 Dukuh Krajan, Desa Gebangsari, Kec. Klirong, Kebumen. Tujuan penelitian adalah menjelaskan bentuk interaksi sosial dan strategi adaptasi perajin gerabah dalam upaya mempertahankan kelestarian pembuatan kerajinan gerabah tradisional menurut struktural fungsional AGIL. Manfaat teoretisnya adalah mengembangkan penelitian antropologi ekonomi tentang tingkah laku kolektif manusia dalam analisis AGIL. Manfaat praktisya berupa pemecahan masalah yang ada sebagai bahan pertimbangan strategis dalam suatu kebijakan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah perajin gerabah di RT 03 RW 02 Dukuh Krajan Desa Gebangsari. Variabel penelitian meliputi interaksi sosial dan strategi adaptasi. Hasil penelitian menemukan bahwa interaksi sosial yang terjalin di antara para perajin membangun hubungan yang positif dengan cara saling bekerja sama dan bergotong royong dalam memenuhi kebutuhan produksi gerabah. Perajin gerabah beradaptasi dalam menghadapi segala tantangan, kendala, dan peluang dalam rangka mempertahankan teknik tradisional cara pembuatan gerabah. Kata kunci: perajin gerabah, interaksi sosial, adaptasi   Abstract: The subject addressed in this study is how pottery craftsmen in RT 03 RW 02 Dukuh Krajan, Gebangsari Village, Klirong District, Kebumen, use social interaction and adaptation strategies to sustain traditional techniques in the face of numerous challenges. The purpose of this research is to explain about the different types of social interaction and adaption tactics used by pottery artists in order to keep traditional pottery manufacture alive and well according to AGIL's functional structure. The theoretical value of AGIL analysis is the development of economic anthropological research on human collective behavior. The practical benefits come in the form of existing problems being solved as strategic policy concerns. The research method is qualitative approach to data collecting, which includes literature reviews, interviews, and documentation. The research population is pottery craftsmen in RT 03 and RW 02, Dukuh Krajan, Gebangsari Village. Research variables include social interaction and adaptation strategies. The results of the study found that the social interactions that existed between the craftsmen built positive relationships by working together and working together to meet the needs of pottery production. Pottery craftsmen adapt in the face of all challenges, obstacles, and opportunities in order to maintain the traditional techniques of pottery making. Keywords: Pottery craftsmen, social interaction, adaptation

Page 8 of 10 | Total Record : 96


Filter by Year

2018 2025